A/N: Yosh! Setelah sekian lama akhirnya saya bisa update lagi! ^^

Terimakasih pada semua yang telah setia menunggu!

Chapter 2 telah hadir!


Chap. 2

"Selamat datang. Saya Gotoh, kepala butler."
Pria tinggi berkacamata itu melihat kearah Gon dengan tatapan dingin dan berbicara dengan nada dingin pula. Mungkin pria ini adalah kulkas berjalan. Entahlah. Pokoknya Pak Gotoh itu adalah pria dingin.
"Ah, saya Gon. Gon Freecs." Gon mencoba membungkuk untuk beri hormat, tapi Pak Gotoh sudah berbalik dan berjalan di koridor itu.
"Seperti yang kau tahu, bangunan ini hanyalah tempat tinggal para butler. Tempat Master dan keluarganya berada jauh didalam."
Setelah itu, Pak Gotoh terus berbicara tentang berbagai macam peraturan yang harus dan tidak harus dilakukan dalam pekerjaan ini. Otak Gon mulai mengeluarkan asap.
"...Dan tugas utamamu adalah-"
Gon yang sudah mulai mabok langsung tersadar kembali, mendengarkan Pak Gotoh yang berhenti berjalan dan berbalik padanya.
"-melayani dan melindungi Nona Killua."

Langkah Gon terhenti.

"Nona… siapa?"

Gotoh menoleh kearah Gon dan mengangkat satu alisnya. "Nona Killua. Putri ketiga dari pasangan Silva dan Kikyo Zoldyck, alias pewaris Zoldyck Company yang resmi. Tolong perhatikan dan jangan melamun karena ini termasuk informasi vital yang harus kau ketahui."

"T-tunggu dulu." Gon mulai berkeringat dingin lagi. "M-maksudmu- Maksud anda… Nona Killua itu… Killua Zoldyck? Killua Zoldyck yang itu?"

Gotoh mulai habis kesabaran. "Maksudmu? Tolong bicara lebih spesifik."

Gon menelan ludah. "Killua Zoldyck, yang sekolah di Hunter School, tingkat SMP, kelas 3-A?"

"…Ya."

"Killua Zoldyck, yang berambut perak dan bermata biru, bertatapan judes dan kata-katanya kasar? Killua Zoldyck yang itu?"

"Tolong hati-hati ketika kau mendeskripsikan Nona Killua, dan ya, benar. Dia orangnya."

Ya, Tuhan.

Gon merasa sangat bodoh karena tidak melihat dulu nama keluarga majikannya ini. Ia juga merasa sangat kurang update karena baru tahu bahwa rumah ini adalah tempat tinggal Keluarga Zoldyck. Bahkan anak TK saja tahu tempat ini itu tempat tinggal siapa.

Jadi, aku akan melayani Killua… Rasanya aneh juga. Selama ini kita nggak pernah bicara akrab. Dia bahkan tidak pernah tersenyum padaku selama di sekolah.

"Satu hal lagi."

Gon melihat kearah Gotoh yang kembali berbicara.

Anehnya, nada bicara Gotoh melembut dan ia memiliki senyum tipis di wajahnya. Namun bukan senyum senang yang ia perlihatkan tapi… senyum sedih? Kasihan?

"Tolong bantu Nona Killua."

Bantu?

Gon kebingungan.

Bantu apa?

Bukannya dia baik-baik saja?


Seragam butler Keluarga zoldyck semuanya sama; kemeja putih bersih, jas berekor warna hitam, celana panjang formal hitam, sepatu formal hitam mengilap, serta dasi warna merah yang nampaknya terbuat dari sutra. Intinya, ini bukanlah pakaian yang biasa bagi Gon.

Gon cukup kesulitan ketika memakai seragam ini dan butuh bantuan memakai dasi. (Seragam sekolahnya tidak pakai dasi). Tapi pada akhirnya, ia dapat memakainya dengan benar.

Hal yang paling disyukuri Gon adalah ia tidak harus membayar uang untuk seragam ini.

"Kau akan langsung ditempatkan di Rumah Utama." Ucap seorang gadis berkulit hitam dan berambut ikal yang nampak lebih tua sedikit dari Gon. "Aku Canary, penjaga gerbang Rumah Utama. Aku akan mengantarmu kesana."

Sebenarnya rumah ini punya berapa gerbang? =w="

Gon menurut dan mengikuti Canary.

Walaupun Canary perempuan, ia tetap memakai seragam yang sama seperti Gon dan para butler lain. Gon telah diberi tahu bahwa butler wanita di Keluarga Zoldyck hanya tiga orang; Canary, Amane, dan seorang manula bernama Tsubone. Gon belum bertemu dengan Amane dan Tsubone, namun nampaknya ia akan segera menemui mereka karena mereka juga ditempatkan di Rumah Utama.


Gon mulai berpikir mengapa orang kaya selalu menyukai hal yang besar-besar?

Gerbang Utama yang dijaga Canary memang sederhana dibanding dengan gerbang yang dilewati Gon pertama kali, tapi tentunya Pintu Rumah Utama Keluarga Zoldyck harus lebih besar.

Sekarang Gon sedang berdiri di atas lantai keramik hitam yang nampak berkilau bagai cermin hingga Gon dapat melihat pantulan dirinya disana. Ruangan ini adalah lobby Rumah Utama Keluarga Zoldyck. Setiap anggota keluarga Zoldyck memiliki rumah sendiri, dan Rumah Utama hanya dipakai ketika ada family meeting atau acara-acara formal. Gon sudah dapat informasi kalau Killua saat ini tinggal di Rumah Utama untuk belajar menjadi penerus resmi Zoldyck Company. Gon sama sekali tidak mengerti apa yang harus dipelajari Killua. Orang kaya memang beda nampaknya.

"Apa kau butler pribadi Nona Killua yang baru?"

Seorang wanita yang nampaknya tidak jauh lebih tua dari Gon, berambut hitam panjang dan bermata hijau tua, berdiri di hadapan Gon. Tatapannya dingin, mengingatkan Gon pada Killua sedikit.

"Aku Amane." Ia membungkuk dan Gon dengan canggung membalasnya. "Selamat bekerja. Oh, ini." Amane mengeluarkan sebuah buku kecil tebal dari sakunya dan memberinya pada Gon. "Ini adalah…?"

"Semua jadwal Nona Killua ditulis disana."

Tebal banget! ;;A;;

"Kau harus membaca dan mengingat semuanya. Jadi jika Nona membolos, kau bisa langsung menghentikannya. Nona Killua tidak pernah boleh melewatkan apapun yang tertulis di jadwal itu. Sekarang, coba kau buka halaman 40: Jadwal Hari Selasa Tanggal ini: Jam 17.00."

Gon buru-buru membuka halaman yang dimaksud. Sekarang hari Selasa dan ini sudah hampir pukul 5 sore.

"Jam 17.00-18.00: Latihan Biola…" Gon membaca bagian yang diintruksikan Amane.

"Benar. Sekarang ini, Nona Killua sedang Latihan Biola di Ruang Musik. Ini Peta Rumah Utama, supaya kau tidak tersasar. Beberapa butler baru selalu tersesat di hari-hari pertama bekerja, kuharap kau tidak begitu. Posisimu sangat penting disini. Hampir semua butler pribadi Nona killua tidak bisa bertahan sampai seminggu. Kami harap kau berbeda."

Amane berbicara cepat sekali, otak Gon mulai berasap.

Ketika mereka berjalan menuju Ruang Musik, Gon melihat buku kecil tebal itu yang masih ia pegang di tangannya.

Setiap halaman dalam buku itu semuanya penuh tulisan. Semua itu adalah jadwal dan apa-apa saja yang harus dilakukan Kilua. Gon merasa sedikit aneh. Killua masih kelas tiga SMP, sekelas dengannya, apa semua kegiatan ini diperlukan?

Gon melirik sedikit ke beberapa halaman dalam buku itu.

Jam 14.30: Pulang sekolah, jemput dengan mobil.

Jam 15.00-16.00: Belajar Bahasa Asing.

Jam 16.00-17.00: Pembelajaran Ekonomi dan Perusahaan Dunia.

Jam 17.00-18.00: Latihan Biola.

Jam 18.00-19.00: Ilmu Politik.

Jam 19.00-19.45: Makan Malam.

Jam 20.00-21.00: Review Pelajaran Sekolah.

Jam 21.00: Tidur malam.

Gon terdiam sebentar. Jadwal apa ini? Tidak ada jam kosong untuk istirahat?

Siapa yang membuat jadwal gila macam ini, Gon tidak habis pikir.

Tiap halaman penuh dengan jadwal kegiatan, otak Gon hampir berasap hanya melihatnya saja.

Bagaimana Killua bisa bertahan seharian melakukan ini semua?

"Ini adalah Ruang Musik." Ucapan Amane membuat Gon kembali sadar sekitar. Sekarang, mereka berdiri di hadapan pintu besar dengan ukiran notes musik yang indah. Hanya melihatnya saja bisa membuat orang terpesona. Orang kaya memang beda.

Dari dalam ruangan terdengar alunan melodi biola yang indah. Gon tertegun. Killua dapat memainkan biola seperti ini. Keren.

Dalam benak Gon sudah membayangkan Killua mengenakan gaun indah dan memainkan biolanya dengan anggun.

Hah. Apa yang aku pikirkan? 0_0 K-kenapa aku malah membayangkan Killua jadi cantik begitu? 0/0 E-eh, yah, dia memang selalu cantik, sih… t-tapi! Kenapa ia langsung muncul di pikiranku begitu? Aduuh, sudah ah! Fokus, Gon Freecs! Sekarang ini kau butler-nya Killua! =/= Ayo kerja, kerja!

Gon menggelengkan kepalanya beberapa kali untuk menghilangkan bayangan Killua yang memakai gaun itu.

Eh, ngomong-ngomong, aku 'kan belum pernah melihatnya memakai baju lain selain seragam sekolah kita… Kira-kira, Killua memakai baju seperti apa, ya…

Gon menggeleng lagi. Ini bukan saatnya memikirkan baju yang dipakai Killua! Fokus, fokus! Ingat ini hari pertama kerja!

Setelah menampar pipinya sendiri (yang langsung dilihat Amane dengan aneh), Gon langsung memasang tampang seriusnya (nggak serius banget sih), dan berkata dengan mantap: "Oke!"

Setelah memantapkan dirinya, Gon langsung meraih gagang pintu itu dan membukanya dengan semangat 45 dan teriakan "Killua! Aku butler barumu!" yang membuat Amane tercengang kaget. Berani amat nih anak! Gimana kalau Master Silva atau Madame Kikyo dengar?

Namun, yang didapati Gon bukanlah seorang Killua dengan gaun indah, melainkan hanya ruangan super megah dengan banyak instrumen musik dan sebuah CD Player yang memainkan lagu biola klasik. Killua tidak ada di ruangan itu.

-Bersambung-


A/N: Terimakasih sudah baca!

Gon yang kebingungan memang paling menyenangkan untuk ditulis! xD

Chapter 2 cukup sampai sini dulu, ada review? ^^

-RedChan-