Title : Someone Like You

Genre :Drama/Romance

Pair : HaeHyuk

Dislaimer : This story line © Akira Yuuki. The cast belong to themselves. And Someone Like You © Adele.

Warning : BoyxBoy. Suck storyline, may be boring plot, typo.

.

.

.

Chapter 2

.

.

.

Suasana ruang latihan dance terasa sangat sunyi. Tentunya, karena kegiatan tersebut telah berakhir sejak seperempat jam yang lalu. Namun, entah mengapa hal itu tidak mengusik keberadaan dua anak manusia yang kini tengah membaringkan tubuh lelah mereka di atas hamparan lantai yang dingin.

"Hyuk, ayo pulang. Ini sudah hampir jam Sembilan malam." Namja berambut coklat cepak itu berusaha membangunkan sosok pirang yang kini terlelap dalam tidur singkatnya.

Tak ada jawaban. Hanya gerakan pelan untuk menyamankan diri yang tampak dari sosok itu. "Emmh… aku masih mengantuk, Hae…" Ucap Hyukjae diantara tidurnya.

Donghae hanya menghela napas panjang menghadapi sikap sahabatnya itu. Namun, ia juga tak tega melihat namja manis itu tertidur di lantai ruang latihan begitu saja. Pasti akan terasa sakit saat bengun nantinya.

Tanpa pikir panjang, Donghae mengangkat tubuh Hyukjae yang terbilang kurus tersebut. Dan sialnya, hal itu membuat sang empunya terbangun dari tidurnya.

"Sssh, mianhae. Tidurlah lagi Hyukkie." Ucap Donghae.

Bukannya kembali terlelap Hyukjae malah beranjak bangun dari posisi berbaringnya tadi. Mendudukkan diri. Ia mengucek matanya pelan dengan gaya yang sangat menggemaskan. Hal itu tak luput sedikit pun dari pandangan seorang Lee Donghae. Dan sekali lagi, Donghae merasa ada yang aneh dengan dirinya.

"Emm… Aniya. Aku tak mau menyusahkanmu. Kajja, kita pulang sekarang." Ajak Hyukjae. Ia beranjak dari tempatnya semula. Mulai berjalan dengan pelan, namun karena terlalau capai dan mengantuk keseimbangan tubuhnya sedikit goyah.

Hyukjae berjalan mendahului Donghae dengan langkah terseok dan sesekali menguap. Namun, dipaksakannya hanya untuk membuat Donghae tidak kerepotan mengankat tubuhnya hingga ke kamar.

Walau sama-sama dalam satu gedung, namun karena letak kamar mereka yang berada di lantai tiga mau tak mau membuat Hyukjae sadar diri. Ia tak mungkin membiarkan Donghae menggendongnya menaiki anak tangga yang lumayan banyak tersebut.

"Hyuk… naiklah ke punggungku." Ucap Donghae setelah berhasil menyamai langkah kaki Hyukjae. Sebuah gelengan menjadi jawabannya.

"Ayolah… aku tak tega melihatmu seperti itu. Kau pasti lelah sekali. Naiklah!" Pintanya. Digenggam erat pergelangan tangan Hyukjae. Mencegahnya untuk pergi menghindar lagi.

Hyukjae sekali lagi menggelengkan kepalanya. Walau ia lelah dan mengantuk, ia tak mau membuat sahabatnya susah karenanya. "Aniya, aku bisa naik sendiri." Tapi kenyataannya sangat berlawanan dengan ucapan Hyukjae.

Terlihat dari matanya yang seolah memberontak ingin terpejam dan kesadarannya yang kian menipis karena lelah. "Ayo, kau tak bisa begini terus. Naik ke punggungku." Ucap Donghae kesal.

Ia tengah berjongkok memunggungi sahabatnya. Menunggu sang pirang untuk segera naik ke atas punggungnya. "Cepatlah…" Pintanya.

Walau masih ragu, akhirnya Hyukjae mendekati punggung sahabatnya juga. Menaikinya dan menyandarkan kepalanya pada punggung lebar sang sahabat.

"Tidurlah, arra?" kembali pertanyaan Donghae dibalas dengan anggukan kepala dari sang namja pirang. Tak lama suara dengkuran halus dan nafas yang berhembus teratur menyapa leher Donghae, pertanda Hyukjae telah kembali terlelap di alam mimpi.

"Hm, Nice dream." Ucap Donghae pelan. Dengan hati-hati ia membawa Hyukjae di atas punggungnya. Dan selama perjalanan menuju kamar mereka, senyuman tulus tak pernah hilang dari wajah tampan Donghae.

Ia merasa senang, namun ia tak tahu apa yang membuatnya merasa sesenang ini.

.

.

.

Donghae membaringkan tubuh Hyukjae di atas kasur tidurnya. Tak berapa lama, ia menyamankan posisi tidur sahabatnya. Memasangkan selimut, dan terakhir memberikan kecupan hangat di kening.

Hal yang menjadi kebiasaannya. Ah—tepatnya kebiasaan mereka berdua. "Sleep tight, and nice dream baby…" Bisikan kata-kata manis ia ucapkan sebelum akhirnya ia ikut menyamankan diri di ranjang yang berseberangan dengan milik Hyukjae.

Dipandanginya wajah damai sang sahabat. Membuat senyumannya kembali merekah. Senyuman kekanakannya kini berubah menjadi senyuman indah yang terlihat dewasa.

"Kau sangat berbeda dari biasanya. Terlihat tenang dan damai. Tidak seperti Hyukjae yang ku kenal. Cerewet dan kadang terlihat dorky… Hehehe. Aku jadi seperti orang yang jatuh cinta padamu saja…"

Donghae melakukan monologue-nya. Ia senang berbicara sendiri seperti orang gila, mengingat sang objek yang ia ajak bicara telah hanyut dalam buaian mimpi. "…Hey, kalau kau melihatku sekarang. Aku yakin kau akan tertawa lepas. Kenapa? Karena aku tengah berbicara dengan seseorang yang sedang tidur…"

"Hyukkie… kalau suatu saat aku menemukan gadis yang ku cari, dan kau menemukan tambatan hatimu… jangan pernah melupakan aku, ne? karena… aku tak yakin apa aku bisa terus menikmati kehidupan baruku nanti jika tidak denganmu…"

Perlahan namun pasti kedua kelopak mata Donghae mulai terasa berat, dan dengan itu ia mulai tenggelam dalam alam mimpi. Alam mimpi yang akan membawanya pada fantasy yang indah.

.

.

.

"Hyukkie… ada yang mencarimu!" Sosok namja pirang terpaksa menghentikan langkah kakinya saat ia mendengar namanya dipanggil.

Di belakangnya berdiri namja berambut coklat jabrik dengan suara khas lumba-lumbanya tenga berusaha menghampirinya. Mengayuhkan kakinya secepat mungkin untuk mencapai tempat tujuan.

"Waeyo, Su-ie?" Tanya namja bernama Hyukjae atau yang kerap disapa Hyukkie pada salah satu sahabat dekatnya.

"Ada yang mencarimu… dia ada di taman belakang. Katanya sangat penting." Jawab Kim Junsu setelah beberapa saat mengatur nafasnya yang menderu.

Hyukjae menautkan alisnya pertanda tak mengerti, ia tak merasa memiliki urusan penting dengan siapa pun. "Memangnya siapa?" Tanya Hyukjae pada akhirnya.

"Emm…" Junsu mencoba mengingat nama yang tadi sempat melintasi otaknya. Wajahnya mengerut serius, namun terlihat sangat lucu. "Ah! Aku tahu… namanya Im Yoona… iya… Im Yoona, dari kelas XII-4." Jawab Junsu penuh semangat.

"Ha? Aku tak mengenal Im Yoona?" Kembali kedua alis Hyukjae bertaut. Ia sama sekali tak mengenal siapa Im Yoona itu. Dan sekarang tiba-tiba ia mendapat pesan kalau yeoja tersebut ingin bertemu dengannya. Sungguh bukan hal yang biasa baginya.

"Auch!" Pekik Hyukjae saat—dengan tanpa rasa bersalah sedikit pun—Junsu memukul kepala pirangnya. "Kau itu! Siapa tahu dia ingin menyatakan cinta padamu!" Jelas Junsu dengan pandangan menggoda. Ia sangat senang menggoda sahabatnya yang menggemaskan itu.

Hyukjae segera menggembungkan pipinya, ia memang sudah terbiasa melakukan hal itu saat merasa kesal. "Aniya… aku sama sekali tak mengenal yeoja itu. Dan aku yakin dia hanya sa—"

"Oppa…" Teriakan seorang yeoja membuat perkataan Hyukjae terpotong seketika. Ia semakin kesal saat mendapati sosok cantik berambut panjang yang kini berjalan menuju arahnya dan Junsu berada. Terlebih, Hyukjae sama sekali tak mengenal sosok tersebut.

Seulas senyuman merekah indah di bibir tipis yeoja cantik tersebut. Senyuman yang mampu memberi warna tersendiri pada sosok cantiknya, menambah semerbak pesona cantik yang senantiasa memancar padanya.

"Annyeonghaseyo, Im Yoona imnida. Bangapsumnika…" Ucap yeoja tersebut seraya membungkukkan badan. Sementara dua namja yang sedang berada di sana hanya mampu memandangnya dengan tatapan yang sama. Tatapan clueless.

"Er… sepertinya Yoona-sshi akan membicarakan sesuatu yang penting denganmu. Jadi… aku pergi dulu, ne?" Tanpa menunggu persetujuan dari Hyukjae atau tanggapan dari Yoona. Junsu segera berlari meninggalkan keduanya yang mematung dalam diam.

.

.

.

"Yoona-sshi, ada yang ingin kau bicarakan denganku?" Tanya Hyukjae membuka pembicaraan. Sebisa mungkin ia berusaha meredam kegugupan dan kecanggungan yang sedang menguasai dirinya.

Menggaruk belakang kepalanya yang sama sekali tak gatal, Hyukjae kembali menatap yeoja yang kini berdiri dihadapannya dengan canggung.

Yoona menghela nafas panjang, lalu kembali diam. Memejamkan matanya sejenak dan membukanya kembali. Hal itu ia lakukan seolah tengah mencari kekuatan dan keberanian untuk mengucapkan tujuan utamanya datang ke hadapan Hyukjae.

"Oppa… aku mau meminta bantuanmu untuk mengenal Donghae oppa lebih dekat lagi. Aku… menyukainya… ah bukan, mencintainya sejak lama. Hanya saja aku… tak berani mengungkapkannya." Yeoja itu kembali menarik nafasnya dalam. Menenangkan debaran hatinya yang semakin liar.

Kembali ia lanjutkan kalimatnya yang terputus. "Aku sudah mengenalnya sejak dulu. Tapi sepertinya ia sudah lupa denganku. Kau masih mengingatku oppa? Aku… adalah 'Itik buruk rupa' yang tak memiliki teman selain Sicca eonnie dan… kau."

Yoona dapat melihat raut wajah terkejut yang tergambar jelas pada namja pirang dihadapannya. Ia tahu pasti bahwa namja tersebut mengingatnya, hanya dengan menyebut nama yeoja yang selama ini menjadi sahabatnya. Jessica, mantan kekasih Donghae.

Hyukjae mengenal betul nama itu. Nama yeoja yang selalu berada dalam daftar ingatannya. Jung Jessica, mantan kekasih Donghae, satu-satunya yeoja yang bisa menaklukkan hati sahabatnya. Walau perjalanan cinta mereka hanya berlangsung singkat, namun ingatan itu masih terpatri indah di memori otaknya.

Ingatan dimana Sicca memilih pergi sejauh mungkin dari Donghae. Meninggalkan namja yang sangat dicintainya karena sebuah alasan misterius.

'Aku pergi karena kenyataannya akan lebih pahit jika aku masih tetap disini. Sekarang Hae-oppa memang bersama denganku, tapi… cepat atau lambat ia akan menemukan tambatan hatinya, cinta sejatinya, dan pelabuhan terakhir bagi hantinya…'

Kalimat itu masih berputar jelas dalam ingatan Hyukjae. Dan ia seolah tak bisa sedikit pun melupakan kenangan itu. Tak akan bisa.

'Dan kau tahu? Siapa orang yang paling mungkin menjadi cinta sejatinya?'

Lagi, ia seolah tak mampu lagi membendung perasaan yang membuncah di dada setiap kali ia mengingat semua perkataan terakhir Jessica. Perkataan yang mampu membuat jantungnya berpacu kencang, darahnya mendesir hangat di sepanjang urat nadinya dan hal itu pula yang membuat perasaan tak nyamannya kembali berkoar-koar dalam dada.

'Kau Hyukkie… hanya kau orang yang paling mengerti dirinya, luar dan dalam. Dan jika itu benar, akulah orang pertama yang akan merestui hubungan kalian. Okey…'

Itulah, kalimat itulah yang entah bagai mantra mampu memberikan seberkas sinar harapan bagi ketidakpastian perasaan Hyukjae saat ini. Walau hanya sebuah harapan kosong, namun hal itu mampu membuat Hyukjae terus bertahan dengan perasaan yang ia sendiri tidak yakin akannya. Cinta? Ataukah sebuah kebiasaan semata? Atau memang benar kata pepatah jika witing trisno jalaran soko kulino?

"Jadi… apakah oppa mau membantuku?" Tanya Yoona saat menyadari sedari tadi namja dihadapannya hanya berdiri dengan diam. Dengan tatapan memohon Yoona mencoba meyakinkan sang namja untuk membantunya kali ini.

Memang, bukan tanpa alasan seorang Im Yoona meminta bantuan Lee Hyukjae. Selain karena ia mengenal dekat Donghae, Hyukjae dulu merupakan teman dekatnya, dan ia yakin namja itu akan membantunya.

Walau awalnya ia sendiri ragu. Ia ragu bukan karena ia tak mempercayai Hyukjae. Namun, ia ragu apa benar Donghae akan bisa menerimanya… atau malah rumor yang selama ini beredar memang benar adanya.

'Lee Donghae dan Lee Hyukjae itu sepasang kekasih. Mereka sangat cocok dalam hal apapun.' Itulah yang sering ia dengar dari orang-orang yang tanpa sengaja membicarakan keduanya.

'Tentu saja, Donghae dan Hyukjae sama-sama tak memiliki kekasih. Dan aku rela melihat Donghae bersama Hyukjae. Karena… kau lihat sendiri Donghae sangat tampan dan manawan, sangat cocok dengan Hyukjae yang manis dan menggemaskan itu.'

Selalu ia acuhkan semua rumor dan gossip yang beredar di sekitarnya. Dan disinilah ia. Di hadapan seorang Lee Hyukjae, ia ingin meminta bantuan namja itu untuk membuktikan bahwa Donghae masih straight, dan membuktikan bahwa apa yang menjadi rumor selama ini hanyalah omong kosong belaka.

Yah, ia akan buktikan. Cintanya pada Donghae akan mampu menaklukkan sang pangeran. Akan megukir kisah baru dimana ia—Im Yoona—mampu meraih hati Lee Donghae.

Disisi lain, perasaan Hyukjae tiba-tiba kacau begitu mendengar permohonan yang diutarakan Yoona padanya. Permintaan itu memang terkesan mudah baginya, mengingat ia tahu benar seperti apa cara mendekati Donghae.

Namun, benarkah ia sanggup melihat Donghae bersama dengan yeoja lain? Sanggupkah ia menerima kenyataan jika pada akhirnya Donghae menerima perasaan cinta Yoona dan berbalik menjauhinya.

Meninggalkannya seorang diri lantaran sibuk dengan dunia barunya. Atau haruskah dia bersikap egois dengan memiki sang sahabat hanya untuknya?

'Tidak, kau tidak boleh egois Hyuk. Hae berhak bahagia, lagi pula ia tak mungkin selamanya bersamamu. Tentu, Donghae kan straight, dia pasti akan menemukan kebahagiannya saat bersama dengan Yoona. Semoga…'

Hyukjae mencoba meyakinkan dirinya. Walau seperti apapun ia tak mungkin memaksa Donghae selalu bersamanya. Mungkin sudah saatnya mereka mencari kebahagiaan masing-masing. Dan membantu sang sahabat menemukan kebahagiaannya bukan hal yang salah kan?

"Baiklah… aku akan mencoba membantumu. Tapi… untuk masalah kau diterima atau ditolak olehnya… kau…"

"Aku mengerti oppa, terima kasih." Potong Yoona. Setelah itu ia segera menampilkan senyuman menawannya pada Hyukjae. "Baiklah oppa, aku kembali ke kelas, ne? Mianhae jika aku menghabiskan waktumu…" Ucapnya seraya melambaikan tangan. Tak lama bayangannya telah menghilang di balik timbunan orang yang berlalu lalang di tempat itu.

"Ne…" Bisik Hyukjae menanggapi kepergian Yoona. Matanya masih memandang nanar sekitarnya, menatap kosong pada apapun yang ada di hadapannya. "Aku tak yakin bisa melakukan ini… aku… tak tau apa ini keputusan yang tepat?" Lirih, ia berucap bagai hembusan angin. Hanya membelai lembut gendang telinga, namun tak sepenuhnya tertangkap oleh sang indra pendengar tersebut.

'Hae… aku bingung…'

.

.

.

TBC

Annyeong… Mianhaeyo jika updatenya lama. Kira Cuma mau bilang, kalau mungkin ini update an terakhir Kira. #Tenang, Cuma sementara kok! Kira butuh waktu tenang untuk persiapan UN. So… gak bisa update dulu.

Doain Ujian Akhir Nasional Kira berjalan lancer ne? setelah itu, Kira bakal kembali lagi buat lanjutin FF ini.

Kira gak akan nge-discontinued kok! Asal Reader-sshi mau bersabar menunggu Kira ne?

Tenang, 2 FF Kira yang SOMEONE LIKE YOU dan TOTALLY CAPTIVATED masih dalam status On Going. Hanya saja, Kira belum bisa lanjut karena ada Ujian Kelulusan ini.

Mohon doa kalian semua…

Dan Terima kasih pada semua Reader dan Reviewer atau bahkan Flamer yang bersedia membaca FF abal ini. #Bow

For Reviewer

rqm3490 : Ini udah Kira lanjutin Chingu… mian kalo lama~~

Huwaaaaaa Rate M? Errrr #bow Kira gak bisa, mianhae. Kira gak pernah bikin rate M.

dhian kyuhae elf : Ne… FF HaeHyuk makin langka… Kira kan HaeHyuk Shipper… So, Kira bakal usahakan untuk buat FF ini berlanjut demi populasi FF HaeHyuk #Pletak!

Iyaaaaaaa T.T Cingu benar, lihat WGM HaeEunso bikin Kira meratapi nasib Hyukkie chagi TTATT #peluk Hyuk

mayonice08 : Eonnie… annyyeong nae Twinnie Eonnie… hahaha, iyah eon Kira juga suka kok cerita Eonni… tenang ajah, tunggu Kira bakal kembali nanti.

Eonnie kalo update bilang-bilang, ne?

Jangan lupa, jangan terlalu maksakan diri ne? Kelarin tugas eonnie dulu. FFnya kalo lagi Free ajah. Ne?

Hahaha…

The DeVil's eyes : Ne… Kira bikin TBC… banyak yang minta lanjut. So demi para HaeHyuk Shipper Kira lanjutin FF abal Kira.

Ah iya, mungkin pada ujian kali Chingu para author-nya. Kira juga bakal Hiatus dulu. Soalnya ini masa tenang sebelum UN…

The : Oke… Kira turutin permintaan chingu…

Akhirnya FF ini update juga… dan memang Kira bikin TBC…

Chwyn : Huwaaaaaaaaaaaa… Iyahkah? Masih Sweet-an cerita milih Chwyn loh!

Haha, iyah Kira juga sebel and kesel banget pas lihat Hae romantic-romantis-an sama Eunso.

Aduh, mereka beneran bakal dibikinin Episode khusus kah? Andweeeeeeeeeeeeeee TAT

Ne, mian kalau susunan bahasanya amburadul. Kira gak ng-edit dulu. Moga kali ini gak tambah parah. Hehehe

Cho Miku : Siiiiiiiiip

Kira udah lanjutin Chap 2nya ini. Hahaha, sama Kira juga lagi kangeeeeeeeeeeeen banget sama Pair HaeHyuk pengen baca sekaligus bikin juga

Ah, tapi mian habis ini updatenya bakal lama…

YeHyuk EunHae : Annyeong! Lama tak jumpa chingu!

Ne… mian Kira lagi gak buat FF oneshot. Hehehe

Okee udah Kira lanjutin… Gomawo… Hyukkie chagi memang Jeongmal Kyeopatahhh #Kissu Hyukkie

Rainy Hanazawa : Rainy… Huwaaaaaaaaa author ChanHo… hehehe

Makasih udah sempatin baca cerita abal Kira…

Oh ya? Syukurlah kalo chingu suka pair Favo Kira ini… Kira suka cerita update an kemarin. ChanHo-nya banyak…

Ne… Kita berjuang buat Lulus UN. Moga kita sama-sama LULUS 100% #Amin

Lee Jae En : Makasiiiiiiiiiiiiiiih banget chingu…

Kira juga suka dengan PAIR HaeHyuk dan Semua yang Hyuk jadi UKeeee

Hahaha, Iyah. Kira udah lanjutin…

Dan memang Hyukkie sangat-sangat Imut ~~~ /

nyukkunyuk : Neeeeeeee Kira udah lanjut!

Sama,,, Kira juga sangat merindukan pair ini… udah lama rasanya Kira gak buat FF dengan Pair ini…

Sekarang Kira bakal lanjutin cerita ini… tapi… update-nya lama~~ #bow

myeolchi lee : Gomawo juga udah mau baca FF abal Kira…

Ne… Kira soalnya Kangen berat sama Pair ini… hahaha

Udah Kira lanjut…

Anchofishy : Udah Kira lanjutin Chingu…

Mian kalo lanjutannya lama…

Habis ini juga bakal lama lagi… soalnya ini hari tenang…

Oh… iyah mereka susah sekali nyadarnya #Lirik HaeHyuk… Hm. Sunye entahlah… saya belum yakin karakternya selanjutnya bakal gimana?

WONKYU SHIPPER FANATIK : Wooooooooooooow Anda berhasil mewujudkan impian saya selama ini #Makasih

Hahaha akhirnya ada juga yang seperti kamu… Kira jadi semangat buat lanjutin FF yang kata kamu sangat bermutu ini. Makasih…

Eh? Masak Hae Uke? Kira gak tau chingu…

Dan permintaan chingu buat nge-delete FF ini gak bisa Kira kabulin. Soalnya Kira tahu chingu suka FF ini #Wink~~ datang lagi ne?

Arit291 : Eonnieeeeeeeeeeeeeee #Kira suka buat eon blushing pokoknya #plak

Hahaha, iyah donk kalo eonnie mau cepet subur benihnya kita pupuk Yuuuukz…

Kira udah tepatin janji buat update looooh #molornya minta ampun tapi Hehehe

Ryu : Wah makasih…

Kira lanjutin part selanjutnya loh chingu…

Moga suka…

Ressijewelll : Halllooooooooooooooooooooooo

Hehehe… makasih Kira jadi lanjutin FF ini kok

Endnya? Errrrr mungkin belum terpikir bakal Happy atau Tidak… soalnya mungkin bakal lumayan lama cerita ini…

Mailani GD-lovers : Waaaaaaaaaaaah makasih Chingu…

Udah Kira lanjutin… seperti permintaan Chingu dan reviewer yang lain… Kira akhirnya punya keberanian buat lanjutin FF abal ini…

***%***

Mian untuk pendeknya update an kali ini… lain kali di sambung lagi, ne?

Buat semua Author, Reader, Reviewer dan teman-teman semua yang mau menghadapi UN Kira Cuma bisa memberi semangat agar KITA SEMUA LULUS 100%

SEMANGAT!

With love,

Akira (^^)