Past and Future

Naruto by Masashi Kishimoto

Rated : T semi M

Warning : OC, OOC, Typo

Chapter sebelumnya

Hari sudah semakin sore, aku segera pergi keluar untuk mencari makanan di sekitar tempat ini. Sebelum ku tinggalkan, aku memasang kekkei untuk melindungi anak kuning ini dari binatang buas atau shinobi yang berniat jahat padanya.

Setengah jam berlalu, aku kembali ke dalam goa dengan membawa seekor kelinci yang berhasil ku tanggkap di sekitar tempat ini. Segera kunyalakan api untuk sekedar menghangatkan diri dan membakar hasil buruanku. Ku lihat sebentar anak yang tidur di sampingku, "Mungkin dia akan sadar besok pagi ". Kataku dalam hati.


Konoha sehari setelah kepergian Sasuke

Terlihat figure perempuan dengan rambut blonde dikuncir dua sedang berbicara dengan salah satu jounin elite Konoha.

"Kakashi. Segera bentuk tim baru untuk melanjutkan pencarian Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke, aku ingin dia ditemukan dalam waktu 24 jam". Perintah sang Godaime Hokage, Senju Tsunade.

"Hai ! Hokage-sama".

"Buffftt". Kakashi pergi dengan menggunakan shunshin, meninggalkan sedikit kepulan asap putih di ruang Hokage.


Flash back on

Di bawah langit yang hitam terlihat seorang shinobi berambut putih dengan masker dimukanya dan seekor anjing kecil sedang melompat lompat dari dahan satu ke dahan yang lain, mereka berdua terlihat tergesas gesa.

"Pakkun.. sebaiknya kita menambah kecepatan, aku khawatir apa yang kutakutkan terjadi pada mereka berdua". Kata Kakashi pada sosok hewan Kuchiyose berwujud anjing kecil yang bisa bicara.

"Baik Kakashi". Jawab sang anjing.

Mereka berdua segera menambah kecepatan berharap segera sampai di tempat Naruto dan Sasuke berada.

Tik… tik… tik... tik… drrrssss….. sssssssssss. Tiba tiba hujan mengguyur tubuh mereka berdua. Seketika langkah Kakashi berhenti, begitu juga dengan anjing Kuchiyosenya. Sang shinobi bermasker itu menoleh kearah Pakkun.

"Bagaimana ini pakkun". Tanya Kakashi.

"Maaf Kakashi jika hujan begini, bau akan hilang jadi akan sulit bagiku untuk melacaknya". Jawab Pakkun.

"Hhhhh…". Suara berat nafas Kakashi.

"Sepertinya kita akan kehilangan jejak, kira kira kemana terakhir arah bau Naruto sebelum hujan"

"Sedikit kekanan tapi setelah itu aku tidak tau". Jawab Pakkun.

"Baiklah kita mengambil arah itu".

Mereka berdua melanjutkan perjalanan dengan cepat, berharap segera menemukan Naruto dan Sasuke. Tiba tiba Pakkun berhenti.

"Kakashi sejauh ini kita belum menemukan tanda tanda keberadaan mereka, ini sangat sulit kita seperti mencari jarum diatas tumpukan jerami".

"Kau benar Pakkun. Lagipula hari sebentar lagi gelap, sebaiknnya kita kembali dan melapor pada Hokage-sama". Jawab Kakashi.

Flash back off


Kakashi segera membentuk tim baru yang terdiri dari 3 ANBU untuk berjaga jaga. Mengingat dalam pengejaran kemarin, para chunin se-angkatan Naruto banyak yang terluka, karena di luar perkiraan Orochimaru mengirimkan para shonobi elitnya dalam penjemputan Sasuke. Jika tidak ada bantuan dari Aliansi Konoha (Sunagakure) mungkin nyawa Kiba, Lee dan Shikamaru sudah di telan habis oleh Shinigami karena lawan yang mereka hadapi adalah shinobi hebat Otogakure.

Sebelum Kakashi team berangkat, terdengar suara seseorang menghentikan langkah Kakashi bersama team barunya. Kakashi segera menoleh kebelakang.

"Ada apa Iruka…?".

"Aku ikut dalam pencarian Naruto dan Sasuke. Hokage Sama juga telah memberikan ijin padaku". Jawab Iruka.

"Baiklah". Kata Kakashi.

Dengan segera ke 5 shinobi Konoha tersebut melesat untuk mencari Naruto dan Sasuke.


Naruto and Kira

Hei…! Berhenti ! Jangan lari kau monster! Menyerahlah! Mati saja kau monster! Akan kubunuh kau! Dasar monster!

A..apa salahku… Kenapa kalian membenciku…

Apa…? apa salahku katamu…! Kau yang telah membunuh keluargaku, kau juga yang telah menghancurkan desa ini.

Gara gara kau keluargaku meninggal…

Gara gara kau ibuku meninggal…

Rasakan ini… Crassshhh… Aaaakhhhhh… Syutt… Crash… Bughh… Bugh… Dugh… Crash… Crash… Aakhhh..

Dasar monster!

Hiks.. hiks.. hiks… Kenapa kalian membenciku…

Kenapa semua orang membenciku… hiks… hiks.

"Akkkhhhhh… host… host… host… mimpi itu… hosh… kenapa… hosh… hosh… kenapa mimpi itu selalu datang padaku… Monster, Pembunuh, Menghancurkan…". Kata Naruto setelah terbangun dari mimpinya.

"Kenapa denganmu. Apa yang terjadi..?". Tanya anak laki laki berambut merah kehitaman yang sedang berdiri di bibir goa.

Segera anak laki laki itu berjalan mendekati sosok yang tengah terbaring di dalam goa.

"Mimpi itu… Kenapa mimpi itu selalu menghantuiku". Kata Naruto pelan dengan mata memandang langit langit goa dengan pandangan kosong.

"Dimana aku ? Dimana si teme sialan itu ?". Tanya Naruto sambil menoleh kekanan memandang laki laki seusianya yang berjalan mendekat kearahnya.

"Setelah pertarungan itu aku membawamu kesini karena kau tak sadarkan diri di tepi sungai". Jawab figure yang mendekat kearahnya. Figure itupun duduk di samping kanan Naruto.

"Lalu temanmu itu telah pergi, tapi entah kemana". Lanjut Kira.

"Jadi aku kalah ya… Aku juga telah gagal membawa sasuke kembali".

"Kau tidak gagal Uzumaki Naruto, tapi kau belum berhasil. Aku yakin jika kau berusaha dengan keras apapun yang kau inginkan akan mudah kau dapat". Jawab Kira.

"Dari mana kau tau namaku! dan siapa kau". Tanya Naruto kaget Kira mengetahui namanya.

"Namaku Kira"…"Aku tahu namamu karena aku melihat pertarunganmu dengan Sasuke".

"Begitu ya… Terima kasih Kira". Ucap Naruto dengan senyuman tulus dibibirnya.

"Hmm…".

Suasana hening sesaat setelah percakapan singkat itu.

"Setelah ini apa yang akan kau lakukan Naruto". Tanya Kira memecah keheningan itu.

"Mungkin aku akan kembali ke Konoha atau mungkin…" Naruto diam sesaat "Aku akan mengejar Sasuke dan membawanya ke Konoha".

"Lalu kau sendiri, apa yang kau lakukan di tempat seperti ini". Lanjut Naruto.

"Entahlah Naruto, aku hanya seorang pengembara. Aku hanya berjalan mengikuti langkah kakiku". Jawab Kira dengan suara datar.

Naruto mulai bangkit dari tidurnya, dia terlihat tertatih tatih. Meskipun lukanya telah sembuh tapi tenaga dan chakranya belum pulih.

"Lebih baik kau istirahat saja, aku akan keluar mencari makanan".

"Barrier activ" Dengan memandang Naruto Kira mengatakan.

"Kekkei ini adalah penghalang khusus untuk menyembunyikan chakra mu dari shinobi sensor, jadi ini akan melindungimu selama aku pergi".

Setelah mengatakan itu, Kira segera pergi meninggalkan Naruto yang masih melongo kagum akan kemampuan Kira membuat barrier.

"Hebat". Kata Naruto singkat.


Kira POV

Aku melompati dahan dahan pohon di sekitar goa, mata ku tajam mengawasi setiap pergerakan dihutan ini. Ingin rasanya segera menemukan sesuatu yang kucari di hutan ini. Setelah beberapa jam akhirnya.

"Dapat!". Aku melihat seekor rusa muda tak jauh dari tempatku berdiri. Segera ku aktifkan Kekkei Genkai ku untuk menangkap rusa itu. "Chakra chain active".

Muncul 4 rantai chakra berukuran kecil dari dalam tanah, rantai itu melambai lambai seperti ular yang siap mematuk mangsanya. Aku segera memasang kuda kuda, dengan gerakan seperti Tai Chi kugerakkan 4 rantai chakra untuk menagkap rusa buruanku.

Syut… syut… syut… syut… 4 rantai chakra itu bergerak seperti peluru kendali, melesat cepat kearah target yang telah ku tentukan. Dengan insting hewannya, rusa itu segera berlari menjauh menghindari rantai rantai ku. Aku memang belum begitu ahli mengendalikan Kekkei Genkai ini, tapi aku yakin seiring berjalannya waktu dan latihan yang keras aku pasti akan melampaui sang master chain chakra Yondaime Uzukage. Syuut..ssssttt… satu rantai chakraku berhasil melilit kaki belakang rusa buruanku.

Brukkh… rusa itu terjatuh… segera kugerakkan 3 rantai chakra lainnya untuk melilit leher dan tubuhnya.

"Huhhh… Akhirnya tertangkap juga kau".

Aku segera berjalan mendekati rusa yang terikat tak berdaya tersebut, keluarkan kunai dari dalam tas ninjaku.

Syutttt… crasssh…

Darah berceceran dimana mana, karena kutebas leher rusa muda itu.

"Maaf kawan tapi aku sangat lapar". Setelah mengatakan itu rantai rantai chakraku segera kembali kedalam tanah dan aku segera kembali kedalam goa.


Naruto POV

Aku masih memikirkan tentang Sasuke, biar bagaimanapun dia tetap teman terbaikku.

"Kenapa Sasuke… Kenapa kau meninggalkan Desa hanya karena ingin kuat dan membunuh Itachi"

"Sebegitu besarkah rasa dendammu pada kakakmu sendiri ". Tanyaku dalam hati.

Aku mulai merutuki diriku sendiri. "Aku ini memang lemah, aku seperti orang tak berguna, aku telah gagal membawa kembali satu satunya teman terbaikku".

Diam beberapa saat.

"Mungkin perkataan anak itu ada benarnya". Aku mengingat kembali percakapanku dengan Kira.

"Kau tidak gagal Naruto, tapi kau belum berhasil. Aku yakin jika kau berusaha dengan keras apapun yang kau inginkan akan mudah kau dapat".

Taph.. taph.. tap.. Suara langkah kaki menyadarkanku dari lamunan dan membawaku kembali ke dunia nyata.


Normal POV

"Apa yang kau pikirkan Naruto". Tanya Kira membuyarkan lamunan Naruto.

" Tidak apa, aku hanya memikirkan Sasuke".

"Cepat kesini dan bantu aku, jangan bermalas malasan duduk di batu itu". Balas Kira.

Naruto segera berjalan mendekati Kira yang sedang sibuk dengan rusa buruannya.

" Kau ini tadi menyuruhku istirahat sekarang…" Belum sempat Naruto menyelesaikan kalimatnya Kira langsung memotong kata kata Naruto.

"Waktu istirahat sudah habis dan jangan mengerutu".

Mendengar perkataan Kira, Naruto hanya diam sambil meneruskan langkah kakinya dengan malas kearah Kira. Segera dia membantu Kira yang sedang sibuk menyiapkan kayu bakar untuk memasak hasil buruannya.

"Sebegitu pedulikah kau pada Sasuke". Tanya Kira pada Naruto yang sedang menyalakan api.

"Dia teman terbaikku… Hanya dia yang mengerti perasaanku selama ini". Jawab Naruto.

"Ku kira kau hanya menjalankan misi dari desa untuk membawanya kembali".

"Sasuke adalah teman pertamaku… Di akademi aku satu tim dengannya, dia juga menjadi saingan terberatku". Diam sesaat "Aku tau ini akan terjadi". Lanjut Naruto.


Flash back on

"Sasuke awas!". Teriak Naruto.

"Sasuke-kun di belakangmu!". Teriak Sakura.

"Aakhhh…". Sasuke berteriak kesakitan.

"Khu.. khu.. khu… Sasuke kun. Aku telah memberi segel kutukan padamu. Gunakan itu untuk membunuh musuh musuhmu. Khu.. khu.. khu…". Kata Orochimaru dengan seringaian jahatnya.

Dengan memegangi pundaknya Sasuke mengerang kesakitan karena gigitan Orochimaru.

"Akhhh..! cih…! akh ! Sialan kau Orochimaru". Umpat Sasuke pada Orochimaru.

Dalam sekejap di pundaknya sudah terdapat tatto seperti Sharingan 3 tomoe dengan warna hitam.

"Jika kau menginginkan kekuatan lebih, datanglah padaku… Dengan senang hati aku akan memberikannya padamu. Khu.. khu.. khu…". Kembali Orochimaru berkata dan menghilang ke dalam tanah.

Flash back off


"Setelah kejadian itu, Sasuke yang terobsesi kekuatan untuk balas dendam kepada kakaknya selalu memikirkan tawaran Orochimaru. Bahkan sempat dia mengajakku pergi ke tempat mantan murid Sandaime Hokage itu". Lanjut Naruto bercerita.

"Lalu kenapa Sasuke ingin membunuh kakaknya?". Tanya Kira.

"Karena kakaknya yang telah membantai seluruh anggota Clan Uchiha". Jawab Naruto.

"A.. apa… membantai?". Kira tergagap mendengar kata membantai dari Naruto, segera di alihkan pandangannya kearah wajah Naruto.

"Ya… kakak Sasuke, Itachi Uchiha telah membunuh semua anggota Clan Uchiha dan hanya menyisakan Sasuke bahkan ayah dan ibunya sendiri di bantai tanpa ampun di depan Sasuke".

"Dengan alasan apa Itachi Uchiha membantai semua Clannya". Tanya Kira.

"Entahlah, tapi rumor yang ku dengar Itachi Uchiha membantai semua Clannya untuk mendapatkan kekuatan dan mengukur kemampuannya". Jawab Naruto lirih.

"Lagi lagi pemusnahan Clan dengan alasan yang tak masuk akal". Batin Kira dalam hati.

"Lalu kau? Kenapa tadi ku lihat kau berteriak".

"Mimpi itu… Mimpi itu selalu datang padaku". Jawab Naruto.

"Mimpi apa". Tanya Kira lagi.

"Sejak kecil aku selalu disiksa penduduk desa, mereka menganggapku Monster. Menuduhku membunuh keluarganya, menghancurkan desa dan sebagainya. Tak ada anak yang mau berteman denganku karena orang tua mereka melarangnya".

Hening sesaat, lalu Naruto melanjutkan ceritanya.

"Waktu itu usiaku baru 7 tahun,aku baru tau kenapa aku di sebut Monster. Dalam diriku di segel Bijuu ekor 9 atau Kyubi no Yoko. Aku bertemu dengannya saat aku pingsan di hajar penduduk desa".

"Jadi kau seorang Jinchuruki". Tanya Kira memastikan.

"Orang orang menyebutnya begitu… Mereka tidak tau penderitaan seorang Jinchuriki. Dikucilkan, dihina, di caci, di pukul, ditendang bahkan di tusuk kunai sudah menjadi sarapan sehari hari bagiku. Semua itu membuatku trauma, hingga datang mimpi yang selalu menghantuiku itu".

"Sudahlah Naruto jangan kau teruskan ceritamu itu". Potong Kira.

Naruto berhenti menceritakan dirinya, mereka berdua saling pandang sebentar kemudian melanjutkan acara membakar daging rusa yang sempat tertunda karena cerita Naruto.

"Jadi, apa keputusanmu Naruto?". Tanya Kira pada Naruto yang sedang menikmati daging rusa hasil buruannya.

"Keputusan apa maksutmu Kira?". Naruto balik tanya dengan mulut penuh daging.

"Tentu saja langkahmu selanjutnya.. Dasar pikun!". Jawab Kira.

"Apa kau bilang, kau menyebutku pikun?!". Kata Naruto tak terima dikatakan pikun.

"Kenyataan!". Jawab Kira tanpa dosa.

"Kau!"

"Sudahlah, lanjutkan saja makanmu". Lanjut Kira.

"Lalu kau…?". kembali Naruto bertanya.

"Selera makanku sudah hilang gara gara melihat cara makanmu yang seperti buaya". Jawab Kira dengan melangkahkan kakinya menjauh dari tempat Naruto makan.

"Kau.. kau mengataiku lagi….. hei..! berhenti!". Kata Naruto berdiri dengan tangan menunjuk nunjuk Kira yang berjalan menjauh.


Otogakure

"Khu… khu.. khu… Akhirnya kau datang juga Sasuke-kun".

"Tidak usah basa basi Orochimaru, cepat berikan padaku apa yang kau janjikan". Kata Sasuke arrogant.

"Sasuke! Jaga bicaramu". Ucap pria berambut putih dengan kaca mata bulat di kedua matanya.

"Khu.. khu.. khu.. Biarkan saja Kabuto, mungkin dia belum terbiasa".

"Dengan keadaanmu yang sekarang, kau minta kekutan padaku? Khu.. khu.. khu.. Sepertinya kau berbeda sekali dengan Itachi". lanjut Orochimaru santai sengaja memancing amarah Sasuke dengan menyebut nama Itachi.

"Jangan menyebut nama laknat itu di depanku… ular tua!".

"Sasukeee! Sekali lagi kau menyebut Orochimaru-sama dengan sebutan ular tua… maka akan ku bunuh kau". Bentak Kabuto tak terima masternya di katakan ular tua.

"Cih…! Buktikan, kalau kau mampu membunuhku". Ucap Sasuke sombong sambil menoleh kesamping, meremehkan lawan bicaranya.

"Cukup Kabuto..! Sebaiknya kau sembuhkan dulu luka Sasuke-kun". Perintah Orochimaru pada bawahan setianya.

"Tapi tuan". Ucap Kabuto berusaha membantah perintah masternya.

"Kabuto!".

"Baik tuan". Ucap Kabuto patuh.

"Sasuke-kun kau ikuti Kabuto, dia akan menyembuhkan luka lukamu".

Segera Kabuto masuk kedalam ruangan di ikuti dengan Sasuke di belakangnya. Sementara Orochimaru tetap berdiri di tempat, menjulurkan lidahnya di iringi dengan senyuman jahat.

"Benar benar bocah yang menarik.. khu.. khu.. khu..".


Kakashi team

"Kita benar benar terlambat! Melihat kerusakan di tempat ini, sepertinya mereka berdua bertarung dengan serius".

"Naruto.. Di manapun kau berada kuharap kau baik baik saja". Ucap Iruka dalam hati sambil menatap langit.

"Kakashi aku menemukan Hitai Ate ini di dekat patung Madara Uchiha". Ucap salah seorang ANBU team Kakashi.

Segera shinobi itu memberikan pelindung kepala yang di temukannya pada Kakashi. Pakkun yang berada di samping Kakashi segera mengendus pelindung kepala itu.

"Ini milik Sasuke". Kata Pakkun pada Kakashi.

Taph.. taph… Muncul dua orang ANBU lainya di depan Kakashi.

"Bagaimana?". Tanya Kakashi.

"Maaf Kakashi, kami tidak menemukan petunjuk apa apa di sekitar tempat ini". Jawab ANBU Neko.

"Sensor chakraku juga tidak menunjukkan tanda keberadaan Naruto dan Sasuke di sekitar tempat ini". Jawab ANBU Taka.

"Sebaiknya kita lanjutkan pencarian Kakashi". Kata Iruka.

"Percuma Iruka, mungkin saat ini Sasuke telah sampai di tempat Orochimaru". Jawab Kakashi.

"Tapi bagaimana dengan Naruto?". Balas Iruka.

"Kakashi benar Iruka". Sambung ANBU Neko memotong kata kata Iruka.

"Entahlah… Kuharap Naruto baik baik saja". Jawab Kakashi.


Konoha

Terlihat bagunan besar berwarna putih dengan banyak kamar dan lorong di dalamnya. Salah satu lorong bangunan itu nampak anak laki laki dengan rambut di ikat keatas seperti nanas sedang bersandar di salah satu sudut lorong tersebut. Dialah Shikamaru Nara anak dari Shikaku Nara. Terlihat wajah sedih dari anak Shikaku itu.

"Aku sangat bodoh, sebagai ketua team tidak sepantasnya aku membahayakan nyawa anggota team ku. Bahkan sampai sekarang Naruto juga belum di temukan… Maafkan aku Naruto… Maafkan aku teman teman". Rutuk Shikamaru kepada dirinya sendiri.

Di ujung lorong nampak seorang shiniobi dengan pakaian jounin berjalan mendekat kearah Shikamaru.

"Aku sangat kecewa padamu Shikamaru".

"A.. ayah". Jawab Shikamaru sambil memandang wajah ayahnya.

"Kau tidak pantas menjabat sebagai ketua team dalam misi, kau tau kenapa alasannya?".

"Aku tau ayah… Aku telah membahayakan keselamatan teamku saat misi dan mengutamakan keselamatan ku sendiri". Jawab Shikamaru dengan suara pelan.

"Orang seperti itu tidak pantas disebut dengan shinobi!". Kata Shikaku tajam.

Shikamaru tercengang mendengar kata kata ayahnya. Dia hanya diam tanpa berani membalas perkataan ayahnya.

"Jadikan ini sebagai pengalaman kegagalan hidupmu. Dan ku harap kau menjadi lebih baik dengan adanya peristiwa ini". Lanjut Shikaku.

Mendenngar perkataan ayahnya Shikamaru hanya diam berdiri tanpa berani memandang wajah ayahnya. Wajahnya menunduk lusuh menatap lantai Rumah Sakit Konoha. Shikaku segera pergi meninggalkan anak semata wayangnya tanpa pamit.


Ruang Hokage

Tok.. tok.. tok…

"Masuk". Kata seorang wanita dengan gelar Godaime Hokage, Senju Tsunade.

"Ternyata kau Kakashi… Bagaimana dengan Naruto dan Sasuke".

"Maaf Nona Tsunade, saya tidak menemukan Naruto. Hanya ini yang saya temukan". Jawab Kakashi sambil menyerahkan Hitai Ate milik Sasuke.

"Apa! Brakkk". Kata Godaime Hokage sambil menggebrak meja kerjanya.

"Lalu kenapa kau kembali".

Melihat sang Kage berteriak dan menggebrak meja kerjanya, Kakashi segera menjawab dengan tegas pertanyaan pemimpin desanya itu.

"Maaf Hokage-sama. Saya sudah mencari kemana mana dengan bantuan Taka, Neko dan Inu. Mereka juga tidak menemukan chakra Naruto dan Sasuke melaui sensor chakra".

Mendengar jawaban Kakashi, Tsunade hanya diam beberapa detik dan menatap Kakashi.

"Baiklah kalau begitu, kau boleh pergi Kakashi Tapi nanti kita akan membicarakan masalah Naruto dengan para Dewan".

"Hai! Hokage-sama". Kata Kakashi tegas.


Back to Naruto and Kira

"Kira. Bisakah kau mengajariku membuat Kekkei seperti tadi". Kata Naruto memulai percakapan.

"Kau tak kan bisa Naruto". Jawab Kira datar.

"Jangan meremehkan ku.. aku pasti bisa!".

"Mungkin lain kali Naruto. Aku masih banyak urusan". Jawab Kira.

"Kau ini seperti Daimyo saja". Jawab Naruto dengan manyun.

"Hemm". Kira tersenyum kecil kearah Naruto.

"Kita ini baru beberapa jam bertemu tapi rasanya seperti sudah berpuluh puluh tahun". Lanjut Kira.

"Kau benar Kira, entah kenapa bagiku kau sudah tak asing lagi".

"Jadi urusan apa yang belum kau selesaikan. Aku akan membantumu". Sambung Naruto.

"Suatu saat kau akan tau Naruto… dan kau akan membantuku". Batin Kira dalam hati.

"Kenapa kau diam Kira, apa yang kau pikirkan?". Tanya Naruto.

" Tidak ada, aku hanya menikmati udara sore ini".

"Jadi bagaimana, apa kau mau ikut ke Konoha?".

Hening sesaat...

"Kita berangkat besok pagi". Jawab Kira sambil melangkahkan kaki nya masuk kedalam goa.


Skip time

Terlihat dua bocah laki laki sebaya sedang melompati dahan pohon satu ke dahan yang lain, satu anak terlihat ketinggalan dari anak satunya. Wajah lelah dan nafas ngos ngosan menghiasi anak berambut merah kehitaman sedangkan anak berambut kuning jabrik terus melopat seakan dia tak punya lelah. Sesekali anak berambut kuning itu meneriaki temannya agar cepat menyusul dirinya. Tapi anak berambut merah kehitaman dengan t-shirt merah dan celana panjang hitam tidak menggubris kata kata temannya. Dia tetap melompat dengan lambat seakan akan dia membawa beban yang berat. Tapi tidak satupun nampak ransel atau tas lainya bertengger di punggunnya.

Naruto tiba tiba berhenti di depan Kira dan menoleh kearahnya.

"Hai Kira.. Kau ini seperti siput saja… Cepatlah! kalau begini kita tidak akan sampai sampai ke Konoha". Kata Naruto dengan nada mengejek.

"Jangan menyindirku Naruto".

"Aku tidak menyindirmu… Tapi kau memang lambat seperti siput". Jawab Naruto dengan santai.

"Taph.. taph.. taph… hosh.. hosh.. Ini sangat berat". Kata Kira setelah berhasil menyusul Naruto. Dia berdiri di samping kanan Naruto dengan nafas tersenggal senggal kemudian duduk jongkok untuk memulihkan tenaganya.

"Apanya yang berat tebbayo. Kau ini kan tidak membawa apa apa. Kecuali kantung kunai dan pakaianmu". Tanya Naruto dengan nada meremehkan.

"Jangan berisik Naruto!. "Fuinjutsu: Gravity seal active".

"Apa yang kau lakukan Kira, kenapa tubuhku jadi…". Sebelum Naruto menyelesaikan kata katanya dia telah kehilangan keseimbangan dan..

Brukkk… "Aww.. kepalaku". Naruto terjatuh dari pohon dengan kepala di bawah.

"Rasakan itu.. Cerewet!". Balas Kira.

"Kenapa Naruto. Apa kau tidak bisa berdiri ha..?". Kata Kira membalas sindiran Naruto.

"Tu..tubuhku seperti tertimpa gajah... ugh.. uhg.. sialan, ini berat sekali". Jawab Naruto.

"Kalau kau benar benar seorang shinobi, cepat kalahkan gajah itu.. ha.. ha.. ha..". Kata Kira di iringi dengan tawa yang di buat buat.

"Sebenarnya apa yang kau lakukan pada tubuhku hah!". Tanya Naruto tak sabaran.

"Itu yang disebut dengan Segel Gravitasi. Segel itu berguna untuk mengunci gerakan lawan dengan menambah berat gravitasi menjadi berkali kali lipat sehingga lawan tidak bisa bergerak. Gravity seal juga sangat efektif untuk latihan para shinobi junior seperti kita". Kata Kira panjang lebar menjelaskan pada Naruto.

"Sekarang cepatlah berdiri.. Kita lanjutakan perjalanan ini". Lanjut Kira.

"Ta..tapi ini sangat berat tebbayo".

"Kalau begitu saja kau tidak kuat, bagaimana kau akan membawa Sasuke kembali. Sementara Sasuke di luar sana sedang berlatih dengan Orochimaru". Kata Kira memancing semangat Naruto.

"Tapi ini be.. nar be.. nar b..be..rattt". Kata Naruto sambil tetap berusaha bangun tapi tetap tidak berhasil.

Akhirnya Kira turun membantu Naruto.

"Tentu saja kau tidak akan kuat Naruto... ini Gravity Seal S Class.. Seorang jounin pun tidak akan bisa bergerak, apalagi bocah sepertimu".

"Apa maksutmu dengan bocah sepertimu". Sungut Naruto merasa di remehkan.

"Kau lemah". Kata Kira dengan mengejek Naruto.

"Apa kau bilang".

"Lemah".

"Akan ku hajar kau!".

"Coba saja". Tantang Kira.

"Kau!".

"Berdiri saja tidak mampu mau menghajarku".

"Cepat lepaskan aku". Ujar Naruto.

"Baiklah baiklah... Dari pada nanti aku jadi tuli gara gara teriakanmu itu"

Kira segera mengurangi berat gravitasi di tubuh Naruto, mereke berdua segera melanjutkan perjalanan menuju Konoha dengan berjalan kaki karena Naruto tidak kuat membawa beban yang diberikan Kira. Hasilnya mereka sampai Konoha sore hari. Segera Naruto mengajak Kira ke kantor Hokage.

"Mudah mudahan nenek Tsunade belum pulang".

"Siapa itu nenek Tsunade". Tanya Kira pada Naruto.

"Dia adalah nenek sihir tergalak di Konoha". Ucap Naruto asal. Tanpa disadari Naruto, Kira menyeringai di sampingnya.

Tok.. tok.. tok..

"Masuk…". Jawab suara wanita di dalamnya.

"Hallo.. nenek Tsunade..". Ucap Naruto dengan senyuman khasnya.

"Na..ruto… Dari mana saja kau! dan mana bocah sombong itu..?". Tanya Tsunade kaget melihat kedatangan Naruto.

"Maaf nenek Tsunade aku telah gagal membawa Sasuke kembali ke Konoha.. ". Jawab Naruto serius.

"Lalu siapa yang bersamamu itu". Ucap Tsunade dengan menunjuk kearah Kira.

"Namanya Kira.. Dialah yang menyelamatkan ku setelah aku pingsang melawan Sasuke". Jawab Naruto sambil melihat kearah Kira.

"Salam kenal nenek". Ucap Kira memperkenalkan diri dengan membungkuk di depan Tsunade.

"Ittai..!". Mendengar dipanggil nenek Tsunade langsung menjitak kepala Kira.

"Jangan memanggilku nenek ! Aku ini Hokage tau!". Jawab Tsunade setelah sukses menjitak kepala Kira. Melihat kejadian itu Naruto segera memegangi perutnya dan menahan tawa.

"Apa yang kau lakukan Naruto!". Tanya Tsunade galak pada Naruto, yang di tanya hanya diam berdiri dengan keringat dingin di pelipisnya.

"Naruto tadi menyebut anda nenek sihir tergalak di Konoha". Jawab Kira sambil menyeringai kearah Naruto.

"Ki..kkira kenapa kau menga…". Belum sempat Naruto menyelesaikan bicaranya Tsunade segera memukul kepala Naruto.

Duakh…"Ittaiiii.."

"Itu hadiah dariku setelah pulang dari misi". Ucap Tsunade puas.

"Kalian boleh pergi.. dan kau Kira,karena kau bukan penduduk Konoha bawa ini dan serahkan padaku". Lanjut Tsunade dengan menyerahkan formulir Biodata kepada Kira.

"Kami pulang dulu nenek". Ucap Naruto dengan memegangi kepalanya yang benjol. Tsunade hanya diam berdiri sambil memandang kepergian Naruto dan temannya.

"Aku senang kau baik baik saja Naruto. Terima kasih banyak Kira". Ucap Tsunade dalam hati.

To be continue…

Keterangan Rantai Chakra Kira

Disini Rantai Chakra saya bagi menjadi 4 level kekuatan.

Lv 1 : Rantai chakra masih berbentuk rantai kecil (lebih besar sedikit dari rantai yang digunakan untuk mengikat anjing). Dalam lv ini rantai chakra juga tidak bisa bergerak sendiri, perlu gerakan tubuh pengguna untuk menggerakkan rantai sesuai perintah.

Lv 2 : Rantai chakra berukuran agak besar dari Lv 1 (lebih besar dari rantai yang digunakan untuk mengikat gerbang rumah), juga belum bisa bergerak sendiri tapi kekuatan dan kecepatannya meningkat.

Lv 3 : Rantai chakra berukuran 1/4 tubuh manusia dewasa, bisa bergerak hanya dengan perintah kata kata pengguna, kekuatan meningkat mendekati sempurna, kecepatan tak berubah (seperti Lv 2).

Lv 4 : Rantai chakra sempurna berukuran 1/2 tubuh manusia dewasa, bergerak sendiri seperti punya nyawa juga bisa di perintah melalui fikiran pengguna. Kekuatan dan kecepatan sempurna. Bisa menyerap chakra lawan. Mengaktifkan rantai chakra level ini berarti pengguna akan kehilangan 1/2 chakranya.

Untuk panjang maximal rantai chakra, tergantung kandungan bijih besi dalam tanah dimana rantai chakra dimunculkan.

Saatnya membalas review para reader

Saya ga nyangka akan ada yang mereview fic asal yang saya tulis ini… ok ! langsung aja..

Sagirikudou : thank's your review

Dark namikaze ryu : thank's your review

Nokia 7610 : ok ! thank's your review

Nanaleo009 : ok ! thank's your review

: ok ! thank's your review

Papahhcynkkmamahh : thank's your review

Agustatsumi : thank's your review

Leontujuhempat : thank's your review

Blood : thank's your review

Zukito : saya ambil salah satu prediksi anda, sebenarnya alur yang saya siapkan tidak termasuk 2 prediksi anda. Tp ggp lah.. biar chapter nanti agak panjang. thank's for review

Vin'DieseL No Giza :thank's your review

samsulae29 : thank's your review

A'Raion No Sun : thank's your review

Menara evil : thank's your review

Blue-senpai : thank's your review

Z : thank's your review