Analisis Pourquoi


A/N : Sebenarnya chapter ini sudah dipost di wattpad beberapa minggu yang lalu, lalu aku memutuskan buat upload di sini juga hehe. Mungkin chapter ini bakal ku-remove dari FFN dalam beberapa hari, so enjoy~


Hello hello!

Chapter ini akan berisi tentang sedikittt penjelasan mengenai Pourquoi dan beberapa hal yang mau kusampaikan. Yaa bisa dibilang analisis lah, ya?

Udah sekitar seminggu cerita ini dipost... daaann ternyata yang baca dikit banget WKAKAKAK (ngga apa-apa kok, mungkin cerita ini genrenya memang kurang banyak yang prefer hwhwhw). Sejujurnya, ini juga pertama kali aku nulis sesuatu yang berbau misteri begini dan setelah kubaca ulang, ternyata clue yang kupaparkan itu kebanyakan memang terlalu subtle. Duh langsung gatel jari, pengen curcol di chapter ini. Kebetulan juga diriku baru selesai UN, jadi agak santai he he he...

Mari mulai dari pembuka cerita, di mana dijelaskan bahwa Taehyung adalah pecinta anak-anak. Kayanya belum ada yang aneh, ya? Semuanya manis-manis aja di sini. Tae sama Jungkook maen bareng anak-anak di deket rumah mereka gitu... Kelihatannya akrab dan tidak ada masalah sama sekali. Di sini juga dijelasin kalo Taehyung itu dipanggil 'Bapak' sama orang-orang di kampung, kecuali anak-anak. Nah, ini sebenernya gaada maksud apa-apa, kok. Panggilan ini tuh cuma buat memberi perbedaan antara kebiasaan orang dewasa dan anak-anak di kampung aja, gitu. Meskipun sebenernya di cerita ini cuma ada Jungkook doang yang manggil Tae 'Bapak', yaa anggap aja dia kayak perwakilan seluruh orang dewasa di kampung deh HAHAHA (sejujurya aku lupa mau masukin orang dewasa lain, sa ae w ngeles kan).

Okayy, next! Kedatangan Jimin dan Yoongi!

Masih belum ada poin yang aneh, kok. Mereka masih asik cipika cipiki, ngobrol-ngobrol... nah! Saat Yoongi menyebutkan alasan kedatangan mereka ke kampung!

"Sebenarnya salah satu alasan kami kembali ke kampung karena Jimin rindu dengan anak-anak di sini. Masa ia bilang mau bawa mereka pulang bersamanya? Konyol sekali."

Ini diaaa! Ada sesuatu yang aneh di sini! Jimin rindu dengan anak-anak di kampung dan ingin membawa mereka pulang bersamanya. Secara tidak langsung, Jimin punya niat tersembunyi, entah itu baik atau buruk. He's definitely up to something, tho :-) FYI, Yoongi ngga tahu apa-apa soal rencana si Jimin.

Jadi sekarang kita punya dua orang pecinta anak-anak di kampung ini, Jimin dan Taehyung. Selanjutnya, kita masuk ke scene saat Jimin akan pergi dari rumah itu.

Ia berjalan cepat menuju pintu sambil menenteng sebuah tas hitam berukuran besar. Ah, kalau diingat-ingat ia memang membawa tas aneh itu bersamanya saat datang tadi. Karena warnanya yang gelap, tas itu jadi tampak kurang mencolok. Aku hampir tidak menyadari keberadaan benda itu seandainya Jimin tidak lewat di depan kami barusan. Sekilas, mataku menangkap noda kuah berwarna kecokelatan di sudut tas itu.

Tuhhh, sekarang jadi semakin aneh kan? Jelas dong kalo noda kuah itu sesungguhnya bukan kuah :') (yaampun aku gamau nyebutnya, kalian pasti ngerti kok itu apa XD). Tas gede itu ga kusebutin sih segede apa banget. Ya intinya gede gitu. Pasti kebayang lah isinya sesuatu yang tidak wajar buat dibawa ke sana. Kan tadinya tujuan mereka ke kampung tuh untuk silahturami gitu... ya terus lu ngapain bawa tas gede, Jim?

Silakan menebak-nebak. Mungkin saat ini Jimin yang jadi tersangka utama. Jelas dia terlihat mencurigakan banget. Tapi kita lihat saja nantiiii...

Selanjutnya, kita punya Seokjin yang lagi nyari si anaknya.

"Tadi pagi ia sempat pamit kepadaku untuk pergi keluar, bermain bersama teman-teman katanya. Memang ia biasanya kan main dengan anak yang itu-itu saja, jadi kubiarkan. Setahuku juga ia bersama kawan-kawannya suka mampir ke rumahmu, makanya aku pikir dia ada di sini. Ah, baru beberapa hari yang lalu aku memarahinya gara-gara kenakalannya itu. Kau tahu? Gigi depannya jadi ompong gara-gara terjatuh. Duh, bagaimana ini? Matahari sudah hampir tenggelam dan ia masih belum kembali. Padahal sebentar lagi suamiku pulang." Seokjin semakin resah. Kedua kakinya dihentak-hentakkan perlahan, sedangkan tangan kanannya memijat keningnya.

Uhuhu kalau kalian sadar, dari ciri-ciri yang disebutin Seokjin barusan, anak ini adalah anak yang main ke rumah Taekook di awal cerita :

"Kak Taehyung minum air got lagi!" teriak seorang anak dengan kepala botak dan gigi depan yang ompong.

Hemm ke mana ya anak ini?

Oke, clue selanjutnya..

"Hei, aku pulang." pria yang kutunggu-tunggu sejak tadi akhirnya menampakkan batang hidungnya juga. Bau rokok tadi siang sudah hilang, digantikan oleh amis keringat dari pakaiannya. Beberapa sudut pakaiannya juga dihiasi noda tanah. Sudah bisa dipastikan Bapak habis dari kebun.

Ngomong-ngomong keringat kan ngga berbau amis? Lah terus? Bau apa dong? Ya bau kuah tadi itu :') (Maaf aku receh, tapi aku ngakak sendiri sambil ngetik bagian ini)

Sekembalinya Taehyung dari pencarian anak Seokjin, orang tua lainnya pun ikutan ke rumah Taekook karena anak mereka juga pada ngilang semua. Dan di antara orang-orang itu, ngga ada Jimin, dong? Normally, orang-orang pasti mikirnya,

"Eh-eh si Jimin mana ya? Kok tiba-tiba ngilang? Barengan sama anak-anak, lagi! Jangan-jangan..."

Yapp, seharusnya Jimin dicurigai oleh orang-orang kampung. Anehnya nggak ada yang nyadar kalau Jimin tuh hilang. Mungkin gara-gara doi kelamaan ngga pulang kali yak jadi pada lupa semua sama dia :-)

Kemudian keadaan agak sedikit tenang di malam hari... mereka pada tidur semua. Si Yoongi udah ngga panikan lagi.. ada sedikit clue di paragraf ini btw, you might not notice it, tapiii :

Aku juga terbangun beberapa kali saat tengah malam gara-gara mendengar suara berisik dari luar, seperti suara binatang yang sedang kawin. Namun Yoongi sama sekali tidak terusik dengan suara-suara itu. Ia tetap tertidur pulas meskipun tadi sempat panik tidak karuan.

Sooo, suara berisik itu sesungguhnya bukan suara binatang kawin, tapi mirip suara binatang kawin. Kalian tau lah, kalo misalnya suara binatang kawin itu gimana, kan? Semacam ada lolongan melengking (?) gitu. Tapi kalau menurutku sih itu sekilas seperti suara orang dipukulin habis-habisan. Jadi kalian ngerti kan maksudku? Itu tuh suara orang dihajar di deket rumah mereka.

Kenapa tetangga gaada yang curiga?

Karena anak mereka pada ilang semua, jadi mereka berusaha untuk nggak mempedulikan hal lain seperti 'binatang kawin' tadi. Yaa di pendengaran mereka kan itu kayak suara binatang lagi berkembang biak.

Oke, paragraf-paragraf berikutnya cuma Jungkook yang lagi bermonolog doang. Berikutnya ada Taehyung yang lagi bikin kopi sendiri sambil baca koran. Padahal kan di awal tadi diomongin kalau doi biasa baca koran siang-siang melulu? Berarti hari ini tuh si Tae lagi berhalangan buat melakukan hobinya sebagai bapak-bapak itu. Ya dia sendiri juga bilang kalo dia ada kerjaan dan bakal pulang larut malam.

Semakin menuju ending, di dekat sini lah letak clue yang membuat Jungkook sadar... hayoo ditebak, kira-kira kenapa Jungkook bisa nyadar...

Di kalimat yang mana hayoo? ( ͡° ͜ʖ ͡°)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Yap! Betul sekali!

Jungkook sadar ada sesuatu yang aneh dari Taehyung setelah doi mengucapkan kalimat ini :

"Ya. Banyak lubang yang harus digali. Aku pergi dulu, ya. Jaga rumah baik-baik."

Uh she up, banyak lubang yang harus digali katanya. Kira-kira apakah kata-kata itu biasanya diucapkan seorang pemilik kebun? I don't think so, hohoho. Jadi di titik inilah Jungkook sadar kalau Taehyung tuh menggali lubang bukan buat tanemannya, tapi buat sesuatu yang lebih besar.

Dia tuh mikir kayak gini loh "Eh, emang laki gua buka kebon apaan sih?"

Laki lu buka kebon mayat, Kook.

Iya, lubang itu kan buat mayat anak-anak sama si Jimin yang keberadaannya masih tidak diketahui itu.

That's it.

Udah, itu aja endingnya...

Jadi, gini nih, yaa...

Jimin dan Taehyung itu temenan udah lama banget. Mereka sama-sama penyuka anak kecil. Hemm, aku pengen menggunakan kata 'terobsesi', tapi kayaknya agak kurang tepat, nih. Intinya mereka suka anak kecil lah, ya. Lalu Jimin dan Yoongi kan belum dapet anak tuh, padahal si Jimin pengennnn banget. Basically, Jimin tuh mau nyulik anak-anak dari kampung gitu. Engga semua dia culik, dong. Paling cuma dapet berapa orang, terus sisanya dibunuh. Anak-anak ini kan mainnya selalu barengan, susah dipisahin. Ya jadi digiring aja ke satu tempat, terus dibunuh yang engga mau dia adopsi deh (aku tau ini aneh banget plotnya). Nahh, sebagai sesama 'pecinta anak-anak', Taehyung jelas merasa ada yang aneh dari Jimin. Terus dia ngikutin Jimin dong, dan di situlah doi menemukan kebusukan Jimin. Next, dia ngebunuh Jimin. Masih inget ngga sama suara binatang kawin tadi? Itu adalah suara Jimin yang lagi digebukin Taehyung. Jimin masih sempet lari ke rumahnya Taekook pas udah sekarat gitu. Ngga lama kemudian dia mati. Oke sampe sini Taehyung kedengerannya kayak pahlawan ya?

Tapi,

Anak-anaknya juga dibunuh sama doi.

Iya, jadi Taehyung itu sama busuknya dengan Jimin.

Ngga ada alasan kenapa dia mau bunuh mereka. Dia mau melakukan aja.

Intinya mereka berdua ini sama-sama sakit jiwa.

Terus besoknya Taehyung mau pergi nguburin mayat mereka gitu. Makanya tadi kubilang kebon mayat :')

Ehh capek juga loh ngetik ini. Lumayan memakan waktu, sekitar 2 jam-an lah :') tapi gapapa. Aku enjoy juga kok HE HE HE.

Okeiii, itulah sedikit analisis dan penjelasan dariku mengenai cerita ini... semoga bisa dipahami yaa~ kalo masih belom jelas, boleh deh ditanyain lagi... mungkin aja ada detail yang kulewatkan.

See you!