Hold Me, U Know!
a YunJae fanfiction presented by Cherry YunJae
.
.
YunJae, Heechul, Changmin. [Other casts will be revealed later.]
Chaptered! 2/4
Mature's Rated for some adult contents.
Romance/Fantasy/Sci-fi(?)
[Human!Jae, Hybrid!Yun]
GENDERSWITCH! Out of Character! Typos everywhere!
I write because i want, not for amaze people.
.
.
© Remake from Iisaka Yukako's manga "Hold Me, Noir!" created at 2003 with some changes.
.
.
.
.
"Jaejoongie..."
Keringat dingin meluncur bebas dari pelipis Jaejoong, tangannya menahan kuat-kuat lengan Yunho yang mengunci pergerakannya.
"Ng.. Yu-Yunho.." Ia tak tahu harus bertindak bagaimana di saat darurat seperti ini.
Masalahnya saat ini ia terkunci di bawah tubuh Yunho. Mutan kucing itu menindihnya di atas ranjang dengan tubuh setengah telanjang.
Sungguh, Jaejoong kehabisan akal untuk menyingkirkan namja diatasnya ini.
"Sudah kuputuskan kaulah yang akan melahirkan anak-anakku.." Laki-laki bermata abu-abu terang itu mendekatkan wajahnya ke sisi kiri kepala Jaejoong, berbisik seksi disana.
Jaejoong mengatupkan kelopak matanya erat-erat sambil menggigit bibir.
Bagaimana ini?
Gadis itu tetap tak bisa melakukan apa-apa sampai saat Yunho mendekatkan wajah menuju ceruk lehernya.
"TIDAAAAKKK!"
Detik itu juga mata Jaejoong terbuka lebar-lebar.
Tak ada yang menindihnya ataupun berniat memperkosanya—setidaknya itulah yang ia pikirkan.
Jaejoong menghela nafas lega karena barusan hanya mimpi sialnya saja.
Tapi rasa bersyukur itu pergi begitu saja saat ia merasakan sebuah tangan mendekap erat pinggang rampingnya. Begitu erat hingga Jaejoong merinding.
Ia mendelik lalu segera berontak, "Yahhh!" ia terduduk sementara ternyata Yunho—pelaku perbuatan mesum terhadap Jaejoong membuka mata.
Dengan gusar Jaejoong mengusap pinggangnya yang baru saja disentuh Yunho, seolah berusaha menghapus bekas-bekas tak terlihat dari tubuhnya itu.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa tidur disini?" Gadis itu menunjuk-nunjuk Yunho yang masih sibuk mengucek matanya sendiri.
"Kenapa? Kemarin kau membiarkanku tidur disini kan? Lagipula kita punya misi untuk membuat anak..." ucapnya tanpa dosa.
Jaejoong mendelik kesal, "Aku tidak pernah ingat setuju soal melahirkan anak-anakmu kan?"
"Eish... Kau juga tidak menolak, Jaejoongie~ Aku sudah yakin memilihmu sebagai milikku.."
Jaejoong menepuk wajahnya karena semakin kesal.
"Jangan bicara yang tidak-tidak, kau bahkan belum memberitahuku siapa kau ini dan soal kucing-kucing aneh kemarin itu.."
"Tenang saja, aku akan menjagamu dari mereka..." jawab Yunho dengan senyum seperti biasa.
Jaejoong menjambak rambutnya sendiri karena frustasi dengan tingkah mutan ini.
Akhirnya ia memutuskan untuk bangun dari ranjang itu dan membuka lemari. Mengambil satu stel seragamnya dan beranjak menuju kamar mandi di ruangan itu.
Namun sebelum kakinya benar-benar melangkah masuk, gadis itu menoleh dengan tatapan tajam pada Yunho yang terduduk tenang diatas kasur sambil memperhatikannya.
"Keluar dari kamarku! Aku mau mandi!" ucapnya sengit.
Yunho yang mendengar itu segera berubah wujud menjadi kucing dan mengeong seolah memberitahu Jaejoong bahwa ia tidak akan melakukan apa-apa dengan tubuh kucingnya.
Jaejoong geram lalu mengangkat kucing itu menuju pintu kamarnya. "Tubuh kucingmu itu tak menjamin apa-apa! Cepat keluar!" Jaejoong meraih kenop pintu dan melempar tubuh Yunho, tak tahu kalau ibunya sudah ada disana dan menangkap kucing itu.
"Huahhh!"
"Umma!" kaget Jaejoong.
Kim Heechul terlihat bingung melihat kucing besar itu di pelukannya.
"Kau membeli kucing, sayang?"
"Ani, umma.. Aku menemukannya di jalan dan dia terluka."
Heechul memperhatikan kalung yang ada di leher Yunho. "Hmm? Dia bukan kucing liar.. Kita harus menemukan majikannya.." jelasnya.
Jaejoong mengangguk mantap, setuju seratus persen pada ucapan sang umma.
Namun Yunho justru bersikap manja pada Heechul, dengan gerakan layaknya seekor kucing manis ia mengelus kepalanya ke lengan Heechul, dan memberinya tatapan memohon.
"Dan kalau kita tidak menemukan majikannya, kita bisa memeliharanya disini.." Heechul yang gemas mengusap sayang kepala kucing hitam itu.
Jaejoong melotot tak percaya dengan kata-kata ummanya barusan.
"Oke, UKnow ayo kita cari makanan dulu.." Heechul sudah berbalik sambil menggendong Yunho, Yunho sendiri menatap Jaejoong dari balik bahu Heechul dan mengeong.
Jaejoong tahu pasti saat ini Yunho sedang bersorak senang.
'KUCING MESUM!' batinnya kesal menatap kepergian mereka.
.
.
.
"Pagi, Joongie~" Ahra menepuk bahu Jaejoong, gadis itu membenamkan kepalanya diatas meja sebelum teman-temannya datang.
"Oh? Pagi.." akhirnya ia mengangkat wajah dan menatap ketiga temannya yang sudah datang.
"Kau kenapa?" Jessica membenahi rambut Jaejoong yang terlihat sedikit berantakan. Jaejoong berusaha tersenyum, "Banyak masalah.." jawabnya ringan.
"Omo.. Masalah apa, Joongie? Kalau masalah dengan orang dewasa kami bisa memberi solusi.." jawab Ahra sambil mengedipkan sebelah mata. Jaejoong hanya tersenyum canggung.
"Ahra.. Kau bodoh ya? Joongie masih kecil.. Dia tidak tahu hal yang seperti itu.." sela Yoonhee. Mereka tertawa begitupun Jaejoong yang entah kenapa ikut tertawa meski dengan nada yang menyedihkan.
Ketiga sahabatnya ini memang begitu menyayanginya bahkan kadang memperlakukannya berlebihan seperti ia seorang maknae yang harus dijaga dan dimanja.
Dan sekarang Jaejoong tak tahu bagaimana caranya memberitahu mereka bahwa ia dilamar oleh seekor kucing.
"Wuahh.. Ada yang masuk dari jendela!" pekik seorang siswa kelas itu, mau tak mau membuat seisi kelas menoleh ke jendela kelas.
Dan ya, seorang pria dengan kemeja putih dan celana hitam sudah ada disana, membuat Jaejoong memekik kaget.
"Yunho! Kenapa kau kesini? Ini lantai 2!" ia refleks bertetiak cemas tanpa peduli sekitarnya.
Yunho meringis pelan lalu memasuki ruangan itu dan mendekati Jaejoong. "Dirumah bosan.. Tidak ada kau jadi aku memutuskan untuk kesini.." jawabnya.
"Aigoo.. Tapi berbahaya sekali kan kau datang dari jendela." Mereka terus bicara tanpa sadar seisi kelas memperhatikan interaksi mereka.
Berdecak kagum karena ada seorang pria tinggi dengan wajah tampan di kelas mereka saat ini, dan begitupun ketiga teman Jaejoong yang antusias mendekati Yunho.
"Joongie! Siapa laki-laki tampan ini?"
"Kau punya hubungan apa dengannya?"
Well.. Jaejoong merasa seperti artis yang dikejar-kejar papparazzi sekarang. Ia harus menjawab apa?
"Uhm.. Aku dan Jaejoongie belum ada hubungan apa-apa.. Aku masih berusaha mendekatinya." jawaban Yunho mengundang perhatian seisi kelas(lagi).
Jaejoong sweatdrop mendengarnya.
"Woah... Jadi kau menyukai Jaejoong?"
"Aww... Kau bahkan memanggilnya 'Jaejoongie'..?"
Jaejoong tak tahu situasi macam apa sebenarnya ini, ia hanya berharap Yunho tidak berkata yang aneh-aneh dan mengundang—
"Ne.. Aku sudah memutuskan kalau Jaejoongie yang akan menjadi istri dan melahirkan anak-anakku.."
—Kesalah pahaman.
Oke, terlambat.. Ingatkan Jaejoong untuk membenturkan kepala Yunho ke dinding nanti.
Dan sialnya seluruh teman-temannya bersorak kagum mendengar jawaban Yunho, mereka seperti penonton di bioskop yang disuguhi adegan menakjubkan. Jaejoong semakin pusing dibuatnya.
Mereka sebenarnya masih sibuk dengan keributan itu sampai salah seorang siswi berteriak.
"Kyahhh!"
Seluruh yang ada di kelas menoleh pada asal suara, tak terkecuali Yunho dan Jaejoong.
"A-ada apa?" tanya salah seorang siswa dan gadis yang tadi berteriak hanya mampu menunjuk ke bawah sana, pada sekumpulan kucing bermata merah menyala dan menatap marah pada kelas itu.
"Y-Yunho?" Jaejoong menoleh pada pria itu, sadar akan hal yang terjadi.
"Tunggu disini, aku akan membawa mereka pergi." Secepat kedipan mata, Yunho sudah melompat keluar jendela.
Jaejoong sendiri khawatir sekaligus penasaran. Mengabaikan teman-teman yang bertanya tentang siapa sebenarnya Yunho, Jaejoong akhirnya keluar dari kelas.
Ia harus menyusul Yunho dan memastikan 'kucing'nya itu tidak apa-apa.
.
.
Yunho disana, berdiri berhadapan dengan seorang laki-laki berjas lab dan sekumpulan kucing yang mengejarnya kemarin.
Mata musangnya menatap tajam pada mereka.
"Nah, UKnow 206.. Bagaimana liburanmu? Aku sudah berbaik hati memberi waktu sehari, sekarang ayo pulang ke lab.." Ucap laki-laki itu santai, Yunho hanya mendecih geli.
"Siapa yang kau pikir mau kembali ke neraka itu? Tempatku disini.. Aku tidak akan kembali kesana, katakan itu pada'nya'.." jawab Yunho dengan begitu angkuh.
"Kenapa kau berubah jadi pembangkang? Kepala riset sudah memberikanmu segalanya kan? Harusnya kau mengabdi penuh padanya sebagai rasa terima kasih."
Yunho tak menjawab, bola mata abu-abu itu menatap tak suka pada si laki-laki asing itu.
"Aku tidak akan pernah kembali ke sana, apa yang aku cari sudah ada disini dan disinilah tempatku." Yunho mencoba mengulangi kata-katanya dan memberi penekanan penuh.
Laki-laki asing itu hanya tertawa.
"Maksudmu gadis itu?" Tunjuknya ke arah belakang.
Yunho menoleh dan mendapatkan Jaejoong berdiri disana.
"Jaejoongie?! Kenapa kemari?" protes Yunho, gadis itu segera mendekatinya.
"Mana bisa aku membiarkanmu begitu saja, aku tidak tahu permasalahannya tapi kurasa dia bukan orang baik jadi aku akan membantumu." jawab Jaejoong.
"Ck! Membantu apa yang kau maksud? Aku lebih dari bisa menyingkirkan orang ini."
Untuk beberapa saat mereka justru sibuk berdebat.
"Kim Jaejoong? Aku juga melihatmu kemarin, kau punya kemampuan membaca perasaan binatang dan itu membuatku tertarik.. Bagaimana kalau kau ikut dengan UKnow ke Lab?" laki-laki itu menatap penuh arti pada Jaejoong, membuat Yunho iritasi dan segera membawa Jaejoong ke belakangnya.
"Itu tidak akan terjadi! Kau satu-satunya orang yang harus kembali kesana! Tinggalkan kami!" pekik Yunho geram, Jaejoong bisa melihat mata Yunho yang berkilat marah.
"Mana bisa begitu.. Aku penanggung jawab klub peneliti, jadi aku harus membawamu kembali.."
Yunho menggertakkan giginya, "Cih.. Kau pikir bisa membawaku pulang dengan kucing-kucing itu? Menggelikan.."
"Tadinya aku berniat mengajakmu baik-baik.. Tapi sikapmu membuatku kesal.." Laki-laki itu membuka sebuah botol kecil, dan angin dengan cepat menerbangkan butiran-butiran pasir berwarna ungu.
Yunho tersentak, tiba-tiba saja ia tak sanggup berdiri tegak dan nafasnya memburu seolah tercekik.
"Yu-Yunho! Kenapa?" Jaejoong menahan lengan Yunho, heran dengan reaksi mutan itu.
Ia pun mencoba meneliti apakah ada hal aneh yang juga terjadi pada tubuhnya sendiri.
"Racun itu hanya berefek pada kucing, nona.. Tentu saja kau tidak akan bisa merasakannya."
Jaejoong menoleh kaget, jadi benda itu juga yang ia gunakan untuk mengendalikan kucing-kucing itu?
"Kejam.. Jangan ganggu Yunho! Aku tidak akan membiarkanmu membawanya!" Jaejoong memposisikan dirinya di depan Yunho, meski ia tak sepenuhnya yakin tapi ia mencoba untuk melindungi pemuda kucing itu apapun yang terjadi.
"Khh.. Jae-joongie.." Yunho tak mampu lagi menahan bobot tubuhnya, ia jatuh terduduk dengan tubuh yang semakin lemah.. Kesadarannya diambang batas, tubuhnya mulai tak bisa mengikuti perintah otaknya sendiri.
"Humm.. Manis sekali, tapi apa yang bisa kau lakukan dengan tubuh kecilmu itu, nona?" laki-laki itu mendekat, Jaejoong sedikit gentar tapi ia berusaha tetap melindungi Yunho.
"Jangan meremehkanku!"
"Ayolah aku lelah bermain-main.. Menyingkir dan biarkan aku bekerja..." dengan tak berperasaan, laki-laki asing itu mencengkram lengan Jaejoong dan menghempaskan tubuh gadis itu ke tanah begitu saja.
"KYAHHH!" Jaejoong terpental, kerikil-kerikil kecil membuat luka di beberapa bagian tubuhnya.
"JAEJOONGIE!" Yunho melotot, nafasnya makin tersengal namun kali ini didominasi kemarahan.
Pemuda kucing itu meruncingkan kuku kirinya dan menusuk punggung tangan kanannya sendiri. Setelahnya, ia mampu bangun meski tertatih dan kesadarannya belum sempurna.
"Tak ada yang boleh mengendalikanku selain Jaejoong... Kau akan menerima akibatnya karena sudah menyakiti Jaejoongie.." mata Yunho berubah, bukan lagi abu-abu tenang melainkan merah menyala.
"Huh? Mengembalikan kesadaran dengan rasa sakit? Kau pintar juga, UKnow 206.. Tapi tentu saja kau takkan bisa lari dengan keadaan seperti itu.."
Jaejoong menahan ngilu di pundaknya yang sempat mengantam tanah dengan begitu keras, ia menatap Yunho yang berdiri berhadapan dengan laki-laki asing itu.
Tidak.. Yunho tidak boleh dibawa!
'Seseorang kumohon tolong kami!' Jaejoong mencoba berdoa karena ia tahu Yunho ataupun dirinya takkan mungkin menghadapi situasi ini.
Kaaaak.. Kkaaak..
Jaejoong terkejut saat sekumpulan burung gagak dengan jumlah besar datang begitu saja dan segera menghalangi si jahat berjas lab.
Mereka tak henti menyerang laki-laki itu dengan paruh dan cakar mereka.
"Aarghh! Apa-apaan ini?!" Ia berusaha mengelak dan situasi itu dimanfaatkan Yunho untuk menyerang, mencakar wajah si jahat tanpa ragu.
"Arghhhhhh!"
"Pergilah! Dan jangan sampai kulihat wajahmu lagi!"
Laki-laki itu mundur dengan terpaksa karena kesakitan, belum lagi kerumunan gagak liar yang terus menyerangnya.
"Awas kalian, aku pasti akan datang lagi untuk menyeret kalian!" pekiknya sebelum hilang.
Yunho mendecih sementara Jaejoong yang berhasil membawa tubuhnya duduk pun merasa begitu lega.
"Jaejoongie?! Kau tidak apa-apa?" Yunho segera menghampiri gadis itu, berjongkok dan memeriksa keadaannya.
"Aku tidak apa-apa, Eh?! Tanganmu! Bagaimana ini?!" Jaejoong panik ketika melihat punggung tangan kanan Yunho yang terluka dan terus mengeluarkan darah.
Yunho tersenyum, "Ini tidak apa-apa.." laki-laki yang matanya sudah kembali normal itu menjilat punggung tangannya sendiri. Jaejoong memperhatikannya dan melihat dengan jelas bagaimana luka menganga itu menghilang sedikit demi sedikit, seolah membentuk sebuah jaringan kulit yang baru.
Ia menatap takjub pada apa yang dilihatnya. Apa itu juga yang terjadi pada luka di punggungnya kemarin?
"Itu.. Kau. Kemarin.." susunan kalimat yang keluar dari mulut Jaejoong kacau karena kelewat takjub.
Yunho terkekeh melihatnya, "Aku dan spesiesku memang punya kemampuan ini.. Liur kami bisa memperbaiki sel rusak dan membentuk jaringan baru diatas luka."
Jaejoong masih menatap bingung.
"Ah! Jadi waktu pertama aku membawamu itu?"
"Ya.. Aku berubah jadi manusia untuk mengobati luka-lukaku yang sudah kau perban."
Jaejoong benar-benar tak habis pikir dengan manusia kucing ini.
Yunho tak lagi bicara, ia melihat beberapa luka di tubuh Jaejoong dan segera membawa gadis itu mendekat. Tak sulit, karena tubuh Jaejoong cukup ringan.
"Ng..Y-Yun?" Jaejoong agak tersentak saat Yunho membawa tubuh gadis itu ke atas pangkuannya. Yunho mendekatkan parasnya ke paras Jaejoong dan mulai mengobati luka-luka itu.
Mulai dari goresan di pipi dan dagu Jaejoong, ia menyapunya lembut seolah takut Jaejoong tersakiti.
Jaejoong sendiri merasa aneh, ia agak takut dan berusaha menahan Yunho dengan meletakkan kedua telapak tangannya di dada bidang itu.
Yunho masih sibuk, sementara Jaejoong menutup matanya dan mensugestikan dirinya sendiri untuk berpikir bahwa kini ia hanya dijilat oleh seekor kucing.
Tapi itu sulit saat Yunho justru menggodanya, menggerakkan lidah ketika luka-lukanya sudah tak tersisa. Awalnya ia tak ingin melakukan itu, tapi ekspresi Jaejoong menuntunnya melakukan lebih. Ia tak bisa menahan dan mulai mengecupi leher jenjang gadis itu, memeluk punggungnya erat agar tubuh itu tak jatuh dari pangkuannya.
Semua makin melewati batas saat Yunho mulai menyingkap seragam Jaejoong dan menciumi bahu mulus itu. Perasaan Jaejoong semakin aneh, ditambah suara-suara kecil yang entah bagaimana bisa keluar dari mulutnya.
Tubuhnya menggeliat saat tangan Yunho menyelinap untuk membelai punggungnya di balik seragam itu.
"Unghh.." Jaejoong tahu ini salah, tapi ia sendiri tak mampu menghentikan Yunho.
'Ba-bagaimana ini? Aku harus bagaimana?' batinnya memberontak.
Tiba-tiba...
Klotakk!
Jaejoong membuka matanya saat mendengar bunyi keras itu dan merasakan gerakan Yunho yang terhenti, laki-laki itu tiba-tiba saja kembali berubah menjadi seekor kucing.
"Y-Yunho?" paniknya saat tahu Yunho tak sadarkan diri.
Jaejoong melihat sekitar dan menemukan sebuah kaleng minuman yang masih berisi disana, ia berasumsi suara tadi berasal dari benda itu yang menghantam kepala Yunho.
Gadis itu bersyukur dan segera membawa tubuh Yunho.
Sementara seekor kucing persia berbulu coklat terang memperhatikan mereka.
.
.
.
Jaejoong kembali berurusan dengan kotak obat saat kembali ke rumah, di obatinya belakang kepala Yunho yang tadi siang menerima benturan sekaleng minuman dengan begitu keras.
"Renungi kesalahanmu! Itu pasti karena kau seenaknya mempermainkanku." omel Jaejoong pada Yunho yang hanya diam dengan tubuh kucingnya, ia meratapi kesialannya padahal ia yakin betul momen tadi sudah sangat pas.
Lagipula darimana sih datangnya kaleng sialan itu? Masih terisi pula..
"Ehem.. Oh iya, karena kau belum tahu harus tinggal dimana.. Kau boleh tinggal disini.." Ucap Jaejoong dengan nada acuh, berusaha mengangkat dagunya.
Yunho yang mendengar itu mendadak merasa mood-nya naik, ia berlari kepada Jaejoong dan bersiap untuk melompat ke pelukan gadis itu.
Tapi Jaejoong sepertinya mulai mengetahui akal Yunho, dengan cepat ia menangkap tubuh kucing itu dan melemparnya keluar jendela. Membuat Yunho mengeong keras-keras saat kakinya berhasil menyelamatkannya diatas tanah.
"Tapi tidak dengan menjadi istri ataupun melahirkan anak-anakmu!" pekik Jaejoong marah-marah lalu segera menutup jendela kamarnya setelah menjulurkan lidah mengejek kucing hitam itu.
.
.
Jaejoong mencelupkan kakinya ke dalam bathtub perlahan sebelum seluruh tubuhnya ikut masuk.
Ia menyamankan tubuh dan bersandar menikmati air dan busa yang menyelimuti tubuhnya.
"Hhahh.." ia menghela nafas sesaat.
Dua hari, dan rasanya seperti sudah begitu lama karena terus terjadi keributan di sekitarnya. Ia cukup lelah mengurusi pemuda setengah kucing itu.
'Aku sudah terlanjur menyetujuinya tinggal disini jadi tidak boleh protes..' keluhnya berkutat dengan pikiran.
Tangannya memainkan busa-busa berwarna putih itu ke seluruh tubuhnya.
'Dan lagi.. Yunho selalu menjahiliku, aku pasti tidak akan berani tidur lagi malam ini..'
Graakk!
Jaejoong tersentak kaget saat pintu kamar mandi dibuka, gadis itu segera menceburkan tubuhnya sebatas leher.
"Umma?"
"Kau baru mulai mandi kan? UKnow kotor sekali karena lumpur di luar, tolong sekalian mandikan dia ya?" Jaejoong kelabakan saat melihat kucing itu meronta-ronta di pelukan sang umma. Namun tanpa menyadari ekspresi shock anaknya, Heechul melempar tubuh kucing itu begitu saja ke dalam bathtub dan menutup kembali pintu kamar mandi.
Jaejoong semakin shock.
"Fuahhh!"
Benar saja, Yunho kembali berubah menjadi manusia setelah itu.
"Ibumu kejam sekali apa kalian punya kebiasaan melempar–" kata-kata Yunho tertahan di tenggorokan saat sadar kini ia ada di satu bathtub bersama Jaejoong tanpa menggunakkan apa-apa.
Dengan air yang berkurang saat ia terlempar ke dalam sana tentu saja Yunho bisa melihat dengan jelas bagaimana tubuh Jaejoong yang sedang sempurna polos hingga ia mengukir sebuah senyum.
Jaejoong menatap kosong pada pemuda itu.
.
.
.
Brakk Brukkk bruaghh!
Heechul berjengit kaget saat mendengar suara itu dari kamar mandi. Ia pun terpaksa meninggalkan masakannya dan menoleh ke arah kamar mandi.
"Ada apa, Joongie? Kau dicakar UKnow?" dilihatnya sosok Jaejoong yang sudah memakai handuk berjalan menuju tangga.
"Atau UKnow yang tenggelam di dalam bathtub.." balasnya dingin.
Dan Heechul hanya mampu menatap prihatin pada tubuh kucing yang terkapar tak berdaya diatas lantai tepat di depan pintu kamar mandi.
"Apa kucingnya masih hidup?" gumam Heechul khawatir.
.
.
.
Jaejoong datang ke sekolah dengan keadaan paling buruk. Malam kedua ia tak bisa tidur karena takut Yunho berbuat macam-macam jadi ia memaksakan diri untuk terus terjaga sepanjang malam.
Padahal tubuhnya luar biasa lelah saat ini.
"Joongie?" Ia bisa melihat Ahra yang melambai ke arahnya, ingin rasanya ia cepat-cepat menghampiri teman baiknya itu kalau saja langkahnya tak terasa berat.
Ia masih berusaha berjalan dengan baik ketika sialnya seorang siswa lain berlari dan menabraknya.
"Akh!"
Menahan tubuh tetap seimbang di posisi biasa saja sulit, apalagi ketika tertabrak begini. Kontan saja Jaejoong limbung.
Namun sebelum tubuhnya menghantam lantai koridor, sepasang tangan menahannya.
Jaejoong terkesiap dan menengadah mendapati seorang laki-laki dengan seragam rapi. Tinggi yang sangat kontras dengannya, mata berbinar cantik, dan wajah yang tampan itu yang ia ingat sebelum matanya terpejam.
Tidak, kali ini bukan pingsan.
Gadis itu tertidur mendadak
.
.
"Hoahmmm~" Jaejoong merenggangkan otot-otot tubuhnya saat bangun dan sadar ada di ruang kesehatan.
"Hoh? Aku tertidur lama sekali.." Ia menatap jam dinding yang sudah menunjukkan waktu istirahat siang. Tapi bagusnya, ia merasa lebih sehat sekarang.
Dan akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kelas.
.
.
"Joongie! Kau sudah bangun?" Yoonhee berteriak dan segera menghampiri Jaejoong yang terkekeh.
"Ne, Maaf.. Aku sudah menyusahkan kalian." ucapnya sambil duduk di bangkunya.
Sebuah tangan terulur memberi sekaleng cappucinno dan Jaejoong menoleh menatap orang itu.
Siapa?
"Joongie, satu-satunya orang yang harus kau berikan ucapan terima kasih itu dia.." tunjuk Ahra pada pemuda berwajah ramah yang baru saja memberikannya sekaleng cappucinno itu.
"Annyeong.. Aku Shim Changmin."
Jaejoong melongo, siapa sih dia?
"Aishh... Jangan pasang wajah bodoh itu, Joongie.. Dia Shim Changmin baru pindah ke kelas kita hari ini, dia juga yang menggendongmu sampai ke ruang kesehatan."
"O-Omo! Menggendongku? M-maaf.. Terima kasih.. Ohya, Aku Kim Jaejoong." Jaejoong menundukkan kepalanya, wajahnya merona saat membayangkan bahwa tadi tubuhnya dibawa oleh laki-laki tinggi ini.
"Haha.. Tidak apa-apa lagipula Jaejoong-ssi sangat ringan.." ucapnya dengan senyum yang tak pernah pudar.
"Panggil 'Jaejoong' saja.. Changmin-ssi.."
"Okey, kalau begitu kau panggil aku 'Changmin' saja."
"Ng.. Itu, aku harus melakukan apa untuk berterima kasih?" Jaejoong menggaruk pelipisnya sendiri.
Changmin tersenyum, "Tidak perlu, lagipula aku tidak merasa direpotkan kok."
"Tidak apa-apa Changmin-ah.. Kau bisa meminta Jaejoong menjadi guide-mu mengelilingi sekolah.. Bagaimana?" usul Jessica.
"Ah itu benar! Bagaimana kalau kutemani keliling sekolah?"
Changmin yang mendengar itupun akhirnya mengangguk setuju. "Boleh juga.."
.
.
.
Dan sebelum istirahat siang selesai, Jaejoong membawa Changmin pada sebuah tur singkat di gedung sekolah itu.
"Itu toiletnya, bagian perempuan tidak pernah ditutup karena katanya ada hantu berkacamata.." jelas Jaejoong membuat dahi Changmin mengernyit.
"Jadi kalau kau mau kesana, jangan coba-coba menoleh ke arah toilet perempuan."
"Wae? Apa hantu itu akan muncul?"
"Aigoo tentu saja tidak! Justru kau akan dihabisi anak-anak perempuan kan sudah kubilang pintunya tidak pernah mereka tutup, kau mau diteriaki 'pengintip' eoh?"
Changmin tertawa merutuki kebodohannya sekaligus ekspresi Jaejoong yang begitu lucu.
Merekapun kembali berjalan menyusuri koridor dan sampai ke sebuah ruangan di ujung lorong itu.
"Ini perpustakaannya, kau bisa mencari buku apapun disini.. Tapi hati-hati, penjaganya sangat galak, kalau berisik sedikit saja dia tak segan-segan menyumpal mulut orang itu dengan sekotak tisu."
Lagi-lagi Changmin tertawa geli karena penjelasan Jaejoong. Gadis itu terus menjelaskan hal detil tentang setiap tempat meski sebenarnya itu bukan hal penting.
"Kau lucu, ini pertama kalinya aku sekolah di Korea.. Tak kusangka sekolahnya semenarik ini."
"Oh? Jadi sebelumnya kau bersekolah di luar negeri?"
"Uhm bisa dibilang begitu.." Changmin mengangguk.
"Kalau begitu selamat datang di Korea, kalau kau butu bantuan, kau bisa mendatangiku kapanpun." Jaejoong menawarkan kebaikan dan ditanggapi ucapan terima kasih oleh pemuda itu.
Dengan cepat mereka berubah menjadi akrab, mungkin karena mereka sama-sama periang jadi tak sulit bagi Jaejoong untuk melempar lelucon satu sama lain.
.
.
.
"BAU!"
Jaejoong berjengit saat mendengar itu dari mulut Yunho.
Ia terpaksa menghentikan kegiatannya mengeringkan rambut di tepi ranjang karena Yunho yang tiba-tiba mengatainya.
"Apa maksudmu? Mana mungkin masih bau, aku baru mandi!" protes Jaejoong sambil mengendus tubuhnya sendiri.
Yunho duduk di lantai dengan ekspresi tidak suka.
"Bukan.. Ini bau laki-laki.."
Jaejoong mengerutkan dahi tidak mengerti, "Wajar kan? Ada banyak laki-laki di kelasku.. Kau tahu sendiri.." Jaejoong berusaha mengacuhkan Yunho lalu mematikan hair-dryer-nya.
"Ini beda, hari ini ada laki-laki yang menyentuhmu secara langsung.. Aroma tubuhnya masih tersisa di tubuhmu.. Siapa dia?"
Jaejoong kaget, otaknya kembali berputar mengingat kejadian pagi ini.
Changmin menggendongnya ke ruang kesehatan kan? Apa itu yang Yunho maksud?
"Ya, memang ada.. Dia membawaku ke ruang kesehatan karena aku tidur.." Jawab Jaejoong ketus.
"Hanya itu? Dia tidak menyentuh lebih kan?"
Pertanyaan Yunho membuat Jaejoong iritasi, "Kau pikir aku perempuan macam apa, hah?"
Yunho tak menjawab, jujur ada rasa cemburu yang sangat mengganggunya saat ini. Ia tak suka Jaejoong-nya disentuh oleh laki-laki lain.
"Kau menyukainya?"
Jaejoong kembali terkesiap, "Ma-mana mungkin?! Kami baru berkenalan hari ini.." jawab gadis itu dengan wajah merona.
Tapi lagi-lagi otaknya membawa flashback tentang kejadian tadi pagi.
"Tapi.. Dia memang tampan sih, tinggi, dan ramah.."
Jaejoong tak sadar ucapannya menyulut kemarahan Yunho, mutan itu tiba-tiba saja menyerang Jaejoong yang semula terduduk di tepi ranjang.
"Hyaaamhh—"
Mulutnya dibungkam oleh ciuman Yunho sementara Yunho mencoba mendorong tubuh Jaejoong supaya jatuh diatas ranjang itu.
Jaejoong menolak, ia berusaha mempertahankan posisinya meski setengah duduk kini.
Gadis itu mengerang takut saat Yunho menciumnya dengan begitu buas. Melumat dan menyesap bibirnya tanpa jeda. Jaejoong tak mampu mengelak karena kedua tangan besar Yunho menahan kedua sisi wajahnya.
Jaejoong yang tak sanggup menahan posisi dengan tangannya akhirnya menyerah, ia terjatuh diatas tempat tidur dengan Yunho yang menindihnya.
"Umhh.. Y-Yuhn.." Protes Jaejoong ketakutan karena ciuman Yunho kali ini melibatkan lidah.
Tangan Yunho menahan tubuhnya sendiri di sisi tubuh Jaejoong dan itu membuat Jaejoong mendapat celah untuk menolak ciuman Yunho.
Gadis itu menghindar dari cumbuan Yunho dan terus berusaha mendorong tubuh itu. "Hentikan Yuuhn.. Mhh.. Cukuph.."
Berkali-kali Jaejoong mengindar, Yunho pun tetap bersikeras memaksa gadis itu menerina ciumannya yang brutal dan tak terkendali.
"Anghh.. Kumohon berhentiih.." desah Jaejoong ketika Yunho menghisap kuat leher kirinya, tangannya mencoba mendorong bahu Yunho kuat-kuat.
Tapi nihil, Yunho sedang terbakar cemburu saat ini.
.
.
.
To be Continued
.
Chapter dua! :D
Saya mau jawabin pertanyaan secara keseluruhan aja ya!
※ fanfic ini agak aneh. klo uknow punya kemampuan membersihkan luka dgn ludahnya, kenapa dia nggak bisa mengobati lukanya sendiri? kenapa harus dibantu jaejoong? siapa sebenarnya uknow 206? apakah kucing percobaan yg lepas dari kandang sehingga dikejar ilmuwan gila dan kawanan kucingnya untuk dikembalikan ke tempatnya semula?
• Kalau soal luka itu udah jelas ya disini, Yunho tetep nyembuhin sendiri lukanya waktu itu tapi Jaejoong udah duluan nolongin karena pas ditemuin Jaejoong, Yunho hampir sekarat.
Buat pertanyaan lainnya belom bisa saya jawab ya soalnya itu bakal jadi inti cerita.. Gak seru dong kalo dibocorin ^^
.
※ yunho itu sebenarnya apa? dan apa itu maksudnya membuat kerajaan kucing? nanti jaejoong diubah jadi kayak yunho kah?
• Yunho disini mutan, tau kan? Setengah manusia & setengah kucing, jadi dia bisa berubah kapanpun dia mau :D
Kerajaan kucing itu sebenernya cuma kiasan Yunho yang minta Jaejoong buat jadi istrinya, dan tenang aja.. Jaejoong gak akan berubah jadi apa-apa kok. Daripada ke jenis fantasy tentang kerajaan & siluman, sebenernya fic ini lebih condong ke fantasy science-fiction . ^^
.
※ hehehe sori nih yeee bkn mksdnya mau nyinggung tapi kok ceritanya kaya komik yg pernah aku baca yaaa? chingu terinspirasi dari komik itu bkn? aku lupa judulnya hehe
• Hoho gapapa kok, kalo yang kamu maksud itu komik Hold Me, Noir! atau Dakishimete, Noir! berarti kamu bener. Please give attention to my credits ^^
Saya selalu nyantumin credit kok kalo bikin remake biar kalian yang tau juga bisa nebak-nebak cerita :D
.
Dan terakhir buat beberapa readers yang tahu komik ini hehe.. Kejawab kan penasarannya di chapter ini? ^^
.
Thanks buat readers yang udah mau nanya & review di chap 1.
.
.
.。.:*・° .。.:*・° .。.:*・° .。.:*・°
Special Thanks to :
KimYunhoJungJonghyun || DahsyatNyaff || wineparadise || Kimcaewon27 || noon || bambidola || yoshiKyu || akiko ichie || Han Seung Ri || nayla || 13kyusa || tasya vianita || onkey shipper04 || Hyo09 || inoo cassieast || HyuieYunnie || birin rin || akiramia44 || danactebh || Cindyshim07 || rikurijung || ShinJiWoo920202 || dokbealamo || sachan || azahra88 || indahjae || dea || Rly C Jaekyu || babyuno || vianashim
And for all Silent Readers ^^
