Waaah! Akhirnya publish juga deh nih chap 2! Gomen telat! Hal ini dikarenakan lappie saia yang rada rada error. Tetapi hal itu menyebabkan saia mendapatkan Microsoft Word 2007! Hhe.. *pamer*.
Ini adalah hasil observasi saia waktu nyari nama buat Sasuke:
Katsu: Mmmm... Queen! Kalo sasuke jadi cewek, dibikin nama Saskia keren nggak?
Queen: Keren sih, tapi kurang terasa Jepangnya. Keuchi aja!
Katsu: Keuchi?
Queen: Sasu-Keuchi-Ha!
Sebenarnya masih panjang, tapi kalau ditulis semuanya entar ceritanya kagak muat. Langsung aja yah!
Disclaimer:
Katsu: Mas! Naruto itu punya saia kan Mas?
MasKis: Haik! Haik!
Katsu: Sasuke dan Sakura juga 'kan?
MasKis: Haik! Haik!
Katsu: All Akatsuki members?
MasKis: Haik! Haik!
Kaa-san *tiba-tiba muncul*: Lagu apaan sih itu? Haik-haik mulu!
Katsu: Aaah! Kaa-san buka-buka aib!
Readers: =="
Warning: AU, OoC, sedikit OC, MissTypo(s), GaJe, dapat menyebabkan nosebleed seember, bagi Sasuke FG saia sarankan untuk membaca. Tapi saya berharap fic ini akan dibaca (?).
Saia menyatakan bahwa: Saia masih takut untuk mengategorikan fic ini ke genre humor. Dikarenakan saia takut fic ini nggak lucu karena saia memang tidak pengalaman untuk membuat fic humor.
Wah! Intronya kepanjangan ya? Langsung aja deh!
Sasuke yang sedang dalam Keuchi mode membuka limosin yang sedari tadi menunggu kedatangan dirinya dan diri Itachi. Ini adalah tempat yang paling dibenci Keuchi. Kalau sekarang dia dalam Sasuke mode, dia sih biasa aja. Tapi kalau lagi Keuchi mode, hatinya nggak pernah tenang.
Pernah waktu itu Sasuke yang sedang dalam mode Keuchi hampir mati di tangan Itachi. Dan semenjak itu jika malam tiba, Sasuke tidak mau lagi deket-deket sama yang namanya "Itachi"! Saia tegaskan sekali lagi! I T A C H I ! i te a ce ha i! Ita.. *disumpal readers*
Keuchi berusaha mengambil posisi duduk sejauh-jauhnya dari si baka anikinya itu. Tapi percuma saja, Itachi malah makin menjepit Keuchi di dinding ruang limosin yang kedap suara itu.
"Uuh.. baka aniki! Manjauh dariku! Aku ini cowok tauk!" kata Keuchi sambil berusaha mendorong tubuh Itachi yang berat itu.
"Cowok? Kamu itu manis banget loh! Keuchi sayang!" goda Itachi sambil mencolek dagu Keuchi.
Sementara itu, supir bermata hijau yang sedang ditemani temannya (?) yang bermata ungu merasa risih.
"Kok kayaknya nih limosin goyang-goyang mulu ya?" tanya makhluk bermata ijo itu.
"Bannya bocor kali!" jawab temannya.
"Perasaan baru gue tambal deh, kemaren!" sela alien *ditimpukin pake duit* bermata ijo itu.
"Emang lo tambal pake apaan?" si mata (Pasha) ungu terlihat tertarik.
"Pake duit lo!" jawab si mata ijo yang ternyata bernama Kakuzu.
"Oh," teman Kakuzu yang bernama Hidan itu hanya ber –oh- saja.
"Eh," Hidan terlihat seperti teringat akan sesuatu. Dan limosin berhenti mendadak.
Gedubrak... gedebruk... gerobak... ambruk... *kira-kira begitulah bunyinya*. Itachi terjatuh dari tempat duduknya diikuti Keuchi yang jatuh disampingnya.
Inner Itachi (emang ada?): Kenapa dia nggak jatoh diatas gue!
Inner Sasuke (ini lagi! Emangnya ada?) : Alhamdulillah... alhamdulillah... *sok islam mode* untung gue nggak jatoh diatas si baka aniki!
Dan dengan segera Itachi bangkit dan keluar dari dalam limosin dan menghampiri dua makhluk yang telah menunda aktivitasnya itu.
Dari tempat Keuchi (didalam limosin) terdengar suara-suara kusanagi, teriakan gaje, dan suara gedebuk-gedebuk serta suara-suara aneh lainnya. Sementara Sasuke a.k.a Keuchi *author bingung mau nyebut Sasuke apa Keuchi* merapikan gaunnya yang agak kusut dan kembali duduk di kursi limosin.
"Kreek..." pintu limosin yang nggak pernah diminyakin *di bekep Kakuzu karna buka-buka aib* terbuka dan menampakkan sosok paling ditakuti Sasuke jika malam tiba. Dialah Itachi Uchiha sang bos banciii! *di lempar tomat sama Itachi FC, Sasuke mewek (?)*
_Time Skip_
Akhirnya dengan penuh perjuangan *halah!*, akhirnya mereka sampai juga mereka ketempat tujuan, yaitu taman Konoha. Keuchi segera berlari ala Cinderella ke taman dan pergi ke bangku terdekat.
"Hah... hahh... huhh..." Keuchi menghela nafasnya di sebuah bangku kosong di tengah taman. Dia menyandarkan tubuhnya. Dan... author bingung mau nulis apa *dilempar sendal*.
"Hei! Boleh aku duduk disini?" tiba-tiba ada seorang gadis menghampiri Keuchi. Keuchi mengangguk, dan gadis itu segera duduk disebelahnya.
Dengan perlahan Keuchi memutar kepalanya untuk menoleh ke gadis yang duduk di sebelah kirinya. "Kyaa~a!" Keuchi berteriak membuat gadis itu jantungan dan mati ditempat. –Ralat- Membuat gadis itu mundur dari posisinya semula.
"Ke... Kenapa?" tanaya gadis itu heran. Keuchi segera sadar bahwa sekarang dia sedang jadi orang lain. Keuchi pun segera mengambil posisi semula. Yaitu disebelah kanan gadis yang merupakan salah satu penggemarnya. Sungguh Sasuke tidak sanggup membayangkan jika rahasia terbesarnya terbongkar begitu saja.
"Eh.. hhe, kenalin! Aku Sakura!" kata gadis yang ternyata bernama Sakura itu.
"Ke... Keuchi!" jawab Sasuke a.k.a Keuchi agak gugup.
"Keuchi! Nama yang keren!" Sakura tersenyum.
"Apa yang kamu lakukan malam-malam ditempat seperti ini?" tanya Keuchi.
"Itu! Tadi aku kesini sama Aniki ku! Itu dia!" jawab Sakura sambil nunjuk seorang lelaki berambut maroon yang sedang berbincang akrab dengan Itachi.
Dan author masih bingung mau nulis apa saking nggak ada ide *malah buka-buka aib*.
"Kamu sendiri? Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Sakura balik.
"Eh, ehm... aku.."
"Keuchi!" panggilan dari Itachi memotong kata-kata Keuchi (inner Sasuke: ada untungnya juga nih baka aniki ikutan!).
"Sakura! Kamu pulang duluan saja!" kata Aniki Sakura yang Sasuke kenal betul bernama Sasori. Sakura memasang muka cemberut.
"Emangnya Sasori-nii mau ngapain lagi?" tanya Sakura.
"Emm.."
"Tidak baik loh! Cewek jalan sendirian malem-malem!" lagi-lagi Itachi memotong kata-kata orang lain (dasar nggak sopan!).
"Keuchi! Jagain Sasori ya!" pesan Itachi sambil narik-narik tangan Sakura.
"Baka! Kebalik tauk!" jawab Keuchi yang tidak direspon oleh Itachi yang sudah jauh dari tempatnya dan Sasori berdiri.
"Ehm... Keuchi!" Sasori menyadarkan Keuchi dari lamunannya (emang sejak kapan Keuchi melamun?).
"E.. Eh.. iya!" jawab Keuchi agak gugup.
"Ayo duduk!" ajak Sasori sambil mengambil posisi duduk di tempat yang diduduki Keuchi sebelumnya. Disusul dengan Keuchi yang duduk disebelah kanan Sasori.
Sasori mendekati Keuchi yang duduk dipinggir tempat duduk (jatoh baru tau rasa lo).
"Keuchi," kata Sasori sambil membelai dagu Keuchi. Hal seperti ini sudah biasa bagi Keuchi. Dikarenakan dia sudah bekerja seperti ini semenjak lima bulan yang lalu.
"Aduuuh! Kerennya!" tiba-tiba ada seorang cewek bermata bulat menghampiri mereka. Tidak! Bukan cewek! Lebih tepatnya teman sepekerjaan Keuchi. Itu Rock Lee yang sekarang menjadi Lily. Keuchi menghela nafas sambil menatap geram pada Rock Lee a.k.a Lily.
"Ka.. kamu siapa sih?" tanya Sasori menatap Lily dengan tatapan horor. Lily berusaha memasang senyum semanis-manisnya. Walaupun Sasori masih merinding. Makin merinding malah.
"Aku Lily! Salam kenal!" kata Lily sambil menawarkan tangannya.
Dengan perlahan dan tidak pasti Sasori mulai memberikan tangannya. Belum lagi tangan Sasori lurus, Lily merebut tangan Sasori dengan kasar dan menjabat tangan Sasori dengan salaman ala pemulung yang diangkat jadi bos tambang emas.
"Sa... Sasori!" jawab Sasori sambil berusaha melepas tangannya yang hampir copot. Dan dengan usaha yang keras, akhirnya tangannya dilepas juga oleh Lily.
Sasori langsung menyadari kalau ada yang salah pada Lily. Dia menarik wig panjang yang dipakai Lily. Dan terlihatlah rambut bobnya yang mengkilat.
"Ka.. kamu.." Sasori gugup, sementara Lily yang sekarang menjadi Rock Lee hampir menangis. Keuchi merinding karena takut rahasianya terbongkar. Seperti yang dia bilang di chap 1 sebelumnya, bahwa target malam ini agak susah.
"Go... gomenna.." belum lagi Sasori menyelesaikan kata-katanya, Rock Lee sudah berlari dengan gaya Cinderella yang ketinggalan kereta. Membuat Keuchi semakin jantungan.
Sasori membalikkan badannya dan kembali menatap Keuchi.
"Keuchi? Itu temanmu?" tanya Sasori dengan tampang curiga.
"Ti.. tidak!" jawab Keuchi gugup. Sasori tersenyum.
"Baguslah! Aku pikir kamu wanita jadi-jadian seprti anak itu tadi!" kata Sasori santai dan mendekati Keuchi lagi untuk menghentikan aktivitasnya yang tertunda.
"Nggak kok! Aku nggak pake wig!" jawab Keuchi sambil menarik rambutnya sedikit.
TBC
Ahaha! Awal yang gaje menghasilkan ending yang gaje. Saia lagi kehabisan ide, jadi dengan terpaksa fic ini saia buat TBC! Yah, saia hanya berharap readers sekalian meninggalkan puing-puing review ke fic gaje saia ini. Sekalian saia mau minta saran kepada para readers sekalian, fic ini sebaiknya dimasukin ke genre humor apa nggak? Yah! Hanya tuhan dan readers yang tau.
Kalau readers tidak keberatan, tolong klik yang dibawah ini ya! ^^
V
V
V
