.
.
LITTLE PROMISE
Park Chanyeol Ft. Byun Baekhyun
.
.
Chanyeol sebenarnya tak punya masalah dalam hal bersosialisasi. Dia bukan anak yang pemalu ataupun sombong. Kecerdasan dan keramahannya bahkan membuatnya tak perlu bersusah-susah dalam menjalin pertemanan di sekolahnya. Namun di antara semua orang yang pernah ditemui Chanyeol, hanya ada seseorang yang tak bisa ia ajak berteman secara normal.
"Selamat pagi, Chanyeollie~"
Dan seseorang itu adalah Byun Baekhyun—teman sekelas Chanyeol.
"Pagi yang dingin ya? Hehehe~" Baekhyun terkekeh seraya mengusap hidungnya yang agak memerah. Chanyeol hanya melirik sebentar, lalu berdehem pelan menanggapinya.
Sekilas, tak ada yang salah dalam interaksi dua bocah kelas lima SD itu. Tadi hanyalah sapaan yang biasa si mungil lontarkan setiap kali mereka bertemu di terminal bus. Namun percayalah, saat ini, Chanyeol sedang berusaha menyembunyikan kegugupannya.
"Chanyeollie sudah mengerjakan PR, belum?" tanya Baekhyun, suaranya agak tenggelam karena syal kuning yang melingkar di lehernya. Chanyeol sekali lagi menyahut dengan deheman. "Sungguh? Woah~ Chanyeollie memang pintar! Aku malah kesulitan mengerjakan soal nomor lima."
Kali ini, Chanyeol tak merespon ucapan Baekhyun. Alih-alih, ekor matanya malah sibuk memerhatikan Baekhyun yang tengah mengerucutkan bibirnya. Chanyeol baru sadar pipi Baekhyun sama merahnya dengan hidungnya. Pikirnya, Baekhyun pasti kedinginan. Setahunya, si mungil tak tahan cuaca dingin.
"Oh ya!" Baekhyun tiba-tiba menoleh, membuat Chanyeol cepat-cepat mengalihkan matanya. "Kenapa Chanyeollie tidak pakai syal? Apa tidak dingin?"
"Lupa." Chanyeol merespon singkat. Baekhyun manggut-manggut kecil.
"Kalau begitu," Baekhyun melepaskan syal-nya, kemudian tanpa aba-aba melingkarkannya di leher Chanyeol, membuat bocah tinggi itu terkesiap. "Chanyeollie pakai syal-ku saja. Chanyeollie kedinginan, kan?" Baekhyun tersenyum jenaka di akhir kalimatnya.
Detik itu pula, Chanyeol bisa merasakan jantungnya bekerja tiga kali lebih cepat dari biasanya. Darahnya tiba-tiba berdesir hebat, dan yang bisa dilakukannya hanyalah menatap Baekhyun dengan benak penuh akan kalimat 'sekarang atau tidak sama sekali!'.
"Baekhyunnie."
"Ya?"
"Di kelas nanti, jangan duduk dengan Jongin. Duduk denganku saja."
"Memangnya kenapa?"
"Aku tidak suka."
"Eh?"
"P–pokoknya sampai kita lulus, Baekhyunnie harus duduk denganku! Titik!" seru Chanyeol seraya mengalihkan wajahnya yang terasa panas. Sementara Baekhyun hanya mengerjap polos, tak paham dengan ucapan Chanyeol.
"Chanyeollie aneh." celetuk Baekhyun, menohok hati Chanyeol. Tapi tak lama setelahnya, dia menggenggam tangan Chanyeol, dan tersenyum manis padanya. "Tapi baiklah, aku akan duduk dengan Chanyeollie sampai kita lulus nanti, hehehe~"
Mendengar itu, Chanyeol pun mengulum senyumannya. Jemarinya bergerak membalas genggaman tangan Baekhyun. "Janji ya?"
"Ng! Janji!"
THE END
Ini adalah FF drabble milik saya, republish dari Game CIC. Pendek, yes, namanya juga drabble, words-nya gak akan lebih dari 500 kata. Tapi lumayanlah buat selingan, wkwk~
