Gomen kalau cerita Sora telalu pendek. Chapter ini masih kejadian nyata, bila ada kesamaan dengan fic lain itu tidak disengaja.
Happy Reading! ^^
Your Present
Chapter 2
Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto
Rated : T
Pairing : SasuHina
Genre : Romance, Friendship
Warning : AU, OOC. Typo, Gaje, Chapter pendek dan masih banyak kekurangan lainnya.
Hinata yang terkenal tidak mudah marah dan selalu berbicara gagap sekarang dia marah dan berbicara lancar bahkan panjang lebar.
"Sudah-sudah jangan berisik, pokoknya seperti kata Ibu tadi ketua kelas Uchiha Sasuke dan wakil ketua kelas Hyuuga Hinata. Sekarang Ibu ada rapat jadi, pemilihan ketua kelas yang lain silahkan didiskusikan dipimpin oleh ketua dan wakil ketua kelas. Jangan ada keributan!" Kurenai langsung pergi meninggalkan kelas setelah selesai berbicara tanpa memperdulikan tatapan dari murid-muridnya.
"Kau bilang tidak akan merepotkanku kan? Jadi, sebagai aku serahkan sepenuhnya pemilihan pengurus kelas yang lainnya ke kamu," Sasuke berkata dengan santai sambil tetap mengotak-atik HPnya.
Kesal? Jelas Hinata kesal dengan orang ini, belum apa-apa dia sudah bias memancing amarah Hinata, bagaimana kalau mereka satu kelas sampai lulus SMA?
Mengalah, Hinata tidak mau ribut hanya karena hal sepele. Jadi, Hinata memilih untuk memimpin pemilihan pengurus kelas lainnya seorang diri.
=#=#=#=#=#=#=#=
"Hinata, ini jadwal piketnya sudah aku buat," Sakura yang kemarin terpilih menjadi seksi kebersihan bertugas membuat jadwal piket kelas jadi, hari ini saat baru masuk kelas Sakura langsung memberikan jadwal tersebut kepada Hinata. Hinata memang selalu berangkat lebih awal dari teman-temannya sejak SD jadi, saat Sakura berangkat pasti Hinata sudah ada di dalam kelas.
"Terima kasih, Sakura!" Hinata tersenyum dan menjawab dengan suara yang lembut seperti biasanya.
Bel tanda masuk berbunyi pukul 07.00, pelajaran di kelas 7D berjalan dengan lancar tanpa keributan sedikitpun sampai jam istirahat datang.
Saat jam istirahat datang, Sakura memasang jadwal piket di samping papan tulis.
"Piket dilakukan setelah pulang sekolah dan yang hari ini piket adalah Hyuuga Hinata dan Uchiha Sasuke," Sakura mengakhiri kata-katanya dan kembali duduk di sebelah Hinata. Anak-anak 7D memang lebih suka berada di dalam kelas saat istirahat pertama jadi, saat tadi Sakura berbicara di depan kelas semua teman-temannya masih ada di dalam kelas.
"Kamu pasti sengaja membuat aku dan pantat ayam itu supaya piket dihari yang sama iya kan, Sakura?" Hinata sangat kesal karena dia harus piket kelas dengan Sasuke.
Sakura malah senyum-senyum sendiri, Sakura tidak menyangka kalau sahabat baiknya ini bisa bicara panjang lebar bahkan memanggil Sasuke dengan sebutan pantat ayam, padahal Hinata tidak pernah menjelek-jelekan temannya sebelum ini.
"Ngapain senyum-senyum gitu?" Hinata menjadi semakin kesal.
"Hehe… Kan kamu yang ngasih wewenang sepenuhnya ke aku buat bikin jadwal piket jadi, terserah aku donk mau bikin kamu piket sama siapa. Sepertinya Sasuke memberikan hal positif ke kamu ya? Kamu sekarang jadi lebih banyak bicara, udah gitu pake manggil Sasuke dengan sebutan pantat ayam lagi, kaya bukan Hinata. Hati-hati benci jadi cinta lho," Sakura kembali tersenyum setelah mengakhiri kata-katanya.
"Amit-amit deh, jangan sampai aku suka sama pantat ayam itu."
=#=#=#=#=#=#=
Sasuke sedang duduk di pojok jendela sambil mengotak-atik kameranya, sementara Hinata sibuk menyapu kelas.
"Sasuke, berhenti mengotak-atik kamera rongsokanmu itu, yang hari ini piket kan kita, kenapa hanya aku saja yang membersihkan kelas?" Hinata sudah tidak sabar lagi karena dari tadi Sasuke hanya nmengotak-atik kameranya.
"Kamu sendiri yang bilang kalau kamu tidak akan merepotkan aku jadi, kamu tidak perlu bantuanku untuk membersihkan kelas ini kan?"
Hinata malas berdebat sehingga, dia lebih memilih untuk melanjutkan menyapu sampai dia merasa ada sekilas cahaya yang ternyata berasal dari kamera Sasuke. Kamera Sasuke memang tidak menimbulkan suara saat digunakan untuk memotret.
"Jangan memotretku sembarangan," Hinata berbicara sinis dan menatap tajam kearah Sasuke.
"GR banget. Siapa juga yang motret kamu?" Sasuke berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Hinata. Saat Sasuke sudah berada di depan Hinata tiba-tiba ada angin yang masuk ke ruang kelas melalui jendela yang masih terbuka. Angina itu membuat rambut panjang Hinata berantakan, Sasuke merapikan rambut panjang Hinata yang menutupi wajahnya, menyentuh pelipis Hinata turun ke pipi Hinata dan berakhir di dagu Hinata menggunakan ujung jari manis dan jari tengahnya.
Sasuke tetap mempertahankan oposisinya memegang dagu Hinata dan mengangkatnya, memaksa Hinata untuk menatapnya, "Apa kamu tidak merasa kalau ini seperti déjà vu?"
TBC
Makasih banyak buat yang udah review
Ruki-darklight17, Masahiro 'Night' Sairan, Fidy Discrimination, kuraishi cha22dhen, Chai Mol, Haruno Aoi, Haze kazuki.
Balesan buat yang ngga log in :
Shaniechan :ini udah update… makasih udah review, review lagi ya? ^^
Nmpank lwat : fic anmeh? Mau gimana lagi yang buat juga aneh… wkwkwk
Hyuuchiha prinka : Hinata disini sifatnya lama-lama akan berubah total tapi cuma buat topeng… makasih udah review. Review lagi ya? ^^
Sora mau minta saran sebaiknya cerita ini dilanjutin apa ngga? Soalnya Sora agak ragu buat ngelanjutin cerita ini.
REVIEW PLEASE !
