The Death Fourth

.

.

.

Main Cast : Oh Sehun , Xi Luhan, Kim Jongin, and Park Chanyeol

Pairing: HunHan/KaiSoo/ChanBaek

Genre : Romance, Action, Friendship, Hurt/Comfort

Rate : T-M

Length : Chapter

YAOI. Typo (s)

HUNHAN STORY!


.

.

.

.

Luhan sampai di kampusnya dan sedang berada di parkiran mobil. Dia sebenarnya sudah terlambat lima belas menit, tapi masa bodo karena dia memang tidak berniat lulus, Luhan mendengus kesal karena baru saja keluar dari mobilnya, tapi sudah ada yang memukul kepalanya.

PLUK!

"Arhh.. Apa-apaan si kau. Aku baru sampai" kesal Luhan saat keluar dari mobil karena kepalanya dipukul sangat keras

"Idiot. Kau ketahuan" kesal namja super cerewet versi Luhan

"Ketahuan apa?" Tanya Luhan bingung

"Kau ketahuan membocorkan soal ujian semester akhir. Kau sedang dicari komisi disiplin mahasiswa sekarang" gerutu pria yang memiliki ukuran tubuh yang tidak beda jauh dengan Luhan

"Tenanglah Baek. Aku tidak semudah itu ketahuan" balas Luhan percaya diri

PLUK!

Namja bernama Byun Baekhyun ini kembali memukul kepala Luhan

"Apalagi si" kesal Luhan

"Kalau kau ketahuan kau tidak bisa ikut ujian akhir" gerutu Baekhyun

"Aigoo Baekkie eomma mengkhawatirkan aku yaaa?" Gemas Luhan

"Aku serius" gerutu Baekhyun

"Aku juga tidak berniat lulus. Aku hanya mencari uang disini" cengir Luhan

"Mana Kyungie?" Tanya Luhan

"Dia masih bermesraan bersama Jungmo" kekeh Baekhyun

"Mereka sekarang pacaran?" Tanya Luhan tak percaya

"Entahlah. Aku harap dia tidak dicampakan lagi" Baekhyun memberitahu Luhan

Luhan tertawa mendengar penuturan Baekhyun. Karena memang setiap menjalin hubungan Kyungsoo memiliki rasa bosan yang sangat cepat pada pasanganyya, tapi anehnya selalu dia yang dicampakkan dan tak pernah sekalipun dia mencampakan.

Do Kyungsoo dan Byun Baekhyun sendiri merupakan teman masa kecil Luhan. Luhan bertemu dengan Kyungsoo dan Baekhyun saat Junior High School. Tapi karena mereka berbeda SMA, mereka tidak pernah bertemu lagi setelahnya. Barula pada saat kuliah, Luhan mendapat kabar dari mereka dan sangat senang bertemu dengan kedua temannya yang unik ini. Yang satu tidak mau berpacaran dan yang satu tidak bisa kalau tidak punya pasangan. Tapi kedua temannya ini tidak pernah tahu dimana Luhan tinggal dan apa pekerjaan yang Luhan jalani. Luhan juga tidak berniat memberitahu mereka, mengingat pekerjaan yang dia jalani bersama teman-temannya cukup konyol dan berbahaya.

"Lalu kapan kau akan punya pacar?" goda Luhan

"Nanti setelah kau menikah" balas Baekhyun cepat

Luhan kembali tertawa dengan penuturan Baekhyun dia masih tertawa sangat lucu sampai ada pemandangan yang membuat mood nya benar-benar hilang secara total.

"Baek. Tunggu disini sebentar" raut wajah Luhan mengeras melihat Jung bersaudara yang tak lain tak bukan adalah saudara tirinya sedang mengganggu seseorang

"Hey bitch. Mencari masalah?" Geram Luhan yang menghentikan kegiatan mereka yang sedang membully Hoobae mereka bersama teman-teman mereka

"Oh anak yang dibuang ayahnya bicara pada kita" sindir si sulung Jung, Jessica

"Aku tidak sudi bicara dengannya eon" balas si bungsu Jung, Krystal

"Ayolah. Lidahku juga iritasi setiap bicara dengan kalian" geram Luhan

"Kalau begitu pergi" desis Jessica

"Tidak akan" balas Luhan

"Kau. Cepat pergi!" Katanya pada Hoobae yang sedang dibully Jung bersaudara

"Terimakasih sunbaenim" katanya pada Luhan

"Kau pikir kau mau kemana?" Geram Jessica

PLAK!

Luhan menahan tangan Jessica yang ingin menampar gadis itu

"Cari lawan yang sepadan sialan" desis Luhan

"Minggir kau" balas Jessica mendesis

"Dengarkan kata-kataku. Kau hanya berkuasa dirumah, saat kau dan ibumu yang pelacur itu mempengaruhi ayahku untuk mengusirku. Tapi aku bersumpah, selama aku disini. Aku mengawasimu dan adik jalangmu. Jadi jangan macam-macam. Aku serius" desis Luhan mencengkram erat tangan Jessica membuat tangannya merah

"Lepaskan eonni" teriak Krystal

"Cih. Kenapa kalian wanita? Aku ingin sekali mencabik wajah menjijikan kalian" geram Luhan menghempaskan tangan Jessica

"Kau cepat pergi" Luhan berbicara pada Hoobae yang diganggu dan gadis itu dengan cepat berlari ketakutan

"Ingat kataku. Kau ganggu dia lagi, aku mencari kalian. SE-MUA!" Luhan menggertak giginya kesal dan meninggalkan saudaranya itu.

..

..

..

-The Death Fourth-

..

..

..

"Well, Well. Kalian hanya bertiga? Mana si cantik?" Tanya L yang merupakan tangan kanan Park Sangchul, menteri keuangan Korea dengan catatan kriminal yang luar biasa keji dan sadis, namun bersembunyi dibalik jabatannya sebagai menteri keuangan

"Ayolah. Kami memang hanya bertiga" jengah Kai

"Mana bos mu? Apa banci takut bertemu dengan kami?" Ejek Chanyeol

"Bosku tidak punya waktu bertemu ingusan seperti kalian. Kita tidak berkelahi hari ini. Aku hanya ingin memberi peringatan terakhir pada kalian, jangan mencampuri urusan politik yang akan digelar minggu depan di Chungnam. Ini demi kebaikan kalian. Tetaplah menjadi tikus jalanan yang bersembunyi di got dan jangan mencoba menjadi anjing liar" L menggertak mereka

"Wohohooho. Apa ada yang ketakutan disini?" Cibir Kai

"Apa kalian sedang menantang?" Tanya L

"Ya" jawab Sehun dengan aura mematikannya

"Kami bekerja pada orang yang membayar tinggi untuk kami. Dan sekali dibayar, kami tidak akan melepaskan lawan" seringai Chanyeol

"Jika kau tidak ingin kami macam-macam, sebaiknya suruh bosmu bicara pada Lee SungTae. Mereka sama-sama menteri kotor yang hanya akan membusuk dipenjara. Tapi bedanya Sungtae membayar kami terlebih dulu. Jadi kami bekerja untuknya" Kai menjelaskan sambil menginjak kepala anak buah L yang diam-diam menyerang mereka

"Kalau begitu berhati-hatilah bosku tidak akan melepaskan kalian. Terutama orang yang menjadi otak dari kalian. Akan sangat menyenangkan menyakiti Luhan untuk membungkam kalian" geram L

Sehun, Kai dan Chanyeol mengepalkan tangan mereka secara otomatis

"Jika kau berani menyentuh Luhan walau sehelai rambutnya. Aku akan memastikan disetiap makanan yang kau makan akan ada bagian tubuhmu yang tercampur dalam makanan itu" balas Sehun menggeram

"Baiklah jika kau hanya terus berbicara omong kosong. Kami pergi" Sehun melangkahkan kakinya berjalan keluar diikuti Chanyeol

"Hay L, ngomong-ngomong mobil kalian bagus" puji Kai mengikuti Sehun dan Chanyeol

"Tentu saja kami punya uang" L menyeringai

"Bum!" Cengir Kai dan sedetik kemudian

DUAR!

Terdengar suara ledakan yang berasal dari mobil L dan anak buahnya. Ternyata Kai Sehun dan Chanyeol meletakkan bom disana dan mengambil kesempatan untuk mengambil senjata lawan yang disimpan di gudang

"Be smart hmm" ejek Sehun melambai pada L yang masih shock

"SIAL!" Geram L yang selalu kalah langkah dari mereka berempat

..

..

..

..

..

..

-The Death Fourth-

..

..

..

..

..

..

..

..

"Memangnya kenapa kalau aku dan Jungmo pacaran?" Kesal Kyungsoo karena Luhan menceramahinya habis-habisan

"Aku tidak suka baby Kyung. Dari semua pacarmu, dia yang paling mesum. Aku tidak mau kau digerayangi dia kalau kau sendiri belum yakin mencintainya" gemas Luhan

"Kau cemburu?" Tanya Kyungsoo

"Aku khawatir dasar anak ini masih saja berfikir aku menyukaimu" kesal Luhan

"Aku sudah frustasi dengan semua pria Lu" rengek Kyungsoo

"Kau saja yang jadi pacarku hmm. Kalau kau pacarku kau pasti akan menyayangiku" cengir Kyungsoo

"Jangan bicara aneh-aneh. Aku sudah punya orang yang kusukai" Luhan menjitak kepala Kyungsoo

"Selalu saja taken" kesal Kyungsoo membuat Luhan tertawa

"Ayo aku antar pulang" Luhan menarik Kyungsoo ke parkiran mobil

"Aku pulang dengan Jungmoo" protes Kyungsoo

"Masuk" kesal Luhan

"Kau dengan Baekhyun saja" balas Kyungsoo

"Baekhyun masih ada kelas" balas Luhan

"Luhan"

"Apa?" Kesal Luhan karena Kyungsoo sangat cerewet

"Bukan aku Lu. Ahjussi itu yang memanggilmu" Kyungsoo menunjuk ke seorang ahjussi yang menatap Luhan

"Eh?" Luhan menoleh ke belakang dan sangat terkejut mendapati ayahnya yang memanggilnya. Rasanya sudah dua tahun ini dia tidak pernah mendengar ayahnya memanggil namanya

"Lu itu bukannya ayahmu?" Tanya Kyungsoo berbisik

"Hmm" balas Luhan lirih

"Kau pulanglah. Telpon aku jika sudah sampai rumah" Kyungsoo mengangguk cepat dan segera meninggalkan Luhan berdua dengan ayahnya

"Kau memanggilku?" Tanya Luhan

"Anakku. Akhirnya aku bertemu denganmu juga" ayah Luhan, Xi Dong Li mendekati Luhan

"Hay" balas Luhan singkat

"Apa kabarmu nak? Apa kau hidup dengan baik? Apa uang yang aku kirimkan untukmu cukup? Appa akan menambahkan uang untukmu lagi nak" tuan xi berbicara mendekati anaknya

"Tidak perlu" balas Luhan dingin

"Kenapa?" Tanya ayahnya

"Aku tidak menggunakan uang sepeser pun yang kau berikan padaku. Jadi jangan repot-repot" balas Luhan

"Sedang apa kau disini" tanya Luhan

"Aku sedang menjemput adik-adikmu" balas tuan Xi

"Cih, aku tidak sudi mempunyai adik seperti mereka" Luhan mendecih

"Jangan begitu Lu. Oia kau belum jawab pertanyaanku. Kau apa kabar? Baik-baik saja kan?" Tanya tuan Xi

"Aku kira kau berharap aku sudah mati" balas Luhan acuh

"Kau putraku nak" lirih tuan Xi

"Itu dulu sebelum kau menikahi penyihir itu" balas Luhan sengit

"Luhan! Kenapa kau belum berubah" ayah Luhan terbawa emosi dan membentak putranya

"Lihat kan? Kau juga belum berubah! Kau bahkan sangat kurus dan terlihat sakit. Sadarlah tuan!" Geram Luhan enggan memanggil dengan sebutan appa dan masuk kedalam mobilnya kemudian pergi dengan segera

..

..

..

..

"Arghhhhhh" Luhan menepikan mobil dan membanting keras pintu mobilnya. Seluruh pikirannya tertuju pada ayahnya yang terlihat sangat sakit dan kurus.

"Aku membencimu appa" teriak Luhan yang seluruh suaranya bergetar mengingat bagaimana ia diusir saat itu

Flashback

"Yeobo, putramu mencoba memperkosa Jessica. Dia sangat mengerikan" Jung Hyewon, ibu dari Jung bersaudara memulai aktingnya

"Appa aku tidak melakukannya. Mereka saja yang tiba-tiba ada dikamarku" teriak Luhan tak terima

"Aniya appa. Aku melihat Luhan oppa menarik eonni kekamarnya, saat aku mencegahnya dia mendorongku. Aku terjatuh dari tangga. Lihat lukaku" adu Krystal yang entah kenapa ada perban dikepalanya

"Kami tidak bisa tinggal dengannya yeobo, anak-anakku adalah gadis mungil, bagaimana kalau dia menyentuh anak-anakku" si penyihir Hyewon memulai aktingnya lagi.

"Dia memperlakukanku seperti pelacur appa" isak Jessica

"Cih, kalian memang pelacur" desis Luhan

"XI LUHAN! CUKUP! KAU KEHABISAN KESEMPATANMU. PERGI DARISINI! SEKARANG!" Teriak tuan Xi mengerikan

"M-mwo?" Lirih Luhan tak percaya

"Cepat kemasi barangmu. Appa sangat malu mempunyai putra sepertimu" desis

"Kau lebih percaya mereka daripada aku?" Tanya Luhan bergetar

"Yeobo, kami tidak berbohong, h-hiks" Hyewon terisak dipelukan suaminya

"Aku percaya mereka" balas tuan Xi

"Appa! Aku anakmu, mereka hanya benalu untukmu" kesal Luhan

"CUKUP! Kemasi barangmu. Sudah sebulan semenjak mereka pindah kerumah kita, tidak ada satu haripun kau melewatkannya tanpa mencela keluarga baruku" geram tuan Xi

"CEPAT PERGI!" Geram tuan Xi

"ANDWAE! INI RUMAHKU DAN BANYAK KENANGAN TENTANG IBU DISINI. AKU TIDAK MAU PERGI" jerit Luhan frustasi

"Baiklah jika kau tidak mau pergi, aku yang mengusirmu" tuan xi mencengkram erat lengan Luhan membawanya menuruni tangga.

"Appa sakit. Lepaskan" lirih Luhan

Tuan xi tidak mempedulikannya, dia membuka pintu utama dan

BRAK!

Dia menghempaskan putra tunggalnya ke tanah

"A-appa" isak Luhan

"Appa ini sebagain barang dan pakaiannya" krystal memberikan tas Luhan pada ayahnya

"Aku akan tetap mengirimu uang. Tapi kau tidak bisa tinggal disini lagi" tuan Xi melempar tas Luhan pada Luhan

"Appa andwae!" Isak Luhan frustasi

"Pergilah" tuan Xi tak menatap putranya saat bicara. Kemudian tiga wanita jahat itu menutup pintu dengan seringai kemenangan diwajah binal mereka

"Andwae" lirih Luhan

"Appa. Buka pintunya. Malam ini akan hujan. Luhan takut" teriak Luhan menggedor pintunya

"Apppa" teriak Luhan menangis histeris

"Yeobo ayo kita kekamar" Hyewon mengajak suaminya kekamar agar tidak mengubah keputusannya

"Appa" Luhan terus menggedor dengan kencang

"A-pppa" gedoran Luhan menjadi lirihan karena dia sudah lelah berteriak

Luhan terduduk lemas di tanah, ia mengambil tasnya dan mengacak isinya keluar, dia mencari sesuatu yang sangat penting

"Ah syukurlah" ucap Luhan lega karena mereka membawakan foto ibunya

"Eomma... Aku harus bagaimana?" Lirih Luhan

"Eomma.. Luhan takut" isak Luhan memeluk erat foto ibunya dan tak lama memutuskan pergi dengan gontai dari rumahnya sendiri.

End of flashback

"Eomma" lirih Luhan menghapus airmatanya yang terus jatuh. Ia merasa sakit hati jika mengingat kejadian malam itu.

Dan ayahnya berbohong saat bilang akan mengirimi Luhan uang, selama enam bulan Luhan tidak menerima sedikitpun uang ayahnya. Dia menebak itu adalah ulah ibu tirinya sehingga ayahnya tidak mengiriminya uang. Barulah saat bulan ketujuh ayahnya mengirimi uang, tapi sudah terlambat. Karena Luhan sudah mempunyai pekerjaan bersama teman-temannya kala itu

Luhan tahu benar ayahnya, mau bagaimanapun ayahnya sangat mencintainya karena dia adalah anak dari wanita yang sangat ayahnya cintai, Song Hyori. Ibu Luhan sendiri meninggal karena sakit yang dideritanya, dia tidak bertahan lama dan meninggalkan Luhan saat Luhan berusia lima belas tahun.

Luhan melirik arlojinya, waktu menunjukkan pukul dua siang. Dia memutuskan ke gyeongnam mengunjungi makam ibunya yang membutuhkan waktu tiga jam untuk sampai kesana

BRRM!

Luhan mengemudikan coopernya dengan kecepatan maksimal agar cepat sampai di tanah kelahiran ibunya. Terlalu banyak yang dia pikirkan, dia hanya ingin melupakan hari ini dengan bercerita pada ibunya

BLAM!

Setelah menempuh perjalanan sampai tiga jam, Luhan akhirnya sampai di Gyeongnam, tempat kelahiran ibunya. Dia tersenyum mengingat banyak sekali kenangan yang membahagiakan ketika ia tinggal disini bersama kedua orang tuanya. Tidak ada yang paling diinginkan Luhan selain menukar kembali kenangan indah itu bersama keluarganya.

Luhan berjalan gontai ke arah pemakaman ibunya. Dia juga mengingat saat dimana dia mengantarkan ibunya ke peristirahatan terakhir. Nafasnya mulai tercekat saat airmatanya tanpa seizin darinya mengalir deras di pipinya.

Setelah berjalan beberapa menit, langkah Luhan terhenti pada satu pemakaman indah yang terawat. Luhan dan ayahnya selalu meminta pada ahjussi penjaga pemakaman, untuk selalu membersihkan makam eommanya.

Luhan berjongkok dan menghapus air matanya yang turun

"Eomma" lirih Luhan

"Maaf, aku jarang menjengukmu. Apa kau bahagia?" tanya Luhan

"Aku bahagia eomma, tapi bukan dengan appa. Aku bahagia dengan teman-temanku" Luhan bercerita

"Eomma, aku membenci appa" Luhan tercekat

"Mianhae eomma. Jangan marah padaku. Aku menyayanginya hanya saja dia terlalu banyak dipengaruhi orang jahat" Luhan mengingat betapa jahat ibu dan saudara tirinya

"Eomma..Luhan rindu….." kalimat Luhan menggantung karena setelahnya Luhan hanya tertunduk dan terisak lirih mengingat tidak ada sandaran keluarga yang ia rasakan

Drrt drrtt

Ponselnya berdering, Luhan melihat telponnya dan mendapati nama Sehun tertera di layar ponselny. Luhan mengabaikannya dan kembali memasukkan ponsel ke sakunya.

"Eomma mianhae, aku harus pergi. sebentar lagi malam tiba. Eomma tidak boleh kedinginan disana" Luhan menghapus airmatanya yang jatuh

"Sarangahe eomma.. bahagialah disana, aku mohon" pinta Luhan mencium pusara sang ibu kemudian melangkah kembali ke Seoul karena teman-temannya sudah menghubunginya sedari tadi

..

..

..

..

..

-The Death Fourth-

..

..

..

Cklek!

"Aku pulang" teriak Luhan

"Selamat datang Lulu" sapa Chanyeol

"Kalian sudah pulang?" Tanya Luhan

"Kenapa kau pulang terlambat?" Suara dingin Sehun bertanya

"Aku kira kalian akan pulang lama, makanya aku memutuskan untuk main dengan temanku" balas Luhan berbohong

"Tapi ini jam sembilan malam Lu" suara Kai juga menjadi berat

"Luhannie. Ganti pakaianmu, setelah itu kita makan dan bicara" Chanyeol memberitahu Luhan

"Tapi..." Jawab Luhan ragu

"Cepat hmm" bujuk Chanyeol

Luhan pun bergegas menaiki tangga dan menuju kamarnya.

Tak berapa lama kemudian mereka menghabiskan makanan dalam diam.

"Aku tadi mengunjungi eommaku" Luhan akhirnya berkata jujur

Ketiga pria yang ada didepan dan disampingnya pun menatapnya

"Gyeongnam?" Tanya Kai cemas

"Hmm" balas Luhan

"Tapi Lu, sudah berapa kali kami katakan, jangan berpergian jauh sendirian" Chanyeol menegur Luhan

"Maaf yeol" balas Luhan

"Untuk apa kesana?" Tanya Sehun

"Hanya rindu ibuku tiba-tiba" lirih Luhan tidak berani bercerita kalau bertemu ayahnya hari ini

"Baiklah. Lain kali kau harus mengatakan pada kami jika sedang rindu ibumu hmm" Kai melembut

"Kalian sibuk" gumam Luhan

"Katakan saja" Sehun menatap tajam Luhan

"N-ne. Mian membuat kalian khawatir" Luhan menundukkan kepalanya

"Tak apa Lu, yang penting kau baik-baik saja." Chanyeol mengusak rambut Luhan.

Luhan mendongak takut dan mendapati yang lainnya juga tersenyum padanya membuatnya mau tak mau merasa sangat bahagia dan menghabiskan makanannya dengan lahap.

..

..

..

"Mwo? Hanya L yang datang" tanya Luhan yang sekarang sedang berbaring di sofa sambil memakan cemilannya dengan kepala bertumpu di paha Kai dan kakinya bertumpu di paha Chanyeol

"Ah yeol, disitu sakit" rengek Luhan saat Chanyeol memijat kakinya

"Iya Lu. Sangchul mana mungkin berani bertemu langsung dengan kita" balas Kai yang bermain dengan poni Luhan

"Pasti dia sangat geram pada kalian" kekeh Luhan

"Sehunnie aaaa" Luhan menyuapi Sehun yang duduk dilantai bersender di sofa yang sedang Luhan tiduri

Sehun membuka mulutnya dan mengunyah snack dari Luhan

"Tadi aku ingin sekali mengambil foto muka jeleknya saat mercedez benz nya kami ledakkan" tawa Chanyeol yang masih memijat kaki Luhan

"Ish kalian curang. Kalian bersenang-senang. Sementara aku? Berkutat dengan pelajaran yang memualkan" protes Luhan

"Kau besok kuliah jam berapa?" Tanya Sehun mendongak agar bisa melihat Luhan yang sedang berbaring disofa

"Jam 8" balas Luhan

"Mwo? Kalau begitu princess Luhan harus tidur. Ayo aku antar ke kamar" Chanyeol sudah berdiri dan menggenggam lengan Luhan

"Aku masih mau main" kesal Luhan

"Tidurlah lulu. Besok kami antar kekampus" balas Kai

"Benarkah?" Tanya Luhan senang

"Iya. Cepat tidur" jawab Sehun

"Araseo. Selamat malam kamjong" Luhan mencium pipi Kai sekilas

"Selamat malam Sehunnie" untuk Sehun, Luhan selalu menciumnya di bibir jika pamitan tidur

"Ish, masih genit pada Sehun hmm" Chenyeol menarik hidung Luhan

"Cium bibirku juga" Kai memonyongkan bibirnya

"Tidak mau. Aku bisa iritasi" balas Luhan dan merangkul lengan Chanyeol menuju kamarnya

"Dasar rusa jelek" cibir Kai tertawa

"Nah, selamat tidur Lu" Chanyeol mencium kening Luhan dan mematikan lampu kamar Luhan

"Selamat malam yeolie. Mimpi indah" gumam Luhan dan tak lama tertidur

..

..

..

Luhan menggeliat resah dalam tidurnya, mimpi buruk tentang ayahnya dan pekerjaan yang ia jalani terus saja menghantuinya setiap malam. Yang paling sering berdatangan di mimpinya adalah ketika ayahnya mengusirnya dari rumahnya sendiri. Luhan tidak pernah bisa melupakan rasa sakit di hatinya sampai sekarang

HAH...HAH..HAH

Luhan terbangun mencengkram dadanya erat, dia selalu merasa sesak jika bermimpi buruk tentang ayahnya.

"Mimpi buruk?" Tanya sebuah suara yang entah sejak kapan sudah disana

Luhan yang masih terengah mendapati Sehun bersender di depan pintu kamarnya

"Sehunnie" rengek Luhan

"Kenapa kau disana?" Tanya Luhan masih terengah

"Kamar kita bersebelahan, tentu saja aku terganggu mendengar suara jeritanmu dalam mimpi yang kau keluarkan" sindir Sehun menghampiri ranjang Luhan

"Maaf" lirih Luhan

"Minumlah" Sehun memberikan air putih pada Luhan

"Gomawo Sehunna" balas Luhan

"Kembalilah tidur" Sehun mengelap keringat Luhan

"Tadi aku bertemu appa dikampus. Dia sedang menjemput saudara tiriku" lirih Luhan berkata jujur

"Lalu? Kau tidak berniat kembali pada orang yang sudah membuangmu kan? Kau tidak bisa meninggalkan kami Lu" Sehun memperhatikan Luhan dengan khawatir

"Entahlah Sehunna. Kami bertengkar lagi, tapi kali ini aku merasa tak tega karena dia begitu kurus dan tampak sakit" lirih Luhan tertunduk

"Aku merindukannya tapi aku sangat membencinya" ucap Luhan yang mulai terisak

"Ssstt...semua akan baik-baik saja" Sehun memeluk Luhan menenangkannya

"Sekarang kembalilah tidur" pinta Sehun membaringkan Luhan dan membenarkan selimutnya

Sehun sudah akan keluar dari kamar Luhan, tapi Luhan memegang tangannya membuat Sehun menoleh

"Temani aku tidur malam ini" pinta Luhan

Sehun tersenyum mendengarnya

"Baiklah, aku bertaruh tidak bisa tidur dikamar yang penuh hello kitty ini" kekeh Sehun yang ikut berbaring disamping Luhan kemudian membawa Luhan ke pelukannya.

"Tidurlah" ucap Sehun mengecup kening Luhan

"Sehunnie" panggil Luhan

"Hmm" balas Sehun

"Aku mencintaimu"

"Aku tahu" balas Sehun

"Lalu kapan kau membalas perasaanku?" tanya Luhan

"Nanti setelah aku tidak memikirkan dia" lirih Sehun

"Tapi ini sudah dua tahun" lirih Luhan

"Aku bukan memikirkan dia karena masih mencintainya Lu. Aku memikirkan dia karena rasa bersalahku. Aku takut sesuatu yang mengerikan terjadi padanya, aku akan mencari tahu tentangnya terlebih dulu, agar tidak terjadi hal yang sama padamu" Sehun menjelaskan pada Luhan

"Aku akan menunggu" gumam Luhan

"Terimakasih" balas Sehun mengeratkan pelukannya

"Sehunnie" panggil Luhan mendongak ke arah Sehun

"Hmmhh" balas Sehun

"Cium aku" pinta Luhan

Sehun dengan cepat pun merengkuh tengkuk Luhan dan menyatukan bibir mereka. Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi menuntut dan bergairah. Kedua insan ini memang tidak pernah bisa menahan diri dengan gejolak perasaan yang ada didalam diri masing-masing. Membuat mereka semakin terlarut dan tanpa mereka sadari, mereka saling membutuhkan satu sama lain

Untuk Luhan, pernyataan cintanya pada Sehun adalah untuk kesekian kalinya, tapi Sehun tidak pernah membalasnya. Bukan karena Sehun tidak mencintainya tapi karena Sehun takut hal yang sama akan terjadi pada Luhan, dia takut hal buruk yang pernah ia alami bersama gadisnya akan terulang pada Luhan jika dia tidak mencari tahu terlebih dulu.

Secara tiba-tiba Sehun melepas pagutannya membuat dengusan sebal dari Luhan

"Hanya ciuman?" Protes Luhan

"Kita bercinta hanya saat kau libur kuliah ingat itu! Kai dan Chanyeol akan menghabisiku jika membuatmu tak bisa berjalan" kekeh Sehun

"Araseo" kesal Luhan

"Tidurlah. Mimpi indah Lu" Sehun kembali mencium bibir Luhan sekilas dan mengelus lembut punggung Luhan agar tertidur

"Sehunnie juga mimpi indah" balas Luhan dan tak lama tertidur di pelukan pria yang sudah dicintainya sejak pertama bertemu ini.


tobecontinued


chap satu cleansheet :p

yang nanyain Chanbaek sama Kaisoo kapan ketemu nextchap waktu nganter Luhan palingan mereka ketemu

hunhan nya lagi "Kita Jalanin Dulu Aja" wkkwkwk