Mengejar Cinta Pertama
By
Fidaphillapi
Disclaimer
Naruto © Masashi Kishimoto
Warning
AU, OOC, Misstypo, EYD yang tidk disempurnakan, Dll.
.
.
Enjoy!
.
.
"Oh jadi gadis itu yang kamu sebut Pinky, Teme? Tanya Naruto selepas Sakura pergi. Tapi Sasuke tampaknya mengacuhkannya, dan memilih fokus pada I-Phone yang dipegangnya.
"Aku rasa dia gadis yang manis." Kata pemuda berambut klimis disebelah Naruto.
"Aku rasa juga begitu Sai. Dia lucu" Pemuda yang mempunyai tato segitiga dipipinya juga tak mau kalah memberi komentar. Kiba.
"Dan pemberani." Tambah pumuda berambut panjang. Neji.
"Tepatnya nekad. Hahaha." Naruto membenarkan.
"Aku tidak peduli." Sasuke akhirnya bersuara. "Lagipula dia hanya anak kecil pengganggu dan berisik."
"Tapi, sepertinya dia mengenalmu?" Tanya Sai menyiratkan keingintahuan yang besar.
"Iya, mungkin saja dia teman masa kecilmu, tadi dia bilang menolongnya 'kan?" kali ini Kiba, pemuda bertato unik itu yang bertanya.
"kalaupun dia adalah teman masa kecilku, Itu hanya masa lalu. Dan aku sama sekali tidak peduli."
.
.
.
.
.
"Tuh kan kataku juga apa, Kak Sasuke itu kejam dan susah didekati," Saat ini Ino dan Sakura sedang berada di kamar Sakura. Ino tiduran di kasur sementara Sakura duduk di kursi belajar dengan posisi mengahadap Ino.
"Tidak apa-apa Ino. Aku memaklumi kok, mungkin Kak Sasuke belum mengingatku. Tapi aku yakin sebentar lagi dia akan segera mengingatku," ucap sakura bersemangat.
"Tetap saja susah dibilangin. Bukannya kamu itu engga peduli masalah percintaan? kenapa sekarang keukeuh sekali sih? Kemana perginya Sakura yang gila pelajaran dan taekwondo itu? Aku curiga dia tertinggal di Suna." Kata Ino sedikit menyindir.
"Apa sih Ino. Baru sebentar tidak bertemu kau sudah lupa padaku? Jahat sekali!" Sakura pura-pura sedih dan memonyongkan bibirnya. "lagipula ini adalah Kak Sasuke! Dia adalah cinta pertamaku. Mana mungkin aku lewatkan begitu saja."
"Terserah lah." Suasana menjadi hening tidak ada percakapan. Keduanya tenggelam dalam kegiatan masing-masing. Sakura memilih melamun dan senyum-senyum sendiri sementara ino memilih membaca majalah.
"Eh, ngomong-ngomong kamu sudah memilih unit kemahasiswaan, Ra?" Tanya Ino menyudahi dahulu kegiatan membaca majalahnya.
"Sudah, kok. Tapi aku belum menyerahkan formulirnya."
"Taekwondo?"
"Memangnya apa lagi?"
.
.
.
Keesokan harinya
Sekarang Sakura sudah berdiri disebuah pintu sebuah ruangan yang diatasnya bertuliskan 'Unit Taekwondo'. Ino masih ada kuliah dan terpaksa Sakura ke tempai ini sendirian. Tujuannya adalah untuk menyerahkan formulir pendaftaran. Tapi pintu ruangan itu tertutup, Sakura menjadi bimbang untuk masuk, takut tidak ada orang. Ia mencoba mengintip dari jendela tapi tidak terlihat apa-apa kerna tertutup gorden. "ukh, gorden sialan!"
"Siapa yang sialan?"
Sakura terlonjak kanget. merutuki dirinya sendiri karena mulutnya itu sering sakali tidak bisa di jaga. Lagi pula kenapa orang-orang suka sekali mengagetkannya? Pikir sakura.
"Ma-mafkan saya kak, tadi saya pikir tadi tidak ada orang." Dia jadi malu sendiri.
"sudah tidak apa-apa, jadi kamu ada perlu apa kemari?" Tanya orang itu kalem.
"Ini." Sakura menyerahkan formulir perdaftran pada orang itu.
Orang itu mengambilnya dan membacanya sekilas. "Oh, jadi kamu anggota baru?" Sakura hanya mengangguk.
"Gaara!" Tiba-tiba saja dari luar datang seorang pemuda lagi. Kini bermbut cokelat panjang dan mempunyai mata lavender. Sakura dan Gaara mengalihkan pandangan mereka pada orang itu.
"Ini siapa?" tunjuk pemuda itu pada Sakura.
"Oh dia Sakura. Anggota baru kita Neji."
Neji hanya mengangguk. Tapi sepertinya dia tersadar akan sesuatu. Dia familiar dengan wajah si anggota baru itu. Rambut pink dan mata emerald. Tidak salah lagi!
"Kamu kan yang kemarin ngasih Sasuke cokelat?"
"Ah, Ha-hai Kak," Sakura Cuma cengengesan sementara gaara cuma bisa cengo tidak mengerti.
.
.
.
Sudah seminggu Sakura menjalani kuliah di Konoha. Semuanya berjalan dengan lancar, setidaknya ia sudah bisa membagi waktu walaupun masih harus menyesuaikan diri dengan kehidupan di Konoha. Tapi ia tampak menikmatinya. Hari ini Sakura tidak ada jadwal kuliah tapi harus tetap ke kampus karena ada kegiatan unit. Diperjalanan menuju basecamp ia tampak celingukan mencari sosok pemuda tampan yang beberapa hari ini tidak ditemuinya.
"Sakura-chan!" Sakura mendengar seseorang meneriakan namanya. Bukannya menemukan Sasuke, Sakura malah bertemu dengan naruto. Si pemuda blonde itu sedang berlari kearahnya
"Ah, Sakura-chan lama tidak berjumpa." Datang-datang Naruto langsung saja mencoba merangkul Sakura. Hey, dia sepertinya harus menyesali perbuatannya itu, kerena…
"Arrgh! Ampun-ampun Sakura-chan!" Tuh kan! Naruto tampak kesakitan karena tiba-tiba saja Sakura memiting tangan kanannya ke belakang.
Siapa sangka cewek manis ini ternyata berbahaya juga, batin naruto sambil meringis memegangi tangannya yang sakit bekas di piting sakura.
"hehe, maaf Kak, tadi nggak sopan sih." Ucap saku sambil menganggat telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.
"Kak, lihat Kak Sasuke nggak?" Tanya Sakura kemudian.
"Sasuke? Tuh!" Tunjuk naruto menggunakan dagunya. Naruto sepertinya senang sekali menunjuk seseuatu dengan dagunya ketimbang dengan tangannya.
"Ah, terimakasih kak!" Naruto pasrah saja di tinggal Sakura. Gadis itu buru-buru menghampiri Sasuke, takut pemuda itu keburu pergi lagi.
"Kak Sasuke!" Sasuke tahu betul suara siapa yang sedang memanggilnya. Dia berpura-pura tidak mendengar saja dan tetap berjalan dengan santai.
"Kak!" tapi sepertinya sekarang ia tidak bisa menghindar lagi, Karena gadis pink itu memblokade jalannya. Sasuke menghela napas. Bertanda malas dengan tingkah adik tingkatnya itu.
"Apa?" Sasuke mencoba bersabar. melepas satu headseat yang dipakainya terpaksa.
"Kakak sudah ingat aku kan? Dulu kakak menolongku da-"
"Sakura! Ayo pergi kita sebelum terlambat!" Belum Sakura menyelesaikan perkataannya, seseorang tiba-tiba saja sudah ada orang yang menyeretnya. Gaara!
"Kak, tapi aku belum selesai ngomong sama-"
"Sudah nanti saja ngobrolnya! Sekarang kita sudah terlambat. Pelatih bisa menghukum kita!" Sakura akhirnya cuma bisa pasrah ditarik Gaara walaupun masih tidak ikhlas karena gagal ngobrol dengan Sasuke.
Sasuke tahu betul siapa yang menarik Sakura tadi. Sabaku Gaara, orang yang selalu dibanding-bandingkan dengannya. Dia tidak menyukainya. Tapi untuk kali ini sepertinya ia harus berterimakasih pada bocah merah itu karena menyelamatkannya dari si Pinky.
.
.
.
Gaara kini sedang beristirahat dipinggir lapangan. Pemuda berambut merah itu tampak kelelahan. Keringat membanjiri pelipisnya. Dan napasnya tampak ngos-ngosan. Dari sini Gaara dapat melihat sakura yang dimarahi pelatih gara-gara gerakannya salah. Sesekali Gaara tertawa melihat tingkah konyol adik tingkatnya itu. Tidak lama kemudian pelatih memberikannya istirahat dan dia bersorak gembira. Seperti anak kecil saja. Pasti tidak akan menyangka kalau dia sudah tingkat III.
"Ini." Gaara mengulurkan minuman isotonic pada Sakura dan diterima dengan senang hati oleh Sakura.
"Terimakasih, Kak." Napasnya masih ngos-ngosan. Sakura kemudian duduk di samping Gaara. Ia kemudian menselonjorkan(?) kedua kakinya. Dari posisi itu Sakura dapat dengan jelas melihat wajah Gaara. Wajah senpainya itu tampak berkilau karena cahaya matahari sore, jika dilihat baik-baik. Senpainya itu keren juga, pikir Sakura tanpa sadar ia terkekeh pelan membuat Gaara menoleh padanya.
"Kenapa?"
"Ah, tidak Kak."
"Tidak diminum?" Tanya Gaara melihat volume air isotonic itu sama sama sekali belum berkurang.
"Eh, ini mau di-" Sakura tidak bisa melanjutkannya karena teralu kaget dengan perbuatan Gaara.
"Ngapain sih, Kak?" Tanyanya gugup.
"Kamu keringetan." Dengan santainya Gaara mengelap keringat Sakura tanpa mempedulikan gadis itu sekarang sudah seperti kepiting rebus. Siapa coba yang tidak deg-degan jika keringatmu dilap oleh seorang kakak tingkat ganteng, ketua taekwondo pula!
.
.
.
.
.
TBC
Woy Sakura inget Sasuke woy! haha maklum ya readers cewek itu gampang melting sama perhatian cowok, tapi tenang sakura itu cuma cinta sama Sasuke kok, eh cinta apa cuma kagum ya? kadang-kadang cewek itu engga bisa bedain kagum sama cinta, tapi cinta juga bisa berawal dari kagum sih :D complicated banget ya? sebenarnya engga sih tinggal kita pilih aja jalan mana yang mau kita pilih, asal kita menyayangi dengan tulus pasti berakhir dengan indah walaupun berakhir engga canon haha apasih gaje!
terimakasih buat reader yang kemarin review dan nungguin chapter 2, riview lagi ya :D
