Road To Gray

Disclaimer : Naruto bukan milikku, bahkan dalam mimpi sekalipun, karena Naruto milik Masashi Kishimoto

Warning : Mainstream, OOC, Alur Kocar kacir, Gaje, Typo, Gray!Naru, Strong!Naru, Alive!MinaKushi, Brother!Menma, Jinchuuriki!Menma dll

A/N : hallo minna-san! Terima kasih telah mau meluangkan waktunya hanya untuk membaca Fic kacangan buatanku ini, dan terimakasih bagi para Reviewers yang mau memberi saran sekaligus kritikan untukku,dan soal Kesamaan Judul, itu sudah aku perbaiki dengan mengganti judul baru, sekali lagi Terimakasih Minna-san!

.:: RnR ::.

Chapter 2 : Awal dari Jalan Ninja

07:00 am

Pagi yang cerah, Matahari terlihat sudah menampakkan dirinya, kicauan burung pagi menjadi alunan lagu yang amat merdu untuk hari yang seindah ini

Terlihat Naruto yang masih tertidur dengan pulasnya, Sinar matahari perlahan memasuki ke kamarnya melalui jendela yang dilapisi kaca dan di tutupi hordeng itu, Matanya terbuka perlahan, menampakkan Mata biru cerah yang menghangatkan

"Huuuuaaaaaahhh"

Mulutnya terbuka lebar, mengeluarkan hawa yang dapat membunuh Nyamuk maupun lalat yang tak sengaja lewat disana, ia perlahan bangkit, berjalan ke arah kamar mandi dan melakukan aktivitas paginya yaitu mandi pagi

Setelah mandi pagi, ia lalu keluar dari kamar mandinya, lalu ia membuka lemari pakaiannya, memilih milih mana yang akan ia pakai untuk pergi ke Akademi ninja nanti

Setelah pilihannya tepat, ia memakai pakaian yang ia pilih itu, terlihatlah pakaian yang terlihat sangat rapi, baju berlengan panjang berwarna kuning serta celana panjang berwarna hitam dan sepatu khas Ninjanya, serta rambut Kuning dengan gaya spike yang membuat terlihat anak itu sangat tampan

Ia keluar dari kamarnya, Kelihatannya Menma dan ayahnya telah berangkat terlebih dahulu, sedangkan ibu nya yang biasanya berada di dapur disana juga tidak ada, yah mungkin Ibunya sedang keluar membeli bahan makanan

Ia lalu berjalan kearah meja Makan, disana ada sebuah catatan kecil, Naruto lalu mengambilnya dan membacanya

'Naruto, kaa-chan sedang keluar membeli bahan makanan, jika kau ingin makan kau bisa memasak ramen cup yang telah kaa-chan siapkan'

Naruto tersenyum kecut, 'bilang saja jika kau tak mau menyediakan makanan khusus untukku' batinnya, ia lalu mengambil Ramen cup yang telah disediakan Kaa-channya lalu memasaknya

Setelah matang, Naruto langsung melahapnya dengan cepat, memang soal ramen, Naruto jagonya karena ia adalah seorang maniak Ramen, ya itu benar sekali

Setelah makan Naruto langsung menuju pintu depan hendak ingin langsung berangkat ke akademi, namun alangkah terkejutnya Naruto saat ia merasakan pintu rumahnya terkunci

"Cih sialan, bahkan mereka lupa jika aku masih berada dirumah, sampai sampai mereka seenaknya mengunci pintu rumah" ucap Naruto entah pada siapa dengan raut wajah yang kesal

Ia berpikir keras bagainama bisa keluar dari rumahnya ini, Lucu sih, tapi bagaimana jika kalian terkurung didalam rumah sendirian? Kesal tidak?

Ia lalu menemukan ide, mungkin idenya lagi lagi butuh resiko, yah tak apa apalah, yang penting ia bisa keluar dari rumahnya ini

Melompat keluar lewat jendela kamar...?

Well, mungkin resiko nya tidak terlalu parah, mungkin hanya lecet di beberapa bagian tubuh, malangnya Nasibmu Naruto

Naruto lalu berjalan kearah kamarnya, perlahan ia membuka jendelanya, keluar dari jendelanya dan...

'Swuuusshh'

'Jdaaakk!'

"Itttaaaaaiii!"

Naruto menjerit kesakitan, bayangkan saja, saat ia keluar dari jendela, ia terjatuh dan bokongnya mengenai batu yang tertata rapi sebagai pembatas jalan itu, pastinya sakit bukan?

Ia mengelus bokongnya yang masih agak sakit, wajahnya memerah menahan amarah serta mata biru cerahnya berganti menjadi hitam kelam bagaikan langit malam

"Jika saja mereka tidak mengunci pintu dan meninggalkanku sendirian, mungkin aku tidak akan merasakan rasa sakit di bokong ku ini" gerutu Naruto yang masih mengelus bokongnya

Perlahan amarahnya padam dan mata hitam kelamnya berubah menjadi biru cerah, lalu ia melanjutkan perjalanannya menuju akademi Ninja

.

.

.

.

.

.

Sesampainya di sana, ia berada di luar akademi, terdengar riuh suara anak seumurannya yang membuat telinganya sakit, ia memasuki bangunan itu, perlahan ia memutar knop pintu ruangan dan...

'Krriiieeeett'

Hening, itulah suasana yang terjadi saat ini, semua anak anak yang seumurannya menatapnya semua, sampai suatu saat ia mendengar suara adiknya, Menma berceloteh

"Hey Cacat, mau apa kau kemari, bukankah rumah sudah aku kunci?" Ejek Menma dan memberitahukan sebuah kebenaran, yaitu Menma lah yang mengunci Pintu rumah dan meninggalkan Naruto sendirian

"Aku disini karena aku masuk ke akademi bodoh, dan soal kau mengunci rumah dan meninggalkanku sendirian disana..." setelah mengucapkan itu, Naruto langsung melesat sangat cepat kearah Menma, bersyukurlah karena ia selalu memakai pemberatnya di kaki serta ditangannya, dan hari ini ia melepasnya

'Duaaaaaggghhh!'

Menma langsung terdorong sekaligus terjatuh merasakan pukulan Naruto yang amat kuat, ia meringis kesakitan sambil memegangi pipinya yang menjadi sasaran dari pukulan Naruto tadi, Naruto hanya menatap Menma datar dengan mata yang berubah menjadi hitam kelam

"Sakit bukan? Itu belum seberapa daripada saat aku melompat dari jendela rumah tadi dan bokongku mengenai batu," ucap Naruto dengan nada mengancam di ucapannya, Menma yang mrndengar ucapan Naruto hanya mendengus kesal walaupun sebenarnya ia sedikit takut kepada Naruto

"Menma-kun!"

Naruto menoleh kebelakang, ternyata para anak perempuan yang berteriak tadi, para perempuan itu langsung mengerumuni Menma dan mengobatinya, 'dasar FansGirl' Batin Naruto

Naruto meninggalkan Menma yang sedang dikelilingi FansGirl itu, Naruto melihat sekeliling mencari seseorang yang sudah dia anggap saudaranya sendiri daripada saudara kandungnya yang berbuat seenaknya kepada Naruto

"Naruto!"

Ia menoleh mencari suara yang terkesan memanggil namanya itu, ternyata Shikamaru yang memanggilnya, ia langsung saja berjalan kearah bangku Shikamaru dan duduk disebelahnya

"Yoo Shika! Apa kau masuk ke akademi juga?" Ucap Naruto riang yang memang sudah tahu jawabannya, perempatan muncul di dahi Shikamaru

"Ya iyalah Durian Montok!, ngapain juga jika aku duduk disini jika aku tidak masuk ke akademi" ucap Shikamaru yang agak kesal dengan Ucapan Naruto tadi

'Si pirang itu? Di depan orang lain ia sangat pendiam dan dingin, tapi ia sangat akrab jika bersama Shikamaru' batin anak seumuran Naruto yang berbadan gemuk

'Ia sangat dingin, tapi ia juga sangat akrab dengan Shikamaru, dan juga sangat Tampan!' Batin anak perempuan seumuran Naruto yang berambut kuning pucat dengan Mata berbentuk love

"Oh ayolah Shika-chan, bukan kah kita ini teman?" Ucap Naruto yang agak OOC dengan raut wajah yang terlihat seperti di polos poloskan, sementara Shikamaru memandang jijik Naruto yang memanggilnya dengan Suffix -Chan

'Aku rasa ini Bukan Naruto yang aku kenal selama ini' Batin Shikamaru sweatdrop melihat tingkah aneh dari Sahabatnya itu

Naruto Berdehem pelan melihat dua anak seumurannya yang berbeda Gender itu, dua anak itu langsung menatap Naruto setelah hanyut dalam pikirannya masing masing

"Salam kenal, Namaku Naruto Uzumaki, Senang bertemu dengan kalian berdua!' Ucap Naruto ceria memperkenalkan dirinya kepada dua anak yang seumuran dengannya itu, tak lupa senyum menghangatkan yang selalu berada di bibirnya

"Salam kenal juga!, perkenalkan namaku Chouji Akimichi, senang bertemu denganmu" ucap Salah satu dari dua anak itu yang berbadan gemuk

"Sa-salam kenal Juga, Perkenalkan namaku Ino Yamanaka, senang bertemu denganmu Tampan!"Ucap salah satu dua anak tadi yang berGender perempuan

"Ah, A-arigatou pujiannya Ino-chan, apa sekarang kita berteman?" Ucap Naruto terbata dan bertanya kepada Chouji dan Ino, ia sebenarnya tidak terbiasa untuk dipuji, namun dalam hatinya, sungguh ia merasa sangat senang

"Ha'i"

.

.

Beberapa menit kemudian datang seseorang dengan luka melintang di hidungnya, Sosok itu melihat sekitarnya, ada yang ribut, yang bergosip, mengejek temannya, atau mungkin tidur yang pasti kalian tau siapa orangnya

'Braaaakk'

sosok itu menggebrak mejanya, itu bermaksud untuk mendiamkan para anak anak yang sedang berurusan dengan hal yang dilakukannya, Suasana pun menjadi tenang

"Salam kenal semuanya, namaku Iruka Umino, aku yang akan mengajar di akademi" ucap Sosok itu yang sekarang dikenal oleh anak anak dengan nama Iruka

"Untuk perkenalan, kalian semua dimohon untuk maju satu persatu mengenalkan diri masing masing" ucap Sosok itu yang. Sekarang bisa di sebut dengan nama Iruka, setelah itu maju lah anak berambut merah

"Salam kenal, namaku Uzumaki Namikaze Menma, Hal yang kusuka adalah Bermain bersama temanku, Hal yang tidak kusuka adalah lemah seperti dia (menunjuk ke arah Naruto), Hobi ku adalah berlatih bersama Tou-san, dan cita cita ku adalah menjadi Hokage yang hebat" ucap Menma yang tadi mengejek Naruto, Naruto hanya memandang Menma dengan malas, Menurutnya ejekannya itu hanyalah omong kosong

"Kyaaaa! MENMA-KUN!" ucap para FansGirl histeris, Dasar FG, setelah itu maju lah anak yang berambut raven dengan gaya seperti bokong bebek

"Namaku Sasuke Uchiha, Hal yang kusuka adalah Tomat, dan yang tidak kusuka adalah menjadi Lemah, Hobi ku adalah berlatih dengan Nii-san (disini Pembantaian Klan Uchiha tidak terjadi) dan cita citaku adalah menjadi shinobi hebat melewati Nii-san" ucap Sasuke dengan wajah datarnya, lagi lagi FansGirlnya berteriak Histeris

"Kyaaaa! SASUKE-KUN TAMPAN!" teriak Histeris Para FG yang meneriaki Sasuke, Naruto hanya menggerutu tidak jelas, 'Sialan kalian FG!, teriakan kalian membuat telingaku sakit' gerutu Naruto sambil memegangi telinganya, setelah itu Maju lah Naruto, sang Tokoh utama Kita

"Salam kenal Semuanya, Namaku Uzumaki Naruto, Hal yang kusuka adalah Ramen dan Berdebat dengan Shika, hal yang tidak Kusuka adalah Arogansi dan Kesombongan serta omong kosong, Hobi ku adalah berlatih sendiri ataupun bersama Shikamaru, dan cita cita ku adalah menjadi Shinobi yang hebat!" Ucap Naruto, menma Hanya tersenyum mengejek lalu berceloteh

"Mana Bisa kau menjadi Shinobi, bahkan kau tidak memiliki CHAKRA" ucap Menma dengan penuh penekanan saat ia mengucapkan 'Chakra' mendengar Ucapan Menma, Naruto hanya diam dengan wajah datar, lalu ia menjawab ucapan Menma

"Apa pedulimu dengan hidupku?"

Mendengar balasan Naruto, Menma hanya diam tak berbicara, ia hendak ingin membalas ucapan Naruto tapi ia harus berpikir dahulu apa yang akan ia ucapkan, sampai ia menemukan ucapannya

"Itu karena kau adalah seorang ka-"

"Kau anggap aku kakakmu?, mana ada seorang adik yang berani mengejek kakaknya didepannya sendiri? Lain kali berpikirlah dahulu sebelum berucap"

Sebelum habis Menma berkata, Naruto langsung memotongnya, dan sedikit ada kata sindiran di tiap ucapan Naruto, Menma diam seribu bahasa, setelah itu Naruto kembali ke tempat duduknya di sebelah Shikamaru

"Hebat kau Naruto!, kau bisa mendiamkan anak yang arogan itu" bisik Shikamaru ke arah Naruto, Naruto hanya membalasnya dengan dua kata yang biasa digunakan Oleh Uchiha, yaitu 'Hn', setelah itu ia menyuruh Shikamaru maju kedepan

"Salam kenal, Namaku Shikamaru Nara, hal yang kusuka adalah Adu mulut dengan Naruto, Hal yang tidak kusuka Bisa kalian cari tahu Sendiri, Hobi ku belum bisa ku sebutkan, dan Cita citaku itu hal yang merepotkan" Ucap Shikamaru, semua anak anak disana hanya cengo dan ada juga yang sweatdrop

'Ia hanya memberitahu Nama serta kesukaannya saja' Batin anak anak yang lain

- Skip Time (setelah Para murid selesai perkenalan)

" Setelah perkenalan, kita akan memulai pelajaran, hari ini kita akan belajar tentang sejarah Konoha" ucap Iruka lalu menjelaskan tentang sejarah Konoha, Para murid terdiam mendengarkan Iruka, kecuali dua orang yang sedang tertidur, yaitu Naruto dan Shikamaru

'Braaaakk'

Iruka kembali menggebrak mejanya, Naruto dan Shikamaru langsung terbangun dengan perlahan, Mereka berdua lalu menguap mengeluarkan hawa Mematikan yang dapat menyaingi bayg*n saat mengalahkan nyamuk (?)

"Ada apa Sensei?"

Para murid lain langsung sweatdrop, bagaimana tidak? Ucapan mereka berdua sangat kompak, seakan mereka berdua mempunyai ikatan batin (?)

"Aku sudah berkoar koar menjelaskan tentang Sejarah Konoha, tapi kalian malah tertidur, Aku sebagai Sensei merasa direndahkan, apa kalian tahu apa yang aku ucapkan tadi?"

Ucap Iruka dengan Nada agak tinggi, Naruto dan Shikamaru saling berpandangan, lalu mereka berdua mengangguk, setelah itu Naruto berdiri hendak mengatakan sesuatu

"Kami tahu yang kau ucapkan tadi Sensei, Konoha merupakan salah satu dari lima desa Terkuat Desa yang dulunya hanya ada dua Klan Yaitu Senju dan Uchiha, yang dulunya di pimpin oleh Hokage pertama yaitu Hashirama Senju, Konoha juga dikenal dengan kerja sama nya, dan kau bisa meneruskannya Iruka-sensei" ucap Naruto panjang lebar membuat Iruka terkagum, Para murid lain hanya bisa diam, ada yang terkagum kagum, ada juga yang benci dan iri

'Padahal aku belum menjelaskan begitu banyak tentang Konoha, benar benar anak yang cerdas' Batin Iruka, sementara salah satu murid berambut merah bangkit dari tempat duduknya

"Heh Cacat! Bagaimana kau bisa mengetahuinya" ucap murid itu yang ternyata Menma, Naruto risih dirinya selalu dipanggil cacat

"Bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan itu? Dan aku tahu itu karena aku memang mengetahuinya, bukankah kau yang seorang anak hokage harus lebih tahu tentang itu?" Ucap Naruto tenang membuat Menma bungkam, Naruto menyeringai tipis

"Sudah sudah, jangan bertengkar, ayo kembali duduk aku akan menjelaskan lagi tentang Konoha" Ucap Iruka melerai adu mulut antara Naruto dan Menma, adik kakak yang tidak akur itu pun duduk, lalu Iruka melanjutkan pelajarannya

- Time Skip (Pulang Dari akademi)

"Huft..."

Di depan Akademi, terlihat Bocah Pirang yang berjalan sendiri, teman temanya sudah dijemput oleh orang tuanya, sedangkan ia tidak di jemput sama sekali, malahan Menma lah yang dijemput oleh Kaa-chan nya

Perlahan matanya terpejam mengingat kembali ingatannya, Entah kenapa, saat ia melihat Menma dijemput oleh Kaa-chan nya, ia merasakan kesedihannya kembali, memang bocah seperti dia, masih ingin merasakan apa yang namanya Kasih sayang, Mungkin Kasih sayang hanya angan angan saja baginya

Ia kembali mengingat saat Kaa-chan nya menjemput Menma, Di ingatannya ia melihat Menma tersenyum mengejek Naruto, Ia tak habis fikir, apakah Kaa-chan nya tak menyadari kehadirannya atau ia memang tidak peduli dengannya

Perlahan ia membuka matanya, Terlihat lah Mata hitam kelamnya, mata yang menunjukkan rasa sedihnya, sedih yang tak berujung, entah kapan kesedihannya akan berakhir

Matanya perlahan mengeluarkan cairan bening, cairan bening itu jatuh dengan bebasnya ke tanah, ia mengusap air matanya dengan lengannya, terengar isak tangis dari bibirnya

"Hiks.. kenapa Orang orang tidak ada yang peduli denganku?, Apa aku ini lemah di mata mereka?, apa aku ini Aib bagi mereka?, bahkan kasih sayang pun tidak aku dapatkan disini, Aku rasa Hidup ini memang tidak adil" ucap Naruto di sela isakan tangis nya

Ia mengusap kembali air matanya, ia berlari ke arah hutan, jika ia pulang, itu hanya akan menambah rasa sedihnya, rasa sedih yang tak berujung

.

.

.

.

.

.

Naruto kini berada di lembah kematian tepat diatas kepala patung sang Hokage pertama, Hashirama Senju, Namun bukannya melihat pemandangan hutan yang hijau, Naruto malah terpejam merasakan angin sejuk yang menerpa dirinya, kembali masuk ingatan ke dalam pikirannya

- Flashback

"Tou-chan, apakah kau mau bermain dengan ku?, mau kah tou-chan bermain denganku?, mau ya? Ya ya ya"

"DIAMLAH, AKU SEDANG CAPEK MALAH KAU MENGAJAKKU BERMAIN, LEBIH BAIK KAU BERMAIN SENDIRI"

Kini terlihatlah seorang bocah Pirang sedang mengajak ayah nya bermain, ia lah Naruto, Bocah polos yang masih menginginkan Kasih sayang itu, Namun ajakkan nya di tolak mentah mentah bahkan dibentak oleh ayahnya sendiri

Mendengar bentakan dari ayahnya membuat Bocah itu takut, ia langsung berlari kedapur hendak ingin mengajak ibu nya untuk bermain, siapa tau ibunya mau bermain dengannya

"Kaa-chan, mau bermain denganku tidak? Apa Kaa-chan mau bermain dengan ku? Mau ya?"

"Nanti saja Naruto, Kaa-chan sedang memasak"

Bocah pirang itu menunduk lesu, tak ada yang mau bermain dengannya, terpaksa ia pergi kekamarnya untuk menenangkan diri saja, namun saat hendak ingin menutup Pintu kamarnya, ia mendengar ucapan Menma yang sedang membawa Bola

"Tou-chan, apa Tou-chan mau bermain bola bersamaku? Lihatlah aku bisa memainkannya"

"Wah! Hebat sekali kau Menma! Sini ayo bermain Bersama Tou-chan!"

"Wah wah! Menma-kun memang hebat!"

Terlihat lah Menma yang datang dengan senangnya bertanya kepda ayahnya, ayahnya bahkan mau bermain dengannya, tak lupa juga ibunya yang datang dari dapur melihat Menma yang sedang bermain bola dengan ayahnya

Naruto sedih melihat itu, perlahan air matanya jatuh, isakan tangis terdengar dari mulutnya, ia langsung keluar dari kamarnya lalu pergi keluar, kedua orang tuanya minus Menma menanyakannya tapi ia menghiraukannya

.

.

.

.

Kini Bocah pirang itu tengah berjalan di antara pepohonan yang lebat, ia bingung hendak mau pergi kemana, di desanya tidak ada yang pernah peduli dengan nya satu pun

'Poooffftt'

Muncul lah kepulan asap di depan Naruto, Naruto hanya bingung melihat asap itu, perlahan asap itu menghilang menampilkan seorang Anbu Root bawahan sang Shinobi no Yami aka Danzo

"Siapa kau? Apa kau mau berteman denganku?"

"Heh bodohnya kau! Aku disini bukan temanmu, aku disini ditugaskan oleh Danzo-sama untuk membunuh aib sepertimu"

Setelah mengucapkan kata kasar terhadap Naruto, ia langsung melesat kearah Naruto, Naruto yang tidak punya pengalaman bertarung sama sekali hanya diam pasrah

'Duaaaaagghh!"

"Aaaaarrrggghhh"

Naruto terpental beberapa meter setelah menerima pukulan kuat dari sang Anbu Root tepat di bagian wajahnya, ia perlahan bangkit, darah pun keluar dari sudut bibirnya, namun ia kembali di hajar oleh Anbu Root

'Duuaaagghh!"

Naruto langsung terpental kembali setelah Bagian perutnya di tendang dengan Keras oleh Anbu Root itu, ia langsung memuntahkan darah dari mulutnya, Anbu Root itu kembali melesat kearahnya dan mencengkram kerah bajunya dan mengangkatnya

"Uuuggghhh"

Naruto melenguh kesakitan, ia langsung di lempar oleh Anbu itu dengan cukup kuat kearah Pohon yang cukup besar disana

'Swuuusssshh'

'Braaakk!"

Naruto langsung menabrak pohon besar itu, ia kembali memuntahkan darah segar dari mulutnya, Anbu itu berucap kepadanya

"Heh, tak kusangka kau memiliki fisik yang cukup kuat, mungkin aku tidak bisa membunuhmu sekarang, aku merasakan ada orang yang berjalan kearah sini"

Setelah Anbu Root itu berucap kepadanya, ia langsung pergi dengan meninggalkan kepulan asap putih, benar Kata Anbu Root tadi, Naruto melihat sesosok bocah seumurannya dengan gaya rambut seperti buah Nanas datang kearahnya, namun sebelum Bocah itu datang kepadanya, kesadarannya pun menghilang

- End of Flashback

Naruto tersenyum mengingat kejadian saat ia diserang oleh Anbu itu, mungkin jika ia sekuat sekarang ia bisa sedikit meminimalisir Luka yang didapatkan dari pertarungannya dengan Seorang Anbu Root itu, namun sayang ia dulu masih kecil dan belum bisa apa apa

Perlahan ia membuka Matanya, menampilkan mata hitam kelamnya, namun tak ia duga datang seorang Anbu dibelakangnya

'Pooffftt'

Terlihat seorang Anbu, sepertinya itu Anbu Root yang mengalahkannya dulu, Naruto langsung berbalik melihat siapa yang berada dibelakangnya

"Naruto, Sudah lama aku tak bertemu denganmu"

Naruto terkejut dengan kedatangan Seseorang dibelakangnya, memang dugaannya benar, seorang Anbu Root bawahan Danzo yang di beri tugas untuk membunuhnya

"Yah, lama tak berjumpa juga denganmu, Bagaimana kabarmu? Dan apakah kau mau membunuhku sekarang?" Ucap Naruto tenang, ia tau jika Anbu itu datang pasti ia akan mendapat tugas lagi dari Danzo, yaitu Membunuh Bocah Aib ini

"Kabarku baik baik saja, soal itu akan terjawab setelah aku menghajar Aib tak berguna sepertimu" Anbu Root itu langsung melesat ke arah Naruto, Naruto yang telah siap siaga untuk kedatangan Anbu Root itu

'Jdaaakkk'

Naruto menahan pukulan yang diberikan oleh Anbu root, Naruto menatap Tajam sang Anbu Root, namun Naruto melihat mata Anbu Root itu di lubang mata topengnya menatapnya dengan tatapan meremehkan

"Wah wah, tak kusangka Aib sepertimu bisa menahan seranganku, Kau sudah Naik beberapa tingkat"

Anbu Root itu langsung menendang Naruto setelah kepalan tangan kanannya ditahan Naruto, Naruto terpental beberapa meter

'Duaaaagghh!"

Naruto yang masih terpental langsung melakukan salto dan bangkit berdiri, ia langsung melesat kearah Anbu Root itu dan sebuah Kunai sudah Nangkring di tangan kanan nya, sayangnya ia tidak membawa Katana nya

'Syuuuuttt'

Naruto melempar Kunai di tangannya kearah Anbu Root itu, Anbu yang melihat sebuah Kunai melaju kearahnya tidak tinggal diam, ia langsung melompat keatas menghindari Kunai itu, Namun itulah yang diharapkan Naruto, Kunai itu hanyalah pengalihan saja

'Tap'

Naruto langsung melompat kearah Anbu yang masih mepayang diudara itu, Naruto langsung menerjang Anbu itu dengan cara menendang perutnya, Anbu yang kehilangan Konsentrasi akibat Kunai tadi langsung terpental kebawah setelah terkena tendangan Kuat dari Naruto

'Duaaaagghh!'

'Braaakk'

Anbu itu terpental dan mengenai sebuah pohon hingga pohon itu roboh, Naruto menyeringai tipis setelah melihat Anbu itu merasakan kekuatannya, ia lalu mendarat dengan mulus setelah melayang dan menerjang Anbu tadi di udara

"Ughh, tak kusangka Aib sepertimu bisa berkembang sejauh ini, sekarang Giliranku, Rasakan ini Katon : Gokakyou no Jutsu"

Ucap Anbu itu sedikit meringis kesakitan, setelah itu ia membuat sebuah handseal dari tangannya dan menyemburkan bola api yang agak besar dari mulutnya

Naruto memasang wajah ngeri melihat Bola api itu melaju kearahnya, mungkin ia tak merasakan ngeri jika ia mempunyai Chakra, toh ia bisa membuat sebuah pertahanan dari air ataupun api

Naruto langsung berlari kesamping menghindari bola api yang melaju cepat, Usahanya ternyata berhasil, Bola api itu melaju dengan cepat dan menabrak sebuah pohon tepat dibelakang Naruto sebelum ia berlari tadi

'Blaaaarrr!'

Naruto ngos ngosan setelah menghindari bola api tadi, ia melihat tempat Anbu berdiri tadi, Namun tidak ada seorang pun disana, sampai ia mendengar sebuah Suara seseorang dari sampingnya

"MATI KAU AIB!"

'Duaaaaggghh!"

Naruto terkena pukulan Anbu itu dengan kuat, ia terpental dan terjun dari atas kepala patung Shodaime Hokage menuju air yang siap untuk menjadi tempat pendaratannya, sementara Anbu itu menatap Naruto dengan tatapan meremehkan dan menyeringai, setelah itu Anbu Root itu pergi meninggalkan asap putih

Di Sisi lain...

'Swuuussshhh'

Naruto terjun bebas dari atas patung Hokage pertama, ia meliaht Anbu itu sudah pergi, ia hanya menutup Matanya dengan pasrah menunggu ajal yang mungkin akan menjemputnya

'Apa ini Akhirnya, akhir yang buruk tidak seperti buku buku dongeng yang pernah kubaca' Batin Naruto

Namun sebelum tubuhnya tepat mengenai Air, sesosok bayangan Hitam langaung menangkapnya dan membawanya pergi

'Swuuuuussshhh!'

.

.

.

.

.

.

.:: To Be Continued ::.

A/N : Yoo! Ketemu lagi ya!

Bagaimana Chapter kedua ini? Bagus? Buruk? Atau Membosankan?

Terserah Anda mau berkomentar apa tentang Fic Gaje milikku ini

Pada Chapter kedua ini author masih mengulas tentang Masa lalu Naruto dan Kehidupan Naruto di Konoha, mungkin untuk melihat kekuatan Naruto, bisa dilihat di Chapter berikutnya

Dan soal adegan Fight nya? Sepertinya kurang memuaskan yah, tetapi aku akn terus berusaha agar fic ini menjadi lebih baik

Di Fic ini rencananya Author akan membuat Naruto berkembang dan kuat dengan kerja keras dan latihannya seiring berjalannya waktu dan menutupi kekuatannya, bukan nya langsung mendapatkan kekuatan dan memamerkan Kekuatannya

Mungkin Pada Chapter ini banyak Kesalahan atau typo ya? Tolong beri tahu Author ya dan Author Meminta maaf sebesar besarnya jika kesalahan itu sangat fatal, Hontou Ni Gomenasai ~_~

Dan untuk para Reader yang membaca Fic kacangan Buatanku ini, Dimohon untuk Review yah, karena Author merasa senang jikalau para Reader-san mau meluangkan waktunya untuk Mereview Fic buatanku, entah itu Pujian, Kritikan, ataupun saran, Say No To Flame \(•_•)

Mungkin segitu saja Bacotan tak bermanfaat dari Author, kurang lebihnya Author Mohon maaf, Sampai Jumpa :D

:: See You In Next Chapter ::