Baby, I love you [catch me sequel]

Chapter 2

Author :rubikluhan

Cast : suho, luhan, kris dan sehun serta orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Genre : romance drama

Rated : M (membosankan)

Summary : [KRISHO/HUNHAN] Suho dan luhan sudah ditangkap oleh kris dan sehun. Kini tinggal bagaimana mereka saling menjaga satu sama lain. Kira-kira bagaimana hidup duo mantan penari erotis ini setelah berhasil ditangkap cintanya oleh kris dan sehun?

Wooo, gomawo ya readers yang sudah baca + review ff abal ini, yaah walaupun yg review sedikit -_-. *tak tahukah bahwa review kalian yang membuat fanfic berchapter itu lanjut* mumpung libur ujian kelas 12 yah, ada kesempatan updatenya fast. Itu saja pembukaan dariku.

Happy reading~

Suho membuka matanya saat cahaya matahari masuk dari celah-celah jendela kamar apartemennya. Suho menggeliat menutup tubuhnya dengan selimut. Dapat ia rasakan sesuatu yang berat memeluknya dari belakang.

Suho menggenggam tangan kris yang memeluknya possessive. Yeoja malaikat itu kembali menutup matanya untuk kembali tidur.

Tik tik tik tik

Suara detik jam membuat suasana kembali hening. Kris sebenarnya sudah bangun sebelum suho. Tapi, dia memilih bermalas-malasan sambil bermanja-manja dengan suho.

Aroma sex yang kental masih tercium di ruang kamar mewah itu. rupanya kemarin malam kris berhasil menang lotre. 3 ronde sampai ambruk. Betapa senangnya dirinya mendengar desahan suho yang sexy dan bagaimana lubang suho yang sempit menjepit juniornya nikmat.

Memikirkan itu saja kris sudah teransang. Tangan besarnya meraba tubuh suho dan meremas dada sintal milik yeoja itu. suho tentu mendesah pelan atas perlakuan kris itu.

"aah,..wu" desah suho sambil memejamkan matanya. Ia masih ngantuk dan jiwanya belum terkumpul semua walaupun hanya sekedar membuka mata.

Suho menikmati sentuhan kris ditubuhnya. Aah~ Cuma meremas saja dia pandai sekali. Gumam suho. Tapi tiba-tiba pikirannya meloncat ke topic yang berbeda.

Bukankah, ia harus bekerja. Hari ini tugasnya cukup banyak.

Suho membuka matanya, mendorong kris dan berlari ke kamar mandi, menahan rasa sakit di lubangnya dan dengan cepat bersiap ke kantor.

"BANGUNLAH KRIS WU! KITA TERLAMBAT!"

Kris bangun dan duduk di kasurnya. Menyipitkan matanya dan masih loading untuk berpikir. Rasanya lucu membayangkan tingkah suho yang kayak orang kesetanan pagi-pagi. Heboh karena terlambat ke kantor, padahal presdir kantornya adalah kekasihnya sendiri.

Suho keluar dari kamar mandi. Mendecak sebal karena kris masih di kasur. Masih dengan mode duduk dan menggunakan selimut menutupi tubuhnya yang naked karena aktivitasnya dengan suho kemarin.

"cepat mandi! Aku bisa dimarahi atasan kalau terlambat!" bentak suho sambil menarik kris untuk masuk ke kamar mandi.

"kenapa takut ? aku kan presdirnya, kau nggak akan aku pecat kok" ujar kris yang akhirnya sudah berdiri. Menggunakan piyamanya meski hanya celananya saja karena bajunya entah dimana kemarin ia lempar.

"ya memang, tapi kris. Atasanku itu nyonya kwon. Aku tidak mau ia mengomentariku. Apalagi aku masih pegawai baru" ujar suho sambil mengambil pakaiannya asal dari lemari dan memakainya. Suho berlari keluar dan memutuskan berangkat sendiri dengan taxi.

"aiish~ suho! Ya !" teriak kris tapi yeoja itu sudah pergi kris menendang pintu kamar mandi karena kesal dan memutuskan untuk bersiap ke kantor.

Suho sudah ada di dalam perjalanan menuju kantor menggunakan taxi. Melihat pemandangan jalan dari jendela. Tapi ada satu objek yang membuatknya tak melepas pandangannya. Matanya membulat dan menyuruh taxi tersebut untuk berhenti. Suho merogoh uang disakunya dan membayar ke supir taxi itu.

Ada seorang wanita paruh baya yang sedang disudutkan di sebuah gang kecil oleh 2 orang pria. Yang satunya membawa pisau sedangkan yang satunya mencoba merampas tas milik yeoja itu.

Suho turun dari taxi hanya untuk menolong yeoja paruh baya yang sudah ketakutan itu. yeoja mungil itu meraih batu yang ada di pinggir jalan untuk memukul pria yang memegang pisau.

"aww!"

"lepaskan yeoja itu!" pekik suho dengan bahasa korea. Tentu saja 2 perampok itu mengernyitkan alis mereka. Namun berubah menjadi seringaian. Suho merentangkan tangannya di depan yeoja itu untuk melindunginya. Meski ia tahu resiko yang akan ia hadapi sangat besar.

Bukan tanpa alasan ia menolong yeoja itu. pertama, yeoja itu akan dirampok. Sebagai warga Negara korea yang baik dan peduli. Dimanapun dirinya, menolong orang itu wajib. Yang kedua, yeoja itu mirip sekali dengan seseorang, err…kris?

"jangan mendekat atau aku akan berteriak!" pekik suho, tapi kali ini dengan bahasa mandarin. Suho menyadari salah gaulnya tadi membentak orang china dengan bahasa korea. Jadi dia mengganti bahasanya dengan mandarin yang tentu sudah ia pelajari sampai mati sebelum memutuskan bekerja di kantor kris.

"kau gadis luar jangan ikut campur! Menyingkirlah atau kau akan kusakiti" kata pria yang tadi memegang pisau. Namja itupun membeir isyarat kepada rekannya untuk membereskan suho. Berbekal film-film action yang sering ditontonnya di LED tv kris saat dikurung di apartemennya di korea. Suho sudah siap untuk melawan.

Perhitungan ia menang dalam pertarungan ini kira-kira 0%. Buktinya suho sudah di tahan oleh namja penjahat itu dengan memeluknya dari belakang sambil mengacungkan pisau di lehernya.

"kau tidak mau bernasib sama bukan? Serahkan tas itu! cepat!" pekik namja yang lain, wanita paruh baya itu memutuskan untuk merelakan tasnya tapi suho tak terima. Hanya karena dirinya seseorang harus rugi. Suho menendang selangkangan namja yang memeluknya dan tendangannya yang kedua tepan mengenai junior namja itu hingga ia kesakitan .

Namja yang satunya tak lengah, dengan cepat ia menggoreskan pisau tajamnya ke bahu suho dan pipi mulus yeoja malaikat itu. suho meraih tangan namja yang melukainya lalu menggigitnya serata mencakarnya hingga berdarah.

"kita pergi saja bos!, sudah ramai!" kata namja yang tadi ditendang suho. Rekannya mengangguk dan akhirnya kabur.

"eeh! Tunggu jangan lari! Akan kupanggil po…akh!" suho mengaduh karena luka di bahunya yang ternyata cukup dalam hingga darah merah itu mengotori kemeja putihnya. Serta rasa perih dipipinya yang membuatnya meringis.

"kau tak apa-apa, kau berani sekali melawan mereka, padahal kau gadis luar. Korea kan?" Tanya wanita itu.

"ne, aku gadis korea. Ah, apakah nyonya baik-baik saja? Apa sebelum aku datang nyonya diserang?" Tanya suho, wanita itu tersenyum dan menggeleng. Ia mngambil dompetnya dan memberi suho uang.

"terimalah, untuk pengobatan lukamu dan bajumu yang kotor." Ucap yeoja itu. suho membelalakkan matanya melihat jumlah uang yang banyak sekali. Ia menggeleng dan menolak pemberian yeoja itu halus.

"tidak usah, nyonya baik-baik saja itu sudah cukup….ah! tidak aku terlambat!" suho bangkit dan mencoba berjalan namun kakinya sedikit lebam karena tadi juga kakinya sempat diinjak namja rampok itu.

"ah, aku akan mengantarmu. Tolong~ yang ini terimalah! Tumpangan terima kasihku untukmu" kata yeoja itu memohon. Suho meninbang-nimbang dan akhirnya mengangguk setuju. Jadilah suho masuk ke mobil mewah wanita itu dan menuju kantornya.

"wu company…..kau bekerja disini?" Tanya yeoja itu, suho mengangguk sambil menutupi luka dibahunya. Darah itu terus keluar membuatnya risih.

"ne, ah. Aku keluar ya, aku sudah terlambat! Terima kasih atas tumpangannya!" pekik suho dan keluar dari mobil itu dan berlari masuk.

"suho…kau hampir saja ter…AH! KENAPA DENGAN BAHU DAN PIPIMU?" liu yang juga pegawai di angkatan yang sama dengannya memekik kaget membuat semua pasang mata di ruangan itu untuk melihat suho.

Yeoja mungi itu menggigit bibirnya, bajunya penuh luka dari bahunya dan pipi mulusnya yang tergores hingga darah mengalir pelan *dramatis banget gue -_-*

Semua orang mendekati suho dan mengajak suho untuk duduk di sofa dan memberikan air untuk suho.

"kau tak apa-apa? Kenapa bisa begini?" Tanya liu khawatir.

"suho sini biar kami obati, ada kotak p3k kok" ujar qian dan himchan bersamaan, suho meminum air putih yang disodorkan zhoumi dan tersenyum kea rah mereka semua.

"ini Cuma luka kecil, aku tadi menolong yeoja yang akan dirampok…"

"APA! DIRAMPOK!"

Semua orang memekik kaget mendengar penjelasan suho. Himchan memberikan kemeja cadangannya dari lokernya dan menyarankan suho untuk memakainya.

"hari ini hari rabu, tepat sekali pemeriksaan seragam dari presdir wu, akan sangat buruk ia melihat penampilanmu. Ayo ke toilet, biar kuobati disana dan lansung ganti bajumu dengan kemejaku" ujar himchan. Tersenyum dan menerima kemeja itu.

"xie'xie, tapi aku bisa sendiri, kalian masih banyak pekerjaan, aku bisa melakukannya sendiri. Aku rasa darahnya sudah beku." Ujar suho bangkit dan mengambil kotak p3k dari tangan liu dan berjalan perlahan menuju toilet.

"dia berani sekali, padahal orang korea" kata himchan salut, semua mengangguk setuju, "iya…. Dia memang malaikat" tambah zhoumi kagum.

Suho berjalan pelan sambil menahan rasa perih di bahunya. Harusnya ia tadi lebih hati-hati melawan rampok itu. tiba-tiba seseorang berjalan dari arah berlawanan.

Kris wu.

Tadinya ia berniat ke bagian front office untuk menyambut kalau tamu penting yang akan datang.

"suho…" kris memanggil suho sambil mendekati yeojanya itu. beruntung saat ini jam kerja, lorong itu juga sepi jadi tak ada yang melihat mereka.

"kenapa dengan tubuhmu?" Tanya kris terkesiap melihat luka di tubuh suho. "anio…ini Cuma luka kecil…" jawab suho, "sana…nanti ada yang lihat kita berduaan begini" ujar suho melangkahkan kakinya melewati kris.

Tangan kris mengepal kesal dengan sikap suho, ia tanpa basa-basi lansung menggendong suho bridal style dan membawanya ke ruangannya. Tentu saja suho memekik kaget dan mengumpat kalau nanti ada yang melihat.

"turunkan aku kris wu!" pekik suho marah, ia sangat takut kalau pegawai yang lain lihat dan dirinya di cap pegawai murahan yang cari muka dengan atasan.

"persetan dengan yang lihat, kau kan milikku, kau kekasihku sekaligus calon istri presdir wu, apa yang kau takutkan?" pekik kris tak mau kalah, suho hanya memanyunkan bibirnya kesal dan mendiamkan kris.

Sesampainya di ruangan kris. Namja itu lansung mendudukkan suho di mejanya dan lansung membuka kemeja suho. "kuobati luka di bahumu dulu…" ujar kris, suho haya diam dan menerima apa yang dilakukan kris. Menurutnya melawan kris wu bodoh ini hanya akan membuang-buang energinya.

Kris membuka kemeja putuh suho dan menampakkan dada suho yang tertutup bra hitam. Sangat kontras dengan tubuh suho yang putih. Kris tak akan menyerang itu sekarang. Fokus dulu ke luka di bahu suho yang nampaknya lumayan dalam itu.

"kenapa bisa seperti ini heum? Siapa yang menabrakmu? Akan aku cari dia dan bawa dia ke pengadilan karena membuat suhoku terluka." Ucap kris pelan sambil membersihkan luka suho dengan kapas yang sudah berisi alcohol.

"aku bukan ditabrak. Tadi ada yeoja yang akan dirampok, aku menolongnya, tapi naas pisau perampok itu melukaiku"

Kris berhenti membersihkan luka suho dan kini memukul dahi suho membuat suho memekik tak terima.

"YA!" pekik suho, kris menggelengkan kepalanya dan kini member luka suho dengan antiseptic

"aah, perih! Pelan-pelan!" desah suho karena antiseptic itu memberi rasa perih luar biasa terhadap lukanya.

"jangan mendesah begitu, kau malah membuatku teransang" ujar kris yang kini sudah membalut luka suho dengan plester luka. Suho kesal dan mencubit pipi kris gemas.

"dasar mesum!"

Suho dan kris saling pandang. Ada rasa cinta yang mendalam yang ada sorot mata masing-masing. Dua orang itu memiringkan kepala berlawanan arah dan menyatukan bibir masing-masing. Lidah kris menjilat bibir bawah suho meminta yeoja itu membuka bibirnya. Suho melumat bibir atas kris dan kemudian membuka mulutnya. Suho mengalungkan tangannya di leher kris dan tangan kekar kris memeluk pinggang suho possessive.

Dua insane itu masih dalam mode melumat bibir masing-masing dengan sangat panas. Tak ada yang mau kalah dalam pertarungan melumat ini. mungkin karena sering di mesumi kris tingkat pervert suho semakin meningkat. Tangan mungilnya bergerak meremas rambut emas milik kris. Menikmati sekali ciuman panas itu hingga tak sadar saliva menetes ke dagu.

Suho makin gila meremas rambut kris. Sepertinya bukan meremas tapi menjambak rambut pemuda itu. oksigen di paru-parunya sudah habis. Dengan berat hati mereka melepas ciuman panjang mereka.

"haaah..haah…aah, kris" suho mengambil oksigen sebanyak-banyaknya dan lansung menarik kris untuk melanjutkan ciuman panas itu. bunyi kecipak ciuman panas itu terdengar di ruangan itu. padahal AC ruangan itu sangat dingin, tetapi kenapa sangat panas jika sudah ada suho dan kris disana?

Iphone kris berbunyi membuat dua insan yang asyik berciuman panas itu menggigit bibir masing-masing hingga bibir keduanya berdarah.

"cih, sial!" umpat kris meraih iphonenya sambil membersihkan luka bibirnya akibat digigit suho. Sedangkan yeoja mungil itu kini melepas kemejanya dan cepat-cepat menggantinya dengan kemeja yang tadi diberi himchan. Ia juga lansung mengobati luka di pipinya dan menutupnya dengan plester luka.

Kris menutup telponnya dan kini memandang suho yang mengobati luka bibirnya yang juga tadi digigit kris saat berciuman.

"nanti malam kita lanjutkan, kemejamu taruh di sini saja, aku akan menjemput seseorang, jadi sekalian pulang ambil jas. " ujar kris melipat kemeja suho yang ternodai darah. Suho mengangguk dan turun dari meja kris. Sebelum itu ia melihat wajahnya di cermin untuk memastikan kondisinya dalam keadaan baik.

"taruh bajuku di kasur saja, aku yang cuci nanti, nanti malam mau makan dimana?" Tanya suho sambil merapikan sekali lagi rambutnya.

"nanti aku jemput"

"tapi aku pulang agak lebih cepat hari ini… katanya nyonya kwon akan permisi."

"tunggu aku pulang!"

"anio, kau lama!"

"baiklah baiklah, kita ke restoran sushi nanti malam, habis pulang kantor aku lansung menjemputmu di apartemen." Ucap kris lembut membelai pipi suho yang sudah dibalut plester luka. Suho mengangguk setuju dan mengecup singkat pipi kiri namja yang ia cintai itu.

Suho keluar dari ruangan kris sambil mengendap-endap dan saat memastikan semua aman terkendali, ia lalu keluar dengan santai. Namun dari kejauhan lisa yang membawa dokumen-dokumen penting memandang suho curiga.

"kim suho? Bukannya dari bagian pengecekan? Kenapa bisa di ruangan presdir?cih, pengganggu rupanya." Ucap lisa dalam hati, ia meremas dokumen yang dirangkulnya dan berjalan cepat menuju ruangan kris.

Luhan baru selesai menjemur pakaiannya. Hari ini dia akan kencan dengan sehun ke XOXO café milik chanyeol. Mantan bosnya yang dulu memperkerjakannya sebagai penari erotis.

Sebuah pesan masuk dari sehun. Luhan tersenyum dan segera bergegas membersihkan dirinya dan berdandan. Namja bermarga oh itu rupanya sudah on the way menuju apartemen pribadinya.

"sudah lama ya~ bagaimana kabarmu?" Tanya chanyeol ramah. Luhan tersenyum dan mengancungkan jempolnya. Xiumin yang ikut begabung dalam reuni kecil itu tertawa. Sesekali namja itu melirik sehun yang duduk di depannya tepat di samping luhan.

"senyumnya tampan dan ia sangat cocok dengan luhan. Oh ayolah xiumin…kau sudah berusaha untuk melepas luhan bukan?" racau xiumin dalam pikirannya.

"sekarang kau bekerja dimana?" Tanya chanyeol sambil menyesap kopinya, luhan menjawab pertanyaan itu dengan santai bahwa ia kini menjadi guru di sebuah taman kanak-kanak.

"emm… bisa kita bicara sebentar?" xiumin bertanya pada sehun yang sukses membuat 3 orang itu kini menatapnya dalam diam.

"mwo? Aku?" Tanya sehun yang kaget, xiumin mengangguk dan menarik sehun untuk bicara berdua di belakang. Luhan ingin bertanya tapi chanyeol menariknya untuk tidak ikut campur. Chanyeol tahu apa yang ingin dilakukan xiumin. Yang pasti itu keputusan yang tepat. Dari pada nanti akan timbul kesalah pahaman yang fatal.

"ada apa hyung memanggilku?" Tanya sehun sopan. Xiumin diam sebentar. Melirik kanan kiri. Memastikan tidak ada orang yang mendengar pembicaraannya.

"aku ingin mengakui sesuatu padamu…"

"ne hyung, apa?"

"…..aku mencintai luhan"

"…..MWO!"

Sehun kaget bukan main mendengar pengakuan xiumin. Apa maksud xiumin ini? mau merebut luhan darinya?

"tunggu! Hyung mau merebut…."

"anniya! Dengarkan aku sampai selesai. Aku mencintai luhan sejak kami bekerja bersama. Tapi aku terlalu takut untuk jujur. Kenyataan bahwa aku hanya dianggap sebagai kakak dimatanya. Tapi kini dia mencintaimu dan kalian bahagia. Walaupun sakit hati itu ada tapi, ketahuilah. Aku merelakan luhan untukmu. Jadi bolehkan aku menyatakan perasaanku untuk mengurangi rasa penyesalan dalam hatiku?" xiumin mengucapkan semua kalimat itu hati-hati.

Sehun terpukau dengan sifat gentle xiumin. Ia baru pertama kali melihat laki-laki yang jujur seperti xiumin. Lama-lama sehun bisa ngefans berat sama namja di depannya ini.

Sehun menghela nafas singkat dan tersenyum. "hyung…terima kasih menjaga luhan dengan cintamu sebelum ia menjadi milikku seperti sekarang ini. dan…tentu kau boleh menyatakan perasaanmu meski kita sudah tahu apa jawaban luhan. Bukan aku mau sombong, tapi luhan mencintaiku. Kau boleh mengungkapkan perasaanmu pada luhan. Lakukan itu kalau itu membuatmu tidak sakit lagi." Ujar sehun memberi kesempatan xiumin untuk menyatakan perasaannya pada luhan.

"gomawo sehun~ah! Aku senang kaulah yang dicintai luhan." Kata xiumin menepuk pundak sehun ramah, sehun membalasnya dengan senyum ramahnya.

Seorang yeoja memakai baju pelayan membuka pintu membuat sehun dan xiumin menoleh. Yeoja itu merenggut kesal dan menarik xiumin.

"umin oppa, yeoja bersama chanyeol oppa itu nugu? Yeojachingunya? Mereka akrab sekali!" ucap yeoja bereyeliner itu. xiumin tertawa kecil bersama sehun saat tahu maksud yeoja itu.

"tenang baekhyun~ah, yeoja itu sudah punya namjachingu" jawab xiumin dengan nada jahil ke baekhyun yang masih mode kesal.

"siapa pacarnya? Aku mau bilang, untuk menjaga pacarnya dengan sangat baik! Jangan sampai selingkuh!" kata baekhyun dengan nada mengintimidasi. Xiumin sudah tak tahan untuk tertawa dengan perkataan baekhyun.

"kau mau tahu, lihat namja sampingku ini. oh sehun. Pacar yeoja itu yang bernama xi luhan."

Baekhyun membulatkan matanya. Sadar atas sindiran konyolnya tadi, ia lansung menutup wajahnya dengan nampan kayu yang ia pegang.

"mianhamnida!" pekik baekhyun. Xiumin dan sehun hanya tertawa dan mengajak yeoja itu untuk ikut ke meja chanyeol dan luhan.

Baekhyun masih malu untuk ke meja tersebut tapi xiumin menuntun baekhyun untuk ikut dengannya. Chanyeol dan luhan menoleh saat sehun dan xiumin datang. Tapi ada satu orang yang ikut dalam kedatangan mereka. Seorang yeoja cantik bereyeliner.

"ada apa baekhyun?" Tanya chanyeol ramah, luhan dapat merasakan perbedaan nada bicara chanyeol terhadap yeoja ini.

"apa, dia menyukainya?" gumam luhan dalam pikirannya. Xiumin menatap luhan dan akhirnya memanggil luhan untuk bicara. Hanya berdua.

Sehun tak mengalihkan pandangannya pada dua orang yang kini berjalan keluar café. Sehun masih dapat melihat mereka karena café itu ditutupi dengan kaca.

Xiumin bicara dengan ekspresi tenang, dan saat ucapannya berakhir luhan menutup mulutnya kaget. Sehun yakin pasti xiumin sudah menyatakan perasaannya. Luhan menitikkan air matanya dan memeluk xiumin. Sehun membiarkan luhan memeluk namja lain kali ini. karena ia yang mengizinkan.

Pelukan xiumin dan luhan terlepas dan wajahnya kembali ceria sedia kala.

"nampaknya sudah terkendali lagi…" pikir sehun, xiumin dan luhan masuk ke café lagi, namja yang rambutnya dibilang luhan mirip miley cyrus itu buru-buru mengalihkan pandangannya.

"sehun… kita pulang sekarang ya" ajak luhan yang sudah berdiri disamping sehun. Namja itu menghabiskan kopinya karna sayang ditinggal, kopi buatan xiumin enak sih.

"kenapa buru-buru?" Tanya sehun penasaran. Luhan menggeleng pelan dan sehun mengalah. Ia berdiridan mengambil kunci mobilnya. Pamit dengan xiumin, chanyeol dan baekhyun.

Luhan berhenti dan berbalik, mendekati xiumin dan tersenyum ke arah namja itu. "kalau aku datang, buatkan aku bubble tea rasa taro ya!" ucapo luhan ceria dengan senyumnya yang menawan. Xiumin sempat kaget dengan permintaan luhan, tapi ia balas dengan senyuman dan anggukan setuju.

Luhan pamit lagi dan menarik sehun keluar, mereka pergi dari café tersebut dengan mobil yang dikendarai sehun.

"sehun… tadi xiumin,.."

"aku sudah tahu, dia minta izin padaku untuk bicara padamu, lu. Jangan dibahas lagi itu aku anggap sudah selesai" kata sehun cepat. Luhan terdiam dan akhirnya menolehkan kepalanya keluar jendela.

Suho dan kris sudah berada di restoran sushi. Tapi mereka belum hendak memesan makanan karena akan menunggu seseorang lagi.

"kita menunggu siapa?" Tanya suho penasaran. Kris mengusap bibirnya dengan tissue dan menenggak segelas air.

"ibuku…"

Nafas suho tersekat. Jadi skarang ia akan bertemu ibu kris? Nyonya wu? Calon ibu mertunya?

Aaa! Aku belum siap!

Suho menggigit serbet saking gugupnya. Kris yang melihat itu tertawa dan mencubit pipi suho gemas. "hahahaha, ibuku sangat baik kok… aku sudah menceritakan latar belakangmu, dia tidak kesal atau marah. Jangan berpikir ini drama queen sayang" ujar kris. Suho menghela nafas berat. Meski dibilang begitu tapi ini sangat tiba-tiba.

"awas nanti kau kris wu! Tidak ada jatah untuk seminggu!" batin suho kesal.

Seorang yeoja parub baya memanggil kris dan bejalan mendekat. Suho menunduk malu saat kris menyuruhya berdiri dan member salam. Salting mode on suho~ya

"ah, aku harus pake bahasa apa?" bisik suho, kris ingin sekali tertawa keras karena tingkah suho malam ini. "korea saja, ibuku mengerti korea kok" balas kris.

"annyeonghaseyo ny. Wu" ucap suho sopan menundukkan kepala.

"ah, annyeonghaseyo, tunggu…kau"

Suho mendongakkan kepalanya melihat rupa nyonya wu. Kali ini ia ingin terjatuh saking kagetnya saat tahu rupa wajahnya.

"anda yang tadi pagi…"

"kau gadis pemberani itu…"

"dan aku kris wu….YA! jangan kacangi aku, kalian sudah saling kenal?" kris bertanya karena ibunya dan suho sudah saling tunjuk sambil memasang tampang –aku terkejut –

Nyonya wu menarik suho kedalam pelukannya. Dunia memang sangat kecil. Rupanya menantunya ini adalah yeoja yang menolong hidupnya dari serangan rampok.

"ah, luka di wajahmu itu…apa sudah baik?" Tanya nyonya wu sambil mengusap pipi putih suho. Yeoja mungil itu mengangguk sembari tersenyum.

"suho kim kan namamu? Dialah yang menolong mama saat dirampok tadi. Aah~ mama sangat berhutang budi padamu suho~ah" ujar nyonya wu. Suho hanya cengingiran membalas pujian itu.

Kris manggut-manggut mengerti dan kini mempersilahkan duduk. 3 orang itu bercakap-cakap lagi sambil memesan makanan. Meskipun baru bertemu, nyonya wu dan suho sudah sangat akrab dan dekat.

"eh kris, perusahaan xi kembali berdiri, hahahaha… mereka baru saja mengirim proposal kerja sama pada mama" ujar nyonya wu.

"benarkah? Keluarga Xi, mereka bukannya perusahaan kecil ya?"

"benar…menurutmu bagaimana, mama terima saja atau tidak?"

"terserah mama, aku kan tidak tahu. Lihat dulu sisi lainnya. Menguntungkan tidak? "

Suho masih menikmati sushinya sambil mendengar pembicaraan nyonya wu dan kris. Sampai ia sadar akan sesuatu.

Perusahaan xi? Marga Xi?

XI luhan?

"keluargaku meninggal karena kecelakaan dan aku dibuang ke korea oleh saudara iparku. Mereka mengambil harta keluargaku."

Suho menjatuhkan sumpitnya. Masih dalam mode kaget . suho berdiri dan permisi ke toilet. Kris mengernyitkan alis melihat suho yang agak berbeda.

Suho membuka pintu toilet dan menutup mulutnya. Masih berpikir kalau keluarga xi yang dimaksud adalah keluarga luhan yang membuang luhan ke korea.

"luhan….aku menemukan keluargamu!"

Ok TBC sampai disini..

Gomawo atas review kalian. Sangat senang sekali dapat membaca semangat kalian padaku. Aku jadi terharu :'D

Ini adalah ff untuk memperjelas ff "catch me" yang masih banyak mengandung rahasia. Keluarga Xi, keluarga ayah sehun, kim minho kakak suho akan diangkat lagi di ff sequel ini.

Seperti masalah xiumin tadi. Sisanya akan aku selesaikan juga. Coz, ada readers yang penasaran sama minho dan latar belakang sehun yang sebenarnya. Di ff catch me, keluarga sehun masih ngambang sih xD. Wokeee! Sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, review juseyo~