Disclaimer : Death Note isn't mine. I'm sure you've known it.

Warning : Foulplay.


Kau tahu apa yang paling membuat gelisah di dalam sebuah panti asuhan?

Teman sekamar.

Rommate.

Apalagi kalau teman sekamarmu itu orang yang creepy dan menyebalkan banget.

Ditambah lagi kalau teman sekamarmu itu seenaknya saja menyusup ke balik selimutmu ketika kau tidur dan mengambil alih ranjang dengan menyisakan sedikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit ruang untukmu berbaring.

Aku bisa merasakan urat dahiku mencuat karena kesal. Siapa, sih, dia? Padahal ada ranjang satu lagi, tapi malah ngabisin tempat orang.

Aku berbalik untuk melihat siapa orang brengsek yang berani mengganggu tidur indahku, tapi begitu aku melihat rambut hitam berantakan, kulit pucat, kaus putih lengan panjang dan celana jeans yang dikenakannya, aku tahu ukuran mataku langsung besar kayak cawan.

Bujur buneng!

Oh My fucking God!

L TIDUR DI RANJANGKU! TEPAT DI SEBELAHKU! NEMPEL BANGET, LAGI! (pake huruf kapital ditebalkan setebal mungkin)

Apa aku masih tidur? Apa ini mimpi? Kalau ini mimpi, jangan bangunkan aku!

Pasti ini mimpi! Iya, pasti mimpi!

Dan kalau ini mimpi, berarti aku bisa…

…MELAKUKAN 'RESEARCH', DONG! *Halleluya pose*

Aku terkekeh pelan, tanganku perlahan mulai bergerak.

Mmm… Ternyata kulit L mulus juga. Aku begitu hanyut dalam 'research'ku, sampai aku menyadari ada yang salah.

Lho? Dadanya, kok, rata? Sudah begitu perasaan tingginya sama denganku. Padahal L itu remaja, kan? Aku juga lihat dia tingginya beberapa puluh senti dariku. Heck, tinggiku bahkan hanya sampai perutnya dia. Apalagi wajahnya… aku melihat wajah yang terlihat kekanakan dan sedikit chubby

…IIIIIIIMMMMUUUUUTTTTT!

Tapi, kenapa…

Ah, ini, kan, mimpi. Pasti mimpiku memproyeksikan L yang seumuran denganku.

Aaaah! Sudahlah! Daripada momen langka ini terlewat, lebih baik aku lanjutkan 'research'ku.

"Mmmm…"

DEG!

Astaga! Suaranya! Kedengaran imut banget! Biarpun kedengaran agak ngebas, tapi mungkin karena dia lagi mengerang jadinya kedengaran kayak gitu.

Tanganku bergerak menyusup ke balik kaus putih itu, mencubit pelan pucak dada yang mulus itu.

"Errm… ahn…"

Wah! Wah! WAAAAAH! Aduh, mak! Tanganku makin 'gatel', nih!

"A… apa yang kau lakukan…?"

Aku menyeringai mendengar pertanyaan L yang kedengaran moe banget! Apa yang kulakukan? Tentu saja menikmati saat-saat indah dimana aku bisa menyentuh mimpi basahku!

Tanpa kusadari tanganku sudah masuk ke dalam celananya.

Saat itulah aku menyadari bahwa mimpi burukku sebetulnya sulit dibedakan dengan kehidupan nyataku.

Dan itulah yang menjadi tanda bahwa aku harus mendengarkan omelan ibu panti tempatku dulu tentang bahayanya menggrepe orang seenaknya.

Terlebih lagi dengan sepasang mata merah ruby menyala menatap tajam padaku saat ini seakan aku adalah mangsa yang harus disiksa, dibunuh, dimutilasi, dan diumpani ke para binatang Amazon.

Serta sesuatu yang bulat di balik celana jeans itu yang sekarang tanganku sentuh ini, menjadi bukti pada fakta bahwa ini bukan mimpi…

Bahwa orang yang kugerayangi dari tadi bukan L…

Dan bahwa orang yang hampir kucium ini bergender lela…

"GYAAAAAAAAAAAAAAA!"