CONTRACT WITH THE DEMON
.
.
.
Disclaimer: Cast aren't even mine. This story inspired by manga Tokyo Ghoul by Sui Ishida & Black Butler by Yana Toboso. I just re plot this story into a different version
Cast: Masih sama seperti yang kemarin ^^
Warning: Plot amberegul, OOC, few disturbing words and violent plus Typo yang masih merajalela
.
.
.
So still dare to read?
...
Gelap. Dingin. Dimana ini?
Bocah berambut platinum masih bisa melihat dirinya terbaring di suatu meja di suatu ruangan putih
Dilihatnya sosok berjas putih yang ditemuinya beberapa jam yang lalu.
Iya. Iblis. Yang menawarkannya kenikmatan untuk balas dendam
Sekalipun harganya adalah jiwanya.
"Saat proses ini selesai,maka dia adalah kamu dan kamu adalah dia",ucap sosok yang ditutupi jubah hitam disamping sosok berjas putih tersebut
"Tu..tuan",seru bocah yang terbaring itu lemah
"Oh my my..kau sudah sadar , sekarang kita akan mulai proses ritualnya. Kau mengerti kesepakatan awal kita,bukan?",ucap sosok berjas putih itu sambil mengusap wajah bocah dihadapannya
Bocah kecil tersebut mengangguk pelan
"Good boy. Sekarang mari kita mulai ritualnya...ini hanya akan sakit sebentar",ucap sosok berjas putih tersebut masih mendekatkan dirinya ke wajah bocah berambut platinum didepannya
Sesaat kemudian terdengar suara-suara aneh seperti rapalan mantra mulai memasuki gendang telinganya dan perlahan mulai meracau di otaknya
Arghhhhhhhh...
Terdengar suara teriakan yang memecahkan langit di malam musim dingin Desember itu
Bocah itu bisa merasakan perlahan sesuatu yang tajam mulai menusuk jantungnya,merobek-robek nadi di sekitarnya.
Sudah terlambat untuk meminta tolong. Sudah terlambat untuk keluar dari sini. Cairan bening pun keluar dari pelupuk matanya sebelum akhirnya kegelapan menyelimuti dirinya
Hosh..hosh...
Keringat membasahi wajah tampan namja berambut platinum tersebut.
"Selamat pagi,Tuan Muda..Ini sudah waktunya bangun",ucap namja dengan jas coklat sambil membuka tirai biru di kamar tersebut
Namja di tempat tidur hanya mengerang kecil sebelum akhirnya bangun dan duduk di tempat tidur tersebut
"Aku akan menyiapkan air dingin untuk anda. Sebelum itu, silakan dinikmati Peppermint tea ini. Bagus untuk menghilangkan kegelisahan setelah bermimpi buruk"
"Aku ingin wine. Now"
"Ini masih terlalu pagi untuk..."
"Ini perintah,Luhan",potong namja berambut platinum tersebut
"Arra baiklah,Tuan muda Kris"
Pelayan muda itu kemudian menuangkan liquid merah tersebut ke dalam gelas tersebut
"Bacakan jadwal untuk diriku hari ini,Han",ucap namja yang masih duduk di tempat tidurnya tersebut sambil sedikit meminum wine tersebut
"Kau ada kuliah hari ini sampai jam 11 pagi, latihan basket jam 2 nanti, kelas bisnis khusus bersama Madam Zitao jam 5 nanti dan menonton pertunjukkan drama musikal Tuan Muda Park jam 7 malam nanti.",ucap namja berjas coklat tersebut
"Heh?Pertunjukkan musikal Suho? Apakah itu benar-benar perlu,Luhan?",nada Kris terdengar tidak begitu senang
"Ya. Ini demi mempererat tali pertunangan kalian .Ditambah lagi,Tuan Muda Park sudah meluangkan waktunya untuk menonton pertandingan basketmu kemarin"
"Iya dan dia tertidur seperti beruang yang sedang hibernasi . Ah bagaimana dengan kasus pembunuhan yang kemarin? Bagaimana dengan darah yang kusuruh untuk kau periksa? "
"Tidak ditemukan DNA yang cocok di database manapun di seluruh dunia, jika kau tetap menganggap makhluk ini tetap manusia"
"Ah jadi ini benar-benar Ghoul?"
"Iya Tuan"
Tap..tap..tap terdengar langkah kaki berlari
Brakk..pintu mahoni berwarna cokelat tua itu kemudian dibuka dengan keras
"TUAN MUDA"
"Demi Tuhan, bisakah kau tidak berteriak,Jongdae?",kesal Luhan kepada yeoja dengan eyepatch yang baru saja memasuki ruangan tersebut
"Anu...jadi begini..Di luar...ada...umm"
"Berhenti bertele-tele. Bertele-tele bukanlah style keluarga Wu"
"Tsk tsk. Penuh prinsip. Seperti ayahmu dulu",terdengar suara serak dari arah pintu tersebut.
Mata Kris dan Luhan kemudian terpaku melihat sosok yang baru datang tersebut. Serentak mereka berdua langsung berdiri
"Eh...Yang Mulia?",ucap Kris
...
"Turunkan aku disini",ucap seorang namja berambut hitam tersebut
"Eh tapi kampus anda masih jauh ,Tuan"
"Jangan sampai aku mengulanginya "
Pria tua itu langsung menganggukkan kepalanya dan memberhentikan mobil tersebut.
"Dan jangan bilang ke orangtuaku. Okay?",namja berambut hitam itu menambahkan
Pria tua di kursi pengemudi itu hanya mengangguk.
Namja itu kemudian menuruni mobil dan berjalan menyeberangi jalan ke arah gedung apartemen di depannya dan kemudian menaiki tangga di apartemen tersebut dan berhenti tepat di pintu dengan nomor 204 di depannya
Tok tok tok...Namja itu mengetuk pintu tersebut dan seketika terdengar bunyi langkah kaki dari arah dalam pintu tersebut
"Oy...muka es...Dimana Lay?",ucap namja tersebut kepada namja tinggi didepanya yang baru saja membuka pintu tersebut
"Ah Suho hyung, silakan masuk dulu. Lay hyung sedang mandi. Dan namaku Sehun,hyung"
"Terserah. Ya Tuhan, bau apa ini? Apa kalian berdua tidak pernah membersihkan rumah kalian? Menjijikkan...seperti bau bangkai saja",Suho berkata sambil sedikit menutup hidungnya ketika mencium bau menyengat dari arah ruangan tersebut
"Maafkan aku. Aku seharusnya lebih cepat membersihkan sisa bangkai manusia yang semalam kami makan ,hyung"
"Lucu sekali candaanmu,Oh Sehun",ucap suara dari belakang
Grepp..Suho kemudian memeluk namja yang memakai kaos hitam dengan handuk yang masih digesek-gesekkannya ke rambutnya yang masih basah.
"Hummm...baumu sabunmu menenangkanku..Humm...orange?",ucap namja berambut hitam tersebut sambil mengendus-ngendus leher namja berambut maroon didepannya
"Tentu saja. Favoritmu",balas namja berambut maroon tersebut sambil tersenyum hangat
"Hoy..apa pendingin ruangannya tidak bekerja? Kenapa disini panas sekali?",ucap namja tinggi yang dari tadi menatap mereka dengan tatapan jijik
"Kalau begitu kamu ke ruangan yang lain saja",ucap Suho
"Yah,seharusnya kalian berdua yang mencari ruangan sendiri..Aish..dasar makhluk penuh hormon"
"Tumben kau datang kesini pagi-pagi. Ada apa?"
"Aku membawa ayam goreng untuk kalian. Ayo kalian pasti belum sarapan kan?Ayo sarapan bersama",ucap Suho semangat
Sehun dan Lay kemudian saling bertatap pandang. Makanan manusia sama saja menegak sebotol racun bagi para ghoul seperti mereka.
"Um, aku sedang dalam dietku. Kau tahu,tubuhku ini adalah asetku... so i'll pass",ucap Sehun buru-buru
"Cih dasar model pakaian dalam. Ya sudahlah, kita berdua saja yang makan"
"Aku tidak lapar. Jeongmal"
"Aku tidak tahu diet apa yang kau lakukan, namun pipimu semakin tirus ditambah badanmu yang hampir menyaingi papan itu betul-betul membuat tidur malamku jadi tidak nyenyak karena aku takut ada apa-apa denganmu , jadi kamu harus makan",ucap Suho dalam satu tarikan nafas yang membuat dirinya sedikit terengah-engah
"Wow..amazing. Aku tidak tahu ada manusia yang bisa mengucapkan kata sepanjang itu dalam satu tarikan nafas",bisik Sehun ke telinga namja berambut maroon disampingnya
"Tapi...aku betul-betul tidak lapar,Suho"
"Zhang Lay..say ahh"
Lay kemudian pasrah melihat sendok berisi makanan tersebut mulai menginvasi mulutnya. Membuat ingin muntah saja.
"Ini enak",bohong Lay
"Benarkah?"
"Humm..."
"Kalau begitu, ayo makan yang banyak",ucap Suho semangat namun semakin membuat namja didepannya sedikit meringis
"Baiklah",ucap Lay yang kemudian diiringi tawa pelan dari namja tinggi disampingnya yang kemudian melihatnya dengan tatapan penuh simpati
"Aku akan makan sendiri saja,Suho. Berhenti menyuapiku seperti anak kecil yang lemah saja"
"Sifat rapuh dan lemahmu itu yang membuatku ingin melindungimu. Kau kan forever uke-ku"
"Aku rasa kau terlalu banyak membaca fanfiction"
"Memangnya kau tidak? Eh tunggu, dimana kalung couple kita?"
Lay kemudian meraba-raba lehernya. Oh ternyata dengan liontin berbentuk pick gitar sudah tidak terjatuh kemarin saat dia menyerang korbannya.
"Sepertinya terjatuh kemarin..Aish,,mianhae. Ya Tuhan, aku ceroboh sekali",ucap Lay
"Tidak apa-apa. Nanti akan kubelikan yang baru. Ah ,malam ini jangan lupa. Drama musikalku. Romeo & Juliet.Pukul 7 tepat di gedung XOXO"
"Malam ini yah?Sepertinya tidak bisa. Aku ada kerja sambilan di Growl cafe sampai jam 9."
"Kau bekerja disana?"
" Bermain gitar tidak memberiku banyak uang dan aku harus untuk membantu Sehun melunasi sewa apartemen ini"
"Ah...begitu yah",ujar Suho dengan sedikit kecewa
"Tapi aku akan menjemputmu nanti. Ada kedai kopi yang baru dibuka di sekitar situ. Aku ingin mentraktirmu"
"Benarkah?Kalau begitu aku akan menunggu. I love you,my pretty boy"
"Cheesy sekali kau pagi ini...ah..Nado",ucap Lay sembari memberikan senyuman dimplenya kepada namja berambut hitam didepannya
Tanpa mereka sedari, namja tinggi itu mendengar percakapan tersebut dari balik pintu
'Mau sampai kapan kau berpura-pura seperti itu,Lay?',batin Sehun
...
"Selamat datang di kediaman kami, Yang Mulia. Maafkan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan beberapa saat yang lalu.",ucap Kris yang sekarang sudah memakai kemejanya dengan rapi sambil menarik kursi yang akan diduduki oleh sosok dengan jas silver itu
"Pelayanku akan melayani anda dengan sarapan pagi yang luar biasa. Silakan,Luhan",Kris tersenyum kepada mengisyaratkan namja berjas coklat itu untuk membuka tutupan di dalam kereta makanan tersebut
"Chamomile tea dipadukan dengan krim susu asli sapi Belgia hasil olahan pabrik kami disana . Ditambah pancake lembut dengan saos coklat yang membuat rasanya meledak di mulut. Cocok untuk sarapan pagi yang ringan di hari mendung seperti , Yang mulia",ucap Luhan sambil menuangkan teh ke dalam cangkir putih tersebut.
"Kelihatan begitu anggun. Umm..ini enak sekali. Hey,apakah kau butler baru keluarga ini,yah?"
"Yes,Yang Mulia. Aku menggantikan pelayan yang sebelumnya sejak 10 tahun lalu,Yang Mulia"
"Kau terlihat berbeda. Pekerjaanmu rapi dan senyumanmu indah. Bagaimana jika kau bekerja di istana saja?"
"Jiwaku,ragaku bahkan sampai nyawaku hanya untuk melayani Tuan Muda Wu,Yang Mulia. Maaf jika hamba harus menolak permintaan anda"
"Prinsip yang menarik. Ah...Sudah lama aku tidak berkunjung ke sini. Aku tidak percaya rumah ini baru dibangun kembali 3 tahun yang lalu. Semuanya masih begitu sama. Masih begitu biru. Seperti sapphire"
"Tuan Muda memutuskan untuk merenovasi ulang keadaan rumah ini sesuai keadaan 10 tahun yang lalu."
"Pasti berat,bukan?"
"Terkadang kenangan itu perlu. Sepahit apapun itu. Tanpa kenangan, aku rasa aku tidak bisa berjalan sejauh ini dan mencapai apa yang kucapai sekarang",ucap Kris sambil meminum teh-nya
"Ah...aku mengerti. Nee,langsung saja...Kris-sshi apakah kau sudah menyelesaikan persoalan yang kuberikan padamu 2 malam lalu?"
"Kami masih menyelidikinya. Dugaan sementara,ini akibat Ghoul. Dilihat dari bukti-bukti yang ada dari kepolisian"
"Ghoul? Heh..aku kira mereka sudah musnah sejak lama. Ini sebaiknya cepat diselesaikan. Hal ini benar-benar mengganggu",ucap sosok tersebut masih sambil meneguk teh tersebut
"Baik,Yang Mulia. Kami akan menyelesaikannya secepat mungkin"
"Good. Kau betul-betul anjing penjagaku yang setia"
...
"Muntahkan..muntahkan..muntahkan",ucap namja berambut maroon yang berdiri di depan wastafel tersebut. Memukul-mukul perutnya seakan memuntahkan sesuatu dari dalam perutnya,
"Sial. Kenapa tidak mau keluar?",namja tersebut masih memukul-mukul perutnya
"Kau betul-betul menyedihkan,Lay. Semua penderitaan konyolmu itu akan berakhir jika kau mau memakan daging manusia",suara di belakang pintu tersebut mengejutkannya
"Jika aku memakannya, maka aku akan menjadi seperti kalian sepenuhnya. Aku..tidak ingin seperti itu"
"Then ,terima saja nasibmu"
"Tidak bisa. Aku harus menemui seseorang dulu",ucap Lay serasa membasuh mulutnya
...
"Pelayan Madam Zitao baru saja menelepon. Dia bilang Madam Zitao membatalkan sesi kelas sore karena kurang enak badan"
"Ah..sepertinya aku harus menjenguknya. Luhan, pesankan bunga anggrek ungu untuk diberikan kepada Madam Zitao sebentar"
"Saranku...Jangan terlalu dekat dengannya,Tuan Muda",ucap Luhan
"Kenapa? Dia itu adik ibuku. Dia satu-satunya keluargaku yang tersisa."
"Terkadang orang terdekatmu bisa menjadi musuh terbesarmu,Tuan Muda. Aku harap kau tidak terlena dengan kebaikan seseorang. Dunia yang kita tinggali ini bukanlah dunia yang murni seperti yang dulu"
"Berhenti menceramahiku"
"Dasar keras kepala",Luhan berkata pelan
"Sudah sampai,Tuan",ucap pengemudi di depan
" Baiklah Jongdae, tunggu disini sampai kami kembali"
Kris dan Luhan kemudian berjalan memasuki gang tersebut
"Cih...kenapa harus gerimis turun di saat seperti ini?",kesal Kris ketika merasakan cairan dari langit mulai perlahan membasahi telapak tangannya
"Itulah kenapa kita harus selalu menyiapkan ini",Luhan berkata sambil kemudian memakaian mantel plastik berwarna kuning tersebut kepada sosok di depannya
Mereka berdua kemudian berhenti di depan garis kuning polisi
"Sepertinya disinilah tempatnya,Tuan"
Namja tersebut mengangguk dan keduanya mulai memasuki garis tersebut
"Periksa sekelilingnya. Jangan sampai ada yang tertinggal"
"Baik,Tuan Muda"
Kris mulai mengedarkan pandangannya. Dilihatnya benda berwarna silver berkilauan di dekat tumpukan kayu tersebut
"Apa ini?seperti..."
"Pick gitar,Tuan Muda..Ah..."
Zing..perlahan Luhan merasakan ada aura yang aneh menyeruaki tempat itu
"Tuan Muda...awas...",teriak Luhan yang kemudian mendorong tubuh Kris yang masih berdiri tersebut
Semua kejadian berlalu begitu cepat. Yang ada hanyalah panah yang menancap di sudut kayu dekat tumpukan kayu tersebut dan kedua sosok yang masih jatuh tersungkur tersebut.
"Cih...panah ini beracun",ucap Luhan setelah menjilati ujung panah tersebut
"Sepertinya berasal dari arah gedung seberang. Luhan, cepat periksa gedung tersebut",ucap Kris yang sudah berdiri dan membersihkan jasnya
"Yes,Tuan Muda. Tapi sebaiknya aku menemani anda kembali ke mobil duluan.. Aku tidak bisa mengambil resiko anda terbunuh"
"Sudah jangan khawatirkan aku. Aku akan menelepon Jongdae untuk menjemputku. Dan lagipula, ini perintahku,Luhan",ucap Kris dengan sedikit menaikkan nada suaranya
"Tapi..."
"Tenang saja. Aku tidak akan mati sebelum memenuhi kontrak kita,Han",ucap Kris yang kemudian diikuti anggukan kepala namja disampingnya
...
"Cih...meleset",sosok dengan jas hitam itu berkata sambil melihat kedua sosok yang tersungkur di bawah
"There..there...disini kau rupanya",ucapan suara deep itu mengagetkan sosok hitam didepannya
Zrashh...kilatan panah melesat kepada sosok berjas coklat tersebut
"A re..apa itu ucapan selamat datangmu kepadaku?Sungguh tidak sopan",namja itu tersenyum lebar sambil memegang sebuah anak panah
"Si...Siapa kamu?",ucap sosok tersebut dengan nada sedikit terkejut mengetahui sosok yang tiba-tiba muncul di hadapannya
"Doesn't matter. Untuk siapa kau bekerja?"
"Cih..anjing peliharaan Wu",ucap sosok berjas hitam itu setelah melihat emblem di sudut kiri saku jas milik namja di depannya
"Aku rasa..sudah cukup basa basinya. Tuanku menungguku. Jadi aku harus cepat-cepat menyelesaikan ini. Sekarang jawab pertanyaanku"
Perlahan tawa terdengar dari sosok di depannya.
"Hahaha..lucu sekali...Kau tahu...jiwa raga kami hanya untuk melayani perintah master kami...jadi...",sosok berjas hitam itu tersenyum sedikit sambil mengambil sesuatu dari saku celananya
Mata Luhan membulat ketika cipratan darah dari leher pemuda itu mulai keluar dan mengenai wajahnya
"La..dy...j..job...is..done",ucap sosok berjas hitam tersebut sebelum akhirnya menutupi matanya
Luhan kemudian mendekati sosok yang bersimbah darah tersebut sebelum akhirnya sesuatu menarik perhatiannya
"Hummm...mereka sudah kembali rupanya"ucap Luhan setelah melihat tanda di belakang leher tersebut.
...
"Kenapa lama sekali?",ucap sosok yang duduk di dalam limousin hitam tersebut
"Maaf Tuan. Aku tidak berhasil menangkapnya. Dia bunuh diri"
"Mwo?"
"Dia seperti terikat dengan suatu organisasi yang sepertinya mengincarmu,Tuan"
"Ah...bertambah lagi musuhku"
"Atau mungkin itu orang lama,Tuan Muda"
"Maksudmu?"
"Barcode di belakang lehernya"
Dan hal ini membuat mata Kris membulat sejenak sebelum akhirnya dia menatap sendu ke jendela yang sekarang sudah basah terkena rintik-rintik hujan
...
"X3409 baru saja bunuh diri sebelum berkata apa-apa"
"Sayang sekali. Dia pemanah favoritku. Urus mayatnya dan pastikan dia mendapat pemakaman yang layak",ucap sosok yang duduk di kursi merah tersebut sambil menghisap tembakau tersebut
"Yes,Lady"
"Heh...susah sekali membunuhmu,Kristopher",ucap sosok itu sebelum menghirup tembakau itu dalam-dalam
...
Mata sapphire itu memandang malas ke arah panggung tersebut.
"Aktingnya benar-benar buruk"
"Tapi setidaknya dia terlihat cantik di gaun merah tersebut,Tuan",ucap sosok yang duduk disebelahnya
"Setidaknya itulah nilai positifnya. Walaupun eksistensinya betul-betul merusak imajinasi terliarku mengenai tokoh Juliet"
"Juliet Capulet yang asli tidaklah secantik Suho,Tuan Muda. Aku bertemu dengannya sekali saat malam sebelum pembunuhan Tybalt terjadi di Italia tahun 1759"
"Benarkah?Heol..."
Kedua namja itu kembali fokus ke pertunjukkan drama tersebut
Pertunjukkan selama satu setengah jam itu pun selesai dan Kris beserta Luhan kemudian bergegas ke belakang panggung untuk menemui sosok dengan gaun merah tersebut.
"Pertunjukkan yang bagus .Aku sama sekali ingin menitikkan air mata melihat aktingmu yang buruk itu, Suho..Ouch",nama tinggi berambut platinum tersebut meringis kesakitan setelah kepalanya dipukul oleh namja disampingnya
"White Lily?"
"Tentu. Tanda dari persahabatan dari Tuan muda Kris",ucap Luhan sambil tersenyum memberikan sebuket bunga tersebut kepada namja didepannya
"Boring",namja berwajah malaikat itu kemudian membuang buket bunga tersebut ke tempat sampah disampingnya
"Aku sekarang mengerti alasan kenapa kau selalu tidak akur dengan dirinya,Tuan Muda.",bisik Luhan kepada namja berambut platinum disampingnya yang langsung memberikannya tatapan I told you so
" Aku menunggu perintah darimu kalau ingin membunuh bocah sombong didepanmu ini"
"Tunggulah saat yang tepat..sekarang...Yah...Suho...Aku ingin mengajakmu untuk makan malam. Kebetulan ada..."
Perkataan Kris terpotong ketika ponsel di tangan Suho bergetar
"yoboseyo...Mwo?sudah di depan? Tunggu sebentar aku akan ganti baju dahulu",ucap Suho kepada seseorang di telepon tersebut sebelum akhirnya menutup telepon tersebut. Sejenak, tercipta senyuman dari sudut bibir Suho . Sebuah senyuman tulus yang tidak pernah dilihat Kris sebelumnya
"Suho..jadi bagaima..."
"Maaf. Aku sibuk. Lain kali saja yah",ucap Suho langsung meninggalkan kedua namja yang masih terpaku menatap dirinya.
"Aku betul-betul akan membunuhnya lain kali",ucap Kris yang diikuti anggukan kepala Luhan
...
Rintik hujan masih turun membasahi jalanan malam itu. Terlihat seorang namja dengan hoodie berwarna abu-abu di depan sebuah toko menengadahkan wajahnya ke atas dan menjulurkan lidah
"Ouch",ringis namja berambut maroon tersebut ketika merasakan sesuatu yang keras memukul belakang kepalanya
"Dasar bodoh. Kenapa menjulurkan lidahmu ke air hujan begitu?",ucap namja berambut hitam disampingnya
"Aku suka rasanya. Begitu murni"
"Kau masih sama saja seperti bocah bodoh yang bermain-main dengan hujan saat aku pertama kali bertemu denganmu lima tahun lalu"
"Dan kau masih sama saja seperti bocah kaya aneh yang memaksa diriku menerima payung hijau konyolmu itu"
"Tapi dari pertemuan itulah, aku jadi mengenal bocah dengan tatapan teduh yang mengusik malam-malam tidurku sejak saat itu. Aku senang menemukanmu malam itu,Lay"
"Aku lebih senang lagi kalau kita ke tempat yang lebih hangat. Ayo...", Lay kemudian membuka payung hijau tersebut dan seraya menjulurkan tangannya ke namja didepannya.
"Ayo,milady"
"Yah...Aku ini seme-mu",ucap Suho dengan pelan meninju lengan namja disampingnya sambil berjalan menembus hujan di bawah lindungan payung hijau tersebut.
Tanpa disadari sepasang mata sapphire hanya menatap mereka bosan dari dalam mobil diseberang gedung tersebut
"Ah jadi karena ini dia menolak ajakan makan malam denganku?",sosok itu berkata dari dalam jendela mobil hitam tersebut
"Seorang pangeran kaya raya yang sudah bertunangan ternyata memiliki hubungan rahasia dengan seorang rakyat biasa. Bukankah ini terdengar seperti drama musikal yang bagus,Tuan Muda?"
"Sedikit mengingatkanku pada Titanic. Bukankah kau berpikiran sama,Luhan?"
"Ini akan menjadi menarik jika orang tuanya tidak mengetahui."
"Tentu saja. Cepat siapkan kamera dan potret mereka berdua. Aku bisa memanfaatkan foto ini suatu saat nanti" ,Kris berkata sedikit tersenyum licik
"Anda benar-benar licik,Tuan Muda"
"Anggap saja itu pembalasan dariku karena dia telah menolak ajakan danceku kemarin malam dan ajakan makan malamku ini. "
"Yes,Tuan",Luhan berkata sambil menekan tombol flash pada kamera tersebut.
Luhan sedikit mengguncangkan kertas polaroid tersebut. Perlahan terlihat dua figur namja di kertas putih tersebut
"Humm..wajah bocah ini..."
...
TBC?
Big thanks buat all yang udah review,ngefave bahkan ngefollow cerita abal ini*bowbowpelukcium
Ditunggu review at the pandora box below untuk chapter ini, so i will know what do you guys think about this chapter too
Your reviews will made my day hehe XD
.
.
.
Kin Ocean : Buat Lay aja yang minum darah..to keeping his alive. Makanya si Sehun bilang itu seperti diet yang konyol. And buat yang lemah ama silver itu hanya terlintas di otak aja biar agak greget. Karena sebenarnya ghoul aslinya dibunuh pakai pisau dapur aja bisa hehe ^^
Secret : mwahh..mwahh Untung diingetin,makasih ^^...yosh mulai chapter ini bakal ada disclaimer buat mangaka-nya..untuk karakter Ciel sendiri sebenarnya terlepas dari versi aslinya, ini mau dibuat versi sendiri. Mungkin ada sedikit kesamaan antara masa lalu si Ciel ama Kris. Kris disini seperti jadi versi maturenya si Ciel dan lagipula i can't find the suitable person in EXO for Ciel character karena semuanya keliatan kayak anak baik-baik(?). And Kris,sama kayak Ciel tetap jadi the queen's watchdog. Mungkin sis kurang sreg karena karakter Luhannya gak se-wow and se dark Sebastian kali ye hehe. Untuk karakter Lay sendiri ini ada penjelasannnya nanti di chapter berikutnya ^^
M'kay..See you next chapter
Love,
ZF
