CHAP 2:

PENYERAHAN DIRI

Chap 2 update!

Rated : T

Genre : adventure

DISC: BoBoiBoy by animonsta

OC: Ada da, Ado dol

warning: beberapa kekerasan, OOC, narasi kurang jelas, rated T untuk jaga-jaga, dll

SELAMAT MEMBACA!

Ada da telah menghilang, namun kelima orang itu masih belum bergerak dan masih terdiam seribu bahasa di tempatnya. Tampaknya masih syok dengan perkataan Ada da. Akhirnya suara Fang yang menjerit frustasi sebagai suara yang memecah kesunyian ini.

"HUH! Ini pasti gara-gara kau Boboiboy!" seru Fang sambil menunjuk Boboiboy.

"Kenapa aku pula yang disalahkan?" tanya Boboiboy.

"Kalau saja kita tidak termakan siasat Ada da, pasti kita sempat menyelamatkan mereka."

"Apa katamu?!"

Mereka berdua saling bertatap marah, tampak siap untuk menyerang.

"Hmph… mulai lagi…" ucap Gopal sambil menghela napas.

"Haiya, korang berdua ni. Lagi ada masalah yang lebih serius, malah nambah masalah. Mau apa korang berdua ni, Ha!" tegur Ying.

Boboiboy dan Fang hanya nyengir menanggapi perkataan Ying.

Namun sementara yang lain saling berbicara, Yaya tetap terdiam. Tiba-tiba ia teringat sesuatu.

"Oh, iya. Kenapa Ada da tidak menangkap Ochobot? Dia kan bola kuasa, mestinya jadi target utama bukan?"

"Hm… iya juga. Aku tak nampak dia di kurungan tadi."

"BOBOIBOY!" tiba-tiba ada yang memanggil Boboiboy. Semuanya pun langsung menoleh.

Terlihatlah sosok Ochobot yang datang dari kejauhan menuju mereka. Ketika sampai, ia langsung memeluk Boboiboy sambil menangis.

"Huhuhu…. Boboiboy… bagaimana ini?" katanya sambil menangis.

"Eh, Ochobot! Untung kau selamat. Kenapa kau tidak ditangkap Ada da?" tanya Boboiboy.

"Tadi aku disuruh Tok Aba untuk mengambil tambahan koko di rumah. Waktu aku kembali, aku melihat Tok Aba dibawa pegi oleh sebuah robot bertampang seram. Aku takut dan langsung mencari kau. Huhuhu…" jawab Ochobot sambil menangis.

"Sudahlah, Ochobot. Tak usah sedih. Sekarang kita pikirkan bagaimana menyelamatkan Tok Aba dan yang lainnya." hibur Yaya.

Semuanya pun berpikir…

"Hm…. Ah! Aku tahu. Bagaimana kalau kita tanya Adu du mengenai Ada da. Dia kan adiknya, siapa tahu dari dia kita dapat ide." Kata Fang mengusulkan ide.

"Hah? Kau dah gile kah? Adu du kan jahat, mana mau dia bantu kita." Protes Gopal.

"Kalau dia tak mau, kita paksa dia. Jangan segan gunakan kuasa untuk dapatkan informasi." Jelas Fang.

"Oke, jom kita kesana!" komando Boboiboy.

"JOM!"

Mereka pun pergi ke markas kotak tempat Adu du berada. Sesampai di sana, mereka terkejut karena markas kotak kosong. Tidak ada tanda-tanda Adu du atau anak buahnya di sana.

"Aiyoyo…. Bagaimana ini? Adu du tak ada. Uhuhuhu… bagaimana nasib ayahku?" keluh Gopal sambil menangis.

Melihat Gopal menangis, lainnya pun ikut menundukkan kepala dengan wajah sedih. Pasti mereka mengkhawatirkan keadaan keluarga mereka yang tersandera.

Boboiboy yang melihat ekspresi kawan-kawannya, langsung dilanda perasaan campur aduk. Antara takut, bingung, dan bersalah. Akhirnya, di dalam hati ia memutuskan menggunakan jalan terakhir: menyerahkan diri.

"Kalau begini, tak ada cara lain. Aku akan menyerahkan diri." Kata Boboiboy pada kawan-kawannya.

"TIDAK!" tolak mereka.

"Boboiboy, jangan begitu. Kami tidak mau." Kata Yaya.

"Iya. Pasti ada cara lain." Sambung Ying.

"Cara lain apa? Kalau ada, cepat katakan." Kata Boboiboy.

"Aiyoyo… pasti ada cara lain. Pokoknya jangan serahkan diri kau, Boboiboy."

"Kalau begitu bagaimana..?" tanya Boboiboy bingung.

"Hm… ah! Aku tahu. Kita biarkan Boboiboy menyerahkan diri." Usul Ochobot.

"EH?!" seru mereka terkejut.

"Hei, tapi tidak secara mutlak. Jadi waktu Boboiboy berada di tempat yang ditentukan Ada da, yang lainnya bersembunyi tak jauh dari situ. Tunggu waktu yang tepat, langsung hajar Ada da dengan kuasa penuh." Kata Ochobot menjelaskan rencananya.

"Hm… Nampaknya rencana itu bisa dipakai." Kata Gopal.

"Hm… tapi ada satu hal yang tidak kumengerti. Kenapa Ada da Cuma minta Boboiboy saja yang serahkan diri? Kita dan Ochobot tak diperlukan dia kah?" tanya Fang.

"Entah. Mungkin karena Boboiboy lebih populer dari kau." Jawab Gopal asal.

"APA!? Kesini kau! Biar kuhajar kau!" seru Fang marah dan langsung mengejar Gopal.

Gopal langsung lari dan bersembunyi di belakang Boboiboy.

"Oke. Apapun rencana Ada da, aku akan hadapi dia!" seru Boboiboy mantap.

Yang lainnya pun mengangguk setuju.


Keesokan harinya pada pukul sembilan pagi, Boboiboy sudah berdiri di depan markas kotak. Sementara yang lainnya bersembunyi di balik batu tak jauh dari situ. Sesekali mengintip dan siap menyerang kapan saja.

Semua menunggu dengan jantung berdebar-debar. Tiba-tiba terlihat sebuah titik hitam kecil di langit. Secepat kilat titik hitam kecil itu berubah menjadi kapal angkasa Ada da. Benda itu tidak mendarat, tetap melayang. Lalu seberkas cahaya turun, dan muncullah Ada da dan Ado dol.

"Akhirnya kau datang juga, Boboiboy. Hm.. aku kagum dengan keberanianmu." Kata Ada da membuka percakapan.

"Jangan banyak cakap! Bebaskan para tawanan!" seru Boboiboy.

"Hmph. Tak semudah itu. Kau harus menyerahkan dirimu. Ado dol! Borgol dia!" kata Ada da.

"Baik incik bos." Sambil mengeluarkan sebuah borgol dengan simbol-simbol aneh.

Boboiboy bimbang. "tapi tak ada pilihan lain." Pikirnya. Akhirnya ia menurut. Lalu ia mengulurkan kedua tangannya. Siap diborgol.

KLANG! Borgolnya pun terpasang di tangan Boboiboy.

"Sekarang, lepaskan para tawanan!" serunya.

"Ado dol! Perintahkan Computer untuk menghabisi para tawanan." Perintah Ada da.

"Baik incik bos!" jawab Ado dol. Ia pun langsung masuk ke kapal angkasa Ada da.

"TIDAK! Kau janji akan bebaskan mereka!" seru Boboiboy terkejut.

"Huh! Siapa bilang aku janji? Aku ini jahat, bisa ingkari janji." Jawab Ada da.

"Berani kau…. BOBOIBOY KUASA TI…"

BZZZT! tiba-tiba borgol di lengan Boboiboy menyala dan menyetrum dirinya.

"AAARGH!" teriaknya kesakitan dan langsung jatuh tersungkur.

"AHAHAHA…. Itu bukan borgol bisa. Itu borgol khusus yang berasal dari sisa perang. Tiap kali kau gunakan kuasa kau, borgol itu akan menyetrummu sehingga kau tersiksa dan tak bisa gunakan kuasa kau…" jelas Ada da sambil tertawa.

Sementara itu di balik batu…

Gopal yang sedari tadi mengintip menggigil ketakutan sambil berkata, "Aiyoyo… bagaimana ini?"

"Nampaknya, tak ada pilihan lain. SERANG!" komando Ochobot.

Segera saja Yaya, Ying, Gopal, dan Fang melompat keluar dari balik batu lalu langsung menerjang kearah Ada da dengan kuasa mereka masing-masing. Tapi mendadak sebuah pukulan menghantam mereka berempat sehingga terpental. Ketika dilihat, di hadapan mereka ada sebuah robot tempur. Robot yang bermodel sama dengan robot yang menyerang kota kemarin.

"Hmph! Kau pikir aku akan lengah begitu? Robot tempur, halangi mereka. Dan jangan biarkan mereka mengganggu urusanku." Perintah Ada da.

Alhasil mereka dihalangi robot itu sehingga tak bisa menyelamatkan Boboiboy ataupun menghajar Ada da.

Lalu Ada da berpaling ke Boboiboy, "Sekarang, Boboiboy. Kau akan ku…"

"TUNGGU!" tiba-tiba terdengar suara seseorang meneriakkan itu.

Mereka pun menoleh. Ternyata itu Adu du.

"Hahaha… halo adikku. Apa kau sudah berubah pikiran dan memutuskan bergabung denganku?" tanya Ada da.

Adu du malah menjawab, "Bergabung apanya?! Aku datang ke sini untuk gagalkan rencana kau!"

Tiba-tiba Ado dol menghubungi Ada da lewat jam tangannya.

"Ado dol, ada apa?" tanyanya.

"Incik bos, gawat. Para tawanan MENGHILANG!" jawab Adodol.

"APA?! Jangan-jangan kau…" seru Ada da sambil melirik Adu du.

Adu du hanya tersenyum penuh kemenangan sambil berkata, "Hehehe… tengok tu!" sambil menunjuk kapal Angkasa Ada da bagian samping.

Terlihatlah di bagian itu ada sebuah kapal angksa abu-abu milik Adu du. Ada sebuah jembatan menghubungkan keduanya, dan terlihat para tawanan sedang diungsikan ke kapal angkasa Adu du lewat jembatan itu.

"Grr…. Pengkhianat kau Adu du!" geram Ada da sambil mengeluarkan senapan dan mengarahkannya ke Adu du.

"Rasakan ini! Tembakan…"

"Jangan!" teriak Boboiboy. Ia langsung menerjang Ada da sehingga membuat konsentrasinya terganggu dan membuat tembakannya meleset.

"Grr… mengganggu kau Boboiboy!" geram Ada da.

Tiba-tiba Ada da melirik ke arah jembatan yang menyebrangkan para tawanan. Dilihatnya hanya tinggal Tok Aba saja yang ada di jembatan itu. Lalu terbesitlah ide di pikirannya.

"Ucapkan selamat tinggal pada atok kesayangan kau!" seru Ada da sambil mengarahkan senapannya ke jembatan itu. Tak jauh dari situ, Adu du yang melihat itu terkejut dan langsung membisikkan sesuatu pada walky-talkynya.

"TIDAK!" teriak Boboiboy. Langsung berusaha mencegah, tapi terlambat.

"Tembakan laser pemusnah!" tembakan itu langsung mengenai jembatan. Membuatnya meledak dan pecah berkeping-keping. Lalu terlihat sosok Tok Aba yang terlempar sambil berteriak ketakutan.

"ATOOK!" teriak Boboiboy sambil menatap pasrah Tok Aba dengan mata berkaca-kaca.

"Hmph! Kau lengah Boboiboy!" seru Ada da sambil mengarahkan senapannya ke arah Boboiboy.

"RASAKAN INI!"

DUAAR! Tembakan senjata Ada da langsung mengenai Boboiboy.

"UWAARGH!" teriaknya. Ia langsung terlempar jauh, menghantam tanah dengan dentuman dahsyat, dan langsung tak sadarkan diri.

Ada da langsung menghampiri Boboiboy. Dilihatnya darah mengalir di pelipisnya. Ekspresi wajah Ada da langsung dipenuhi dengan kemenangan.

"Khuhuhu… akan kubawa kau ke planet Ata ta Tiga.." kata Ada da ke Boboiboy yang masih pingsan.

"Tidak akan kubiarkan!" teriak Fang. Tiba-tiba Yaya, Ying, Gopal dan Fang muncul di dekat Ada da. Mereka tampak luka-luka, tapi baik-baik saja. Rupanya robot suruhan Ada da telah berhasil dikalahkan.

" Lepaskan Boboiboy!" seru Yaya.

"Hmph! Jangan harap! Ado dol, teleport aku dan Boboiboy ke kapal sekarang." Perintah Ada da sambil memegang lengan Boboiboy.

"Jangan harap! SERANGAN…" belum sempat Fang menyerang, Ada da telah berteleport ke kapal angkasanya sambil membawa Boboiboy.

Di kapal angkasa tersebut, "Ado dol, Computer, kita kembali ke Ata Ta Tiga sekarang." Perintah Ada da.

Secepat kilat, kapal angkasa terssebut langsung lepas landas, melesat di langil lalu menghilang dengan Ada da dan Boboiboy di dalamnya.

Yaya, Ying, Gopal, dan Fang hanya bisa membeku ketakutan melihat kejadian itu….


Para tawanan Ada da di kapal angksa Adu du pun di turunkan. Semua tampak syok, tapi baik-baik saja.

Ternyata Tok Aba selamat dari tembakan Ada da karena diselamatkan Probe. Rupanya waktu itu Adu membisikkan Probe lewat walky-talky untuk selamatkan Tok Aba. Untung ia hanya luka ringan.

Setelah para tawanan pulang, Yaya, Ying, Gopal, Fang, Ochobot, Tok Aba, bahkan Adu du dan Probe berkumpul di depan kapal angkasa Adu du.

Semua tampak terdiam, tiba-tiba…

"Eh, mana Boboiboy?" tanya Tok Aba baru menyadari bahwa cucunya tak ada di antara kawan-kawannya.

"Eh… kalau aku bilang… atok jangan marah ya.." kata Yaya ragu-ragu.

"Sudahlah Yaya, bilang saja. Mana mungkin Tok Aba marah…?" bujuk Ochobot.

Yaya tampak ragu. Akhirnya Fang yang bicara, "Hah…. Atok, Boboiboy ditangkap Ada da dan dibawa ke planet Ata Ta Tiga."

"HAH!? APA!? Ditangkap?!" seru Tok Aba terkejut.

"Kalau macam tu, kita harus segera menyusul ke sana!" Usul Ochobot.

"Haiya, Ochobot. Kita tak punya kapal angkasa. Bagaimana kita ke sana?" tanya Ying.

"Tak punya kapal angkasa bagaimana? Kita minta saja Adu du hantar kita kesana." Usul Gopal.

"Hmph! Jangan harap aku mau hantar korang ke sana! Aku ini jahat, aku tak nak hantar korang ke sana!" bantah Adu du ketus.

"Habis tu, kenapa kau suruh Probe selamatkan aku?" tanya Tok Aba.

"Eh… I… Itu karena kalau Tok Aba mati, siapa lagi yang bisa buat koko sehebat kau?" jawab Adu du gagap.

"Bolehlah, Adu du. Kau ni berutang budi ke Boboiboy. Tadi kan dia selamatkan kau dari tembakan maut Ada da." Bujuk Yaya.

"Iya. Dia juga yang cetuskan ide 'BuBadiBaKo' untuk perbaiki Probe kan?" kata Gopal menanggapi.

"Tolonglah Adu du. Cuma kau yang bisa menyelamatkan cucuku. Nanti aku kasih kau koko. Mau tak?" tanya Tok Aba.

Adu du pun nampak berpikir. Akhirnya ia menjawab, " Hm… Yelah-yelah! Tapi Cuma kali ini saja. Aku juga nak gagalkan rencana abangku."

Semua pun tersenyum senang mendengar jawaban Adu du.

"Oke, jom kita berangkat!" seru Fang semangat.

"Eh… tunggu dulu. Kita mesti ada persiapan dulu. Planet Ata Ta Tiga jauh sangat kan?" sergah Yaya.

"Hm… betul juga kata Yaya. Oke, satu jam lagi kita berkumpul di sini. Atok nak ikut pula, sambil bawa koko yang banyak." Kata Tok Aba.

"Haik? Apasal Atok nak ikut dan bawa koko?" tanya Ying heran.

"Mestilah. Atok bawa koko karena selain kasih ke Adu du, Atok juga nak negosiasi sama Ada da. Siapa tahu dia nak lepaskan Boboiboy jika diberi koko." Jawab Atok.


Satu jam kemudian, semuanya sudah berkumpul di depan kapal angkasa Adu du dengan bawaan masing-masing.

"Oke, semua dah ready semuanya?" tanya Adu du.

"READY!" jawab mereka.

"Oke, jom kita…"

"TUNGGU!" tiba-tiba Papa Zola datang ke arah mereka sambil membawa tas.

"Apasal Papa Zola datang kesini?" tanya Gopal.

"Papa Zola dah dengar semua yang terjadi. Jadi Papa nak ikut pula selamatkan Boboiboy." Jawab Papa Zola.

"Tapi Papa, perjalanan ini sangat berbahaya!" kata Probe.

"Hahaha… kebenaran takkan lari dari bahaya…" kata Papa Zola sambil bergaya.

"Waah… hebat sangat Papa Zola ni… kata Probe dan Gopal dengan mata berbinar.

"Dah, jangan lama-lama. Jom kita berangkat!" seru Adu du.

"JOM!"

Mereka pun masuk ke kapal angkasa Adu du. Di kapal itu…

"Tok Aba, berikan sekaleng koko untuk tenaga kapal ini. Energinya cukup untuk pergi ke Ata Ta Tiga dengan cepat."

Tok Aba pun menyodorkan sekaleng koko ke Adu du. Lalu ia memasukkannya ke persediaan energi kapal tersebut.

"KITA BERANGKAT!"

Adu du pun memencet tombol-tombol kapal tersebut. Kapal angkasa itu pun lepas landas, lalu dengan kecepatan penuh, menuju planet Ata Ta Tiga.


Fyuh, akhirnya selesai juga chap 2 ini!

maaf karena telah membuat kalian menunggu. pengetikannya berlangsung lambat karena keterbatasan waktu dan author sedang sibuk mencari arti hidup(?) eh maksudnya juga sibuk membuat chap 3...

Terima kasih atas review kalian semua!

Terima kasih kepada Honey Sho-san yang telah memberi nasehat kepada saya dan kepada Arina nee-chan dan ila-chan atas dukungannya

Awalnya saya bingung mau masukin Papa Zola ke fic ini atau gak. Soalnya kalau dimasukin Cuma jadi peramai suasana saja. Jadi…

(tiba-tiba Papa Zola muncul)

Papa Zola: "Wahai Author, kenapa kau cuma menampilkan kebenaran sebagai peramai suasana saja?!"

Author: "Habis Papa Zola menurut saya gak punya kekuatan hebat. Oke kalau gak suka saya cabut sa…"

Papa Zola: "APA!? Kau bilang aku tak punya kekuatan hebat?! Kalau begitu rasakan ini, SERANGAN ROTAN KEINSAFAN!" (Author dihajar habis-habisan.)

Author: "Aduh! aduh! aduh! Papa Zola, jangan pukuli saya… saya tetap munculkan Papa Zola deh…" (Sambil mengelus benjol.)

Sampai jumpa di chapter selanjutnya!