ONLY MINE
.
.
Park Chanyeol adalah seorang CEO di Park Enterprise, ia juga seorang pimpinan mafia sangat kejam dan berhati dingin yang hanya menginginkan kekuasaan dan uang lebih. Ia sangat cerdik dan teliti dalam mengamati orang-orangnya, satu kali kesalahan dan kau pasti akan dipecat. Tapi semua berubah saat seorang laki-laki mungil berambut brunet tidak sengaja menubruk seorang Park Chanyeol. Setelahnya Chanyeol sadar kalau ia membutuhkan satu hal lagi dalam hidupnya— yakni Byun Baekhyun.
.
.
Original Story
By applepie12
www asianfanfics com/story/view/1126743/only-mine-angst-fluff-baekyeol-kaisoo-chanbaek-baekyeol00mafia
(ganti spasi dengan titik)
…
..
.
Part 1
INTRIGUED
(TERTIPU)
"Kutanya sekali lagi, siapa yang membayarmu untuk mengkhianatiku?" Chanyeol berkata dengan jari-jari yang bersiap menarik pelatuk pistol yang digenggamnya.
"Maafkan aku tuan! Aku bersumpah, aku tidak pernah melakukan—"
"Jawab pertanyaanku! Aku ingin jawaban yang jelas bukan alasan yang tak ada habisnya!"
Chanyeol berkata dengan suara rendahnya sebelum akhirnya mendekatkan mulut pistolnya ke arah kepala si laki-laki yang berdiri di depannya.
"Daehyun! Daehyun orangnya!" si laki-laki itu berteriak ketakutan, sambil menghela nafas lega karena ia tidak jadi ditembak mati. Tapi ia salah. Benar-benar salah menebak.
Chanyeol menurunkan pistolnya tapi ia segera memberi perintah pada bawahannya untuk membawa si pengkhianat keluar ruangan.
"Singkirkan dia!" keluarlah kata-kata yang akan mengakhiri takdir si laki-laki itu.
"TIDAAAAAK! Kau bilang akan melepaskanku kalau aku mengatakan sejujurnya. Kenapa! Kenapa?" si laki-laki berteriak sangat ketakutan.
"Kuberitahu satu hal. Satu-satunya hal yang mampu membuatmu bertahan di dunia ini adalah kebohongan, dan kebohongan tadi telah memberiku jawaban yang ingin aku dengar." Chanyeol menjawab pertanyaan si laki-laki itu.
"Kau…kau akan menyesali ini Park Chanyeol!" si laki-laki berteriak lagi sebelum ia ditarik paksa keluar ruangan.
Setelah pintu ruangan kembali ditutup, si laki-laki berhati dingin itu lalu duduk di kursi kerjanya sambil memainkan bolpoin di jari-jarinya.
Park Chanyeol, pimpinan mafia yang sangat kejam dan teliti yang juga merupakan CEO Park Enterprise yang mana merupakan kedok untuk menutupi pekerjaannya yang illegal. Tak berperasaan, tanpa ekspresi dan sama sekali tidak peduli dengan hal diluar dunianya. Berekspresi dingin dan tidak pernah mengenal apa itu cinta. Walaupun ia masuk dalam deretan 10 jutawan yang membawahi kekuatan mafia besar di bawah kekuasaannya, ia masih saja ingin menambah kekayaannya dan kekuasaannya.
.
.
.
"Dua buah stroberi cupcake dan satu caramel macchiato, please." Baekhyun berkata sambil tersenyum pada penjaga kasir yang langsung dengan semangat menulis pesanannya dan tidak lama setelahnya menyerahkan pesanan si mungil.
Setelah mendapatkan sarapannya yang manis-manis, Baekhyun keluar dari tempat itu dengan puas. Tempat bekerja baru, dan hari yang baru.
Semangatnya mendadak meningkat saat ia memasuki gedung Park Enterprise untuk melakukan tes wawancara, ia melangkahkan kakinya dengan senyum terpancar di wajahnya. Ia benar-benar berharap kalau dirinya diterima disana karena Sehun yang merupakan teman kecilnya, baekhyun menganggapnya sebagai adik, juga bekerja disini. Karena sangat bersemangat untuk mengejutkan Sehun, Baekhyun sama sekali tidak melihat seseorang yang berjalan di depannya.
Semua terjadi sangat cepat saat ia menubruk seseorang dan segelas caramel macchiatonya telah dengan sukses tumpah di kemeja putih dan jas hitam Chanyeol. Dua orang dibelakang Chanyeol lalu dengan cepat mencoba untuk membersihkan cairan kopi itu sambil memarahi Baekhyun. Usaha keduanya gagal karena cairan kopi sudah meresap pada pakaian yang dipakai Chanyeol dan menampakkan noda kecoklatan yang cukup parah serta aroma kopi disana.
Chanyeol hanya memasang ekspresi yang tak terbaca saat ia melepas jas hitamnya dan memberikannya pada salah satu dari keduanya, sebelum akhirnya ia melangkah pergi.
Baekhyun ingin minta maaf, namun pikirannya lebih terfokus pada kopinya yang terbuang sia-sia. Ia mendengus kesal karena gagal menikmati cairan penyemangat paginya—caramel macchiato. Setelahnya ia langsung melangkah menuju ke arah ruang wawancara.
Saat ia sampai, disana sudah terlihat antrian panjang dan semua orang tampak terlihat sangat dingin dan percaya diri, yang mana membuat Baekhyun bergerak gelisah di kursinya. Saat ia dipanggil, beberapa pertanyaan singkat dilayangkan padanya dan ia rasa kali ini ia akan gagal mendapatkan pekerjaan di tempat ini.
.
.
.
Ia akhirnya pergi ke tangga darurat dan memakan satu stroberi cupcake yang tadi di pesannya. Ia memutuskan untuk beristirahat sejenak dan menghela nafasnya sambil memikirkan pekerjaan baru yang akan ia cari nantinya.
Tiba-tiba ia mendengar suara dari atas tangga disana, sebagai seorang yang mempunyai tingkat ingin tau yang tinggi, ia lalu berjalan ke tangga atas.
"Kau membiarkan laki-laki itu melarikan diri? Sejak kapan kau menjadi ceroboh begini?"
Baekhyun mendengar suara itu makin jelas. Dan saat ia mengintip, ia melihat seorang laki-laki yang ditabraknya tadi tengah membentak laki-laki lain yang hampir sama tingginya. Ia lalu melihat si laki-laki yang ditabraknya tiba-tiba menampar laki-laki satunya, yakni Sehun.
Suara tamparan itu menggema di sekitarnya dan tiba-tiba kaki Baekhyun melangkah dengan cepat, tanpa berfikir apa yang mungkin akan menimpanya. Ia berlari kearah kedua pria itu dan menarik Sehun menjauh.
.
.
.
Chanyeol's Pov
Laki-laki itu melarikan diri.
"Kau membiarkannya melarikan diri? Sejak kapan kau menjadi seceroboh ini?" aku bertanya pada Sehun, salah seorang bawahanku yang sangat kupercaya.
Ternyata setelah orang-orangku menghajar laki-laki itu sampai pingsan, mereka lalu mengikatnya di kursi sebuah gudang yang tak terpakai dan mereka pergi makan malam setelahnya. Saat itulah laki-laki itu melarikan diri.
Dengan marah, aku mengangkat tanganku dan menapar pipi Sehun dan tak lama kemudian cap telapak tanganku nampak di wajahnya.
Saat aku hampir menampar Sehun lagi, seseorang datang dan menjauhkan Sehun. Sambil kehilangan kesabaranku, aku lalu mengalihkan tatapanku pada si brunet mungil yang menabrakku pagi tadi, dan mengotori jas hitamku yang saat ini sudah terkapar di tempat sampah.
Aku lalu mencoba untuk memisahkan mereka berdua, tapi si kerdil itu berbalik dan memelototi ku… tunggu-tunggu… menatap sangat tajam kearahku ?
"Yah! Kenapa kau menampar Sehun? Apa salahnya? Kau breng—" si brunet nampaknya hendak melayangkan sumpah serapahnya padaku, saat Sehun membekap mulutnya sambil memegang lengannya. Saat si brunet itu mencoba melepaskan diri, Sehun nampak membisikkan sesuatu di telingannya untuk membuatnya tenang.
Tapi baru saja Sehun melepasnya, ia lalu berteriak lagi, "Jadi kenapa kalau dia atasanmu? Itu sama sekali bukanlah alasan baginya untuk bisa menyakitimu Sehunnie!"
Sehunnie? Bukankah itu nama panggilan akrab untuk Sehun? Hubungan apa yang mereka punya? Kenapa Sehun menyukai si kerdil yang bermulut pedas ini?
Aku tidak mau si kerdil itu nantinya menyebarkan gosip mengenai reputasi perusahaanku, karena dalam waktu dekat ini aku akan mengembangkan cabang ke luar negeri, jadi aku memutuskan untuk tidak membunuh langsung laki-laki itu. Walau mungkin hal terburuk yang sangat ingin aku lakukan saat ini adalah membunuhnya atau membuatnya menderita.
Tak seorangpun berani berbicara padaku seperti itu dan tak ada seorangpun yang berani memelototiku. Sambil melangkah mendekat, aku lalu mendorong laki-laki itu dengan kasar sampai ia terjatuh ke belakang dan membuatnya mengaduh kesakitan.
Dan yang mengejutkan, Sehun lalu membantunya berdiri dan terlihat sangat khawatir. Aku lalu mendecih padanya, dan saat kami melakukan kontak mata aku melihat dengan jelas tatapan mata puppynya dan hidungnya yang mungil.
Saat itu terjadi, aku tidak sanggup tersenyum dengan penderitaannya seperti yang sering aku lakukan pada banyak orang sebelumnya, dan anehnya aku merasakan sebuah perasaan aneh di dadaku.
Ia lalu mendorong Sehun dan Sehun memberi tatapan permintaan maaf padaku. Setelah mereka pergi, aku mengambil ponselku dan menelfon Kai.
"Kai, aku perlu perlu bantuanmu. Periksalah latar belakang seorang laki-laki untukku. Aku akan memberikan rinciannya nanti. Dan aku menginginkan informasi darimu malam ini." Dengan itu, aku lalu menutup telfon dan kembali ke ruanganku.
.
.
.
Baekhyun's Pov
Setelah aku membawa Sehun keluar dari gedung perusahaan itu; aku lalu mendorongnya untuk duduk di sebuah tempat duduk taman. Sambil ikut duduk, aku memberinya tatapan menyelidik dan penuh tanda tanya.
"Sehuna… kau tidak pernah memberitahuku kalau kau mengalami kekerasan dari bosmu?" aku berkata sambil terus menatap padanya.
"Hyu…hyung maafkan aku. Itu karena aku tidak melakukan tugasku dengan benar tadi. Jangan khawatir." Sehun menjawab sambil berusaha keras meyakinkanku kalau yang baru saja terjadi bukanlah masalah yang besar.
"Apa yang sebenarnya kau lakukan di tempat kerjamu?" aku bertanya karena sangat penasaran.
"Itu bukanlah hal yang besar, hyung. Hanya seorang karyawan yang mengetik laporan tiap hari." Sehun menjawab, tapi aku sama sekali tidak mempercayainya.
"Oh ya? Lalu kenapa si ahjussi itu menamparmu hanya karena kau melakukan kesalahan? Itu pastilah hal yang sangat besar?" aku bertanya dan memaksanya mengatakan yang sebenarnya.
"Hyung please… bisakah kita tidak membicarakan hal ini lagi." Sehun menatap penuh harap padaku.
Sambil menghela nafas kesal, aku memutuskan untuk menyetujui ucapan Sehun, karena ia terlihat sangat muram.
"Baiklah. Tapi jangan merahasiakan suatu yang berbahaya dariku." Aku memperingatinya.
"Ya, ya Baekkie mungil!" Sehun menjawab dengan sangat semangat.
"Hei… jangan bersikap tidak sopan pada hyungmu ini." Aku memperingatinya lagi.
"Tapi kau adalah Baekkieku yang mungil!" Sehun menjawab sambil mengusak rambutku.
"Hentikan! Kau merusak tatanan rambutku dan ingat, aku lebih tua darimu jadi kau harus menghormati hyungmu ini." Aku berkata sambil menekankan kata 'hyung' padanya.
"Tidak bisa. Kau lebih pendek dariku, jadi secara teknis akulah hyungmu. Kemarilah Baekkie." Sehun menggodaku dan akupun mendekat padanya untuk memukul kepalanya.
.
.
.
Setelah aku berpisah dengan Sehun, aku pulang kembali ke rumahku, well sebenarnya apartemenku. Aku melihat sebuah kertas dengan tulisan besar di kotak suratku, aku lalu mengambilnya dan menyimpan surat yang berasal dari box itu. Setelah aku sampai di apartemenku di lantai sepuluh, aku masuk ke dalam dan menutup pintu. Aku lalu merebahkan diriku di kursiku dan membuka amplop surat itu. Setelah terbuka surat itu berisi:
Mr Byun,
Kau terlambat membayar apartemenmu selama dua bulan. Kami tau kalau kau menghindari kami, tapi kami akan memberimu waktu seminggu untuk membayar semua hutangmu. Kalau kau tidak bisa melakukannya dalam seminggu, kami akan mengambil kesimpulan dan memutuskan untuk mengusirmu dari apartemen ini. Tapi kau masih harus membayar hutangmu yakni sewa dua bulan dan bulan ini, juga bunga dari sewa yang terlambat. Jangan bertingkah seolah kau tidak menerima atau tidak membaca surat ini, karena kau sudah sering melakukan trik itu beberapa saat yang lalu.
Dari,
Penyewa apartemen
Sambil menghela nafas lelah, aku mencoba untuk memikirkan apa yang terjadi hari ini dan sejenak melupakan surat itu. Setelah mendengar bunyi keroncongan di perutku, aku lalu berdiri untuk membuat makanan. Tapi tak ada apapun yang tersedia di kulkasku selain tomat.
Setelah sedikit berpikir, aku lalu bangkit dan memutuskan untuk berbelanja sesuatu. Supermarket saat ini nampak sangat ramai, saat aku mencoba menyelinap di beberapa troli milik pembeli. Aku lalu mengambil beberapa makanan instan dan beberapa makanan biasa.
Saat aku membayar di kasir, aku melihat kalau tagihanku mencapai 10 dolar, jadi dengan cepat aku mengambil kembali coklat dan es krim vanilla dari dalam keranjang.
Setelah berjuang di keramaian, aku lalu mengambil belanjaanku dengan sedikit kasar, dan harusnya aku tidak melakukan itu. Karena sekarang plastik belanjaanku sobek dan semua belanjaanku tumpah di lantai.
Sambil mengerang sebal, aku lalu menunduk untuk memungut belanjaanku, dan aku merasakan ada sebuah tangan memungut barang-barangku sebelum aku sempat melakukannya.
Aku lalu mendongak dan melihat seorang laki-laki tengah tersenyum cerah padaku. Setelah tersadar dari acara-menatap laki-laki itu, aku melanjutkan aksiku untuk mengambil barang belajaanku dengan bantuan laki-laki itu.
"Umm… terimakasih…" aku lalu memecah keheningan diantara kami.
"Oh maafkan aku. Aku Kai. Dan kau?" si Kai itu bertanya.
"Aku Baekhyun." Aku menjawabnya singkat.
"Bukankah ini terlalu larut untuk pulang sendirian? Bagaimana kalau aku menemanimu?" Kai bertanya dengan senyum polosnya.
Setelah menimbang-nimbang tawaran itu, aku akhirnya menyetujui tawaran dari orang asing yang terlihat baik hati itu.
"Baiklah." Aku menjawab pelan dan mulai berjalan ke rumah.
"Jadi, apa pekerjaanmu?" Kai bertanya beberapa saat setelah suasana hening diantara kami.
"Aku… umm melamar pekerjaan di Park Enterprise sebagai asisten. Tapi kurasa kemungkinanku untuk diterima sangat kecil, karena kelihatannya banyak orang yang lebih berbakat. Bagaimana denganmu?" aku balik bertanya padanya.
"Hmm,, menarik. Well, aku hanya melakukan beberapa pekerjaan disana sini, tak ada yang spesial." Kai menjawabnya dan itu memberiku sedikit perasaan kesamaan diantara kami.
Kami mengobrol tentang beberapa hal sampai akhirnya sampai di apartemenku. Aku lalu berpamitan pada Kai dan masuk ke dalam apartemenku sambil memikirkan obrolan singkat bersama Kai tadi.
Dan yang tidak diketahui Baekhyun adalah, percakapan singkatnya dengan Kai sungguh menarik minat seorang giant.
.
.
.
Author's Pov
Di dalam sebuah mansion sangat mewah, Chanyeol duduk di seprai gelap kasurnya, ia mengenakan jubah mandi berbulu berwarna hitam. Satu tangannya menggoyang-goyangkan segelas anggur merah pekat sementara tangan satunya memegang sebuah laporan.
Chanyeol membaca cepat, halaman per halaman.
Byun Baekhyun
21 tahun
Golongan darah O
Tidak ada laporan mengenai anggota keluarga
Bersikap positif, mudah dibohongi, perhatian, baik, ramah, hatinya polos
Mudah dimanipulasi dan dibohongi (Chanyeol tertawa dalam hatinya)
Menyukai binatang-binatang kecil
Tinggal sendirian
Sehun adalah teman masa kecilnya
Sehun tidak pernah memberitahunya tentang temannya yang kelewat semangat itu. Chanyeol mengingat-ingat lagi, sambil ia terus membaca laporan itu, dan sebaris kalimat tampak menarik perhatiannya.
Benci mentimun.
Marah saat kau memanggil namanya tanpa embel-embel 'hyung' kalau kau lebih muda darinya.
Melamar pekerjaan di Park Enterprise sebagai seorang asisten.
Jadi, orang ini ingin bekerja di perusahaannya? Well, akan Chanyeol pastikan kalau ia diterima.
Chanyeol menyerigai sebelum membaringkan dirinya di kasurnya.
.
.
To Be Continued…
.
.
.
T/N
Selamat siang dear….
Bawa cemilan Chapter 1 dari transfic Only Mine^^
Gimana? Semoga terjemahannya tidak mengecewakan karena aku liat respon kalian cukup baik untuk transfic ini. Thank you very much *hug-kiss*
Silahkan tebak alur ceritanya...
Lanjut?
.
.
#lovesign
