...
~ Me, and My Brothers ~
..An Alternate Universe Fanfiction..
Cast : Yunho, Heechul, Siwon, Kyuhyun, Changmin
Warn : YAOI, Typo's, OOC, Don't Like? Don't Read!
Chapter 2 of ?
...
..
.
.
.
"Kyaaa~! Changminnie kau manis sekali hari ini!" sambut Heechul yang sedang menyiapkan sarapan pagi di meja makan. Dengan cepat, ia mengeluarkan sebuah kamera polaroid dari balik Apron yang ia pakai. Kemudian, ia mulai memotret serta merekam Changmin yang saat ini berdiri di tepi ruang makan sambil mempoutkan bibirnya dengan imut.
Sementara itu, ketiga namja lainnya yang ada di ruang makan memiliki ekspresi yang berbeda-beda melihat penampilan Changmin saat ini.
Kyuhyun memutar bola matanya malas sebelum akhirnya melirik tajam ke arah Heechul yang sibuk mengabadikan momen penampilan Changmin yang begitu manis.
Siwon menganga lebar..
Dan Yunho sedikit terkejut sebelum akhirnya kembali memasang topeng wajah dinginnya.
"Kyaa~ Changminnie! Dari mana kau dapat kostum maid itu? Tidak kusangka kau suka berdandan sepertiku!" seru Heechul heboh.
"YAK! Hyung! Kau pikir kami ini bodoh! Tidak usah pura-pura seperti itu! Kami tahu ini semua ulahmu yang mendandani Changmin seperti ini!" bentak Kyuhyun pada Heechul yang menyengir kuda dan mengeluarkan V sign dengan tangannya.
"Sudah sudah.. Ayo Changminnie, duduk sini.." Siwon menyela Kyuhyun dan Heechul yang sebentar lagi akan perang dingin.
Dan Changmin pun menghentakkan langkah kakinya berjalan ke tempat duduk yang disiapkan oleh Siwon di sampingnya.
Tentu saja Changmin kesal bukan main pagi itu.
Karena pertama, hari itu adalah hari Minggu. Jika ia tinggal bersama Halmoninya, maka sudah dipastikan ia akan bangun siang di hari libur sekolah itu.
Tapi sekarang? Bukan hanya ia dibangunkan pagi-pagi sekali oleh Hyung tertuanya. Tapi Heechul juga mendandaninya dengan pakaian aneh ala Maid lengkap dengan apron bermotif bunga-bunga dan bando kelinci.
Belum lagi, Changmin juga dipaksa untuk memakai blush on pada pipi chubbynya dan memakai eyeliner serta eye shadow yang semakin membuat wajahnya manis bukan main.
"Hyung, aku tahu kau memiliki kebiasaan aneh dengan berdandan seperti perempuan.. Tapi jangan kau paksa Changminnie untuk ikut berdandan aneh sepertimu.. Arra?" tegur Siwon dengan bijak pada Heechul yang kini mendudukkan dirinya di samping Yunho, berhadapan dengan Siwon.
"Tapi Changminnie cantik sekali berdandan seperti ini.." bela Heechul
"Hyung! Cukup kau saja yang aneh! Jangan membuat adik kecil kita ikut aneh sepertimu!"
Kini giliran Kyuhyun yang tak terima Changmin didandani seperti perempuan. Karena ia tahu betul bagaimana rasanya.
Ya, sebelum Changmin datang, biasanya Heechul akan memaksa Kyuhyun untuk ikut berdandan cross dressing seperti perempuan. Karena diantara mereka berempat, hanya Kyuhyun yang memiliki wajah imut, kulit putih porselen yang cantik, serta pinggang yang ramping seperti perempuan.
Dan sekarang, Heechul melihat kandidat lain yang bisa ia dandani seperti dirinya sehari-hari. Karena Changmin memiliki tubuh yang tinggi dan langsing bak model, wajah manis, pipi chubby yang imut, jemari lentik, senyum malu-malu, serta rambut ikal kecoklatan yang cantik seperti perempuan.
Perdebatan tentang Heechul yang bersikeras untuk mengajarkan Changmin cross dressing pun terus berlanjut tanpa meminta pendapat yang bersangkutan. Karena Changmin sibuk dengan pemikirannya sendiri saat ini.
Ia memandang takut-takut ke arah seseorang yang duduk di hadapannya saat ini. Dimana Yunho duduk dengan tenang sambil menyesap kopi pahitnya dan membaca koran pagi.
Changmin hanya mengernyit bingung ke arah Yunho yang selalu mengacuhkan kehadirannya di rumah itu.
Ia sendiri tidak ingat tentang kejadian kemarin saat ia tersesat di sebuah gang terpencil. Yang terakhir ia ingat adalah kepalanya yang terasa berat akibat terlalu lelah menangis. Kemudian tubuhnya terasa ringan seperti melayang di udara ketika sebuah suara berhasil ditangkapnya untuk yang terakhir kali.
Suara bariton yang terdengar khawatir dan memanggilnya dengan nama Minnie..
Tapi siapa? Siapa yang telah membawa Changmin pulang ke rumah itu?
Siapa yang memanggilnya dengan panggilan manis yang dulu sering ia dengar ketika masih kecil?
Dan jika Changmin tidak salah lihat, samar-samar ia merasa bahwa orang yang menemukan serta menggendongnya mirip sekali dengan Yunho.
"Changminnie, ayo dimakan sarapannya.. Kau mau sandwich atau nasi goreng kimchi? Biar hyung ambilkan.." teguran Heechul membuat Changmin mau tak mau mengalihkan pandangannya dari Yunho kepada Heechul yang sudah siap dengan sebuah piring di tangannya.
"Jangan manjakan dia! Dia bisa ambil sendiri yang ia mau!"
Suara dingin Yunho kembali terdengar mengerikan di telinga Changmin.
"Ne, hyung! Aku bisa ambil sendiri.."
Changmin meraih piring yang disiapkan Heechul dan mengambil nasi goreng kimchi sebanyak yang ia mau.
Siwon dan Kyuhyun yang melihatnya hanya bisa menatap Changmin sambil tersenyum miris. Sementara Heechul, ia memberikan death glare terbaiknya pada Yunho yang tampak tak perduli.
"Kalau kau tidak bisa berbicara yang manis pada Changminnie, lebih baik kau diam!" desis Heechul menatap tajam Yunho.
Setelah itu, keadaan meja makan itu menjadi hening tanpa suara. Hanya ada dentingan alat-alat makan mereka yang terdengar.
Yunho mengacuhkan gertakan Heechul dan dengan senang hati ia membungkam mulutnya tanpa suara.
"Kau tahu kenapa kita membangunkanmu pagi-pagi di hari Minggu?" tanya Kyuhyun yang duduk di samping kanan Changmin setelah acara sarapan pagi mereka selesai.
"..." Changmin hanya menggeleng sambil memandang Kyuhyun dengan raut wajah bingung.
"Karena kita selalu punya jadwal yang padat di setiap hari Minggu.." jawab Heechul riang yang kini sedang merapikan piring bekas sarapan pagi mereka.
Sementara Changmin semakin mengernyitkan dahinya dengan bingung menatap hyungdeul-nya.
"Jadwal pertama kita di hari Minggu pagi adalah mengunjungi makam orangtua kita serta keluarga yang lain.. Kemudian kita akan mengunjungi panti asuhan tempat tinggal kami dulu.. Dan terakhir, kita akan mengecek berkas-berkas perusahaan Appa.. Karena selama ini, kami hanya bermain di belakang layar dalam mengurus perusahaan Appa untuk menghindari kejadian yang dialami orangtua kita dulu.." jelas Siwon pada Changmin yang tak sepenuhnya mengerti.
"Tapi sebelum kita pergi, lebih baik kau ganti dulu pakaianmu itu!" usul Kyuhyun yang diangguki oleh Siwon.
"Kalian tidak usah khawatir, aku sudah menyiapkan kostum Changminnie untuk hari ini.." jawab Heechul sambil tersenyum simpul pada Changmin yang semakin mengerutkan dahinya lebih bingung.
"Ya! YA! Jangan dandani Changminnie dengan dandanan aneh sepertimu!" Kyuhyun memberikan death glare gagalnya pada Heechul yang memutar bola matanya malas.
"Hyung.. Kyunie benar, akan sangat aneh jadinya kalau Changminnie berdandan sepertimu.." kini giliran Siwon yang berusaha membujuk Heechul untuk tidak melakukan cross dressing seperti Heechul jika berada di luar rumah.
"Oh ayolah.. Kau tidak lihat adik kecil kita ini begitu imut dan manis?" tanya Heechul sambil tersenyum centil.
"Tapi dia namja hyung.. Changminnie pasti tidak nyaman berpakaian seperti wanita.." Siwon kembali memberi argumen.
"Tapi kau lihat sendiri kan bagaimana manisnya Changminnie saat ini?"
Siwon mengangguk, tapi kemudian dengan cepat ia menggeleng keras menjawab pertanyaan Heechul.
Walaupun dalam hati, sebenarnya Siwon mengakui bahwa Changmin itu sangat manis, tapi ia tahu pasti Changmin tidak nyaman berdandan seperti itu.
Dan perdebatan mengenai Changmin akan memakai pakaian wanita atau tidak itu pun terus berlangsung antara Heechul melawan Siwon dan Kyuhyun.
Sementara Changmin?
Kepalanya serasa berputar-putar mendengar keributan ketiga hyungdeul-nya yang tidak jelas itu.
'Aku yang ingin berpakaian, kenapa mereka yang memperdebatkannya?' batin Changmin kebingungan sambil memegangi kepalanya.
"HENTIKAN!"
Yunho yang geram melihat keributan di meja makan itu pun kini akhirnya membuka suara dengan sebuah bentakan kasar. Membuat ketiga namja yang sedang ribut, bungkam seketika.
"Ikut aku!"
Yunho berdiri dari tempat duduknya untuk ke seberang tempat duduknya dan menggenggam tangan Changmin yang bergeming syok.
Bagaimana tidak syok jika hyung yang selama ini dingin padanya kini menggenggam tangannya dengan well.. lembut.
"Ayo ganti pakaianmu!" ucap Yunho dingin sebelum akhirnya membawa Changmin pergi dari meja makan dan menuju kamar Yunho.
Sesampainya Yunho dan Changmin di kamar Yunho, suasana menjadi kikuk bukan main.
Yunho yang tak tahu harus bicara apa segera saja memilihkan kaus dalam beserta kemeja flanel dan celana jeans-nya yang ia rasa cukup untuk ukuran tubuh Changmin.
"Ini, pakailah.. Semoga cukup untukmu" ucap Yunho dingin sambil menyerahkan pakaian yang ia pilihkan ke tangan Changmin.
"Em.. Hyungie.. Aku.. punya pakaianku sendiri di kamar.. Jadi lebih baik aku pakai pakaianku sendiri saja.." tolak Changmin takut-takut.
"Jadi kau menolak semua hadiahku ini?" tunjuk Yunho pada sebuah lemari besar yang berisikan berbagai macam pakaian dengan berbagai macam ukuran.
Changmin menatap tak percaya pada pakaian yang ada di tangannya bergantian dengan tumpukan pakaian di dalam lemari besar milik Yunho.
"Hyungie membelikan semua pakaian ini untukku?" tanya Changmin dengan mata bulatnya yang berbinar-binar menatap Yunho. Membuat Yunho terperangkap pada pesona wajah manis di hadapannya, walau ia tetap bisa mengatur ekspresi dinginnya dengan baik.
"Hm" jawab Yunho singkat sebelum melangkahkan kakinya keluar kamar.
Grep!
Namun Yunho terpaksa menghentikan langkahnya ketika tiba-tiba saja Changmin memeluknya dari belakang.
"Gomawo Yunho hyung.."
DEG!
Yunho mendadak seperti terkena serangan jantung ketika mendengar suara bisikan Changmin yang masih memeluknya dari belakang. Ia memandangi sepasang lengan putih bersih yang melingkari pinggangnya saat ini. Dan detik berikutnya, darah Yunho berdesir saat ia merasakan betapa halus dan lembutnya kulit Changmin di tangannya.
"Hm" gumam Yunho dingin sambil mengusap lembut lengan Changmin di pinggangnya.
Lain di mulut lain pula di hatinya. Itulah yang dilakukan Yunho saat ini.
Dalam hati, ia sungguh merasa kecewa ketika Changmin melepaskan pelukannya. Namun apa daya, lidah Yunho terasa kebas dan kelu hingga hanya bisa berucap dingin pada Changmin.
"Cepat ganti baju, aku tunggu di luar!"
Yunho bergegas keluar sambil menyentuh dada kirinya yang masih berdebar keras.
Dan Changmin, entah mengapa perasaan takutnya pada Yunho selama ini, kini menguap tak bersisa.
Ia tersenyum manis sambil melihat punggung lebar dan kokoh Yunho yang menjauh sebelum akhirnya menghilang di balik pintu.
Changmin menyadari satu hal..
Bahwa kakak keduanya itu ternyata menyayanginya seperti kakak-kakaknya yang lain.
Setelah mengenakan pakaian yang diberikan Yunho, Changmin bergegas keluar kamar Yunho dengan senyuman manis yang tetap mengembang di bibir plump-nya.
"Hyungie, bagaimana penampilanku?" Changmin berputar-putar di hadapan Yunho yang terpesona melihat wajah manis adik kecilnya itu. Membuat Yunho mau tak mau menarik segaris tipis senyuman di wajah dinginnya.
"Hentikan! Kau membuatku pusing!"
Changmin mempoutkan bibirnya dan memandang Yunho dengan sebal ketika lagi-lagi harus mendengar suara dingin Yunho.
"Kau yakin akan tetap memakai itu?" jari telunjuk Yunho mengarah ke atas kepala Changmin.
Changmin yang tak mengerti kini melirikkan matanya ke atas kepalanya. Dan sedetik setelahnya, ia baru tersadar bahwa bando kelinci milik Heechul masih bertengger manis di atas kepalanya.
Namun ketika tangan Changmin terangkat ke atas untuk melepas bando aneh itu, kedua tangan Yunho sudah lebih dulu berada di atas kepalanya dan melepaskan bando tersebut serta melemparkannya ke sembarang arah.
Lalu tanpa berkata apa-apa lagi, Yunho melenggang pergi meninggalkan Changmin yang kebingungan.
Tentu saja ia bingung, karena ia melihat dua sisi Yunho sekaligus dalam satu waktu. Dengan kata-kata serta ekspresi dingin, namun Yunho tetap bersikap lembut padanya.
"Yunho hyung.."
Suara lembut Changmin berhasil menghentikan langkah Yunho dan sedikit membalikkan tubuhnya menghadap Changmin. Ia menaikkan sebelah alisnya saat Changmin mendekatinya tanpa suara.
"Terima kasih atas hadiahnya.." bisik Changmin di telinga Yunho sambil tersenyum manis.
Chu~
"!"
Setelah mengecup pipi Yunho, Changmin melangkahkan kakinya dengan riang menuju hyungdeul-nya yang kini menunggunya di ruang tengah rumah itu.
Meninggalkan Yunho yang kini diam terpaku dengan pandangan kosong. Dengan jantung yang berdebar-debar. Dan rasa panas mulai menjalar di pipinya. Ia mengangkat tangannya untuk menyentuh pipinya yang baru saja dicium oleh Changmin.
Ia tahu adik kecilnya itu masih polos. Ia tahu Changmin menciumnya hanya sebagai ungkapan terima kasihnya.
Tapi entah mengapa, tubuhnya merespon dengan antusias hal itu.
Bahkan Yunho kini memejamkan matanya dengan membayangkan apa yang diinginkan hatinya saat ini.
"Eomma—" lirih Yunho sambil tetap memejamkan matanya.
.
.
"—aku mencintaimu.."
.
..
...
TBC
...
..
.
.
.
Yeaaay Akhirnya aku bisa update!
Huaaa nanachan terharu banget baca review reader-san sekalian di ff between us. Terimakasih atas supportnya chingudeul :')
Bener deh, aku sibuknya bukan main. Tapi begitu membaca support dari kalian, aku jadi semangat kaaan updatenya.
Dan untuk ff between us, yosh sudah nanachan siapkan epilog khusus untuk homin.
Last, give me some comment pleease ^.^
