Chapter 2 : Back To School

.

.

.

FF ini murni milik saya dan hasil imajinasi saya

No plagiat, no bash! Don't like don't read!

.

.

.

Note : semua percakapan/kalimat yang bercetak miring adalah percakapan dalam hati/membatin.

Terdampar di dunia entah berantah membuat si arogan Kyuhyun menjadi sedikit gila. Sihir? Penyihir? Kalian mempercayai itu? Aha! Itu semua tidak ada yang nyata. Jikalau ada, itu hanya sebuah kekonyolan belaka!

JINKARAHOY!

"Kyu, bangun" sudah berkali-kali Kibum mengguncang tubuh Kyuhyun. Namun Kyuhyun tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda untuk bangun, "ya! Bangun!" kesal, Kibum memukul kuat pantat Kyuhyun. Lagi-lagi Kyuhyun tidak menunjukkan tanda-tanda untuk bangun. Lalu Kibum mengeluarkan telunjuknya, mengarahkan tepat diatas wajah Kyuhyun. Dalam satu kedipan mata~

"Kyaaaaaa~ banjiiirrrrr!" teriak Kyuhyun panik. Akhirnya Kyuhyun bangun dan bangkit dari tidurnya, "hyung! Kau ini jangan mentang-mentang bisa sihir kau bisa menyiramku seenak saja dengan telunjukmu!" kesal Kyuhyun sambil mengusap kasar wajahnya. Rupanya Kibum menyemprotkan langsung air dari telunjuknya dan tepat mengarah pada wajah Kyuhyun.

"kau susah dibangunkan. Sudah berapa kali aku menepuk pantatmu itu tapi kau tak kunjung bangun! Pergi mandi!"

'dasar, penganggu mimpi orang. Padahal sebentar lagi aku akan berciuman' dumel Kyuhyun dalam hati.

"dasar mesum!" Kibum melempar sebuah handuk dan lagi-lagi mengenai wajah Kyuhyun, "cepat mandi!"

"ah, hyung. Jarang-jarang aku mendapatkan mimpi dicium artis" keluh Kyuhyun, "ah, hyung, tunggu disini. Tugasmu hanya menghidupkan dan mematikan shower itu. Kalian sih, tidak menyediakan pemutar keran shower atau tombol agar shower itu menyala"

Kibum menghela nafas pasrah, ia sadar jika akan direpotkan Kyuhyun nantinya. Tapi mau bagaimana lagi? Sudah terikat kesepakatan, "sudah hidup, mandilah"

"kerja yang bagus, Kibummie" Kyuhyun langsung lari masuk ke dalam kamar mandi sebelum Kibum menyihirnya menjadi kodok.

"Ya! Setan tengik!" teriak Kibum geram.

.

Kini semua telah berkumpul di meja makan. Waktu telah menunjukkan pukul 18.47, yang artinya 13 menit lagi waktunya menikmati makan malam. Kyuhyun masih menunjukkan ekspresi takjubnya melihat semua peralatan terbang dengan leluasanya.

'jaga sikapmu. Biasa saja. Jangan berlebih' ucap Kibum mentransfer pikirannya pada Kyuhyun sambil menyenggol kaki Kyuhyun.

"ini ikan goreng?" celetuk Kyuhyun ketika sebuah piring berisi ikan goreng terbang dihadapannya, "astaga, nemo digoreng?" ucap Kyuhyun setengah panik.

Seketika Donghae langsung mengambil piring berisi ikan goreng itu, "kalian tega memasak nemoku" ucap Donghae sedih, "Wookie, Sungmin hyung, kenapa kalian menggoreng nemoku?"

"aniya, itu bukan nemo. Itu ikan yang kubeli kemarin di mall" teriak Sungmin dari dapur yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan meja makan.

Lalu Donghae mengembalikan piring berisi ikan goreng itu ketempatnya, "nemoku aman"

'kau ini suka sekali membuat orang panik. Untung saja Donghae hyung tidak menangis, jika ia menangis kita tidak jadi makan malam tahu' omel Kibum pada Kyuhyun.

'benarkah? Memangnya pernah terjadi sebelumnya?'

'semua karena Eunhyuk hyung, sebelum nemo Donghae hyung memelihara ikan bernama Dori. Tanpa bertanya terlebih dahulu, Eunhyuk hyung menggoreng Dori karena lapar. Setelah kejadian itu, Donghae hyung menangis hingga tengah malam. Bukan hanya tidak diizinkan makan, tapi kami semua tidak tidur semalaman. Akibatnya kami tidak berangkat sekolah maupun kerja' cerita Kibum.

'ah, untung saja Donghae hyung tidak menangis. Aku bisa kelaparan tidak mendapat jatah makan malam. Hyung, kalian sekolah dan bekerja juga ya?'

'sama seperti kalian para manusia biasa. Nanti kita lanjutkan, makanan sudah lengkap' Kibum mengakhiri telepatinya bersama Kyuhyun dan inilah saatnya makan malam.

Saat semua sudah mendapat jatah makan malam masing-masing, semua kecuali Kyuhyun menyantap dengan lahap. Kyuhyun hanya diam menunduk menatap makanannya.

'kau kenapa? Makanannya tidak enak?' tanya Kibum heran melihat Kyuhyun hanya menatap makanannya.

'aku tidak suka sayur hyung. Kenapa aku hanya dikasih salad? Tidak ada dagingnya juga' keluh Kyuhyun. Kyuhyun menoleh kearah makanan Kibum, 'daging panggang. Tukaran hyung'

Tanpa menjawab apa-apa, Kibum langsung menukar piringnya dengan piring Kyuhyun.

"kenapa ditukar?" tanya Heechul.

"dia tidak makan sayur. Daritadi hanya dilihati saja, daripada tidak dimakan. Sayang saladnya" jawab Kibum.

"ah, pembaca pikiran. Dan kau, kenapa bergaya sekali tidak makan sayur? Kau tahu, sayur lebih sehat dan enak dibanding daging" gantian Kyuhyun yang kena ocehan Hecchul. Lama-lama ia tidak akan pernah suka dengan Heechul, pikir Kyuhyun.

Kyuhyun diam tidak melayani ocehan Heechul. Ia fokus pada daging panggangnya.

"sudahlah Heechul-ah, nikmati makananmu sendiri. Jangan ikut campur urusan mereka" nasihat Hangeng dan Heechul mengangguk mengerti.

.

Makan malam selesai, semua kembali pada urusan masing-masing. Kyuhyun mengikuti Kibum kembali ke dalam kamar. Bukankah Kibum menyuruhnya untuk berada di dekatnya? Jadi jangan salahkan Kyuhyun jika ia merasa risih atas ucapannya sendiri.

"hyung, lanjutkan ceritamu. Tempat sekolah dan bekerja kalian seperti apa?" tanya Kyuhyun to the point.

"sama seperti kalian, hanya saja semua yang kami kerjakan menggunakan sihir" jawab Kibum yang masih berkutat dengan sebuah buku sambil duduk santai di sofa kamar.

"ah, lalu pasti menyenangkan ya. Semua bisa disulap secara instan. Kapan kau akan kesekolah Hyung?"

"Minggu depan" jawab Kibum masih tidak menatap Kyuhyun.

"Jika kalian bersekolah dan bekerja kembali, apa yang akan kulakukan dirumah? Aku kan tidak mempunyai sihir untuk melakukan ini dan itu"

"Bukankah sudah kukatakan kau harus berada didekatku? Kau harus ikut bersekolah denganku" Kibum menutup bukunya lalu menaruhnya dengan sihir diatas meja, "tenang saja, kau akan sekelas denganku. Aku akan menolongmu. Ah, jika Leeteuk hyung bertanya dimana sekolahmu, pura-pura tidak ingat agar aku bisa mengusulkanmu satu sekolah denganku"

Kyuhyun mengangguk paham, "kau yakin sanggup? Tidak ada pelajaran exact disana, semuanya sihir pasti akan menyulitkanmu dan juga diriku"

"kau pikir sekolah sihir tidak memerlukan exact? Sihir sama halnya fisika, kimia, biologi, matematika dan bahasa didunia normalmu. Saat kau mengucapkan mantra, bahasa yang kau gunakan harus tepat. Jika tidak, sihir bisa melukai dirimu sendiri" jelas Kibum.

"lalu hubungannya dengan matematika, fisika, kimia dan biologi apa?" tanya Kyuhyun bingung.

"saat kau menggunakan sihir, kau harus menghitung berapa kecepatan yang kau ingin dapatkan dan pada jarak berapa kau harus menggunakannya, sama seperti ilmu fisika didunia normalmu. Lalu, menghitung semua itu, harus membutuhkan matematika yang tepat. Jika kau salah menghitung kau akan tahu akibatnya"

"daebak" sela Kyuhyun mengagumi yang dijelaskan oleh Kibum.

"dan yang terakhir. Biasanya digunakan untuk penyihir yang bekerja dalam pengobatan. Sebelum mereka menjadi Dokter penyihir, mereka harus mempelajari anatomi tubuh. Sehingga syaraf mana yang menjadi titik pusat dalam penyembuhan. Kemudian saat meracik ramuan, kami juga mempertimbangkan obat apa saja dan itu sama seperti Kimia diduniamu. Meski secara langsung kami, kaum penyihir menganggap exact adalah mitos belaka namun secara tidak kami sadari semua itu kami pelajari disekolah" dan inilah akhir dari semua penjelasan Kibum dan dianggukan oleh Kyuhyun.

"waw, berarti secara tidak langsung kalian juga mempelajari apa yang kami pelajari. Tapi bukankah kita berbeda usia? Secara otomatis aku tidak bisa berada didekatmu" keluh Kyuhyun.

"kalau dalam hal itu duniamu dan dunia sihir berbeda. Kami memiliki 3 tingkatan, tingkat bawah, menengah dan atas. Pada tingkat bawah, dikhususkan untuk orang yang benar-benar siap menerima sihir. Jika belum siap, kau tidak boleh mengikuti sekolah sihir tingkat bawah dan itu tidak mengenal usia. Bisa saja kau siap mempelajari sihir ditingkat bawah saat usiamu 45 tahun, bebas asal kau memang memiliki mental untuk menerima sihir. Ditingkat bawah hanya mempelajari sihir dasar saja" jelas Kibum.

"45 tahun?" monolog Kyuhyun bingung menyela penjelasan Kibum.

"lalu tingkat menengah, ya bisa dikatakan tingkat sihirmu lumayan hebat. Yang kau pelajari pastinya sedikit rumit dari sihir dasar. Terakhir, tingkat atas. Ditingkat ini sihirmu benar-benar kuat. Tidak akan ada yang berhasil mengalahkanmu. Tetapi untuk naik ke tingkat atas butuh ujian yang rumit. Jika kau lulus, kau bisa ketingkat selanjutnya. Jika tidak, gelarmu akan sampai ditingkat menengah dan tidak bisa naik ketingkat atas. Dirumah ini yang berhasil meraih gelar penyihir tingkat atas hanya Leeteuk hyung, Heechul hyung dan Donghae hyung" lanjut Kibum.

"berarti kau hanya memiliki gelar penyihir tingkat menengah?" tanya Kyuhyun.

"aku belum menyelesaikan sekolah sihirku, aku tidak mau hanya ditingkat menengah. Aku ingin sampai ketingkat atas"

"apa dirumah ini hanya kau yang belum selesai bersekolah sihir?" tanya Kyuhyun antusias.

"ada Sungmin hyung, Siwon hyung dan Ryeowook hyung. Selain itu mereka tidak berhasil melewati ujian saat lanjut ketingkat atas. Ah, Ada satu hal yang perlu kau ketahui, mungkin didunia normalmu dimana ada orang baik pasti ada orang jahat. Begitu pula dengan dunia sihir, ada penyihir baik dan penyihir jahat. Tapi kau tenang saja, kami semua dirumah ini adalah penyihir baik" lanjut Kibum.

"kupikir semua penyihir itu sama. Ternyata ada yang baik dan ada yang jahat. Apa kau pernah bertemu penyihir jahat Hyung?"

"bahkan aku satu sekolah dengan mereka. Sekolah sihir tidak memperdulikan untuk digunakan dalam hal baik atau jahat, yang penting sihir berada disetiap jiwa individu. Oleh karena itu, kau jangan suka berbicara dalam hati atau memikirkan hal kemanusiaanmu saat disekolah nanti. Kemampuan membaca pikiran penyihir jahat lebih tajam dariku. Lalu, jangan suka melamun. Mereka suka mengotori pikiranmu dengan hal-hal jahat. Dan satu permintaanku saat kau berada disekolahku nanti, jika ada seorang gadis mendekatimu dan menanyakan identitas sebenarnya, jangan beri info apapun padanya. Bisa jadi mereka penyihir jahat. Kemampuanku mungkin tidak sebanding dengannya, jadi jangan korbankan kemampuanku. Kau mengerti?" Jelas Kibum lagi.

"memangnya kenapa jika aku ketahuan oleh penyihir jahat kalau aku ini manusia biasa? Lalu apakah semua taraf kejahatan penyihir jahat sama?"

"sebenarnya ada yang kejahatannya tidak parah dan ada yang kejahatannya benar-benar tak dapat ditoleransi. Jika disekolahku, penyihir jahat yang masih dapat ditoleransi adalah 9 penyihir wanita, akan kutunjukkan penyihir itu. Lalu yang benar-benar parah adalah penyihir lucifer, terdiri dari 5 penyihir pria. Wajah mereka dapat dikatakan tampan tapi yah begitulah, mematikan. Rekor membunuh manusia mereka sangat tinggi. Usia mereka sudah hampir 150 tahun. Tetapi masih kelihatan muda" jawab Kibum, "dan jika kau ketahuan, kau akan menjadi bumbu racikan ramuan obat awet muda mereka" lanjut Kibum santai.

"whaaattt?"

Kibum mengangguk pasti, "mereka percaya jika darah dan daging manusia biasa bisa membuat awet muda. Maka dari itu, ketika posisi bulan dan matahari sejajar, mereka akan menyebrang ke dunia normalmu dan menculik beberapa orang untuk ramuannya"

Kyuhyun membungkam mulutnya dengan tangan dan melotot tidak percaya, "tidak mungkin"

"makanya sejak kehadiranmu disini aku sudah mempersiapkan diri untuk melindungimu. Ya, tidak semua penyihir baik dapat menerima kehadiran manusia biasa. Mereka dianggap merepotkan, seperti kau sekarang ini. Tapi kau beruntung untuk kedua kalinya. Pertama, nyawamu selamat ketika tidak sengaja melewti lorong terlarang. Padahal arus gelombangnya sedang memuncak. Dan yang kedua, kau beruntung ditemukan oleh Leeteuk hyung bukan penyihir jahat" jelas Kibum.

"apa nyawaku bisa terselamatkan?" tanya Kyuhyun takut.

"asal kau melakukan sesuai yang kukatakan hari ini, kau tidak melakukan laranganku dan nyawamu akan selamat hingga waktunya kau kembali"

"mwoooo?"

"Siwon hyung" pekik Kibum terkejut ketika Siwon masuk secara tiba-tiba. Dan dapat dipastikan Siwon mendengar semua pembicaraan Kyuhyun dan Kibum.

"Kyuhyun? Manusia?" teriak Siwon tidak percaya. Kibum buru-buru menutup pintu lalu membungkam mulut Siwon dengan cepat.

"hyung, jebal. Kecilkan suaramu. Kumohon" ucap Kibum lalu dianggukan oleh Siwon.

"kenapa kau tidak berterusterang tentang Kyuhyun huh?" tanya Siwon minta penjelasan.

"aku tidak mau ada yang tahu tentang hal ini. Pasti akan menyusahkan kalian"

"kalau begini caranya, kau sendiri yang akan susah. Bukankah kita berjanji akan menyelesaikan masalah bersama. Dan masalah Kyuhyun tidak seharusnya kau simpan sendiri" ucap Siwon menatap Kibum dengan tatapan sedih, "kau tahu kan akibatnya jika kau menanggungnya sendiri?"

Suasana hening sejenak.

"Siwon hyung, kau mau membantuku merahasiakan ini semua kan? Kau tahu kan jika Heechul sangat tidak menyukai manusia biasa? Aku tidak mau sampai ketahuan oleh Heechul hyung" pinta Kibum.

"aku akan merahasiakannya dan aku akan membantu Kyuhyun seolah-olah dia penyihir. Itukan maumu?"

Kibum mengangguk senang, "gomawo hyung"

"aish, aku tidak percaya menyaksikan adegan romantis seperti ini" celetuk Kyuhyun yang sedaritadi menyaksikan 'adegan romantis' ala Kibum dan Siwon.

Kibum menatap tajam ke arah Kyuhyun, dengan satu gerakan telunjuknya, sebuah bantal sukses mendarat diwajah Kyuhyun, "bukannya berterimakasih" jengkel Kibum.

"Gomawo Siwon Hyung" ucap ramah Kyuhyun dengan senyum manisnya.

"huh? Itu kau bisa tersenyum, kenapa tadi didepan hyungdeul kau memperlihatkan evilsmirkmu huh?" geram Kibum.

"really? Mollayo, senyumku unik. Kadang lembut kadang evil kadang dapat memikat wanita yang membuat para pria iri padaku" ucap Kyuhyun angkuh.

"sudah cukup. Sekarang apa rencana kalian? Aku akan membantu" tanya Siwon serius.

"ah, jadi begini hyung,..."

.

.

Seminggu kemudian, dipagi hari yang cerah.

"Kami berangkat hyung"

"ne, berhati-hatilah. Bummie, kau tidak masalah membonceng Kyuhyun?" tanya Leeteuk.

"ne hyung. Ini masih kokoh kok" jawab Kibum bangga. Kyuhyun masih terdiam disebelah Leeteuk menatap takjub benda yang ada dihadapannya.

"Kyu, tunggu apa lagi? Ah, semoga ingatanmu cepat pulih ya. Aku sudah mendaftarkanmu disekolah yang sama dengan Kibum. Sementara kau bersekolah disana sampai pulih ingatanmu ya" nasihat Leeteuk pada Kyuhyun.

Kyuhyun tersadar ketika bahunya ditepuk oleh Leeteuk, "ah ne hyung"

"berangkatlah. Nanti kalian terlambat" ucap Leeteuk hyung. Setelah itu Siwon, Sungmin, Ryeowook, Kibum dan Kyuhyun berangkat ke sekolah.

"Wuuuuuuuuuuuu~" teriak Kyuhyun kegirangan, "tidak bisa dipercaya! Seperti mimpi! Aku naik sapu terbang seperti Harry Potter. Wuuuuuuuuuu~"

'Ya! tutup mulutmu Kyu! Kau bisa tertelan lalat nanti' nasihat Kibum via pikiran. Kyuhyun sgera menutup mulutnya rapat-rapat. Rasanya seperti mimpi. Ia bisa menaiki langsung sapu terbang yang dipakai oleh penyihir di film-film. Kyuhyun bersyukur ia diperbolehkan bersekolah bersama Kibum. Daripada dirumah, pasti diomelin oleh Heechul setiap saat.

FLASHBACK ON

Beberapa hari yang lalu saat makan malam.

"Kyu, sebentar lagi sekolah akan dimulai lagi. Nah Kyu, kau bersekolah dimana? Kami akan mengantarmu dan kami bisa mencari tahu keberadaan orangtuamu"

"uhuuukkk" tiba-tiba Kyuhyun terbatuk. Ia langsung meminum air, "sekolahku?" ulang Kyuhyun ragu.

"iya dimana sekolahmu?" tanya ulang Leeteuk.

Kyuhyun menatap Kibum dan Siwon sejenak, "sekolahku?" Kyuhyun menaruh kedua tangannya dikepala seolah-olah sedang berpikir keras, "hyung, aku bersekolah dimana ya?"

Leeteuk menatap Kyuhyun bingung sedangkan Heechul menatap bosan. "ya! kau ini rumah dan sekolah sendiri saja tidak tahu. Jangan-jangan kau ini pikun ya? Masih muda sudah pikun" dumel Heechul.

"ssstt, Heechul-ah" geram Leeteuk, "mungkin benturannya memang keras. Sebagian memorinya hilang. Kalau begitu aku akan mendaftarkanmu sementara di Sekolah Sihir Kirin. Kau mau kan?"

"andwae/andwae" Kini semua mata menatap bingung Siwon dan Kibum bergantian.

"Hyung, kusarankan jangan disana. Kau tahu sendiri, penyihir jahat lebih mendominasi. Bagaimana kalau Kyuhyun malah melenceng ke sana. Kau tahu akibatnya kan hyung?"

"yang dikatakan Siwon hyung benar" timpal Kibum.

Leeteuk tampak sedang berpikir, "tapi aku suka cara pengajaran mereka"

"biarkan Kyuhyun bersekolah di Sekolah Sihir Namsang, ada aku dan Kibum disana. Setidaknya kami berdua bisa mengawasinya dan mengingatkan memorinya yang hilang" usul Siwon.

"kalian berdua adalah penyihir yang masuk nominasi favorite para wanita, aku takut kalian hanya terfokus pada wanita-wanita itu dan melupakan Kyuhyun. Ah, mungkin aku bisa menitipkannya pada Sungmin dan Ryeowook. Otte?" tolak dan sekaligus usul Leeteuk.

"andwae hyung. Kau tahu sendiri, Kyuhyun berbeda dengan mereka berdua. Kyuhyun lebih senang berkutat dengan buku sihir seperti Kibum dibanding berkutat dengan buku resep masakan hyung. Kyuhyun pasti merasa tidak nyaman" Siwon mencoba merayu Leeteuk.

"benarkah? Kalau begitu, baiklah, aku titipkan Kyuhyun pada kalian ya Bummie-ah, Siwon-ah" putus Leeteuk. Siwon dan Kibum terlihat senang begitu pula dengan Kyuhyun. Bagaimana nasibnya jika harus terpisah dengan Siwon dan Kibum? Mungkin ia sudah disihir menjadi seekor kodok atau yang lebih parah.

FLASHBACK OFF

Tiba-tiba sapu yang dikendalikan Kibum menukik tajam kebawah membuat Kyuhyun sedikit takut, 'hyung, kurangi kecepatanmu!' teriak Kyuhyun dalam pikiran.

'kau takut ya? Kita sudah mau sampai. Jika mau mendarat, kecepatan harus dinaikkan' ucap Kibum. Kyuhyun mengangguk paham meskipun jantungnya berdetak cepat karena ketakutan.

Akhirnya mereka sampai di pekarangan sekolah. Kibum menurunkan kecepatannya lalu berhenti tepat didekat pintu masuk gedung sekolah. "turun" perintah Kibum.

Kyuhyun turun dari sapu terbang milik Kibum. Badannya terhuyung hebat akibat sapu terbang yang menukik tajam dan disertai dengan kecepatan tinggi.

"kau tidak apa-apa?" dengan cepat Kibum meraih tangan Kyuhyun sebelum ia terjatuh terduduk. Kyuhyun mengangguk. Lalu Kibum melepaskan cengkramannya, "ayo masuk"

"sebelum ke kelas, dimana toiletnya? Aku harus menata ulang rambutku ini" Kyuhyun melirikkan matanya ke atas dan waw betapa berantakkannya rambut Kyuhyun.

"telunjuk, arahkan ke rambutmu"

Tanpa bertanya apapun pada Kibum, Kyuhyun mengeluarkan telunjuknya dan mengarahkan langsung kerambutnya. Hanya dalam hitungan detik, rambut Kyuhyun sudah rapi kembali. Kyuhyun merasa sihir Kibum mengalir ditelunjuknya dan membuat rambutnya kembali rapi.

"kita pergi kekelas. Kajja" ajak Kibum.

"kita tidak menunggu Siwon hyung?"

"tidak perlu. Lihat itu, sudah dikerumuni para wanita" jawab Kibum sambil menunjuk kearah kerumunan para wanita. Kyuhyun mengangguk paham. Keduanya melangkah pergi ke menuju kelas.

"ah, jadi itu manusia yang Ketua katakan. Kau akan habis manusia bodoh!"

"hyung?" panggil Kyuhyun melihat Kibum tiba-tiba berhenti, "waeyo?"

"aku seperti merasakan hawa yang tidak aman"

"hyung-ah, jangan membuatku takut" keluh Kyuhyun sedikit takut.

"mungkin perasaanku saja. Kajja" Kibum kembali merangkul Kyuhyun dan melanjutkan menuju kelas.

Sesampainya dikelas, Kyuhyun disambut meriah oleh penyihir wanita. Kibum terlihat jengah dengan kelakuan Kyuhyun yang sok tampan itu memamerkan keangkuhannya pada wanita-wanita itu.

"sepertinya ketenaranmu akan musnah Kim Kibum"

"mau apa kau kemari Seohyun-ah? Bukankah sudah kubilang jangan ganggu aku lagi"

"aku kemari bukan untuk mendekatimu. Jangan harap aku mau mendekatimu setelah kau memperlakukanku dengan tidak semestinya Bummie" ucap penyihir wanita bernama Seohyun itu sambil menatap tajam Kibum.

"dan kau jangan dekati Kyuhyun. Kau membawa pengaruh jahat!" ancam Kibum.

"waw, tenang Kibum-ssi, apa kau pikir aku sejahat itu? Ayolah, kita harus bermain-main sebentar"

"sekali kau menyentuhnya, aku tidak segan-segan membunuhmu" ancam Kibum -lagi-

"aku tidak takut! Kau pikir dengan berubahnya kau menjadi penyihir baik bisa mengubahku untuk selalu menghormatimu huh? TIDAK AKAN!"

"jaga mulutmu Seohyun-ah!" teriak kesal Kibum. Semua yang mendengar teriakan Kibum langsung menatap bingung ke arah Kibum termasuk Kyuhyun. Dengan cekatan Kyuhyun keluar dari kerumunan dan menemui Kibum dan gadis yang tak dia kenal.

'kau kenapa hyung?' tanya Kyuhyun via pikiran.

"ah, Annyeong Cho Kyuhyun-ssi. Namaku Seo Joo Hyun, panggil saja Seohyun" gadis itu menyodorkan tangannya. Kyuhyun ingin menyambut tangan gadis itu tapi dicegah oleh Kibum.

"kau ingat jika kuman, bakteri dan virus ada dimana-mana Kyuhyun-ah? Kuharap kau tidak berjabat tangan dengan sembarang orang. Bagaimana jika kuman, bakteri dan virus berpindah padamu?" ucap Kibum menatap tajam Seohyun.

Kyuhyun tampak berpikir sejenak, "ah, kau benar" Kyuhyun menjauhkan tangannya dari Seohyun dan membuat Seohyun melengos kesal. "senang berkenalan denganmu, Seohyun-ssi"

"geureu. Nado. Kalau begitu, aku pergi dulu. Sampai ketemu nanti Kyuhyun-ssi" pamit Seohyun dan hanya dianggukan Kyuhyun. Seohyun melenggang pergi menjauh dari Kibum dan Kyuhyun.

"kau kenapa hyung?" tanya Kyuhyun penasaran.

"aku tidak bisa menceritakan sekarang. Kita bicarakan dirumah nanti"

"baiklah" jawab Kyuhyun pasrah.

"perlu kau ingat, wanita tadi adalah Kuman, bakteri dan virus yang harus dihindari. Dia banyak membawa kuman, bakteri dan virus. Satu lagi, dia adalah salah satu penyihir wanita jahat yang pernah kuceritakan itu. Jadi jangan dekat-dekat, kau mengerti?"

"whaaaaattt? Wanita kotor! Masa' kuman, bakteri dan virus dipelihara! Dan jahat?" dumel Kyuhyun kesal sekaligus keluh ketakutan Kyuhyun.

"maka dari itu, hindari. Selama kau mengindarinya, kau tidak akan ketahuan dan Kau tidak mau kan semua kuman, bakteri dan virus berpindah kedalam tubuhmu? Ingat, perempuan yang kau hindari adalah Seohyun. Dikelas ini selain dia, bersih dari kuman, bakteri dan virus"

"tentu saja tidak. Aku sampai merinding memikirkannya. Baiklah, aku akan menghindarinya!" ucap Kyuhyun bersemangat. Kibum tersenyum puas.

"ingat larangan yang kuberikan Kyu. Jangan sampai terjadi" peringat Kibum.

"pasti hyung. Apalagi menjauhkan diri dari gadis pembawa Kuman, Bakteri dan Virus itu"

.

Other Place..

"sekolah dimulai dan ketenaran seorang Choi Siwon kembali bangkit. Terkadang aku iri padamu Hyung"

"apa yang kau irikan dariku huh? Kau saja bisa mendapatkan apapun yang kau mau!"

"benarkah? Ah, hyung, apa kau masih membuat ramuan awet muda? Kau tampak lebih muda dari yang kulihat terakhir kalinya" penyihir pria itu menatap lekat wajah Siwon yang berada disebelahnya.

"Jaga bicaramu! Aku tidak pernah dan tidak akan mau meminum ramuan laknat itu!" ucap Siwon dengan nada yang ditekan agar emosinya tidak meradang.

"begitukah? Rupanya kau benar-benar berhasil menyebrang menjadi penyihir baik hati yang tidak ada gunanya itu!"

"Kau! Kaulah yang tidak berguna! Bahkan demi menjaga wajah agar tampak muda kalian seenaknya mengambil daging dan darah manusia yang tak berdosa itu! Kalian keji!" Siwon masih menjaga nada bicaranya. Meskipun kesal, ia harus menormalkan nada bicaranya.

"ah, biar kutebak. Apa kau takut MANUSIA yang kalian pelihara itu mati sia-sia ditangan kami hah!"

TBC


Akhirnya updateeeee ^^

Pasti lama kan ya?

Setelah ini updatenya bakalan lama lagi T_T karena Kimey bakalan ospek + pindah2 dan belum tentu ditempat yang baru ada jaringan T_T

Sekali lagi maaf atas kelamaan update ini.

Ceritanya tambah gaje ya? Menurut readers sekalian bagaimana? Gaje kah?

Untuk readers yang kemarin membaca chapter 1, terimakasih ya.

Thanks to review-nya juga.

Selamat membaca dan silahkan tinggalkan jejak ^^

Gamsahamnida ^^

*bow*