Hmm,,, lambat ya updatenya biasanya dulu karna mager atau berapi- api dengan ide ehhh banyak tugas menumpuk, wajar masa – masa persiapan UN (kelas berapa ya saya :v ?) …

Ini hanya sekadar chapter transisi yang memperlihatkan prolog melalui cara pandang Trio tidak jelas yang terlalu dramatis, lebay dan mereka terlalu sibuk dengan imajinasi mereka untuk menyadarinya dan sebenarnya mereka itu kelompok empat orang, tapi orang yang lainnya masih waras untuk tidak aneh – aneh …

Inilah yang sebenarnya terjadi…

DISCLAIMER:

I DON'T OWN INAZUMA ELEVEN OR ANY OF ITS CHARACTER

-PROLOG: ANOTHER STORY-

"Naskah Yang Klise"

"Hahh… aku lelah" keluh Mouri, si pemalas itu merebahkan dirinya diatas tanah. Mouri memang pemalas tapi, saat berlatih biasanya kemalasannya sama sekali tidak ditampakkan bahkan Mouri terlihat seperti orang yang berbeda. Ya, Mouri kelelahan karena di hari minggu yang seharusnya menyenangkan malah diajak latihan dadakan hanya berdua oleh Rokkou sejak jam 9 pagi walau Rokkou sepertinya sudah menunggu di depan pintu rumahnya sejak jam 6 pagi yang membuatnya tidak enak hati menolak dan sekarang jam telah menunjukkan pukul 3 sore, Mouri merasa Rokkou ingin mengatakan sesuatu padanya tapi, selama mereka berlatih Rokkou belum mengatakan apapun soal tujuannya mengajaknya berlatih mendadak. Yap selama ini kalau Rokkou punya masalah atau ada yang ingin dibicarakan kepadanya sebelum ke yang lainnya alias curhat biasanya akan mengajaknya berlatih seperti biasa walau sering bersifat dadakan atau berdurasi lebih lama dari biasanya hingga Mouri kelelahan Karen Rokkou tahu tentang stamina Mouri yang lebih rendah dibanding dirinya hal itu menandakan kalau Rokkou ingin membicarakan sesuatu dan berharap Mouri yang memulainya dan bertanya duluan, walau hal ini di luar kepribadian Rokkou yang sering terlihat all-out, cheerful, dan terbilang suka mengutarakan perasaannya tanpa berpikir Mouri sudah terbiasa dengan hal ini karna mereka sudah bersahabat sejak kecil."Jadi apa maksudmu mendadak mengajakku latihan?" tanya Mouri memulai yang kelelahan .Rokkou lansung tersenyum riang lalu duduk disamping Mouri "Kamu ingat Endou dan Kazemaru?" mulai Rokkou membuka topik pembicaraan, Mouri mengangguk meng-iyakan kalimat sahabatnya itu, "Bagaimana kalau anak perempuan yang sering bermain bersama mereka itu?" Mouri diam sejenak dan kembali mengangguk, Rokkoupun bercerita kemarin ketika mereka sama sekali tidak latihan Rokkou diam – diam mengamati ketiga orang yang ditanyakan olehnya itu, dia melihat anak perempuan itu dengan lincah melewati pertahanan Kazemaru dan mencetak gol walau agak tersentuh jari Endou sehingga berbelok. Mouri terdiam seingatnya Rokkou yang seorang striker dan suka bermain bola belum pernah melewati pertahanan Kazemaru saat bertanding di pelajaran olahraga kenapa seorang anak perempuan bisa ? "Jadi kamu penasaran sama anak perempuan itu?" selidik Mouri Rokkoupun mengangguk meyakinkan "Jadi aku pikir kita harus kembali mencari cara agar Endou dkk. Itu mau bermain dengan kita!" ucap Rokkou tipikal orang tsundere .Rokkou sudah lama berusaha mengajak Endou bermain dengannya tapi karna punya pride yang tinggi dan sifat keras kepala semuanya tidak berhasil karna merasa Endou yang seharusnya mau main dengan mereka bukan mereka yang mau main dengan Endou tapi semua itu berhenti ketika Endou bermain dengan anak perempuan berambut ungu yang dikuncir dua ditambah kedatangan anak perempuan yang satunya membuat Rokkou berpikir Endou melemah karna mainnya sama cewek dan kecewa dengan Kazemaru yang ikut – ikutan. Mouri menarik napas dalam – dalam dan mengeluarkan hembusan napas yang panjang karena pusing dengan pemikiran sahabatnya yang rumit itu Mouripun bangkit duduk lalu berbisik di telinga Rokkou "Bagaimana kalau…"

-Dramatic mode ON-

"APA!" seru dua insan yang syok lalu menatap satu sama lain salah satunya memakai kacamata alias Akechi sedangkan yang satunya Tamano Gorou yang kerap dipanggil Tamagorou atau Tarou oleh Rokkou, orang yang paling waras sekaligus paling kecil plus imut diantara perkumpulan orangyang terdiri dari empat orang yang sering tidak jelas itu , ya dirinya sendiri jika di lontari pembicaraan tentang sepak bola akan lansung berkoar walau masih didekat batas yang wajar dia tidak seperti Akechi yang fanatik akan sepak bola dan mempunyai banyak informasi dan ahli bermain game tentang hal tersebut. Akechi juga bisa jadi stalker handal yang sering kurang kerjaan dan selalu berusaha bersikap seolah dia Antagonis walau sebenarnya baik yah sejenis tsundere tapi lebih Nampak daripada Rokkou. Bukan hanya Akechi jika dibandingkan dengan Mouri yang disebut – sebut normal walau sebenarnya drama queen yang diam diam menghanyutkan atau Rokkou yang keras kepala dengan harga diri yang ketinggian dia tetap yang paling normal . Tarou bersyukur dia masih waras apalagi setelah mendengar ide Mouri yang aneh dan terlalu klise alias mirip kayak di sinetron atau drama- drama tv yang sengajanya kelihatan banget, ya Mouri berencana mereka akan menjebak Endou dkk. Saat akan bermain mereka akan membuat Endou tunduk dan bermain secara paksa dengan menjadikan anak perempuan sandera lalu membuktikan kehebatan mereka sekaligus mengetes kemampuan si anak perempuan dan membuat Endou melupakan si anak perempuan jika semua tahap sebelumnya berhasil dan ternyata anak perempuan itu lemah dan Kazemaru sebenarnya hanya mengalah."Akechi bagaimana menurutmu?" tanya Tarou kepada Akechi, Akechi yang awalnya was – was dengan mimik muka ingin menolak karna merasa hal itu memalukan tiba - tiba menarik hembuskan napas lalu mengeluarkan senyum licik buatan dan menjawab."Dengan senang hati." Tipikal anak labil ketiga anak itupun ber sorak – sorak lalu menatap Tarou penuh harap, Tarou tersenyum lalu menghela napas "Hahh aku gak ikutan ah kalau ada apa – apa jangan tanya aku ya."tolak Tarou sambil mengeluarkan muka cemberut kekanakan , ya hal ini sering terjadi dan tidak membuahkan hasil memuaskan walaupun tiga temannya itu berbakat dalam berakting bahkan cocok jadi aktor internasional dalam kebanyakan kasus lawan main mereka biasanya gagal paham karna klise dalam adegan yang mereka lakukan "He..he.. tidak apa – apa akan kami buktikan kali ini akan berhasil."senyum Rokkou dengan lebar begitu pula Mouri dan Akechi, Tarou merasa kehangatan menjalar di dadanya ketika melihat senyuman teman - temannya itupun membalas dengan tersenyum manis yang tidak kalah lebar "Buktikan saja!" seketika mereka pun tertawa bersama – sama.

Tawa itu bergema di aliran waktu dan pikiran Tarou tapi, seketika menghilang ketika dia membaca e-mail dari Mouri.

.

.

.

.

.

.

.

Hari itu tercatat ada enam anak dilarikan ke rumah sakit lima anak laki – laki dan satu anak perempuan.

.

Empat anak laki – laki luka – luka

Yang lainnya mengalami perdarahan karna hantaman di bagian kepala

.

.

.

Sedangkan sang anak perempuan harus menjalani rehabilitas jangka panjang karena trauma berkepanjangan yang membuatnya pindah kota

Tanpa pamit dan salam tanpa kebenaran yang dijelaskan semuanya berakhir, mengahilang begitu saja menyisakan kekosongan dan rasa bersalah di dada mereka

Menunggu takdir membuka jalan agar dapat mengubah semuanya…

Asal mereka percaya dan yakin terhadap ikatan yang pernah menghubungkan mereka…

To be Continued….

Chapter ini kurang jelas dan susah dimengerti ya.. apalagi tentang sifat 4 orang ini bayangkan sajalah sebenarnya jelas saja sih Cuma mereka kayak orang Aneh yang suka ngelakukan hal dengan cara aneh makanya gak jelas ..Aaahh susah dijelasin..ini sifat mereka di FF saya ini…

Mouri : Drama queen ( belum terlalu kelihatan yah ) RATU + Pemalas + ikut – ikutan Rokkou yang gak jelas + ikutan jadi menikmati sepak bola = GAK JELAS

Rokkou : Dari sananya gak jelas + Harga diri ketinggian + Cheerful + Loyal ( paling kelihatan sama Mouri ) + Pemimpin? RAJA :v +ada sedikit unsur penindas dan gak punya perasaan (jarang atau tanpa sadar) + Tsundere :v + punya passion pada sepak bola = GAK JELAS

Akechi: Nerd game sepak bola gamer gitulah (jagoan lagi) + Stalker /Hacker + Labil + sok kejam atau jahat padahal baik + Tsundere :v + lumyan pintar tapi gak dipakai otaknya sama saja gak jelas = GAK JELAS

Tarou : Baik + Imut + Penggemar sepak bola + Maskot :v Klub sepak bola + Lumayan waras dan rasional + punya sisi fangirl + tahu temannya pada gak jelas masih tetap ikutan bahkan bantuin = GAK JELAS

Ya ini authornya yang garing dan GAK JELAS

Maaf kalau susah dimengerti seiring cerita kelihatan juga sifatnya tokoh cerita….

Soalnya kalau dijelaskan secara detil jatuhnya akan kepanjangan chapternya (Author lelah) ini kan Cuma prolog gak jelas gak apa – apa kan….

Kalau lagi rajin coba hitung berapa kata "Gak jelas / Tidak Jelas" di chapter ini termasuk pertanyaan ini!