Way
JungDaehyun and ByunBaekhyun
[i don't own the cast, but this story is mine]
Awalnya, mereka hanyalah rakyat biasa. Daehyun sebagai pemilik toko senapan, dan Baekhyun sebagai pegawai kantoran. Mereka hanyalah sepasang manusia yang berpikiran satu arah. Dan ketika semua itu terjadi, entah dorongan dari mana, mereka memilih untuk membantu Negara dengan menjadi pasukan secara sukarela. Dan disana-lah mereka bertemu, sebagai anggota dari pasukan ke-286.
"Bagaimana senapan ini bekerja?"
"Senapan ini menggunakan gas atau angin. Sedikit susah menggunakannya karena senapan yang satu ini harus di kokang terlebih dahulu. Untuk kekuatannya, senapan api lebih dari senapan angin." Terang Daehyun pada sang pembeli. "Namun ada juga yang dinamakan soft gun-"
"Ah, tak usah! Aku akan mengambil yang satu ini. Satu paket." Potong pembeli tersebut. Daehyun pun mengangguk dan segera memberikan senapan yang baru beserta peluru udaranya dan membungkusnya. "Semuanya 100.000 won." Dan pembeli tersebut segera membayar senapannya.
Bisnis-nya ini sudah cukup terkenal di kalangan para pengguna senapan, pembeli-nya juga yang berkantong tebal. Dan sebenarnya bisnis nya ini tergolong illegal. Meski begitu, Ia tetap melanjutkan bisnisnya seperti biasa.
Baekhyun merenggangkan sedikit otot-ototnya yang pegal. Ketikannya belum selesai sedangkan direktur meminta untuk dikumpulkan satu jam lagi. Yang benar saja, rasanya jari-jari Baekhyun sudah mati rasa karena itu. Matanya juga sedikit mengering dan memerah karena sudah terlalu lama menghadap ke layar.
Ia sebenarnya adalah orang yang rajin. Bahkan isi kamarnya pun tertata rapih. Tidak seperti lelaki kebanyakan. Tapi, untuk yang satu ini, yang benar saja? Baekhyun diminta untuk mengumpulkan seluruh data pegawai di kantornya. Dan itu baru diberikan 3 jam yang lalu. Bahkan data-datanya pun, dia sendiri yang harus memintanya.
Shit, Baekhyun rasa Ia harus mempercepat ketikannya. Karena 20 menit lagi, Direkturnya dipastikan akan segera meminta print out dari ketikannya tersebut.
Daehyun menyeruput kopinya. Ini adalah jam break dari buka-nya toko. Jadi Ia dapat bersantai sejenak sembari memandangi langit biru yang cerah. Setidaknya begitu sebelum pesawat-pesawat tempur memenuhi langit. Lelaki tampan ini sedikit mengerutkan dahinya, untuk apa Korea Selatan menerbangkan puluhan pesawat tempur? Atau ini hanya sebatas latihan saja?
Ia mengidikkan bahunya dan memasuki toko-nya kembali. Sebelum suara ledakan itu terjadi.
"Kau itu niat bekerja atau tidak?! Hanya mengetik seperti ini saja tidak selesai!" omel Direktur Bang, atasan Baekhyun.
Sementara Direktur Bang sibuk dengan acara mengomelnya, Baekhyun hanya dapat menunduk lesu mendengarkan semua itu. Ia ingin sekali menyumpah serapahi Direktur-nya itu. setidaknya begitu sebelum suara ledakan yang memekakkan telinga terdengar membuat Direktur Bang menghentikan ucapannya. Mereka berdua sedikit membuka mulut mereka ketika melihat api yang berkobar akibat ledakan itu dari kaca lebar di ruangan sang Direktur.
Di saat yang bersamaan, Baekhyun dan Daehyun berlari ke tempat ledakan tersebut berasal.
"Aku akan menjadi sukarelawan!"
Baekhyun menoleh heran ke arah lelaki di sampingnya. "Ani, aku akan menjadi sukarelawan! Aku akan menjadi anggota dari pasukan kalian."
Sang lelaki tersebut memandang heran ke arah Baekhyun.
"Aniyo, aku yang akan menjadi sukarelawan." Potong lelaki itu membuat Baekhyun mendelik tak suka padanya. Jelas-jelas dia-lah yang duluan akan menjadi sukarelawan disini.
"Ani, akulah yang—"
"Berhenti berbicara. Dan siapa nama kalian?"
"Jung Daehyun!" / "Byun Baekhyun!"
To be continued
[preview chapt 2]
"Kau tahu cara membidik senapan?"
"Tidak. Tapi aku tahu cara menebas orang dengan pedang."
"Kita sudah menjadi satu pasukan. Artinya kita teman, 'kan?"
"Tidak ada kata teman di situasi seperti ini."
maaf pendek ya(: btw jgn lupa review~
