Title: The Forgotten Child Will Be Save The World

Disclaimer: Naruto-Masashi Kishimoto

Pairing: Naruto x (…..)

Rated: M (untuk jaga-jaga)

Genre: Adventure, Fantasy, Romance, Hurt/Comfort

Summary: Dia anak yang terlupakan. Dia anak yang di benci oleh keluarga dan orang-orang desanya. Dia anak yang kesepian. Dia anak yang akan membawa kedamaian dengan kekuatan yang bahkan di luar nalar manusia. Dia adalah…..

Warning: OOC, Typo, ETC

Chapter 1

.

.

.

Time skip 3 years later

In Hokage Mansion

Pagi hari yang cerah di hokage mansion , terlihat seorang anak dengan ciri-ciri rambuk pirang spike dan mata seindah lautan luas yang sedang membereskan kamarnya. Yah siapa lagi kalau bukan Namikaze Uzumaki Naruto tokoh utama dalam fic ini.

Naruto POV

Hahhh, akhirnya semua sudah selesai. Aku sudah membereskan rumah, memasak untuk Tou-sama, Kaa-sama, Menma-Nii, dan Naruko-chan, dan terakhir aku sudah membereskan kamarku. Sebaiknya aku segera bergegas mandi dan bergabung untuk makan bersama.

Naruto POV End

Normal POV

Sekarang terlihat Naruto yang sudah selesai dengan acara mandinya dan memakai baju yang terlihat sangat tidak pantas untuk di bilang bagus. Coba kita lihat, baju yang sobek sana-sini dengan warna coklat lusuh, entah itu memang warna aslinya atau karena baju itu sudah sangat lama di pakai, celana yang sudah banyak sekali tambalan, yah singakatnya baju itu seperti baju yang di kenakan gembel di pinggir jalan.

Setelah selesai memakai bajunya, Naruto segera bergegas menuju ruang makan untuk makan bersama dengan keluarganya. Tidak lupa menutup dan mengunci pintu kamarnya, yah walaupun tidak ada barang berharga sama sekali yang pantas untuk di curi, tapi tetap Naruto melakukan itu hanya sebagai formalitas.

"Ohayou Tou-sama, Kaa-sama, Menma-nii, Naruko-chan" Ucap Naruto dengan ceria.

"Cih, jangan panggil aku dengan sebutan Nii, karena kau bukan adikku dasar lemah" Ucap Menma sinis.

"Yah… jangan panggil Menma-Nii dengan sebutan seperti itu karena kau bukan bagian dari keluarga ini, dan lagi apa yang kau lakukan di sini lemah" Ucap Naruko tak kalah sinis.

"T-Ta-Tapi ki-kita di la-hirkan da-dari rahim y-yang sama, a-ku ke sini ha-hanya i-ingin makan be-ber-sama" cicit Naruto.

"Hah… Apa aku tak salah dengar, kau ingin makan bersama kami" Ucap Kushina keras.

"I-iya Kaa-sama" Ucap Naruto takut.

"Kau itu bukan bagian dari keluarga ini dasar anak lemah, lebih baik makan saja sendiri sana di dapur" Ucap Minato dengan nada besi.

"Hiks… B-Baik Hiks… Tou Hiks… sama" Ucap Naruto terisak.

Akhirnya dengan perasaan kecewa Naruto pergi kedapur dan makan dengan di temani kesunyian dan isak tangis yang terdengar sangat memilikuan bagi siapapun yang mendengarnya, sedangkan dengan Minato dan lainnya mereka makan dengan di selingi tertawa karena kelakuan konyol Menma dan melupakan kejadian yang barusan terjadi atau lebih tepatnya melupakan Naruto.

Normal POV End

Naruto POV

Kenapa ini selalu terjadi kepadaku Kami-sama, tidak di anggap oleh keluarga sendiri bahkan mereka tidak segan-segan mengusirku hanya karena aku ingin makan bersama-sama mereka. Aku tau, aku tidak sehebat Menma-Nii atau pun Naruko-chan karena aku tidak memiliki chakra yang besar, tapi apakah harus aku menerima perlakuan seperti ini setiap hari, aku hanya ingin bahagia Kami-sama.

Naruto POV End

In Other Place

Di tempat yang tidak di ketahui oleh seorangpun kini berkumpul sosok-sosok misterius yang memiliki aura yang sangat besar dan salah satu diantara mereka memiliki ekspresi kesal di wajahnya.

"Cih, kalau saja aku tidak di larang oleh "Dia" sudah kupenggal kepala mereka karena telah menyia-nyiakan anak itu" Ucap sosok bertudung hitam.

"Sudahlah aku yakin "Dia" pasti punya alasan untuk melarangmu melakukan itu, lagi pula kita semua di sini di panggil oleh "Dia" untuk membahas rencana selanjutnya yang akan kita lakukan untuk anak itu" Ucap sosok dengan baju yang sering di pakai para bangsawan.

"Yah, aku tau akan hal tersebut tapi tetap saja aku kesal dengan perlakuan yang diterima oleh anak itu, dan lagi dimana "Dia" ini sudah lebih dari waktu yang di tentukan untuk berkumpul " balas sosok bertudung hitam dengan kesal.

"Sabarlah sebentar lagi. Aku yakin "Dia" punya urusan yang tidak bisa di tinggalkan begitu saja" Ucap sosok yang memakai mahkota dengan lambang matahari.

Tiba-tiba sebuah cahaya yang sangat terang muncul di tengah perdebatan yang di lakukan oleh para orang misterius tersebut dan setelah cahaya yang sangat terang itu memudar munculah sebuah figure yang terlihat sangat bijaksana dan berwibawa.

"Maaf membuat kalian menunggu lama" Ucap sosok bijaksana tersebut.

"Ya…Ya… Sebaiknya cepat mulai pertemuan ini dan aku harap "Kau" memiliki rencana yang bagus untuk anak itu, kalau tidak jangan salahkan aku bila aku melanggar perintah-Mu untuk tidak memenggal setiap orang yang telah berlaku buruk kepada anak itu" Ucap sosok bertudung hitam.

"Baiklah kalau begitu. Kita mulai pertemuan ini" Ucap sosok bijaksana tersebut dengan berwibawa.

Setelah memberi tahukan sebagian rencana-Nya, banyak sekali berbagai macam reaksi yang di tunjukkan oleh sosok-sosok misterius tersebut, mulai dari marah, ketidak setujuan akan rencana-Nya, ada yang sedih, ada yang setuju, bahkan ada yang tidak menunjukkan ekspresi berarti.

"Apaaa…..! Aku tidak setuju, sangat tidak setuju akan rencana yang "Kau" buat itu, bagaimana bisa "Kau" berpikir hal semacam itu" Ucap sosok bertudung hitam dengan marah.

"Hiks…Hiks… Apakah Hiks… tidak ada cara lain Hiks… yang bisa Hiks… kita lakukan, untuk membuat Hiks… anak itu bahagia" Isak sosok dengan mahkota berlambang bulan sabit.

"Kalian semua tenanglah, "Dia" belum selesai menjelaskan rencana apa yang akan kita lakukan untuk anak itu" Ucap sosok yang memakai pakaian ala bangsawan.

"Baiklah aku akan tenang, aku akan mendengar rencana-Nya hingga selesai tapi jika itu tidak bagus aku akan membuat anak itu bahagia dengan caraku sendiri" Ucap sosok bertudung hitam dengan nada mengancam.

Penjelasan tentang rencana yang tadinya tertunda karena sedikit kegaduhan yang di lakukan oleh orang bertudung hitam tersebut kini berlangsung dengan tenang. Setelah selesai dengan penjelasan-Nya, kini terlihat semua yang ada di perkumpulan itu mengangguk setuju akan rencana-Nya.

" Baiklah karena semua setuju, kita akan mulai melakukan rencana ini 2 minggu kedepan. Jadi "Aku" meminta kalian untuk berkumpul lagi di hari yang sudah kita tentukan" Ucap sosok bijaksana tersebut.

"Ya… Baiklah 2 minggu dari sekarang kita semua akan berkumpul lagi untuk menjalankan rencana yang sudah kita semua sepakati, kalau begitu saya permisi" Ucap sosok yang memakai pakaian tempur ala samurai.

"Kami semua juga ikut permisi. Mari semuanya kita pergi" Ucap sosok yang memakai pakaian ala bangsawan.

Sekarang terlihat di tempat misterius bekas berkumpulnya sosok-sosok yang memiliki aura yang sangat besar tersebut hanya tinggal menyisakan 2 sosok, yaitu sosok bertudung hitam dan sosok yang terlihat sangat bijaksana dan berwibawa.

"Jadi… Apa ada lagi yang ingin kau bicarakan?" Ucap sosok bijaksana tersebut mengawali pembicaraan.

"Hm… Aku hanya ingin bertanya satu hal pada-Mu" balas sosok bertudung hitam.

"Kalau begitu apa pertanyaanmu" Ucap sosok bijaksana tersebut.

"Apa yang akan "Kau" lakukan jika ternyata dia masih di perlakukan buruk oleh semua warga desa dan keluarganya setelah kita menjalankan rencana yang "Kau" buat itu" Ucap sosok bertudung hitam tersebut dengan nada penasaran.

"Jika seperti itu yang terjadi "Aku" sendiri yang akan turun tangan untuk menyadarkan mereka semua" Ucap sosok bijaksana tersebut dengan tegas.

"Yah… Aku pegang kata-kataMu, kalau begitu aku permisi dulu" Ucap sosok bertudung hitam tersebut dan langsung pergi dengan cara hilang di dalam kabut hitam.

Sekarang terlihat di tempat tersebut hanya tinggal sosok bijaksana yang terlihat seperti menerawang kearah bawah, tapi jika lebih teliti kita pasti akan melihat air mata dan sebuah senyuman tulus yang menandakan betapa sayangnya "Dia" kepada anak yang akan mereka berikan kebahagian.

In Other Place End

***TBC***

Yo author newbie ini kembali lagi dengan cerita yang mungkin masih amburadul, hehehe.

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada author-author senior dan kepada reviewers atas reviewnya, begitupula kepada para reader yang membaca fic saya yang gaje ini*nagislebay*.

Dan ini balasan untuk review yang sudah di berikan kepada saya, tapi karena akan lama kalau saya ketik satu-satu jadi saya ringkas aja ya.

To: .79, .GM, hore, Go Minami Hikari Bi, kadhi575712.

Terima kasih atas sarannya, mungkin nanti akan saya pakai sarannya tapi sepertinya masih agak lama untuk memakai saran tersebut. Untuk Go Minami Hikari Bi kurang mengerti gimana ya, jujur saya bingung, hehehe., dan untuk .GM saya berencana untuk tidak memasukan naruto ke akademi karena itu tuntutan cerita.

To: .9, Kaito Dark-sama, , The KidSNo OppAi, hole in heart, .58, nanaleo099.

Salam fanfiction juga.

Oke ini udah lanjut dan terima kasih sudah mau mereview fic gaje saya, tapi saya mohon maaf wordnya masih belum bisa di panjangin karena saya masih newbie dan otak saya pas-pasan untuk buat cerita, hehehe :P. saya usahain juga untuk buat cerita agar tidak mainstream.

Oke itu aja yang ingin saya sampaikan, sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya. Bye (^.^)/