Pada saat pintu rumah terbuka, aura hitam L telah terasa, dengan langkah gontai L membuka kulkas dan menuangkan air mineral ke dalam gelas. Ayah, ibu dan Moonsoo tidak tahan lagi melihat L yang sehabis pulang dari istana terus menerus mengeluaran aura hitam yang berasal dari tubuhnya, seakan-akan menjerumuskan mereka semua ke dalam amarah dan lubang hitam L yang membara yang hanya akan melenyapkan mereka semua nantinya.
Pada saat L menempelkan mulut gelas di bibirnya dan menyeruput sedikit air di dalamnya ia tersadar merasakan sakit di sekitar jarinya, kemudian ia mengingat apa yang telah memanipulasi otaknya. Ya, orang itu... membuat L lupa akan rasa sakit di jarinya, L berjalan menuju wastafel lalu mengalirkan air di lukanya, setelah itu ia segera pergi ke kamar mengambil plester di kotak P3K lalu menempelkannya ke luka yang baru saja ia dapatkan.
L beranjak ke kamarnya dan mengemas barang tanpa diketahui orang tuanya dan Moonsoo pun telah menghilang entah kemana sejak terlihat aura hitam L. L membuka pintu kamar, kedua orang tuanya mulai terkejut, ibunya segera menghentikannya "Hya, kemana kau akan pergi? Kau tidak mau hidup bahagia hingga akhir hayat?."
L merespon sambil mencoba memohon "Omma..." dengan muka lelahnya dan alisnya yang sedikit mengendur "MICYESOo" dengan nada teriaknya.
Ayahnya tercengang dan Ibunya sedikit terkejut diiringi menepak kepala L "PELANKAN SUARAmu, kau membuatku terkena serangan jantung" dengan nada yang sedikit gemas.
Moonsoo yang menghilang sejak tadi ternyata sedang berada di depan rumah bersama 3 temannya "Hya, Apakah kakakmu benar-benar tidak berguna" teman Moonsoo ke.1 (anak nakal)
"Nde bahkan kakakmu tidak bisa menghasilkan banyak uang, bagaimana kau bisa senang-senang jika hidupmu terus seperti sekarang ini" teman Moonsoo ke.2 (anak nakal)
"Kurasa lebih baik kakakmu menikah saja agar sedikit lebih berguna, By The Way orang yang akan dijodohkan dengan kakakmu itu orang kaya bukan ?…" teman Moonsoo ke.1
TRAK. Myungsoo membuka pagar segi empatnya yang terbuat dari seng dengan keras, aura hitam di tubuhnya semakin gelap, orang yang berada di sekelilingnya mulai ketakutan "Moonsoo-a kami pulang duluan, sepertinya orang tua kami mulai cemas" teman Moonsoo ke.3 (anak baik) dengan senyum ketakutan.
Myungsoo yang sedari menunggu di balik pagar dengan koper yang dibawanya, akhirnya bisa keluar dari persembunyian karena telinganya mulai panas mendengar ucapan pedas yang terucap begitu saja dari mulut teman adiknya dan ia merangkul teman-teman Moonsoo {yang pasti Myungsoo sudah ingin membanting kopernya ke kamar lagi} "Hya chingu! Don't be like that."
"Hyung, I go then" Moonsoo yang tidak mau terlibat dari permasalahan mencoba untuk kabur.
"Anii, you too…" menarik kerah belakang baju adiknya. L memalingkan wajahnya ke dalam rumah karena disana kedua sosok orang tuanya terbengong "Omma, Appa, besok adalah Hari Pertunanganku."
"Heh!" adiknya dan teman adiknya terkejut sambil mendelik ke belakang.
L yang mendapat teriakan sehingga telinganya sedikit sakit yang membuatnya harus memejamkan salah satu matanya langsung komentar "Wae, kalian cemburu !" L mengeratnya tangannya sehingga teman Moonsoo tak bisa bernafas, 'mereka sangat beruntung, aku juga ingin seperti mereka menikmati masa muda, tetapi kurasa takdir berkata lain' hati L berkata, senyumnya kini mulai merekah. Sementara kedua orang tuanya berhore dan berhighfive ria melihat anaknya yang tidak jadi membatalkan perjodohannya atau kabur dari rumah.
L yang berlatih dance untuk pentas minggu depan menghabiskan waktu yang cukup lama. Ia harus berlatih semalaman dan pada jam 05.00 AM ia baru saja pulang. Ia sudah menjadwalkan pada jam berapa ia harus bangun, dengan lelapnya L tertidur. Jam 08.30 L baru saja bangun karena alarmnya berbunyi, ia sontak kaget karena jam di handphonenya berbeda dengan jam dinding "Ige Mwoya" (if you know ternyata manager Hyungnya yang melakukan hal itu agar Myungsoo pulang lebih lama) 'Sialan, That Manager. Bisa-bisanya ia melakukan hal ini untuk kesekian kalinya' Batin Myungsoo. Perbedaan waktunya 15 menit sementara untuk sampai ke istana ia membutuhkan waktu 30 menit. Jadi waktu yang tersisa tinggal 15 menit lagi. Ia secepatnya berganti pakaian dan segera mengendarai motor dengan kecepatan tinggi.
Daniel masih dengan wajah tenangnya telah menunggu di gerbang luar istana sambil melihat jarum jam yang berdetik, "10 detik lagi waktunya untuk sampai, kalau sampai batas waktu itu ia tidak datang maka … Oh Mungkin aku harus menghitungnya 3,2..." Daniel tiba-tiba bersemangat.
L tiba dengan suara motor yang berdengung di telinga Daniel ketika hitungan tersisa 3 detik lagi. membuka helm sambil melihat jam tangannya "I SAVE." (L mengandalkan jalan pintas, karena sebelumnya L menelephone managernya yang tau seluk beluk jalan pintas maka L terselamatkan) maka dari itu ia dapat sampai ketempat lebih cepat. {Jadi manager hyungnya ini menjatuhkan L atau malah membantu L?}
Mereka berdua kemudian berjalan bersama menuju ke ruang ganti pakaian dan memasuki ruangan yang berbeda namun berhadapan. Para pelayan mulai sibuk, hari ini mereka bekerja lebih keras dari sebelumnya, dari mendekorasi ruangan sampai mempersiapkan makanan karena hari ini merupakan hari penting jadi semuanya harus sempurna karena semua orang pasti mengabadikannya.
Setelan pakaian hanbok Daniel selesai dipakaikan oleh pelayan, Zain memasuki ruangannya dan pelayan itu langsung membungkuk karena ingin pergi menuju tugas berikutnya yaitu ke ruangan yang berhadapan untuk memakaikan dan memilihkan setelan hanbok Daniel "Juseyo hamnida sesangnim. Selamat atas pertunanganmu tuan, mmm... sebentar aku ingin membereskan beberapa yang masih kurang" Zain merapihkan ikatan hanbok tuannya.
Setelah mengurus Daniel Zain menuju ke ruangan Myungsoo yang mulai mengeluh lagi dengan hanbook yang dipakainya "Apakah tidak ada baju lain?."
"Tidak Tuan kau harus memakai hanbook itu! Karena Hanbook itu sudah aku pesankan agar serasi dengan yang di pakai Sesangnim" jawab Zain dengan nada tegas, setelah lama Myungsoo berganti-ganti pakaian karena merasa tidak cocok. Semua komentar ia embat, dari bajunya membuat dirinya gendutan, warnanya terlalu cerah ataupun gelap, tidak sesuai dengan kepribadiannya dan lain-lain, Myungsoo memang seperti itu kalo urusan baju. {biar Ue gambarin bajunya, bajunya tuh hanbook berwarna putih biru yang dipake BTS waktu dance practice danger, kalo kalian penggemar BTS pasti tau, hehe UE penggemar loh!}
Daniel telah mengikuti sebagian upacara pertunangan, L pun begitu ia terlihat lebih lesu dari sebelumnya. Upacara pernikahan akan berakhir sebentar lagi'Y ini adalah yang terakhir' batin L. Hanya ada 1 langkah terakhir yang belum dilakukan yakni mereka harus berciuman 'Whattt! Aku tak ingin memberikan first kiss ku secara cuma-cuma' batin L.
L mulai gugup, pandangannya pun tidak karuan.
Daniel mencoba menenangkannya ia mengambil tangan kanan L. Melihat cincin yang sudah terpasang di jari manis L yang terluka. Daniel mulai mendekat, L yang nampak gugup pun menjadi tenang ia mulai menutup mata dan "Bukankah hal ini tidak perlu dilakukan, kau ingat perjanjian kita kan" dengan nada rendah L berbicara ketika Daniel mulai mendekat.
Daniel mundur dua langkah lalu ia membungkukkan badannya dan ia mengambil tangan kanan L lalu menciumnya, semua orang yang menghadiri upacara pertunangan itu merasakan aura sweet moment yang mereka tunjukan langsung bertepuk tangan. L yang tidak tau hal itu akan dilakukan, terkejut melihat Daniel seperti itu dan sikapnya sedikit gelagapan, tak lama L akhirnya segera membungkukkan badannya walaupun harus berfikir terlebih dahulu. {Bodohnya L mengapa ia jadi gugup! Biasanya ia hanya Flat}
Setelah upacara pertunangan selesai Myungsoo yang mempunyai urusan dengan Infinite harus segera ke dorm, jadi mereka tidak sempat untuk tidur sekamar. Para pelayan mulai bingung dengan hal itu, para pelayan juga meminta kepada Daniel untuk memulangkan L karena ayah Daniel akan menjenguknya ketika malam tiba. Daniel mulai bingung apa yang harus dilakukan, ia mulai mencari nomor L di kontak teleponnya.
Myungsoo yang sedang berada di mobil mendapat pesan dari salah satu anggota Infinite bahwa latihan tidak jadi dilaksanakan, Myungsoo akhirnya memutuskan untuk kembali kerumah.
Besoknya di pagi yang sangat cerah L mendapat pesan dari Zain untuk segera ke istana. Setelah ia sampai di istana, pada saat itu suasanya sangat aneh karena para pelayan tidak ada yang menyambutnya di ruang utama istana, ia sedikit menggaruk tengkuknya. Dengan langkah ragu L berjalan semakin dalam, pada saat itu, di ruang yang berhadapan, tepatnya di ruang ketika Myungsoo di pakaikan sebuah hanbook cantik di hari pertunangannya. Terlihat dari kejauhan Zain yang sedikit khawatir melihat ke satu arah menuju ke ruangan yang tertutup itu.
Karena jarak L dan Zain lumayan jauh, L yang ingin segera mengetahui apa yang terjadi kemudian berlari kecil menuju ke ruangan itu dan menyapa Zain sebentar "mmh what happen in here?" dengan nada berbisik, tetapi Zain tidak merespon. Hal itu membuat L ingin berbuat lebih agar pelayan yang dihadapannya ini segera tersadar bahwa di dekatnya ada seseorang yang sedang kepo dengan apa yang terjadi di dalam ruangan, dengan pelan L menepuk bahu Zain karena Zain sangat fokus mamandang pada saat itu, sampai-sampai L terabaikan.
Tak lama Zain segera tersadar dan di hadapannya sudah ada L yang kebingungan, Zain melebarkan matanya dan mencoba menghentikan tindakan L yang sudah memegang kenop pintu, "Wae..." dengan pandangan bingung L menatap Zain.
"Maaf tuan, kurasa ini bukan waktu yang tepat"
"Keunde, aku juga berperan penting bukan, karena aku tunangannya Daniel" {What! L seenak jidatnya mengatakan Daniel itu tunangannya, bukannya jelas-jelas sejak awal ia tidak setuju, mungkin otaknya sudah sekarat sekarang memikirkan alasan supaya ia bisa masuk ke dalam ruangan itu, tapi L memang seharusnya bertindak begitu bukan! hehe} L yang begitu penasaran dan sedikit marah, melawan kelakuan Zain yang mulai aneh sejak melihat kedatangannya, ia merangsek masuk ke dalam ruangan. Ketika pintu terbuka ia melihat Daniel tertunduk sambil mendengarkan ayahnya bicara.
000
In the end Daniel tidak menghubungi L sama sekali, bukannya menelephone L ia malah menghubungi sekertaris seksinya untuk datang ke sebuah hotel, tentunya untuk memenuhi hasrat seksualnya. Tak lama Zain masuk ke kamar Daniel "Sesangnim, apakah kau akan mengunjungi tuan Myungsoo"
"Mh... kurasa tidak" jawab Daniel seolah tak menghiraukan dampak yang akan terjadi pada dirinya.
"Keunde Sesangnim..." Zain menjadi kalang kabut menghadapi sang tuan.
"Zain tidak usah di pikirkan, lagian dari awal aku tidak menyetujui perjodohan ini" Daniel meyakinkan dengan raut tak mempermasalahkan amarah abojinya.
{What Daniel tidak menyetujui perjodohan ini? mari kita selidiki lebih lanjut di chapter ini}
Daniel merupakan seorang model kelas atas yang terkenal dengan ketampanannya, hal itu tentu menarik banyak wanita untuk berusaha mendekatinya dengan cara apapun. Setiap hari Daniel pasti menidurkan seorang wanita, tentunya ia sudah menyeleksi dari beberapa wanita yang datang padanya, moodnya setiap hari pasti berbeda, misal saja hari ini ia butuh seorang wanita yang berpayudara besar, atau besoknya ia membutuhkan seorang wanita yang hebat akan hasrat seksual, atau bisa saja lusanya ia sedang ingin wanita yang mempunyai kaki indah. Pastinya karakter wanita yang Daniel tiduri adalah wanita dewasa, awalnya Daniel mengira bahwa seseorang yang akan di jodohkannya bersifat lugu, ya memang lugu sih tapi bukan seorang wanita yang ia temui. Jadi intinya Daniel tidak mengetahui siapa yang akan di jodohkan dengannya.
Setelah Daniel menemui L ia segera mengunjungi Aboji nya, tentunya ketika mereka bertemu langsung terjadi perdebatan.
"Aboji, Wae kau menjodohkanku dengan seorang namja?" sergap Daniel tegas dengan pertanyaannya.
"You still don't understand huh, Sure it because kamu selalu mempermainkan wanita dengan seenaknya, lalu kau mengira aku tidak mengetahui sifat burukmu,bahkan ada seorang wanita yang mendatangiku hanya untuk meminta agar kau tanggung jawab atas perbuatanmu" sang ayah menjawabnya santai.
"Aboji, aku bisa pastikan bahwa yang kulakukan itu bukan hubungan oral, how can they're pregnant? Imposible Aboji" Daniel membela.
"Daniel sadarlah? aku tau kau tidak akan bisa berubah" Sang ayah mendengus.
"I CAN" sentak Daniel selanjutnya dan sang ayah tidak memperdulikan jawaban.
Tiba-tiba saja terdengar ketukan pintu, lalu seseorang sekertaris wanita memasuki ruangan. "Sesangnim kurasa rapatnya akan dimulai."
"Ah nde" Ayah Daniel segera bersiap-siap membawa berkas yang telah di persiapkannya.
Daniel masih diam terpaku di tempatnya berdiri, ia masih berharap ayahnya dapat mengubah keputusannya, tapi ayahnya sangat yakin bahwa keputusannya ini dapat mengubah kelakuan buruk Daniel.
Diambang pintu ruangan sebelum ayahnya keluar "I Know YOU will change, if you with him" suara pintu tertutup mengakhiri perbincangan mereka, sekaligus memupuskan harapan Daniel. Daniel hanya bisa menutup matanya dan mengerutkan dahinya, lalu beberapa detik setelah ayahnya keluar, ia keluar dari ruangan itu dan meninggalkan kesunyian di dalamnya.
TBC
