_KEEP_ON_SMILING_

author : Dandy

disclaimer : Tuhan, diri mereka, n ortu mereka

main cast : Yunjae n other

genre : Angst(mb), family(mb), romance(mb) n
other

warning : Gay, Yaoi, BL, Sho-ai. Gak suka jangan
baca. N yang bersedia RCL qu terima, dgn snang
hati... gak tau bisa lanjut ato gak nich ff ^^V

[A/N : murni dari otakqu, gak kopas dari mana"]
summery : terus tersenyum menerima apa yang
orang katakan tentangku.

_chapter 2A_

"Yunho/Sunbae?" dua orang selain Jaejoong disana
menatap Yunho aneh.

"Saya boleh satu kamar dengan Kim Jaejoong,
songsaemin?" tanya Yunho dengan tersenyum.

"Yunho, tapi kau kelas 3 dan..," kata-kata
Songsaemin langsung dipotong Yunho.

"Tidak ada aturan kamar anak kelas 2 dan 3 tidak
boleh bersamakan?" Yunho masih
mempertahankan senyumannya.

"Haahh~ baiklah kalau begitu," kata Songsaemin
menghela nafas. "Jaejoong, kau sekamar dengan
Yunho, dia anak baru di sekolah kita."
Jaejoong hanya menundukkan kepalanya.

"Kalau begitu, cepat kalian ke kamar kalian masing
masing. Oh ya Donghae, kau sekamar dengan
Eunhyuk. Dia di kamar 23."

"Ne songsaemin!" Donghae terlihat bersemangat
tidak marah-marah seperti tadi.

Tiga orang itu pun pergi dari ruangan khusus
guru. "Yunho sunbae, kau tidak takut ketularan
penyakitnya? Aku takut jika nanti kau ketularan dia,
dan jangan terpengaruh rayuannya ne. Dia seperti
wanita penggoda." ucap Donghae berjalan di
samping Yunho dan di belakang Jaejoong.

"Tidak, aku tidak takut!" jawab Yunho yakin,
matanya memandang punggung Jaejoong yang
berjalan pelan sambil menunduk menghentikan
langkahnya mendengar apa yang barusan Yunho
katakan.

"Baiklah, semoga kau baik-baik saja." pamit
donghae lalu berlalu dari Yunho dan Jaejoong.

"Jae-ah, tunggu!" panggil Yunho melihat Jaejoong
kembali melanjutkan jalannya, sepeninggalan
Donghae. Tapi langkah Jaejoong bukan berhenti
tapi melanjutkan langkahnya.

#Kamar Yunjae.

Jaejoong langsung merebahkan tubuhnya di kasur
sebelah beranda kamar di Villa itu. Membiarkan Jiji
ikut meringkuk di samping Jaejoong.

"Jae-ah." panggil Yunho setelah menutup pintu
kamar mereka.
Tidak ada respon dari Jaejoong, dia masih tidak
bergeming dan membelakangi Yunho.

"Aku tau kau tidak tidur..," ucap Yunho lagi yang
duduk di kasur sebelah kasur Jaejoong.

"Apa tujuanmu?" tanya Jaejoong pada Yunho,
ketus.

"Apa maksudmu?" tanya Yunho binggun.
Jaejoong bangun dari berbaringannya, menatap
Yunho yang juga sedang menatapnya. Mata besar
dan mata musang bertemu.

"Apa ini seperti di film-film itu? Taruhan untuk
mendapatkan uang dengan cara meniduri atau
mengencani seorang anak yang dibenci semua
orang? Haha, lucu." tawa Jaejoong dipaksakan.

"Apa yang kau katakan?" tanya Yunho
memandang Jaejoong binggung.

"Jangan berpura-pura. Teman? Kemarin kau
bilang? Bullshit tentang itu!" ucap Jaejoong
memandang Yunho sengit.

"Aku tidak tau apa yang kau bicarakan. Dan, aku
melakukan ini memang ingin berteman denganmu!
Memang apanya yang salah?" suara Yunho
terdengar meninggi.

"Ini sangat SALAH! Kau berteman denganku, itu
kesalahan bagiku, dan mungkin untuk semua
orang." Jaejoong menigikan suaranya dan berbisik.

"Apa di dunia ini ada aturan. Setiap orang tidak
boleh berteman dengan Kim Jaejoong?" tanya
Yunho menormalkan suaranya.
Jaejoong diam, menatap Yunho. Tidak tau harus
menjawab pertanyaan Yunho dengan apa.

"Tolong, jangan bicara padaku." ucap Jaejoong dari
beberapa menit dalam diam.
Yunho binggung dengan apa yang Jaejoong
pikirkan. Apa yang salah pada dirinya, dia hanya
ingin berteman dengan seorang Kim Jaejoong.
Tapi kenapa sikap Jaejoong seperti itu.

Dretttt~ Dretttt~

Handphone Yunho bergetar di dalam saku
celananya dan memperlihatkan kalau Yoochun
yang sekarang sedang mencoba menelefonnya.

"Halo." ucap Yunho setelah menekan tombol 'yes'.

[Kau dimana sekarang?] suara diseberang telefon
aka Yoochun, masih bisa Jaejoong dengar karena
suasana di kamar itu sunyi.

"Aku ada di kamar."

[Hey! Jangan bohong. Aku sekarang di kamar.]

"Aku memang di kamar, kau kamar nomor
berapa?" tanya Yunho menatap Jaejoong yang
diam, mengalihkan tatapannya dari Yunho.

[90.]

"Aku di kamar 95 sekarang. Dan kita tidak sekamar
Park Yoochun." jelas Yunho.

[MWO! Kau sekamar dengan siapa?] tanya
Yoochum diseberang telefon.

"Jaejoong." jawab Yunho, dan sepertinya Yunho
bisa melihat ekspresi Yoochun saat ini.

[Kau sudah gila! Kemarin aku sudah katakankan..,]
ucap Yoochun dipotong Yunho.

"Ne.. Ne, aku tau."
Jaejoong yang sepertinya tau arah pembicaraan itu
memilih pergi dari kamar. Membawa Jiji juga.
Yunho melihat itu, lalu mengejarnya.

"Yoochun, nanti ku telefon. Aku harus pergi." ucap
Yunho mematikan telefon secara sepihak.

Dikamar lain sepertinya Yoochun tidak terima kalau
telefon itu dimatikan.

"Yah! Jung Yunho!" pekiknya.

"Dia dimana?" tanya Junsu yang ada di kamar Yunho dan Yoochun (seharusnya) bersama Changmin.

"Dikamarnya." jawab Yoochun seadanya.

"Bukannya Yunho hyung sekamar denganmu?" ucap Changmin.

"Seharusnya begitu, tapi aku tidak tau. Katanya dia sekamar dengan Kim Jaejoong." lagi-lagi Yoochun lemas menatakannya.

"MWO! Kim Jaejoong!" teriak Changmin dan Junsu, Changmin yang sedang minum air langsung menjatuhkan air mineral itu.

"Kenapa bisa sekamar?" tanya Junsu, terlihat agak marah.

"Aku juga tidak tau dan sepertinya dia sudah terpesona dengan tampang Jaejoong."

"TIDAK BOLEH!" lagi-lagi Junsu dan Changmin berteriak bersamaan.

"Aku juga tidak mau kalau Yunho sampai tertarik pada Kim Jaejoong, aku takut dia akan tertular dan namanya bisa tercemar. Dan berhentilah kalian untuk tidak berteriak padaku!" bentak Yoochun di akhir kalimat.

"Sekarang dimana Yunho hyung? Aku akan memperingatinya." ujar Junsu yang memang marah beneran.

"Tidak tau, katanya tadi dia harus pergi." jawab Yoochun.

"Kamar mereka nomor bdrapa?" sekarang giliran Changmin yang bertanya.

"95," jawab Yoochun pendek.

"Aku akan cari dia! Menyusahkan!" ucap Junsu lalu melangkah pergi dari kamar itu, membanting pintu kamar. Yoochun dan Changmin memandang takut pada Junsu yang sudah tidak ada disana.

"Dia marah." ucap Changmin.

"Kenapa harus marah?" tanya Yoochun tanpa menatap Changmin.

"Kau tau dia dari dulu suka Yunho hyungkan, dan aku tau kau juga marah melihat Junsu seperti barusankan." ucap Changmin, pandangan mereka masih belum bertemu, hanya memandang pintu yang dibanting Junsu.

"Sok tau sekali. Dan kau tau, aku tau kau suka anak kelas 2-B, Cho Kyuhyun itukan," ujar Yoochun melirik Changmin yang membulatkan matanya.

"Dari mana kau tau!" pekik Changmin.

"Kalian sama-sama evil, dan ku pikir kalian cukup cocok jika berpacaran." Yoochun berucap tanpa dosa.

"YAH!" teriak Changmin.

"Jung Yunho!" teriak Junsu yang melihat Yunho berjalan dibelakang namja cantik, Yunho pun menoleh dan melihat Junsu berlari kearahnya.

"Junsuie?" ucap Yunho lirih, Jaejoong yang melihat itu memilih pergi dari sana, Yunho melihat Jaejoong pergi berniat menyusulnya. Tapi teriakan Junsu sekali lagi membuat langkahnya berhenti.

"Jung Yunho! Berhenti kau!"

"Ada apa?" tanya Yunho.

"Kau itu pabo ne!" bentak Junsu, memukul kepala Yunho.

"Aish! Sakit su." keluh Yunho memegang kepalanya.

"Kau sudah diperingati Yoochun agar tidak mendekati namja itukan!"

"Siapa maksudmu?"

"Jangan pura-pura polos, kau tau siapa yang aku maksud."

"Jaejoong maksudmu?" tebak Yunho.

"Haahh~." Junsu menghela nafas.

"Apa salahnya berteman dengan Jaejoong?" tanya Yunho polos.

"Aku, Yoochun, dan Changmin tidak mau kau sampai tertular dan terpengaruh apalagi tergoda dengan namja itu, bisa-bisa kau dicap buruk seluruh sekolah!" ucap Junsu geram melihat muka 'bodoh' Yunho.

"Suie, kau tau apa yang aku rasakan saat melihat dan ada didekatnya?" Yunho malah bertanya.

Junsu memandang Yunho dan perasaannya tidak enak, mendengar apa yang mungkin Yunho akan katakan.

"Aku tidak merasa takut jika penyakitnya tertular padaku, dan mungkin dia itu sehat, mungkin penyakit itu cuma gosip. Dan aku ingin selalu bersamanya, detakan ini selalu tidak beraturan saat dia menatapku, dan saat aku ingin bicara padanya...," ucap Yunho berhenti, memegang dadanya "Lalu, saat dia tersenyum, aku merasa bibir ini ikut tersenyum...," sekarang Yunho memegang bibirnya. "Dan, saat dia berada tidak jauh dariku, entah kenapa mataku seakan ingin terus memandangnya, dan sakit saat dia mengatakan aku harus menjauhinya." jelas Yunho.

"Kau menyukainya hyung..," ucap Junsu pelan tapi Yunho bisa mendengarnya.

"Iya, kau benar. Aku mungkin memang menyukainya. Pada pandangan pertama." senyum Yunho.

Junsu hanya menatap Yunho datar, dadanya nyeri saat mendengar ungkapan-ungkapan yang terucap dari bibir Yunho. Perasaan Yunho pada namja itu.

"Suie, tolong. Biarkan aku dekat dengannya, dukung aku ne." kata Yunho meminta dukungan Junsu.

"N..ne..," ucap Junsu lirih, dengan senyum dipaksakan.

"Aku tau kau memang sahabatku!" Yunho memeluk Junsu erat. "Kalau gitu, aku menyusul Jaejoong dulu ne."

Setelah melepas pelukannya, Yunho berlari untuk mencari Jaejoong.

"Kau hanya menganggapku sahabat, hyung?" ucap Junsu "Sakit." batin Junsu, dan tak terasa butiran bening jatuh dari pelupuk matanya.

Tiba-tiba seseorang menarik tangan Junsu, membawanya entah kemana.

Ditempat tak jauh dari Junsu dan Yunho bercakap tadi, sepasang mata mengamati mereka dan mendengar semua apa yang dua orang namja itu bicarakan.

'Aku menunggu 4 tahun agar bisa bertemu kau, tapi kau datang langsung suka pada namja penggoda itu! Aku akan tunjukkan, siapa yang pantas kau cintai Yun. Aku yang telah menunggumu atau namja penggoda yang tiba-tiba merusak dirimu!' batin yeojya yang memperhatikan Junsu dan Yunho tadi.

Kegiatan penanaman pohon untuk mengatasi cuaca akhir-akhir ini pun sekarang ini sedang berlangsung, Yunho yang dari tadi mencari Jaejoong pun memandang keseluruh penjuru tempat itu, tapi tetap saja, sosok seorang Kim Jaejoong tidak terlihat.

'Kemama dia?' tanya batin Yunho, dia terus berjalan tanpa menatap apa yang ada di depannya.

BRUKK!

"Aw, sakit..," rinti seorang yeojya yang Yunho tabrak.

"Mi...mian, mana yang sakit?" tanya Yunho panik.

"Lututku berdarah." keluh yeojya itu.

"Mian, aku benar-benar tidak sengaja." sesal Yunho.

"Yun...Yunho? Kau Jung Yunho?" tanya Yeojya itu.

"N..nde?" ucpa Yunho binggung.

"Kau lupa padaku?" tanya Yeojya itu, agak kecewa.

"Mi..mian, nugu?"

"Aku Go Ahra, teman SMPmu," kata Yeojya yang mengaku bernama Ahra itu.

"Go Ahra?" ucap Yunho masih binggung.

"Yeojya yang dulu sering mengejar-ngejar kau dan berakhir dikunci ditoilet oleh Changmin." kata Ahra mengatakan dengan cemberut.

"Ah! Aku ingat, itu kau? Hahaha... Kau tampak lebih cantik *coret*." ucap Yunho.

"Gomawo, kau juga terlihat lebih dewasa dan juga tambah tampan."

"Hahaha, aku masih sama. Oh ya, bisa kita bicara lain waktu, aku sedang sibuk sekarang." ucap Yunho.

"Ba..baiklah." ucap Ahra dan sepertinya tidak rela ditinggal oleh Yunho. 'Ini pasti karena Yunho ingin mencari namja penggoda itu, lebih baik aku lenyapkan saja sekalian namja penggoda itu dari dunia ini.' batin Ahra.

"Sampai Jumpa." Yunho pun pergi dari hadapan Ahra.

"Kau merasa lebih baik?" tanya Yoochun yang duduk di samping Junsu yang masih sesengukan.

"Ne, gomawo." ucap Junsu ketus.

"Kau harus melupakannya."

"Hey! Siapa kau mengaturku!" teriak Junsu.

"Aku hanya memberi saran!" Yoochun malah balik berteriak dan membuat Junsu yang baru selesai menangis, siap-siap untuk menjatuhkan air dari matanya lagi.

"Please! Jangan menangis lagi, oke! Aku tidak akan bicara lagi." ucap Yoochun mengalah.

Junsu tersenyum melihat ekspresi Yoochun, perlahan suara tawa khas seorang Junsu terdengar di indra pendengaran Yoochun.

"Dasar kau!" ucap Yoochun mengusap kepala Junsu.

"Seharusnya kau lihat wajahmu itu! Eu kyang kyang!" kata Junsu masih dengan tertawanya.

"Kau menyebalkan, tadi saja kau menangis seperti orang kesurupan, sekarang kau tertawa seperti orang kesetanan."

"Hey! Jangan melebih-lebihkan donk!" teriak Junsu disertai dengan jitakan dikepala Yoochun.

"Kau suka sekali menjitak kepala orang ya! Sakit!" keluh Yoochun.

"Jidatmu menggoda untuk dijitak. Eu kyang kyang!" Junsu tertawa lepas setelah menghina Yoochun, Yoochun pun ikut tertawa meliha Junsu tidak menangis lagi.

_Chapter 2 End_

JJma nya dikit ne... Chap 3 bakal aqu banyakin deh... Kufufufu
*bow*

sekian dan terima kasih... Sampai jumpa... #gubrak. ^=^V

RCL?