Summer

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan

Cast : DBSK, Suju, BTS dll

Genre : Friendship, Romance, Hurt, Angst, School of Life

Rate : T

Happy reading!

.

.

.

.

.

.

~ Chapter 1 : Jung Yunho ~

.

.

.

.

.

.

Kim Jaejoong... Namanya Kim Jaejoong... Jaejoongie... Joongie... Boongie...'

" Yak! Jung Yunho! Apa yang kau lakukan!"

Degh!

Sreetttt!

Jantung Yunho hampir saja copot saat mendengar suara guru matematikanya di samping dirinya.

" Seonsaengnim..."

" Oh bagus? Sementara saenim menjelaskan semua rumus - rumus itu kau malah menulis nama sunbae mu? Waw! Kerjakan soal di depan!"

" N-ne?!"

" Cepat!"

Yunho meruntuk dalam hati, harusnya dia lebih hati - hati! Junsu bilang bahwa guru matematikanya itu sangat galak dan Yunho merasakannya sekarang.

Dengan langkah ragu Yunho maju ke depan kelas, dia melirik Junsu dan Shindong yang terkekeh tanpa suara melihatnya. Mereka pasti sangat senang melihat Yunho dimarahi.

" Ng..."

Oke,

Otak Yunho langsung membeku dihadapkan dengan angka - angka tidak masuk akal untuk otaknya. Bagaimana bisa Yunho mengerjakan soal ini sementara sejak tadi otaknya dipehuni dengan nama sunbae manisnya itu!

" Hey! Apa yang kau lakukan! Kenapa membatu?!" Pekik sang guru

" Ma-maaf sonsaengnim" Yunho menggaruk tengkuknya

" Eoh? Bagus! Sana lari mengitari lapangan sepuluh kali!"

" Mwo?!"

" Apa?!"

" Ta-tapi sonsaengnim, aku baru saja sembuh"

" memang urusanku? Sana! Siapa suruh kau tidak fokus pada pelajaran saenim!"

" Habis membosankan"

" Mwo?!"

Sreettt

Yunho membekap mulutnya, mati dia!

" Ti-tidak sonsaengnim! Aku akan segera ke lapangan. Annyeong!"

Tap

Tap

Tap

Ceklek

Blam!

" Yak! Jung Yunho!"

Yunho berlari sebelum gurunya itu mengejar dan menambahkan hukuman. Akhirnya dia berjalan ke arah lapangan sekolahnya yang luas.

" Hah... Ini semua karena Jaejoongie memasuki semua pikiranku. Astaga... Dia benar - benar mengalihkan pikiranku"

Saat sampai di lapangan, Yunho menoleh ke arah kelasnya yang ada di lantai tiga. Dia melihat guru matematikanya menatap dirinya dan menyuruhnya untuk mulai berlari, Yunho berdecak kesal namun tetap melakukan apa yang gurunya pinta.

Yunho mulai berlari mengelilingi lapangan sekolahnya, untung saja walaupun nilai pelajaran yang menggunakan otaknya hancur tapi pelajaran yang menyangkut fisik dia selalu menjadi nomor satu di sekolah menengah pertamanya.

" Hah... Hah..."

Nafas Yunho mulai tidak teratur saat memasuki putaran ketiga, jelas saja dia sedikit lelah karena dia baru sembuh dari sakit. Tapi itu bukan alasan bagi Yunho untuk berhenti. Dia terus berlari sampai dia melihat segerombolan siswa turun ke lapangan olah raga.

Sepertinya ini sudah jam pelajaran olah raga untuk kelas tertentu. Yunho melihat beberapa siswi bercanda dan mengobrol sembari berjalan ke lapangan, dibelakang mereka beberapa siswa juga sedang mengobrol.

Yunho menebak jika mereka adalah kakak kelasnya mengingat warna celana training mereka berbeda dengan miliknya. Dan mata Yunho terpaku saat melihat seorang namja cantik tengah mendengarkan namja tinggi disebelahnya yang sepertinya sedang menjelaskan sesuatu.

Deg

Deg

Deg

Deg

Itu suara jantung Yunho yang berdetak dengan cepat saat melihat namja cantik itu. Yunho juga bisa merasakan wajahnya menjadi panas saat melihatnya.

" Omo! Kenapa wajahku jadi panas begini!"

Yunho memekik sembari tangannya menepuk - nepuk kedua pipinya yang terasa sangat panas. Dia tetap berlari sampai tidak mendengar gurunya sudah berteriak - teriak memanggil namanya karena sudah berlari melewati lima putaran.

" Yak! Jung Yunho!"

Oke,

Yunho mendengar suara itu, dia menoleh ke atas dan mendapati gurunya bertolak pinggang di pinggir jendela dan beberapa temannya melihat ke arahnya. Bukan, bukan anya teman - teman kelasnya tapi siswa - siswi kelas lain jai melihat ke arah jendela karena teriakan gurunya itu.

" Ne?"

Yunho berlari tanpa melihat ke depan karena dia tengah melihat ke arah gurunya. Menatap bingung karena dia tidak mengerti kenapa sang guru meneriakinya tadi.

" Cepat naik!"

" Eoh? N-"

Braaakkkkkkk!

Degh

" Hahahahahaa!"

Suara tawa itu menggema di kelas yang melihat kejadian di pinggir lapangan itu. Yunho tersandung dan wajahnya mencium tanah terlebih dahulu dan itu membuat guru Yunho menggaruk tengkuknya.

" Cepat tolong anak itu dan bawa ke UKS"

" Ne!"

Junsu adalah orang yang berlari keluar kelas setelah menertawakan Yunho sekencang - kencangnya saat jatuh. Tapi dia merasa kasihan karena Yunho pasti merasa malu jadi dia berlari untuk menolong Yunho.

Saat junsu sampai di lapangan, dia melihat Yunho sudah duduk bersila namun tetap menundukkan kepalanya. Junsu menghampirinya dan berjongkok di samping Yunho.

" Aigo... Ayo bangun! Aku akan membawamu ke UKS"

" Junsu" Panggil Yunho dan namja itu menatap Junsu dengan mata berkaca - kaca

" Wae? Sakit? Kau terluka?" Tanya Junsu sedikit panik

" Ottokeh..."

" Wae wae wae wae?"

" Apa mereka sudah mulai berolah raga?"

Junsu yang mengerti pertanyaan Yunho langsung melihat ke arah belakang Yunho. Mereka tengah memperhatikan Yunho dari tengah lapangan.

" Hmm... Belum. Ayo cepat!"

" Tidak bisa"

" Wae? Kakimu terkilir? Jangan menangis pabbo!"

" Bukan"

" Lalu?"

" Celanaku robek, aku malu jika harus berdiri dan berlari karena Jaejoong ada di sana" Yunho berbisik namun nada suaranya terdengar seperti merengek

Plakkk

Junsu menepuk keningnya dengan kencang karena kelakuan absurd Yunho.

" Ayo bangun dan lari!"

" Nanti aku tidak cool dimata Jaejoong!"

" Astaga Jung! Celanamu robek dan kau masih memikirkan hal itu?!" Ucap Junsu tidak percaya

Dan!

Yunho menganggukkan kepalanya dengan tatapan polos.

Plakkk

Kali ini Junsu memukul belakang kepala Yunho dan menariknya untuk berdiri namun Yunho menahan lengan Junsu agar dirinya tidak berdiri.

" Cepat berdiri atau kau akan dihukum Kang ssaem karena tidak cepat masuk kelas!" Ucap Junsu dengan sebal

" Tidak bisa Su!"

" Aish! Celanamu hanya robek Jung!"

" Tapi aku memakai boxer berwarna pink!" Yunho berbisik namun menekankan setiap kata - katanya

" Mwo?!"

" Motif Hello Kitty"

Junsu terdiam mendengar ucapan Yunho, pink? Hello kitty? Hell! Jung Yunho!

" Bagus! Asal kau tahu Kim Jaejoong yang kau kagumi itu menyukai hello kitty! Cepat bangun!" Ucap Junsu

" Jinjja?" Mata Yunho berubah berbinar

" Iya! Cepat"

" Tapi..."

" Ish!"

Junsu yang sedang memakai almamater langsung membukanya dan dia berdiri di belakang Yunho. Setelah beberapa detik terdiam akhirnya Yunho bangkit dari jatuhnya dan Junsu menutup bagian belakang tubuh Yunho, Yunho beranjak untuk mengikat almamater Junsu pada pinggangnya dan mereka bersiap untuk pergi tapi...

" Yak! Yunho jangan bilang celanamu robek sampai kau lama sekali di bawah sana!"

Yunho tersentak kaget saat mendengar teriakan Shindong sampai tidak sadar almamater Junsu terlepas dan semua orang terpaku pada Yunho.

" Omo!" Yunho terpekik kaget dan segera menunduk untuk mengambil almamater Junsu tapi hal itu malah membuat bagian belakang Yunho terlihat jelas apalagi... celana bagian yang robek terpampang

" Hahahahaha!"

" Apa itu? Pink? Dan Hello Kitty?"

" Kyyyaaaaa!"

" Jung Yunho pabbo! Kajjaaaaa!"

Junsu yang jengah dengan kebodohan Yunho langsung menarik namja itu dari pinggir lapangan diiringi suara tawa yang menggema dimana - mana apalagi dari ruang kelasnya dimana Shindong, Siwon dan ssaem-nya tertawa paling keras melihat kelakuan Yunho.

Dan tentu saja hal itu membuat Yunho malu! Bagaimana bisa dia bertingkah seperti itu di depan Jaejoong! Mau taruh dimana mukanya, belum saja kenalan dengan namja super cantik itu dia malah mempermalukan dirinya sendiri.

Yunho jadi penasaran bagaimana reaksi Jaejoong meliatnya seperti ini, apa akan tertawa terbahak atau bagaimana? Akhirnya Yunho melirik ke arah siswa yang akan olah raga itu dan mendapati Jaejoong seakan tidak peduli karena dia tengah berbincang dengan seorang namja tinggi yang sepertinya sangat dekat dengannya.

Tanpa mereka tahu ada dua orang yang menatap mereka dengan pandangan yang berbeda, terutama salah satu dari mereka melihat Junsu menggenggam erat tangan Yunho yang kini masih berusaha menutupi celananya yang robek.

.

.

.

.

.

.

" Kau bawa celana training kan?"

Junsu bertanya setelah mereka sampai di ruang UKS, Yunho duduk dipinggir salah satu ranjang yang ada disana sedangakn saem yang menjaga ruang UKS hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Yuno

" Bawa, ada di loker kelas"

" Ya sudah aku akan ambilkan, password-nya apa?"

" Tanggal lahirku lah"

" Berapa?"

" Tega sekali kau tidak tahu tanggal lahirku!"

" Tidak usah berlebihan, kita juga baru bertemu sejak awal sekolah dimulai"

" Hehehehehe"

" 0402"

" Arasseo, kau tunggulah disini"

" Ya"

Tidak sampai sepuluh menit Junsu kembali dengan membawa sebuah celana training milik Yunho, saat masuk ke dalam ruang UKS dia melihat Yunho tengah menatap keluar jendela. Tentu saja Junsu tahu apa ehem... Siapa yang sedang ditatap oleh Yunho.

" Yah hello kitty, ini celanamu" Ucap Junsu

" Eh, kau sudah kembali?"

" Ya, cepat ganti dan kita segera kembali ke kelas"

" Iya"

Yunho turun dari atas ranjang yang dia duduki, dengan santainya dia membuka celana dan membuat Junsu terpekik.

" Ya! Kenapa kau membuka celanamu sembarangan!"

" Kita kan sama - sama namja" Ucap Yunho tanpa memperdulikan Junsu dia tetap sibuk membuka celananya

" Aku kan sejenis dengan Jaejoong"

" Kau bilang apa?" Yunho menolehkan kepalanya, tadi dia mendengar nama pujaan hatinya disebutkan oleh Junsu

" Tidak, cepat pakai dan buang boxer hello kitty terkutuk itu. Lagipula kenapa juga kau harus memakai benda itu"

" Aku juga tidak mau, tapi kekasih adikku tadi pagi datang dan memberikanku boxer ini sebagai oleh - oleh dan jimat agar aku tidak sakit flu di musim panas" Jawab Yunho sembari memakai celana trainingnya

" Hah? Dia memberikanmu boxr pink padahal kau namja?"

" Ya, dia memang aneh. Seperti alien, adikku saja dapat boxer berwarna hijau terang dengan motif kuda"

" Sungguh aneh"

" Dia memang aneh. Nah, selesai!"

" Ayo ke kelas" Junsu membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju pintu namun suara Yunho membuatnya berhenti " Apa lagi Jung?!"

" hmmm... Aku ingin bertanya" Ucap Yunho dengan wajah serius

" Hum?" Junsu mengerutkan keningnya

" Apa..."

" Ya?"

" Apa benar Jaejoong menyukai hello kitty?"

" Astaga! Aku kira kau mau bertanya apa dengan tampang kelewat bodohmu itu!"

" Yak! Aku tidak bodoh!"

" Terserah!" Junsu membuka pintu ruang UKS " Ya, dia memang menyukai hello kitty"

" Kau tahu darimana?"

" Tidak penting! Cepat, kita harus ke kelas! Ssaem pasti mengomel"

" Huh, oke"

.

.

.

.

.

.

Pulang sekolah adalah yang ditunggu - tunggu oleh semua siswa termasuk Yunho. Tapi sayangnya dia harus mengembalikan formulir pendaftaran ke klub sepak bola dan basket yang akan dia ikuti.

Akhirnya, dia meminta Junsu untuk menemaninya sekalian mentraktir Junsu es krim karena sudah membantunya tadi meskipun gagal karena sikapnya yang memalukan.

" Eoh?"

Mereka saat ini tengah mengantri untuk membeli es krim namun mata Yunho sipit membulat lucu saat melihat dua orang namja duduk berhadapan sembari memakan es krim yang disajikan di atas meja mereka.

" Junsu, Junsu! Itu Jaejoong bukan!" Pekik Yunho dan tangannya memukuli lengan Junsu berkali – kali dengan semangat

" Yak! Sakit pabbo!" Junsu melirik ke arah yang ditunjuk oleh Yunho " Ya, itu mereka. Lalu?"

" Duduk dekat mereka ya!"

" Tidak, kita makan sembari jalan pulang saja"

" Tapi~~"

" Tidak ada tapi – tapian, aku harus mengantar eommaku berbelanja setelah ini"

" Dasar pelit" Yunho memajukan bibirnya beberapa senti

" Hentikan sikap menggelikanmu itu Jung Yunho!" Pekik Junsu, mereka malah menjadi pusat perhatian saat ini

" Tidak seru, menyebalkan, dasar gembul!"

" YAK! JUNG YUNHO!"

TWICTH

Junsu mencubit lengan Yunho dengan kencang saat namja tinggi disampingnya itu mengatakan bahwa dia gembul. Junsu tidak terima itu, bagaimanapun dia itu semok bukan gembul, iya kan?

" Appo! Aish, lihat saja aku akan mengadukanmu pada eommaku!" Pekik Yunho tidak terima

" Heh anak eomma, tuh maju... Giliran kita memesan es krim!"

" Aku tidak jadi membelikanmu es krim"

" Ya sudah, aku akan pajang fotomu yang tadi mengenakan boxer pink motif hello kitty tadi"

" YA! Memang kau sempat memotretku?"

" Yeah, cepat sana! Aku mau es krim coklat"

" Dasar menyebalkan!"

Akhirnya dengan terpaksa Yunho membelikan dua scoop es krim coklat untuk Junsu sedangkan dia membeli tiga scoop es krim strawberry. Mereka berdua keluar membawa es krim cup mereka masing – masing. Disertai dengan tatapan tajam dari dua orang yang ada disana.

" Sejak kapan dia bisa bicara seperti itu pada orang lain?" Tanya salah satu mereka dengan nada datar

" Tidak tahu, aku juga tidak suka melihatnya"

" Kau cemburu"

" Tidak akan"

.

.

.

.

Yunho dan Junsu akhirnya memakan es krim mereka sembari berjalan ke arah halte bus terdekat dari sana. Yunho terus saja membicarakan bagaimana Jaejoong yang terlihat begitu sempurna dimatanya sedangkan Junsu terlihat mual dengan pembicaraan Yunho.

" Hentikan, dia tidak sesempurna itu" Ucap Junsu jengah

Mereka berdua duduk berdampingan di halte sembari memakan es krim mereka masing – masing.

" Tahu darimana? Memang kau kenal mereka? Kau kan anak baru"

" Yeah... Lihat saja sikap cueknya di sekolah. Aku yakin tidak ada yang suka berteman dengannya"

" YAK!"

PLAKK

Yunho memukul lengan Junsu hingga namja itu meringis dan menatap tajam Yunho.

" Jangan menghina Jaejoongie-ku" Ucap Yunho

" Heol, kau baru melihatnya hari ini dan memanggilnya dengan Jaejoongie-ku? Menjijikkan sekali kau Jung" Ucap Junsu datar

" Biar saja! Dia akan jadi milikku"

" Perbaiki dulu otak bodohmu agar dia mau denganmu"

" Tidak usah menghina otakku!"

" Kenyataannya Jung, lihat tuh. Busmu sudah datang"

Yunho menolehkan kepalanya dimana dia melihat sebuah bus menuju rumahnya mendekat ke arah halte yang mereka singgahi.

" Kau?"

" Busnya belum datang, sana duluan"

" Kau tidak akan kesepian ditinggal olehku?"

" Amit – amit! Sana pergi"

" Arasseo"

Yunho bangkit dari duduknya dan membuat cup es krim yang sudah kosong itu, saat pintu bus terbuka Yunho masuk kedalamnya dan melambaikan tangannya dengan semangat ke arah Junsu. Junsu membalas seadaanya dan kembali memakan es krim coklatnya yang belum habis.

" Lucu juga dia" Gumam Junsu

Setelah bus yang dinaiki Yunho menghilang dari pandangan, Junsu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

" Kau boleh mendekat sekarang" Ucapnya datar dan tidak lama sebuah mobil sedan nan mahal berwarna hitam datang menghampirinya

" Tuan" Seorang namja berusia sekitar dua puluh tahunan keluar dan membukakan pintu penumpang untuk Junsu

" Langsung pulang saja, aku lelah"

" Baik"

" Tapi, tolong berhenti di kedai tteokbokki kemarin, aku suka makanan itu"

" Baik tuan"

Dan setelahnya Junsu masuk ke dalam mobil mewah itu.

.

.

.

.

.

" Aku pulang"

Yunho berucap saat membuka pintu dan dia melihat adiknya tengah memakai sandal, sepertinya akan keluar rumah.

" Eoh? Hyung sudah pulang" Sapanya

" Ne, eomma eodie?" Tanya Yunho

" Membantu appa di kedai, pacarku juga disana"

" Aigoo... Jangan mengingatkan aku pada kekasihmu itu"

" Kenapa? Dia kan menggemaskan"

" Menggemaskan kepalamu!"

" Memang dia kenapa?"

" Gara – gara boxer pink hello kitty pemberian pacarmu itu hyung jadi bahan tertawaan seluruh murid tahu!"

" Salah hyung kenapa mau saja jadi bahan tertawaan"

" Yak! Kau ini!"

Yunho memukul pelan lengan sang adik.

" Bisa tidak sih dia hilangkan sifat abusd pacarmu itu?" Tanya Yunhp

" Eiii~~ Malah itu yang membuat aku menyukainya hyung. Gemas aku tuhh~"

" Lebay, sana pergi! Kau mau ke kedai bantu eomma kan?"

" Iya, hyung jangan lupa menyusul ya. Kata eomma sedang ramai"

" Iya, eomma menyiapkan makan siang?"

" Ada di dapur"

" Arasseo"

" Ya sudah, aku duluan hyung"

" Hum"

Namja berstatus adik Yunho itu kemudian meninggalkan Yunho karena harus membantu kedua orangtuanya di kedai. Yunho yang selesai melepaskan sepatunya dan beranjak masuk ke dalam kamarnya.

CEKLEK

Lampu masih mati dan Yunho segera menyalakan lampu itu namun matanya membulat kaget saat lampu menerangi kamarnya dan dia membulatkan matanya.

" YAK! JUNG HOSEOK! KAU APAKAN KAMARKU!"

Sementara itu dilantai satu rumah Yunho sekaligus kedai milik keluarga Jung, seorang namja tiba – tiba saja merinding.

" Hyung, kok perasaanku tidak enak ya?"

" Hanya perasaanmu saja mungkin, tuh... ada yang beli. Sana layani"

" Oke"

Namja terbilang manis dan terlihat polos itu menghampiri seorang pembeli yang menggunakan setelan resmi. Namja itu sudah beberapa kali membeli di kedai ini.

" Whooaaa ahjusshi kembali lagi, tteokbokki seperti kemarin?"

" Ya"

" Oke, dua tteokbokki spesial yang pedas untuk ahjusshi tampan. Tunggu ya ahjusshi"

" Ya"

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Annyeoong~~

Pendek kan?

Sependek apa coba? Hohohohohoho~ #plakkk

Karena Cho menemenin kk Cho lembur di kantor jadi Cho bisa selesai in ff ini hahahahaah #smirk

Semoga kalian suka ya?

.

Special Thanks :

.

Mitaichi (ada kok, 4 season nya hohohoh~), shanzec (iyoo~), eL Ree (sipoo~), HNYUNHO (hahahahha iya emang gt dy mah), zahra32 (sipoo~), sexymoan (jaemma kan emang kadang" pinter, kadang" polos, kadang" modus #eh... sip, maacih udah baca), ismimimi05 (coba tebak lagi~), LittleOoh (sipoo), Park RinHyun-Uchiha (hmmm... Mungkin?), guest (yoiii~),

.

Yang udah follow, fav dan para SiDer

.

Sekali lagi maacih #bow

.

Ok, jadi apa ff ini layak lanjut?

Chuuuu~~

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Junsu masuk ke dalam rumah setelah salah satu asisten rumah tangganya membukakan pintu untuknya. Dia berjalan santai sembari menenteng plastik hitam di tangan kanannya. Bersiul pelan dan berjalan untuk menaiki tangga sebelum sebuah suara menginterupsinya.

" Bagus sekali kau bersenang – senang diluar"

" Aku rasa bukan urusanmu?"

" Harusnya appa memasukkanmu ke dalam pelajaran tambahan agar kau tidak bermain dengan sembarang orang, Kim Junsu"

" Sudah berapa kali aku katakan tidak usah mencampuri hidup santaiku, Kim Jaejoong, Shim Changmin?"

Setelahnya Junsu menaiki tangga, berjalan menuju kamarnya dan mengunci kamarnya dari dalam.

.

.

.

.

.

.

.

Jum'at, 24 November 2017