CHAPTER 2

Title:

Between Life, Destiny, and Shinigami

Author:

Rizuchan14

Rated:

T

Genre:

Fantasi, Family, angst dan Friendship

Cast : Sehun x Luhan

Terinspirasi dari Bleach dan Shinigami-Kun~

tapi ide cerita murni berasal dari author sendiri. Kalau ada kesamaan cerita dan ide, berarti kita jodoh *eaaaa

.

.

Please read and review but no bashing.

Kalau sekiranya gak suka langsung klik tombol x (Close) aja ya!

.

.

Happy reading \(^.^)/

.

.

"Yaa Sehun, aku disini ", suara itu terasa dekat dan mulai kesal. Akupun segera melihat sekelilingku. Betapa terkejutnya aku, mungkin aku bisa jantungan jika saja aku hanyalah seorang manusia biasa.

.

.

'tck, shinigami penunggu gerbang itu', batinku ikutan sebal sambil melihat kearah nya yang sedang berterbangan dengan tidak jelasnya di jendela kelasku.

Shinigami itu melambai-lambai kearahku dengan menyunggingkan senyum manisnya, memang manis, tapi tetap saja menyebalkan. Lagipula, untuk apa dia disini. Bisa dibilang dia adalah shinigami yang paling sibuk, lalu kenapa dia bisa ada ditempat seperti ini? Ingin sekali aku bertanya padanya, tapi aku masih normal dan tidak ingin dianggap gila karena berbicara sendiri. Benar, shinigami itu tidak terlihat walaupun dia sedari tadi melayang tepat didepan jendela kelasku dengan senyumnya yang menyebalkan dan sepasang sayap abu-abu yang mulai usang. Tapi walau begitu, bagiku sayap-sayap itu tetap saja indah. Sepasang sayap yang tidak akan pernah kumiliki.

Aku lihat lagi jam tanganku, kelas masih masuk 10 menit lagi. Mungkin itu cukup untuk sekedar berbicara singkat dengan shinigami menyebalkan itu. 10 menit yang menyebalkan lebih baik daripada dia selama berjam-jam tetap melayang-layang dan mengganggu konsentrasi belajarku. Aku pun menatapnya, memberinya kode untuk menemuiku diatap sekolah.

"kenapa kau kesini hyung? ", tanyaku padanya dengan muka datarku setelah kami berada di atap sekolah

"tentu saja aku merindukanmu Sehuna...", balasnya kemudian sambil terkekeh

"hanya karena merindukanku, kau jadi meninggalkan pekerjaanmu? Aku tidak tahu harus senang atau bersimpati. Kau tahu kan kenapa pekerjaanmu adalah yang paling sibuk, karena tidak ada yang menggantikan kalian"

"inilah yang kurindukan darimu", katanya sambil tertawa. "tentu saja ada yang menggantikanku Sehuna, walaupun dia bukan shinigami penjaga gerbang". Aku hanya bisa menaikkan sebelah alisku mendengar perkataannya barusan.

"jadi shinigami pengabul doa yang menggantikanmu? Huang zi tao sshi? ", tanyaku sambil menyelidik tanpa menurunkan alisku.

"ting tong! Kau benar. Setelah sekian lama akhirnya shinigami pengabul doa mengabulkan permintaanku untuk keluar dari tempat yang pengap dan gelap itu. Dan tebak, tentu saja bukan si Huang zi tao yang sombong itu. Apa karena dia terkenal dan setengah malaikat, jadi hanya dia satu-satunya shinigami pengabul doa di alam semesta ini, eoh?" jawabnya dengan sangat cepat dan panjang. Mood nya terlihat langsung berubah setelah aku menyebutkan nama Huang zitao, Shinigami angkuh yang tidak mau berteman dengan satupun shinigami disekitarnya

"iya aku tau. Sebentar lagi bel ku berbunyi. Kau sudah menemuiku kan? Apa kau sudah puas? "

"tentu saja tidak. Sehuna, jarang-jarang mereka mengabulkan keinginanku dan aku hanya memiliki waktu beberapa hari saja."

"lalu..."

"aku ingin sekali hidup seperti manusia. Tolonglah aku Sehuna, hanya kau satu-satunya manusia yang aku kenal. Ajak aku tinggal bersamamu dan ajak aku bermain ke tempat-tempat yang belum pernah kukunjungi", mohonnya sambil memelas.

Bel pun berbunyi.

"akan kupikirkan hyung. Sekarang pergilah, jangan sampai aku berubah pikiran", kataku datar mengusirnya. Hyung ku itu yang sadar telah kuusir hanya mempoutkan bibirnya lucu dan terbang lagi entah kemana dengan sayapnya yang jarang ia pakai itu.

Shinigami barusan merupakan shinigami penunggu gerbang. Tentu saja aku tahu perasaannya. Selama beberapa kehidupan, shinigami itu selalu bekerja tanpa henti diruangannya yang pengap, lembab, berkabut, dan gelap gulita. Tidak banyak shinigami yang mau menjadi penjaga gerbang, karena itu, tidak ada yang bisa menggantikan mereka bila mereka lelah. Aku mengenalnya dengan baik karena aku shinigami pengantar roh. Lagipula, hyungku (shinigami tadi) sangatlah cerewet. Itulah yang membuatnya dekat dengan semua shinigami, kecuali Huang Zi Tao tentunya. Oh, iya. hyungku barusan bernama Byun Baekyun. Walaupun dia bukan saudara kandungku, tapi aku sudah menganggapnya seperti hyungku sendiri. Dan tentang permintaannya untuk menginap dirumah, tidak mungkin aku menolaknya, sedangkan aku tahu betapa sulitnya untuk mendapatkan waktu bersantai seperti ini baginya.

"aku senang kau memperbolehkanku tinggal dirumahmu Sehuna", kata Baekyun sepulang sekolah Sehun. Sehun berlari seperti manusia biasanya sedangkan Baekyun melayang disampingnya seperti hantu dengan sayap yang lebar dan indah

"tidak masalah hyung, tapi bisa tidak jika kita berbicaranya nanti saja. Aku harus bekerja. Aku harus sampai disana dalam 10 menit ", jawab Sehun sambil melihat kearah jam tangannya dan mempercepat laju larinya.

"apa kau mau terbang Sehun? Dengan senang hati aku akan mengantarmu"

"terima kasih dan tidak usah hyung. Aku masih trauma atas kecerobohan yixing hyung. Aku tidak mau mati muda ", jawaban Sehun tersebut malah membuat Baekyun tidak berhenti tertawa hingga mereka sampai di tempat tujuan Sehun, yaitu rumah seseorang yang akan berkabung hari ini.

"kenapa kau lambat sekali, eoh?", kata seorang shinigami dengan mata bulat yang melayang didepan pagar rumah dengan datar. "omo, Baekyun hyung. Aku merindukanmu", katanya lagi dengan senyuman mengembang di bibirnya

"maaf hyung, ada tambahan disekolah tadi. Apa malaikat pencabut nyawa sudah berada di dalam?", tanya Sehun kepada beberapa shinigami yang ada disana.

Shinigami bermata bulat tadi tidak sendirian, ada 5 orang shinigami lain yang bersamanya sedari tadi. Dan mereka semua melayang, 2 diantaranya, termasuk yang menyapa Sehun tadi memiliki sayap yang indah, sementara sisanya tanpa sayap. Tapi intinya mereka semua tetap bisa melayang.

"annyeong Kyungie, aku juga merindukanmu", sela Baekyun diantara pembicaraan Sehun dan para gerombolan shinigami yang salah satunya bernama Kyungsoo

"Xiumin hyung sudah ada didalam. Bersiaplah Sehun, sebentar lagi adalah waktu kematian penghuni rumah ini. Dan Baekyun hyung, setelah kau dipindahkan ke ruang yang sempit dan pengap itu, aku pikir tidak akan bisa melihatmu lagi. Aku ingin bermain denganmu lagi hyung", kata Kyungsoo dengan perbedaan ekspresi yang mencolok antara menjawab pertanyaan Sehun dengan datar, lalu berubah penuh senyuman saat menjawab pertanyaan Baekyun

"Sehun, jangan hanya menatap kami berdua dengan pandangan aneh. Cepatlah berubah menjadi shinigami", kata Baekyun kepada Sehun kemudian

"Oh, jadi Xiumin hyung. baik. Aku pergi dulu hyungdeul", Sehun pun dengan sedikit tersenyum kemudian melewati pagar pemilik rumah yang sebentar lagi akan diantarnya kealam lain. Pagar itu sangat tinggi, namun Sehun terlihat sangat mudah melewatinya. Sebelum kaki Sehun menginjakkan tanah, tiba-tiba baju dan penampilan Sehun sudah berubah mengikuti rupa shinigami yang seharusnya. Rambutnya yang coklat berubah warna, baju seragam sekolahnya juga berubah menjadi baju serba hitam panjang dengan tudung dikepalanya, dan ditubuhnya juga dipenuhi banyak tato yang memang tidak terlihat di badannya yang tertutup, namun terlihat dengan jelas dilehernya. Sehun seringkali bersyukur karena tato itu hanya sampai lehernya dan tidak menutupi wajah tampannya.

Selama beberapa menit Sehun menunggu di depan pintu rumah orang itu, menunggu malaikat pencabut nyawa selesai melaksanakan tugasnya dan memindah tangankan tugas tersebut padanya. Akhirnya orang yang dipanggil Sehun dengan sebutan Xiumin hyung itu keluar dan memaksakan senyumnya pada Sehun. Memangnya siapa yang tetap bisa tersenyum dan tertawa puas setelah mencabut nyawa orang lain. Tidak terkecuali bagi seorang malaikat pencabut nyawa tentunya.

"waktu kematian tepat pada jam 15.47 pm. Kuserahkan sisanya padamu Sehun", katanya tanpa melepaskan senyumannya yang dipaksakan

"aku mengerti. Serahkan sisanya padaku hyung", Sehun pun memasuki rumah tersebut. Sehun bisa melihat roh yang masih terikat dengan jasadnya. Itulah tugas Sehun untuk melepaskan ikatan itu dan mengantarkannya menuju pintu masuk gerbang dunia lain.

Disana, Sehun bisa mendengar isak tangis keluarga yang mulai membuncah tanpa bisa ditahan lagi. Mereka menangisi seorang kakek yang telah terbujur kaku tidak bernyawa. Mereka menangis disana tanpa tahu bahwa yang sedari tadi ditangisi menatap mereka dengan tatapan sedih dan sendu.

"apa kakek sudah siap? ", tanya Sehun pada kakek itu. Dengan tatapan sedih akhirnya kakek tersebut mengangguk. Sehun pun memutuskan ikatan antara roh dengan jasadnya. Sehun lalu menggenggam tangan kakek itu dan berjalan menuju cahaya yang tiba-tiba muncul diruangan itu. Setelah sampai dicahaya tersebut, mereka berdua pun melayang dan sedetik kemudian sudah sampai di ruangan yang sempit, pengap, lembab, berkabut , dan gelap. Iya, itu adalah ruangan shinigami penunggu gerbang. Tugas Sehun sudah selesai sampai disini dan sekarang saatnya Sehun menyerahkan kakek tersebut pada seorang shinigami penunggu gerbang disana yang dikenal Sehun dengan sebutan minho.

Kini, saatnya Sehun kembali ke rumah kakek tersebut. Baekyun pasti masih menunggunya disana dan dia hanya sendirian. Batin Sehun sekarang mulai berkecamuk, semoga saja Baekyun masih disana dan dalam keadaan baik-baik saja. Sehun benar-benar takut jika hyungnya itu diserang kawanan iblis yang memang beberapa hari ini meresahkan kawasan itu.

.

.

TBC

.

.

Hai, ini Rizuchan^^

Terima kasih ya yang kemarin menyempatkan waktunya untuk memberi kritik dan saran di akun Amechan95. Maaf belum bisa rizu balas dan gak bisa rizu sebutin namanya. Maaf juga karena sekarang Rizu pindah ke akun ini. Karena sebenarnya yang menjalankan akun ini adalah Amechan95. Hehehe^^. Tolong baca juga karya amechan95 dan karya-karya kami dimasa mendatang yaa…

Rizu suka banget sama cerita-cerita fantasy. Mungkin itu juga yang membuat Rizu suka sama EXO yang memiliki super powers dan lirik lagunya juga fantasi banget. Terkadang rizu pengen ngepost karya fantasy Rizu tentang member EXO dan element nya. Tapi gak jadi karena banyak banget cerita serupa dan keren-keren pastinya.

Dan semua karya Rizu itu murni dari pemikiran Rizu sendiri karena Rizu hobi banget nonton film dan drama apalagi yang genre nya fantasy. Karena itu, kalo ada kesamaan ide mohon maafin Rizu ya.

Salam sayang Rizu buat readers sekalian. Hehehe^^