TITLE : MORE THAN WORD

AUTHOR : TAKII_YUUKI]

GENRE : ANGST, DRAMA, HURT/COMFORT, YAOI, FRIENDSHIP, THRILLER,TRAGEDY

MAIN CAST : KRIS – LAY EXO

OTHER CAST : TAO, LUHAN, OC

RATING : M

LENGTH : SEQUEL / CHAPTERED

DISLAIMER : MEREKA MILIK ORANG TUA MEREKA DAN SM ENTERTAIMENT, SAYA HANYA PINJAM NAMA, IDE CERITA MILIK PRIBADI.

WARNING : CERITA INI MENGANDUNG UNSUR BOYS X BOYS, KEKERASAN. JIKA BELUM CUKUP UMUR JANGAN DIBACA DAN SILAHKAN KLIK X UNTUK KELUAR JIKA TIDAK SUKA. TYPO BERTEBARAN. BERIKAN KRITIK YANG MEMBANGUN. UNTUK PARA SILENT RIDER, TERIMA KASIH KARENA SUDAH MAMPIR DAN MEMBACA FF SAYA. GOMAWOO...

E

X

O

At dance room..

Kris membuka piano yang terdapat di ruang dance dan memainkannya.

Flashback on

Kris duduk membelakangi adiknya yang sedang bermain piano, ia menatap ke luar jendela sambil mendengarkan adiknya bermain piano. Tak lama setelahnya ia berbalik.

Kris : "Tao, mari bermain bersama hyung. Hyung sudah mempelajari lagu baru." Tao mengangguk. Akhirnya mereka bermain piano bersama. Dan tercipta harmoni yang sangat indah dari keduanya.

Flashbback off

/cklek/ Kris terkejut, ia berdiri dan melihat kedatangan seseorang yang tak lain adalah Yixing.

" Ups, maaf aku kira kosong."

" A-aku sudah mau pergi kok."

" Kau pintar bermain piano, lagu tadi indahh sekali, maukah kau memainkannya untukku?"

" Aku sudah lupa, maaf. Sedang apa kau disini?"

" Aku berlatih dance."

" Kau bisa dance?"

" Juara dance tingkat nasional, apa kau tidak tahu?" Kris menggeleng.

" Apa kau bisa dance?"

" Tidak, tapi aku pernah melihat ayahku bedansa dengan ibuku."

" Benarkah,Kau bisa berdansa? dansa walts? Apakah kau bisa"

" Apa itu? aku tidak tahu aku kan Cuma melihat mereka."

"Sini aku ajari." Yixing menaruh tasnya dan memutar musiknya. Ia membuka kacamatanya. Penampilan Lay benar-benar cantik menurut Kris. Rambutnya agak berantakan namun lebih baik daripada rambut klimisnya. Di balik jaket tebalnya ia memakai Pakaiannya casual dan menarik perhatian.

Music pun mengalun. NP : Can I have this dance

Take my hand, take a breath – Yixing mengulurkan tangannya dan di sambut Kris. Kris mengambil nafas.

Pull me close and take one step – Kris menarik Yixing selangkah lebih dekat. Kris menunduk memastikan ia tidak menginjak Yixing.

Keep Your eyes locked on mine – Yixing mengangkat dagu Kris agar Kris menatapnya. Kris gugup tapi Yixing mengelus pipinya agar Kris tenang.

And let the music be your guide – Yixing menaruh tangan Kris di punggungnya dan mengaitkan tangan kirinya di tangan Kris dan tangan kanannya di lengan atas Kris. Mereka pun mulai berdansa. Tidak ada kecanggungan diantara mereka, hingga lagu selesai Kris masih mendekap Yixing. Mereka saling bertatapan. Sekarang Yixing yang gugup begitu juga dengan Kris, setelah bertatapan cukup lama akhirnya Yixing melepaskan dirinya dari Kris. Mereka terlihat salah tingkah. Kris kebingungan tapi ia segera berpamitan pada Yixing.

" Maaf, sepertinya aku harus pergi." Kris membungkuk meninggalkan Yixing.

" Eum.. eh iya. Hati-hati." Yixing menggaruk lehernya yang tidak gatal. Ia menahan degub jantungnya. Setelah Kris pergi Yixing melonjak kegirangan, " Kya... Kris memelukku. Aaaa..." dibalik pintu Kris tersenyum melihat tingkah Yixing. Ia menyentuh dadanya. Kris merasakan sesuatu yang telah lama hilang dari hidupnya.

E

X

O

" Ini Audi R8 warna hitam." Ucap koki di restaurant XOXO sambil menuliskan sesuatu di kertasnya. "Ini plat nomornya." Kris mengambil kertas itu. " Hanya itu yang ku tahu, tolong jangan bunuh aku.." tapi koki itu malah mengambil pisau dan menghunuskannya ke arah Kris, namun Kris berhasil menghindar, baku hantam pun terjadi, akhirnya si koki lah yang terhunus pisaunya sendiri.

Kris mencari plat nomor yang dimaksud, dan setelah beberapa lama berputar-putar ia menemukannya. Ia mengawasi dari jauh, dan benar tak lama kemudian Baekhyun keluar, ia mengendarai mobilnya dan Kris lampu merah mereka berdua berhenti. Baekhyun melihat gelagat aneh Kris tapi ia tak berbuat apa-apa. Tiba-tiba Kris mengeluarkan senjatanya, Baekhyun langsung tancap gas, Kris sempat mengeluarkan tembakan dan mengenai kaca mobil samping dan belakang. Kris mengejarnya dan menembak spion mobil tersebut Baekhyun juga mengambil pistol tapi Kris lebih dulu menembak ban mobilnya hingga mobil itu oleng dan menabrak trotoar. Para pejalan kaki menghampiri mobil tersebut dan mencoba menolong Baekhyun. Kris menghentikan motornya dan ingin menghampiri mobil tersebut namun niatnya terhenti karena kejadian itu di rekam beberapa anak sekolah. Kris akhirnya meninggalkan Baekhyun yang mengalami cedera bahu. Meskipun begitu mereka sempat bertatap muka dan sebelum Kris meninggalkan lokasi.

E

X

O

Sore itu Kris berlari mengelilingi lapangan bola, ia melakukan itu untuk meregangkan ototnya yang terasa kaku setelah beberapa hari ia tidak berisitrahat. Setelah berkeliling beberapa putaran ia pun beristirahat.

" Kris.." panggil Yixing. Kris menoleh dan melihat Yixing yang menghampirinya.

" Yixing.. ada apa?"

" Bolehkan aku meminta tolong, aku ingin pergi ke suatu tempat,mau kah kau mengantarku?"

" Kemana?"

" Ikut saja." Kris mengangguk, ia pun mengantarkan Yixing. Setelah beberapa saat mereka akhirnya berhenti di sebuah pasar. Kris mengeryitkan dahinya saat melihat Yixing begitu antusias membeli pernak-pernik untuk menghias rumah.

" Kau beli semua ini untuk apa?"

" Menghias rumah." Jawabnya sambil memilih barang.

" Iya aku tahu tapi untuk apa?"

" Menyambut kedatangan seseorang yang sudah lama aku tunggu."

" Siapa?"

" Nanti kau juga akan tahu. Eh disana.." Yixing meletakkan kembali barang itu dan berlari menuju stand satunya. Tiba-tiba Kris melihat sesuatu barang yang menarik perhatiannya. Sebuah kalung dengan bandul unicorn. Ia melihat kalung itu dan membelinya tanpa sepengetahuan Yixing. Setelah beberapa jam berkutat di pasar akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Namun Kris malah mengajak Yixing ke taman.

" Eh kenapa kita kesini?" tanya Yixing heran

" Apa kau tidak bosan dirumah, besok kan libur Xing."

" Tapi aku harus bekerja nanti."

" Iya aku tahu, nanti aku akan mengantarmu." Kris mengambil sesuatu dari sakunya dan menyerahkannya pada Yixing.

" Apa ini?" tanya Yixing terkejut mendapat barang dari Kris.

" Lihat saja, sepertinya cocok untukmu." Yixing mengambil hadiah itu dan melihatnya dengan seksama.

" Wow, bagus sekali, kau beli ini dimana?"

" Dipasar tadi, kenapa? Kau tidak suka? Sini aku ambil lagi."

" Eh jangan, aku suka kok." Yixing langsung memakainya. " Bagus.. gomawo.." ucap Yixing sambil membelai kalung itu.

" Yixing, bolehkan aku bertanya padamu?"

" Tanya saja, ada apa?"

"Jika kau memiliki teman seorang pembunuh, apakah kau masih ingin berteman dengannya?"

" Kau bicara apa Kris? Aku tidak mengerti."

" Aku..." /drt..drt..drt/ ponsel Yixing berbunyi pertanda ada pesan masuk.

" Sebentar.."

From : 113-XXX

Kutunggu di rumahku jam 10.

Suho

Yixing memasukkan ponselnya dan mengajak Kris untuk pulang.

" Antar aku pulang sekarang ya, aku harus bersiap-siap." Yixing menarik lengan Kris dan mengajaknya meninggalkan taman. Kris hanya mengangguk dan ia pun mengantarkan Yixing pulang.

" Nanti aku telepon lagi Kris. Gomawo.."

" Baiklah, aku tunggu." Tak lama kemudian Kris meninggalkan Yixing. Yixing melihat motor Kris yang mulai menjauh, kemudian ia bersiap-siap untuk pergi ke rumah Suho.

E

X

O

Lay pasrah saat tubuhnya ditindih oleh Suho. Suho menjelajahi tubuhnya dan memilin nipplesnya.

"Apakah tidak apa-apa, eunghh.. bukankah besok kau harus bekerja.. ahh..." Lay mendesah saat Suho menghisap nipplesnya. " nnhh.." Lay mengalungkan tangannya di leher Suho, mereka pun berciuman.

" Aku masih memiliki tenggat waktu sampai minggu depan Lay." jawab Suho setelah melepas ciumannya.

"Ah..ah.. Su-Suho.. arrghh.." Suho memasukkan juniornya tanpa aba-aba. Tubuh Lay bergetar hebat. Tangannya meremas sprei yang sekarang semakin tak berbentuk setelah pergumulan panas mereka. Suho meletakkan kaki Lay di atas bahunya. Ia terus menggenjot hole milik Lay. " ah..ah..ah.. eunghh.. sakit.. aku mau keluar.. " Suho mengubah posisinya menjadi posisi duduk. Tubuh Lay bergetar semakin hebat, sebentar lagi ia akan keluar. " A..aku tidak kuat.."

" Lay, bersama.. aku ju.. Argghhh.." / " arrgghhh..." akhirnya mereka keluar bersamaan. Suho kembali mencium Lay. tak berapa lama kemudian, Suho melepaskan juniornya dan bersama itu pula cairannya yang tak tertampung mengalir keluar melalui hole milik Lay.

" Istirahatlah Lay, kau pasti lelah."

" Heum.. tapi aku baik-baik saja.. gomawo atas perhatianmu." Suho berbaring di sebelah Lay. langannya menopang kepala Lay yang masih terengah-engah setelah sesi percintaan mereka.

" Lay, maukah kau menikah denganku?" Lay tersadar, ia terkejut dengan apa yang dikatakan Suho.

" Suho ssi, kau salah melamar orang, aku tidak pantas untukmu, kau bisa mendapat yang lebih baik dari aku." Tolak Lay halus.

" Tapi aku menginginkanmu, aku tidak mau kau bekerja seperti ini terus,aku akan membiayaimu, menghidupimu. Aku akan pergi ke Amerika setelah ini, ikutlah denganku."

" Suho ssi, setelah semua ini selesai aku akan berhenti dari pekerjaan ini, tapi aku tidak bisa menerimamu, kau adalah namja terhormat, tidak pantas untukku, masih banyak yeoja yang pantas untukmu. Aku tidak menjalin hubungan dengan pelangganku Suho ssi. Maaf.."

" Lay, aku tidak peduli dengan semua ini, aku hanya menginginkanmu." Suho mulai kehilangan kesabaran.

" Suho ssi, ku..mmpphh.." kata-kata Lay dibungkam oleh ciuman Suho, Suho mencium Lay dengan lembut. Ia kembali meraba tubuh Lay dan mengocok junior Lay. Lay mendesah dalam ciumannya, kakinya bergerak tak menentu mencoba menahan kenikmatan itu, tak lama kemudian ia mencapai klimaks. " Ah..ah..hah" nafas Lay terengah-engah setelah berciuman cukup lama dengan Suho.

" Suho ssi.."

" Baiklah jika itu maumu, tapi puaskan aku malam ini sebelum aku pergi ke Amerika." Suho akhirnya mengalah dengan pendirian Lay, tapi ia membalas kekecewaan itu dengan menyetubuhi Lay hingga ia puas, meskipun tidak kasar tapi Suho melakukan itu hingga pagi menjelang. " Arrgghhh..." klimaks ke-5 Suho membuat Lay akhirnya tertidur karena kelelahan. Suho mengecup kening Lay. " Aku akan mendapatkamu Lay, tunggulah aku." Ucap Suho sambil menyeringai.

E

X

O

Kris mengendarai motornya menuju sebuah rumah mewah di kawasan Chungnam, ia memarkir motornya di tempat yang tersembunyi kemudian memakai maskernya. Ia berjalan menuju rumah tersebut kemudian masuk dengan membuka pintu dengan kunci buatannya. Ia berjalan pelan agar tidak menimbulkan bunyi. Kris mencari keberadaan Baekhyun dan menemukan Baekhyun sedang mendengarkan musik. Kris menghampiri Baekhyun pelan dan menodongkan senjatanya ke kepala Baekhyun.

" Byun Baekhyun.. turuti perintahku maka kau akan selamat." Baekhyun menoleh, ia terkejut melihat Kris yang sudah menodongkan senjata ke kepalanya.

" Siapa kau? Mau apa kau? Jika kau mengangguku, maka kau akan menyesal."

" Aku hanya ingin tanda tanganmu, setelah itu akan ku pastikan kau baik-baik saja."

" Tanda tangan apa?"

" Pengalihan semua sahammu di Wu Corp menjadi milikku."

" Siapa kau sebenarnya." Kris berjalan ke depan dan membuat dirinya berhadapan dengan Baekhyun sambil terus menodongkan senjatanya ke kepala Baekhyun. Kris membuka maskernya. " Wu Yifan, anak Wu jerry yan, kakak dari Wu Li yan, bos di Wu Corp saat ini." Baekhyun bergetar, ia terkejut karena melihat Yifan masih hidup.

" K-k-kau masih hidup? Tidak mungkin."

" Terkejut melihatku masih hidup, heh.. pasti kalian sudah bersenang-senang dengan harta ayahku."

" Kau sudah mati. Kau sudah mati 5tahun lalu."

" Kenyataannya aku masih hidup, sekarang lakukan perintahku, atau kau akan menyusul ayahku."

" Kalau aku mati, saham itu tak bisa dipindah tangankan, paboyaa."

" Cap jempol sudah cukup kan, bukankah itu sama saja. Apa kau ingin bernasib sama dengan sahabat-sahabatmu, Jongdae, Minseok, Jungmoo yang akhirnya harus meregang nyawa di tanganku?"

" K-kau, kau membunuh mereka. Anak Wu jerry yang terhormat menjadi mesin pembunuh." Baekhyun membalikkan meja kaca di depan dan membuat Kris menjatuhkan senjatanya dan ia terpental ke belakang. Kaca meja itu pecah dan menggores lengan Kris. Mereka saling baku hantam, Kris melempar tubuh Baekhyun ke lemari tapi Baekhyun berhasil membalas Kris dengan mendorong tubuh Kris hingga menabrak jendela dan kacanya pun pecah. Mereka terus berkelahi, ternyata kemampuan bela diri Baekhyun tak bisa diremehkan. Baekhyun mengambil pistol Kris dan menembakkan ke arah Kris namun tidak bisa, Baekhyun malah terjatuh dan ia sempat dicekik kabel oleh Kris. Baekhyun mengambil pisau dari kakinya dan menggores pipi Kris. Kris melepaskan Baekhyun. Ia mengambil kaleng soda untuk menghindari hunusan pisau Baekhyun. Pisau Baekhyun tertancap di kaleng soda Kris yang mengarah ke wajah Kris, Kris mendorong kaleng soda yang tertancap pisau tersebut ke arah Baekhyun, hingga Kris berhasil menguasai keadaan, ia berhasil menghunus pisau tersebut ke paha dan perut Baekhyun, hingga yang terakhir ia menghunuskan pisaunya ke punggung Baekhyun dan Baekhyun pun meregang nyawa. Kris terengah-engah. Ia mengambil sesuatu dari tasnya dan menempelkan jempol Baekhyun ke pemindai tersebut. Kris pun mendapat sidik jari Baekhyun.

Kris mengganti bajunya dan pergi ke dapur. Ia memotong saluran gas dan memasukkan pisau ke dalam oven dengan timer 2 menit. Kris pun keluar dan meninggalkan kediaman Baekhyun. Tak lama kemudian setelah Kris pergi, rumah Baekhyun mengalami ledakan hebat dan akhirnya terbakar.

" Misi sudah berhasil, aku mendapat sidik jari Baekhyun."

' Bagus, tunggu perintah selanjutnya. Kau harus mendapatkan yang lain lagi, besok akan ku kirimkan targetnya untukmu.' /klik.. .tut/ dan ponselmu mati. Kris memasukkan ponselnya kedalam sakunya kemudian masuk ke dalam rumahnya untuk berisitirahat.

E

X

O

Pukul 09.00 Yixing terbangun, ia tak melihat Suho lagi. Suho meninggalkan amplop dan surat di meja nakas.

To : Lay

Maaf aku harus berangkat pagi dan tidak membangunkanmu, kau tidur nyenyak sekali malaikatku. Tunggulah aku, sepulang dari Amerika, aku akan melamarmu, ku pastkan kau akan jadi milikku.

Suho

Yixing tersenyum miris. Ia melipat surat itu, " Aku tidak pantas untukmu Suho ssi , kau pantas mendapat yeoja yang lebih baik dari aku." Yixing menghela nafas, ia bangun dari tempat tidur Suho dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Yixing pulang ke flatnya tak lama setelahnya, ia tak kerja lagi di restaurant karena ia sering terlambat jika sudah melayani pelanggannya di pub. Akhirnya ia hanya bekerja di pub. Yixing menghitung uang yang ia kumpulkan selama ini. Kurang sedikit lagi uang itu akan terkumpul. Ia tak sabar menunggu kepulangan hyungnya. Operasi kedua berhasil tinggal satu opersi lagi dan Luhan akan segera sadar.

Yixing memutuskan untuk berbelanja, ia ingin mengudang Kris untuk makan malam. Setelah berbelanja ia menelpon Kris namun tidak dijawab. Yixing memutuskan untuk pergi ke rumah Kris.

/tok..tok../ " Kris apa kau dirumah?" beberapa kali pintu di ketuk tapi tak mendapat jawaban, Yixing memegang handle pintu dan/cklek/ pintu terbuka. " Eh.. kenapa tidak dikunci. Kris?" yixing masuk ke dalam rumah Kris, ia mencari Kris di ruang tamu namun tidak ada, ia mencari di dapur juga tidk ada. Akhirnya ia menghampiri kamar Kris. /clek/ ia membuka pintu kamar Kris, " Krisss..!" Yixing berlari menghampiri Kris yang sudah tak sadarkan diri di lantai. Ia melihat wajah Kris penuh luka, tangannya juga, ia juga meliht darah dari baju Kris. Yixing segera membawa Kris ke bed nya kemudian ia membuka pakaian Kris. Tubuh Kris memar dan penuh luka. Kemudian ia mengambil air untuk membersihkan luka Kris. Yixing membalut luka Kris dan mengompres dahi Kris, Kris juga mengalami demam.

" Kau kenapa Kris? Kenapa tubuhmu penuh luka. Apakah kau habis berkelahi?"

" Tao, Tao.." Kris menggigau dalam tidurnya. Yixing mendengarkan gigauan Kris, ia menghela nafas. " Tao? Apakah dia orang yang spesial bagimu? Sepertinya tidak ada harapan lagi untukku ya?" Yixing membelai kepala Kris, " kau pantas mendapat yang lebih baik dari aku Kris, aku hanya namja kotor yang menjual tubuhku demi uang untuk membayar biaya pengobatan Hyungku." Yixing meninggalkan rumah Kris setelah ia mendapat telepon dari Chanyeol, Chanyeol menyuruhnya datang lebih cepat untuk mengisi acara karena ada pelanggannya yang berulang tahun, pelanggan itu ingin Yixing dance striptease untuknya.

Kris terbangun pukul 10 malam, ia merasa ada sesuatu yang basah menempel di dahinya. Ya itu adalah kompresan. Kris melihat dirinya sudah berada di bed dan luka-lukanya sudah diperban. Ia juga melihat di meja makan ada makanan. Kris melihat note yang ditinggalkan Yixing di meja nakas.

To : Kris

Jika kau sudah bangun, makan dan minumlah obat ini. Aku sudah menyiapkan makan malam, jika dingin hanya tinggal kau panaskan di oven. Maaf aku tidak bisa menunggumu, aku ada pekerjaan. Cepat sembuh.

Yixing.

Kris tersenyum, ia meminum obatnya dan menghampiri meja makan untuk mengisi kekosongan perutnya. Setelah makan Kris merasa bosan di rumah, ia memutuskan untuk pergi ke pub, refreshing setelah beberapa hari menjalankan misinya. Ia bersiap-siap dan tak lama kemudian ia berangkat.

At pub

" Pesan apa?"

" Brandy saja." Chanyeol menyiapkan minuman untuk Kris.

" Ada acara apa? Kenapa ramai sekali?"

" Tan Hong berulang tahun hari ini, ia menyewa pub ini dan setengah tamu pub adalah tamunya."

" Acara tiup lilin dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun?" Kris terkekeh sambil meminum brandy nya.

" Bukan, dia ingin melihat dancer utama kami menari striptease untuknya."

" Siapa dancernya, bukankah dulu itu Kai dan juga sehun?"

" Sekarang ada yang baru, dia memang baru beberapa bulan disini tapi dia sudah menjadi dancer profesional dan paling di tunggu disini."

" Masih muda?"

" Sangat, ia masih bersekolah tapi kemampuan dance nya jangan ditanya. Sebentar lagi dia tampil." Kris hanya menggeleng, ia tak tertarik pada dancer itu. tak lama kemudian dj memainkan lagu lain, Kiss B, sang dancer Lay keluar dengan kemeja putih kebesaran dan celana jeans sobek-sobek, ia meliuk-liukkan tubuhnya dengan lincah. Lay membuka kancing kemeja itu satu persatu dengan gerakan eerotis membuat semua namja berteriak. Ternyata Kris tak bisa menahan rasa penasarannya pada dengan dancer itu, ia berjalan mendekat ke arah panggung. Karena ia melihat dari samping, ia tak begitu melihat wajah Lay, Kris mendekatkan dirinya lagi ke panggung dan ia merasa tak asing dengan dancer tersebut, tiba-tiba mata Kris tertuju pada sesuatu yang melingkar di leher Lay. kalung bandul unicorn miliknya yang ia berikan pada Yixing. Kris terkejut, ia menjatuhkan gelasnya dan tak percaya kalau dancer itu adalah Lay. saat ini Lay sudah bertelanjang dada dan dance dengan tuan Hong, tubuhnya diraba-raba oleh tuan Hong, Lay tak melawan, ia justru semakin dance dengan gerakan erotis, tuan Hong semakin bersemangat menjamah tubuh Lay, sedangkan Kris, tangannnya mengepal, ia pergi meninggalkan panggung dan menemui Chanyeol.

" Ada apa bro? Kenapa kau kelihatan kesal sekali?" tanyanya sambil menuang minuman untuk Kris.

" Apakah hanya dance striptease atau dia juga di 'booking'?"

" Di booking, dijamin Full servis, banyak pelanggan puas dengan servisnya. Tarifnya mahal, 5 juta won maksimal untuk membawanya tidur denganmu." Kris semakin mengeratkan kepalannya.

" Apakah dia sudah di booking malam ini?"

" Apakah kau juga ingin membookingnya? Sayang sekali dia sudah dibooking tuan Hong, 20 juta won demi tidur dengan Lay."

" Bisakah kau bookingkan dia untukku?"

"Untuk kapan?"

" Secepatnya." Kemarahan Kris sudah mencapai ubun-ubun, ia tak menyangka bahwa Lay melakukan semua ini, dibalik kepolosannya ternyata Lay adalah pelacur. Chanyeol menerima telepon dan mimik wajahnya berubah, sedikit kecewa tapi kemudian ia tersenyum.

" Kau beruntung sobat,tuaN Hong batal membooking Lay hari ini, ia ada urusan mendadak jadi apakah kau mau menggantikannya?"

" Baguslah, suruh di datang ke hotel XXX setelah ia melakukan perform itu. secepatnya, aku akan membayarnya 10x lipat. Namaku Wu Yifan jika ia bertanya." Kris menegak minumannya dengan kasar,ia meninggalkan pub lebih dulu dan pergi ke hotel.

30 menit kemudian, Lay selesai perform. Ia menghampiri Chanyeol dan meminta minuman pada chanyeol.

" Huh capeknya. Bagaimana perform ku, apakah kurang memuaskan?"

" Luar biasa Lay, mereka semua puas. Lay tuan hong batal membooking mu."

" BenarkaH, syukurlah aku lelah sekali hari ini." Lay mengusap keringatnya.

" Tapi ada yang lain yang membookingmu, ia menunggumu di hotel XXX. Namanya Wu Yifan. Pergilah, ia sudah menunggu. Bayaranmu cukup besar, dia berani membayarmu 10x lipat."

" Baiklah, aku akan bersiap-siap." Lay menghela nafasnya, baru saja ingin beristirahat Tapi sudah harus bekerja lagi. Ia hanya bisa pasrah, jika bukan demi Luhan, Lay tidak akan mau melakukan itu. Lay bersiap-siap dan pergi menuju hotel yang dituju.

At hotel.

" Kamar 440.." Lay melihat nomor kamar di hotel tersebut satu persatu dan tak lama kemudian ia menemukan kamar tersebut. Tanpa mengetuk pintu, Lay langsung masuk ke dalam, karena sebelumnya ia sudah diberitahu Chanyeol untuk langsung masuk. Di dalam, Ia melihat seorang namja memunggunginya. Namja itu menghadap jendela sambil memegang ponselnya.

" Permisi Tuan, Lay inmida. Siap melayani anda." Namja itu diam saja. /drt..drt..drt/ ponsel Lay berdering, ia mengambil ponselnya. / Kris calling.. Kris calling../ Lay langsung mereject panggilan itu dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya.

" Kenapa kau reject panggilan itu?" tanya namja itu datar.

" Maaf, ini dari temanku, nanti aku akan.." Lay yang masih sibuk dengan kegiatannya tiba-tiba menghentikannya karena mendengar suara yang tak asing baginya, ia menoleh ke asal suara dan /deg..deg..deg/ jantungnya berdegup kencang. "..me-nelpon-nya la-gi." ucap Lay terputus. Lay terbelakak, namja yang berada di hadapannya adalah Kris.

" Hai Lay ssi, senang bertemu dengamu." Seringai Kris.

E

X

O

TBC