Disclaimer: Kris punya Tao, Tao punya Kris.
Genre: Angst (?) Romance (?) de el el
Pair: Lihat aja sendiri.
WARNING: typo, OOC, Yaoi, alur gaje, gaya bahasa susah
dimengerti.
Note: ini ff buatan ku dan unnie Tri, jadi ff ini bukan asli punya ku. Ff ini pernah di publish di Group Perkumpulan TaoRis Shipper.
.
.
.
.
.
.
'BRUKKK!'
Dua namja rupawan jatuh karena mereka menabrak satu
sama lain di dekat Perpustakaan
''Aww! Appoyo! Kalau jalan itu pakai ma-'' Pekikan namja itu
terhenti saat memandang wajah namja di depannya
'DEGG..'
'DEGG..'
1,2,3..
'Aku jatuh hati padanya..' batin namja itu
3 detik? Hebat sekali namja di depannya ini dapat
menaklukan hati seorang primadona seperti Tao
''Mian.. Aku buta,tak dapat melihat sekitar.. Mianhae
jeongmal mianhaeyo..'' namja di depan Tao itu meminta
maaf pada Tao
'Buta? Artinya tidak bisa melihat,bukan? Jahat sekali aku
ini..' batin Tao
''Aniyo! Kau tidak salah,aku yang salah,aku terlalu lama
memandang ke samping'' Tao membantu namja itu untuk
bangkit dan memberikan tongkat miliknya
''Ahh,mianhae..'' ucap Tao
''Gwenchana'' namja itu tersenyum
'Senyum yang memikat' batin Tao
''Sebagai permintaan maafku,aku akan mentraktirmu di
kantin,ne?'' Tao menggenggam tangan namja yang terlihat
lebih tinggi darinya itu
''tidak usah..'' tolak namja itu sambil menggeleng
''Sudah,ayo ke kantin..'' Tao berjalan di samping namja itu
seraya mendekap lengannya
mereka bersanding berdua,di sela perjalanan ke kantin Tao
bertanya pada namja di sampingnya itu
''Siapa namamu?'' Tanya Tao
''Wu yi Fan,panggil saja aku Kris..''
Ucap namja itu,Kris
¤ Kantin ¤
''kita sudah sampai di kantin.. Kau ingin memesan apa?'' Tao
bertanya pada Kris sesampainya mereka di Lobby
pemesanan makanan pada kantin
''Apa saja..'' jawab Kris
''Baiklah.. Xiu-Ge tolong antarkan 2 sunday milk,dan 2 porsi
bulgogi ke meja nomor 8,ne?'' pesan Tao pada namja berpakaian koki itu yang sangatlah akrab dengan Tao,ia Xiumin
''Sipp! Tao Saeng!'' Xiumin tersenyum sebelum ia bergegas
ke dapur untuk menyiapkan beberapa hidangan untuk Tao
.
.
.
.
.
''Eumm.. Berapa umurmu?'' tanya ,mereka menunggu hidangan baru saja mereka duduk di kursi kantin.
''23 tahun.. Ah iya siapa namamu?'' Kris tersenyum lembut sambil memandang lurus ke depan,mungkin ia merasa nyaman di sisi Tao
''namaku Huang zi Tao panggil saja Tao,dan umurmu 23 tahun? Berarti mulai saat ini aku harus memanggilmu Kris gege,ya? Karena umurku 20 tahun..'' tanya Tao sambil tertawa renyah
''hahaha!'' Kris ikut tertawa
'Tuhan aku merasa nyaman di sisi Tao mungkinkah benar
ucapan umma? Siapa yang membuatmu
nyaman,menjagamu,membuatmu bahagia adalah jodohmu.
semoga iya..' batin Kris berharap
''Makanan datang! Selamat menikmati!'' pelayan
mengantarkan makanan mereka
Tao memakan bulgogi sambil menyeruput Sunday Milk
miliknya dengan hikmat
berbeda dengan Kris,ia bingung dimana mangkuk bulgogi itu
berada.
Ia mengira-ngira dimana mangkuk bulgogi itu berada dengan tangannya sampai pada akhirnya tangannya mengenai tangan kiri Tao. Tao berhenti menyuapkan bulgogi ke dalam mulutnya
''kkk,Kris ge.. Biarkan aku yang menyuapimu'' Tao terkikik
pelan kemudian meminggirkan mangkuk hidangannya,lalu menarik mangkuk milik Kris dan mulai menyendokan bulgogi ke dalam mulut milik Kris
Buta? Bukan masalah untuk kamus cintaku..
Bukankah Cinta juga buta? Jadi tidak perlu di permasalahkan,bukan?
Dan asal kau tahu,ge..
Kehadiranmu di kehidupanku sangatlah membuatku bahagia..
Minggu ke minggu Tao dan Kris bertambah dekat,hubungan
mereka terjalin sangaytlah baik
kali ini Tao dan Kris telah sampai di dekat perpustakaan [tempat pertama mereka bertemu] karena Tao ingin
menceritakan isi sesuatu buku yang sangat ia favoritkan 'The Little Prince' kepada Kris kini mereka telah sampai di dekat pintu perpustakaan,mereka masuk ke dalam perpustakaan itu..
Tao menggenggam erat tangan kiri Kris dengan lembut bibir peach nya menggumamkan kata,
''ayo,ikut aku ke dalam
perpustakaan.. akan ku ceritakan suatu cerita yang bagiku sangat indah''
tetapi setelah mereka telah masuk ke dalam perpustakaan,mereka bertemu dengan namja bernama Kim Jongin yang sering dipanggil dengan sebutan Kai, yang sejak dulu telah menaksir Tao
ia mengatakan dengan keras pada Tao dan Kris.
''Tao,kau tidak pantas berjalan sambil bersandingan dengan
namja buta sepertinya! lebih baik kau memilihku.. aku tak
suka kau terus-terusan berjalan dengan namja buta
sepertinya!'' ucapnya sambil mendorong dada Kris dengan
keras yang akhirnya Kris terjatuh dan genggaman tangannya
dengan Tao terlepas seketika..
Tao kesal pada Kai,ia mendorong Kai hingga jatuh ke lantai..
''Apa yang kau lakukan pada Kris,eoh?'' Tao sangat kesal
dengan Kai
"wae? hal apa yang membuatmu begitu peduli pada namja
buta ini,eoh?
Tao membantu Kris untuk bangkit..
''karena dia namjachinguku,Kai!'' emosi Tao membuncah
''HAHAHAHA! aku tak percaya!'' ucap Kai dengan enteng
Tao menarik tubuh Kris dalam dekapannya.. memandang wajah Kris,dan
'CHUUUUUUUU...'
Tao mencium bibir Kris
'apa ini? apa yang menempel di bibirku? tapi rasanya sangat
lah manis...' batin Kris
Kris melumatnya,melumat bibir Tao
'gege?' batin Tao
Kai yang melihatnya sangat terkejut
''tak dapat dipercaya!'' Kai pergi melengos
mereka *Kris-Tao* melepaskan ciumannya,karena merasa Kai telah pergi, dalam hati Tao ia senang karena ia telah membuat Kai pergi
menjauh dari hidupnya namun setelah hari itu,hari selanjutnya lebih banyak yang membully Kris tetapi Tao tak segan untuk menjaga dan melindungi Kris agar tidak punah (?)
Kris Pov.
Aku senang berada di dekat Tao,nyaman sekali..
Aku senang Tao mengakui aku sebagai namjachingunya..
namjachingu seorang primadona seperti Tao..
Oh,sungguh aku senang tidak terkira.. Aku jatuh cinta padanya,aku ingin menyatakan perasaanku pada Tao..
Tapi apakah pantas namja buta sepertiku menyatakan cinta
pada Primadona seperti Tao?
Impianku adalah melihat wajahnya.. Tapi,kapan?
¤ Garden ¤
''Tao,Gege ingin mengatakan sesuatu padamu..'' aku
menggenggam tangannya
''katakan saja,ge..'' ucap Tao
''Saranghae.. Maukah kau jadi namjachinguku,Tao?'' Ucapku
menatap lurus ke depan
Kris Pov. End
Normal Pov.
Tao? Terkejut sekaligus bahagia!
''Nado saranghae,aku mau jadi namjachingumu..'' tanpa
basa basi Tao menerima pernyataan cinta Kris
''Tao?'' Kris ragu
''ne,nado ge..'' Kris langsung memeluk Tao erat
''Saat gege sudah bisa melihatku,gege maukan jadi tunangan Tao?'' Tao membalas pelukan Kris
''Ne..'' balas Kris
Seminggu setelah itu Kris mendapat kabar dari eomma nya
bahwa ia akan dapat donor mata,ia sangat senang tetapi
siapa pendonornya? Namun ia tak ambil pusing pada hal itu.. ia memberitahu Tao tentang hal itu
Kris menelpon Tao
'annyeong? Nugu?'
'Annyeong Tao,ini gege'
'Oh,Kris ge.. Ada apa?'
'Tao,gege punya kabar baik'
'Apa,ge?'
'Gege telah mendapat donor mata! Dan itu artinya,gege akan
bisa melihat! Gege merasa sangatlah berterima kasih pada
pendonor tersebut'
'O-Ohh.. Itu,ge chukkae!'
'mengapa kau jadi gugup begitu,Tao?'
'Ani,aku hanya terlalu senang'
'yasudah,operasinya besok Tao.. Kau ikut,kan?'
'Tentu,ge.. Tanpa kau suruh aku akan ikut.. harus ikut..'
'kkk~ yasudah.. Besok kau datang ke Yin Hospital,ne?'
'ne,ge..'
'annyeong..'
Yah,kira-kira begitulah percakapan antar Kris dan Tao lewat
telepon..
Kris merasa sangatlah berterima kasih sekali dengan
pendonor mata tersebut
berkat pendonor itu,ia mendapat kesempatan untuk melihat
dunia..
Keesokan harinya..
Ibu Kris melihat Tao yang telah sampai di ambang pintu
ruang operasi anak tunggalnya itu sontak memanggil Tao
dengan keras
''Tao,kau sudah datang.. Cepat kemari!'' panggil ibu Kris
sambil setengah berteriak
Ibu Kris mengenal Tao? Tentu,bagaimana bisa ia tidak
mengenal malaikat penjaga buah hatinya itu
''Eomma,Tao sudah sampai?'' Kris bertanya pada ibu nya
sambil menggenggam lengan ibu nya itu
''ne,Kris..'' jawab ibu Kris
Tao berjalan dengan pelan,hingga iya sampai di depan
ranjang Kris dan ibu Kris langsung saja menjatuhkan tubuh
mungil milik Tao dalam dekapannya..
''Terima kasih,Tao.. Hiks.. hiks..'' ucap ibu Kris sambil
meneteskan air matanya dan isakkan tangisnya mulai
terdengar oleh Kris
''Eomma berterima kasih pada Tao dalam hal apa hingga
eomma menangis?'' tanya Kris
''Eomma berterima kasih pada Tao karena telah menjagamu,Kris..'' ibu Kris melepaskan
pelukannya,menghentikan tangisnya
''Hiks..'' dan ternyata,Tao juga menangis terharu
''tentu saja Tao menjaga Kris,Tao itu kan namjachinguku,eomma..'' gumam Kris sambil mempoutkan
bibirnya (mulai deh! Sok imut llu naga!)
''ohh,begitu ne..'' Eomma Kris tersenyum sambil mengelus
surai lembut milik Kris,Tao ikut tersenyum
'TAP'
'TAP'
'TAP'
ibu Kris melihat dokter memasuki ruangan tersebut
''maaf,selain Kris silahkan temui dokter mata di ruang EyeSurgery,untuk mengambil mata donor untuk Kris..'' ucap dokter operasi itu
''Kris,Eomma akan menunggumu di luar.. Eomma yakin kamu
pasti kuat'' ibu Kris menggenggam tangan anak tunggalnya itu
''ne,eomma.. Ah,Tao.. Jangan pergi dulu! Aku minta Popo!''
pinta Kris
'CHUU..'
''Kris ge aku keluar dulu,ne?'' Tao mengecup bibir Kris
sekilas
''Ne'' jawab Kris
Tao dan Ibu Kris keluar dari ruangan tersebut
30 menit eomma Kris baru kembali ke ruangan anaknya,Tao
memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Jadi,ibu Kris harus mengantar Tao ke rumahnya barulah kembali ke rumah sakit
kini ibu Kris telah membawa hasil donor mata itu dari ruang
'Eye Surgery' ke ruang 'Surgery'..
''Dokter Joon,ini mata nya.. Tolong lakukan yang terbaik
untuk Kris..'' ibu Kris menyerahkan plastik berisi 2 bola mata itu pada dokter kini dokter itu tidak hanya berdua dengan Kris namun
berlima..
Kris,dokter Joon,2 suster,dan dokter Myun
''ya,kami akan berusaha semaksimal mungkin..'' dokter Joon
ibu Kris keluar dari ruangan itu
3 jam operasi itu baru selesai,operasi lancar
Eomma Kris hanya dapat bersyukur mengingat kini Kris dapat melihat kembali..
Namun,Ibu Kris memikirkan si pendonor mata itu..
Apakah ia harus memberitahu Kris?
Tidak! Pendonor itu tidak mau jati dirinya terungkap oleh Kris! Jadi lebih baik ia diam. Dan sekarang,kita hanya dapat menebak-nebak siapakah
pendonor itu..
2 hari setelah operasi,
Keadaan Kris membaik..
Tao? sejak dua hari lalu hanya berbaring di ranjang sambil
menunggu kabar dari seseorang tentang Kris sialnya,Tao hanya tinggal sendiri tanpa ibu dan ayahnya.. Hingga akhirnya,
''Tao ikut aku ke taman,genggam erat tanganku'' seorang
yeoja menggenggam tangan Tao
''nugu?'' tanya Tao
''...'' yeoja itu enggan untuk menjawab petanyaan Tao
¤ Garden ¤
''tunggu disini,Tao..'' ucap yeoja itu
''dimana ini?'' tanya Tao
''taman,Kris akan menemuimu,kau merasa bangku ini bergoyang itu artinya Kris telah ada disampingmu..'' jelas
Yeoja itu
''Ahh,baiklah..'' pasrah Tao
*5 menit*
'DRUUKK..' (?)
Bangku itu bergoyang tanda ada yang mendudukinya,Tao
harap itu benar Kris..
''Apa kau Kris ge?'' pandangan Tao lurus ke depan
''bagaimana kau tahu?'' namja yang dipanggil Tao menengok
'DEGGG..'
'Ia benar Kris ge?'
''Aku Tao,ge..'' jawab Tao
''Eunggh? Tao? Tao buta? Jika kau betul-betul Tao aku akan
memutuskan hubunganku dengamu.. Huh!?'' jawab Kris
singkat.
Yeoja yang menemui Tao tadi menangis,tak menyangka Kris
sejahat itu pada Tao
'DEGG..'
'mengapa kau sejahat itu?'
''Aku benar-benar Tao..'' Tao lemas
''Baiklah,jika kau benar-benar Tao aku ingin kita putus!
Untuk apa aku berpacaran dengan namja buta sepertimu,eoh? Lebih baik aku pergi..'' Kris melengos pergi
''Baiklah jaga mataku baik-baik,ge..'' ucap Tao
1 YEAR LATER AT KRIS SIDE.
"Kris~!" Teriak seorang yeoja dari kejauhan.
"Ne waeyo Suzy-ah?" Kris berkata dingin kepada yeoja tadi.
"Aissh!..~ selalu saja. Oh ya apakah kau benar-benar ingin memutuskan hubungan dengan Tao?" Tanya yeoja tadi yang bernama Suzy dengan muka yang serius.
"Ne, wae? Apakah ada masalah?" Kris mengutak-atik ponselnya.
"Apakah kau lupa yang kau alami dulu bersama Tao?" Suzy bertanya lagi kepada Kris yang memang dari tadi , mengabaikan pertanyaannya.
"Kan sudah ku bilang tidak Suzy. Umma hanya bilang Tao itu namjachinguku" Kris menatap Suzy tajam.
"Aisshh.. Jinjayo! Dan kau mempercayai kalau dia namjachingu mu?" Suzy membalas menatap Kris dingin.
SUZY POV.
"Aisshh.. Jinjayo! Dan kau mempercayai kalau dia namjachingu mu?" aku memvalas menatap Kris dingin. Dia kira dia saja yang bisa berbicara dingin eoh?
"Tidak." jawabnya singkat. Tao adalah sahabatku masa kecil. Dan sekarang oppa ku sendiri? Yaitu Kris. Ahh..! Aku mengacak rambutku. Kenapa jadi begini? Selama aku di Jepang, begini toh jadinya. Aku tidak bisa menjaga Tao, dan Kris? Ia mungkin sudah bisa menjaga dirinya, dengan mata Tao. Shit! Mengapa Kris oppa berubah 90 derajat eoh?
"Kau merutukiku eoh?" Kris oppa melipat tangannya didepan dada.
"Siapa bilang?" Aku menjulurkan lidah ku.
"Sudahlah, masuk sana kekamar" Kris oppa mendorongku masuk.
"Aissh.. sudahlah , susah berbicara dengan mu" aku berbicara dengan sengit ke ara Kris Oppa.
SUZY POV END.
TAO SIDE.
"Huang Zi Tao"
"Saya, jinjayo?" Tao berlonjak-lonjak senang.
"Suaramu merdu sekali. Untuk mu aku akan mencarikan, pendonor mata untuk mu" pemuda yang bernama Siwon itu tersenyum lenmbut ke arah Tao.
"Hiks.. jinjayo? Hiks.. gomawo. Jeongmal gomawo" Tao menangis di dekapan Siwon.
'Ne, tidak apa Tao. Aku akan menjadikan mu bintang. Kau akan bersinar seperti dulu Tao' batin Siwon.
"Hiks.. baiklah Tao kembali kerumah ne?" Tao berjalan keluar ruangan audisi.
"Ku antar Tao" Siwon menuntun Tao kearah mobilnya.
"Gomawo"
.
.
.
.
.
"Tuan?" Tao memegang lengan Siwon yang sedang menyetir.
"Ne?"
"Memang, tuan itu siapa? Nama tuan? Kenapa tuan sangat baik sama Tao?" Tao memandang luar jendela dengan pandangan kosong.
"Eh.. uhm.. itu se-sebenarnya. Apakah kau ingat seorang ahjussi yang selalu bermain denganmu ditaman?" Ucap Siwon gugup.
"Ja-jadi ini..." Tao meraba muka Siwon.
"Ne, aku tidak bisa berbohong lagi ternyata. Hhh~ aku takut terjadi apa-apa dengan mu Tao. Sekarang kau akan tinggal denganku" Siwon memutar balikkan mobilnya kearah apatermennya.
"Ta-tapi ahjussi" Tao memegangi lengan Siwon erat.
"Ne? Apakah kau takut aku membohongimu eoh?" Siwon membaca pikiran Tao.
"Hhh~ aniyo, baiklah aku setuju tinggal diapaterment ahjussi tampan" jawap Tao polos.
"Hahah... kau masih ingat saja panggilan sayangmu untukku Tao~" Siwon mengacak surai rambut Tao.
SIWON POV.
"Hahah... kau masih ingat saja panggilan sayangmu untukku Tao~" aku mengacak surai sambut nya.
'Aku tidak akan membuatmu disakiti olehnya lagi Tao, tidak akan pernah. Jika ia sampai mendekatimu dan menyakiti hatimu lagi, aku akan bersumpah akan membunuhnya' batin ku sambil menatap kedepan dengan tajam.
Aku menatap Tao yang sedang menatap luar jendela. Aku kasihan kepada Tao, ia anak yang baik tapi kenapa? Kris begitu tega eoh?
"Aaaa..." ku dengar ada teriakkan diluar. Ige mwoya? Aku pun segera mengerem mobil ku.
.
.
.
.
.
TBC.
