Title : Love Is Feeling
Author : In Hyun/Indah (haha p name gue bnyak)
Genre :Romance, school life, family, hurt, comfort.
Main Cast : Byun Baek Hyun
Kim Jong In As Kim Kai
Oh Se Hun
Do Kyung Soo
Park Chan Yeol
Huang Zi Tao
Kris
Tae Hyung
And other
Pair : KaiBaek/HunBaek/KrisTao/KaiSoo
Warning : GS for uke, typo bertebaran di penjuru dunia(?) OOC.
Disclaimer : ini ide murni dari otak saya yang lagi senang nulis FF. Gak ada maksud buat menistakan cast yang saya paKai. Karena ini hanya imajinasi saya saja.
Mianhae jika ceritanya kurang bagus, soalnya saya masih baru di dunia perFFan
Aku harap para readers yang baca wajib komen, tau wajb kan :D harus ne. karena bagi seorang author komen itu berarti.
NO BASHHHH…
NO silent reader…
NO plagiat….
Bagi yang gak suka GS jangan baca. Tapi kalau tetap mau juga gak apa-apa XD
Ok gak usah banyak bacon(?) lagi let's read…
Sementara itu Kai duduk diam, memperhatikan gerak-gerik Baek Hyun yang sedang melayani tamu di kafe dengan senyum manisnya.
Aku sungguh penasaran dengan gadis ini. Suatu saat kita pasti memiliki waktu dan berkenalan selayaknya yang kau inginkan.
Capter 2
New York
Kai kini tengah berada di sekolahnya, tidak berminat untuk memperhatikan pelajaran yang dibawakan proffesor yang kini berkomat-kamit membawakan materinya. Entah apa yang ia pikirkan. Saat pelajaran berakahir dia sangat antusias keluar kelas, menghiraukan teriakan temannya yang hendak mengajaknya ke suatu tempat.
Seoul, Korea Selatan
"yahh kenapa dari kemarin Kai tidak pernah mengabariku" sang nyonya muda menggerutu, sedangkan suaminya yang sejak tadi berada di sampingnya hanya duduk diam sambil membaca korannya.
"ya oppa kenapa kau diam saja, kapan kau akan membawa Kai kembali? Ini sudah 6 tahun"
"itulah resiko menjadi penerus keluarga ini. Apa yang sejak dulu di lakukan oleh keluargaku untuk sekolah ke luar negeri harus ku turunkan kepada semua keturunanku termasuk Kai" nyonya Kim tidak mampu mengeluarkan keberatannya lagi jika sang suami-tuan Kim sudah bebicara seperti itu.
"ishh bahkan dia hanya punya satu anak, kenapa begitu sangat keras" gumam nyonya Kim yang tentu tidak didengar oleh sang suami.
Nyonya Kim atau lebih tepatnya Kim Rye Wook menuju ke dapur. Mencari ahjuma yang selama ini melayaninya, atau lebuh tepatnya maid pribadinya.
"Byun ahjumma, tolong bawakan aku wine ke meja makan"
"tapi nyonya muda, nyonya tua akan berkunjung hari ini. Bagaimana jika beliau melihat anda meminum wine"
"kenapa disaat hatiku tidak beik seperti ini dia harus datang" nyonya Kim berteriak frustasi.
"kalau begitu siapkan saja aku makanan!" titahnya lagi.
"ne nyonya muda"
Inilah resiko menjadi istri kedua, atau lebih tepatnya istri tidak sah dalam artian lain istri simpanan. Walaupun dia menjadi nyonya besar dikediaman itu, tapi dia tidak bisa leluasa bergerak. Karena nyonya tua yang disebut tadi sungguh menurutnya sangat menakutkan.
Di sebuah sekolah elit ternama-Sungshin Senior High School, dalam sebuah ruangan pribadi kini berkumpul 3 anak muda yang satu dianatara mereka hanya tinggal membaringkan dirinya di sofa yang ada di ruangan itu, sementara yang lainyya kini bermesraan sambil saling memuji satu sama lain
"Kris oppa apa kita akan pergi kencan hari ini?" tanya gadis yang memiliki mata panda pada kekasihnya.
"terserah kau saja chagiya, asal kau senang saja" ucap Kris sambil mencubit hidung mancung Tao.
"jeongmal, kalau begitu aku ingin pergi nonton denganmu" Tao berteriak kegirangan mendengar penuturan sang namjachingu, kemudian mencium kilat pipi Kris.
"wah aku jadi iri pada kalian, sungguh pasangan serasi. Aku jadi ingin merebut Tao darimu Kris" namja yang sejak tadi tertidur di sebuah sofa panjang kemudian berbalik menghadap dua sejoli KrisTao.
"silahkan jika kau ingin lehermu patah tuan muda Oh Se Hun" mendengar penuturan Kris, Se Hun hanya tertawa.
"calm down tuan Wu, aku hanya bercanda. lagipula aku hanya tertarik padamu" Se Hun mengerling ke arah Kris masih mencoba mengerjai Kris.
"ya dasar bocah ini" Tao hanya terkekeh sedang Se Hun malah mengedikkan bahunya tanda ia acuh.
Tiba-tiba seorang namja datang masuk keruangan yang dipintunya bertuliskan EXO'S ROOM.
"anak ini, apa yang kalian lakukan di sini. Apa kalian semua tidak dengar sejak tadi bel masuk sudah berrbunyi. Kalian ingin bolos eoh" namja yang tadi datang ternyata ketua kedisiplinan. "dan kau Kris, kau bahkan sunbae mereka kenapa tidak memberikan contoh yang baik" Su Ho sang ketua kedisplinan menceramahi mereka habis-habisan.
"sunbae, jika kau marah terus kau bisa cepat tua. Kau tidak mau kan wajahmu penuh kerutan saat usiamu yang bahkan belum genap 18 tahun kan?" Se Hun mulai angkat bicara. Bocah evil ini memang suka mengerjai sahabatnya. Tidak peduli orang itu lebih tua ataupun lebih muda darinya.
"jangan banyak bicara Oh Se Hun. Cepat masuk kelasmu, kalian juga kalau tidak aku akan memberi kartu pelanggaran kepada kalian" saat perintah itu sudah dilayangkang semua orang yang ada menuju kelasnya masing-masing. Sang ketua kediplinan memang tidak bisa di lawan.
Apanya yang titisan malaikat, kalau seperti itu dia sungguh sangat mirip raja evil. Pikir KrisTaoHun.
New York
Kai kini berada di kamarnya, sejak tadi menimang-nimang handphone yang sejak tadi bergetar tanda ada panggilan masuk. Namun sepertinya Kai tidak ada niat hanya sekedar untuk mengangkat telfon, yang dilayarnya terpampang 'EOMMA'. Malam ini eommanya sudah mencoba menghubunginya sebnayak 20 kali. Bukannya Kai tidak mau menjawab panggilan eommanya, tapi dia hanya tidak ingin mendengar eommanya yang menangis merindukan putra semata wayangnya. Bahkan terakahir kali eommanya mengunjunginya adalah saat dia duduk di tingkat 2 Junior High School. Berarti hampir 3 tahun yang lalu. Inilah resiko menjadi istri tidak sah seorang konglomerat. Kau harus menyembunyikan identitasmu dari publik.
Sedang Baek Hyun saat ini membantu appanya di kafe, yang memang sebentar lagi akan tutup. Lagipula 3 hari lagi dia harus kembali ke korea.
"appa, kau kenal namja asal korea yang selalu datang kemari?" sepertinya Baek Hyun sedikit penasaran akan sosok Kai.
"kenapa eoh ? apa putri appa ini menyukainya?" Baek Hyun menyerukan protes takkala appanya malah menggoda sang putri.
"aishh, mana mau aku sama dia appa, kelakuannya sangat tidak bermoral" Baek Hyun mendengus memikirkan namja itu saja membuatnya ingin muntah. Tapi harus Baek Hyun akui kalau namja itu memang tampan dan seksi. What the... sepertinya Baek Hyun butuh istirahat pikirnya, otaknya mungkin sudah tidak waras.
"appa tidak terlalu mengenalnya, hanya tahu kalau dia itu pelajar internasional Korea. Dia juga seumuran denganmu. Tapi appa tidak tahu siapa namanya" Baek Hyun hanya ber-oh ria, sedikit kagum mengetahui Kai ternyata pelajar internasional.
Paginya di rumah kontarakan appanya, Baek Hyun membantu membereskan seisi ruangan itu, walaupun kecil namun sungguh nyaman.
"Baek Hyun-ah apakah kau tidak mau melihat-lihat kota New York sebelum pulang besok lusa?" sebenarnya Baek Hyun sangat ingin melihat-lihat isi kita ini, namun jika ia pergi bagaimana dengan appanya. Siapa yang akan membantunya. Mengerti apa yang tengah dipikirkan sang anak, appanya pun memberi pengertian.
"tidak usah memikirkan appa. Masih banyak pegawai di kafe. kau bisa pergi jalan-jalan, akan sangat sia-sia jika ka hanya berada di kafe itu terus"
"gomawo appa, aku akan siap-siap" Baek Hyun mengecup kilas pipi appanya.
"tapi mian, appa tidak bisa menemanimu, jangan terlalu jauh dari kawasan ini. Jika kau tersesat langsung hubungi appa"
"ne, tenang saja. Aku ini penjelajah terhebat. Hutan amazonpun pasti bisa aku taklukan" sepertinya Baek Hyun mulai berlebihan.
"kalau begitu appa berangkat dulu Baek Hyun-ah, nanti bos appa marah jika appa terlambat"
"ne apppa hati-hati dijalan" dan saat appa Baek Hyun sudah keluar dari Hyunpun membogkar seluruh isi kopernya mencari baju yang cocok yang ia kenakan untuk melihat-lihat kota besar itu.
Disinilah Baek Hyun New York city. Kota yang memiliki julukan 'Big Apple' ini merupakan kota terpadat di Amerika Serikat. Baek Hyun pun menelusuri kota itu, dia juga mengambil foto dirinya di tempat-tempat yang menurutnya sangat indah.
"wah aku tidak menyangka sekarang aku berada di Times Square" Baek Hyun tak henti-hentinya mengembangkan senyumnya.
Tidak jauh dari sana sepasang mata namja memperhatikannya dari dalam mobilnya.
"hei Kai, kau menghayal? Come on kau tidak mau ke sekolah"
"oh Im sorry steve kau duluan saja. Aku ada sedikit urusan" Steve hanya mengedikkan bahu lalu pergi menuju tempat dimana mobilnya terparkir. Sedang Kai sepertinya dia akan menjadi penguntit hari ini.
Sementara itu Baek Hyun tek henti-hentinya berfoto di tempat itu, entah sudah berapa banyak foto yang ambil. Mungkin ia akan memamerkan foto itu ke teman-temannya saat ia tiba di Korea. Karena asik berfoto, Baek Hyun tidak menyadari ternyata orang yang mengabil tasnya. Karena terkejut Baek Hyun lalu mengejar sang pencuri. Tidak ada yang mau menolong Baek Hyun, orang-orang di sana hanya melihat Baek Hyun mengejar sang pencuri, dikarenakan mereka juga memiliki kesibukan masing-masing. Termasuk Kai, dia bahkan hanya melihat saja, entah apa yang dipikirkan namja berkulit tan itu.
"aissshh sialnya aku, bagaimana kau bisa kembali. Hanphone dan dompetku semua ada di situ. Hanya kamera ini yang tertinggal. Sialnya aku" Baek Hyun berteriak frustasi menghentak-hentakkan kakinya, dia hanya mampu duduk di bangku pinggir jalan sambil menunduk meratapi nasibnya. Bagaimana ia bisa kembali ?
"yaaaa neo!" Baek Hyun mengangkat kepalanya saat melihat ujung sepatu seseorang yang ada di hadapannya. Kemudian sedikit mendongak melihat siapa yang berani mengganggunya saat ia sedang dalam keadaan yang tidak baik.
"Mwo, kau yang... kenapa kesialanku bertambah lagi" Baek Hyun bergumam.
"jadi menurutmu aku membawa kesialan untukmu. Ya sudah padahal aku ingin membantumu yang sedang kecopetan" Kai berbalik hendak ingin meninggalkan Baek Hyun.
"ya tunggu dulu, kenapa tidak bilang dari tadi" Baek Hyun berdiri dari duduknya menghampiri Kai. "kau juga melihat aku dicopet, kenapa tidak menolongku?"
"karena aku tidak ingin" jawab Kai acuh"
Namja ini menyebalkan, seandainya aku punya uang sedikit saja untuk pulang aku tidak akan menerima bantuannya.
"kenapa kau hanya menghayal, tidak mau aku antar pulang?" Baek Hyun mendengus mendengar penuturan Kai yang menurutnya sangat tidak enak didengar itu.
Baek Hyun lalu menaiki mobil sport Kai, menuju tempat yang tidak diketahui Baek Hyun.
"kenapa kita di sini? Kau bilang mau mengantarku ke kafe tempat appaku kerja" Baek Hyun bingung, pasalnya bukannya mengantar Baek Hyun ke kafe malah membawanya ke tempat yang menurutnya seperti sekolah karena banyak anak muda yang berlalu lalang.
"aku harus masuk sekolah dulu, baru setelah itu aku mengantarmu. Kau boleh melihat-lihat sekolah ini, tapi jangan terlalu jauh" belum sempat Baek Hyun menyeruakan protes Kai sudah berlalu masuk ke kelasnya.
Sugguh membosankan pikir Baek Hyun, tapi mengasikkan juga. Melihat bagaimana cara berinteraksi pelajar inetrnasional dari berbagai negara. Walaupun sebenarnya Baek Hyun tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"mian kau lama menunggu" akhiranya penantian beberapa jam Baek Hyun berakhir. Kai sudah berada tepat berada di depannya.
"ayo naik ke mobil aku akan mengatarmu"
Baek Hyun hanya menurut, mobil Kai melaju menelusuri jalanan kota New York. Baek Hyun dan Kai sudah tiba di kafe tempat appa Baek Hyun bekerja. Saat hendak membuka pintu mobil tangan Kai mencegah Baek Hyun.
"tidak ada kata terima kasih, setidaknya kau beri tahu namamu"
"aku tidak mau memberi tahumu, dan gomawo sudah menolongku. Jadi tolong lepaskan tanganmu"
"pelit sekali, kau tidak akan kekurangan apapun jika memberitaukan namamu"
"wae, jangan-jangan kau tertarik padaku. Aku akui aku memang manis, walupun pendek tapi aku terlihat cute" sepertinya tingakat kepedean Baek Hyun bangkit dari kuburnya.
"pede sekali kau" Kai tertawa, kemudian memojokkan tangannya ia rentangkan bersandar pada pintu mobil kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Baek Hyun. Membuat Baek Hyun bersenmu merah karena melihat wajah Kai yang sedekat ini " nah sekarang siapa yang tergoda, aku atau kau" Kai bersmirk ria saat Baek Hyun hanya mampu terdiam.
TBC
Heheheheh mian kalau chapter ini gak memuaskan tapi tolong tetap tinggalin jejak jika ingin cepat update :D. dan juga FF Shining like a star akan aku update kalo aku puas ama responnya, bukannya apa2 aku merasa karyaku disuka jika ada respon dari kalian :D.
big thanks for :
[Babybacon][CekerJongin2][kkamjong]
