Dissa : " Ohayooou! Yooou! " *triak-triak*

Yukimura : " Dissa-dono.. Jangan lebai deh.. " *sinis*

Dissa : " Dissa kira FF ini ga bakal dapet review. Humph. Tapi taunya ada yang nge-review! Yokatta! "

Motochika : " Tapi itu bukan berarti cerita ini mendadak populer loo.. "

Dissa : " Ayem tempe, tempe! Yang pertama adalah review dari Meaaaa! Iya, Matsunaga memanglah cowok yang sombong dan angkuh! Aku sebenarnya juga ga suka, tapi dia kuakui powernya gede, biar kesannya medeni wae. "

Yukimura : " Serius? Sama aja tuh.. "

Dissa : " Ya beda laah! Tsubako! Kenapa kamu bernama Tsubakoo?! " *nyeret OC Dissa*

Tsubako : " ITU KARNA KAU YANG MEMBERIKU NAMA TSUBAKOOO! " *hajar Dissa dengan 20 hits combo*

Dissa : " Habis.. Ga nerima elu dipanggil TsuT**! "

Tsubako : " Hmph! Itu kan, cuma iseng aja si Mea! "

Dissa : " Yowiss.. Thanks ya! Yang kedua dari GabriMicha Runa! "

Motochika : " Yeee! Runa Lhaphine Suzaku itu menyukai couple MotoMoto! "

Dissa : " Brani banget lu nyebut old pen name nyaa! "

Motochika : " Kaharepkuhu! "

Dissa : " Hmm.. Soal sfx, Dissa masih belum bisa bikin bold, italic, dan kawan satunya itu. Kalo di Iphone memang ga mau! Dia maunya tulisan plain itu. Kesel kan? Kan? "

Yukimura : " INTERNEEEEET! KENAPA KAU MENYIKSA FANFICT DISSA-DONOOOOO! " *nonjok Speedy milik Dissa*

Tsubako : " Ya tanya produsernya dong o'on! "

Yukimura : " KAU BILANG AKU APA TSUBAKOOOO?! " *hajar Tsubako dengan Rekka*

Dissa : " Tapi sekarang, Dissa usahakan biar Thor Runa bisa ngerti sfx nya. Yang sfx bakal Author kasih tanda petik satu ('). Ini sementara doang kok. Kalo dokumennya bisa lagi, akan segera diedit koo.. Yang normal ya.. Normal. "

Motochika : " Oke! Yarou domou, mari kita teriak ke reviewers! "

Anak buah (?) : " ANIKIIIIEH! ARRIGATOU MEA AND RUNAAAA! YEEEEAAAH! "

Dissa : " Bener tuh. Tanpa review kalian, Dissa mungkin akan menghapus habis cerita ini.. "

Yukimura : " And enjoy the story! "

Dissa : *kaget* " HOI! ITU KALIMATKU BERIKUTNYAAA! "


MASAMUNE'S P. O. V.

" Lets go to Odawara! Yeahaa! " Teriakku sambil menaiki kudaku.

TEP, TEP, TEP..

" Oi, Kojuurou! Kita ngarah langsung ke Hisahide! Mau? " Tawarku ke Ryuunomigime, Katakura Kojuurou.

" Terserah Masamune-sama! Kono Kojuurou... Siap kapanpun! " Kata Kojuurou.

" Hmph! Alright! DOOM! " Aku menyuruh kudanya lebih cepat lagi. Diikuti pasukan-pasukanku di belakang.

" Kira kira dimana ya, si temee itu? " Kataku pelan sambil mengalihkan pandanganku ke kanan. Lalu ke kiri. Tentu saja aku mau mencari dan langsung menghajar si TEMEE itu! Namun, secara tiba-tiba...

DUUAAAAAAR!

" STOOP! What's that? " Tanyaku heran sambil memberhentikan para pasukan.


Chapter 2 : Welcome to Your New Home!

" Kojuurou! Apa kau tau apa itu? " Tanyaku, berharap dia mengetahuinya.

" Hmm... " Kojuurou mencari di setiap sudut. Dan saat itu, dia melihat orang berteriak di suatu tempat yang dikelilingi api di mana-mana.

" LARILAAAAH! " Teriak orang tersebut.

" Sebelah situ, Masamune-sama! " Teriak Kojuurou menunjuk orang tersebut. Dan kualihkan pandanganku ke arah yang ditunjuk Kojuurou.

Aku mengguyahkan lidahku, dan berkata sambil menyuruh kudaku berlari.

" PERFECT! HAAA! "

Diikuti para pasukan, aku mengarah ke orang tersebut. Sesampai disana... With a little naughty trick, haa! Aku merebut orang tersebut ke pandanganku.

" Hei! " Bentakku ke orang tersebut.

" WOOOOOAAAAAKH! Omainaa?! " Jeritnya. My God! Aku berhasil membuat dia histeris sangat!

" OSHUU HITTOU, DATE MASAMUNE! Sebenarnya apa yang terjadi disanaa? " Kataku memperkenalkan sekaligus nanya.

" Apa ada sesuatu disana? " Tanya Kojuurou pula.

" Benar! Si Temee Matsunaga Hisahide! Dia ada disana! Dan masalahnya disana ada seorang gadis yang terperangkap! Bagaimana kalau dia tewas? " Panik orang itu.

" So thats it! Matsunaga! " Seruku kesal.

" Pasti gadis itu nyawanya lenyap sekarang! Dia itu susah dihantam! " Kata Kojuurou.

" Hiks... Padahal aku ingin membantu... Tapi, aku tak bisa... Aku takut! " Kata orang itu lagi.

" Hmm... Maybe, I can help her. " Kata Masamune dalam hati.

" Hufff! Huff! " Orang itu sangat pasrah. Well, sudah pasti a normal villain akan begini kalau keadaannya mendesak.

" Then, I will help! Maksudku, aku akan mengurus Matsunaga! Yeaah! " Kataku orang itu.

" Hontou ni? " Tanya orang itu.

" Begini saja. Aku dan Masamune-sama akan mengurus Hisahide dan gadis itu. Sementara kau cari saja pengungsian yang aman! Semakin lama kau pergi, kau juga korbannya! " Kata Kojuurou.

" Kalian benar-benar akan menyelamatkan dia kan? " Kata orang itu agak khawatir. Dan orang itu langsung mencari pengungsian.

" Tentu saja! I'm a Daimyo! " Sorakku. Kemudian, aku dan Kojuro hendak memasuki wilayah yang dimaksud orang tadi, as we planned, tapi...

CKREEK!

" OMAI... JANGAN KIRA AKU INI LEMAAH! "

Gadis itu menyiapkan ropped shuriken ke arah Matsunaga. How bravery are you, lady? Huh?

" Kojuurou! Lebih baik kita amati dulu pertarungan ini! Interesting! " Kataku menghentikan Kojuurou yang mau lewat begitu saja.

Kojuurou baru menyadari kalau ternyata dugaannya salah. Gadis itu melawan. Alone.

" Sugoi! Belum kulihat gadis penantang Matsunaga seperti ini! " Kagum Kojuurou.

Kami berdua pun melihat gadis itu dan Hisahide bertarung.

CKREEK! DUUAAAAR!

" Nani? " Teriak gadis itu. Dia rupanya terhempas akan api Temee Matsunaga. Come on, girl! Try it again!

" Masamune-sama! Sepertinya gadis itu berada dala- " Aku sengaja memutus kalimat Kojuurou. Aku sudah tahu apa yang mau ia katakan : DANGER!

" Let it! Justru gadis ini bagus menjadi umpan! "

" Tapi bukannya itu namanya tega ya? " Tanya Kojuurou.

" She's only get a little wound! Kita tak perlu terlalu panik padanya, Kojuurou! Lihat saja muka kegigihan itu. " Kataku agak kasar.

" Ha-haa... " Kata Kojuurou sambil membungkuk hormat ke Masamune.

Gadis itu menyerang dengan combo-combo yang menurutku... Average. Hmm... I'm started to like her, I guess. Tapi sayang, Matsunaga menepis setiap serangannya.

" Baiklah, sepertinya kau takkan dapat sampai kapanpun itu, nak kecil. Meski kegigihanmu itu tinggi, apa gunanya kau melawanku? Jangan sok kuat deh! Padahal kekuatanmu masih terletak di ranking para idiot! "

GLEEK!

WHAAT? Matsunaga barusan mengatakan IDIOT pada gadis itu! I can't accept it!

" NAN DATTOOOO?! " Teriak gadis itu kesal.

" STOOOOP! " Teriakku. Dan saat aku hendak kesana...

GLEB!

" Masamune-sama! Gadis itu dikelilingi oleh percikan api! Sepertinya jika kau gunakan jurusmu, justru percikan api itu makin ganas! Juga lapang pertarungan akan makin ribut! " Kata Kojuurou mengingatkan. " Lagi pula, Masamune-sama yang bilang kalau kita tak perlu panik! "

" Itu tadi, Kojuurou! Kukira tadi gadis itu berhasil melawan! "

" Sudah, Masamune-sama. Ini percuma saja! "

" HOW DO WE KNOW WHEN WE DONT TRYY? "

" TAPI.. "

" WAAAAAAAKH! " Jerit gadis itu. Dan beberapa saat kemudian...

DUAAAAAR!

" Lemah sekali dia... " Kata Hisahide, meninggalkan gadis itu sendiri tak berdaya. Shit! Padahal mau langsung kuhajar dan kucekek-cekek dia!

" MATSUNAGAAAA! " Teriakku kencang.

" Masamune-sama! Lebih baik kita hajar dia lain waktu! Sepertinya... Akan lebih baik pula jika kita cek keadaan gadis itu dulu! " Kata Kojuurou.

" But! Matsunaga wa... MATSUNAGA WAAA! " Teriakku kesal.

" SUDAAAH! " Kojuurou malah headshot kepalaku.

" Cih... " Desahku pelan. " Apa yang kita lakukan sekaraang? " Tanyaku.

" Seperti kau sekarang harus mulai menuruti perkataanku, Masamune-sama. " Kata Kojuurou.

" Kalau begitu, ayo kita periksa. Siapa tau dia hanya siuman. " Kataku.

Aku dan Kojuurou langsung mendekati gadis itu. Meski aku tak kenal dia, sepertinya gadis ini... Akan menjadi orang yang menarik bagiku.

TEPP!

" Hmm.. Kojuurou! "

" Haa? "

" Coba kau periksa detak jantungnya! Aku lagi lazy. "

" Haa! Ganbatte masu! "

Kojuurou mendekatkan telinganya ke jantung gadis tersebut.

DEG DEG.. DEG DEG.. DEG DEG..

" DIA MASIH HIDUP, MASAMUNE-SAMA! " Teriak Kojuurou.

" She's still alive? Yokatta! " Teriakku.

" Hmm? Tampaknya kau menyukai gadis itu ya? " Tanya Kojuurou sinis.

" Ekh? Dare ka? Aku hanya bersyukur dia baik-baik saja! Masa' kita malah memperburuk orang sih? " Kataku. Sebenarnya aku sedikit bo'ong sih.. Aku lumayan menyukai gadis itu untuk menjadi pasang tempurku selain Kojuurou. Kuharap Kojuurou tidak mengetahui ini!

" Bener juga ya, Masamune-sama! Ya sudah, sekarang kita apakan gadis ini? Sepertinya penduduk di sekitar sini sudah tiada. " Tanya Kojuurou.

Wow.. Nice chance! Mungkin aku bisa mengurus a little ke gadis itu.

" Mari kita rawat dia! " Teriakku.

Kojuurou terdiam 5 detik. Kemudian langsung kaget banget.

" SERIUS KAU AKAN MERAWAT GADIS INI, MASAMUNE-SAMAA?! " Tanya Kojuurou.

" Of course! Gadis ini sepertinya sendirian! Mari kita rawat sementara. " Kataku.

" TAPI, BUKANNYA KITA BISA MENCARI TEMPATNYA DAN- " Aku memotong kata-kata Ryuunomigimeku.

" DON'T MAKE SOME REASONS! I AM OSHUU'S HITTOU! " Teriakku. Nah, Kojuurou pasti tak dapat mencari alasan lagi.

" Ka-kalau begitu... Kita rawat dia! " Teriak Kojuurou.

" Yes! Yes! Finally! " Teriakku dalam hati. Mukaku senang banget mendengar jawaban Kojuurou. Langsung Kojuurou menatapku heran.

" Masamune-sama.. Kenapa? " Tanyanya.

GLEK!

" O-oh.. Nande mo nai, Kojuurou! Lets go! Examine her up! Yeah-haa! " Teriakku. Aku mulai mengangkat gadis itu, tapi aku agak keberatan, maka.. Of course..

" Kojuurou! Need some help! "

" Hmm? " Desahnya yang baru hendak keluar dari kawasan.

" Bantu angkat dia dong! Naikkan ke kudaku! " Perintahku.

" Haa! " Kojuurou pun membantuku. Gadis ini kuangkat di atas kudaku, lalu aku membenahkan sedikit tubuhnya, supaya aku bisa duduk sekalian di kudaku.

" STRAIGHT TO OSHUU! " Teriakku keras.

" HAAAAA! " Teriak yang lain. Lalu, kami semua mengarah ke tanah asal kami, Oshuu.

" Matsunaga.. I'll revenge you! TEMEE! " Kataku dalam hati.


Beberapa saat kemudian, sesampai di Oshuu, tepatnya di dojoku..

" STOOP! " Teriakku.

TEP.

" Kojuurou. Angkat gadis ini ke ranjang. Sementara aku yang akan merawatnya. Okay? "

" Haii, Masamune-sama! Kono Kojuurou, isshouni anata wa ganbari masu! " Kata Kojuurou. Segera Kojuurou melakukan tugasnya yang cukup berat itu.

Sementara aku, aku menyiapkan sebaskom air panas dan kain untuk mengompres gadis itu.

" Young lady.. Hope u'll be alright. " Kataku dalam hati.


TSUBAKO'S MINDS P. O. V.

Sekarang aku berada di pintu menuju akhirat. Yaa... Aku selamanya menjadi gadis yang normal. Sepertinya, impianku terhempas sekarang. Benar saja apa kata orang itu. Aku lemah... Selamat tinggal, dunia. Dan selamat datang, kehidupan baruku.

" TSUBAKO! KAU TAK BOLEH BERHENTI SEKARAANG! "

Haa? Suara siapa itu? Aku menoleh kesana-kemari mencari sumber suara.

" Kau tak perlu mengetahui siapa aku! Karena tubuhku ini takkan terlihat. " Kata suara itu.

" Owh. Warui na.. " Kataku pelan.

" Daijoubu! Wajar saja... " Kata suara itu.

" Hehe.. Jadi, apa maksudmu aku tak boleh berhenti? "

" Tentu saja tidak! Kau tidak lemah tau! Lihatlah dirimu! Kau adalah seseorang yang gigih! Sosok sepertimu tak boleh mati! "

GLEEK!

" Tapi... Musuh itu... Maksudku, Matsunaga! Dia sangat su- "

" Aku mengerti itu, Tsubako. Namun, jika kau menyerah, dunia akan semakin hancur! Hanya kegigihanmu yang bisa mengalahkannya! "

" Aku sudah tak yakin lagi! Keyakinanku sudah patah! Aku ingin keluar dari impianku! Lagipula orang itu benar.. AKU ADALAH SEORANG IDIOT! AKU INI SOK KUAT SAJA! DAN AKHIRNYA AKU MENJADI KORBAN YANG PERCUMA! " Aku menahan tangisku.

" TAK BOLEEEH! TSUBAKO! KAU BUKANLAH SEORANG IDIOT! JANGAN RENDAHI DIRIMU SENDIRI! KAU HANYA MEMERLUKAN PENGALAMAN! "

GLEEK!

" Pengalaman? " Tanyaku pelan.

" PENGALAMAN YANG BANYAK, KEYAKINAN YANG KEKAL, DAN KEGIGIHAN YANG KUAT! JIKA KAU MENGGABUNGNYA, KAU AKAN MENCAPAI IMPIANMU! MESKI KAU PERNAH GAGAL, COBALAH TERUS HINGGA KAU BERHASIL! "

Woow... Aku terkejut. Suara ini sangat memotivasi, tapi...

" Bagaimana caranya? "

" Oleh karena itu, Tsubako! Kau harus tetap hidup! Hidupmu akan lebih bagus, aku yakin. "

Aku terdiam sejenak. Mataku menajam, tanganku makin mengepal. Tubuhku turut kutegapkan.

" Benar juga! Aku masih harus hidup! Aku hanya memerlukan latihan dengan musuh yang cukup tangguh. Aku harus mencarinya! Supaya... Aku bisa mencapai impianku! " Kataku dalam hati.

" BAIKLAH! AKU BERJANJI! Aku akan membanggakan diriku! Dan warga negaraku! " Kataku senang. Pintu kehidupan dunia terbuka, kemudian aku memasukinya.


TSUBAKO'S NORMAL P. O. V.

Kubuka mataku. Aku melihat keadaan sekitarku. Sepertinya ini bukan rumahku... Sepertinya juga bukan rumah tetangga atau temanku. Hah? Aku terbaring di atas ranjang kain dan dikompres? Berarti harusnya ada orang di dalam dojo ini!

" Ore wa doko? " Tanyaku. Tiba-tiba saja...

TEPP! TEPP! TEPP! TEPP!

" Hmm! Rupanya kau sudah sadar ya, young lady? " Tanya seseorang.

" Huh? " Kagetku.

Aku menoleh ke pintu masuk. Dan ternyata orang itu ternyata tak hanya satu! Tapi dua! Yang satu berambut coklat, menggunakan penutup mata di mata kanannya. Dia menggunakan hakama putih birunya. Yang satu lagi rambutnya coklat juga, namun coklat yang lebih tua. Ada bekas lecet di sebelah kiri mukanya. Bajunya coklat, ada garis birunya sedikit. Celananya mungkin bewarna krem. Dia lebih tinggi dari orang yang satunya.

Hei... Kurasa aku mengenal kedua orang ini... Sepertinya dia bernama Date Masamune. Dan yang satunya itu, Kata... Kata.. Kataku... Siapa ya yang satunya?

" A-anata wa? " Tanyaku heran.

" Oshuu Hittou! Date Masamune! " Kata orang yang berpenutup mata itu. Kan! Masamune namanya!

" Washi wa ryuunomigime! Katakura Kojuurou! Yoroshiku! " Kata orang yang ternyata namanya Katakura Kojuurou itu.

" Ke-kenapa? Kenapa aku ada disini? "

" Kami menemukanmu saat kau melawan Matsunaga! " Kata Masamune.

" Owh.. Tapi kenapa aku disini? Kukira aku masih berada di Odawara? "

" Well.. Nanti saja kita membahas itu, young lady! The important is.. " Masamune berdehem dan teriak. :

" WELCOME TO OSHUU! YOUR NEW HOME! "

GLEEK!

Apa yang dia bilang barusan? My.. New... Home?!

TO BE CONTINUED...


Dissa : " Yoosh! Ini chapter 2 nyaa! "

Motochika : " Sepertinya, cerita ini agak ga jelas ya, Dissa? "

Dissa : " Mungkin.. Dissa kan memang agak baka kalo bikin ginian! Hiks.. "

Yukimura : " Jangan depresi dong! Kau pasti bisa! "

Dissa : " Hnn... Semoga. Minat untuk review ga, minna? Kalau bisa, jangan jadi silent readers disini! Onegai jimasu! Beri Dissa beberapa masukan yaa~ "