Their Problem
Akhirnya bel tanda istirahat ke-2 terdengar. Jou langsung menyeret Yugi yang udah mau kabur dari panggilan guru. Dia mau main deck lagi. Tapi akhirnya deck-nya tu anak diambil Seto, disita, biar dia pergi ke kantor guru.
"Jooooouuuu... pengkhianat luuuu...!!!" teriak Yugi sambil meronta-ronta. Jou kepaksa nyeret kerah Yugi, meski diliat anak-anak satu lorong sekolah. Tapi karena udah biasa, anak-anak sekolahan gak heran lagi liat pemandangan itu.
------
"Baiklah... Mutou, saya mau berbicara denganmu... Kalau Katsuya, kepala sekolah mau bicara denganmu"
Jou semakin khawatir. Dia ngerasa nggak berbuat salah. Padahal dia udah nggak pernah telat lagi ke sekolah, kalo guru ngomong didengerin, nggak pernah berantem lagi (kecuali kalo perlu), nggak pernah bolos, selalu ngerjain PR... lalu masalahnya apaan? Jounouchi cuma berjalan tegang ke ruang kepsek.
"Nah, Mutou... sekarang saya mau bicara soal"
"...nilai, pak... iya... saya ngerti"
"Kalo udah ngerti, kok masih aja dapet nilai jelek? Kalo kamu ujian ini nggak dapat nilai 7 keatas... saya nggak yakin kamu bisa naik ke kelas 3"
"Lo, nggak pa-pa, pak...!" Yugi malah cengar-cengir, tentu aja gurunya bingung.
"Nggak apa-apa gimana? Kamu nggak khawatir bakal tinggal kelas"
"Bisa kelas 2 sekali lagi'kan asik! Bisa ketemu adek-adek kelas yang cantik-cantik... Lagian apa bapak nggak bakal kangen sama saya kalo saya naek kelas 3?" Yugi malah sante-sante aja sambil berhaha-hehe. Tentu aja Tsugi-sen makin kebingungan.
"Kamu sama sekali nggak panik?" . "Nggak, pak... saya panik kalo keabisan duit doang"
"Po...pokoknya kamu harus naik ke kelas 3, Mutou...! Ntar kakekmu bisa jantungan kalo kamu nggak naik kelas...!" Tsugi-sen tambah panik, khawatir, plus bingung. "Tenang, pak... stok obat jantung Jii-chan masih cukup kok, apalagi kalo saya baru jatoh dari genteng.
Tsugi-sen cuma terduduk lemas sambil menghela napas panjang sekali.
"MUTOOOUUUU... KAMU BISA DI-DO DARI SEKOLAH...!!! POKOKNYA UJIAN KENAIKAN KELAS 3 KAMU HARUS LULUUUUUU...SSS...!" teriakan Tsugi-sen terakhir menggema sampai kedengeran di Alcatraz. (yang bener aja?)
------
Pulang sekolah, ke tujuh murid SMU Domino itu duduk-duduk dulu di deket stand takoyaki di taman kota. Masing-masing makan takoyaki dengan lahap. Cuma Yugi dan Anzu yang makan takoyaki-nya sepiring berdua. Jangan salah sangka dulu. Ini bukan mereka mau mesra-mesraan, tapi karena dua-duanya sama-sama kere, jadi, bayarnya ya berdua... makannya berdua, pake acara rebutan lagi!
"Yugi bakal tinggal kelas?" tanya Otogi sambil meniup takoyakinya yang masih panas.
"Itu kalo dia nggak lulus ujian kenaikan kelas 3..." jawab Ryo sambil ngunyah takoyakinya. "Lu nggak panik, Yug?" tanya Honda sambil minum Coca Cola-nya.
"Buat apa? Hidup cuma sekali... ngapain kita mikirin yang susah-susah... mendingan seneng-seneng... tul' gak?" jawab Yugi santai sambil makan takoyakinya. Honda, Otogi, Ryo, dan Seto cuma geleng-geleng.
"Yeee... Kalo Yu-chan di DO beneran gimandang? Khan Jii-chan yang bakal syusyah..." sahut Anzu setelah menelan takoyakinya. "Yeee... bawel lu...! Ujian kan masih 2 minggu lagi... mendingan sekarang kita seneng-seneng...! Tul gak Jou???... Jou? Lu kok bengong aja...?" tanya Yugi.
"Eh? Ng... nggak apa-apa..." Jounouchi kembali memakan takoyakinya. Ia kelihatan menutupi sesuatu setelah ketemu sama kepsek tadi.
"Tadi sensei ngomong apa sama kamu...? Masalah nilai juga...?" tanya Seto sambil minum green tea botolannya. "Nggak, nggak ada apa-apa kok..."
"... kayaknya kamu nyembunyiin sesuatu..." Yugi menatap Jou dengan tajam (...setajam silet!... Emang acara infotainment...?)
"Nggak kok... Aduh!" Akhirnya kepala Jou basah kuyup karena Honda menyiramnya dengan coca cola. "Bo'ong sekali lagi kutumpahin semua coca cola-nya ke kepalamu...! Ayo ngomong! Ada apaan...???" ancam Honda.
"Iya, ada apaan? Yang jujur! Ntar kutumpahin ni takoyaki ke kepalamu juga!" ancam yugi ikut-ikutan, tapi kemudian Anzu merebut takoyaki dari tangan Yugi. "Jangan! Sayang tauk!"
"Udah, mendingan kamu ngomong aja ke kita..." Ryo berusaha menenangkan Jou yang tampangnya jadi tambah nelangsa.
"I... iya deh... tapi kalian jangan bilang siapa-siapa dulu, ya..." setelah Jou bicara begitu, semuanya mengangguk.
"Sebenernya... aku kayaknya bakal putus sekolah..."
"NANIIIII...???" Semua serentak terkejut mendengar kata-kata Jou.
"Ke... kenapa? Nilaimu lebih parah dari pada ni makhluk satu?" tanya Honda sambil nunjuk Yugi, dan telunjuk Honda digigit sama Yugi yang kesinggung. "ADAUW"
"Bukan... sebenarnya 5 bulan ini aku udah nunggak BP3... emang sih... bokapku udah nggak mampu bayar sekolah lagi... Hasil jualan toko cuma cukup buat bayar sekolah Shizuka.
Mendengar cerita Jounouchi, semua jadi terdiam. Sedih, selama ini mereka nggak tau penderitaannya Jou. Soalnya, selama ini doi kelihatan baik-baik aja. Sering ketawa dan kayak nggak ada masalah... ternyata...
"Kupinjemin uang dulu...?" tawar Seto.
"Nggak usah, makasih... kita juga udah bolak-balik ngutang sama tetangga... kita nggak mau pake uang orang lain lagi"
Semua terdiam lagi. Yugi kembali makan takoyakinya yang ga jadi disiram ke kepala Jou. "Aku duluan ya...? Mau kerja part time..." Jou mengakhiri perkumpulan itu. Dia ngerasa udah bikin suasana jadi nggak enak. Akhirnya yang lain ikut pamit juga. Pulang ke rumah masing-masing. Sore itu jadi terasa sangat menyedihkan.
