Note : Tullisan bercetak miring adalah flashback.

.

.

"Ini adalah uang untuk biaya hidupmu sampai kau melahirkan kelak. Ambillah dan silahkan pergi dari rumah ini. Jangan sampai anakku tahu tentang semua berita kekacauan yang ia buat. Dan ingat! Kau harus merahasiakan ini dari orang lain. Mengerti?" ujar seorang namja paruh baya dengan tatapan datar menghiasi wajahnya yang memang sudah muncul beberapa kerutan di wajah.

Sambil meletakkan amplop tebal berwarna coklat yang berisi uang dengan jumlah yang tak sedikit, namja paruh baya itu memandang tajam ke seorang namja manis yang berdiri di ruangannya.

"Aku tidak memerlukan uang anda, aku bisa mengurus anakku sendiri nantinya," sahut namja manis yang masih terlihat sangat muda itu menatap namja paruh baya dihadapannya dengan tatapan benci.

"Kau keras kepala sekali, ini adalah uang untukmu agar kau bisa pergi dari kota ini dan membangun kehidupan baru di kota lain. Agar nantinya anakku tidak akan bisa mencarimu."

"Aku bisa mengurus diriku sendiri bersama anakku kelak, tanpa memerlukan bantuan Anda. Dan aku juga akan pergi dari kota ini sesuai keinginan Anda. Itu pun aku bisa melakukannya sendiri." Namja manis itu bersikukuh dengan pendiriannya. Ia benci dengan takdirnya sekarang. Padahal minggu depan dirinya baru memasuki usia 19 tahun tapi sudah dihadapkan kepada cobaan berat yang menimpanya. Lelaki berwajah manis itu sedang mengandung seorang bayi yang baru berusia 2 minggu. Namun faktanya dirinya belum menikah.

"Baiklah jika kau tak membutuhkan uang dariku, kau bisa pergi sekarang. Aku tidak mau kalau kau menampakkan dirimu lagi di kehidupan anakku. Arraseo!" namja paruh baya itu berdiri dari duduknya. Jarinya ia arahkan ke pintu berwarna coklat eboni, yang memang pintu itu adalah pintu keluar.

Perasaan sakit dirasakan namja manis itu, sambil memutar tubuhnya bermaksud meninggalkan namja paruh baya yang masih menatapnya dengan hina, buliran bening perlahan meluncur tak terbentung di kedua pipi chubbynya.

.

.

.

.

"Kyunnie!" sapa seorang namja bermata sipit yang baru saja melenggang masuk ke rumah namja manis berkulit pucat bernama Kyuhyun. Namja itu tidak sendiri, melainkan bersama seorang namja kecil, berumur sekitar sepuluh tahun.

"Yesung-Hyung, kenapa kau seenaknya saja memasuki rumah seseorang tanpa permisi. Itu benar-benar tidak sopan!" balas namja berkulit putih pucat itu sambil mempout bibirnya kesal. Persis seperti seorang anak kecil yang tak mendapat jatah uang jajan dari eommanya.

"Kau ini, sudah punya Taemin masih saja bertingkah seperti anak kecil, memalukan!"

Namja tampan namun terkesan imut yang baru saja menyapa Kyuhyun mendudukkan dirinya di sofa, tepat di samping namja kelewat manis seperti seorang yeoja bermarga Cho tersebut. Tak lupa ia juga mendudukkan namja kecil berwajah tampan yang bersamanya memasuki rumah ini tepat disampingnya.

"Kau hobi sekali mengejekku, hyung" ucap Kyuhyun seraya kembali memainkan ponselnya namun sesekali memperhatikan gerak-gerik hyungnya yang satu itu.

Dan.. beberapa detik kemudian matanya berbinar saat mata obsidannya mendapati seorang namja yang bersama hyungnya.

"Hyung, kenapa kau tak bilang kalau kau juga mengajak Minho."

"Kurasa kau tidak buta, Kyu."

"Aish.. hyung ini, aku kangen sekali sama Minho, aku ingin memeluknya" ucap Kyuhyun kesal lalu sedetik kemudian berdiri dan memeluk Minho secara sepihak, "Wah.. Minho kau semakin tampan saja!" ucapnya kemudian.

"Siapa dulu Appanya!" sahut Yesung sambil menepukkan dada layaknya seseorang yang sedang membanggakan dirinya sendiri. Hei, bukankah ia memang sedang membanggakan dirinya sendiri eoh?

Hmmh... Oke? Yesung aka Kim Jongwoon memang terkenal narsis. Jangan heran jika ia selalu membanggakan malaikat kecilnya yang juga terlahir tampan seperti dirinya. Dia juga terkenal dengan sifatnya yang aneh dan kadang tidak masuk di akal manusia. Namun dibalik semua itu, Yesung merupakan orang yang berharga di dalam kehidupan Kyuhyun. Bahkan lelaki manis itu sudah mengganggap Yesung keluarganya sendiri.

Sejatinya, Yesung adalah orang yang berhasil menyelamatkan Kyuhyun saat ia akan bunuh diri beberapa tahun yang lalu setelah ia dipecat dari pekerjaannya, dari hari itu sampai sekarang Yesung yang memberikan Kyuhyun sebuah kehidupan baru, seperti memberinya pekerjaan, rumah, bahkan merawatnya sampai ia melahirkan.

Jadi, Yesung adalah orang yang berjasa di dalam kehidupan Kyuhyun. Karena, sebelumnya Kyuhyun sudah tidak memiliki keluarga lagi mengingat sejak kecil ia hidup di sebuah panti asuhan. Setelah menginjak umur 18 tahun ia memilih untuk keluar dari panti dan mencari sebuah pekerjaan. Alhasil, namja berkulit pucat itu menjadi pelayan rumah tangga di sebuah rumah elit yang jauh dari panti asuhannya. Dan nasibnya kurang beruntung, karena Kyuhyun mendapati bahwa dirinya tengah mengandung seorang bayi. Sementara di keluarga tempatnya bekerja tidak diperijinkan seorang pelayan hamil. Dan yang lebih tercengang lagi ayah dari anak yang ia kandung adalah tuan mudanya sendiri. Hal itu menjadikan psikis Kyuhyun runtuh hingga membuat ia hampir bunuh diri kala itu. Sebab tidak ada orang lagi baik itu keluarga atau teman yang akan merawat dan menemani namja manis itu berjuang melawan cobaannya.

Sampai akhirnya Yesung datang membawa secercah harapan untuk hidup Kyuhyun kala itu. Begitulah namja dengan pipi chubby yang menggemaskan itu sangat bersyukur Tuhan mengirimkan seseorang berjiwa malaikat seperti Yesung kepadanya diatas cobaan yang sedang diujikan Tuhan. Hingga usianya yang menginjak 26 tahun, ia berjanji akan membalas semua jasa-jasa Yesung entah bagaimana itu caranya. Walau Yesung bukan hyung kandung Kyuhyun. Namun, perhatian yang diberikan Yesung padanya seperti seorang hyung ke dongsaeng kandungnya sendiri. Sangat perhatian. Semua keluh kesah yang dihadapi Kyuhyun ia curahkan kepada Yesung sebagai pendengar setianya.

Kembali kepada namja kecil bernama Minho dengan nama lengkap Kim Minho. Lelaki berumur sepuluh tahun itu adalah anak pertama dari hasil buah cintanya dengan namja manis bernama Kim Ryeowook. Ya, Kim Ryeowook adalah seorang namja. Sama seperti Yesung.

Namun, Ryeowook mempunyai keistimewaan tersendiri. Bukan hanya Ryeowook yang mendapat anugerah dari Tuhan dapat melahirkan seorang anak. Namja kelewat manis bernama Kyuhyun juga mendapatkan hal serupa. Ia dapat mengandung dan melahirkan layaknya seorang yeoja.

"Ahjumma!" panggil Minho saat Kyuhyun melepaskan pelukannya. Membuat Kyuhyun mengerucutkan kembali bibirnya. Kenapa hyungnya yang terkenal aneh dan babo itu mengajarkan anaknya memanggil ia dengan sebutan Ahjumma. Hei, kyuhyun itu NAMJA.

Yesung yang sedari tadi sibuk mengamati mereka berdua langsung tertawa terbahak-bahak melihat dongsaeng kesayangannya dipanggil dengan sebutan Ahjumma. Ya, ia sendirilah yang telah mengajarkan Minho memanggil Kyuhyun dengan sebutan Ahjumma. Entahlah, ia hanya ingin mengerjai Kyuhyun saja. Mengingat Minho dan Kyuhyun jarang bertemu karena Minho sekolah di khusus asrama anak kecil. Jadi, Minho jarang di rumah. Sesekali dua kali saja dalam satu semester Minho pulang. Kyuhyun sebenarnya tidak tega Minho diletakkan di asrama. Namun karena tingkah Minho yang nakal, jadi Yesung terpaksa meletakkannya di asrama.

"Hyung.. apa-apaan kau ini, mengajari Minho memanggilku dengan sebutan Ahjumma, aku itu namja hyung, NAMJA!"

Minho hanya mengerjapkan matanya lucu. Bingung dengan tingkah kedua orang dewasa di sampingnya. Ia lebih baik mencari Taemin saja.

"Ahjumma, Taemin dimana?" tanya Minho.

Kyuhyun menatap Minho yang masih saja memanggilnya dengan sebutan Ahjumma. Sebenarnya kalau namja kecil ini bukan anak dari hyung kesayangannya. Sudah ia sumbal mulutnya dengan PSP milik Taemin. Karena panggilan itu sungguh sangat memalukan.

"Dia ada di kamar, Minho," jawab Kyuhyun bermalas-malasan, ia akhirnya kembali duduk di shofa.

"Aku boleh kesana kan Ahjumma." ucap Minho berbinar.

"Boleh! Minho kangen ya dengan Taemin?" goda Kyuhyun. Membuat semburat merah tipis menghiasi pipi namja kecil itu.

Kyuhyun hanya terkekeh pelan. Diulurkan tangannya untuk mengacak rambut Minho. "Silahkan pangeran! Tuan putri sudah menunggumu di kamar."

BRUKK

Sebuah benda tebal dengan tidak elitnya mendarat tepat di kepala Kyuhyun. Dan itu berhasil membuat si empunya kepala meringis kesakitan.

Kyuhyun kembali mengendus kesal. Dilihatnya Yesung yang tengah menatap tajam ke arahnya sembari membawa buku. Ternyata buku yang mengenai kepalanya adalah tindakan tidak terpuji dari Yesung. Hei, darimana ia mendapatkan buku itu.

"YA.. Hyung kenapa kau memukul kepalaku dengan buku?" protes Kyuhyun mengelus kepalanya yang menjadi korban Yesung.

"Jangan mengajari anakku mesum Pabbo!" teriak Yesung tepat di telinga Kyuhyun.

"Aish.. aku tidak mengajarinya mesum hyung. Taemin kan memang sedang bermain PSP di kamarnya. Otak hyung saja yang mesum!" balas Kyuhyun yang kemudian mendapat deahtglare mengerikan dari Yesung.

Tanpa memperdulikan dua namja yang sedang adu mulut tidak jelas, Minho turun dari kursinya. Ia kemudian melangkahkan kaki menuju tangga dan menaikinya. Sementara dua namja yang sedang adu mulut itu terhenti karena Minho tiba-tiba melesat ke kamar Taemin di lantai dua.

.

.

.

.

Kyuhyun mendudukkan dirinya di balkon kamar. Ia menatap dinding hitam yang membentang dengan luasnya di atas sana, yang kemungkinan tak mampu ia raih hanya dengan menjulurkan tangannya ke udara. Karena mustahil ia dapat melakukan itu.

Kyuhyun menutup matanya perlahan. Kedua tangannya ia rentangkan, tentu masih dalam posisinya saat ini, duduk di atas balkon kamar. Sambil menikmati udara dingin malam, sedikit demi sedikit ingatan yang ingin ia buang, namun justru tinggal dan terus menari di otaknya.

Ia selalu ingat setiap kali melakukan aktivitas seperti yang ia lakukan sekarang. Seseorang akan mengkhawatirkan dan mencemaskan keadaannya. Namun, untuk saat ini justru tak ada orang lain yang melarangnya atau hanya sekedar untuk mengingatkannya saja pun tak ada. Jadi, ia bisa melakukan hal ini untuk waktu yang lebih lama.

Namun, bukankah seharusnya ia merasa senang. Tak ada lagi orang yang dapat mengganggunya. Karena dulu namja manis itu paling sebal jika ia dilarang untuk melakukan aktivitas ini. Padahal kegiatan seperti ini sudah menjadi kebiasaan yang sering dilakukan Kyuhyun ketika malam telah tiba. Entahlah, pikirannya akan tenang ketika ia melakukan rutinitas ini –duduk di balkon kamar sembari menghirup udara malam -

Mungkin, untuk saat ini ia justru sebal karena tak ada yang mengkhawatirkan dan mencemaskan dirinya lagi. Ya, ia akui, ia sangat merindukan sosok yang dulu selalu mengkhawatirkan dan mencemaskannya.

Flashback

"Kyuhyun-ah, apa yang sedang kau lakukan?" tanya seorang namja tampan saat ia menemukan seorang namja manis yang sedang duduk di balkon kamarnya sendiri. Karena pintu namja manis bernama Kyuhyun itu masih terbuka. Bukan tak mungkin jika namja yang tadi tidak sengaja melintas, dapat melihat aktivitas di dalam kamar Kyuhyun.

Tersentak. Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada suara berat yang menginstrupsi tindakannya.

"Aku hanya sedang menikmati udara malam saja tuan." jawab Kyuhyun seadaanya. Ia kemudian memposisikan kembali aktivitas yang semula tertunda karena pertanyaan namja tampan tadi membutuhkan jawaban.

Ah, tak perlu ia jawab pun namja yang ternyata adalah tuan mudanya sendiri seharusnya sudah mengerti apa yang sedang ia lakukan. Toh, ia tidak buta atau rabun kan?

Kyuhyun masih melakukan kegiataan yang sudah menjadi rutinitas setiap malamnya, tanpa menyadari sepasang mata namja tampan yang masih di ambang pintu sedang menatapnya dengan khawatir.

"Kyuhyun-ah, kau tak seharusnya melakukan ini setiap malam. Lihatlah kulitmu pucat begitu. Kau bisa sakit jika terus-terusan seperti ini?" ucap namja tampan itu lagi, kali ini sarat akan rasa kekhawatiran yang tiba-tiba menderanya. Karena melihat Kyuhyun melakukan aktivitas yang menurutnya bisa membayahakan kesehatan namja manis itu sendiri.

Merasa nasehatnya diacuhkan namja manis bernama Kyuhyun itu, namja yang menginstrupsi kegiatan Kyuhyun melangkah masuk ke dalam kamar yang tak begitu luas namun sangat rapi.

Sementara Kyuhyun yang mendengar suara langkah kaki mendekat, hanya terlonjak kaget. Beberapa detik kemudian ia merasakan sebuah pakaian cukup tebal yang hangat bertengger di punggungnya. Seseorang sepertinya telah meletakkan jaket itu di pundak Kyuhyun.

"Ke..napa tuan masuk ke kamarku?" ujar Kyuhyun gugup. Dan penyebab kegugupannya adalah tuan mudanya yang melenggang masuk ke kamarnya tanpa meminta izin.

"Kenapa? Bukankah ini rumahku! Jadi aku bebas kemana saja." jawab tuan muda itu disertai seulas senyum.

Dan dapat dipastikan hanya dengan memandangnya sekilas saja seseorang langsung terpukau akan senyum itu. Termasuk Kyuhyun. Jantungnya berpacu lebih cepat dari sebelumnya saat menatap namja kelewat perfect itu. Dan tak bisa dipungkiri, jika dirinya telah jatuh cinta pada tuan mudanya.

Jangan salahkan perasaannya yang terlarang ini. Ia sendiri berjanji akan mengubur dalam-dalam perasaan yang tak seharusnya ada. Karena tuan mudanya adalah anak dari orang terhormat, tak mungkin dirinya dengan tuan mudanya akan bersatu sementara Kyuhyun hanya seorang pelayan di keluarga Choi.

"Tapi.. setiap kamar pasti ada pemiliknya. Bukankah sebaiknya meminta izin lebih dulu sebelum memasukinya?" sahut Kyuhyun lirih, sembari menenggelamkan rona merah di wajahnya yang ia rasa mulai muncul dengan menundukkan kepala. Ia lebih menghindari tatap muka dengan tuan mudanya. Sebelum ia jatuh terlalu dalam pada pesona tampan yang menguar hanya dari sekali pandang milik tuan mudanya.

Walau Kyuhyun berbicara dengan suara lirih, jangan salahkan telinga tajam tuan muda itu dapat mendengar ucapannya. Alasannya cukup mudah, tak ingatkah jarak mereka yang berdekatan. Dan kemungkinan jika tuan muda Choi itu berada dijarak satu meter dari Kyuhyun, barulah ia tak dapat mendengar suara lirih namja manis itu.

"Kau benar. Mian karena seenaknya masuk ke kamarmu, Aku tak akan mengulanginya lagi." ucap tuan muda Choi kemudian, kali ini sarat akan rasa bersalah.

"Kalau begitu, silahkan tuan muda keluar saja dari kamarku!" ucap Kyuhyun pelan disertai keraguan diucapannya.

Takut ia salah bicara sehingga tuan muda tampannya itu bisa marah atau malah akan memecatnya. Ia tak mau hal itu terjadi.

"Kau mengusirku eoh?" jawab tuan muda choi sembari menatap Kyuhyun yang sekarang salah tingkah.

"Ah.. bu..kan.. maksudku mengusir tuan, tapi takutnya jika tuan Choi melihat. Nanti malah menimbulkan pemikiran yang tidak-tidak." balas Kyuhyun terbata.

"Hmm.. begitu ya! Tapi aku tidak mau pergi dari sini." Sang tuan muda mengalihkan pandang memandang lurus ke atas. Tepatnya ke arah langit malam kota Seoul yang bertabur bintang, sehingga tak menyadari tatapan horor yang dilayangkan Kyuhyun kepadanya.

"Ke..napa tuan tidak mau pergi?"

"Karena aku ingin tidur disini!"

"Mwo?" Kyuhyun terbelalak. Wajahnya yang manis sekarang berubah menjadi horor setelah mendengar pertanyaan atau lebih tepatnya pernyataan dari tuan mudanya.

Menyadari tatapan horror dari Kyuhyun, namja yang notabene adalah anak dari majikan Kyuhyun langsung tertawa lepas melihat ekspresi yang ditunjukkan Kyuhyun. Padahal ia hanya berniat menggoda namja manis itu saja. Namun reaksi namja manis sungguh mengejutkannya.

"Aku hanya bercanda Kyuhyun-ah. Aku akan keluar tapi berjanjilah padaku kau akan menghilangkan kebiasaan burukmu ini." Tawa tuan muda Choi itu masih belum berhenti. Membuat Kyuhyun mengendus kesal. Namun dalam hati ia bernafas lega, Begitu disadarinya bahwa tuan muda Choi itu hanya mengerjainya. Ya, setidaknya tuan mudanya itu tidak serius dengan ucapan yang benar-benar membuat Kyuhyun serangan jantung dadakan.

Kyuhyun adalah satu-satunya pelayan di keluarga Choi yang mendapat perhatian khusus dari tuan mudanya. Apalagi usia mereka hanya terpaut dua tahun. Tak bisa dipercaya jika seorang pelayan seperti Kyuhyun mendapat perhatian khusus dari anak Tuan Choi. Mengingat ia yang paling muda diantara para pelayan di keluarga Choi ini.

"Bagaimana? Jika kau tidak mau menghilangkan kebiasaan burukmu ini, aku akan tidur disini sampai kau mau menghilangkan kebiasaanmu." Ancam tuan muda Choi sambil memasang ekspresi serius di wajahnya. Membuat Kyuhyun mau tak mau harus pasrah menerima permintaan itu.

"Baiklah tuan. Saya akan mengurangi kebiasaanku ini."

"Eh? Mengurangi?"

"Ne, aku tak mungkin menghilangkan kebiasaan ini tuan. Aku nyaman melakukan hal ini, angin malam membuat pikiranku tenang. Jebal."

Namja tampan berlesung pipi itu terlihat berfikir sejenak sebelum akhirnya ia mengangguk menyetujui permintaan pelayan keluarganya yang masih sangat muda. Dilihatnya wajah Kyuhyun yang semula memasang wajah memelas menjadi sumringah setelah ia mengabulkan permintaannya.

"Apa tuan bisa keluar sekarang?" Kyuhyun masih was-was, jikalau nanti tuan mudanya yang tampan itu tak mau keluar lagi. Namun berusaha ia tersenyum untuk menutupi kegugupannya.

"Baiklah, aku akan keluar sekarang. Tapi, satu lagi panggil aku hyung saja ne."

Belum sempat Kyuhyun melayangkan protes. Tuan mudanya sudah mendahuluinya. "Tak ada tapi-tapian!" ucapnya sebelum membalikkan tubuhnya.

Detik berikutnya ia berjalan keluar dari kamar namja manis itu. Tanpa disadarinya sang pemilik kamar tersenyum menatap kepergiannya sambil bergumam sesuatu, "Hyung!" ucapnya lirih.

.

Flashback End

.

Kyuhyun menghela nafas sejenak. Ia dapat merasakan bahwa udara malam ini semakin terasa dingin. Mungkin benar apa yang pernah diucapkan tuan mudanya dulu. Jika ia terus-terusan terkena udara malam yang dingin. Ia akan sakit. Mengingat tubuhnya yang kurus dan sedikit ringkih.

Namun Kyuhyun tetap tidak bergeming dari aktivitasnya, namja manis itu segera mengeratkan jaket tipis yang dipakainya. Kedua tangannya ia telangkupkan dan menggosokkannya pelan. Bertujuan untuk membuat tangannya hangat. Dan usaha itu cukup membuahkan hasil, karena sekarang tangannya sudah lumayan hangat. Ya, setidaknya sudah tidak dingin seperti sebelumnya.

"Umma." suara panggilan seorang namja kecil dari ambang pintu kamarnya, seketika membuyarkan aktivitas Kyuhyun menghangatkan tangannya.

Ia segera beralih pandang, tepatnya ke arah namja kecil yang memanggilnya dengan sebutan Umma. Kyuhyun menduga itu adalah suara Taemin kecilnya.

Sedikit mengerutkan alisnya heran. Taemin -namja yang berdiri di ambang pintunya- ternyata belum tidur. Padahal tadinya ia berfikir malaikat kecilnya itu sudah terlelap sejak tadi. Mengingat saat ini sudah cukup larut malam. Karena besok Taemin harus sekolah.

"Minnie, kau belum tidur, chagi?" Taemin hanya menggeleng kepalanya lucu. Membuat Kyuhyun gemas melihatnya.

Perlahan Kyuhyun melangkah mendekati Taemin. Ia sejajarkan tubuhnya yang tinggi dengan tubuh Taemin yang lebih kecil darinya. Tangannya terulur untuk mengusap rambut buah hatinya dengan lembut.

"Kenapa Minnie belum tidur?" tanya Kyuhyun.

Namun tak ada respon dari Taemin. Namja kecil berwajah manis itu seperti menyelami kebingungan. Entah apa yang sebenarnya terjadi. Sehingga hanya hening yang tercipta diantara anak dan ibu itu.

"Umma." panggil Taemin dengan ragu mencoba memecah keheningan diantara mereka.

Kyuhyun masih tersenyum lembut sembari mengusap kepala Taemin."Ne! Ada apa Minnie?"

"Taemin baru saja mimpi bertemu dengan Daddy!" ucap Taemin hati-hati. Ia tahu, perkataannya mungkin akan menyakiti perasaan Ummanya nanti.

Dan rentetan kalimat yang baru saja didengar dari Taemin membuat Kyuhyun menghentikan aktivitasnya-mengusap rambut Taemin- Ditatapnya wajah buah hatinya yang sedang menunduk. Ia sebenarnya tahu mengapa Taemin menunduk.

"Mian Umma, apa Taemin menyakiti hati Umma?" Kyuhyun tersenyum simpul mendengar penuturan Taemin. Kedua Tangannya ia gerakkan untuk menelangkup wajah mungil malaikat kecilnya. Diangkatnya wajah Taemin agar menatap wajahnya.

"Ani. Minnie tidak menyakiti hati Umma kok. Justru Umma yang selalu menyakiti hati Taemin. Jadi umma minta maaf ne!"

"Umma tidak pernah menyakiti Taemin, karena Umma selalu melindungi dan menyayangi Taemin. Jadi, Umma tidak perlu minta maaf dengan Taemin."

Kyuhyun terkekeh pelan kemudian mengacak rambut Taemin pelan. Melihat malaikat kecilnya yang selalu saja berusaha bersikap tegar dihadapannya membuat ia sedikit merasa sakit.

Seharusnya ia tidak memaksa Taemin menyembunyikan rasa sedih dan sakitnya. Ah, ia sebenarnya tidak memaksa, melainkan Taemin sendiri yang dengan pandainya menyembunyikan rasa sedih itu.

"Bagaiman wajah Daddy di dalam mimpi Taemin." tanya Kyuhyun mencoba tetap tersenyum. Perasaan tidak enak hinggap hatinya. Bagaimana jika namja di dalam mimpi Taemin adalah Choi Siwon. Oh, apa yang harus ia lakukan jika itu benar.

"Taemin tidak bisa melihat wajah Daddy dengan jelas Umma, yang jelas Daddy itu sangat tampan." jawab Taemin sambil meletakkan jari telunjuk mungilnya di dagu. Bibirnya ia kerucutkan ketika ia tak berhasil menangkap dengan jelas wajah Daddynya di dalam mimpi.

Kyuhyun semakin gemas melihat tingkah anaknya. Ia kembali mengacak rambut Taemin pelan, dan untuk kedua kalinya Taemin tidak melayangkan protes dengan perlakuan Ummanya.

"Benarkah? Apa dia tampan seperti Minho?" goda Kyuhyun yang sukses membuat pipi Taemin merona. Namun, detik berikutnya namja kecil itu mengerucutkan kembali bibirnya.

"Minho itu jelek Umma,"

"Eh? Tapi Taemin menyukainya kan!"

"Taemin tidak menyukai Minho!"

"Kenapa?"

"Karena Minho suka sekali merebut PSPku, Aku tidak suka!"

Kyuhyun kembali terkekeh pelan mendengar jawaban seorang anak kecil. Anak kecil biasanya berkata jujur. Terbukti. Minho –anak Kim Jongwoon aka Yesung- memang selalu menggoda dan menjaili Taemin. Termasuk suka sekali merebut PSP yang sedang dimainkannya. Membuat Taemin mau tak mau harus bersusah payah mengambilnya dari tangan Minho.

Beruntung sekali Kyuhyun mempunyai malaikat kecil seperti Taemin. Ia rasa Taemin sekarang sudah menjadi namja yang kuat. Bukan namja lemah yang selalu menangis jika terkena masalah. Sekarang bahkan Taemin tak malu dan menangis lagi ketika teman-teman di sekolahnya mengejeknya karena ia tidak mempunyai seorang ayah.

Kyuhyun mengerti bagaimana perasaan malaikat kecil berwajah manis sepertinya. Ia sebenarnya menangis dalam hati. Namun, Taemin berusaha menyembunyikan kesedihannya dengan tetap tersenyum. Miris jika Kyuhyun mengingat semua itu.

Apa ini salahnya karena tidak pernah memberitahu siapa Ayah kadungnya? Tidak. Kyuhyun yakin, suatu saat nanti, Taemin akan mengetahui sendiri siapa Ayah kandungnya, cepat atau lambat.

"Umma, apa suatu saat nanti, Taemin bisa bertemu dengan Daddy?" Taemin menatap Kyuhyun sembari menaruh harapan.

Sementara Kyuhyun kembali tersenyum, dan kali ini senyuman tulus yang ia ukir di bibirnya.

"Pasti! Taemin pasti bertemu dengan Daddy suatu saat nanti."

.

.

.

.

Kyuhyun baru saja keluar dari ruangan tempat ia mendaftarkan Taemin menjadi seorang artis cilik kemarin. Ya, hari ini adalah pengumuman hasil audisi anaknya. Apakah Taemin diterima atau tidak menjadi bagian dari SM Entertaiment, hasilnya akan dikethui lewat sebuah amplop yang saat ini di genggam oleh Kyuhyun.

Kyuhyun tidak mengizinkan Taemin ikut bersamanya untuk mengambil pengumuman ini, mengingat Taemin harus mengikuti pelajaran di sekolah. Ia tak mungkin meminta izin pada gurunya hanya untuk mengambil pengumuman di gedung SM Entertainment. Tidak lucu kan, menjadikan alasan mengambil amplop untuk tidak mengikuti pelajaran.

Kyuhyun menghentikan langkahnya tepat di depan lift. Ia menekan tombol di dekat lift tersebut. Beberapa detik kemudian pintu lift itu terbuka. Segera ia melangkahkan kakinya masuk.

Sembari menunggu lift sampai lantai dasar, Kyuhyun memperhatikan amplop yang di genggamnya. Tangannya kemudian bergerak untuk membuka amplop itu. Diambilnya kertas yang terselip di dalam dan perlahan ia membuka lipatan dari kertas tersebut.

Dibacanya tulisan itu dari atas sampai pada hasil audisi. Dan hasilnya adalah..

DITERIMA

Kyuhyun bersyukur dalam hati. Taemin pasti senang mendengar berita ini. Ia kemudian membaca tulisan yang baru setengahnya ia baca. Seketika matanya membelalak mendapati nama Choi Siwon tertulis dengan jelas diantara tulisan itu.

Dan yang membuat ia semakin terkejut adalah tawaran syuting drama bersama dengan artis pendatang baru. Choi Siwon.

Kyuhyun melipat kertas itu dan memasukkannya kembali ke dalam amplop. Pikirannya masih tertuju pada tawaran drama untuk Taemin bersama Siwon.

Haruskah ia menerima tawaran itu, tentu untuk membuat Taemin senang karena impiannya beradu acting dengan idolanya akhirnya tercapai. Tapi, ia menyadari satu hal. Siwon adalah adalah ayah kandung dari Taemin. Apa mungkin ia tega membiarkan mereka akrab dengan sebutan hyung dan dongsaeng bukan sebagai Ayah dan anak?

Apa ia harus menolak tawaran drama itu?

.

.

.

TBC

.

Anyyeong cingu... ff mianhae saranghae sudah dilanjut, semoga tidak mengecewakan readers ya

aku berterimakasih sekali untuk cingudeul yang mau meluangkan waktu untuk berkomentar di ff sederhana ini, bow , gamsahamnida

maaf tidak bisa dibales satu persatu reviewnya, tapi aku baca semua review kalian berulang-ulang malah, membuat saya jadi semangat buat nulis ff wonkyu lagi.

semoga ff ini bisa nyampe end ya cingu, dan saya ingatkan sekali lagi bahwa ini sudah pernah publish di WP dan belum tamat, tapi setiap chapternya aku edit sedikit-sedikit namun tidak mengubah jalan cerita. jadi, saya sarankan cingudeul yang udah pernah baca di WP, baca juga di ff net. jika ada yang ingin mengunjungi WPku PM cingu..

Dan sekarang sudah terjawabkan siapa ayah dari Taemin?

jangan lupa reviewnya cingu, salam, kenzoumuki