Beberapa jam yang lalu…
"Nanti pokoknya jangan sampai jauh-jauh dari nii-chan!"
Ini sudah keberapa kalinya saja Naruto mengatakan hal yang sama ke Menma. Menma jadi ingin sekali menarik tangannya dari tangan Naruto dan menggaruk telinganya dengan malas. Namun sayang sekali, tangan Naruto pastinya akan tetap setia menggandeng tangan bocah berambut hitam itu sampai nanti mereka sampai di tujuan. Bahkan mungkin sampai mereka tiba di rumah lagi.
"Naru, ada Sasu-nii yang bakal jaga aku." Setelah mengucapkan kalimat itu, Menma menoleh ke sampingnya yang lain, ke arah Sasuke yang menggandeng tangan Menma yang satunya lagi. Ia tersenyum, lalu dibalas dengan senyuman lembut Sasuke. "Lagian bukannya Naru yang mesti dijaga biar nggak diambil om-om nakal?"
"Itu namanya diculik pedofil, Menma." Koreksi Sasuke seenaknya sendiri. "Tapi siapa juga yang mau nyulik dan memelihara cowok cerewet seperti dia?"
"Merawat, Sasu-nii." Giliran Menma yang mengkoreksi. "Tapi tou-chan sama kaa-chan juga kok dulu mau ambil anak kayak Naru ya?"
"Melahirkan dan membesarkan, Menma." Sekarang mereka malah jadi seperti bermain 'salah dan membenarkan', mengacuhkan Naruto yang sekarang mukanya sudah sangat asem. Yang ada, harusnya kakak dan adik kompakan untuk mengusili orang. Bukan malah adik dan teman kakak kompakan mengusili kakak.
"Kalian berdua apaan sih? Kok tega banget sama aku?" Akhirnya Naruto protes setelah dinistai adik kesayangannya dan Sasuke. "Menma ngga sayang sama nii-chan? Kok ngusilin nii-chan mulu…"
Otak Menma berpikir cepat. Tanpa diduga Naruto, Menma langsung memberikan senyum sejuta pesona padanya, membuat Menma terlihat bling-bling. "Menma sayang kok sama Naru. Makanya Menma usilin Naru," jawabnya jujur. Bibir Naruto sudah bergetar dan ia hampir saja berhenti berjalan dan memeluk Menma kalau saja Menma tidak melanjutkan perkataannya. "Naru nggak tanya juga sama Sasu-nii? Siapa tahu Sasu-nii kayak Menma, usilin Naru karena sayang sama Naru…"
Si kecil jenius itu hanya menyeringai ketika kedua tangan yang menggandengnya tersentak bersamaan dan mereka langsung terlihat salah tingkah…
Menma is Plotting!
Naruto©Masashi Kishimoto, lainnya©chiimao13
Pairing: Sasunaru, Menma
Rating: T
Romance, Family
Warning: OOC, AU, TYPO, YAOI, BAHASA TIDAK BAKU, ETC
Don't Like Don't Read, make this a peaceful fandom! Perhatian, Menma disini jadi adik kandung dari Naruto.
Balasan review chap lalu ada di bawah ya! ^^
Train
Tingkah Naruto dan Sasuke hari ini cukup membuat Menma puas. Menurutnya, mereka bahkan lebih menyenangkan untuk ditonton daripada ia hanya menonton binatang-binatang di kebun binatang tadi. Beberapa kali mereka tidak sengaja berpandangan, lalu masing-masing mengerjapkan mata dengan gugup dan dengan canggung mereka perlahan membalikkan badan ke arah lain.
Bukannya keadaan yang seperti ini malah mengindikasikan kalau mereka akan jadi tambah jauh? Tidak, tidak. Menma bisa melihat wajah mereka memerah setiap kali mereka jadi canggung seperti itu. Memerah itu tanda yang baik, kan?
Tapi muka merah ini belum seberapa kalau dibandingkan dengan muka merah mereka kemarin malam. Ingin sekali rasanya Menma mengabadikan ekspresi malu mereka itu. Harapan Menma sih, sehabis ciuman tidak sengaja itu mereka lalu merasa ketagihan lalu ciuman lagi, dan voila, jadian! Tapi tidak segampang itu, bukan?
Menma sih kemarin hanya ngeles kalau ia meringkuk karena menggaruk kaki yang sudah gatal. Tentu ditambah dengan ekspresi kebocahannya, yang membuat Naruto dan Sasuke memberikan toleransi padanya. Coba kalau itu adik orang lain, pasti sudah mereka cincang bersama-sama. Mereka pun akhirnya sepakat kalau kejadian itu hanya kecelakaan. Sasuke bahkan langsung menghapus foto itu dari kameranya. Tapi toh efek kejadian kemarin ternyata memang masih berlaku pada Sasuke dan Naruto sampai hari ini.
Yang Menma syukuri, Sasuke bukan tipe orang yang kalau malu begitu langsung meninggalkan tempat alias kabur. Ia masih menginap di rumah Namikaze, membantu Naruto merawat Menma, dan hari ini juga ikut mereka ke kebun binatang. Hari ini mereka bersama pergi ke kebun binatang ditraktir oleh Naruto sebagai hadiah ulang tahun Menma lagi. Sasuke malah tadi menawarkan diri mentraktir makan siangnya.
Sekarang, mereka sudah ada di stasiun lagi untuk pulang. Masing-masing sudah mengenakan topi berbentuk binatang pilihan Menma, panda. Sebenarnya Naruto dan Sasuke ingin menolak waktu Menma berkata mereka harus pakai topi panda bersama-sama karena malu, tapi mereka lebih tidak tega lagi menolak permintaan Menma.
"Pegang topinya yang erat lho, jangan sampai lepas di kereta." Naruto memeringatkan Menma dengan sebelah tangan menepuk pelan kepala adiknya yang tertutup topi itu.
"Menma bisa jaga topi ini." Menma menggembungkan pipi. "Naru yang jaga-jaga biar topinya nggak lepas. Tuh udah mau copot." Dengan gerakan dagu, Menma menunjuk kepala Naru.
Benar juga, topinya sendiri malah sudah melorot ke samping. "Ah iya." Sebelah tangan Naruto yang tidak menggandeng Menma langsung membenarkan topinya, menekannya ke kepalanya lagi. Saat ia menoleh ke arah Sasuke, ia jadi sadar akan sesuatu. "Sasuke juga tuh, topinya dibenarkan dulu biar nggak copot."
Tapi tangan Sasuke yang tidak menggenggam tangan Menma itu sedang memegang tas berisi barang-barang yang dibeli Menma di kebun binatang tadi. Secara reflek, Naruto agak mencondongkan badannya melewati Menma lalu membenarkan topi di kepala Sasuke.
"Nah, harusnya sih sudah nggak bakal ja… tuh…" Naruto meneguk ludah melihat ternyata Sasuke sedang memandangnya. Mungkinkah dari pertama tadi memang mata Sasuke sudah menatapnya? Dengan cepat Naruto menjauhkan tangannya dari kepala Sasuke dan menatap depan dengan muka agak memerah.
"Terima kasih, dobe," ucap Sasuke, yang juga mendadak langsung melihat ke arah depan begitu ketahuan sedang memandang Naruto.
"Hn," balas Naruto singkat, menggunakan kata irit dari Sasuke.
Sementara dua pemuda itu salah tingkah lagi, si kecil Menma berusaha menahan agar ia tidak terkikik di tempat. Mereka memang lucu!
Mendadak terdengar pemberitahuan bahwa di jalur lain ada kereta yang akan datang. Tidak berapa lama, kereta berhenti di platform di seberang tempat mereka. Hari ini adalah hari Minggu, dan kereta penuh karena banyak orang yang pergi untuk menghabiskan akhir pekan mereka dengan berjalan-jalan. Melihat hal itu, nampaknya Menma mendapatkan ide lain. Semoga saja Naruto dan Sasuke bisa masuk dalam plot milik Menma kali ini.
Beberapa menit kemudian, pemberitahuan terdengar lagi dan kali ini kereta mereka-lah yang datang. Seperti yang diduga Menma, kereta itu lumayan penuh dan tampaknya akan lebih penuh karena akan banyak orang yang naik juga.
"Ayo, Menma!" ajak Naruto begitu penumpang yang keluar sudah selesai arusnya. Mereka bertiga memasuki kereta dengan tangan masih saling bergandengan. Tepat dugaan Menma, mereka harus rela agak berdempetan dengan orang-orang lain.
Kereta pun berjalan lagi. Bocah berambut hitam itu berpegangan pada baju Naruto sambil melirik samping kiri kanannya, mengamati keadaan di dalam kereta. "Naru…" panggil Menma tiba-tiba.
"Ya?" Naruto menunduk dan menatap Menma. Badan Menma yang kecil itu terhimpit oleh Naruto dan Sasuke.
"Gendong! Menma sesak disini…" keluh Menma. Setengahnya ia jujur, setengahnya untuk rencananya.
Naruto sendiri sebenarnya sudah agak khawatir adiknya akan terhimpit kalau ia berdiri sendiri. Akhirnya, dengan hati-hati agar tidak menyenggol-nyenggol orang di sebelahnya, ia mengangkat Menma dan menggendongnya.
"Kalau begini sudah nggak sesak kan?" tanya Naruto. Menma menggeleng cepat.
"Begini lebih enak," jawab Menma sambil memegang erat Naruto.
Tapi baru beberapa saat Menma digendong, kereta agak bergoncang. Waktu berangkat tadi pun kereta juga bergoncang-goncang. Tapi tadi pagi mereka dapat tempat duduk, jadi tidak masalah. Kalau sekarang…
Tubuh Naruto agak oleng karena selain harus menyeimbangkan diri, ia masih harus membawa Menma. Kondisi kereta yang berdesakan harusnya membuat tubuhnya malah stabil. Namun sedikit celah di antara para penumpang membuat goncangan itu malah lebih terasa. Hampir saja Naruto terhuyung ke belakang kalau saja Sasuke tidak memegang lengannya dan menariknya agar tetap berdiri stabil.
"Nyaris! Makasih, Sasuke!" ucap Naruto yang masih agak kaget.
"Hati-hati, dobe. Menma nggak apa?" tanya Sasuke pada Menma yang berpegangan erat pada Naruto.
Menma menoleh ke arah Sasuke sambil menggeleng. "Nggak apa, Sasu-nii…" jawabnya. "Tapi Menma takut ntar Naru bakal kedorong lagi sampai nubruk orang lain…" lanjutnya.
Sasuke hanya menaikkan alisnya.
"Sasu-nii agak merapat sini dong." Menma menarik pelan baju depan Sasuke, membuatnya lebih dekat lagi dengan Menma dan Naruto. Sasuke dan Naruto agak heran, namun Sasuke mendekat juga. "Biar Naru ngga jatuh, tangan Sasu-nii jagain Naru yah." Menma meminta dengan muka sepolos-polosnya.
Yang dimintai dan si target hanya bisa mendelik kaget.
"Tuh, kayak yang di samping itu." Dengan gerakan matanya, Menma membimbing Sasuke dan Naruto untuk melihat ke arah yang dituju. Tambah besarlah mata Naruto dan Sasuke waktu melihat apa yang dimaksud Menma.
Di dekat mereka, sepasang pria dan wanita yang mungkin berusia 20 tahunan sedang berpelukan. Sebenarnya mungkin bukan maksud mereka berpelukan, tapi kondisi kereta yang penuh itu membuat si pria terlihat ingin melindungi kekasihnya agar tidak terdorong-dorong, oleng, ataupun mendapat pelecehan dari orang lain. Lengan si pria melingkar erat di pinggang si wanita, menjaganya agar tetap dekat.
"Menma, nggak usah seperti itu nii-chan juga bakal bisa jaga…"
Keberuntungan berpihak pada Menma. Belum Naruto selesai mengucapkan kalimatnya, kereta bergoncang lagi. Naruto sudah berusaha agar kakinya tetap menapak stabil, tetapi rupanya memang sulit. Refleks, Sasuke langsung menangkap badan Naruto sebelum ia terhuyung ke belakang.
"Sepertinya kali ini Menma yang benar, dobe." Sasuke lebih erat lagi melingkarkan kedua lengannya pada pinggang Naruto yang menggendong Menma. Lengan Sasuke memang kuat, jadi ia bisa pastikan Naruto dan Menma tidak akan terlepas.
"Aku hadap belakang, lihat biar kaus pandaku nggak diambil orang!" Menma melingkarkan kedua lengannya di leher Naruto dan menaruh kepalanya di pundak kakaknya itu. Ia berpura-pura mengawasi belanjaannya yang masih dipegang Sasuke di balik tubuh Naruto.
Beberapa saat, kereta bergoncang lagi. Namun kali ini tubuh Naruto tidak lagi terhuyung. Walau tidak punya banyak otot seperti atlet, namun Sasuke termasuk orang yang tenaganya kuat. Menma dan Naruto pun akan aman.
Kereta masih agak bergoncang dan Menma sedikit menoleh, melirik apa yang terjadi di balik punggungnya. Ia tersenyum kecil setelah melihatnya.
Meskipun Menma ada di tengah mereka, namun Sasuke dan Naruto seperti sudah tidak berjarak lagi. Naruto dan Sasuke sama-sama memandang ke arah yang berlawanan dengan wajah memerah. Tentu saja mereka mungkin merasa malu karena posisi ini sama seperti posisi keluarga kecil bahagia dimana sang suami menjaga istri dan anaknya. Saat ini Menma sudah merasa ia benar-benar adalah anak Sasuke dan Naruto.
Mungkin pose ini tidak terlihat sangat romantis bagi kebanyakan orang. Namun bagi Menma, ia ingin Naruto yang biasanya ingin terlihat mandiri itu sadar bahwa Sasuke juga bisa melindunginya, dan di waktu yang sama ia juga ingin membangkitkan perasaan 'ingin melindungi Naruto' di diri Sasuke. Hal ini bisa berjalan sesuai rencananya tadi dan ini membuat Menma merasa senang.
Dan tahu, hasil pencapaian besar yang dirasakan Menma hari ini ialah suara detak jantung yang keras ini. Menma yang tubuhnya menempel pada Naruto bisa merasakan jantung Naruto berpacu lebih cepat dari biasanya. Bisakah Menma dengan ini mengindikasikan bahwa Naruto punya perasaan ke Sasuke?
Yah pokoknya, Menma sedang senang saat ini dan ia mau konsentrasi saja menikmati pelukan dari 'mama' dan 'papa'nya.
Note 2: Hari ini Menma, Naru, dan Sasu-nii jadi keluarga bahagia! Sasu-nii juga akhirnya jadi memeluk Naru (jangan hitung Menma yang ada di tengah, ya!)!
Nantinya apa lagi yang akan ia lakukan ya?
to be continued...
Makasih banyak buat yang udah baca n review, bahkan fave n follow chapter lalu. T_T nggak sangka dapat respon positif. Makasih banyak uda bisa bikin saya semangat ketik apdetan ya! #cium satu-satu
Maaf karena balas reviewnya malah disini yah T^T ntar kalo pas bisa, di kesempatan laen balesnya lewat message kok.. T^T
Jadi ini balasannya!
reikha
wkwkwkwk si menma emang keren tuh. anaknya sasunaru sih #ditabok.
sudah dilanjut! makasih udah baca n review yah! ^^
Calico Neko
hehehe pendukung menma yah? xD
chap baru up! makasih udah baca n review yah! ^^
Kuro to Shiroi
hohohoho modus untuk kebaikan #ngaco
ehehe ini dilanjut!
makasih uda baca n review ya! ^^ ganbarimasu~
uzumakinamikazehaki
hehehe menma ternyata digemarin juga xD
makasih uda baca n review yah! ^^
Sakura haruhana-chan
sudah dilanjut! xD
makasih uda baca n review yah! ^^
Vianycka Hime
gyahahahaha di chap ini pelukan tapi ngga kayak teletubbies ni. kalo tele kan perutnya tubrukan tuh. kesian naru ntar bayinya nangis ketubruk sasu #emang naru punya bayi?
makasih uda baca n review yah! ^^
hollow concrete
uwoooo ati2 ntar dirasengan naru lho! xOO
wawaw makasih (*w*) ini dilanjut! xD
makasih uda baca n review yah! ^^
Iekhakyu
satu pendukung lagi buat menmaaaa! dapet kecup jauh dari menma tuh xDDD #dirasengan naru
makasih uda baca n review yah! ^^
Tomoya to Kudo
wahahahahahaha ati2 sudah ada yang siap ngerasengan sama chidori dari jauh tuh... xDDD kalo nyipok menma, sembunyi2 yaaa
sudah dilanjut! makasih uda baca n review yah! ^^
Dinda Clyne
hajimemashite! xD
wawaw glad this made you happy! xDD penggemar menma? ohohoho
waduh tadinya mo kasi apa gitu buat lap iler tapi saputangannya masih dibawa menma ke wc buat c*bok O_O #dibejek-bejek
hohohoho sudah dilanjut! makasih uda baca n review yah! ^^ yoroshiku~
RaraRyanFujoshiSN
boleh, boleh, boleh.. xDD sekalian nginep di tempat mereka? xD
oh nakal berencana #ngaco waduh potonya uda keburu diapus sama si pantat ayam TwT ntar tenang aja, menma siapin foto laen2 ntarnya.. wkwk
sudah dilanjut! makasih uda baca n review yah! ^^
kirei- neko
hahahaha ngga apa, uda drop di review aja uda bikin seneng xD
uda dilanjut! yah tapi karena genrenya pas bukan humor, jadi humornya buat sela-sela aja TwT maaf yah...
makasih uda baca n review yah! ^^
hanazawa kay
gehehehehehe aksi menma masih ada beberapa lho.. ditunggu yah xD
makasih uda baca n review yah! ^^ jaa mata!
askasufa
ohohohohoho cilik-cilik cabe rawit ini menma xDD wkwk
ntar ditunggu deh rencana nista dia #ditabok menma
makasih uda baca n review yah! ^^
0706
gehehehe saya juga entah nih rencana dia kayak apa aja #diinjek xDD
sudah dilanjut ya! makasih uda baca n review yah! ^^
miira
wkwkwkwk iya tuh, bocah lucu, pinter pula. pas sebage 'anak'nya sasunaru #ditabok naru sambil malu kucing
uda update lumayan kilat lho. wkwkwk biasanya apdet selang tiga hari sih T^T
makasih uda baca n review yah! ^^
UchikazeRei
waaaaaaaa sampe lemonan? #tutup mata menma tutup telinga menma tutup pintu kamar sasunaru(?!) u-u-underage.. #ngumpet sambil mimisan
hehehe uda dinext! makasih uda baca n review yah! ^^
Ashura sennin
uda dilanjut! xD
makasih uda baca n review yah! ^^
Zara Zahra
waaaa menma dapet tugas berattttt! xDDD ntar yang ada sasunaru sibuk bikin anak sendiri n menma ditinggal... #dirasenganpluschidori xDDDD
waaa makasih banyak pujiannya! (*w*)
uda dilanjut ini.. makasih banyak uda baca n review yah! ^^
TheBrownEyes'129
ehehehehe uda dinext! xD
makasih uda baca n review yah! ^^
ganbarimasu~
sekian balasan reviewnya.. ^^
Mind to RnR?
