Baekhyun seakan tersadar saat dirasa sebuah telapak tangan yang bergerak menepuk-nepuk pipinya. Dalam hitungan detik saja, sekarang matanya sudah membulat sempurna. Bagaimana tidak? Seorang pria –sangat- tampan sekarang berada dihadapannya dan jaraknya begitu dekat. Mata yang berhiaskan eyeliner ini semakin membulat dikala menyadari hal yang sangat mengejutkan

"Park Chanyeol…." Lirih gadis cantik ini. Suaranya bahkan pelan, sangat pelan. Bahkan terdengar seperti tidak bersuara.

Baekhyun merasa seakan dunia ini berhenti berputar dan sakit kepala yang menyerang tiba-tiba menghilang.

"Baekhyun, Kau baik-baik saja?" Chanyeol bertanya khawatir seraya menurunkan tubuhnya bertumpu pada lutut menyejajarkan dengan gadis cantik tersebut.

Baekhyun menatap bingung Chanyeol seketika ia merasa dejavu terlintas di pikirannya seorang anak kecil yang memperlakukan hal yang sama padanya seperti saat ini.

"a-aku ba-baik saja, Chanyeol" Baekhyun berusaha untuk tidak menatap dalam mata Chanyeol. Namun dari sisi lain Chanyeol gemas melihat Baekhyun yang sepertinya berusaha untuk menghindarinya. Chanyeol terperangah, detik itu ia mengusak rambut Baekhyun gemas membuat sang pemilik rambut mengerucutkan bibirnya. Chanyeol tidak sadar dengan apa yang ia lakukan kemudian ia menatap Baekhyun dengan tatapan bersalahnya.

"Maaf" Chanyeol merasa malu dengan apa yang ia lakukan tadi. Ia takut membuat Baekhyun risih.

"Kau merusak tatanan rambutku, Chanyeol-ssi"

"Maafkan aku, Baekhyun-ssi" Keadaan yang seperti ini benar-benar membuat Chanyeol canggung dan ia sangat membenci hal ini! Sangat!

"Tak apa Chanyeol-ssi"

Chanyeol menegadahkan wajahnya dan menatap Baekhyun dengan seulas senyum. Baekhyun balas menatap onyx mata Chanyeol. Entah kenapa hal ini membuat Baekhyun merasa aneh. Baekhyun akui ia memang membenci fans dari pria di hadapannya ini tetapi bukan berarti ia membenci pria tampan yang termasuk dari 3 sekawan di hadapannya ini. Pikiran dan hati sangat bertolak belakang. Hati nurani memilih untuk berdekatan dengan Chanyeol tetapi pikirannya menyuruh untuk menjauh dari Chanyeol. Sungguh ini aneh! Baekhyun tidak dapat memikirakan hal ini dengan jernih saat ini.

"Baekhyun-ssi, kenapa belum pulang hm?" Chanyeol duduk di samping Baekhyun.

"Aku sedang menuggu bus tapi sampai sekarang tidak ada bus yang lewat sama sekali" Baekhyun menunduk dan bergumam tetapi masih terdengar oleh Chanyeol.

"Pantas saja tidak ada, hari ini adalah salju pertama turun dan semua orang akan lebih bergemul dengan selimut di ranjang mereka atau dengan susu coklat panas yang dapat menghangatkan tubuh" Chanyeol beranjak berdiri dan merapatkan jaketnya yang melekat pada tubuh Baekhyun. Baekhyun hanya mendongak sekilas lantas menuduk untuk kesekian kalinya.

"Cuaca sedang dingin jadi aku akan mengantarmu pulang. Apa kau keberatan?" Baekhyun mendongak menatap Chanyeol dengan tatapan bertanya. Sedangkan Chanyeol balas menatap Baekhyun dengan menautkan alisnya.

"Benarkah?" Baekhyun berguamam lirih dengan gigi yang bergemeletuk dan tangan yang seolah-olah memeluk dirinya.

Chanyeol mengulurkan satu tangannya menatap Baekhyun dengan senyum menatap uluran tangan Chanyeol lama dan akhirnya ia menerima uluran tangan Chanyeol.

Chanyeol dapat merasakan tangan Baekhyun bergetar dan dingin. Chanyeol kembali merapatkan jaket yang bertengger manis di tubuh Baekhyun. Kemudian ia menuntun Baekhyun menuju ke arah mobilnya. Memegang pundak Baekhyun layaknya memeluk Baekhyun dari samping. Baekhyun menoleh ke arah Chanyeol yang juga sedang menatap kearahnya Baekhyun mengalihkan wajahnya asal tidak berhadapan dengan mata onyx Chanyeol yang sungguh terasa sangat menghipnotisnya. Jika di lihat lebih teliti lagi pipi Baekhyun memerah entah itu karena dingin atau berada di dekat Chanyeol.

Chanyeol membukakan pintu di samping kemudinya guna mempersilahkan Baekhyun untuk masuk layaknya tuan puteri.

"Terimakasih" Gumam Baekhyun lirih seraya tersenyum agak hanya tersenyum tampan. Hal ini sempat membuat Baekhyun tertegun beberapa saat. Chanyeol menutup pintu mobil kemudian berlari ke arah bangku kemudi. Chanyeol melirik sekilas ke arah Baekhyun yang sedang menunduk. Ia menghela nafas pelan kemudian melajukan kemudi pelan menuju rumah Baekhyun. Eh tunggu, ia tidak tau letak rumah Baekhyun dimana.

"Baekhyun, dimana rumahmu?" Masih dalam kegiatan mengemudi, Chanyeol bertanya membuat Baekhyun tersentak dan menoleh ke arah Baekhyun.

"Rumahku ada di kawasan Sungai Han block B no 614." Baekhyun menatap Chanyeol kemudian lebih memilih untuk melihat pemandangan luar pada saat malam hari dengan turunya salju pertama. Benar-benar indah tanpa sadar Baekhyun mengulum senyum simpul cantiknya yang sungguh menawan.

Perjalanan di lalui dengan keadaan sunyi hingga saat sampai di depan rumah Baekhyun. Baekhyun membuka pintu dan turun. Chanyeol menatap Baekhyun dan melihat Baekhyun hendak melepas jacket atau mantelpun dengan secepat kilat mencegah Baekhyun untuk melepasnya.

"Pakai saja, Baek"

Baekhyun menatap Chanyeol bingung. Terbukti dengan tautan alis yang menyata dan dahi yang berkerut itu menandakan bahwa seorang Byun Baekhyun sedang kebingungan.

"Tidak usah kau lepas. Pakai saja, Baekhyun" Chanyeol menjawab tatapan kebingungan Baekhyun. Setelahnya, gais mungil itu menganggguk mengerti.

"Baiklah, Terimakasih sudah mengantarkanku, Chanyeol" Baekhyun membenarkan letak jaket dan tasnya.

"Iya, sama-sama, Baek" Chanyeol tersenyum tampan dan untuk kesekian kalinya membuat Baekhyun tertegun dan tanpa sadar pipinya memerah.

"Aku masuk dulu dan kau hati-hati di jalan, Chanyeol" Baekhyun berujar kikuk kemudian menutup pintu mobil dan setengah berlari menuju ke pintu utama. Ia membuka pintu dengan tergesa-gesa dan menutup pintu itu dengan hati-hati. Ah sungguh ia heran dengan tingkahnya hari ini saat bersama Chanyeol. Entah kenapa ia merasa gugup dan ia merasa jantungnya berdetak tak menentu, dan juga pipinya memanas. Baekhyun membelalakan matanya, dipikirannya terlintas begitu saja bahwa ia menyukai Chanyeol. Oh tidak tunggu menyukai? Menyukai?! Baekhyun menggeleng keras. Pikirannya sungguh tidak masuk akal. Baekhyun bertekad mungkin saja ini kali pertama ia di perlakukan romantis seperti ini oleh laki-laki. Iya mungkin saja seperti itu. Eh tunggu romantis?! Ada apa dengan otakmu ini, Byun? Ah iya romantis bahkan sangat romantis. Baekhyun menghela nafas kemudian berjalan ke arah kamarnya masih bergelut dengan pemikiran yang tadi.

Sedangkan di luar, Chanyeol di dalam mobil masih menatap rumah Baekhyun dengan senyum yang mengembang di wajah tampannya. Akhirnya, ia mengendarai mobil melewati gerbang rumah Baekhyun dengan senyum yang amat-amat tampannya.

Ternyata masih sama

.

.

.

"BAEKHYUN! BANGUN LAH" teriakan ibunya dari lantai bawah meja makan sungguh bagaikan alarm bagi Baekhyun. Baekhyun membuka mata perlahan kemudian ia mendudukan diri di tepi ranjang berusaha agar dapat terjaga.

"BAEKHYUNNIE! CEPAT BANGUN!" teriakan ibunya terdengar lagi. Sungguh teriakan yang memekakan telinga Baekhyun.

Baekhyun berdecak "IYA IBU AKU SUDAH BANGUN!"

Baekhyun melirik ke arah jam dinding dengan malas.

"Ah jam 7 rupanya." Baekhyun berujar dengan tampang malas.

Tunggu! Sepertinya ada yang tidak beres!

Jam 7?

Baekhyun beralih menatap jam dengan kecepatan secepat kilat. Baekhyun membelalakan matanya "AKU AKAN TERLAMBAT" Teriakan Baekhyun yang kedua kalinya di pagi hari ini sungguh menyebalkan. Dengan secepat kilat Baekhyun berlari memasuki kamar mandi. Baekhyun merutuk dirinya kenapa harus bangun kesiangan seperti ini.

Setelah selesai mandi dan menyiapkan beberapa hal untuk sekolah lantas ia menuruni tangga menuju meja makan yang sudah di tempati oleh ayah dan Ibu beserta kakaknya. Gadis mungil ini langsung meraih susu strawberry yang ada di tangan ibunya dan meminumnya.

"Baekhyunnie, minumlah pelan-pelan" Ny. Byun menghela nafas saat Baekhyun hampir saja tersedak.

Baekhyun dengan nafas yang terengah-engah menghampiri ayahnya lalu mencium pipinya. Kemudian berlari ke arah Ibunya Dnmelakukan hal yang sama seperti pada ayahnya..

"Tidak ada waktu, ibu. Oppa cepat antarkan aku" Baekhyun melirik ke arah kakaknya sebentar dan berlari ke pintu utama.

Baekbeom hanya berdecak kesal dan beralih ke arah ayah dan ibunya untuk berpamitan.

"Hati-hati, nak. Jika ada masalah pada perusahaan, hubungi appa. kau mengerti?" Baekbeom tersenyum lantas menganggukan kepalanya pelan.

"OPPA CEPATLAH!" Teriak Baekhyun lagi.

Baekbeom menghela nafas kasar. "IYA! CEREWET SEKALI!" Baekbeom berlari ke arah pintu utama. .

.

.

.

.

Chanyeol baru saja sampai di kelas, ia mengedarkan pandangan ke penjuru penghuni kelas seperti mencari seseorang.

'Dimana dia?' Jelas sekali raut wajah keheranan dari seorang Park Chanyeol itu terpancar dengan ketampananya. Pria tampan itu mengedikkan bahunya dan mendudukan diri di bangkunya. Saat ia merogoh laci mejanya ternyata penuh dengan kado yang di berikan oleh penggemarnya. Chanyeol menghela nafas pelan dan memasukan beberapa kado ke dalam tas sekolahnya.

"Chanyeol! Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Jongin mendudukan diri di samping Chanyeol.

"Kau tidak lihat apa yang sedang ku lakukan?" cibir Chanyeol masih sibuk dengan kegiatannya. Jongin berdecak kesal. "Kau menyebalkan, Yoda"

Jongin beralih menatap Kris yang berada di belakangnya. "Kris, Romornya akan ada murid baru. Apa itu benar?" Kris yang memang sedang sibuk dengan kegiatan yang sama –memasukan kado penggemar ke dalam tas- hanya bergumam "Ya, sepertinya akan ada siswa baru"

Mungkin hanya Jongin saja yang tidak melakukan kegiatan yang sama. Bukan berarti ia tidak dapat kado dari penggemarnya, hanya saja ia terlalu malas dan biasanya juga ia akan mengemasi kado-kado tersebut saat pulang sekolah.

BRAKK

Pintu terbuka, dan menampakan sosok dari gadis mungil yang menjadi sorotan para penggemar 3 sekawan kemarin. Baekhyun terengah-engah dan menatap seluruh penghuni kelasnya dan beralih ke arah meja guru. Tidak ada! Di saat itu pula, Baekhyun menghela nafas lega tersenyum pada Kyungsoo dan berjalan ke arah bangkunya.

Baekhyun menekuk wajah cantiknya dengan lipatan tangan pada mejanya. Jujur saja saat ini ia sangat lelah. Bahkan untuk sekedar bernafas saja susah. Ia masih terbayang bagaimana jika ia terlambat dan akhirnya ia di hukum? Apalagi guru yang mengajar adalah Guru Shim. Guru paling garang, galak dan kejam yang paling di takuti seluruh siswa XOXO High School. Baekhyun beruntung hari ini ia tidak mengalami hal yang sedang ia bayangkan.

Kyungsoo yang memang duduk di depan Baekhyun membalikkan badannya sehingga posisinya sekarang berhadapan dengan Baekhyun.

"Baek" Kyungsoo memegang pundak Baekhyun pelan.

Baekhyun mendongak dan bergumam pelan "Ya?"

"Kau baik-baik saja?" Tanya Kyungsoo mengusap pundak Baekhyun. Gadis mungil itu tersenyum manis pada Kyungsoo. Baekhyun mengangguk pelan sebagai jawaban atas pertanyaan yang di lontarkan oleh Kyungsoo tadi.

"Apa Shim songsaengnim tidak mengajar hari ini?" Tanya Baekhyun menopangkan dagu pada telapak tangannya.

"Suho bilang Shim songsaengim sedang ada urusan. Hanya beberapa menit saja, mungkin sebentar lagi beliau akan datang" mulut Baekhyun membulat tanda mengerti dengan penjelasan yang Kyungsoo berikan padanya.

Baekhyun mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kelas. Matanya bertabrakan dengan sepasang onyx mata Chanyeol. Baekhyun gelagapan sendiri. Ia sesegera mungkin mengalihkan pandangannya ke arah lain asal bukan ke arah Chanyeol.

Padahal niat Chanyeol tadi ingin menyapa Baekhyun tapi gadis mungil itu sudah keburu memalingkan wajahnya. Entah kenapa bertatap muka dengan Chanyeol membuat ia gugup dan jantungnya berdetak kencang. Chanyeol menghela nafas pelan lalu mengedikan bahunya dengan senyuman geli yang terpantri di wajah tampannya. Gadis mungil itu lebih memilih untuk menelungkupkan wajah cantiknya di balik lipatan tangan di atas meja.

Tiba-tiba saja Shim songsaengnim memasuki kelas dengan buku Matematika yang ada pada tangan kanan dan tangan kiri yang ia masukan ke saku celananya.

"Selamat pagi" Sapa Shim Changmin berdiri di balik meja guru dengan tatapan mematikannya. Sapaan tersebut membuat seorang Byun Baekhyun kaget, mendongakkan kepala dengan gugup dan duduk dengan posisi tegap. Semua penjuru kelas bergidik ngeri melihat tatapan guru iblis tersebut. Kecuali 3 sekawan yang menatap santai gurunya yang satu ini.

Baekhyun berdecak saat melirik ke arah Jongin dan Chanyeol yang masih berbincang kecil, Kris yang masih fokus pada novel yang sedang di bacanya. Gadis mungil itu kembali menelungkupkan wajahnya semula. Ia tidak peduli jika harus di hukum atau kena marah Changmin karena hari ini memang ia terlihat lelah dan tidak bersemangat sama sekali.

Changmin hanya melirik sekilas ke arah Chanyeol, Jongin, dan Kris. Ia mendengus pelan dan kemudian berlaih ke semua penjuru kelas. Seolah-olah tidak peduli pada mereka si pembangkang tapi pintar.

"Hari ini kalian mendapat teman baru-" Ucapan Changmin tentu saja membuat seluruh penghuni kelas terkejut dan bertanya-tanya. Siapakah siswa baru tersebut? Laki-laki atau perempuan? Tampan atau cantik?

Siswa kelas 12-A tentu saja berharap bahwa itu Perempuan cantik yang mungkin bisa menjadi primadona di sekolah ini. Tapi lain halnya dengan siswi kelas 12-A yang sangat dan amat berharap bahwa itu Laki-laki tampan yang mungkin dapat menyaingi ketampanan 3 sekawan yang tidak lain adalah Chanyeol, Jongin dan Kris.

"-Hei kau masuk!" Suru Changmin memanggil seseorang yang mungkin adalah siswa baru tersebut.

Seorang pria tampan masuk ke kelas. Seketika itu juga para siswi menahan teriakan yang keluar karena sungguh lelaki di hadapan mereka sangat tampan dan amat tampan menyamai ketampanan 3 sekawan. Berbanding terbalik dengan siswa yang tidak bersemangat dan hanya

Pria tampan yang berdiri di depan menjadi sorotan penghuni kelas dan tersenyum memamerkan senyum menawannya.

"Hai, namaku Oh Sehun, senang bertemu kalian dan mohon bantuannya" Perkenalan yang lumayan singkat namun berhasil membuat para gadis menahan nafas mereka.

"Baiklah, Sehun kau duduk di bangku kosong sebelah Baekhyun" Changmin menghela nafas saat melihat Baekhyun yang masih dalam kegiatan menelungkupkan wajahnya.

"Yak! Kau Byun Baekhyun!" Teriakan Changmin sekali sangat menakutkan dan mengagetkan gadis mungil yang memang nyaman dengan posisinya.

Baekhyun langsung membungkukkan badan guna meminta maaf pada guru yang berdiri di depan kelas.

"Maafkan aku, Shim saem" Ujar Baekhyun pelan membuat Shim songsaengnim lagi-lagi menghela nafas. Setelahnya ia duduk kembali dan matanya beralih ke arah namja yang tampak tak asing hadapannya. Ia menatap lekat-lekat wajah siswa baru tersebut dan sedetik kemudian matanya membualat sempurna dengan senyum yang ia tujukan pada Sehun

"Sekarang duduklah di bangkumu, Sehun" Ujar Changmin menepuk bahu Sehun pelan. Sehun mengangguk dan mulai berjalan ke arah bangkunya. Saat ia sudah duduk di bangkunya, ia lantas menoleh ke arah Baekhyun dan tersenyum.

"Lama tidak bertemu, Baek" Ujar pria tampan itu pelan.

"Aku kira kau sudah melupakanku" Baekhyun berbisik mencibir seraya mencubit lengan Sehun.

Pria tampan itu mengaduh pelan dengan volume lirih."Akh yak kenapa kau mencubitku?"Sehun jelas tidak terima.

"Karena kau menyebalkan" Baekhyun mempoutkan bibinya ah sungguh imut sekali. Sehun memutar bola matanya malas hendak menyela tapi suara dari arah depan bangkunya mengagetkannya. "sstt kalian diamlah!" Ujar Kyungsoo dengan suara lirih agar tidak ketahuan oleh guru galak mereka.

Chanyeol yang memang sayup-sayup mendengar suara dari arah belakang kemudian menoleh dan mendapati Sehun dan Baekhyun terlihat akrab. Jujur saja Chanyeol tidak menyukai kedekatan mereka. Pria tampan itu menautkan alisnya bingung yang tercetak jelas di wajah tampannya.

'Apa mereka saling kenal? Kenapa terlihat sangat akrab?' Pikir Chanyeol. Pria tampan itu menghela nafas pelan.

Sehun dan Baekhyun memilih diam dan memperhatikan Changmin yang sedang menerangkan materi rumus tentunya. Sangat membosankan.

.

.

.

Bel istirahat berbunyi nyaring membuat seutas senyum merekah dari seriap penghuni sekolah khususnya para siswa dan siswi sekolah. Tak terkecuali Chanyeol, Jongin, dan Kris.

"Chanyeol, kau ikut?" Jongin berdecak kala ia melihat si pangeran sekolah seadng memainkan handphine tepatnya game.

"Kemana?" Chanyeol berujar tanpa mengalihkan tatapannya dari handphone yang sedang ia mainkan.

"Kantin" Kris menimpali.

"Tidak, kalian pergilah aku ingin ke perpustakaan" Chanyeol menutup permainan game di handphonenya lantas beranjak dari duduknya

Mereka bertiga sedang berjalan ke luar kelas dan sampai di koridor mereka berpisah karena tujuan Kris dan Jongin berbeda dengan Chanyeol. Kantin dan perpustakaan. Sungguh sangat berbeda.

.

Baekhyun, Sehun dan Kyungsoo sedang berada di kantin dan duduk di pojok tempat favorit mereka. Mereka bertiga terlibat obrolan-obrolan ringan mereka dan Kyungsoo yang sekarang semakin dekat dengan Sehun.

"Sehun, kemana kau tidak mengabari bahwa kau akan kembali ke Korea heum?" Baekhyun menggerutu dengan mengerucutkan bibirnya. Ia kesal bahkan sangat kesal pada lelaki di hadapannya ini.

"Berhenti bertingkah seperti itu, Baek. Kau sangat menggemaskan" Sehun mencubit kedua pipi Baekhyun hingga sang empunya mengerang kesakitan lalu Sehun melepas cubitannya dan mengacak rambut Baekhyun.

"Sakit, Hun. Dasar kau sepepu mneyebalkan" Gerutu Baekhyun menata tatanan rambutnya yang telah di rusak oleh Sehun. Pria tampan albin itu terkekeh pelan.

"Kalian melupakanku" Gerutu Kyungsoo tak terima ia merasa kesal.

"Maafkan aku baby soo" Baekhyun mengeluarkan jurus puppy eyesnya agar tak membuat Kyungsoo semakin marah padanya. Gadis mungil nan cantik itu merangkul pundak Kyungsoo dari samping. Seketika itu juga membuat Kyungsoo terkekeh pelan dan mencubit tangan Baekhyun di pundaknya.

"Kyungsoo kau bisa merajuk ternyata" Sehun menimpali dengan tawaan yang super tampan.

Gadis mungil melirik ke arah pintu masuk kantin dan berdecak kala ia melihat 3 sekaw- tapi tunggu dulu! Disana hanya menampilkan sosok Kris dan Jongin yang sedang berjalan ke arah tempat yang biasa mereka tempati Baekhyun menautkan alisnya.

'Chanyeol… dimana dia?' Baekhyun menatap makanannya tanpa selera.

Sehun dan Kyungsoo mengeryit kala ia melihat Baekhyun melamun seraya mengaduk-aduk makanan acak tanpa selera utnuk memakannya. Lagi-lagi mereka berdua mengeluarkan ekspresi jijiknya melihat makanan Baekhyun yang sekarang sangat tidak layak bahkan untuk di lihat. Euwh menjijikan!

Sehun memandang Kyungsoo seolah sedang bertelepati, Kyungsoopun mengangguk.

"Baek, kenapa melamun?" Panggil Kyungsoo memegang bahu Baekhyun yang duduk di sampingnya.

Gadis mungil terbangun dari lamunan pendeknya "Kau mengagetkanku, Kyungsoo" Lirih Baekhyun seraya menundukkan kepalanya.

"A-aku tidak melamun" Baekhyun berdehem dan mendongak ke arah Sehun dan Kyungsoo yang masih mengeryitkan dahinya.

Kyungsoo dan Sehun yakin jika Baekhyun sedang memikirkan suatu hal yang hanya dia yang tau. Keduanya menghela nafas. "Baiklah, kami percaya" Ujar Sehun pasrah.

"Aku akan pergi ke perpustakaan, bye~" Baekhyun beranjak dari duduknya dengan tersenyum manis kemudian ia langsung saja berlari keluar kantin membuat Sehun dan Kyungsoo berdecak dengan memutar bola matanya malas.

.

Chanyeol duduk di pojok perpustakaan dengan menekuk wajah tampannya pada lipatan tangan di atas meja perpustakaan. Ia merasa hari ini adalah hari terburuk semasa ia hidup. Berkali ia akan meninju meja dengan kerasnya sampai-sampai membuat tangannya sakit dan itu terasa perih sekali.

"Kenapa aku bisa semarah ini?" Gumam Chanyeol lirih. Ia bahkan tidak tau kenapa hari ini terasa sangat menyebalkan. Bagi Chanyeol ini merupakan keajaiban dunia. Kejadian langka saat ia bahkan tidak tau penyebabnya.

Mata Chanyeol menatap ke penjuru perpusatakaan dan tanpa sengaja matanya menangkap sosok Baekhyun yang sedang berjalan memasuki kawasan rak-rak buku. Chanyeol tersenyum. Ia bahkan tidak menyadari senyumnya. Rasanya Chanyeol akan gila jika tidak tersenyum saat melihat Baekhyun. Keaajaiban datang saat ia menyadari amarah yang sedang di gelutimya menguap entah kemana hanya karena melihat sang objek dari awal mula kemarahannya ini.

Chanyeol mendekati ujung rak buku tepat dimana Baekhyun berada. Ia berencaan untuk mengajak Baekhyun saat Baekhyun sudah sampai di ujung rak. Chanyeol tertawa dalam hati akan rencananya yang cukup konyol. Pria tampan itu bersenandung pelan menatap sekeliling penjuru perpustakaan.

Chanyeol berdecak kala ia melihat sosok dari sasaeng fannya yang sungguh merepotkan baginya. Sasaeng fansnya bernama Seulgi. Sungguh ia membenci sasaeng fans yang terlalu mencampuri urusan pribadinya. Ia yakin sasaeng fansnya ini pasti sedang mencarinya mengingat jika dirinya tidak ada di kantin pasti ada di perpustakaan. Oh tidak! Ini mengerikan.

'Apa yang harus aku lakukan?' Batin Chanyeol resah menatap ke seluruh penjuru perpustakaan dan berhenti pada sosok gadis mungil idamannya itu. Idaman?

Tanpa pikir panjang, Chanyeol berlari ke arah Baekhyun dan memeluknya erat membawa Baekhyun ke sebuah celah antara rak dan rak buku. Baekhyun terlonjak kaget, ia tidak tau siapa orang yang memeluknya saat ini. Sedangkan Chanyeol? Ia sedang menikmati momentnya bersama sang pujaan hati meresapi aroma wangi alami strawberry dengan jantung yang memompa seolah ingin keluar dari tempatnya. Chanyeol menyukai ini. Menyukai debaran jantungnya yang berirama dengan indahnya.

"Kau siapa?! Lepaskan aku sekarang juga!" Berontak Baekhyun kasar.

"Diamlah. Biarkan seperti ini. Tolong bantu aku Baek"

Baekhyun sepertinya memang mengenal suara ini. Seperti-

DEG

PARK CHANYEOL!

Bibir Chanyeol mendekat ke arah telinga Baekhyun berbisik pelan dengan deru nafas yang membuat seorang Byun Baekhyun diam dan menurut seketika.

Pria tampan itu sungguh mengejutkannya. Selain hal itu, juga membuat jantungnya berdegup kencang seketika. Ini sungguh membingungkan. Baekhyun sendiri tidak tau kenapa jantungnya bisa berdegup kencang jika ia sedang berada di dekat Chanyeol terlebih untuk sekarang sangatlah dekat. Sangat. Dan lagi, Chanyeol berbisik pada Baekhyun, saura pria tampan yang sedang memeluknya sungguh membuat darahnya berdesir dan pipinya merona begitu pula jantunya yang semakin berdegup kencang. Baekhyun merutuk dalam hati. Ini sungguh membuatnya gila. Terlebih lagi pikiran bahwa ia mencintai Chanyeol benar-benar menghantuinya belakangan ini. Apa yang harus ia lakukan?

Baekhyun memejamkan mata saat ia menghirup aroma maskulin Chanyeol menguar membuat ia tanpa sadar tersenyum kecil.

Tidak berbeda jauh dengan Baekhyun, Chanyeol juga melakukan hal yang sama pada Baekhyun. Ia bersyukur untuk saat ini bisa memeluk gadis mungil ini. Katakanlah Chanyeol sedang modus. Chanyeol tidak akan menyangkalnya. Hingga ia tersadar tujuannya memeluk Baekhyun. Ia lantas mengendurkan pelukannya dan melirik menegadahkan kepalanya mencari sosok sasaeng fans saat ini. Baekhyun mengeryit melihat kearah Chanyeol yang sepertinya tengah mencari seseorang dengan sembunyi-sembunyi.

"Apa yang kau cari?" Baekhyun memberanikan diri untuk berbicara tanpa memelankan suaranya. Chanyeol terkejut lantas ia menaruh telunjuk tangannya di atas bibir Baekhyun memberi isyarat agar ia memelankan suara.

"Pelankan suaramu, Baek" Chanyeol berbicara pelan.

"Kenapa?" Baekhyun mengikuti perintah Chanyeol dan bertanya dengan raut wajah penasarannya.

"Kau lihat gadis itu, Baek?" Chanyeol mengarahkan pandangan Baekhyun dengan menunjuk seorang gadis yang sepertinya sedang mencari seseorang.

Baekhyun mengangguk kemudian menatap Chanyeol seolah-olah memberi isyarat Chanyeol untuk melanjutkan uacapannya.

"Dia adalah sasaeng fans