Desclaimer : Tadi udah nelpon akang Masashi, tapi gak diangkat. Yaudah deh Naruto masih jadi hak milik akang Masashi Kishimoto
Genre : Humor/Parody
Warning : OOC, Typo (s), AU
.
.
Akatsuki Koukosei No Nichijou
.
.
Part 3 perbincangan di Telepon / talk at phone
Di sebuah kamar berukuran 5x5 tergeletak sesosok makhluk, eh maksudku seorang manusia berambut ponytail sedang berguling guling di lantai. Entah apa maksudnya akupun tidak tau. Namun yang jelas lelaki ini tidak menderita penyakit epilepsi. Mungkin dia sedang di dera rasa bosan yang amat sangat luar biasa.
"Argh, aku bosan un~" ujar Deidara sambil melemparkan pandangannya ke sekeliling. Tanpa sengaja tangan kanannya menyentuh ponsel berwarna kuning norak persis seperti rambutnya.
"Mending aku telepon bebeibh Sasori saja. Kebetulan tadi siang aku baru mengganti kartu telepon. Sekalian kerjain, xixixi," Deidara pun mendial nomor Sasori.
Tuut..tuut..tuut
"Moshi moshi."
"Halo, bisa bicara dengan Sasori?" tanya Deidara dengan suara yang diberat beratkan.
"Ya saya sendiri."
"Sendiri? Jomblo ya? Khukhukhu~"
'Brengsek! Aku dikerjai bocah sial! Jadi kau berniat mengerjaiku Dei? Awas kau ekor kuda!" maki Sasori dalam hati.
"Sasori, kenapa kau diam saja? Apa aku menyakiti hatimu yang kotor itu? Ohh maafkan mulutku yang lancang ini, Tuan." Ledek Deidara. Sebenarnya ekor kuda ini tidak berminat meledek Sasori. Tapi entah kenapa keisengannya muncul begitu saja.
"Terserah kau sa-.."
Tuutt Tuut tuut
"Loh, kok mati sih? Beraninya kau Sasori mematikan telepon dariku! Kau tidak tau bahwa aku sangat bosan malam ini!" Deidara pun mencoba menelepon Sasori, tapi yang berbicara adalah sang operator.
"Sisa pulsa dalam kartu prabayar anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini. Beli pulsa dong biar bisa nelpon! Dasar miskin!"
Glek
"OPERATOR SIALAN!"
BRAK
Diedara pun membanting ponselnya yang telah menjadi puzzel berantakan.
"P-p-ponselku, hancur."
Sementara itu di rumah Sasori.
"Thanks ya Tayuya, kau sudah mau berpura pura menjadi operator."
"Hn."
~Akatsuki Koekosei no nichijou~
Part 4 Sick/Sakit
Seorang yang memiliki rambut berwarna biru dengan bunga paling norak di kepalanya menandakan bahwa ia adalah wanita. Wanita yang bernama Konan ini sedang mengompres sang partner, Pain yang sedang diserang penyakit yang rentan terjadi pada umur 10 tahun kebawah, Demam. Dengan telaten sang istri, eh maksudnya sang partner mengurus Pain yang sekarat di tempat tidur.
"Konan.."
"Iya ayang~" jawab Konan sekedar.
Plak
"Jangan panggil aku dengan sebutan itu, menjijikkan!" perintah Pain. Konan hanya mengangguk sambil mengusap pipinya yang memerah.
"Aku ingin makan buah apel." Ujar Pain
"B-baik, akan kuambilkan. Tungu sebentar." Konan pun mengambil sepiring buah apel bersama pisau berukuran kecil. Pain yang melihat Konan masuk dengan tangan yang memegang pisau pun lari ke pojokan.
"Ke-kenapa kau tega sekali Konan? Disaat aku sedang tidak sehat kau ingin melakukan ini semua?" tanya Pain sambil memasang raut sedih.
"Apa maksudmu Pain? Aku tak mengerti."
"Kau ingin membunuhku dengan menggunakan pisau itu kan? Jawab aku!"
"Astaga Pain, apa yang kau pikirkan? Aku membawa pisau untuk mengupas apel ini supaya kau enakan makannya." Terang Konan. Pain bernafas lega. Dia pun kembali ke tempat tidurnya.
"Nih," Konan pun menyerahkan sepotong apel yang sudah dikupas dengan penuh cinta, "Enak?" tanya Konan.
"Iya enak, Rasanya kaya apel." Ujar Pain. Muncul 4 sudut siku di kepala Konan.
"Bilang apa?" tanya Konan lagi.
"Apa?" turut Pain
'Grrrrr, sabar Konan sabar, nanti kendor ni kulit.' Konan mengelus elus dadanya. Pain pun ikut mengelus elus dada, dadanya Konan.
"DASAR BOCAH KURANG AJAR!"
BLETAK
Seketika Pain pun pingsan. Konan yang sudah lelah pun meninggalkan Pain sendirian disana. Sungguh ironis.
~Akatsuki Koekosei no nichijou~
-To Be Continued-
akhirnya publish juga :D
semoga kalian tertawa :v
-Miyako Hanabuchi-
