"The World Exchanges"

by: lavenderviolletta

Naruto by : Masashi Kishimoto

[Hinata H. x Sasuke U. ]

Romance,Hurt,comfor,

.

.

.

WARNING

(OOC, Miss TYPO)

.

.

Happy Reading

.

.

.

Sepasang onyx itu mulai terbuka perlahan ketika silau mentari memasuki celah jendela kamarnya, jam menunjukan pukul 07.00 am. Kembali ia memejamkan matanya dan menarik selimut hingga menutup sekujur tubuhnya menghindari silaunya mentari.

.

..

.

"Sasuke-sama masih di kamarnya nona."

"apa? Selalu seperti itu." Sakura berkacak pinggang sambil menaiki satu per satu tangga manshion Uchiha yang mewah itu, takut melakukan hal yang aneh, Kabuto mengikuti sakura dari belakang, namun langkahnya terhenti ketika Sakura memasuki kamar Sasuke.

Sasuke menggeliat malas dan hanya menatap Sakura bosan, ketika Sakura menyibakan selimut tebal yang sedari tadi menutupi tubuh Sasuke.

"Bangun Sasuke-kun !"

"…"

Kembali Sasuke menelungkupkan wajahnya pada bantal, hal itu membuat Sakura kesal, pantang menyerah Sakura mengguncangkan tubuh Sasuke kasar.

"banguuunnnnnn Sasukeeeeeee !"

"kyaaaa….."

Teriakan Sakura membuat Kabuto memasuki kamar Sasuke.

"ada apa Nona,- eh? Gomene."

Kabuto kembali menutup pintunya saat ia melihat Sakura kini tengah berada di atas tubuh Sasuke.

"kau berisik." Ucap Sasuke datar.

"eh?"

"..."

"itu karena kau menariku tiba-tiba."

Jarak antara Sakura dan Sasuke hanya beberapa centi, hal itu membuat Sakura merona karena malu, ia kembali bangun dan merapihkan pakaiannya.

"bangun lah, aku menunggu mu untuk sarapan bersama di bawah."

..

..

.

Ckittt..

"Arigatou Sasuke."

"aku tidak bisa makan siang bersamamu nanti."

"eh?"

"akan sangat sibuk hari ini, ada sebuah proyek baru."

"begitu sibuk kah?"

Sasuke mengelus pipi Sakura lembut.

"kau mengerti kan?"

Sakura menganggukan kepalanya pelan, ia kemudian keluar dari mobil Sasuke dan melambaikan tangannya, dengan cepat Lamborghini itu pun kembali melaju meninggalkan Hospital Tokyo.

..

.

.

.

"Time Machine?"

Kunoichi mengangguk, ia menantang Sasuke untuk membuatkan sebuah mesin waktu yang bisa di jelajahi ke masa lalu.

"aku dengar kau profesor terkenal di jepang?"

"…"

"jika benar, buktikanlah, dengan begitu dunia bisa mengakui kehebatanmu."

"lalu? Apa keuntungan yang ku dapat selain nama baik?"

"pulau Hawai akan menjadi milikmu."

Sasuke merenung, ia mengakui bahwa tantangannya cukup sulit, namun bukan Uchiha namanya jika kalah sebelum berperang, Sasuke akhirnya menyetujui kesepakatan itu.

.

..

.

Sasuke terus memikirkan bagaimana caranya ia membuat mesin waktu itu, sedangkan batas waktu yang di miliki hanya 90 hari, selama 90 hari itu juga berarti dia tidak menemui Sakura karena harus memikirkan bagaimana cara membuat mesin waktu tersebut, Sakura sudah terbiasa dengan hal ini, jika Sasuke mendapatkan proyek baru maka ia akan selalu di abaikan sampai dengan proyek itu selesai.

.

..

.

Sasuke mulai mengumpulkan beberapa teori dan hal ilmiah lainnya untuk ia jadikan penelitian, bebrapa kitab kuno dan artikel sejarah lainnya telah ia kumpulkan, Sasuke mulai tertarik dan mendapatkan suatu petunjuk ketika ia membaca sebuah makalah kuno yang menceritakan masa lalu legenda Urishima Taro dari Jepang yang berkisah tentang seorang nelayan yang menyelamatkan kura-kura dan berkesempatan untuk berkunjung ke Istana Dewa Naga di bawah laut. Ia tinggal di istana itu hanya selama tiga hari, namun saat kembali ke kampung halamannya, sang nelayan ternyata berada tiga ribu tahun di masa depan.

Belum lagi beberapa artikel yang membahas misteri Segitiga Bermuda, tentang menghilangnya banyak kapal dan pesawat terbang yang melintas di sana menjadi terdengar lebih masuk akal walau sebagian besar adalah isapan jempol belaka.

Apa yang disebut sebagai lubang waktu, kemungkinan memang benar-benar ada. menyinggung soal teori fisika quantum yang kemudian diperdalam dan dipraktekkan di masanya. Itu memberi sumbangan besar pada terwujudnya mesin waktu yang akan di buatnya.

.

..

Sakura menggeliat, emerladnya terbuka menampakan suasana pagi hari yang kini tengah di lihatnya, ia bangun dari tidurnya perlahan dan duduk dengan posisi punggung yang ia sandarkan pada belakang, tangannya mengambil kalender duduk yang berada diatas meja rias di samping tempat tidurnya, ia membulati angka sembilan yang tertera pada kalender itu.

"sembilan desember, musim semi." Lirihnya dengan senyuman hambar.

Tepat pada tanggal ini adalah genap 90 hari Sasuke tidak menghubunginya, jika prediksi nya benar Sasuke telah berhasil menyelesaikan proyeknya hari ini, maka ia akan segera menghubunginya sekarang, Sakura mengambil ponsel yang tergeletak di sampingnya, ia menekan tombol power, menghidupkan ponselnya. Sederetan pesan dia temukan, namun tak ada satupun pesan yang di kirimkan Sasuke, hanya pesan-pesan dari pasiennya yang meminta janji dengannya yang ia temukan.

Sakura menarik nafas dalam, ia membenamkan matanya sejenak, mencoba untuk merefreshkan dirinya.

"jika dia berhasil, dia pasti akan menghubungiku sekarang." Kembali Sakura berbicara pada dirinya sendiri, "apakah dia gagal?" tanyanya lagi. Sakura melangkahkan kaki nya menuju wastafel kamarnya sekedar untuk mencuci muka dan menggosok gigi, kebetulan hari ini adalah hari minggu dan udara cukup dingin, sedikit bermalas-malasan di hari libur bukan hal yang buruk pikirnya.

"kriinggg.. kriingg.. kriinggg.."

Sakura meletakan kembali teh panas yang baru saja akan di minumnya ketika ponselnya berbunyi, bibirnya mengukir senyuman ketika melihat nama seseorang yang menghubunginya.

"Sasuke-kun Calling"

"moshi-moshi Sasuke-kun"

"Hn"

Hening jeda beberapa detik diantara keduanya, canggung mulai terjadi karena tiga bulan tanpa komunikasi membuat mereka terasa renggang.

"bagaimana kabarmu?" Sasuke mencoba memecah keheningan.

"kurang baik"

"Hm? Kau sakit?"

Sakura menggelengkan kepalanya walaupun ia tahu Sasuke tidak melihatnya, "aku merindukanmu, Sasuke-kun"

Sasuke terdiam sejenak, "Gomene Sakura" ujarnya kembali.

"aku tau kau akan menghubungiku hari ini, untuk itu aku menunggumu"

Sasuke terkekeh, "dan aku menghubungimu kan?"

Sakura tertawa kecil, "bagaimana proyekmu? Berhasilkah?"

"kenapa bertanya jika kau tahu jawabannya"

Sakura kembali tertawa. "Selamat atas keberhasilan anda Uchiha-san"

Sasuke terkekeh, "Arigatou"

"kau tak ingin merayakannya bersamaku?"

Sasuke terdiam sejenak, "aku harus menemui Inoichi untuk membawa mesin waktu ini padanya sekarang"

"..."

"gomene Sakura, tidak bisa bertemu denganmu untuk saat ini."

"aku ikut !" jawabnya ketus

"hm?"

"aku ikut denganmu Sasuke."

"tapi,-"

"aku ikut, dan kau tak bisa melarangku lagi Sasuke-kun."

Sasuke menghela nafas, "baiklah, untuk kali ini aku mengalah."

"Sasuke-kun? Kau yakin dengan mesin waktu yang kau buat?"

"Hn"

"entah kenapa aku merasakan hal yang aneh"

"apa maksudmu Sakura?"

"entahlah, firasatku tidak enak."

"jika aku berhasil menjual mesin ini ke kedutaan Amerika serikat, pulau Hawai akan menjadi miliku sebagai bayarannya."

"eh?tapi Sasu,-"

"dan itu akan menjadi kado untuk pernikahan kita."

.

.

..

.

"Secara teori, ruang waktu adalah sistem hitung koordinat antara 3 dimensi ruang dan 1 perhitungan waktu dimana didalamnya kegiatan fisik tengah berlangsung dalam satu kontinum tunggal. Memang terlalu teoritis untuk dijabarkan, namun jika kita mengamati teori relativitas Einstein, ada teori menarik terkait ruang waktu, Einstein-Rosen bridge atau jembatan Einstein-Rosen." ujar Sasuke panjang lebar dan hanya di jawab anggukan oleh Inoichi.

Inoichi mengamati mesin waktu yang telah di buat Sasuke, mesin itu berukuran 4x6 meter, terlihat seperti box yang hanya bisa di masuki 3 orang manusia ke dalamnya.

seolah takjub dengan lab milik Sasuke yang juga terdapat beberapa mesin canggih lainnya Inoichi tak lelah berjalan-jalan menulusuri setiap ruangan, Sasuke mengikuti Inoichi dari belakang, seperti profesor lainnya ia menggunakan kaca mata tanpa frame dengan blezer putih panjang sampai lutut.

"Disebutkan bahwa gravitasi merupakan kelengkungan ruang waktu. Dengan kata lain, karena massa suatu obyek menciptakan lengkungan ruang waktu seperti lengkungan baskom di wilayahnya, maka kekuatan gravitasinya akan menarik massa terdekat lainnya." ujarnya kembali.

Inoichi kembali menganggukan kepalanya, ia memasuki mesin waktu itu, matanya dapat melihat beberapa tombol aneh di dalamnya yang bahkan ia tak mengerti fungsinya.

"Seperti itulah waktu berjalan, dan semua berlangsung normal sampai point tersebut. Tapi bayangkan sejenak jika tiba-tiba terjadi "pembalikan" gravitasi. Jika seperti saat ini, titik gaya gravitasi bumi berada di bawah kaki kita tiba-tiba berbalik titik tinggi di atas kepala, kita tidak tau seperti apa ruang-waktu yang mungkin kita lalui."

"..." Inoichi keluar dari dalam box itu dan menduduki kursi putih yang berada di sampingnya.

"waw !" ujarnya kagum, ketika kursi yang di duduki nya tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah tangan dan memijat pundaknya.

"Pembalikan ruang-waktu memiliki implikasi luas yang memungkinkan terjadinya perjalanan melintasi waktu ke masa lalu. Ini adalah inti dari wormholes dan Einstein-Rosen bridge. Einstein-Rosen bridge adalah properti geometris dari sebuah wormhole yang menempatkan dirinya menjadi semacam "lorong" penghubung menuju ke dimensi lain atau ke alam semesta lain."

kembali Sasuke menerangkan, Inoichi hanya manggut-manggut dengan mata yang terpejam, menikmati pijatan dari mesin yang sedang di dudukinya saat ini.

"bagaimana cara kerjanya?" tanya nya.

"Pada dua eksperimen terbaru yang dilakukan di CERN situs Large Hadron Collider Swiss sinar neutrino mempunyai kecepatan waktu perjalanan 60 nanodetik lebih cepat dari kecepatan cahaya. Neutrino berjalan seperti balik ke masa sebelumnya seolah-olah mereka sudah sampai ke tujuan bahkan sebelum mereka pergi. Eksperimen ini mendapat perhatian serius pemerintah, terutama para ahli. Jika eksperimen CERN itu terbukti akurat, berarti mereka berhasil menciptakan peluang bagi terbukanya kemungkinan melakukan perjalanan melintasi waktu ke masa lalu, atau paling tidak perjalanan ke bintang lain."

"jangan terlalu berbelit-belit Sasuke, langsung saja pada topiknya, bagaimana cara mesin ini bekerja dan melakukan perjalanan melintasi waktu ke masa lalu."

Sasuke membenarkan posisi kacamatanya, ia kemudian menerangkan kembali bagaimana cara kinerja mesin waktu yang di buatnya. namun penjelasannya terpotong ketika Inoici merangkul pundaknya.

"menarik."

"…."

"ku akui kau memang jenius Uchiha Sasuke, tapi aku tidak akan percaya begitu saja pada orang seperti kau."

"apa maksud perkataamu?"

"buktikan itu dengan membawa pulang guchi lavender dari kerajaan Hyuuga kuno, dengan begitu aku akan mempercayainya."

"tidak ! kau menyuruh Sasuke untuk masuk ke dalam mesin itu? Aku tidak akan membiarkannya!"

"berhenti Sakura."

"Sasu,-"

"akan ku buktikan dengan membawa guchi kuno itu dengan tanganku sendiri."

"Sasuke-kun apa maksudmu? Guchi lavender itu hancur ketika perang antar kerajaan Hyuuga dan Namikaze berlangsung, jika kau kembali pada masa itu, apa kau akan kembali dalam keadaan selamat?"

"prok.. prok.. prok.."

"eh?" Sakura membalikan badannya, Inoichi kini tengah bangkit dari tempat duduknya dengan bertepuk tangan.

"Sakura, aku akan kembali, kau percaya padaku dan aku akan baik-baik saja."

kedua emerlard itu berbinar, Sakura seolah ingin menumpahkan air matanya yang telah terbendung, Sasuke menghapus air mata Sakura yang tergenang di pipinya.

langkah Sasuke kembali terhenti ketika Sakura memegang tangannya kembali.

"jangan pergi Sasuke-kun."

Sasuke melepaskan tangan Sakura pelan, "aku akan kembali Sakura."

perlahan pintu box itu tertutup, Sasuke menekan beberapa tombol dan mengeluarkan sinar dari dalam, Sakura dan Inoichi membulatkan matanya saat sinar itu tiba-tiba saja menghilang bersama dengan mesin waktu box itu.

Sakura terkulai lemas, kedua lututnya menyentuh dinding, matanya masih menatap kosong mesin waktu yang telah menghilang bersama kekasihnya.

"Sasuke-kun." lirihnya.

..

.

.

..

.

tubuh Sasuke terhempas kasar, jatuh pada tanah yang lembab, gemercik hujan membasahi sekujur tubuhnya, ia meringis kesakitan karena tubuhnya terlempar kuat dari atas, entah dari mana, namun ketika onyxnya melihat keadaan, ia tidak lagi berada di dalam box mesin waktu itu, namun ia terdampar di sebuah padang rumput yang sedkit kusam, Sasuke masih ingat saat ia memasuki mesin waktu itu waktu menunjukan pkl 12.00 pm, namun keadaan yang di lihatnya saat ini adalah malam hari, angin kencang dengan guyuran hujan yang semakin deras membuat Sasuke harus mencari tempat berlindung, ia kemudian menemukan sebuah pohon rindang dan berteduh disana.

"gleegarrrr..."

suara petir yang semakin membahana itu membuat Sasuke harus menutup telinganya, tubuhnya mulai mengigil kedinginan, ia melirik jam tangannya, namun entah kenapa jarum jam nya tidak berputar, mati pikirnya.

..

.

.

..

kicauan burung pagi hari membuat Sasuke menampakan onyx nya, ia perlahan melepas kacamatanya dan menggosok-gosok matanya dengan punggung tangannya. ia mengamati beberapa orang seperti seorang petani dan pedagang pasar telah berlalu melewat di hadapannya, pakaian orang-orang itu terlihat sangat tradisional, berbeda dengannya yang kini memakai celana casual berwarna hitam dengan kemeja yang berwarna sama dan blezer putih nya, Sasuke perlahan berdiri mengamati setiap orang yang berlalu-lalang.

Sasuke menghentikan seorang petani tua yang melintas di depannya, sang tetua itu pun berbalik dan menatap Sasuke dengan pandangan aneh.

"Gomene, boleh saya bertanya sesuatu?"

"anak muda, kau datang dari dimensi mana? kenapa berpakaian aneh sekali?"

Sasuke tercengang, kaget karena orang tua yang ada di depannya langsung menebak bahwa ia adalah bukan dari dunianya.

"perkenalkan, Saya Uchiha Sasuke, saya datang dari jauh dan ingin bertemu dengan raja Hiashi yang merupakan pemimpin kerajaan Hyuuga."

"apa? kau ingin bertemu paduka? kau sadar kau ini siapa hah? sebelum kau menginjakan kaki mu di istana, kau akan mati terlebih dulu."

"eh?"

"sudahlah, lupakan saja niat bodoh mu itu, dasar anak muda."

Sasuke terdiam sejenak, perkataan kakek itu ada benarnya juga pikirnya, bagaimana mungkin ia dapat memasuki kerajaan itu dengan cuma-cuma, tak banyak berfikir Sasuke berlari mengejar kakek tua yang kini telah berlalu meninggalkannya.

"Gomene, boleh aku ikut denganmu?"

"apa?"

"ku mohon, izinkan aku tinggal dan ikut bersamamu."

"..."

"aku bisa membantumu berjualan di pasar, atau apa saja pekerjaan yang bisa ku lakukan, aku butuh tempat tinggal."

"baiklah, asal kau harus bekerja denganku."

"arigatou.. boleh saya tahu,-"

"Jiraya, panggil saja Jiraya sensei, karena kau akan menjadi muridku sekarang hahahaa..."

Sasuke tersenyum, "arigatou Jiraya Sensei."

..

..

.

Sasuke berjalan menuju pasar mengikuti Jiraya, sepanjang perjalanan Jiraya menceritakan keadaan negrinya, Jiraya dulu adalah seorang prajurit di istana Hyuuga, namun karena umurnya sudah rentan, ia akhirnya di berhentikan dan sekarang hanya berjualan sebagai pedagang di pasar, menjual dari hasil tani nya, Sasuke beruntung bertemu dengan Jiraya, selain dia adalah seorang yang baik, Jiraya juga mengetahui banyak soal istana.

Sasuke dan Jiraya menghentikan langkahnya ketika sekomplotan prajurit dengan kuda-kuda besarnya terdengar di kejauhan. Sasuke dapat melihat kereta kuda yang sangat cantik dengan hiasan bunga lavender di atasnya.

"hei Sasuke, apa yang kau lakukan kemari." ujar Jiraya yang mengajak Sasuke untuk kesamping, Sasuke menautkan alisnya heran ketika melihat Jiraya membungkukan setengah badannya ketika kereta kuda tersebut lewat di hadapannya.

"heh apa yang kau lakukan? beri hormat, jika kau ingin selamat."

Sasuke mengangguk heran, ia kemudian mengikuti apa yang Jiraya lakukan.

"berhenti !" titah seorang kapten prajurit ketika melintas di hadapan Jiraya dan juga Sasuke.

"siapa kau?" tanya seorang kapten dengan mengibaskan pedang pada leher Sasuke.

"dia adalah murid saya." Jiraaya mengangkat kepalanya yang tertunduk.

"eh? Jiraya Daijan?"

kapten itu dengan cepat membungkuk dan memberi hormat pada Jiraya, membuat Sasuke menautkan alisnya heran.

"ada apa? Yamato Daijan?"

alunan suara lembut itu membuat Yamato,Jiraya dan juga Sasuke melihat ke arah kereta.

"eh? Hinata-sama."

"ada apa? eh? Jiraya Daijan?"

Jiraya memberi hormat dengan membungkukan badannya, "hormat saya paduka yang mulia."

Sasuke menatap Hinata kagum, "dia kah, Lavender Hime yang di ceritakan sejarah?" tanya nya dalam hati.

onyx bertemu lavender, Hinata menatap Sasuke yang juga Sasuke menatapnya, semburat merah tiba-tiba saja menjalar di pipi putihnya, Hinata perlahan menutup jendela kereta dengan tirai menyembunyikan wajahnya.

.

..

.

"dia itu adalah Hinata-sama yang merupakan anak tunggal dari Hiashi-sama."

Sasuke terus memperhatikan kereta kuda yang kini terlihat semakin menjauh.

"dia akan menikah dengan pangeran dari kerajaan Namikaze Naruto Namikaze."

"apa? akan menikah? berarti perang akan di mulai sebentar lagi."

"perang? perang apa?" tanya Jiraya heran.

Sasuke mendecih "Sial, jangan mengatakan apa-apa Sasuke, apa yang kau lakukan akan mengubah sejarah." gerutunya dalam hati.

"tidak aku hanya bergurau."

Jiraya menautkan alisnya curiga, "hei anak muda, sebenarnya apa tujuanmu datang ke negri ini?"

"aku hanya tersesat."

"lalu? bagaimana kau menyebutkan ingin bertemu dengan raja Hiashi?"

"..."

"kau tidak bisa membodohiku anak muda."

"Gomene Sensei."

Jiraya tersenyum, ia menepuk pundak Sasuke pelan. "aku tak memaksamu."

"eh?"

"bicaralah jika kau mau, mungkin aku bisa sedikit membantu masalahmu."

.

..

.

Hinata tersenyum sipu saat Naruto mengulurkan tanngannya, membantunya untuk turun dari dalam kereta, perlahan Hinata mengambil uluran tangan Naruto "Gomene, membuat Naruto-kun menunggu lama."

Naruto tersenyum, "kau berlebihan Hime" ujarnya.

Hinata mengenakan gaun berwarna ungu muda, panjang gaunnya sampai menutup kaki, bagian rok nya mengembang dan bagian pinggang sampai atas terlihat sedikit ketat, sehingga sedikit memperlihatkan lekuk-lekuk bagian tubuhnya, bagian bahu gaunnya mengembang dengan Hiasan pita bunga di sekeliling leher Hinata, rambutnya ia gerai seperti biasanya, sepatu dengan hak tingginya membuatnya kesulitan memasuki istana, sehingga Naruto harus sabar untuk berjalan sangat pelan dengan putri Hirees ini.

Kushina dan Minato menyambut kedatangan Hinata yang merupakan calon menantunya, kedua pasangan suami istri itu terlihat sangat serasi, Minato terlihat gagah dengan jubah putih nya dan mahkota raja nya, begitu juga dengan Kushina yang terlihat anggun dan menawan dengan sanggulan rambut dan mahkota ratu nya.

"Hinata-chan kau cantik sekali." ujar Kushina seraya memeluk Hinata lembut.

"Arigatou, Okachaan-sama."

..

.

.

matahari mulai tenggelam, langit terlihat senja, Sasuke telihat lelah, ia membaringkan dirinya diatas futon, matanya menatap langit-langit, ia yang biasanya tertidur dengan kasur yang besar dan empuk, selimut yang hangat air panas ketika mandi, dan pelayanan lainnya yang kini berbeda 180 derajat, apa yang dialaminya sekarang adalah atas keinginannya sendiri, bahkan saat ini ia pun tak tahu bagaimana caranya ia kembali ke dunianya meningat mesin itu menghilang, "tch, apakah penemuanku gagal." ujarnya pada diri sendiri.

"cklek."

"Sasuke, ganti pakaianmu dengan ini." Jiraya melemparkan pakaian tradisional jepang kuno pada Sasuke, Sasuke hanyamenautkan alisnya.

"jika kau ingin membersihkan dirimu, kamar mandi nya ada di pojok belakang." teriak Jiraya.

Sasuke mendecih, tangannya mengambil handuk dan pakaian yang di berikan Jiraya.

.

..

.

Jiraya menyiapkan hidangan makan malamnya bersama Sasuke, menu yang sangat sederhana, hanya ikan dan beberapa sayur sebagai saladnya , namun Sasuke tampak sangat menikmati menu sarapan malam ini, mungkin karna lelah bekerja seharian ini mereka berdua makan dengan lahapnya.

"Sasuke, sebenarnya siapa dirimu? dan darimana kau berasal?" pertanyaan yang sama dan berulang kali ditanyakan Jiraya pada Sasuke.

Sasuke menghentikan aktifitas makannya, ia meletakan mangkuk dan sumpitnya diatas meja dan meneguk segelas air putih. "tidak ada pilihan lain pikirnya."

"aku datang dari masa depan Sensei."

"uhukk.. uhukk.." Jiraya tersendat, ia segera meminum air untuk menenangkan tenggorokannya.

"aku adalah seorang profesor, aku membuat sebuah mesin waktu, alat Pembalikan ruang-waktu memiliki implikasi luas yang memungkinkan terjadinya perjalanan melintasi waktu ke masa lalu.

"ada kah alat seperti itu?"

"aku pikir aku sukses membuatnya, namun sepertinya aku gagal, aku berhasil kembali ke zaman ini karena aku terdampar disini tapi tidak tahu bagaimana caraku kembali"

"kau sedang tidak bergurau kan?"

Sasuke menggelengkan kepalanya

"aku tau ini kurang masuk di akal, mesin itu akan ku jual pada kedutaan asing jika aku berhasil membuatnya, tapi mereka memerlukan bukti apakah mesin itu benar-benar berfungsi mengubah ruang waktu, mereka menyuruhku kembali ke jaman ini dan membawa pulang Guchi levender kuno."

"Guchi lavender? barang apakah itu?"

"pangeran Namikaze Naruto membuatkan itu sebagai tanda cintanya kepada Hinata Hirees, Guchi itu terbuat dari emas asli dengan Hiasan bunga lavender yang merupakan intan berlian."

"apa?"

"hm, itulah yang ku tahu dari sejarah."

"kapan Namikaze memberikannya untuk Hirees."

"menurut sejarah, cinta mereka tidak bisa bersatu, kerajaan Namikaze dan Hyuuga akan mengalami perang besar akibat terbuktinya raja terdahulu Hyuuga lah yang telah membunuh Uzumaki mito yang merupakan permaisuri dari raja Namikaze terdahulu."

"apa? kau jangan asal bicara."

"sudah ku bilang, aku datang dari masa depan, dan semuanya tertulis seperti itu."

"lalu? bagaimana dengan nasib Negri kami?"

"..."

"Sasuke?"

"Gomene sensei, kerajaan Hiashi hancur, dan dikuasai Namikaze."

"lalu? bagaimana dengan Hinata heirees dan raja Hiashi?"

"raja Hiashi meninggal di bunuh oleh calon menantunya sendiri atas titah Namizake Minato."

"dibunuh Naruto?"

"Hm"

"lalu bagaimana dengan Hinata?"

"Hinata membenci Naruto, dia mengurung dirinya di bawah tanah, dan menurut catatan sejarah Hinata mengalami depresi berat sehingga mengalami gangguan jiwa."

"..." jiraya merenung sejenak.

"lalu bagaimana denganmu Sasuke?"

"aku tidak tahu, aku hanya ingin kembali ke duniaku, keadaanku di sini hanya akan merubah sejarah."

"Sasuke, apakah kau bisa bertarung?"

"hm?" Sasuke menautkan kedua alisnya.

"Sasuke, aku sangat menyayangi Hinata heirees, sangat menyakitkan jika nasibnya seperti itu, aku telah menganggapnya sebagai anakku sendiri, karena aku yang selalu melindunginya kemanapun dia pergi, dan seteelah usiaku rentan Yamato menggantikan kedudukanku sebagai kapten prajurit., dia juga merupakan muridku sama sepertimu."

"..."

"ku dengar posisi pangllima perang untuk saat ini kosong, karena danzo juga sama hal nya denganku, dia akan di lengserkan dari jabatannya."

"lalu? apa hubungannya denganku?"

"aku akan melatih ilmu bela diri untukmu, dan kau bisa mengisi posisi panglima perang untuk membantu Hyuuga melawan Namikaze."

"apa?"

"kau terlanjur datang ke sini Sasuke, dan kau juga tidak tahu bagaimana caramu kembali."

"tapi Sensei,-"

"mungkin kah langit mengutusmu dari masa depan untuk menghindari kejadian yang akan datang, sehingga semuanya tidak terjadi."

"itu tidak mungkin Sensei, bagaimana dengan masa depan? jika sejarah berubah? kehidupan di alam sana? dan bagaimana dengan masa depanku? disini bukan tempatku?"

"bagaimana jika ini takdirmu?"

"eh?"

"bagaimana jika takdirmu memang untuk disini? menolong kerajaan Hyuuga dan rakyatnya?"

"..."

"daripada hanya bertumpang dagu dan tidak bisa berbuat apa-apa."

"..."

"tapi semua terserah padamu anak muda, masa depan negri ini ada di tanganmu."

.

...

..

..

.

TBC

Arigatougozaimas Mina.. untuk yang telah review .. silahkan meninggalkan jejak :P