Notes : Humor garing, malah ada yang bukan humor kali. Arti dari angka-angka ada di bawah.

A/N : Setelah membaca silahkan berkomentar, bagus jeleknya readers yang tentukan.

Dislaimer : Yang menulis ini sama sekali tidak memiliki hak apapun atas Katekyo Hitman REBORN!

Setting (Scene 11-15) : tyl, Vongola HQ, Italia

Editan terakhir : 23 November 2014


Scene 11 Hibari and Paperworks

27 : Apa yang membuatmu datang ke kantorku Hibari-san?

18 : Kemarin kau kemana saat latih tanding rutin kita?

(Tsuna mengusap-ngusapnya kepalanya yang pening)

18 : Tidak akan kumaafkan karena telah melanggar janji jadi aku datang kesini untuk menggigitmu sampai mati.

27 : Bukankah itu sama saja kau ingin berlatih tanding sekarang?

27 : Maaf, tapi paperwork-ku masih banyak. Aku bahkan tidak sempat nonton anime!

(Hibari memutar bola mataya, A/N : ini bos mafia atau anak sekolahan sih?)

18 : Aku hanya ingin menggigitmu sampai mati. Tidak ada alasan lain.

27 : Kalau aku selesai kita bisa bertarung serius daripada aku harus dirawat di rumah sakit, jadi lebih baik tunggu sebentar lagi!

18 : Kalau begitu cepat!

27 : Hai, aku akan berusaha.

Tik... tok... tik... tok...

18 : Hmm... *melirik*

18 : Begini saja kau lama sekali! Sini kukerjakan!

...

27 : *tercengang* Ce... cepat sekali... Tiga kali lebih cepat dariku. Kenapa kau tidak jadi bosnya saja sih...

18 : Aku sudah biasa dengan pekerjaan seperti ini.

27 : Oh iya, waktu SMP dan SMA Hibari-san kan ketua dari komite disipilin yang selalu menyerang orang... Dengan kebrutalan mereka, kira-kira sebanyak apa paperwork-nya ya? *sweatdrop*

(Tsuna tidak tahu bahwa yang sebenarnya mengerjakan semua itu adalah Kusakabe Tetsuya…)


Scene 12 Chrome's Valentine Day

27 : Oh, disini kau rupanya, Chrome! kemarin kau kemana saja?

59 : Kau harus memiliki alasan yang jelas karena membuat Juudaime kahwatir. Aku sendiri bahkan sampai mengira kau diculik alien!

96 : Maafkan aku Bossu. Kemarin aku sibuk membuat ini.

(Chrome menyerahkan cokelat dengan bungkus, bentuk, dan jumlah yang sama kepada semua orang)

96 : Selamat hari valetine semuanya!

18 : Hn. Aku akan menerimanya.

33 : Karena cokelat wajib, aku akan menerimanya to the extreme!

80 : Haha…Sankyu Chrome!

59 : Ma, asalkan lain kali kau tidak membuat Juudaime cemas aku akan memaafkanmu.

L : Yare yare, meskipun Ore-sama sudah mendapatkan banyak cokelat Ore-sama tetap akan menerimanya karena ini dari Chrome-san yang manis.

27 : Chrome... *teary eyes* terima kasih banyak! Tapi kau tidak perlu melakukan ini lagi karena kau satu-satunya perempuan di sini. Pasti berat membuatnya sendiri.

96 : Tidak apa-apa, Bossu. Aku malah merasa beruntung.

27 : Kenapa?

96 : Karena aku hanya perlu membuat cokelat yang sama untuk tiap orang, tapi saat White Day aku akan mendapatkan bermacam-macam hadiah yang berbeda, fufufu...

All : *sweatdrop*


Scene 13 Tidak Nyambung

18 : Kenapa mondar-mandir, herbivora?

2 : Hibari-san. Setelah dari misi, Yamamoto-nii membawa pulang nanas dan menyerahkannya padaku. Aku jadi bingung mencari alat untuk memotongnya.

18 : (menata Fuuta dengan tatapan penuh selidik) Pakai saja golok atau kapak. Di gudang ada yang baru tuh.

2 : Apa tidak berlebihan? Aku tahu nanas lebih sulit dipotong dari melon, tapi...

18 : Dua-duanya susah dipotong. Nanas memang lebih kuat sih meskipun melon juga tidak lemah...

2 : Eh, tapi cuma ada nanas lo.

18 : Aku tahu. Melon sudah lama berakhir.

2 : Apa maksudmu? Baru tiga hari yang lalu Tsuna-nii bawa melon.

18 : Apa kau bilang? Kau ngelindur?

2 : Uuh... apa maksudnya Hibari-san?

18 : (tidak dengar) Baiklah, aku saja yang akan memotong nanasnya. Enaknya dipotong jadi berapa bagian?

2 : Hmm... Yang penting enak buat di makan. Ah, jangan lupa dikuliti dulu. Sepertinya dibakar juga enak lalu ditusuk... (tampang innocent)

18 : ... (memandang Fuuta dengan pandangan horor)

2 : Oh iya, sisa dagingnya sebaiknya disimpan di kulkas atau di kardus saja cukup? Mungkin bisa bertahan lama, tapi aku ingin cepat-cepat menghabis- Eh kau kenapa Hibari-san?

18 : Fuuta de la Stella, aku tidak pernah menyangka kalau kau orang yang seperti itu.

2 : Eh apa maksudmu? Hibari-san tidak suka nanas?

18 : Dari dulu aku sudah mebencinya. Tapi sepertinya kau lebih memiliki dendam tersembunyi padanya.

2 : Eh, eh... EH!? Daritadi sebenarnya apa yang kau bicarakan!?

(Sejak itu, Mukuro yang tanpa sengaja menguping percakapan mereka menjauhi Fuuta sampai 9 bulan)


Scene 14 Penglihatan I-Pin

27 : I-Pin! Lambo! Kalian sedang apa?

I : Kyaa! Kau siapa!?

27 : Ha... kau kenapa I-Pin?

L : I-Pin menjatuhkan lensa kontaknya. Hayo I-Pin kau tidak boleh berteriak-teriak pada bos Vongola.

I : Waa! Sawada-san!? Ma... maaf... *blush*

27 : Ahaha tidak apa-apa...

S : Suaraku serak gara-gara sakit tenggorokkan, Bos sialan menyuruhku makan kulit salak...VOo—*uhuk* oooi... *uhuk*, kalian ngapain di sini *uhuk* sampah!?

I : Waa... *blush* Sawada-san siapa perempuan cantik itu?

27 : *uhuk* uhuk* uhuk*

L : Gyahaha—Hii!

S : *melotot*

R : Yo, Dame-Tsuna! Bolos kerja lagi ya?

I : O... obake hitam!

27 : Gaaa! I-Pin jangan ngomong gitu!

S : Hehehe…

L : Gyahaha ahaha—

R : *dor*

L : *pingsan atau mati?*

69 : Ah, Tsunayoshi-kun! Aku sedang mencarimu. Ini laporan yang—

I : —Waa! Jangan kesini!

69 : ! Ka... kau jahat sekali padahal meskipun sudah sebulan tidak mandi aku kan sudah pake deodoran dan parfum seember...

27 : Mukuro! Cepat mandi sana!

S : VOoo— *uhuk* apa kau tidak tahu malu!?

R : Dasar, guardian-mu memang gak ada yang beres...

L : *siuman* Ba... bau menjijikan apa ini?

(Mukuro masih berjalan medekati mereka, terutama I-Pin. Yang lain tutup hidung. Iseng-iseng Mukuro mencoba memegang pundak I-Pin lalu...)

I : Kyaaaaa! *menangkis tangan Mukuro* Monster nanas busuk!

All : Meskipun tanpa lensa kontak dia BENAR!


Scene 15 : Cara mengundang Xanxus

27 : Seperti yang kuduga Xanxus tidak akan datang ke pesta kali ini.

59 : Itu tidak benar Juudaime! Aku sendiri telah mengiriminya surat. Dia pasti datang!

27 : Apa benar begitu?

R : Itu benar dame-Tsuna. Sebenarnya Xanxus baru saja mengkonfirmasi kedatangannya.

27 : Yang benar? Memangnya surat seperti apa yang kau tulis, Gokudera?

59 : Kira-kira begini isi suratnya, Juudaime, 'Sawada Tsunayoshi, Bos Vongola terhebat yang pernah ada mengundang Xanxus beserta Varia ke pesta musim gugur Vongola. Jika kau tidak datang, Juudaime akan menghajarmu sampai babak belur, lagi'

27 : Hiiiie! Sudahlah Gokudera, kalau dia tidak mau datang biarkan saja! Lagipula itu cuma pesta. Kenapa kau malah membuat masalah sih!?

59 : Ta... tapi Juudaime, Reborn-san bahkan membuat surat yang lebih mengerikan daripada itu. Daripada menggunakan suratnya, aku jadi membuat surat sendiri.

27 : Oh begitu, kalau begitu syukurlah...

R : Apa-apaan kau Tsuna? Padahal aku orang terhebat dalam membuat surat ancaman.

27 : Justru itu yang aku takutkan!

59 : Anda mau melihat suratnya, Juudaime? Aku menyimpannya di kantong...

(Gokudera merogoh saku celananya)

27 : Ah, tidak usah! Aku tidak mau mimpi buruk malam ini.

R : Cih, Tsuna sama sekali tidak mengerti, padahal aku sudah susah payah membuatnya sampai-sampai aku harus bergadang, dan aku sudah tidak makan tiga hari... *teary eyes*

27 : Kebohonganmu itu terlalu lebay *sweatdrop*

59 : ! Ju... Juudaime... *pale*

27 : Kenapa Gokudera?

59 : Aku tidak menemukan suratnya.

27 : Sudah biarkan saja. Semoga surat itu sudah hancur lebur.

(Tiba-tiba Lambo masuk ke ruangan)

L : Yo, Vongola! Sebenarnya dua hari yang lalu aku menemukan surat di depan pintu yang sepertinya darimu. Kau lupa mengirimkannya. Tapi tenang saja aku sudah menyerahkannya pada kantor pos, kiriman kilat—

27 :—TIDAAAK!

59 : *pale*

R : *evil smile* Rupanya Lambo mengerti sebuah maha karya yang bagus.

L : ?

Sementara itu, Xanxus beserta para bawahannya sedang menuju kemari untuk memulai perang dunia ke-3.


Fandom Shorthands

27 : Sawada Tsunayoshi

18 : Hibari Kyouya

59 : Gokudera Hayato

96 : Chrome Dokuro

33 : Sasagawa Ryohei

80 : Yamamoto Takeshi

L : Lambo

2 : Fuuta de La Stella

I : I-Pin

R : Reborn

69 : Rokudo Mukuro

All : gak semua orang juga sih, kalian bisa tebak sendiri tergantung cerita