Yang Terlewatkan

Rated: K+
Genre: Indonesia, Hurt /comfort & family,

Disclaimer:
Bleach selamanya punya Kubo Tite sensei.

Chapter 2

Sesal kan tiada arti
Karna semua tlah terjadi
Kini kau tlah menjalani, du du du du du
Sisa hidup dengannya

Byakuya POV

Lagi-lagi aku membentaknya tanpa dia tahu penyebabnya. Selama ini aku bersikap kasar pada Rukia. Aku menyalahkan Rukia atas kematian istriku, Hisana Kuchiki. Aku sangat mencintai istriku. Aku rela melakukan apa saja asalkan dia bahagia dan selalu bersamaku. Namun sejak peristiwa itu semua berubah. Ya, karena kecelakaan 2 tahun yang menyebabkan istriku kehilangan nyawa. Jika saja saat itu dia tidak mengejar Rukia, tentu dia selamat. Aku sungguh membenci Rukia dan tidak akan memaafkannya.

Flashback

~ Chappy Land

"Nii-sama, Nee-chan, ayo foto bersama Chappy yang besar itu", kata Rukia bersemangat.

"Kau bersemangat sekali, Rukia", sahut Byakuya tersenyum.

"Hmm, sabar sayang, pelan-pelan jalannya", sahut Hisana.

"Ayo nee-san cepat, aku tinggal lho!", kata Rukia sambil berlari.

Ketika Rukia berlari menuju Chappy yang besar itu , dari arah berlawanan sebuah mobil hitam melaju kencang kearah Rukia. Saat itu, Hisana yang mengetahuinya langsung mendorong tubuh rukia kedepan dan

HISANA AWAS!

Ckiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii iiiitttttttttttttttttttttttt t

Bruuuuukkkkkkkkkkkkkkk

NEE-CHAN!

"Hisanaa, bertahanlah ambulance segera dating", ucap Byakuya cemas sambil memeluk Hisana yang berlumuran darah.

"Gomenasai Byakuya", kata Hisana lirih.

"Nee-chan, bangunlah. Aku mohon nee-chan", kata Rukia terisak.

"Rukia, kamu baik-baik saja kan sayang?" jawab Hisana lirih.

"Aku baik-baik saja nee-chan, tolong bertahanlah", balas Rukia.

"Syukurlah kamu baik-baik saja, gomen Rukia. Berjanjilah padaku kau akan selalu menyayangi nee-chan dan nii-sama",kata Hisana lirih

"Ya, aku janji nee-chan,"sahut Rukia.

"Byakuya, jaga Rukia. Ai..shi..te..ru", sahut Hisana terbata.

"Aishiteru ", jawab Byakuya terisak.
"Bangun Hisana, jangan tinggalkan kami", Byakuya semakin terisak

"Nee-chan, jangan tinggalkan aku, aku sayang nee-chan, hiks, hiks", tangis rukia tak tertahankan.

Hisana mengembuskan nafas terakhir dipelukan Byakuya. Ambulance terlambat dating sebelum sempat membawa Hisana ke rumah sakit.

End of Flashback

Normal POV

Mungkin salahku melewatkanmu
Tak mencarimu sepenuh hati
Maafkan aku

Kesalahanku melewatkanmu
Hingga kau kini dengan yang lain
Maafkan aku

Suasana SMA Karakura nampaknya masih sepi. Rukia berjalan gontai menuju kelasnya. Ia kembali mengingat suasana menegangkan diruang makan tadi. Masih ingat jelas saat nii-samanya membentaknya. Ya, selama dua tahun ini sepertinya Byakuya sangat membencinya terlebih setelah kematian Hisana. Rukia memikirkan semua itu tidak sadar kalau dia-

BRRRUUUK..

"Awww, gomen. Saya tidak melihat", kata Rukia membungkuk.

"Heh, midget, kalau jalan jangan melamun donk. Lihat-lihat kalau jalan", sahut Ichigo geram.

"Aku kan sudah minta maaf jeruk", balas Rukia ketus.

"Dasar midget"

"Jeruk"

"Chibi"

"Orange"

"Cukuuuuuuuuupppppppppppppppp !", kata Tatsuki geram.

"Apa kalian tidak bias sehari tanpa bertengkar,ha?", timpal Ishida.

"BERISIKKK", sahut suara baritone Rukia dan Ichigo meninggalkan Tatsuki dan Ishida yang masih bengong.

* Kelas

Suasana kelas begitu tenang. Ukitake sensei menjelaskan pelajaran kimia dengan jelas. Tidak sama halnya dengan Rukia. Ia masih saja diam tanpa memperhatikan penjelasan Ukitake sensei sampai jam pelajaran terakhir selesai. Rukia memasukan buku kedalam tas dan segera keluar dari kelas.

~ Kuchiki Mansion

Rukia POV

Aku sampai dirumah yang megah ini. Aku berjalan gontai. Ingin rasanya aku menghempaskan tubuhku diatas ranjangku.

"Tadaima", kata Rukia.

"Okaeri, Rukia-sama", jawab maid.

Aku segera masuk dan berjalan kearah kamarku. Namun pemandangan lain ku lihat di perpustakaan dekat kamarku. Aku melihat-

Uhuukk…uhukkkkk
"Cih, sial. Kambuh lagi", desis Byakuya.

Rukia yang mengetahui kakanya sudah pulang cepat langsung menghampiri Byakuya di perpustakaan .

"Nii-sama, apa nii-sama baik-baik saja?" Tanya Rukia cemas.

"Pergilah, aku baik-baik saja", jawab Byakuya ketus.

"Tapi Nii-sama kelihatan pucat sejak tadi pagi", Rukia memastikan.

"AKU BILANG PERGI DARI HADAPANKU RUKIA!", jawab Byakuya membentak.

" Baiklah nii-sama", jawab Rukia takut.

Aku takut sekali. Lagi-lagi nii-sama membentakku. Aku khawatir dengan keadaannya. Nee-chan, apa salahku? Kenapa nii-sama selalu marah padaku? Aku kangen sekali nee-chan.

End Rukia POV

Aku sampai dirumah yang megah ini. Aku berjalan gontai. Ingin rasanya aku menghempaskan tubuhku diatas ranjangku.

"Tadaima", kata Rukia.

"Okaeri, Rukia-sama", jawab maid.

Aku segera masuk dan berjalan kearah kamarku. Namun pemandangan lain ku lihat di perpustakaan dekat kamarku. Aku melihat-

Uhuukk…uhukkkkk
"Cih, sial. Kambuh lagi", desis Byakuya.

Rukia yang mengetahui kakanya sudah pulang cepat langsung menghampiri Byakuya di perpustakaan .

"Nii-sama, apa nii-sama baik-baik saja?" Tanya Rukia cemas.

"Pergilah, aku baik-baik saja", jawab Byakuya ketus.

"Tapi Nii-sama kelihatan pucat sejak tadi pagi", Rukia memastikan.

"AKU BILANG PERGI DARI HADAPANKU RUKIA!", jawab Byakuya membentak.

" Baiklah nii-sama", jawab Rukia takut.

END RUKIA POV

TBC

REVIEW PLEASE