Disclaimer :
Vocaloid itu sebenernya punya mbah Yamaha
Kalo punya ane... udah aku nikahin tuh Kaito sama Len. #plak
PERINGATAN bagi yang berumur 100++ makasih masih idup dan baca fanfic gaje ini, bagi 100—lanjut...
Terdapat beberapa ke OOC'an yang menggila, Typo yang tak disangka-sangka, dan cerita abal serta adegan yang uh... kimochi #apa'an neh!...
Rate bisa loncat tanpa ada aba-aba sebelumnya.
For this chapter rate T-M XD
Ok... Enjoy it...
Summary
Chap 2. Summary.. Rin Kagamine siswi populer yang jossss! Markotop... puinter... dan cuantik... jadi bintang sekolah. Punya temen kamar loli bernama Miku dan pernah dilecehkan(?) ama anikinya Miku, Mikuo. Tapi ternyata… tahukah kalian? Rin yang cuantik itu sebenernya Cuma seorang trap?
[Mikux trap Rin, trap RinxMikuo] #Pair bisa ganti-ganti kapan aja…
.
.
.
.
Chapter 2
Rin kagamine seorang gadis berkepala kuning(?)#ambigu. Yang doyan njilat es krim(?)#ambigu. Dan ngemut pisang(?!)#SUPER ambigu. (Lho.. bukannya kesukaannya Rin itu jeruk ya?)
Dan mungkin sekarang ini Rin lagi divonis sebagai gadis ambigu(gadis yang memiliki 2 pengertian). Kenapa bisa begitu?. Soalnya… Rin itu…
Blushing ketika melihat pantsu milik temen sekamarnya 'Miku'(?).
Mengutuk jijik lelaki yang tiba-tiba mengejarnya Mikuo(?).
Menggunakan Boxer dan tidak memakai bra… sebab dadanya rata banget…(?)
Nyimpen majalah ero dilemarinya…(?)
Pernah dipergoki sama Miku ketika ia lagi mimpi basah(?)
Dan yang bikin jadi sangat janggal (apabila orang ini masih disebut sebagai seorang gadis.) adalah…
'gadis ini mempunyai pisang lho… (apalagi punyanya itu lebih besar dari punyanya Mikuo#plak… Author mulai hentai…)
Dari semua bukti real di atas… apakah masih pantas… seorang Rin Kagamine disebut sebagai seorang gadis…(?)
.
.
.
Rin… (yang ternyata) seorang pemuda bersurai pirang dengan iris mata cerulean tengah berjalan gontai menuju kamar asramanya. Hari itu mungkin hari yang berat bagi Rin… sangat berat sampai-sampai atlas tak kuat ngangkat dungeon(?). dibukalah pintu kamar yang bertuliskan '201' (emang hotel?).
Disana terihat… gak terlihat apa-apa saudara sekalian, soalnya lampunya enggak dinyalakan.
"cklak…" lampu dinyalakan.
"lho… mana Miku ya?" gumam Rin yang menyadari jika temen kamarnya yang loli itu enggak ada di sana.
Tapi Rin tak menghiraukannya, ia terlihat begitu lelah… lelah fisik… dan lelah mental…
Kemudian ia membuang tas malang di lengannya ke atas kasur. Mencopot almamaternya, dan mengambil handuk. Rin pun beranjak menuju kamar mandi.
"srr…."
Rin memandangi air yang keluar dari kran. Kemudian ia perlahan mengambil sikat WC dan menggosok giginya.
Mungkin Rin terlalu banyak pikiran saudara-saudara, sampai ia lupa jika sikat WC itu bukan untuk menyikat gigi. Sudahlah biarkan saja gadis_ralat pemuda itu. Author juga tidak akan mengganggunya, biarkan dia puas dan sedikit demi sedikit melupakan aibnya.
Puas menyikat gigi, Rin mulai mencopot kemeja dan roknya. Terlihat disana boxer warna merah tua menutupi tubuh bagian bawahnya. Dan walau Rin terlihat kecil, ternyata tubuhnya berotot juga loh… Author aja udah gak tahan pengen bawa Rin ke kamar author#maksudnya buat mijitin gitu…
Terlihat di sudut sana Rin Kagamine sedang menatap Author dengan muka cengo dan ngedumel, "kagak sudi gue". Dan authorpun nangis guling-guling di atas kasur.
.
.
"tadaima…" Miku kembali ke asramanya, iris matanya langsung menoleh ke arah Rin yang saat itu lagi maen game di laptopnya.
"oh… okaeri Miku…" Rin masih asyik maen game Skyrim illegal yang baru aja ia dapet dari Luki. Sepertinya Rin udah mulai melupakan masalahnya.
"oh ya… tumben kamu keluar Miku? Emangnya kamu habis dari mana?" Tanya Rin santai, masih tak memalingkan pandangannya dari game.
"eh..anu.. ke minimarket" jawab miku..
"minimarket? Kamu beli apa disana?" Tanya Rin lagi, yang rupanya kepo melulu.
"beli…beli… aku beli pembalut"
ucap Miku blushing.
Rin yang mendengar jawaban dari Mikupun ikut Blushing. "ah… begitu ya?". Rin agak bersalah telah menanyakan hal yang tak penting kepada Miku.
Entah bagaimana asalmulanya, sikap mereka berdua tiba-tiba jadi awkward. Keheningan melanda kamar mereka bung!
"nee Rin?" panggil Miku.
"em…" jawab Rin dengan wajah hawatir dan berkeringat dingin. Suasana begitu sunyi, sampai-sampai suara detik-detik jampun bisa terdengar.(plus suara pedang-pedangan dari game skyrim)
Miku menelan ludah.. mulutnya mulai membuka seperti ingin menyampaikan sesuatu, tapi sayang abdi badan tak sampai.#author lebay.
Lalu… suara yang pelan tapi pasti, keluar dan memecah keheningan
"prut…"
Kedua gadis_maaf ralat lagi, kedua anak muda itu langsung faceplam saat mendengar suara yang ternyata bukan berasal dari mereka berdua…
Hehe maaf sodara-sodara, saat ini perut author lagi gak bersahabat. Jadi kadang suka keluar sembarangan hehehe.
Oke, Author langsung dibuang para readers ke jurang kegelapan! Tunggu! kalau ane dibuang… siapa yang akan melanjutkan fic ini…?
Ya… karena alasan seperti itulah.. ahirnya fic ini
TBC…
.
.
"gile luh author… jangan banyak bacot… cepet selesain ni Fic… " kata Miku yang lagi OOC sambil ngiket Author dan nyelupin Author ke dalam oli panas.
Oke…oke.. Author khilaf… tapi tolong jangan siksa ane… ane punya lima istri dan 10 anak… kalo ane mati, siapa yang ngurusin mereka?
"jadi lo… Lesbi thor?" teriak semua orang (reader, Miku dan Rin).
Bo'ong tau… ane belum nikah… ane masih SMA dan masih pengen lanjutin kuliah…
"Oke… daripada banyak omong, mending luh terusin nih cerita..!" Amuk readers..
Si…siap! Authorpun langsung ngesot kedepan laptop dan mulai menulis.
.
.
Maaf enggak jadi TBC
Back to story…
"nee.. Rin.."
"em…?"
"apa benar… kau itu…"
Kalimat menggantung yang udah buat hati Rin dag dig dug itu udah pasti kalimat Tanya tentang kebenaran jenis kelamin Rin.
"ternyata Miku udah tau… ya jelaslah… Mikuo pasti udah beri tahu biar adeknya berhati-hati sama aku.." Rin berbicara pada dirinya sendiri. Tangannya menggenggam keras, dan tanpa basa basi lagi Rin melontarkan jawabannya.
"i..iya benar, tapi tolong jangan beri tahu kesiapa-siapa ya… soalnya ini rahasia…". Rin memohon, padahal Miku belum Tanya soal apa, si Rin malah asal langsung jawab aja.
Bisa sajakan… Miku enggak Tanya soal itu kaya di cerita-cerita gitu. Si aktor utama ngira kalau rahasianya terbongkar, lalu di interupsi sama heroinnya, detik detik penuh dag dig dug yang bisa-bisa mbuat jantung si tokoh utama copot ternyata hanya bo'ongan. Soalnya si heroin sebenernya kagak tau apa-apa dan malah menanyakan topik lainnya. Hahaha cerita seperti itu terlalu mainstream#mang cerita luh enggak?#diem luh author..#situ yang diem thor…#diem!#luh yang diem! #yaelah… nih author malah ribut ama dirinya sendiri seh…. Readers lelah author.
Ya.. kembali ke masalah mainstream ato enggak, di fic ini, kagak ada adegan kaya gitu… sekali ketahuan tetep ketahuan. Seperti pepatah 'sekali banci tetep laki',(alah… kagak nyambung…)
Lalu… inilah jawaban pamungkas dari Miku yang langsung ngejleb hati Rin.
"benarkah kau itu yuri?" #yah… ternyata pasaran sodara-sodara…
"ya.. bukanlah! Gue suka cewek karena gue laki-laki tulen tau… bukan seorang pencita sesama…!" kata Rin yang tanpa sadar membocorkan rahasianya sendiri.
"tunggu darimana kau tahu, kalau aku suka perempuan?" Rin masih enggak nyadar kalo rahasianya udah terbongkar, dan malah mikirin pertanyaan enggak penting. Sementara itu, si Miku lagi syok berat. Matanya melek merem… ketip-ketip alay, menunjukkan kalo ia bener-bener kelilipan(?).
"jadi kamu laki-laki Rin? Beneran kalau kamu laki-laki… ?"
"eh.. itu.." ahirnya Rin sadar juga.
"berarti… waktu itu… " Miku berhenti sejenak… sepertinya ia berpikir sesuatu dan secara tiba-tiba matanya terbelalak, mulutnya terbuka lebar sehingga tangannya dengan sigap menutup mulut itu.
"berarti… waktu itu… aku enggak salah kan ya?" Miku mulai meneteskan air mata, membuat Rin tambah bingung.
"aku enggak goblok kan ya? Hipotesis ku bener kan ya? Instingku kagak salah kan ya?" Miku terus saja bicara sambil masukin kata 'kan ya' disetiap akhir kalimatanya.
Tampaknya Miku kegirangan sodara-sodara. Terlihat sekarang ia lagi jingkrak-jingkrak gak jelas, kaya orang miring yang baru saja dapet bungkus makanan. Padahal itu hanya bungkus makanan, tapi kok orang miring keliatan bahagia banget… ya.. namanya juga miring. Lho.. kok gue malah cerita tentang diri gue sendiri? (sacara tak sadar, author bilang jika dirinya miring)
.
.
Rin yang melihat aksi Miku hanya bisa sweatdrop.
"aneh nih… gadis" fikir Rin saat itu. lalu sepasang pemuda dan gadis belia itu, saling bersalaman pertanda bersatunya kembali ikatan persahabatan mereka. #emangnya tadi sempet putus?.
Sudahlah lupakan saja alasan yang tak masuk akal itu, ingat pepatah 'karena Rin anak papa Kaito, maka Rin selalu benar'. Jika mengingat pepatah itu, seabsurd apapun cerita di fic ini… maka cerita itu selalu benar…
.
.
.
Pagi itu… terasa melelahkan bagi kedua anak muda yang sekarang ini lagi males-malesnya bangun tidur. Si pemuda ahirnya membuka matanya, ia menguap lebar dan merasa kesakitan diseluruh tubuhnya, terutama tubuh di bagian bawah(?). pemuda dengan surai blonde itu melirik kea rah gadis tosca yang sedang tidur pulas di sebelahnya. Ia tersenyum sedikit setelah mengingat kejadian tadi malam. Kajadian yang telah membuatnya selelah itu.
"ternyata bermain bersama Miku menyenagkan juga". Gumam Rin pelan, yang secara langsung membuat Author dan readers kaget. #a…apa yang terjadi! Teriak semua orang histeris!. Sebenernya, tak apa kalo readers kaget, tapi… ini kok… malah author (yang artinya sang penulis cerita) juga kaget?. Dan dengan kalem author menjawab 'soalnya kagak ada dalam naskah… bro…'
Oi… dan kini bisa kita liat… (mana… gue kok Cuma bisa bayangin?) sang gadis mulai terbangun seiring dengan elusan lembut yang pemuda itu berikan. Gadis itupun tersenyum.
"ohayo.. Rin" ." ohayo Miku"
"tadi malam kau hebat sekali.. hoah… kau benar-benar tak bisa membuatku tidur..hehe" kata Miku sambil sesekali menguap. Sepertinya tuh anak masih ngantuk.
"hem… apa kau puas? Miku?" ucap Rin dengan muka sok kece… tapi emang beneran kece… (kalo gak percaya bayangin aja Len yang versi ikemennya).
"iya… aku puas… nanti kita main lagi ya…" rayu Miku dengan wajah lolinya.
Pemuda di depannya tersenyum dan mengangguk, membuat gadis beriris torquise itu mengucapkan kata "yeay…"
Disisi lain, Author dan readers dibuat bingung oleh percakapan gadis dan pemuda puber itu. kenapa kata-kata mereka begitu ambigu… tapi author dan readers tidak mau berfikiran kotor dahulu… tidak mungkinkan… kedua anak suci itu melakukan hal-hal yang …uhm…ya… ya..begitu…
Dari pada kepo.. mending kita intip kejadian tadi malam …
.
.
Flash back… diaktifkan…!
Saat ini, jam udah nunjukin kalau Rin dan Miku harus segera bobok. tapi rupanya kedua anak muda itu masih kuat melek. Mata Rin memandang milik Miku(?), begitupun juga Miku memandang milik Rin (?). lalu perlahan Rin memegang milik Miku(?) dan ahirnya Miku juga memegang milik Rin(?). apa yang sebenarnya terjadi…? Entahlah author juga tidak tahu. Soalnya tiba-tiba lampunya mati dan hanya meninggalkan semburat merah yang menghiasi pipi keduanya.
Tapi jika didenger baik-baik… samar-samar author mendengar suara
"R..rin… aku belum siap"
"tahan sebentar, aku janji tidak akan sakit"
"tapi aku takut…"
"Miku, luruskan kakimu"
"ah… Rin… geli..jangan iseng"
"hehehe maaf"
"jangan dorong terlalu kuat ya… a..aku… aku takut nanti tidak kuat"
"tenang percayakan padaku"
Kresek..kresek..
author dan readers tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, jadi kami hanya menikmati suaranya saja.
"hya… kau..kau kasar Rin, jangan menarikku terlalu kuat.. ah.."
"tahan Miku… 5 detik lagi…"
"tu..tunggu bisa kita lakukan ketika lampunya sudah menyala?"
"tidak… kita sudah terlanjur melakukannya… giliranmu dibawah Miku!"
"ah… tapi.. aku.. belum siap.. jangan ganti posisi dul… ah…!"
"bruk…!"
Hanya terdengar suara jatuhan dan nafas yang begitu ambigu, membuat semua orang yang menyaksikannya penasaran dan nosebleed..
"aku… aku sudah tidak kuat Rin…"
"tapi aku belum puas Miku… aku belum berhasil membuatmu senang"
Apa-apaan tadi itu, kenapa mereka mengeluarkan kata-kata yang membuat kami, penonton ini salah faham.
"ayo kita lakukan sekali lagi… Miku!"
Dan secara mengejutkan lampupun menyala… dan ahirnya, terlihat disana, kebenaran dari apa yang membuat kedua anak itu kelelahan di pagi hari, kebenaran dari kata-kata yang ambigu tadi dan kebenaran dari semua rasa penasaran kami.
Miku sedang mengangkat Rin diatas punggungnya dengan posisi Rin terlentang ke atas, (pernah lihat orang yang lagi olah raga? Ya… mereka melakukan salah satu gerakan itu#gerakan yang mana?). rupanya kedua anak SMA itu sedang latian buat praktik olahraga minggu depan. Dan karena Miku kurang bisa melakukan salah satu gerakannya, maka Rin bertekad mengajari Miku sampai bisa.
Setelah puas latihan, mereka melanjutkan kagiatan mereka dengan maen game PES 2013 sampe jam 3 pagi. Kebayang betapa lelahnya mereka bukan?.
.
.
Flash back off…
Kenapa author selalu menulis crita yanga ambigu ya?
.
.
Kedua anak remaja itupun bergegas untuk persiapan berangkat sekolah. Mata mereka masih ngantuk, jadi si pemuda memutuskan untuk sedikit tidur lebih lama.
Lalu… terlihat seseorang berdiri di depan asrama Rin dan Miku. Orang tersebut membawa koper besar, sepertinya mau pindahan. Dan secara misterius orang tersebut menyeringai dan berkata…
" tunggu pembalasanku 'Len' Kagamine...!"
Cerita inipun TBC/ kali ini bener-bener to be continue…
Yosh… chapter 2 selesai…
Maaf lama update,,, banyak halangan… (?)
chapter ini hanya berisi cerita-cerita gaje yang mbosenin… gomenne… untuk selanjutnya… saya akan berusaha buat yang lebih baik…
Kasih Review ya…!
