The Fallen Angel

Disclaimer :
Naruto (Masashi Kishimoto)
Highschool DxD (Ichiei Ishibumi)
Genre:

Adventure, Fantasy, and Romance
Rating:

T (Semi M)
Pair:

(Naruto X Gabriel)

Warning:

OOC, OC, Typo, Naruel (Naruto), Fallen Angel (Naruto)
Summary:

Kisah hidup seorang malaikat utama yang jatuh karena cinta sebelum perang akbar (Great War)

Tes!

Setetes air jatuh dari langit mengenai wajah Naruel, wajahnya mendongak keatas menatap langit malam yang dilingkupi awan mendung membentuk hujan.

Sssrrrreeeeessssshh…

Air hujan mulai turun membasahi seluruh tubuhnya dan juga keenam pasang sayap hitam di punggungnya.

"Kau masih saja menatap langit walau dirimu sudah dibuang, Naruel" ucap seseorang yang datang dari balik kegelapan hutan dibelakang Naruto.

"Nama itu sekarang sudah tidak pantas untukku, sekarang namaku Naruto, Belial" ucap Naruto, mengalihkan pandanganya kedepan tanpa menatap Belial yang sudah berada di belakang Naruto.

"Baiklah, terserah dirimu saja. Jadi, apa yang akan lakukan sekarang, Naruto? kau tahu, semenjak dirimu jatuh sudah ada malaikat yang menggantikan tugasmu sebagai malaikat pelindung" ucap Belial.

"Walau aku telah jatuh, tapi tugas itu tetap berlaku padaku sampai kapan'pun" balas Naruto, berjalan perlahan kedepan.

"Itu bukan hak mu lagi, Naruto. Kemarilah, ikut denganku, kau sekarang bagian dari Grigory" ucap Belial.

Naruto menghentikan langkahnya, dia terdiam sejenak, menatap kembali langit malam yang tengah menangis malam ini.

"Sampai kapan'pun aku bukan bagian dari kalian" balas Naruto, dirinya kembali berjalan kedepan.

"Kau mau kemana, Naruto?" tanya Belial.

"Menjalankan tugasku sebagai malaikat jatuh pelindung" jawab Naruto, masih terus berjalan tanpa menoleh kebelakang.

"Kemana'pun kau pergi statusmu tetap sama, sebagai Fallen Angel dan bagian dari Grigory" ucap Belial.

Naruro terus berjalan tanpa memperdulikan perkataan Belial tadi.

The Fallen Angel

Besee… Besee…

Naruto mengepakkan keenam pasang sayap hitamnya terbang di atas langit.

Matanya melihat kebawah, menatap sebuah desa yang terbakar dibawahnya.

Dia dapat melihat di dalam desa yang tengah terbakar itu terjadi sebuah pertarungan antara Devils dan Fallen Angels.

"Aku harus menghentikan mereka sebelum kerusakan ini bertambah meluas" gumam Naruto.

Wuush!

Melesat terbang kebawah membelah angin menuju tempat dimana pertarungan berada.

The Fallen Angel

Duuar!

Duuar!

"Rasakan ini iblis hina!"

Sring…

Seorang malaikat jatuh bersayap gagak enam pasang mengumpulkan partikel cahaya di kedua tanganya membentuk sebuah Light Spear raksasa.

"Kau pikir kekuatan sebesar itu bisa membunuh anak lucifer? JANGAN BERCANDA!"

Sedangkan sang iblis bersayap kelelawar mengumpulkan Demonic Power berskala besar membentuk bola hitam padat di atasnya.

"Kalian sudah keterlaluan"

Kraak! Kraak!

Cring! Cring! Cring!

Tiba-tiba tanah yang mereka berdua pijak perlahan-lahan bergetar dan terbelah, balok-balok es runcing raksasa keluar dari dalam retakan permukaan.

'Ini…' batin malaikat jatuh itu, pikirannya terbayang pada sesosok malaikat pelindung di surga yang telah jatuh.

Buum!

Naruto jatuh dari langit menampakkan kaki dengan menghantam permukaan dengan begitu keras sampai menimbulkan gelombang kejut yang membuat tanah bergetaran di sekitarnya.

"Hentikan pertarungan kalian, kalian hanya menimbulkan kerusakan" ucap Naruto, berjalan selangkah demi selangkah mendekati kedua makhluk itu.

"Sudah kuduga kalau itu kau, Naruel, tidak! sekarang namamu Naruto seperti Belial katakan" ucap malaikat jatuh itu.

"Azazel, tolong hentikan pertatungan kalian. Pertarungan kalian hanya menimbulkan kesengsaraan bagi manusia di desa ini" ucap Naruto.

"Cih, dasar penggangu. Terima ini!"

Iblis itu melemparkan sebuah bola hitam raksasa kepada Naruto, sebuah karya hasil dari Demonic Power yang di padatkan.

Krak! Kraak! Kraaak!

Cring! Cring! Cring…!

Di hadapan Naruto munculah balok-balok es runcing membentuk sebuah gunung es melindungi Naruto.

Kaaaabooooommm….!

Bola hitam raksasa Demonic Power menghantam gunung es tersebut sampai menciptakan ledakan dahsyat yang bahkan meratakan desa yang terbakar tersebut dalam sekejab.

Kraak! Kraaak!

Pyaaar!

Bentuk gunung es yang hanya tinggal sepertiga bagian hancur bagaikan kaca yang berhamburan di tanah.

Wuuussh…!

Craasss!

Tanpa di duga iblis itu sebuah Light Spear ramping namun sangat panjang melesat sangat cepat bagaikan kilat dan menembus dada iblis itu sampai menembus punggungnya.

"Ohok! ohok! uhuk!"

Iblis itu memuntahkan banyak darah dari mulutnya setelah menerima serangan Light Spear ciptaan Naruto.

"Kau sudah berakhir putra Lucifer, Sephiroth… Lucifer. Dengan begini keturunan Lucifer akan berkurang" ucap Naruto, berjalan mendekati perlahan mendekati Sephiroth.

"Keparat kau! Fallen Angel…!" geram Sephiroth dengan mulut di penuhi darah.

"Punya permintaan terakhir?" tanya Naruto datar, menghunuskan sebuah Light Sword di hadapan wajah Sephiroth.

"Khe khe khe… mungkin dengan matinya diriku bangsa kami akan mendeklarasikan perang pada Fallen Angel karena sudah membunuh putra Lucifer dan adik Rizevim Livan Lucifer, he he he…" jawab Sephiroth yang masih sempat-sempatnya tertawa di ujung tanduk.

"Itu tidak akan kubiarkan terjadi" ucap Naruto, mengayunkan Light Swordnya.

Craass!

Bruk!

Kepala Sephiroth terlepas dari badannya dan jatuh menghantam tanah.

Besee… Besee...

"Akhirnya berhasil juga kita membunuhnya" ucap Azazel, berdiri di samping Naruto.

"Aku heran dengan dirimu, Azazel. Usiamu lebih muda dariku, tapi kau jatuh lebih cepat dariku" ucap Naruto tanpa menatap Azazel yang masih seperti seorang anak remaja saat ini.

"Sebenarnya aku tidak ingin jatuh, tapi aku di jebak seseorang yang membuatku melanggar aturan Ayah" balas Azazel.

"Apa seseorang itu adalah Lucifer?" tanya Naruto tanpa menatap Azazel yang berada di belakangnya.

"Tetap sekali. Ngomong-ngomong Naruel- maksudku Naruto, kenapa kau berada di tempat ini?" tanya Azazel.

"Aku hanya datang sebagai pelindung makhluk hidup dari makhluk supernatural, namun kurasa aku telah gagal menjalankan tugasku setelah diriku jatuh menjadi seperti ini" jawab Naruto, mendongak keatas menatap langit malam.

Scring…

Dari langit turunlah sebuah cahaya menerangi seluruh area bagaikan meteor jatuh.

Cahaya itu turun perlahan dan berubah wujud menjadi seorang gadis yang sangat cantik jelita, salah satu archangel, Gabriel.

Tubuh Naruto bergetar melihat Gabriel, dia tidak ingin Gabriel melihat dirinya yang hina ini setelah cukup lama tidak bertemu.

"Naruel-kun" panggil Gabriel.

Tubuh Naruto menegang saat Gabriel memanggilnya, dirinya berusaha kabur dari situasi saat ini, tapi tubuhnya seakan menolak perintah otaknya.

"Naruel-kun" ucap Gabriel, berjalan mendekati Naruto yang membelakanginya.

Wuush!

Namun, sebuah Light Sword menghalangi laju Gabriel. Azazel memandang tajam Gabriel yang berada di depannya.

"Jangan coba kau dekat-dekat denganya Archangel, kaulah yang telah membuatnya jatuh akan cinta" ucap Azazel.

"Azazel, ayo kita pergi" ucap Naruto tanpa membalikkan badan, mengeluarkan keenam pasang sayap hitamnya dan melesat terbang bersama Azazel di belakangnya.

"Naruel-kun…" gumam Gabriel, menatap punggung Naruto yang mulai mengecil sekali lagi. Tanpa dia sadari setetes air mata mengalir di pipi kirinya.

To Be Continue

Maaf Minna-san saya tidak bisa mengabulkan permintaan kalian tentang memperpanjang word chapter ini, tapi saya akan mengusahakan di chapter depan.

Terima kasih untuk semua Author dan Reader yang telah mereview, favorit, dan Follow fanfic gaje saya ini. Saya tidak mengira baru satu chapter sudah banyak mendapat pujian begitu banyak dari para Author senior, sekali lagi terima kasih.

OC: Sephiroth (Final Fantasy VII) sebagai putra kedua Lucifer dan adik Rizevim Livan Lucifer.

OOC: Azazel (muda) sebagai malaikat jatuh yang gila bertarung dan suka membela bangsanya.

Ability: Holy Ice

KyuubiBoy X, Log Out!

Fav, Foll, and Review