Always Loving You
Disclaimer by Masashi Kishimoto
Pairing : HinataNeji
By : Merica
Chap 2.
Happy Reading c:
#Yeayy.. Chap 2 nya udah update . XD , semoga pada suka ya . Kalo gak suka juga gak apa - apa koq :D .
Sebelomnya Thanks a Lot to :
Mine : Buat Repiunya .. Makasi""" :D , nih chap 2 nya dah update . Moga moga chap 2 berkenan di hati senpai :D . Hahaha , iya , ga tau nih kepikirannya bikin pairing NejiHina . wkkwkw .
Magentha-alleth : Makasii Senpai buat Repiunyaa .. heheh :D . Soal penulisan itu aku juga ga begitu paham . Waktu itu , aku pernah nulis fic tanpa pakek spasi setelah tanda . (titik) atau sebelom tanda . (titik) , tapi ada beberapa kata sesudah / sebelom tanda . yang hilang setelah tak cek lagi . Jadi sekarang tiap habis . aku kasih spasi . Trus sekarang jd kebiasaan deh :D . Tapi makasii Magentha-senpai buat sarannya :3 , akan saya coba .. hehehe .
Ok , HAPPY READING YAW :D
Kediaman rumah keluarga Hyuuga terlihat sunyi senyap . Hanya terdengar hembusan angin yang sering melalui rumah itu .
Hinata berjalan menelusuri teras rumah . Mata Lavendernya tertuju pada sebuah kolam yang di penuhi oleh ikan koi yang sangat cantik .
"Kau sedang melihat apa Hinata ?"
Hinata tersentak kaget . Ia melihat siapa yang sedang bertanya padanya itu .
"Ayah... " serunya . Ia menghela nafas lega . " nn.. sedang melihat kolam ikan ayah . "
"hmm .. kau masih ingat ? dulu sewaktu kecil , kau dan Neji bermain di kolam ikan itu ? "
Hinata tersenyum lembut . " iya . Neji-nii dulu juga takut sama ikan . "
Hiashi tertawa kecil . Kemudian kembali fokus pada hal yang sedang mereka bicarakan .
"Sebenarnya .. ayah ingin membicarakan sesuatu padamu . Ini tentang permintaan para pemimpin Hyuuga . "
"Apa itu ayah ? "
Hiashi berdeham kecil . Ia memandang lurus ke halaman rumah .
"kau pasti kaget dan mungkin tidak akan menyangkanya . Tapi , para pemimpin Hyuuga berkeinginan menikahkan mu dengan Neji secepatnya . "
DEg!
Jantung gadis itu seakan berhenti berdetak . Ia menatap wajah ayahnya . Menikah ? dengan Neji-nii ?
"Ap..a maksud ayah ? " tanya Hinata gagap mencoba memahami perkataan Hiashi yang menurutnya tidak masuk akal itu .
"Neji sudah berumur 25 tahun , ia juga adalah penerus utama Hyuuga kelak . Sebagai penerus utama , para pemimpin Hyuuga menginginkan Neji untuk segera menikah . Sebenarnya , itu semua di lakukan karena tetua Hyuuga menginginkan keturunan secepatnya dari penerus utama Hyuuga . Yaitu dari Neji . "
"la..lu .. kenapa aku yang di nikahkan dengan Neji-nii ? aku .. sudah menganggap Neji-nii seperti kakak kandungku sendiri . "Jelas Hinata masih tidak mengerti jalan pikiran para pemimpin Hyuuga .
"Sebenarnya , .. itu semua karena permintaan ayah . Kalian memang saudara sepupu , tapi tidak terikat oleh pertalian darah . Sehingga jika kalian menikah pun tidak akan terjadi apa - apa . Selain itu ... " Hiashi merenung sebentar . " Ayah dan ayahnya Neji memang dari awal sudah berencana menjodohkan kalian berdua . "
"Tapi ayah .. "
Hiashi memegang kedua bahu putri nya itu .
Ia mencoba memahami putrinya yang terlihat keberatan dengan perjanjian pernikahan ini .
"Hinata .. ayah tidak punya pilihan lain . Ayah tahu kamu terpaksa , tetapi ayah sudah sangat yakin kau pasti bisa bahagia dengan Neji . Pria itu adalah pria yang bertanggung jawab , ayah yakin ia akan mencintaimu kelak . Jadi , ayah mohon terimalah perjodohan ini . "
"Ayah .. " Hinata tidak bisa berbuat apa - apa selain menuruti perkataan Hiashi . Bagi Hinata , Hiashi adalah sosok ayah yang paling ia sayangi . Ia akan menuruti apapun keinginan ayahnya , walaupun hal itu menyakiti nya . itu semua karena ia sangat menyayangi ayahnya . " baik ayah ... aku akan menikah dengan Neji-nii . "
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Hinata berjalan pelan menuju sebuah ruangan .
Ruangan yang cukup luas dan merupakan ruangan favorite bagi kakak sepupunya itu .
Ia mendapati kakaknya berada di dalam ruangan itu , masih sibuk dengan pekerjaannya .
"Neji-nii ,. " kata Hinata pelan , masih di ambang pintu .
Neji melihat Hinata seklilas , lalu kembali konsentrasi pada pekerjaannya .
"Neji-nii .. bolehkah aku masuk ?" Hinata mencoba untuk lebih sopan . Menurutnya , Neji adalah seorang kakak yang cukup dingin , dan tidak suka di ganggu . Dan hal tersebut sering membuat Hinata malas ketika harus berbincang - bincang dengan Neji .
"Hn .. masuklah . " Sahut pria itu .
Hinata masuk ke dalam ruangan itu .
Ia menghampiri Neji-nii , lalu duduk . Hinata melihat , Neji-nii sedang sibuk membuat beberapa laporan untuk di kirim pada Tsunade , selaku Hokage desa Konoha itu .
"Neji-nii .. dapat tugas keluar lagi ya ? "
"Hn .. " jawab pria itu singkat .
Jawabannya gak enak banget . batin gadis itu kesal .
"Uhm .. Neji-nii .. ano .. ada yang mau aku bicarakan . "
"Soal apa ? "
"Ini .. soal ... "
Neji memandang wajah Hinata dengan dingin . " kalau soal Naruto , aku rasa tidak ada lagi yang perlu di bahas . Aku sudah merestui kalian . Bilang pada Hiashi-sama , bahwa aku mendukung hubunganmu dengan Naruto . "
Hinata membelalak kaget . Kenapa tiba - tiba kakaknya ini malah berkata begitu ? padahal kan bukan soal Naruto yang hendak ia bicarakan .
" bukan soal Naruto kok ... " jawab Hinata pelan .
Neji diam sebentar . ia merasa malu , karena tadi asal menyahut . Itu semua karena ia merasa kesal tiap kali Hinata membicarakan soal bocah berambut jabrik kuning itu .
"Lalu ? "
"ini soal pernikahan ku dan Neji-nii . "
Neji memandang mata Lavender itu dengan tatapan terkejut .
"Ka-u sudah mengetahui nya ? "
Hinata mengangguk .
"Lalu .. apa jawaban mu ? kau akan menerima pernikahan itu atau .. sebaliknya ? "
Hinata menundukkan kepalanya . Itu sering ia lakukan ketika ia sedang bingung harus berkata apa . Hatinya benar - benar sedang gusar . Saat ini statusnya adalah kekasih Naruto , tetapi ayahnya menginginkan dia menikah dengan Neji . Keputusan itu terlalu sulit bagi nya .
"Aku .., "
Neji menunggu jawaban Hinata . Ia tetap tenang , walaupun di dalam lubuk hatinya pria hyuuga itu juga merasa gundah .
"Hinata .. ? "
" aku menerima nya Nii .. " jawab Hinata .
Neji terkejut mendengar jawaban adik nya itu . Apakah jawaban Hinata itu benar - benar berasal dari hatinya ? apa ia sama sekali tidak terpaksa dengan perjanjian pernikahan mereka itu ?
"Apa kau yakin ? tidak terpaksa sama sekali ? "
Hinata memandang wajah pucat kakaknya . Lalu memaksakan diri untuk tersenyum , seakan - akan ia tulus menerima semuanya .
"Aku yakin Neji-nii . "
"Hn .. " Hanya kata itu yang bisa Neji ucapkan sebagai bentuk respon atas jawaban Hinata . Hatinya memang lebih lega , karena adiknya itu mau menerima perjodohan mereka ini . Tapi , melihat wajah Hinata yang bersedih , membuat ia tidak ingin menyakiti hati adiknya .
"Hinata .. "
Hinata menegadahkan kepalanya menghadap Neji .
"Kita tidak usah menikah saja .. , "
"ke .. kenapa Neji-nii ? "
"Tidak apa - apa . " jawab Neji .
"Tidak .. tunggu berikan aku penjelasan .. " Hinata mengenggam tangan Neji yang lebih kekar dari tangannya . " kenapa Neji-nii berkata begitu ?"
Karena aku tidak ingin membuatmu sedih , Hinata . Jika aku memaksamu untuk menikah denganku , sama saja hanya akan membuatmu sedih .
Neji mengenggam tangan adiknya .
"Karena kau adalah adikku . Hinata , sekarang kan kau juga sudah berpacaran dengan Naruto , jadi .. jangan sakiti pria itu . " Entah kenapa perkataan itu malah yang meluncur dari bibir Neji . Padahal , hal paling berat yang ia katakan adalah jika ia sampai mendukung hubungan Hinata dengan Naruto , tapi yang baru saja ia katakan malah sebaliknya .
Hinata tertegun bimbang .
Ia masih tidak mengerti , kenapa Neji menolak untuk menikah dengannya ?
Tapi hal yang lebih Hinata tidak mengerti adalah mengapa jantungnya terasa sakit , ketika Neji menolak untuk menikah dengannya .
TBC
Minna-san ..
Chapter 2 udah update nihh ..
Sepertinya makin membosankan ya minna-san ? ^^v
Gommen , gak pandai bikin Fic , tapi kenapa ya tangan ini pngen banget ngetik fanfic terus "
Tapi semoga minna-san suka ya hehhee .. dan Mind to Repiu ? c:
Karena saya sangat butuh kritik , dan koment dari minna-san dan Author " sekalian .. hohoho .
See u on Next chap ^^
