Disclaimers: seluruh karakter di kuroko no basuke adalah milik Tadatoshi Fujimaki

Rating: M

Relationship: atsushi murasakibara x tatsuya himuro dan ayah x bunda

Genres & Warnings: Mesum (?) yaoi. smut

Author Notes: dirty talk dan frontal description.

MY LITTLE TITAN

Chapter 2

.

.

.

Dan semenjak malam pertama mereka waktu itu (Ambigu), Atsushi tidak mau lepas dari tatsuya lagi.

"muro chin, Atsushi mau tidur disini." Atsushi lengkap dengan guling wortel raksasanya tiba-tiba muncul di malam hari dan meminta bobok bareng.

"Atsushi kan sudah besar, lebih baik tidur sendiri ne..." dengan lembut Tatsuya menolak tetapi wajah Atsushi yang bagai anak anjing kesepian meluluhkan hatinya.

"hari ini saja ya."

"ne... "

Dan tatsuya tidak menyadari perubahan ekspresi adiknya ketika ia mengizinkan adik kecilnya itu berbagi spacedi tempat tidur singlenya yang berseprei putih.

atsushi berbaring dan memepet tubuh langsing kakaknya ketembok hingga ia sulit bergerak.

"Ah atsushi...ni-san kesempitan."

tetapi bukannya menjawab ataupun bergeser atsushi malah menyarukkan kepalanya ke celah kaos tatsuya seperti anak anjing.

"atsushi..." dan tubuh tatsuya mulai bergetar ketika lidah hangat nan basah mulai menjilati perutnya.

"Slurppp...ccckkk..ccppkk.." Atsushi menjilat dan menghisap dengan lapar

Tatsuya sendiri hanya bisa memeluk gudukan besar dibalik kaosnya dengan wajah memerah.

"Aanggh..geli atsushi..."

namun bukan atsushi namanya kalau ia tidak menghabiskan makan malamnya.

ia menjilati dan menggigit perut, dada dan puting tatsuya.

meninggalkan jejak di mana-mana seolah mencari bagian tubuh tatsuya yang paling lezat.

"Anggghh...aaahh..." Atsushi menyukai rintihan tertahan dari bibir tatsuya ketika ia mengulum bulatan kecil di pucuk dada kakaknya yang tampan itu.

atsushi yang mulai pengap karena deru nafasnya sendiri menyingkap kaos tatsuya kasar sebelum melahap putting tatsuya bulat-bulat.

dan Tatsuya merasakan geli dan sakit yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

"Atsushi hetikan."

"murochin. aku sudah lama tidak punya oka-san" atsushi berbibicara dengan sedih "aku mau tahu rasanya menyusu di dada oka-san."

dan Tatsuya yang baik percaya pada kata-kata adiknya itu.

"tapi dadaku tidak ada susunya." bisik tatsuya lemah.

Tatsuya malu sendiri melihat atsushi menjilati putting susunya dengan rakus sampai-sampai benang saliva menghubungkan putingnya yang membengkat dengan bibir stsushi yang kelaparan.

"Tidak apa murochin. rasa putting murochin enak. seperti marsmallow"

wajah tatsuya kembali memerah dengan sukses. ia mengihklaskan kedua puting susunya di ekspolorasi oleh anak SMA penuh rasa ingin tahu bernama Atsushi.

lidah hangat atsushi melingkupi putingnya yang menegang. memberikan rangsangan ke sekujur tubuhnya walau tatsuya menahan rasa itu sekuat tenaganya.

namun ketika lubang putingnya bergesekan dengan lidah hangat itu. tatsuya tidak bisa menahan desahannya lagi.

"OOhhhh...atsushi..." jemari lentik tatsuya menyusuri sela-sela rambut panjang atsushi.

Atsushi tersenyum samar dalam kulumannya. menyukai reaksi sensual dari kakaknya itu.

"Iya murochin...enak kan?"

"Anghhh..angghhh..anghh.."

Dan malam itu Tatsuya jatuh tertidur dengan bibir atsushi yang tidak mau lepas sedikitpun dari dadanya.

.

.

.

"Tatsuya sayang, kamu kenapa? kurang tidur?" kise menatap anak sulungnya yang tampak lesu sambil meyiapkan sarapan pagi mereka sekeluarga.

Tatsuya menggeleng walaupun matanya terasa berat dan puting susunya sakit karena semalaman menyusui bayi titan raksasa

"jangan terlalu banyak main game Tatsuya." Aomise sang kepala keluarga berkomentar serampangan sambil memakan sarapannya sebelum berangkat ke kantor. seragam kepolisian setempat melekat di tubuhnya yang atletis.

"ih ayah, emangnya Tatsuya seperti dirimu yang banyak mein game. Tatsuyaku ini pasti capek karena kebanyakan belajar." Kise menjawab heboh ala ibu-ibu.

tapi aomine malah mengelus pinggul kise yang berdiri disampingnya dengan mesum sebagai jawaban.

"aduh ayah. ini di depan anak-anak" kise menolak, tetapi wajahnya malah terlihat senang.

siapa suruh ibunya hanya memakai shortpants pendek, kaus lengan buntung dan apron pink berenda di pagi hari. mengekspose tubuh putihnya habis-habisan

"iya, terserah padamu saja, nih bun aku nambah." Aomine menyodorkan mangkok dan kise dengan sigap mengambilkan nasi untuk suaminya tersayang itu.

entah panggilan sayang ayah bunda itu berasal dari bahasa apa. yang jelas kedua pasutri ini menggunakan istilah tersebut untuk memanggil satu sama lain.

kise mengecup pipi aomine ketika mengembalikan mangkuk yang sudah di tambahi nasi.

pasutri ini terlalu banyak bermesraan sendiri. maklum lah masih pengantin baru.

"otosan, okasan kami berangkat dulu ya, yuk atsushi"

entah pasutri itu mendengar atau tidak karena mereka sudah mulai sibuk berciuman. Tatsuya hanya senyam-senyum saja melihat kemesraan kedua orang tuanya.

Atsushi sendiri hanya menatap malas kedua orang tuanya.

"Kami berangkat"

"dadaahhh... hati-hati ya di jalan." kise melambai dengan semangat diatas pangkuan aomine sementara aomine hanya tersenyum khas bapak-bapak yang sedang mengantar anaknya sekolah.

Baru saja pintu depan rumah mereka tertutup suara mencurigakan sudah terdengan dari dalam sana.

"anghh ayah sabar sedikit."

"bagaimana aku bisa sabar kalau kau menggodaku dengan pakaian seperti ini?"

"Tunggu-tunggu bajuku bisa sobek..ahh.. pak polisi tolong aku mau diperkosaa...hihihi"

"bagaimana jika yang memperkosamu justru seorang polisi hmmm?"

"emmppckkk ahhhh...anghhh..pak polisi, rape me please."

dan suara deritan meja makan menandakan ada aktifitas fisik diatas sana...

.

.

.

Atsushi menatap tidak suka ketika orang-orang di sekeliling mereka menatap Tatsuya dengan kagum.

banyak orang bilang Tatsuya ini benar-benar mirip ibunya.

bukan, bukan dari kemiripan wajah tetapi dari auranya.

Tatsuya memiliki aura dan feromon sensual yang yang persis seperti sang model terkenal, kise.

bahkan ekspresi malu-malu seakan siap di Rape itu juga mirip.

benar-benar kelebihan yang berbahaya.

"Kenapa atsushi" Tatsuya bertanya polos ketika Atsushi merangkulnya dan mempelototi orang-orang yang memandangi kakaknya dengan tatapan mesum.

"Tidak apa-apa murochin"

dan Tatsuya hanya tersenyum tanpa prasangka ketika adiknya merangkulnya.

ketika kereta mereka datang dan Atsushi semakin melekat padanya.

ketika diantara kerumunan orang di dalam kereta yang penuh sesak atsushi menyudutkannya di pintu dari belakang.

dan senyuman Tatsuya baru menghilang ketika pelukan itu berubah menjadi rabaan.

Untunglah tubuh raksasa Atsushi menutupi Tatsuya sepenuhnya dari pandangan.

tidak ada space lagi untuk menjauh dari adiknya yang mulai horny ini dan tatsuya hanya bisa mengepalkan tangannya ketika tangan besar itu meremas penisnya kasar.

"Atsushi kumohon." Tatsuya berbisik panik ketika dirasakannya tangan Atsushi mulai menurunkan resleting celananya dan memasuki celana dalamnya.

"Murochin harus berjanji padaku..." Atsushi berbisik sambil mulai mengocok penis Tatsuya yang masih tertidur.

"Engh janji apa ahh..." Tatsuya mati-matian menahan desahannya.

"Mandilah denganku malam ini..." bisik Atsushi tepat di telinga Tatsuya. dan tatsuya merinding. penisnya menegang seketika.

wajah tatsuya memerah parah sementara lututnya melemas. tidak tau harus menjawab apa.

"Muro chiinn..." desah Atsushi lagi dan precum merembes dari lubang penis tatsuya.

Tatsuya menyenderkan dahinya di pintu kereta. menyerah dengan semua rangsangan ini. ia ingin klimaks.

"anghh..Baiklah atsushi.."

Di detik atsushi mendengar jawaban itu ia langsung mempercepat kocokannya.

membuat Tatsuya melenguh dan gemetar dalam kenikmatan.

Tangan kiri Atsushi menyekap mulut Tatsuya yang mulai hilang kendali.

dan beberapa detik berikutnya tubuh Tatsuya menggelepar kecil diiringi dengan ledakan cairan di bawah sana.

Atsushi merekam ekspresi kenikmatan tatsuya dalam ingatannya.

"Ahhhh kakaknya ini memang seksi sekali" Fikir Atsusi dalam Hati.

.

.

.

yup dikit lagi puasa dan saya malah buat beginian.

wakwakwakwak.

yasudahlah. chapter berikutnya akan di post di malam hari :p

sengaja saya buat progress NC an mereka naik sedikit demi sedikit.

Bagaimana? Apakah ada yang suka?

silakan meninggalkan jejak. Terima kasih