Summary:
Oh Kyungsoo: sejak pertemuan pertama mereka, Kyungsoo sudah jatuh hati pada kakak angkatnya, Sehun dengan sepenuh hati. Hingga suatu hari, tepatnya saat ia menginjak usia 17 tahun, Kyungsoo mengetahui bahwa kenyataan yang ada tak seindah impiannya selama ini. Kyungsoo memutuskan pergi dari rumah keluarga Oh, memulai kehidupan baru dengan membawa hati yang hancur. empat tahun kemudian mereka bertemu kembali dan rasa cintanya tetap tidak berubah.
Oh Sehun: sejak pertemuan pertama mereka Oh Sehun membenci Kyungsoo sepenuh hati. ibu Kyungsoo menghancurkan keluarganya dan Sehun tidak akan pernah melupakannya. Empat tahun kemudian mereka bertemu kembali dankebenciannya tidak pernah berubah.
" SEHUN AND KYUNGSOO"
CAST:
Do Kyungsoo (GS)
Oh Sehun
Pairing : Hunsoo, Slight Chansoo.
Rate: M
NOTE : This is REMAKE story from Wattpad by matchamallow if you want to read the original version, you can visit Wattpad.
.
.
.
Kyungsoo sangat gugup sore itu. Ayahnya mengatakan bahwa kakaknya, Sehun akan pulang ke rumah sementara mulai sore ini. Sudah enam tahun lebih ia tidak pernah melihat Sehun semenjak kakaknya itu memutuskan untuk kuliah di luar negri.
'Bagaimana ya wajah Sehun oppa sekarang?'
'Apa dia akan senang juga bertemu denganku?'
Kyungsoo masih ingat momen terakhir dirinya bersama Sehun. Saat itu Sehun membawa temannya yang bernama Jongin ke rumah. Kyungsoo masih ingat dengan namanya, karena teman kakaknya itu sangat tampan. Tapi seluruh hati Kyungsoo sudah ia serahkan sepenuhnya untuk kakaknya, sehingga ia tidak begitu tertarik pada Jongin. Cukup mengagumi wajahnya saja. Karena menurutnya kagum dan cinta adalah dua hal yang berbeda.
"Moe, kenapa kau diam saja?" Kyungsoo mencengkram boneka penguinnya dengan gemas.
Kyungsoo sering sekali melampiaskan emosinya pada boneka itu. Saat sedih ia akan menangis memeluk Moe, saat senang dia akan memeluk Moe juga, saat kesal ia akan memukul Moe, dan kadang menjadikannya sasaran smack down ala Kyungsoo di kasur.
Dan sekarang ia kembali mondar mandir di kamarnya sambil menyeret Moe. Moe adalah boneka penguin pemberian ibunya. Entah kenapa boneka itu masih bertahan hingga sekarang, meski warnanya sudah mulai memudar. Moe selalu mengingatkan dirinya pada ibunya, tapi dia juga tidak pernah menganggap Moe sebagai pengganti ibunya. Menurutnya Moe hanya sebuah boneka.
Setahun setelah diadopsi, ayahnya baru memberitahukan kenyataan bahwa ibunya telah tiada. Kyungsoo menangis mendengarnya... tapi ia akhirnya mengerti, kenapa ayahnya tidak mengatakannya sejak setahun lalu. Itu semua agar Kyungsoo memiliki tempat untuk bersandar saat ia sedih. Dan tempat itu adalah ayah barunya, yang selalu menyayanginya.
Saat masih hidup, ibunya sangat membenci saaat Kyungsoo menangis. Maka dari itu ia tidak akan menangis lagi.
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, dan Sehun belum muncul juga. Kyungsoo sudah melakukan kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh orang yang sedang menunggu, yaitu mondar mandir di ruang tamu, lalu kembali mondar mandir di kamarnya, lalu ketoilet berkali-kali karena perutnya mulas akibat gugup.
'jangan bilang kalau Sehun oppa lupa!'
Padahal ia sudah mandi dan mencuci rambutnya berkali-kali dengan sabun shampoo nya yang beraroma magnolia. Ia juga sempat berdandan tadi... dan menghapusnya kembali setelah melihat pantulan dirinya di cermin yang lebih mirip medusa. Ia memang tidak pintar berdandan, tapi setidaknya ia sudah berusaha.
Pukul sepuluh lewat lima puluh lima menit empat puluh detik. Kyungsoo berjalan dengan gontai menaiki anak tangga menuju kamarnya. Sehun belum menampakkan batang hidungnya juga padahal waktu sudah hampir jam sebelas malam. Ia mungkin lupa dengan janji pada ayahnya, atau mungkin ia memang tidak berniat kesini. Entahlah yang mana yang benar, yang jelas Kyungsoo merasa kecewa.
Yah...sebenarnya kalau di pikir-pikir, tanpa Sehun pun tidak apa-apa ia tinggal sendiri. Ayahnya itu hanya mencemaskan sesuatu dengan terlalu berlebihan. Ia bisa menjaga dirinya sendiri.
Sebelum tubuhnya mencapai kasur, tiba-tiba intercom di kamarnya berbunyi. Security rumahnya mengatakan bahwa ada seseorang di depan yang mengaku sebagai Oh Sehun, anak ayahnya. Kyungsoo langsung berteriak senang dan mengatakan pada security itu untuk memperbolehkan Sehun oppa-nya masuk.
"Oh tidak!Oh tidak!" Kyungsoo memegang kedua pipinya sambil berteriak.
Sehun oppa-nya benar-benar datang. Dan ia akan bertemu dengannya sebentar lagi.
Kyungsoo kembali mondar mandir, dan tiba-tiba teringat bahwa pintu depan sudah terkunci. Ia langsung melesat keluar kamar dan menuruni tangga untuk membuka pintu.
Dan tepat saat ia membuka pintu, ia melihatnya...
Sehun oppa yang dicintainya... suami masa depannya...
Sehun masih tetap memiliki wajah seperti dulu. Hanya saja sekarang lebih terlihat dewasa. Tentu saja, enam tahun lalu Sehun masih berusia 17 tahun. Tapi rambutnyamasih sama seperti sebelumnya.. dan Kyungsoo tetap menobatkannya sebagai pria tertampan di dunia versi dirinya sendiri.
Kyungsoo dengan spontan memeluknya karena begitu gembira.
"Sehun oppa! Aku merindukanmu."
Kata-kata itu terucap dari bibirnya begitu saja. Ia juga memeluk kakaknya tanpa malu-malu, padahal rasanya mereka tidk pernah akrab sebelumnya. Masa bodoh... ini merupakan kesempatannya untuk bisa memeluk kakaknya itu. Kapan lagi ada kesempatan seperti ini?
Kyungsoo tertawa dalam hati.
Kakaknya itu benar-benar keren. Kalau sedang memeluknya sepert ini, ia jadi bisa sekalian menyentuh-nyentuk tubuh kakaknya. Kyungsoo jadi mengetahui bentuh tubuh Sehun yang benar-benar mendekati ideal, seperti pria-pria yang ada di film yang ditontonnya. Dada bidang, perut rata, lengan yang berotot namun tidak terlalu besar. Sempurna.
Kyungsoo juga bisa mencium aroma tubuh Sehun. Meskipun aroma yang menguar bercampur aduk... mulai dari aroma lembut pengharum pakaian, sabun, parfum mobil, dan parfum wanita...baiklah yang terakhir itu menyebalkan, tapi ia juga tidak bisa melarang kakaknya untuk bergaul dengan wanita. Sehun kan belum menjadi suaminya. Tolong garis bawahi kata belum, yang artinya Sehun pasti akan menjadi suaminya suatu saat nanti, dan Kyungsoo tidak akan membiarkannya melirik wanita manapun saat itu. Sempurna!
"Sudah selesai?"
Terdengar suara dari atas kepalanya, sehingga Kyungsoo langsung mendongakkan kepalanya. Mendadak ia tersadar dan langsung melepaskan pelukannya sambil tertawa.
"Mianhae, oppa hihi! Habisnya kita sudah lama sekali tidak bertemu. Apa oppa tidak merindukanku?" tanya Kyungsoo dengan riang.
Sehun tidak menjawab dan langsung melewatinya menuju tangga. Kyungsoo cepat-cepat mengunci pintu, lalu berlari mengikutinya.
"Oppa, kau mau kemana? Oppa tidak bertanya apapun padaku? Misalnya, bagaimana kabarku? Bagaimana keadaan ayah? Aku sekarang kelas berapa, atau aku sudah punya pacar atau belum?" Kyungsoo menghujani kakaknya dengan berbagai obrolan di belakang punggungnya.
Sehun menggertakan giginya sambil terus berjalan menaiki tangga. Kyungsoo begitu berisik di belakangnya dan terus menerus mengoceh tentang hal yang bersifat basa basi. Sehun merasa gadis itu seperti lebah, selalu berputar-putar di sekelilingnya dan mendengungkan suara. Mimpi apa dia semalam?
Tapi Sehun tidak bisa menampik kalau gadis itu sudah tumbuh besar. Ia hampir tidak mengenalinya tadi jika saja Kyungsoo tidak memanggilnya oppa. Meski tidak terlalu cantik, mata dan bibir Kyungsoo sangat menarik perhatian. Dan parahnya lagi, gadis itu memiliki bentuk tubuh yang bisa membuat seorang petapa turun dari gunung. Berapa umur gadis itu sekarang?
Sehun harus sedapat mungkin menghindari berlama-lama menatap Kyungsoo. Ia kembali mengingatkan dirinya, bahwa ia membenci gadis itu.
"Oppa! Kenapa kau diam saja. Setidaknya aku juga ingin tau kabarmu." Kyungsoo tiba-tiba memakai tubuhnya untuk menghalangi pintu masuk menuju kamarnya hingga membuat Sehun tertegun.
"Aku lelah dan ingin beristirahat, Kyungsoo. Bisakah kau menyingkir?" Sehun menjawab dengan dingin.
Kyungsoo melirik ke kanan dan ke kiri mempertimbangkan sesuatu. "Baiklah." Kyungsoo tersenyum dan dengan cepat berpindah kesampingnya.
Sehun memutar kenop pintu dan...
"Pintu ini terkunci, Kyungsoo." Sehun menghela nafas.
"Benar sekali, oppa! Aku baru saja mau mengatakan hal itu padamu." Kyungsoo menepuk-nepuk bahu Sehun sambil tertawa.
"Lalu dimana kuncinya?" Sehun merasa darahnya mulai mendidih.
"Tidak tau. Kamar ayah juga terkunci, jadi kau juga tidak bisa tidur disana." Kyungsoo menjawab dengan santai.
'Apa gadis ini mau mempermainkanku?'
"Jadi tolong katakan dimana aku harus tidur?" Sehun bertanya lagi sambil menumpukkan kening pada pintu kamarnya agar ia bisa bersabar.
"Oppa bisa tidur bersamaku?"
Sehun tidak percaya mendengarnya. Ia spontan menoleh menatap Kyungsoo dengan wajah geram.
"Aku bercanda! Astaga, oppa. Kau serius sekali, aku jadi takut melihatmu. Ini kuncinya. Kamarmu selalu di bersihkan setiap hari meskipun kau tidak di sini." Jawab Kyungsoo sambil menyodorkan anak kunci.
Sehun menerimanya dengan kesal. Seumur hidupnya, ia belum pernah dipermainkan oleh wanita.. apalagi wanita seusia Kyungsoo. Entah berapa usianya.
"Kamar kita bersebelahan, oppa. Jika kau memerlukan sesuatu, kau bisa mencariku di kamar sebelah. Aku jarang mengunci pintu jika tidur." Kyungsoo kembali tertawa.
Blam!
Sehun membanting pintu kamarnya tepat di depan wajah Kyungsoo setelah ia masuk ke dalam kamarnya. Kyungsoo pun menghentikan tawanya dan menghela nafas, lalu berjalan menuju kamarnya sendiri.
.
.
.
.
Sehun merasa lega karena sudah berhasil memasuki kamarnya. Ia bersandar di pintu sambil menekan saklar lampu yang ada di sebelah pintu kamarnya. Seperti yang Kyungsoo katakan, kamarnya memang terlihat sama seperti saat terakhir kali ia tempati.
Sehun kemudian membalikkan badan untuk mengunci pintu. Untung saja ia ingat untuk mengunci pintunya. Gadis itu benar-benar tidak waras. Apa Kyungsoo tidak sadar bahwa sejak tadi ia mengucapkan kata-kata yang menyiratkan sebuah 'undangan'?
"Oppa bisa tidur di kamarku."
"Kamar kita bersebelahan, Oppa."
"Aku jarang mengunci pintu jika tidur."
Sial!
Dan tangan gadis itu tadi menggerayangi tubuhnya di pintu depan saat memeluknya! Apa maksudnya?!
Sehun hampir saja tidak bisa menahan diri dan hampir menelanjangi gadis itu di lantai ruang depan, jika saja ia tidak ingat bahwa gadis itu adalah Kyungsoo.
'Benar juga...dia Kyungsoo..
'Ibunya adalah wanita jalang, pantas saja kelakuan gadis itu juga seperti wanita jalang.'
.
.
.
.
Sehun bangun dengan kebingungan pagi itu. Ia lupa bahwa ia tidur di rumah tanpa membawa pakaiannya. Pakaian-pakaian lamanya sudah tidak ada lagi di almari kamarnya, mungkin sudah di buang atau di sumbangkan oleh ayahnya. Terpaksa ia mandi dan memakai pakaiannya kemarin malam, untung saja perlengkapan lainnya masih tersedia di rumahnya. Setelah sarapan, Sehun berencana akan pulang dulu ke apartemennya untuk mengambil barang-barang yang di perlukan, baru setelah itu ia akan berangkat ke kantor untuk menggantikan tugas ayahnya.
Sebenarnya Sehun merasa jika kepentingannya untuk pulang ke rumah ini sungguh tidak masuk akal. Kalau dipikirkan kembali, ia pulang semata-mata hanya untuk menjaga Kyungsoo, putri angkat kesayangan ayahnya. Kata 'kesayangan' itu membuat Sehun agak kesal. Mungkin karena ia iri pada Kyungsoo, karena gadis itu mendapatkan kasih sayang dari ayahnya. Tapi sedari kecil ayahnya juga menyayangi dirinya dan itu wajar karena ia anak kandung ayahnya. Sedangkan Kyungsoo? Kalau saja bukan karena janji pada ayahnya, Sehun tidk akan sudi untuk menjaga adik angkatnya itu. Anak dari wanita yang telah menghancurkan keluarganya.
.
.
.
.
"Sehun Oppa! Kau sudah bangun?"
Sehun menggertakan giginya tanpa menoleh ke asal suara. Baru saja ia sampai di meja makan dan sedang memikirkan gadis itu, dia sudah muncul di ujung atas tangga.
Sehun mendengar langkah kaki yang sedang menuruni tangga dengan tergesa-gesa dan...
Brak Bruk Brak!
Sehun tentu menoleh dengan spontan setelah mendengar suara itu. Ternyata Kyungsoo sudah jatuh terguling dari atas tangga dan membuat Sehun meringis melihatnya. Seketika ia berdiri dari kursinya untuk memastikan bahwa tidak terjadi apa-apa pada gadis itu. Meski ia membenci Kyungsoo, tapi gadis itu juga manusia, dan kebetulan dirinya masih memiliki rasa kemanusiaan.
Baru saja ia ingin menolong, tapi ia segera mengurungkan niatnya setelah melihat Kyungsoo terbangun sendiri sambil meringis dan mengelus-elus pinggangnya. Kyungsoo terlihat sudah memakai seragam sekolahnya.
"Kau tidak apa-apa?" Sehun bertanya pelan sambil menjaga nada suaranya agar tidak terdengar khawatir.
"Tidak apa-apa Oppa, tadi aku terpeleset. Untung tidak terlalu tinggi, hanya lima tangga. Oppa tidak usah khawatir, aku tahan sakit kok.. hihihi." Kyungsoo tertawa kembali sambil mengambil tas sekolahnya yang ikut terjatuh bersamanya.
Sehun akhirnya duduk kembali di tempatnya semula. Perkataan ayahnya memang benar, Kyungsoo memang ceroboh. Tapi dia tidak menduga bahwa gadis itu seceroboh tadi. Dia memang luar biasa.
Sampai di meja makan, Kyungsoo menarik kursi yang bersebrangan dengan kursinya. Meja makan ini tidak terlalu besar, hanya tersedia kursi untuk enam orang. Sehun tidak memperdulikan apa yang sedang Kyungsoo lakukan, ia hanya berusaha secepat mungkin untuk menghabiskan sarapannya agar tidak perlu berlama-lama dengan Kyungsoo. Dan dia juga tidak akan berbicara dengan Kyungsoo apapun yang terjadi. Biarkan saja gadis itu mengoceh sesuka hatinya.
Dan tidak disangkanya, Kyungsoo tidak duduk di kursi yang ditariknya tadi. Gadis itu hanya menaruh tas sekolahnya, lalu berjalan mengitari meja, menarik kursi di sebelah Sehun dan duduk disana.
Sehun membeku menatap Kyungsoo.
"Kenapa kau duduk disini?" Sehun tanpa sadar bertanya.
Sial! Tadi dirinya berpikir bahwa ia tiak akan berbicara dengan gadis ini, tapi kenapa sekarang malah dirinya sendiri yang memulai pembicaraan.
Kyungsoo menoleh bingung, lalu menatap sekelilingnya. " Ini meja makan kan?"
Sehun tidak tau harus bagaimana lagi ia harus menjawab pertanyaan Kyungsoo. Ia benar-benar tidak bisa berkutik lagi, jadi dia hanya menghela nafas dengan pasrah dan bertopang dagu kearah lain.
Sehun kembali mendengar suara kursi yang ditarik oleh Kyungsoo. Sehun yang penasaran akhirnya menoleh, ternyata Kyungsoo sedang mendekatkan kursinya dengan kursi Sehun.
'Sebenarnya apa maunya gadis ini? Apa ia tidak tau kalau aku membencinya?' ucap Sehun dalam hati.
Dengan posisi mereka yang berdekatan seperti ini, Sehun dapat melihat dengan jelas rambut bergelombang Kyungsoo yang diikat kuncir kuda, beberapa anak rambut tumbuh di dekat tengkuknya yang indah, membuat tangan Sehun gatal untuk menyentuhnya. Pandangan Sehun turun menyusuri leher Kyungsoo yang indah, lalau lekukan dada gadis itu, berlanjut ke pinggang ramping Kyungsoo, dan berakhir di ujung rok pendeknya yang menyisakan banyak pemandangan kaki jenjang Kyungsoo.
Memandang Kyungsoo seperti itu hanya membuatnya 'kepanasan' di pagi hari. Ia harus segera menyingkir dari sisi Kyungsoo sebelum benar-benar tidak waras.
Kyungsoo sangat senang karena bisa memandangi wajah tampan kakaknya secara langsung pagi ini. Baru saja ia merasa senang sesaat, tiba-tiba Sehun berdiri dari kursinya hingga membuat Kyungsoo tersentak.
"Oppa, kau mau kemana?" tanya Kyungsoo sambil mengawasi Sehun yang berjalan mengitari meja makan menuju ke ruang depan.
"Berangkat ke kantor menggantikan ayah."
Kyungsoo merasa kecewa. Sehun sepertinya memang tidak suka berdekatan dengannya. Tapi sebelum berangkat cek medis, ayahnya memang menjelaskan bahwa kakaknya hanya di rumah untuk melindunginya di malam hari, jadi mau tak mau Kyungsoo harus pasrah menerimanya.
"Oppa! Oppa! Tunggu aku. Kau tidak meminta nomor ponselku? Bukankah kau harus menjagaku selama ayah pergi? Bisa saja aku pulang sekolah tidak langsung pulang kerumah, atau aku membawa seorang laki-laki ke rumah dan melakukan perbuatan tidak senonoh sementara kau dan ayah tidak ada." Ucap Kyungsoo setengah berteriak sambil berusaha mengejar kakaknya.
Sehun menghentikkan langkahnya dan berbalik sambil menatap kesal pada Kyungsoo "Kau akan melakukan semua yang kau katakan tadi?"
Kyungsoo ikut berhenti dan mengedikkan bahu sambil tertawa." Ha-ha-ha Tidak, sih."
Sehun tidak menjawab dan kembali berbalik menuju pintu depan.
"Kalau begitu, aku yang akan menghubungimu Oppa. Kebetulan aku tau nomor ponselmu." Kyungsoo berteriak lagi, berharap kakaknya mendengar ucapannya.
.
.
.
.
"Kau kenapa hari ini Kyung? Sejak tadi pagi aku perhatikan kau selalu senyum-senyum sendiri. Kau tau, aku agak jijik melihatnya." Kyungsoo langsung menoleh ke samping menatap Seohyun, teman sebelah kiri bangkunya. Seohyun adalah anak terpintar di kelasnya, ia memakai kacamata dan selalu berpenampilan rapi, berbeda sekali dengan dirinya yang urakan. Seohyun tampak sedang menulis, dan Kyungsoo heran anak itu ternyata masih sempat memperhatikannya.
Kyungsoo merasa selama ini Seohyun adalah orang yang sangat tenang. Ia jarang pergi ke kantin, jarang pergi ke toilet, dan jarang berbicara. Bahkan jika terjadi gempa bumi berkekuatan 9 skala ritcher pun, Seohyun masih akan tetap duduk tenang di kursinya sementara satu kelas berhamburan.
"Aku bertemu dengan calon suami masa depan ku Seo." Jawab Kyungsoo antusias sambil memegang pipinya.
Seohyun menoleh pada Kyungsoo sambil mengernyit. "Oppa mu?"
Kyungsoo tersentak "Bagaimana kau bisa tau?"
Sebelum Seohyun sempat menjawab, Chanyeol yang ada di sebelah kanan Kyungsoo ikut menimpali. "Tidak usah kaget, Kyung. Seluruh siswa di sekolah ini sudah tau kalau kau menyukai Kakakmu sendiri. Kau selalu membicarakan tentang kakakmu itu sepanjang waktu, seakan-akan dia adalah satu-satunya laki-laki yang hidup di muka bumi."
"Kau memang benar Chan, Oppa ku itu memang Jjang." Kyungsoo tidak menampik pernyataan Chanyeol barusan.
Chanyeol dan Seohyun memutar bola mata mereka mendengar ocehan Kyungsoo yang selalu membangga-banggakan kakaknya. Seohyun pun langsung melanjutkan acara menulisnya yang sempat tertunda.
"Aku berani bertaruh, kalau wallpaper ponselmu sekarang adalah foto kakakmu yang kau curi diam-diam dari social media." Chanyeol melanjutkan dengan tenang.
Kyungsoo menggertakan gigi mendengarnya. Tebakan Chanyeol tepat seratus persen.
"Chan... terserah aku ingin memakai wallpaper siapapun di ponselku. Itu adalah hak asasi ku, mengerti?!"
"Ya..ya terserah kau saja, Kyung. Aku hanya kasihan padamu yang menyia-nyiakan masa mudamu hanya demi kakakmu yang belum tentu memiliki perasaan yang sama denganmu." Chanyeol menjawab sambil melirik dada Kyungsoo.
"Kau berkencan denganku saja, bagaimana?"
Kyungsoo mencibir dengan jijik. "Apa kau tidak salah? Kau kan sudah berkencan dengan Yejin?"
Chanyeol yang sering ia panggil dengan sebutan Chan Chan adalah seorang idola di sekolahnya. Wajahnya tampan, dan penampilannya sangat modis. Ia adalah anak dari seorang pengusaha klub, karaoke dan berbagai usaha hiburan malam lainnya. Chanyeol memiliki kekasih cantik dan idola juga di sekolah mereka bernama Kim Yejin. Sejak pertama masuk ke sekolah ini, ia sudah dekat dengan Chanyeol. Selain karena mereka sekelas, mereka juga sering bermain basket bersama.
"Kalau kau menyetujui untuk berkencan denganku, sekarang juga aku akan memutuskan hubunganku dengan Yejin."
"Apa kau sedang mabuk? Kau sudah sering bilang bahwa aku adalah wanita yang paling tidak feminim di muka bumi. Kau ingat?" kyungsoo tidak pernah menganggap serius perkataan Chanyeol. Chanyeol memang senang sekali bercanda, apalagi pada dirinya.
"kau benar. Tapi setelah aku lihat, kau lumayan juga. Kau memang tidak terlalu cantik, Kyung, tapi semakin lama melihatmu entah kenapa kau jadi semakin cantik." Chanyeol menjawab dengan santai sambil kembali memperhatikan tubuh Kyungsoo.
"Maka dari itu aku bilang kalau kau sedang mabuk! Sudah, berhenti memperhatikan dadaku!" kyungsoo berteriak kesal.
"Aku juga tidak mau berkencan dengan laki-laki mesum sepertimu. Karena aku selalu setia pada my honey sweety darling, yaitu...
"Oppa mu." Jawab Chanyeol memotong perkataan Kyungsoo.
"Yap, kau benar Chan!" Kyungsoo mengedipkan sebelah matanya sambil tertawa, dan diikuti Chanyeol yang juga ikut tertawa.
Seohyun yang sejak tadi di lupakan oleh kedua Sahabat anehnya itu, hanya bisa memutar bola matanya mendengar obralan mereka.
TBC
Bonus update 1 chapter karena review kalian sudah sampai 10 reviewers hihi *apalah*
terima kasih sudah mau baca ff ini, semoga suka dengan ceritanya, dan masih setia buat baca... gak mau ngomong yang banyak-banyak dulu karena ini update pake komputer kantor menjelang pulang.. enjoy read
jangan lupa vote exo di mama guys love love love
