Note : Sebenarnya Author agak bingung kalau buat Fanfic Character x Readers. Soalnya gak mungkin Reader sekalian isi pake nama asli. Dan lagi, disini Misaki kasih nama Keluarganya aja deh mending. Jadi mungkin, insert Pen Name Reader aja ? #Ditendang
Pokoknya, Happy Reading ! !
.
.
.
Sepertinya memang agak berantakan ya, soalnya Laptop Author emang lagi error. Tapi sebenarnya udah di kasih batas / tanda kok, cuman yah. . . Gitu deh #Ditimpuk
Ini udah Author perbaiki, semoga gak absurd lagi -_-
.
.
.
The Basketball Which Kuroko Plays
Disclaimer = (藤巻 忠俊, Fujimaki Tadatoshi)
Character = Akashi Seijuurou x Reader
A Story About Us -私たちの話
Chapter 1 :
#Ukh – ! !
"Mi – Minum, Name. . ."
Kamu tersedak, meraih gelas berisi air lalu meneguknya. Menghela napas sebentar setelah merasa napasmu mulai teratur. Kamu menatap kedua orangtuamu, yang saat ini melihatmu dengan. . . Etto – . . . Ada apa ini ? Pikirmu.
"Jadi. . . Begitulah. . ."
"'Begitulah' Ndasmu ! !" O – Oke, ini agak kasar. . .
Kamitami Tokita menaruh garpu dan pisaunya.
"Kamitami Name. . . Aku ulangi sekali lagi."
Tokita memberikan deretan kalimat yang tidak pernah kamu duga. Well, sekarang pikiranmu nge - stuck dan setelah beberapa saat baru merespon.
"APA ?!"
"Kamu akan ditunangkan" Ucap Kamitami April. "Seriously. . . Another choice ?"
April membuat gestur 'tidak' dengan kepala yang ia gerakkan ke kanan dan kiri perlahan. Tuhan, katakan kalau ini. . . Tidak beneran kan ?
"Ah – karena dia bersekolah di Teikou Academy. . . Jadi. . ."
"Oke – oke. Aku tau Okaa - San mau ngomong apa"
April tersenyum, "Kalau gitu. . . Mulai minggu depan –"
#UKH - ! !
Kamu terbatuk lagi, memukul - mukulkan dadamu dengan kepalan tangan. Kamu menghela napas – lagi. "Tidak, terima kasih."
"Etto. . . – Jangan gitu, Name !"
"Ayolah, aku bahkan tidak tau namanya ! At Least, kasih penjelasan yang lebih spesifik !"
"Dia itu. . . Laki - laki."
Kamu menepuk keningmu.
"Nama ? Kasih namanya, hanya itu yang ingin kutahu."
". . . Habis. . . Kalau Okaa - San beritahu, kamu pasti akan mencarinya di Teikou dan segera membatalkan ini. Kamu kan tipe orang yang seperti itu !" Tepat sekali. Bukan hanya kamu, sepertinya. Semua anak perempuan akan melakukan hal sama – kecuali kalau dia tau yang ditunangkan dengannya Akashi Seijuurou. . .
Tentu, siapa yang akan menolak Akashi Seijuurou ? Tampan, kaya. . . Pintar lagi. Suami sempurna. . . – Setidaknya begitu kalau dia tidak bawa - bawa gunting. Darimana kamu tau tentang Akashi Seijuurou ? Dari Tetsuya, Kuroko Tetsuya. Dan lagi, Akashi Sena (yang dimana - mana ayahnya Akashi Seijuurou) teman ayahmu.
"Aku tetap tidak mau dan tidak mau tau"
April memang sabar menghadapi anaknya. Sudah 14 Tahun dia mengurusmu, apa lagi yang harus tidak dimaklumkan ? "Kau lihat dulu, Name. . . Kalau tidak mau, Okaa - San baru akan membatalkannya."
"Okaa - San. Aku tidak mau tau lagi" Kau mengambil tas sekolahmu, kemudian keluar. Pergi berangkat sekolah menaiki mobil seperti setiap paginya.
"Name keras kepala sekali. . ." May kembali memakan sarapannya. "Yah. . . Setidaknya dia mengenalnya kok. . ." Sahut Tokita yang sedari tadi diam saja melihat anaknya dan Waifu - nya berbicara ( baca : berdebat )
"Ada Tetsuya kan di Teikou ?"
"Ah – Iya ! Ada Tetsuya - Kun disana. Pasti dia juga menjaga Name !"
Tokita memakan suapan terakhirnya, kemudian menegak air putih - nya. Ia tersenyum penuh arti, "Dia akan menyukainya, aku yakin"
"Sou. . . Ka. . ."
How would. . . If someone met someone who does not even want met?
". . . Pertunangan ?"
"Iya, iya. Sei - Kun akan Okaa - Sama tunangkan. . . Kau. . . Tidak keberatan kan ?" Akashi Shina bukannya tidak tau sifat putranya. Justru karena dia tau, bahwa percakapan ini sangat sensitive bagi lawan bicaranya.
". . . Dengan siapa ?"
"Eh – kalau itu, kamu masih belum boleh tau. Soalnya ini perjanjian antara kedua pihak sih" Shina tertawa pelan, kemudian kini Sena yang berbicara. "Jadi, bagaimana . . . Seijuuro," Akashi Seijuurou tidak pernah suka cara ayahnya memanggil namanya. Entah kenapa. . . Tapi mungkin, karena hubungan mereka bahkan tidak bisa dibilang ayah dan anak.
"Aku tidak mau"
"Seijuurou," Kenapa – ? Karena ayahnya sibuk. Setengah jawaban dari pertanyaan itu.
"Tidak bisakah kau membiarkanku ? Apakah sampai hal seperti ini kau harus mengaturku eh, Akashi Sena - Sama ?"
"Sena - Kun ! Sei - Kun !"
"Jaga ucapanmu, Seijuurou"
"Aku pergi. Itekimasu"
"Sei - Kun !" Shina menghentakkan kakinya kesal dan berpaling pada Sena begitu Akashi sudah pergi. "Kau ini – ! Jangan selalu bertengkar terus ! Jangan memaksanya jugaa ! Ukh !" Shina menggembungkan pipinya kesal.
"Sudahlah, Shina. Lagipula. . . Aku yakin Seijuurou tidak akan menolak"
"Kau tau darimana ? Gak ayah gak anak, padahal kalian tidak akur. . . Tapi sama - sama selalu benar,"
Sena terdiam sesaat, "Yah. . . Kenapa, ya. . . Hanya berasa begitu saja"
Perempatan muncul di kepala Shina, "SENA - KUN ! !"
.
"Huwaaa ! ! Kok Name mau saja sih ?!"
kamu menggaruk tengkukmu, memandang Noa yang masih menangis dengan galaunya. "Gomen Ne, Noa - Chan. . . Jangan nangis lagi, Nee ?"
"Tapi. . . Name - Chan harus berjanji untuk kirim surat padaku ya ?! Bohong juga gak apa ! Yang penting. . ."
Kamu mengacak rambutnya pelan, kemudian terkekeh kecil, "Pasti. Pasti, Noa . . ." Kamu menghela napas panjang, Apakah ini akan cepat selesai ? Ini rumit. . . Menyebalkan.
Aku. . . Tidak akan menyukainya.
.
"Aku akan ke Teikou"
Kali ini, giliran April yang tersedak. Ia cepat - cepat mengambil minum, kemudian menegaknya. Gak sarapan, gak makan malam. . . -_- Eh. . . Ada apa ini ? Apakah Name terbentur sesuatu ? Iner sang ibu.
"Ke – Kenapa . . . ?"
"Simple. Aku akan mencarinya, dan yang pasti. . . Aku tidak akan suka padanya. Dengan itu, bisa dibatalkan. . . Bukan ?"
Itu alasannya. . . ya. . . Meskipun begitu, April tetap tersenyum
"Kenapa – ada apa ? Kalau begitu, Ittedakimasu" Kamu mengatupkan kedua tanganmu, lalu mulai makan. "Ittedakimasu. . ." Sahut Tokita. "Kalau begitu, mulai besok kamu bersekolah disana. Seragamnya sudah ada, Ikana - San juga sudah tau letak sekolahmu. . ."
"Ha'i ~"
Kamu menghela napas, mengacak pelan rambutmu dengan handuk. Kamu meraih kursi, kemudian duduk menghadap meja belajarmu.
"Besok aku akan bersekolah di tempat yang sama dengan Tetsuya, ya. . ."
Ponselmu bergetar, dengan segera kamu mengambilnya dan kemudian tersenyum kecil.
From : Tetsuya 20.05 PM
Subject : Teikou
Kau akan pindah ke Teikou ya, Name - San? Ah – kalau begitu, kita akan 1 sekolah ya. Aku menunggumu besok.
Kamu mengetik sesuatu, kemudian menekan opsi send disana.
To : Tetsuya 20.06 PM
Subject : Re : Teikou
Ya. Aku juga menunggu. . . Kau tau. . . Alasan aku pindah ke Teikou ?
5 Menit kemudian, pesan singkat kembali diterimamu.
Tau, bukankah kau akan ditunangkan dengan salah satu murid anak kelas 3 SMP Teikou – lebih tepatnya. . . yang sekelas denganku.
Kamu mengetik balasan lagi : Yah. . . Okaa - San sepertinya sudah bilang kepadamu ya ? Menurutmu, kira - kira. . . Siapa tunanganku ?
Baa - San memang sudah cerita. Tapi kalau namanya. . . Aku tidak tau, Name - San.
Sou Kaa ? Kalau begitu, Selamat tidur. . . Tetsuya.
Kamu menutup flap handphonemu, kemudian tiduran di kasurmu. AC membuat kamarmu semakin dingin, karena itu kamu memakai selimutmu. Sebelum akhirnya benda kecil yang terlapisi casing warna kesukaanmu itu bergetar kecil, kembali.
Iya. . . Oyasuminasai, Name - San.
Kuroko menghela napas, tangannya ingin menekan sebuah opsi disana tapi. . . Gugup, sepertinya ?
To : Name
At : 20.17 PM
Subject : . . .
–. . . Da. . . Name- San. . .
Tapi akhirnya, itu hanya jadi Out Box yang tidak pernah terkirimkan di ponsel Kuroko Tetsuya. Sekali lagi, Kuroko menghela napas dan bersiap untuk tidur.
Jadi menurut kalian. . . Isinya apa ? Bukan, tentu bukan hanya 'Da' . . . Kan ? Jadi. . . Apa. . . Isinya ? Kalau begitu, artinya kisah baru akan dimulai sekarang.
.
.
.
"Aku berangkat"
"Name !"
"Ya ?"
"Berjuanglah !"
"Apanya ?! Tapi. . . Ya" Kamu tersenyum, kemudian keluar dari mobil.
Teikou Academy
Kamu menghela napas, Aku. . . Tidak akan menyukainya. Aku akan menemukannya. Secepat mungkin, dan kita selesaikan saja permainan ini. . . Fiance - San. . .
Kamu melangkah masuk, dengan angin utara yang masih asik membuat suraimu menari untuk beberapa saat.
"Kamitami Name. . . 14 lahirku [(1 - 30 / 31) - (January - December) - 19XX)]"
"Nah. . . Karena ada murid baru, Sensei akan mengundi kembali tempat duduknya – Oke ?"
"Tidaaak ! !"
Kamu Sweats Drops, kemudian terkekeh pelan. "Anou – . . . Etto, kalau misalkan menganggu. . . Tak apa, Sensei bisa pilihkan kursi untukku"
"Hm. . . Begitukah ? Kalau begitu, Kamitami - San bisa duduk didekat Akashi - Kun ! Itu, yang ada di dekat jendela. Akashi Seijuurou - Kun"
"Ung" Kamu berjalan, semakin dekat kearahnya. Kemudian duduk di kursi yang ada disebelah kanannya karena memang kosong. Kamu menengok ke arah kananmu, kemudian tersenyum mengetahui Kuroko Tetsuya di sebelahmu. Kuroko mengalihkan tatapannya kepadamu, kemudian melambaikan tangannya pelan dari bawah meja. Kemudian tatapanmu beralih ke kiri, dekat jendela.
Ucapan 'Selamat Datang', eh ? Dan selain itu. . .
Akashi. . . Akashi. . . Ya ? Kayaknya pernah dengar. . .
"Kamitami Name ?" Kamu tersentak saat namamu dipanggil, kemudian menoleh ke arah kananmu. Ah – Akashi Seijuurou. "Ya. . . Itu namaku. Ka – Kamitami. . . Name"
Name, huh. . . Batin Akashi kemudian tatapannya kembali ke arah buku, menyibukkan indra penglihatannya pada sederetan kanji yang sedari tadi dibacanya.
"A – Ada apa ?"
". . . Ie, Nandemonai. . ."
Kamu terdiam, kemudian memutuskan untuk fokus pada buku catatan dan text book Matematika sekolahmu.
"Ini Kitami Name"
"Siapa – ssu ? Pacar Kurokocchi ya – ssu ?! !" Dan omongan itu langsung dihadiahkan gatakkan gratis dari si pemilik surai Navy Blue. "KENAPA – SSU ?! APA SALAHKU ?!"
"Kawai ~" Sahut Momoi
.
"Bukan, Kise - Kun. Dia sahabatku dari kecil" Tatapan Kuroko Tetsuya masih datar.
"Eh – Yoroshiku. . . Kiseki No Sedai. . . Ya ?" Teikou memang hebat. . . Kamu Sweats Drops. Sudah sekolah elit, Miracle Generation ada disini lagi. . . Hebat sekali ya sekolah ini. "Ryouta. Daiki. Lari keliling sekolah 15 kali"
"AKASHI ?! Kau –"
"20 Kali"
"Akashicchi ~ Huwee –"
"25 Kali"
"Baik – baiik ! !" Aomine Daiki menggeram kesal, kemudian lari keluar dari Gym disusul Kise.
"Bodohnya. . . – Nanodayo"
"Be – Berjuanglah. . Dai - Chan, Ki - Chan. . ."
#Srek
"Atsushi, jangan buka snack - mu"
"Aka - Chin –"
"Kalau tidak, latihan Three Point Shoot seperti Shintarou dari ujung lapangan"
". . ."
Mood - nya sedang buruk ! Pikir Midorima sambil meratapi nasib Murasakibara Atsushi. Kamu bergidik, Ada apa dengannya. . .
"Akashi - Kun. . . Kenapa ?"
"Tidak apa - apa, Tetsuya. . . Lupakan dan segeralah pergi berlatih" Perintah Akashi sambil duduk di bangku bench, sesaat kemudian suara Kuroko terdengar. "Baik, Akashi - Kun"
Kamu menghela napas, kemudian duduk di sisi bench. Sedikit berjauhan dengan Akashi – yah. . . Karena kamu memang takut padanya. Kamu terdiam, menikmati saat - saat seperti ini. Saat Kuroko ikut bermain, menge - pass dengan hebatnya. Midorima Shintarou yang tiada tandingannya kalau menyangkut Three Point. Murasakibara Atsushi yang kuat, menopang tim - nya. Begitu juga dengan Aomine Daiki, dengan Formless Shoot yang ia mainkan. Kise Ryouta yang meniru, membuatmu kadang bingung. Mana yang asli dan mana yang Kise. Ah – ya, mereka berdua sudah masuk sehabis lari 25 kali. Cepet ya ? Ya iyalah, ngapain lama - lama. Ini kan Fanfic /#Ditimpuk basket?
Decitan sepatu, teriakan yang lain. . . Support dari Momoi Satsuki. . . Suara ring basket yang saling berbenturan. . . Menenangkan sekali. . .
". . .Hei" Kamu tersentak, menoleh ke arah sampingmu. "Kau. . . Pindah kesini untuk apa ? Tidak biasanya ada murid pindahan, apalagi akhir Tahun"
Kamu terdiam, bingung untuk merangkai kata - kata. Apa yang sebaiknya kukatakan ? "Tidak ingin dijawab juga tidak apa. . ."
". . . Tunangan. . ."
"Eh – ?"
"Kata Okaa - San, tunanganku ada disini. Sebenarnya aku juga tidak mau, bahkan namanya saja aku tidak tau"
"Sou. . . Ka"
. . . Okaa - Sama belum memberitahuku bahwa dia sekolah dimana, kan ? Benar. . . Namanya saja aku tidak tau ? Kebetulan. . . Mungkin
"Boleh istirahat tidak, Akashicchi ?"
"Baiklah, 3 menit saja"
HIDOI ! ! ! Tentu saja tidak diucapkan si pirang (kalau tidak ingin mati) – Oh, maaf saja. Kise masih ingin punya pacar, jadi model yang go international dan pemain basket profesional. Oke – dia mulai narsis. Momoi mulai membagikan minuman isatonic dan handuk dingin pada mereka. "Tiap hari latihan selalu seperti ini ya, Tetsuya ?" Tanyamu. "Begitulah"
"Pantas kamu langsung pingsan begitu sampai rumah karena kekurangan makan –" Kata - kata mu terhenti saat melihat sang surai crimon sudah memegang gunting yang sewarna dengan rambutnya itu menatap Kuroko dengan sebegitunya.
"Ho. . . Katamu kamu baik - baik saja, Tetsuya. . . Sudah kubilang untuk tidak selalu minum Vanilla Milkshake kan, Hm ? Kau minta dibotaki ya, kurasa ?"
"A – Akashi - Kun. . . Tetsu - Kun. . ." Momoi hampir nangis.
"Ti – Tidak, Akashi - Kun. . ."
Tetsu/Kurokocchi/Kuroko/Kuro - Chin/ Tetsu - Kun/ TETSUYA ! !
"Ma – Matte !"
Akashi menghela napas, "Sudahlah. Kalian semua pulang, hari ini latihan sampai sini saja"
"Serius, Akashicchi ?!"
"Kau tanya lagi, latihan lagi"
Kise diam sambil meratapi nasibnya sendiri. Akashi mengambil tas olahraganya, kemudian keluar dari GYM.
Aku harus memastikannya. . . Pikirnya, kemudian menaiki mobil pribadinya. Cahaya matahari semakin meredup, seiring dengan Kuroko Tetsuya yang menggandengmu. Mengajakmu pulang, karena rumah kalian memang bersebelahan.
"Mata Ne, Kise - Kun. Aomine - Kun. Midorima - Kun. Murasaki - Kun. Momoi - Chan"
Kamu tersenyum, melangkahkan kakimu keluar dari ruangan itu disusul anggukan dan lambaian tangan yang lain. Hari pertama di SMP Teikou, besok. . . Akan jadi seperti apa ?
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
AKH ! Bagaimana ?! Misaki ingin buat Akashi tapi coba gak OOC -_- Tapi karena ini baru awal, mungkin gak keliatan antara OOC dan engga ya. Akhirnya, ulangan Biologi selesai . . . 3 Bab sekaligus #Tepar -_-
Thank's For Reading ya ! Last, Review ? ^ ^ Wait For The Next Chapter Oke ?
