Author :Lee Eun San

Title :The million dollar catch

Genre :Romance

Length :Chaptered

Cast : luhan

And selebihnya akan muncul satu persatu. Coba kailian tebak. Kalo berhasil hadiahnya upadate kilat bin cepat ! buuing..buing….(hahaah.. ketawa setan)

This story based on Sussan Marelly novel, but this story belongs to me.

Previous chap…

Meski sebenarnya enggan mereka menghentikan apa yang mereka lakukan namun sepertinya pasokan oksigen di paru-paru mereka kian menipis dan mengharuskan mereka menyudahi ciuman itu.

"mmmhh….." namja itu melepas ciumannya lalu menempelkan dahi mereka intim.

"bolehkah aku menginap?" katanya sinting.

Chapter 2

Luhan masih mencoba menetralkana laju nafas dan detak jantungnya, namun tiba-tiba saja kata-kata namja itu semakin mengacaukan hatinya. Oh ayaolah.. siapa dia sampai berani menginap di rumahnya? Teman? Bukan. Pacar? Apa lagi. Dia bahkan baru mengenal namja ini beberapa jam yang lalu.

"lu… " selanya.

Luhan masih diam. Otaknya ia paksa bekerja ekstra. Padahal setahunya otakknya tak pernah megecewakannya, tapi kenapa dengan namja satu ini semuanya jadi terasa sulit. Sulit baginya untuk menolak ajakan mengiurkan dari namja itu dan sulit juga baginya untuk meluluskan permintaan itu. Hatinya berkata lakukan jika kau ingin tapi otaknya berontak dan berkata "hei apa kau gila?"

"itu.. tapi.."

Melihat keraguan sikap luhan namja itu mengelus sayang pipi luhan. "I like you and I want you…" bisisknya di telinga luhan sambil mengecup pinggiran cuping telinganya seduktif.

Tubuh luhan meremang hebat bahkan dia yakin sebentar lagi ia dia akan mendesah. "damn! Kenapa aku bisa seperti ini! kau seperti gadis murahan kim luhan." Makinya

"ennghh,, yifan,,," lenguh luhan akhirnya saat lagi-lagi namja itu mengerjai titik sensitifnya.

"I promise I'll be gentle." Bisiknya lagi. Lalu sekali lagi dia menyatukan bibir mereka. Namja itu tak pernah puas untuk mencumbu bibir merona itu sekali. Rasanya bibir itu selalu mengundangnya untuk menjamahnya lebih.

"shit! Aku bisa gila..!" maki luhan disela ciuman mereka.

Namun namja itu tak pernah menyerah untuk menaklukan rusa cantik itu. Dengan sabar dia mencoba memancing rusa liar itu untuk mengikuti permainnya. Dan bingo! Kesabarannya terbayar si rusa cantik akhirnya kalah darinya. Tangan lentik yeoja itu mulai beraksi. Jari-jari lentik itu meremas rambut namja itu seiring dengan makin intesnya kadar ciuman mereka.

"eenggh… yifan.." desah luhan saat sekali lagi namja itu menyambar lehernya.

"apa tidak sebaiknya kita masuk, lu.. disini kurang nyaman?" rayunya.

Dan entah luhan memang bodoh atau dia sudah bodoh sejak awal. Yeoja itu mengangguk lalu melepaskan ciuman mereka.

"baiklah.."

Senyum puas tercetak jelas di bibir namja tadi. Dengan segera ia melepas sabuk pengamannya dan keluar mengikuti luhan yang sudah lebih dulu keluar dari mobilnya untuk membuka pintu gerbang rumahnya.

"maaf rumahku kecil." Kata luhan.

"tak masalah, aku menyukaimu bukan karena rumahmu." Jawan namja itu enteng.

mau tak mau wajah luhan merona mendengar celotehan namja itu. "dasar tukang gombal." Dengusnya lalu mempersilahkan namja itu masuk. Dia menyalakan lampu kecil yang ada di tengah ruangan sehingga membuat suasana rumah menjadi sedikit remang.

"rumahmu unik, kecil memang tapi ini menarik." Puji namja itu.

"terima kasih. Aku juga suka rumah ini. Tapi sayang aku masih belum memilikinya. Aku hanya menyewanya. Tapi suatu saat aku pasti akan memebeli rumah ini karena sejak awal aku sudah jauh cinta padanya." Kata luhan panjang lebar.

Namja itu duduk di sofa ruangan itu sambil menyandarkan punggung dan kepalanya di sandaran.

"mau kopi?"

"tidak, tapi aku mau kau…" katanya sambil mengerling nakal.

Luhan mendecih pelan. "oh astaga.. kau ini" luhan berbalik hendak mengambil minuman yang ada dikulkas namun tanpa ia sadari namja itu juga ikut beranjak dari tempatnya dan langsung memeluk luhan dari belakang.

"eh.." luhan berjenggit kaget.

"kau wangi…aku suka.. vanilla…lembut dan sensual. Aku menyukainya.." bisik namja itu seduktif.

"yi..yifan…ahh..aku mandi dulu ne…aaghh.." ucapan luhan terputus karena dengan sengaja namja itu meremas payudaranya lembut.

"tak perlu mandi sayang…. Bukankah sudah aku katakana kau wangi. Aku suka wangimu yang ini saja.." lalu tanpa aba-aba ia membalik tubuh luhan lalu mengendongnya seperti koala.

Luhan mengalungkan tangan dan kakinya di badan namja itu erat. Mereka saling bertatapan dan tersenyum tanpa sadar. Luhan membelai lembut wajah namja itu. "katakan aku gila karena aku mengizinkan pria asing macam kau masuk kedalam rumahku. Tapi aku tidak menyesal, kau harus tau itu."

"kenapa?" Tanya si namja ingin tahu.

Luhan menggeleng imut. "entahlah, mungkin aku sedang kena tulah karena sering mengatai adikku."

Kening namja itu makin mengekerut bingung. "tulah? Karma?"

Luhan menggangguk "aku selalu mengoloknya bahwa tak ada namanya cinta pada pandangan pertama. Itu semua non sens! Tapi coba kau lihat aku sekarang aku justru percaya padamu, wahai tuan orang asing." Kata luhan sambil menempelkan kening mereka.

"sama halnya denganku. Aku pasti juga sudah gila karena begitu menginginkanmu, bahkan di kali pertama aku melihatmu. Aku memang pernah berkencan dengan gadis lain. Aku akui itu tapi kali ini lain, denganmu aku seolah tak sanggup melihat wanita lain karena hanya kaulah yang mampu terlihat di mataku. Keindahanmu membuatku terbelenggu. Kau itu sebenarnya apa cantik…?" kata namja itu lembut sambil tersenyum dan mengecup kilat ujung hidung luhan.

"aku kim luhan…" jawab luhan sambil tersenyum.

"ne, kau kim luhan, kim luhanku.." lalu dengan tak sabar namja itu mencium bibir luhan. Menghisap kedua belahan bibir indah itu bergantian. Sapuan yang awalnya lembut berubah makin intens dan menuntut. Saking liarnya sampai sampai beberapa tetes saliva mereka yang telah bercampur menetes keluar. Namja itu mengarahkan luhan ke atas sofa lalu menindihnya. Dengan lembut dia menyentuh seluruh tubuh luhan sambil berusaha mengenyahkan setiap kain yang ada pada tubuh indah itu.

Dengan sediikt bantuan dari luhan namja itu berhasil membuang gaun luhan. Tak puas sampai disana tangannya yang terampil mulai meremas payudara luhan yang maikn mengeras dibalik bra merah berenda miliknya.

"eennhh.. yifaannn…"

Namja itu seolah menulikan telingganya dan justru semakin intens mengerjai tubuh sensitive luhan. Dia menciumi seluruh wajah luhan dan di area sekitar leher dan tulang selangkanya yang menonjol.

Luhan seperti kehilangan akal sehatnya. Oke dia akui ini bukanlah sex pertamanya namun kenapa sensasi sentuhan namja tampan ini terasa lain di semua bagian tubuhnya memang tercipta untuknya. Segala yang ia sentuh bereaksi jauh dari dugaan luhan.

"dimana kamarmu sayang.." bisik namja itu.

"ennghh,,, lantai dua sebelah kiri…" jawab luhasa samil terus mendesah.

Tanpa babibu, namja itu mengangkat luhan ala bridal lalu melangkah menaiki tangga menuju kamar luhan.

Saat dimana dia dalam pelukan namja itu adalah saat termanis yang pernah luhan rasakan. Namja tampan itu memeperlakukannya layaknya seorang ratu yang harus menerima semua perlakuan khusus.

"aku bisa jalan sendiri yifan…" rengek luhan.

"tidak sayang… kau tak boleh kelelahan karena aku janjikan kalau kita akan bermain sangat lama…" katanya sambil tersenyum

Luhan memukul dada namja itu keras. "mesum!" katanya.

Namja itu terkekeh melihat tingkah menggemaskan luhan. "tanggamu banyak sekali.." gerutunya.

Luhan terkekeh."oh sayang,, ayolah tak mudah mendapatkan kenikmatan, kau harus berusaha ekstra untuk mengapainya." Pancing luhan lalu mengecup pipi namja itu.

"eoh,, kau menggodaku rusa nakal… baiklah jangan salahkan aku jika besok pagi kau tak bisa kemana-mana." Kayanya.

"tak masalah, besok hari minggu dan aku libur." Tantangnya.

Seringai muncul di bibir runcing itu. "bersiaplah rusa kecil, aku akan memakanmu habis malam ini." Ancam si namja.

"oh, tuan, aku tantang kau untuk melakukanya, jika tidak maka akulah yang akan memakanmu bulat-bulat. Kata luhan lalu dengan gesit dia melompat dari gendongan namja itu dan berlari ke kamarnya.

Namja itu sedikit terkejut namun sedetik kemudian dia tersenyum "kau memang rusa liar yang cantik luhan." Gumamnya. Dia kemudian mengikuti langkah rusa kecilnya menuju kamar. Saat dia masuk luhan sedang berdiri di depan ranjangnya dan tersenyum indah padanya. Seolah mengatakan padanya. Aku siap.

Dengan segera singa lapar itu menerjang buruannya. Sang rusa yang memang sudah sejak awal menyerah, hanya bisa pasrah dengan segala sentuhan sang singa di tubuhnya. Tanpa henti namja itu menghujami tubuh luhan dengan kenikmatan dalam sentuhan mautnya. Bahkan tanpa ia sadari tubuhnya telah polos dihadapan namja itu. Dengan cepat namja itu juga segera melucuti pakainnya. Luhan bisa dengan jelas melihat bukti gairah singa lapar itu dari betapa siapnya kejantanan sang namja itu di depan matanya. Panjang, besar dan berotot. Bahkan ia sempat tak yakin miliknya akan cocok dengan ukuran mulik namja itu.

"rileks sayang…" bisiknya.

Namja tadi mulai menindih luhan dan menciumnya lagi. Entah sudah berapa kali bibir itu menerima lumatan namun anehnya bibir itu selalu merespon sama. Mendamba.

Tangan putih nan terampil sang namja juga tak kalah ikut andil dalam memanjakan luhan. Dengan lembut ia memijat dan sesekali meremas kasar payudara luhan dengan tempo yang tak beraturan sehingga membuat sang empunya mengerang nikmat. Mulut namja itu beralih menuju pucuk payudara luhan yang sudah mengeras. Dia mengulum dan sesekali mengigit kecil benda kemerahan itu gemas.

"aagghh.. yifan…" erang luhan lagi.

Tak lagi sabar akhirnya namj itu mulai merasuki milik luhan. Ketat dan sempit. Itulah yang bisa ia gambarkan.

"aaagghh.. ssssshh… kau sempit sayang…"

"aagghh.. yi..aah..yifan…" racau luhan sambil mendekap punggung polos namja itu dan menekan tubuh namja itu semakin rapat padanya. Tak ayal tindakannya itu mempermudah kejantannan namja itu merasukinya.

"JLLEB"

"aagghh…." Desah keduanya puas.

Tak berselang lama namja itu mulai mengerakkan pinggulnya. Dengan gerakan berirama ia berusaha menemukan titik terdalam rusa cantik itu untuk memuaskanya. hentakan-hentakan pinggulnya makin dia percepat sesekali bahkan ia sampai membuat tubuh mungil luhan tergoncang keras.

"ah..ah…ah..yes..ahh..god..! yi..ahh…" luhan bahkan sampai tak sanggup meneruskan kata-katanya karena namja itu berkali-kali mencapai titik terdalamnya.

"rasakan aku sayang.. rasakan setiap sentuhanku.." bisisknya sambil mengecup punggung luhan yang tepat ada di hadapnnya.

"aahh.. I'm closer… oh.. ..aahh…ah.." luhan mendesah keras karena ia akan mencapai puncaknya.

Namja itu makin mempercepat hentakan pinggulnya karena dia tahu luhan akan segera sampai. Dan setelah tusukan ketiganya luhan melenguh kencang. Tubuhnya bergetar hebat dan lemas. Namja itu membalik badan luhan sehingga kini yeoja cantik itu tidur telentang di bawahnya. Bibirnya setengah terbuka dan matanya terpejam. Sungguh pemandangan terindah yang pernah ia lihat. Belum lagi kedua tubuh mereka yang masih menyatu. Ia membelai wajah luhan dan menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik itu.

"lelah.." katanya lembut.

Luhan mengangguk. "jangan berhenti karena aku, selesaikan permainana kita sampai akhir. Aku tahu kau belum sampai."

"aku tahu, aku hanya ingin memberimu jeda sebelum kembali memakanmu sayang.." katanya santai.

Luhan tersenyum lalu tanpa di duga ia membalik posisi mereka sehingga kini keadaan berbalik, luhanlah yang ada diatas tubuh namja itu. "biarka aku yang memuaskanmu, sayang.." katanya seduktif sambil mengigit sedikit bibirnya.

"oh.. rusa nakal,,, baiklah. tunjuka padaku kemampaunmu."

Luhan hanya tersenyum kecil lalu mulai menggerakkan pinggulnya sehingga kejantanan namja itu yang memang masih tertanam ditubhnya menghujam lubangnya keras.

"akh..akh…" dia meracau tak jelas sambil terus mencari kenikmatanya. Namja itu tak mau tinggal diam. ia meraih payudara indah luhan dan mulai meremas benda kenyal itu keras.

"kulum,, yifan.. ahh.. kulum.." rengek luhan.

"dengan senang hati…" katanya lalu mulai melakukan perintah luhan. Ia megulum kedua benda kenyal nan besar itu rakus layaknya bayi kelaparan. Sesekali ia menggigit dan menyesapnya kuat sehingga muncul bercak merah keunguan di sekitarnya.

"ah,, ah,, yeah,, hisap" katanya sambil membelai rambut namja itu sambil menekan kepala namja itu agar semakin dalam mengulum payudaranya.

Setelah sekian lama bergulat panas diatas ranjang ia merasakan kejantanan namja itu mulai membesar didalam miliknya. Dengan gerakan cepat ia menaik turunkan pinggulnya .

"sayang.. terus.. aku semakin dekat.. aahh.. arrrgghhhtt….." dan akhirnya namja itu mendapatnkan puncaknya. Puncak terindah yang pernah ia lalui selama ini.

Setelah keduanya mengatur nafas mereka, saling menatap dalam diam. dengan lembut ia menyentuh wajah luhan yang sedang terpejam dan sedikit bernafas terengah.

"kau hebat…"

Luhan membuka mata indahnya lalu tersenyum cerah. "kau jauh lebih hebat…" pujinya.

Keduanya tersenyum lalu namja itu menarik luhan mendekat padanya dan mendekap tubuh polo situ erat.

"tidurlah, kau pasti lelah." Katanya sambil membelai helainan rambut hitam luhan yang lembut.

"hmmm…" jawab luhan pelan lalu mulai memejamkan matanya.

.

.

.

Sadar luhan sudah tertidur, namja itu kembali membuaka matanya dan merutuki kebodohanya. Dengan frustasi dia mengacak rambutnya.

"apa yang sudah kau lakukan oh sehun…." Batinnya.

TBC

NAH LO? KOK MALAH JADI SEHUN? KATANYA TADI YIFAN? HAYO…? KENAPA BISA GANTI? HAYO..?

Tenang.. kawan, semua ada jawabanya kok.. kalian hanya perlu duduk santai, membaca dan jangan lupa repiu. Maka jawaban dari semua yang ingin kalian ketahui akan muncul…! Ahhaha… peace people..!

Okelah sudah cukup aku berkoar. Aku musti lanjutin ini ff, biar bisa update kilat.

Sampai jumpa di chap depan kawan

Sign

LeeEunSan

EunhyukLegalWife