The Stars

Cast :

Do Kyungsoo (GS)

Kim Jongin

Byun Baekhyun (GS)

Park Chanyeol

Oh Sehun

Genre : Romance & Drama

Idol Life, litle Canon (?)

Warning : Rated T-M

EXO milik Tuhan Yang Maha Esa, saya hanya seorang fans yang mencoba menuangkan imajinasi saya kedalam sebuah Fanfiction.

Saya tahu kalian memang kurang menyukai FF ini. Ada beberapa review yang membuat saya 'jatuh'. Disini nanti akan ada beberapa kata-kata kasar, lagipula saya belum tentu membuat Kyungsoo menyetujuinya kan?

Untuk MissFrontal dan juga Review View Terima kasih banyak, jika kalian keberatan dengan FF ini, saya akan menghentikannya. Terima kasih banyak atas masukannya x)

Pairing : KaiSoo liltbit KaiBaek X)

The Stars~

Copyright EXO 2015

Kirefa Present

Chapter 1~

Kyungsoo mendudukkan tubuhnya disofa apartemen kecil miliknya, tubuhnya amat lelah. Dikepala cantiknya masih berputar tentang tawaran Lee Sooman tentang pekerjaan itu. Kyungsoo menutup kepalanya menggunakan lengan kanannya, gadis itu belum mengganti pakaiannya, belum juga Kyungsoo ingin beranjak kekamarnya, pintu apartemen kembali berbunyi dan terbuka. Menampakkan wajah Seokjin – teman satu apartemennya yang tampak kesal.

"Kau kenapa Kyung?"

"Kau juga kenapa Jin?

Mereka tertawa kecil menyadari raut wajah yang sama-sama kesal. Kyungsoo masih bingung dengan keputusannya nanti. Haruskah dirinya mendiskusikan dengan Seokjin. Ah.. itu lebih baik, lagipula Seokjin lebih mengetahui apa yang terjadi didunia 'Idol', karena Seokjin memiliki kekasih dan juga anggota grup ternama. Siapa yang tidak mengenal BTS? Boygroup dengan 6 mamber dan mamber termuda kelahiran 97. Ya Tuhan~ bagaimana bisa agensi itu merekrut anak dibawah umur yang bahkan sekarang masih kelas 1 sekolah menengah?

"Kau ada masalah dengan Namjon?" tanya Kyungsoo. Seokjin lebih memandangnya kesal.

"Siapa lagi kalau bukan pemuda itu." jawab Seokjin sengit.

"Kenapa lagi dengan Namjon? Bukankah dia baik-baik saja?" Kyungsoo menyerit heran pada yeoja disampingnya ini.

"Kadang menjalin hubungan dengan lelaki yang lebih muda akan membuatmu sakit kepala." Jawab Seokjin, ya memang Namjon atau nama panggungnya Rap Monster lebih muda 2 tahun daripada Seokjin. Yeoja itu lebih tua satu tahun dibanding Kyungsoo, Seokjin kelahiran tahun 92 sedangkan Namjon kelahiran tahun 94.

"Suruh siapa kau berpacaran dengannya." Sahut Kyungsoo, Seokjin memukul lengan kanan Kyungsoo kesal.

Yeoja yang lebih tinggi dari Kyungsoo itu menatap Kyungsoo dengan pandangan kesalnya "Kau tidak tahu, makanya sampai sekarang kau masih sendiri!" ledeknya. Ya memang Kyungsoo masih saja seorang diri diumurnya yang ke-22 tahun.

Kyungsoo mendesus tidak suka jika urusan 'jomblo' yang dikatakan Seokjin padanya. "Lupakan! Ada apa dengan Namjon?" tanyanya halus.

Seokjin melempar tas selepang miliknya kesamping, tubuh itu ikut menyender disamping tubuh mungil Kyungsoo. "Dia akan comeback lagi bulan ini, kau tahu? Aku sudah pening melihatnya yang merapp tidak jelas seperti itu! Telingaku terasa panas mendengar pujian-pujian tentangnya." Ucapnya kesal, Kyungsoo terkikik kecil, "Dan lagi, Namjon bodoh itu bukannya sadar dengan apa yang terjadi denganku, dia malah memunculkan api itu. Berdekatan dengan gadis-gadis yang lebih muda pula, apalagi saat promo lagu Boy In Luv itu. Sungguh ingin ku jedotkan kepalanya itu kedinding kamar drom mereka." Lanjunya tetap dengan nada kesal.

"Dia kan leader Jin-ah." Balas Kyungsoo.

"Leader bukan berarti harus seperti itu Kyung~." Jawab Seokjin, "Lihat saja nanti, akan aku buat make up paling jelek untuknya." Lanjut Seokjin, dan sukses membuat Kyungsoo tertawa keras.

"Cemburumu tidak masuk akal Seokjin."

Seokjin menggulung surai hitamnya keatas. "Biar saja!" balasnya cuek. "Kalau kau kenapa? Apa audisimu berhasil hari ini?" lanjutnya menatap Kyungsoo.

Kyungsoo mendesah kecil, kepala mungilnya menggeleng. "Bagaimana bisa kau ditolak? Bahkan Minseok eonni berkata kalau suaramu mengalahkan leader SNSD itu." ucap Seokjin tidak terima.

"Entahlah Jin-ah. Aku bingung, kata mereka aku terlalu tua untuk ditraining."

"Walaupun kau tua, wajahmu masih seperti anak kecil Kyung~." Bela Seokjin lagi. Kyungsoo menampakkan wajah manisnya saat Seokjin menyebutnya seperti anak kecil.

"Benarkah? Aku masih seperti anak kecil?" tanya Kyungsoo sambil memasang wajah menggemaskan miliknya, membuat Seokjin merasa mual.

"Menurutmu?" Seokjin paling tidak suka jika Kyungsoo mulai besar kepala jika seseorang menyebutnya masih terlihat seperti anak umur belasan tahun. Nantinya gadis mungil itu akan menyindir dirinya yang terlihat seperti ajjumha, sedangkan umur mereka hanya berbeda 1 bulan. Ya Seokjin kelahiran Desember 92 sedangkan Kyungsoo Januari 93, karena itulah Kyungsoo tidak memanggil Seokjin dengan panggilan 'Eonni' pada umumnya. "Mungkin SM mempertimbangkan dengan baik untuk mengrekrutmu Kyung~"

"Eh kenapa?" tanya Kyungsoo bingung.

Seokjin mengangkat bahunya "Mungkin saja mereka bingung, kau itu keahliannya hanya menyanyi. Suruh saja kau menari, mungkin kau hanya akan bergoyang seperti gurita atau seperti robot, sama seperti Namjon bodoh itu. Bedanya dia ahli dalam bidang rapp."

Kyungsoo mendelik saat Seokjin membandingkannya dengan kekasihnya. "Kenapa kau malah membandingkan ku dengan kekasihmu itu? Bahkan dibanding dengan Yoongi, aku rasa Yoongi lebih baik dalam hal dance." Jawab Kyungsoo jujur.

"Lupakan, kenapa kita malah membahas mereka. Biarkan saja mereka comeback dengan lagu-lagu cinta mereka. Memangnya masih anak sekolahan? Hanya Jungkook yang masih sekolah disana." Jawab Seokjin tidak nyambung, dahi Kyungsoo membentuk perempatan. Seokjin jika sedang kesal memang terkadang menyangkutkan hal-hal yang tidak berhubungan apa yang sedang mereka bahas menjadi hal-hal yang perlu dibahas. Bahkan Namjon pernah angkat tangan saat berdebat dengan gadis tinggi itu.

Kyungsoo hanya diam, mata bulatnya tidak fokus. Terkadang memandang Seokjin namun kembali mengalihkan kearah terlevisi yang telah dihidupkan oleh Seokjin. "Jin-ah~?"

Seokjin menatap Kyungsoo dengan pandangan bertanyanya. "Ya Kyung~?"

"Emhh.. sebenarnya ada sesuatu yang harus aku diskusikan padamu."

"Silahkan. Ada apa?"

Kyungsoo menarik nafasnya panjang lalu menghembuskannya pelan. Sebenarnya dirinya ragu mendiskusikan ini dengan Seokjin, mengingat sifat yeoja tinggi yang terkadang emosional.

'EXO diperkirakan akan Comeback tahun ini. Menurut SM entertaiment, mereka akan membawa tema yang berbeda dari Era sebelumnya'

Kyungsoo mengalihkan tatapannya untuk menatap satu-persatu pemuda yang ada dilayar televisinya. "Kim Jongin? Kai?"

Kening Seokjin berkerut "Kai?"

"Eh- bukan Jin-ah. Kalau boleh tau Kai itu yang mana?"

Seokjin tertawa kecil bahkan nyaring, membuat suaranya bergema diapertemen kecil milik mereka berdua. "Ah Kai? Kau menyukainya yaaa?" Seokjin mengalihkan padangannya kearah televisi. "Nah itu namanya Kai, pemuda tan dengan senyum yang manis itu." tunjuknya pada salah satu pemuda dilayar kaca itu. tepat saat itu Kai memakai pakaian bernomor punggung 88 miliknya. Kyungsoo mengangguk-anggukan kepalanya.

"Memangnya kenapa? Tidak biasanya kau tertarik dengan boy group. Bahkan saat Jimin dan juga Hoseok mendekatimu dulu, kau mengacuhkan mereka."

Kyungsoo mengerucutkan bibirnya kesal. "Bahkan mereka lebih muda 3 tahun dibanding diriku Jin-ah. Kenapa tidak sekalian kau bilang Jungkook ikut mendekatiku?

Seokjin kembali tertawa, memang dulu Jimin dan juga Jhope (Hoseok) mencoba mendekati Kyungsoo, semua anggota BTS memang rata-rata mengenal Kyungsoo, apalagi Seokjin sering membawa Kyungsoo dalam beberapa acaranya saat bertemu dengan Namjon.

"Tidak, aku hanya penasaran. Kenapa tiba-tiba kau menanyakan Kai? Apa ini ada hubungannya dengan SM?"

Kyungsoo mengangguk kecil, "Seperti itulah Jin-ah. Mereka memang tidak menerimaku menjadi trainingnya. Tapi~ mereka menawarkan pekerjaan lain untukku."

Seokjin menatapnya dengan tatapan bersinarnya, SM entertaiment menawarkan Kyungsoo pekerjaan. Itu hebat! Sungguh, dibandingkan dirinya yang bersusah payah untuk mejadi asisten serta penata makeup BTS dulu. Kyungsoo termasuk beruntung. "Pekerjaan? Apa yang mereka tawarkan?"

"Emhhh~,,, ano- eh. Jin-ah kau tidak marah kan?"

"Kenapa aku harus marah? Apa yang mereka tawarkan Kyung?" ulang Seokjin dengan nada halusnya.

Kyungsoo memainkan jari tangannya sambil menggingit bibir bawahnya. "Pemuas hasrat untuk Kai." Lirihnya pelan.

"MWOOOO? APA KATAMU? PEMUAS HASRAT?!" teriak Seokjin nyaring.

Kyungsoo gelagapan, gadis mungil itu mencoba menenangkan Seokjin yang mulai tidak bisa mengontrol emosinya.

"Em.. aku belum berkata iya Jin-ah." Jawab Kyungsoo, mengelus pelan pundak yeoja tinggi itu.

Seokjin memijit keningnya pelan. "Ya Tuhan~ bagaimana bisa mereka menawarkan pekerjaan seperti itu pada gadis yang bahkan tidak pernah disentuh pria." Ucapnya.

Kyungsoo melepas elusannya pada pundak Seokji, gadis mungil itu berjengat sedikit kesamping. "Jadi kau menanggap aku tidak berpengalaman?"

Seokjin menghela nafasnya jika melihat Kyungsoo seperti ini, gadis itu pasti sedang kesal karena kata-katanya tadi. "Aigoo Do Kyungsoo~ kau masih saja seperti itu." ucapnya mencoba membuat Kyungsoo melunak. "Aku hanya heran, kenapa agensi sebesar SM menawarkan pekerjaan seperti itu padamu? Siapa yang menawarkannya?" Lanjut Seokjin dengan nada lembutnya.

"Lee Sooman sajangnim." Balas Kyungsoo pelan, kepalanya menghadap kearah Seokjin yang menatapnya heran. Lee Sooman menawarkan sendiri pekerjaan itu? Astaga... apa yang ada didalam pikiran pria paruh baya itu?. "Beliau berkata kalau Kai memiliki kelainan Jin-ah." Lanjutnya sambil menatap kearah Seokjin.

Seokjin memberikan tatapan kosongnya, dikepalanya kini benar-benar hilang masalah tentang Namjon, digantikan dengan pertanyaan-pertanyaan berhubungan dengan Kyungsoo. "Kelainan? Seorang Kai berkelainan? Apa benar?"

Kyungsoo mengangkat bahunya sambil meggeleng lemah. "Molla."

Hening~ keduanya hanya diam, larut dalam pemikiran masing-masing.

"AHAA!" Seokjin berteriak nyaring, membuat Kyungsoo sedikit terangkat dari tempat duduknya. Dipandangnya Seokjin dengan tatapan kesal dan tajam miliknya, Seokjin tertawa kecil sambil membungkuk. "Maafkan aku Kyung~. Hanya saja aku tahu apa yang harus kita lakukan." Ucapnya.

Tatapan Kyungsoo berubah menjadi tatapan berbinar. "Benarkah? Bagaimana?"

Seokjin mengobrak-abrik tas selempangnya, perlahan gadis tinggi itu mengeluarkan ponsel pintar miliknya. "Akan kuhubungi manager BTS dan mencoba mencari tahu tentang EXO."

Dahi Kyungsoo berkerut. "Apa hubungannya BTS dengan EXO?" tanyanya heran.

Seokjin memberikan tatapan datarnya. "Jelas ada Do Kyungsoo~. Setiap artis pasti memiliki riwayat hidupnya. Dan juga kau tahu apa gunanya sasaeng fans? Mereka bahkan mengetahui lebih dalam dibanding orang tua sang idola."

Kyungsoo makin heran, jawaban yang diberikan Seokjin dari pertanyaan yang diajukannya membuatnya semakin bingung. "Nanti kau akan paham sendiri." Balas Seokjin sambil memainkan ponsel miliknya. Menaruh sebentar ponsel itu diatas meja didepan mereka, Seokjin menatap Kyungsoo. "Kau belum menyetujuinya kan? Kapan kau berikan kepastian kemereka?"

Kyungsoo mulai bernajak dari tempat duduknya. "Mereka memberiku waktu 1 minggu Jin-ah." Ucapnya sambil berlalu meninggalkan ruang tamu apartemen mereka, kedua tangannya mencoba mengikat acak surai kehitaman miliknya. Seokjin mengangguk-anggukan kepalanya. Waktu yang cukup lama untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan Kai.

000

6 pemuda tampan itu memasuki ruangan yang lebih besar bersamaan dengan 2 lelaki paruh baya dibelakang mereka. Didepannya ada seorang lelaki yang duduk dengan manis ditempatnya.

Lelaki paruh baya itu tersenyum melihat kedatangan 'anak emas' miliknya, mesin penghasil uang miliknya. Siapa lagi kalau bukan EXO?

"Duduklah." Suruhnya. Keenam pemuda itu duduk berhadapan 3 – 3, manager mereka duduk dikursi lain disamping lelaki paruh baya itu. "Sudah tahu kenapa aku memanggil kalian kemari?" tanyanya.

Mereka berenam menggeleng bersamaan. "Kris, kalian akan kedatangan mamber baru." Panggilnya pada Kris – leader EXO. Keenamnya menatap bingung apa yang dikatakan atasan mereka. Member baru? "Seorang yeoja." Lanjutnya. Belum juga habis keterkejutan mereka perkataan yang diucapkan oleh atasan mereka lebih membuat mereka terkejut lagi.

"Bukan.. dia tidak akan bergabung diEXO tapi akan tinggal satu atap dengan kalian. Didrom EXO." Ucapnya, keeenamnya kemudia mengangguk beriringan.

"Kai." Panggilnya, pemuda berkulat tan itu mendongkakkan kepalanya menatap Lee Sooman yang memandangnya dengan tatapan hangat. "Kau mempunyai hak penuh atas yeoja itu." ucapnya. Sontak apa yang diucapkan oleh Sooman membuat kelima mamber lainnya menatap bingung. Apa? Kenapa? Dan bagaimana?

Kenapa harus Kai?

Bagaimana bisa Kai mendapatkannya?

"Kalian jangan berpikiran macam-macam, ini adalah permintaan dari Kim Young Min. Aku hanya meneruskannya. Lagipula ini untuk menutupi scandal Kai dengan Baekhyun."

Kelimanya mengangguk bersamaan, ya memang Kai dan Baekhyun – artis solois SM yang kini tinggal di Amerika – sudah menjalin hubungan selama 2 bulan. Namun Kai tidak terlalu menyukai Baekhyun, yeoja bermarga Byun itulah yang mengutarakan rasa cintanya pada Kai. Mau tidak mau Kai menerimanya, apalagi para hyungnya terus menggodanya.

"Kalian mengerti kan? Aku tidak bermaksud membuat Kai terasa 'spesial', jika aku masih menjabat sebagai CEO disini mungkin aku bisa menolaknya. Lagipula yeoja itu teramat biasa untuk ukuran kalian." Jelasnya. Sooman mengerti jika ini nantinya akan membuat mamber lain merasa dibedakan. Dimulai dari teaser Kai yang berbeda dibanding lainnya, lalu Kai yang masuk dalam Sub Unit Grop Younique dan lagi posisi kai sebagai visual, padahal ada Sehun dan juga Kris yang lebih tampan dari pemuda itu. Kim Young Min memang menspesialkan Kai, membuat Kai terasa berbeda dibanding mamber lainnya.

"Oke kita lupakan hal itu." ucapnya tegas, mata yang dibalut kacamata itu memandang satu persatu pemuda yang ada disana. "Kalian tahukan sekarang persaingan semakin besar? Untuk ukuran Rookie kalian bukan lagi Rookie. Kalian sudah bintang. Aku hanya memperingatkan kalian tidak bersantai-santai saja." Sooman menyenderkan tubuhnya kesandaran kursinya. "Bangtanboys atau BTS bahkan GOT7. Mereka sedang dalam masanya kini. Perhatikan aktivitas kalian masing-masing, tetapi jangan lupa dengan group. Kita perlu mengantisipasinya, terlebih dengan BTS. Walaupun Boy Group itu biasa, tapi mereka spesial. Aliran HipHop Rapper yang jarang diangkat oleh Boy grop."

Keenamnya mengangguk paham, mereka juga merasakannya. Fans yang semakin lama semakin berkurang walaupun mereka terkadang tetap menerima beberapa Award dan juga hadiah, tapi menurut Chanyeol – salah satu mamber yang sering mengikuti alur perjalan fans. Exo-L kini mulai berkurang dan berpindah hati menjadi fans BTS. "Walaupun kalian sering dibantu oleh agensi, tapi suatu saat kalian harus merasakan begaimana mendapatkan itu semua dengan seorang diri. Tanpa manager dan juga promotor.!" Ucap Sooman tegas. Masa kepemimpinan Sooman dan Youngmin memang berbeda. Jika Sooman dahulu membuat group yang dibawah asuhannya mendapatkan kepopulerannya sendiri tanpa bantuan agensi, Youngmin berbeda, dirinya membantu group yang dibawah asuhannya kini mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan bantuan agensi meskipun terkadang beberapa merupakan kepopuleran goup tersebut.

"Pulanglah, dan biarkan manager kalian bersamaku. Ada yang harus kami bahas."

Kris, Suho, Chen, Chanyeol, Kai dan Sehun mengangguk dan menunduk hormat bersamaan. Keenamnya keluar dari ruangan itu dengan perasaan bertanya. Hanya untuk masalah tadi kenapa harus memanggil mereka? Memanggil manager saja bisa kan? Kenapa harus mereka semua yang dipanggil? Bahkan pernyataan tentang yeoja 'untuk' Kai itu membuat mereka sedikit merasa dibedakan.

Kai yang merasakannya, pandangan mamber lain kearahnya begitu berbeda. Terlebih Sehun – pemuda berkulit pucat yang umurnya hanya berbeda 3 bulan darinya itu sedari tadi enggan memandangnya.

"Kau marah padaku Sehun?" tanya pada sang magnae EXO itu. Kris yang melihatnya menepuk bahu Sehun pelan.

"Jangan bersikap kekanakan Sehun. Kita sudah besar. Kau tahu tentang Kai bukan?" ucapnya pada Sehun. Sehun memandang leader EXO dan juga seseorang yang dianggapnya sebagai hyung itu dengan pandangan datarnya. Tanpa menjawabnya Sehun berjalan kearah Chanyeol dan juga Chen yang berada dibarisan depan, meninggalkan Kai Kris dan Suho dibelakang. Kedua hyung tertua itu mengelus pundak Kai.

"Mungkin dia sedang kesal Kai. Jangan diingat, biarkan saja dia seperti itu saat ini." Itu suara Suho, pemuda itu mencoba menenangkan Kai. Kai mengangguk pelan, tatapannnya berubah nanar memandang Sehun yang berlalu. Dia dan Sehun adalah teman dekat, mereka seumuran, melakukan kejahilan bersama-sama, menarik kolor Chanyeol jika sedang kosong, atau menganggu Chen memasak dengan mencampurkan bumbu-bumbu yang bermacam-macam. Jika Sehun kesal dengannya, Kai merasa sangat bersalah. Terkadang pemuda berkulit tan itu menyesali kelainan yang dimilikinya, Sehun mengerti dirinya. Bahkan saat mereka 1 kamar, Kai bisa melakukan hal-hal tidak wajar, dan Sehun memakluminya. Kai merasakan kehilangan Sehun hanya karena yeoja itu. Kai berjanji akan membuat yeoja itu tidak akan betah tinggal didrom EXO nantinya. Ya~ dirinya berjanji.

Janji? Janji untuk diingkari eh?

000

Kyungsoo merapikan surai hitam sepunggung miliknya, gadis itu memakai celana hitam kain dan kemeja putih panjang yang dipadukan dengan cardigan berwarna hitam pula. Gadis itu berlari kearah tempat rak sepatu yang terletak disamping pintu apartemen mereka. Gadis itu sedikit tergesa-gesa karena 1 jam yang lalu dirinya mendapatkan telepon dari pihak SM Entertaiment, padahal kan tersisa 3 hari lagi sebelum Kyungsoo menyetujuinya. Walaupun behitu mau tak mau Kyungsoo segera bergegas. Seokjin sudah berangkat sejak jam 8 pagi tadi. Sedangkan sekarang sudah pukul 11 siang, Kyungsoo mengambil salah satu higheals berwarna putih senada dengan kemeja yang dipakainya. Gadis itu segera menutup pintu apartemennya dan setengah berlari menuju lobi, untung saja setelah dirinya keluar dari apartement itu sebuah taksi melintas. Walaupun mahal, Kyungsoo harus merelakan separuh uangnya untuk membayar taksi itu agar penampialannya tidak terlalu berantakan saat tiba digedung agensi besar itu.

Kyungsoo menatap pinggiran jalan kota Seoul yang sekarang lumayan padat, perlahan Kyungsoo mulai merasakan getaran pada ponselnya. Gadis itu merogoh kantung yang ada dicardigannya.

Seokjin Calling

"Nde?"

"Kyungsoo dimana kau sekarang?" Seokjin bertanya tergesa membuat Kyungsoo menyeritkan dahinya.

"Dalam perjalanan. Kenapa memangnya?"

"Kau ingin keSM sekarang?"

Eh – dahi Kyungsoo semakin berkerut bagaimana Seokjin tahu jika Kyungsoo ingin ke SM Entertaiment sekarang? "Ya, memangnya kenapa?"

"Kau sudah tahu apa yang akan kau jawab nantinya? Bahkan investigasiku bersama Namjon belum selesai."

Kyungsoo ingin sekali melemparkan duo NamJin itu kesungai Han atau sungai Amazon biar mereka berdua dimangsa oleh ikan-ikan piranha yang terkenal kejam itu. bagaimana tidak sudah 4 hari ini Kyungsoo selalu diberikan nasihat yang tidak masuk akal. Mungkin benar saja jika anggota BTS yang lainnya menyebut pasangan NamJin sebagai pasangan paling abstark. "Aku akan bertanya terlebih dahulu Jin-ah. Kau tidak perlu mengkhawatirkanku." Jawab Kyungsoo dengan nada halusnya, walaupun didalam hatinya gadis itu sedang meradang penuh kesal.

"Kau belum tahu kan? Sesuatu tentang Kai? Apa kau sempat menyaritahu tentangnya?"

"Belum, nanti saja jika aku sudah bertemu dengannya." Balas Kyungsoo enteng, gadis itu sebenarnya juga bingung apa yang harus dilakukannya nanti jika sudah dialam gedung SM.

"YA TUHAN KYUNGSOO! KAI ITU MENDERITA KELAINAN!" teriak Seokjin nyaring, walaupun mereka berbicara melalui line telepon tapi tetap saja telinga Kyungsoo berdenyut sakit mendengarnya.

"Maksudmu?"

"Makanya pulanglah dulu, katakan dengan SM entertaiment. Batalkan pertemuan hari ini. Mereka melanggar perjanjian, bukankah masih tersisa 3 hari lagi?"

Entah kenapa Kyungsoo merasa Seokjin sedikit berbeda hari ini, walaupun gadis itu terlalu sensitif tapi Seokjin termasuk orang yang tidak suka mencampuri urusan orang lain. Jadi.. Kyungsoo merasa ada sesuatu yang terjadi, Kyungsoo terdiam sejenak.

"Noona, kita sudah sampai." Suara Ajjushi supir taksi itu membuat Kyungsoo tersadar. Layar ponselnya masih menunjukkan wajah Seokjin yang terlalu lugu saat tidur yang menunjukkan kalau line telepon bersama gadis itu masih terhubung.

"Maafkan aku Jin-ah. Aku harus menutupnya. Chaa.."

"Yaa! Yaak! Kyung—"

Kyungsoo menutup line telepon itu, gadis itu mengeluarkan dompetnya dan menyerahkan beberapa lembar puluhan ribu won kepada ajjushi. "Gamsahamnida ajjushi" ucapnya saat menutup pintu taksi itu. ajjushi supir taksi itu hanya tersenyum dan taksi itu meninggalkan area gedung SM entertaiment.

Kyungsoo menatap lagi kearah gadis-gadis belia yang berada didepan gedung agensi ini, dengan berbagai atribut yang mereka bawa, mulai dari barner, plan nama, foto mamber yang Kyungsoo tidak terlalu tahu yang siapa nama mereka, dan juga kado-kado yang telah mereka siapkan bahkan diantara mereka ada yang masih menggunakan pakaian seragam sekolahnya. Ya Tuhan~ bagaimana jika orang tua mereka tahu kelakuan anak mereka seperti ini.

"Kai oppa~"

Kyungsoo langsung menoleh kearah sumber suara itu, ya disana berjalan seorang pemuda menggunakan masker dan juga penutup kepala jangan lupakan dua orang pria berbadan besar disampingnya. Ohh jadi itu yang namanya Kai?

"Do Kyungsoo? Sooman sajangnim sudah menunggumu."

Kyungsoo membalikkan tubuhnya saat seseorang menepuk pelan bahunya, Kyungsoo membungkukkan tubuhnya saat melihat orang itu. kalau tidak salah itukan orang yang sama saat memanggilnya dulu?

"Mari ikuti aku" lanjutnya lagi lalu berjalan menuju lorong yang berbeda dengan yang dilalui Kai tadinya. Kyungsoo merasa terkagum-kagum, lorong ini bukan lorong beberapa hari yang lalu, bukan lorong yang dilewatinya saat pertama kali keruangan Sooman. Ini lorong yang berbeda dengan beberapa pigura artis-artis agensi ini dimuali dari poster yang besar dan panjang hingga coretan-coretan tangan artisnya.

XOXO

Eh? Memangnya ada group SM yang bernama XOXO?

"Masuklah, Sooman sajangnim sudah ada didalam"

"Nde~" Kyungsoo mengangguk dan membungkuk, orang itu meninggalkan Kyungsoo didepan pintu yang sama berberapa hari yang lalu. Ooo jadi banyak jalan untuk sampai disini, pikir Kyungsoo pendek.

Kyungsoo mengetuk pintu itu, dan secara otomatis pintu itu terbuka membuatnya langsung berhadapan dengan Lee Sooman yang duduk manis dikursi kebesarannya.

"Kau sudah datang?" tanya Sooman pendek, Kyungsoo mengangguk. "Duduklah, kita perlu membicarakan hal ini." Kyungsoo melangkah masuk kedalam, dan secara otomatis pula pintu berdaun dua itu tertutup. Waw~ Kyungsoo sedikit terpana melihat kecanggihan teknologi diruangan ini.

"Emhh-Ano sajangnim, bolehkah saya bertanya?"

Sooman melirik kearah Kyungsoo lalu mengangguk "Silahkan." Suruhnya.

Kyungsoo mulai gugup. "Kenapa sajangnim menawarkan pekerjaan ini kepada saya? Bahkan kami belum saling mengenal."

Sooman tertawa kecil membuat kantung matanya semakin terlihat. "Kau bertanya seperti itu Kyungsoo? Begini, Kai berbeda – dia bukan termasuk orang yang cepat akrab dengan orang baru. Dan~ untuk pekerjaan pemuas hasrat itu. Kau jangan berpikiran yang macam-macam." Pria paruh baya itu mulai serius dengan ucapannya membuat Kyungsoo tertunduk takut. "Aku menawarkan pekerjaan ini kepadamu, karena kaulah satu-satunya yang lulus dalam hal fisik. Kau tidak terlalu cantik dan sederhana, dibandingkan dengan peserta audisi yang lainnya kau tidak menor. Kau berdandan seadanya. Dan juga kau belum memiliki kekasih bukan? Satu hal lagi, kau tidak menyukai EXO. Apa itu benar?"

Jantung Kyungsoo berdegup kencang, bagaimana pria didepannya ini tahu semua tentangnya? Kalau tidak menyukai EXO bolehkah Kyungsoo meralatnya? Dirinya bukan tidak menyukai EXO hanya 'kurang tahu' saja tentang EXO. Yang membuat gadis mungil itu kadang jengkel dengan EXO adalah setiap berita tentang selebritis pasti saja nama-nama mereka akan muncul disana. "Kau memang aku tawarkan untuk menjadi pemuas hasrat Kai, didalam artian ini kau hanya menenangkannya, biarkan dia ada dalam pelukanmu saat dia tertidur. Bukan berhubungan suami istri atau bagaimana, aku tidak terlalu jahat untuk itu."

"I-iyee~" jawab Kyungsoo lemah. Ooo jadi selama ini pemikiran Kyungsoo dan Seokjin salah tentang pekerjaan 'pemuas hasrat' itu?

"Kai berbeda – dia memang terkadang penyendiri dibanding yang lain. Kai terkadang asik dengan dunianya, tapi saat dirinya sendiri dia akan melakukan hal-hal yang aneh-aneh. Kami sudah menyadarinya sejak dia masuk trainer dalam agensi ini. Awalnya aku pikir Kai akan baik-baik saja namun ternyata tidak, semakin dunia disekitarnya berisik Kai melakukannya lagi, dia akan berfikiran negatif tentang orang dan membuatnya menyakiti dirinya sendiri. Kai memerlukan kasih sayang yang lebih dan aku memintamu untuk melakukan itu."

Kyungsoo membuka mulutnya. Begitukah seorang Kai yang sebenarnya? "Ma-maaf sajangnim, saya tidak terlalu mengerti apa yang anda katakan."

Sooman tersenyum maklum. "Kau hanya menenangkan Kai, kau ada saat dirinya tertidur. Kau hanya perlu ada disampingnya, buat Kai untuk tidak terlalu asik dengan dunianya. Aku terkadang prihatin melihatnya seperti itu."

Eh? Berarti dirinya nanti akan tidur bersama dengan Kai? Apa? Tidur berdua? Satu tempat tidur?

"Ma-maksud anda, saya dan Kai tidur bersama?"

Pria paruh baya itu menangguk membenarkan, kacamatanya diangkat sedikit dan beranjak menuju tempat duduk Kyungsoo. "Ya, kalian tidur bersama, aku janji Kai tidak akan melakukan hal-hal yang aneh-aneh denganmu. Dan lagi aku menawarkan satu pekerjaan lain padamu."

Kyungsoo semakin bingung, kata-kata pria paruh baya itu nampak rancu dikepalanya. Inilah sebabnya kalau dirinya hanya lulusan Sekolah Menengah. IQ yang dimilikinya tidak terlalu tinggi, dan terkadang Kyungsoo akan lambat untuk mencerna apa yang dikatakan orang lain. "Pekerjaan?"

"Kau menjadi asisten mereka, anggap saja nilai tambah untukmu. Kau hanya perlu memasak untuk mereka melihat kau hobi memasak. Aku akan menambah gajihmu." Ucap Sooman lagi, pria baruh baya itu mendudukan dirinya dihadapan Kyungsoo dengan berkas dihadapannya. Disana sudah tertulis perjanjian-perjanjian tentang pekerjaan ini, Ah.. jadi ini serius? Tidak main-main? Tidur bersama? Berarti dirinya harus pindah dari apartemen itu ya?

"Sajangnim~ jika saya tidur didorm EXO apakah saya satu kamar dengan Kai?"

Lagi-lagi Sooman tertawa kecil, menampakkan wajah keriputnya. "Mau bagaimana lagi, tenang saja, mereka tinggal sendiri-sendiri jadi tidak akan ada hal yang membuatmu gugup." Melihat Kyungsoo yang masih gelisah, Sooman menyadari ada hal lain yang mengganggu pikiran gadis dihadapannya ini. "Apa berarti saya seharian diDorm EXO?" dan benar saja perkiraan Sooman, gadis itu menanyakan hal lain.

"Tidak, aku tahu kau tinggal bersama temanmu disalah satu apartemen pinggiran kota." Kyungsoo mengangguk membenarkan. "Kau hanya perlu kedorm saat malam hari sampai pagi hari, setelahnya kau boleh pergi keapartemenmu itu. jika orang lain bekerja dari siang hingga sore, kau kebalikannya kau bekerja malam hingga pagi hari. Bagaimana?"

Kyungsoo mulai ragu, ini nampaknya mudah. Tidak terlalu sulit melakukannya, hanya hal di'tempat tidur' saja yang membuatnya sedikit bimbang. "Kau ingat tentang tawaranku kan? Uang yang kau terima dan uang yang aku kirimkan kepada nenekmu di Gwuangju berbeda, dan itu tidak termasuk dalam perhitungan. Kau tetap menerima gajih dalam jumlah yang utuh."

Kyungsoo mulai menyetujuinya, dilihat dalam kolom keterangan gajih. Ini sungguh lebih dari perkiraannya. Jika bekerja seperti ini dirinya mungkin bisa membeli apartemen mewah nantinya atau membangun rumah neneknya. Kyungsoo mengangguk menyetujui, hanya menemani Kai tidur kan?

"Baiklah, kau hanya perlu tanda tangan disini sebanyak 3 kali dan sertakan nomor telepon. Jangan lupa dikolom akhir cap jempol milikmu." Sooman membolak balik berkas itu dan menunjukkan letak-letak Kyungsoo harus menandatanganinya. Setelah semuanya selesai pria paruh baya itu menyalami Kyungsoo, dan gadis itu hanya menangguk sambil menunduk hormat.

Kyungsoo hanya tidak pernah sadar, jika keputusannya menandatangani perjanjian ini adalah untuk menutupi scandal baru. Scandal tentang Kai dan juga solois muda SM, dan Kyungsoo hanya tidak pernah tahu. Ini adalah awal kehidupan baru miliknya.

000

Kyungsoo melewati lorong itu lagi, namun dirinya kini seorang diri. Ponsel miliknya sedari tadi dalam mode silent, gadis itu merogoh ponselnya dicardigan hitam itu. mata bulat milik gadis itu semakin membola, bagaimana tidak ada 23 panggilan tak terjawab dan 10 pesan yang diterimanya. Sudah bisa menebak siapa bukan? Siapa lagi kalau bukan Seokjin, ah.. Kyungsoo mulai merasakan ada sesuatu, tidak biasanya Seokjin menelponnya sebanyak itu kalau bukan hal yang tidak penting. Pasti ini masih ada kaitannya dengan Kai?

Buk~

Kyungsoo merasakan benturan kecil dibahu kananya, ini salahnya akibat kurang memperhatikan jalan dan fokus pada ponsel miliknya. Kyungsoo tanpa memandang orang tadi membungkuk tanda meminta maaf. Orang tadi masih memperhatikan Kyungsoo yang berjalan menjauh.

Hap.. lengan kanan Kyungsoo ditariknya. Kyungsoo mendongkakkan kepalanya saat menatap orang itu, eh Kyungsoo baru sadar siapa pemuda dihadapannya ini. Pemuda memakai masker dan juga penutup kepala. Ini kan?

"Kai?" ucapnya tanpa sadar. Pemuda itu membawa Kyungsoo kelorong gedung agensi ini yang lebih sepi. Kai mulai berpikir jadi ini 'yeoja' untuknya. Kai membuka masker dan penutup kepalanya mata kucingnya memandang Kyungsoo dari atas sampai bawah. Yeoja dihadapannya ini termasuk mungil sama seperti Baekhyun, dia berdandan tidak terlalu menor, polesan diwajahnya mungkin hanya cream pelembab dan juga bedak, lingkaran mata yeoja itu juga polos tidak ada hiasan eyeliner atau sejenisnya.

Kyungsoo yang merasakan diperhatikan secara intens itu merasa risih. "Ada yang salah denganku?" tanya Kyungsoo sambil menujuk dirinya sendiri. Kai memutus kontak untuk memandang Kyungsoo. Sebanarnya Kyungsoo tidak keberatan jika Kai membawanya kesini, malah dirinya berterima kasih dengan insiden tadi setidaknya dirinya tidak perlu mencari tahu tentang Kai karena pemuda itu sudah ada dihadapannya kini.

"Siapa namamu?" tanya Kai datar dan dingin, eh? Kenapa? Apa Kyungsoo mempunyai masalah dengannya? Nada suara pemuda itu sepertinya tidak menyukai kehadiran Kyungsoo disini.

Kyungsoo menatap Kai polos "Aku Do Kyungsoo. Annyeonghaseyo." Ucapnya sambil membungkuk, giliran Kai yang merasa tidak enak. Yeoja dihadapannya ini termasuk sopan. "Kau Kai kan?" tanya Kyungsoo polos.

Kai secara otomatis mengangguk. "Ya aku Kai. Kau yeoja pilihan Sooman sajangnim?"

Kyungsoo kembali membungkuk. "Nde~" jawabnya tegas, gadis mungil itu tersenyum lebar hingga bibirnya membentuk hati. Kai merasakan gemuruh kecil didadanya. Kenapa harus dengan keadaan seperti ini?

Kai mencoba menenangkan detak jantungnya, tubuh tingginya mendorong Kyungsoo menyentuh dinding dibelakang gadis itu. Kyungsoo mulai merasakan hawa yang kurang menyenangkan, kenapa sikap pemuda ini berubah? Apa dirinya melakukan kesalahan? Atau ada jawabannya yang membuat pemuda ini tersinggung?

"Kau menyetujui kontrak itu?" tanya Kai kembali dengan nada datarnya. Kyungsoo mengangguk membenarkan.

"Ya. Aku menyetujuinya."

Kai mencoba kembali menenangkan detak jantungnya, aroma permen caramel menguar dari tubuh Kyungsoo. Apalagi dengan keadaan mereka seperti ini. "Apa yang orang tua itu tawarkan? Uang? Mobil? Apartement? Apa HAH!?"

Eh-? Kyungsoo bingung. Kenapa Kai membentaknya? "Berapa yang dia tawarkan? Aku bisa membayar lebih. Asalkan... Asalkan kau membatalkan perjanjian itu. AKU TIDAK MEMBUTUHKANNYA! AKU NORMAL! KENAPA MEREKA MENGANGGAPKU TIDAK NORMAL?"

Nafas Kai naik turun meluapkan semua emosi yang dipendamnya, selama ini crew-crew diluar EXO selalu memandangnya berbeda. Seorang Kai yang memerlukan perhatian lebih dan kata-kata menyakitkan lainnya. Kata siapa menjadi idola berarti kita akan diidolakan? Itu diluar sana, mereka yang tidak mengetahui kehidupan asli seorang idol. Tapi menurut Kai 'Idol' korea itu keras, bahkan mereka akan dibully sesema idol lain atau dengan manager mereka sendiri. Kata-kata jika kehidupan Idol adalah kehidupan surga itu hanya omong kosong. Uang yang mereka dapatkan bahkan harus dibagi lagi dengan agensi dan juga manager. Mereka memang terkenal tapi tekanan batin lebih banyak mereka dapatkan.

Kyungsoo menjadi gugup saat kepala Kai menyentuh bahu kanannya, pemuda itu meletakkan nampak mengatur nafasnya. Entah kenapa Kyungsoo merasa kasian, perlahan tangan mungilnya mengelus punggung Kai, mencoba menenangkan pemuda itu.

Merasa nyaman Kai semakin mendekatkan dirinya pada Kyungsoo, merasakan belaian yeoja itu dipunggungnya. Tanpa mengucapkan kata-kata Kyungsoo tetap mengelus punggung Kai hingga merasakan nafas pemuda itu mulai teratur.

"Biarkan seperti ini." Pinta Kai lirih, dan Kyungsoo hanya bisa mengangguk dan tak menolak. Karena memang pekerjaannya menenangkan Kai kan? Jadi tidak salah kan?

Iya kan?

TBC

Maafkan saya kalau lama sekali mengupdate FF ini. Mood saya lagi dalam masa-masa labilnya, mungkin sama seperti orangnya xD. Okay, saya akan memaklumi kalau kalian tidak menyukai FF ini. Apalagi saya updatenya lama T.T. maafkan saya... :(

FF ini adalah FF pertama saya dengan cast EXO dan BTS. Apa kalian suka.? Disini hanya Jin yang GS sedangkan yang lainnya tetap. EXO dengan 6 orang mamber dan BTS dengan 6 orang mamber pula. Jadi kalian paham kan dengan alur cerita ini?^^

Sekali lagi jika kalian keberatan dengan FF ini, akan lebih baik jika saya menghentikannya saja. Maaf jika saya egois atau bagaimana. Itu terserah kalian yang menilai, karena saya hanya manusia biasa yang tidak akan sanggup berdiri tanpa dukungan orang lain^^

Terimasih telah menyempatkan untuk membaca ^^ dan juga memberikan komentar tentang FF ini^^

Saranghae :3. Saya mencintai kalian...^^

Sekali lagi maaf jika chapter ini mengecewakan. Terima kasih banyak^^

Kim Refa, 10 Februari 2015