DISCLAIMER: ©Masashi Kishimoto yang selalu bernuansa Straight dan Humor… Tapi selama Naruto dan Sasuke ditanganku akan selalu bernuansa Yaoi, Angst dan dendam kesumat antar sesama pemain Naruto
AUTHOR: Zha-chan aka Mei Zha
RATING: M… Chap ini Lemon-nya nggak muncul juga
PAIRING: Yang jelas dengan sensasi Naruto dan Sasuke dengan nafsu dan keseluruhan Yaoi
WARNING: Explisit sex, rape, angst dan masih banyak lagi. Don't like don't read it. Warning was implosed that this fanfic had explicit sex, rape and Yaoi material. Kan udah dikasi tau… Masih ngotot gw gampar neh!
Note: Yang bercetak tebal akan diberi penjelasan… (kalo gw inget ya…)
CHAPTER: 1
--oooo000oooo—
I'm hurt…
I've survive for you
But you never understand my feeling
You're always torture me…
You never try to forgive me…
I'm tired of all this…
I'm couldn't longer survive…
I surrender…
Let the god that determine our destiny…
--oooo000oooo—
-Naruto PoV-
"Ugh…" aku terbangun ketika sebersit cahaya menembus jendela dan berakhir tepat dikedua mataku yang tertutup.
"Kau sudah bangun… Pemalas?" suara itu. Aku bergidik dan segera bangkit dari tidurku (atau pingsanku). Sasuke telah duduk disana dengan tatapan dingin dan menakutkan.
"S-S-Sasuke…" kataku terbata
BUAGHH!!!
"AUUU!!! U-uh… U-uh…" aku terbatuk ketika Sasuke memukul perutku. Pasti aku telah melakukan sesuatu sehingga dia marah.
"Sudah aku katakan untuk tidak memanggil namaku… Dasar… Pelacur…" katanya dengan nada jijik
"M-Maaf… Tuan…" kataku
"Tuan!? Sejak kapan aku menyuruhmu memanggilku tuan?!" katanya lalu menjambak rambutku
"AH! MAAF, MASTER!!!" aku berteriak sakit. Rasa pusingku kembali menghantuiku.
"Jadilah peliharaan yang baik…" Sasuke berkata sambil menciumku.
"J-jangan menciumku…" kataku setengah berbisik
"Memangnya siapa yang memutuskan? Akulah yang berkuasa!" kata Sasuke lalu menyerahkan sebotol susu dan sepiring nasi dengan ayam
"Makanlah sampai habis… Ingat saat aku kembali… Makanan ini harus habis…" katanya kemudian meninggalkanku. Aku menangis tertahan. Aku takut jika aku menjerit, Sasuke akan kembali dan memukulku lagi.
--oooo000oooo—
-Sasuke PoV-
Naruto…
Maafkan aku… Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu seperti ini. Tapi aku harus untuk membuktikan loyalitiku kepada keluarga Uchiha. Maaf Naruto kamu mesti menjadi orang itu. Ini adalah pilihan. Pilihan yang sulit. Maafkan aku… Mungkin kata maaf tidak akan bisa mengobati sakit hatimu terhadapku. Sebagai keluarga pembunuh bayaran aku harus menjalani test ini. Tuhan… Cepatlah akhiri ini secepatnya.
Aku mengintip ke kamar. Aku melihat Naruto menangis sambil melahap makanannya. Ia sedikit meringis ketika memasukkan sendok kedalam mulutnya. Ada beracak darah disendoknya. Naruto tampak memegangi bibirnya. Sepertinya sangat sakit sekali sampai-sampai ia mengakhiri makannya. Ia berhenti makan dan beralih pada susu yang aku berikan. Ia menyentuhnya tapi sesaat kamudian ia menaruhnya kembali dan memutuskan untuk tidak meminumnya.
"Ugh!!! Uhuk… Uhuk!!! Uuh… A-ayah… S-sakit…" Naruto menangis! Ini bukan pertama kalinya ia menangis. Sejak pertama ia kubawa kesini, ia sudah mendapatkan siksaan fisik dari Nii-chan. Sungguh tragis.
FLASH BACK
"Oi… Sasuke… Inikah 'anak lelaki' dari Minato itu?" nii-chan berkata sambil melirik Naruto yang tampaknya masih shock atas pernikahan kami
"Manis juga…" nii-chan menyentuhnya
"JANGAN SENTUH AKU!" Naruto berteriak membentak nii-chan. Nii-chan tampak marah dan ingin sekali memukul Naruto
"Nii-chan! Jangan! Dia urusanku! Bukan urusanmu! Urus saja istrimu itu!" kataku kasar
"Cih!" nii-chan tampak sangat kesal dan meninggalkan kami
"Naruto! Bawa barangmu dan masukkan ke dalam sana…" kataku menunjuk kamarku. Naruto mengangguk dan mengangkat barangnya.
"S-sasuke… B-bisakah aku bertemu ayahku untuk yang terakhir?" tanyanya
"Peraturan no.8. Pengantin dilarang berhubungan dengan dunia luar. Jika masih mengadakan kontak, kontrak dianggap batal…" kataku mengingatkan. Naruto tertunduk lesu dan masuk kedalam kamar.
--oooo000oooo--
"Naruto…"
"Ada apa, Sasuke…?"
"Erm… Begini…" aku ragu untuk berkata pada Naruto
"Ada apa?"
"Erm…"
"Kau terlalu lembut, otouto…! Sini biar aku ajarkan!" Nii-chan muncul dari belakangku. Aku terkejut ketika ia langsung berlari cepat kearah Naruto
"NII-CHAN!" teriakku
"AHH!!!" Naruto berteriak ketika rambut blonde-nya dijambak oleh Nii-chan
"NII-CHAN!" teriakku lagi. Tapi kali ini dia mengangkat jarinya yang berarti diamlah-aku-sedang-mengajarkanmu
"Sasuke kau bilang!? SASUKE!? JANGAN PERNAH MEMANGGILNYA DENGAN SASUKE! DIA ITU YANG BERSTATUS SUAMI-PALSUMU ITU HARUSNYA KAU PANGGIL DENGAN SEBUTAN MASTER! KAU MENGERTI!" Nii-chan berkata kemudian ia menarik kedua kaki Naruto
"UH! Apa-apaan ini!" Naruto memberontak. Tapi tenaganya bagaikan sebuah tenaga anak kecil bagi Nii-chan
"Percuma saja memberontak!" katanya kemudian mengikatkan rantai-rantai itu ke kedua kakinya
"…Gasp… S-sasuke…" mohonnya
BUAKKK!!!
"U-Uh!!! …OEKKK!!!" Naruto terbatuk dan kemudian memuntahkan isi perutnya diikuti dengan mengalirnya darah dari hidungnya
"Baru begitu saja sudah nosebleeding??" kata Nii-chan meremehkan
"NII-CHAN! KAU TERLALU KEJAM!" kataku
"Kau kira dulu aku tidak begitu?!" aku terdiam ketika Nii-chan berkata seperti itu. Benar saja… Perasaan kasihan kami harus kami hilangkan karena kami adalah Pembunuh Bayaran
"…"
"Shh… Sasu… Ke…" Naruto berkata terbata
"…"
"Sasuke… T-tolong aku…"
"Ingat Sasuke… Loyalitimu sedang dipertaruhkan. Siapa suruh kau berkhianat?!" kata Nii-chan
"Sasu… ARGGHHH!!!" Naruto berteriak dengan sangat kencang ketika aku menendang 'benda' miliknya dan berlanjut menendang rusuknya
"Gomen nasai… Naruto-chan…"
END FLASH BACK
--oooo000ooo—
Forgive me, Naruto…
I never meant to hurt you
But, because this is the proof for royality
Be patient… Naruto…
Be patient… My Love…
--oooo000ooo--
-Author PoV-
"Selamat pagi… Berita pagi ini… Telah ditemukannya… bla… bla… bla…"
Sasuke menonton tivi pagi itu. Tapi tatapan matanya sudah dapat terbaca kalau pikirannya sedang tidak ada disana. Matanya menuju tivi tapi pikirannya melayang ketempat lain. Naruto. Ya, nama itulah yang kini ada dipikirannya.
"S-SASUKE!!!" tiba-tiba Naruto berteriak dari dalam kamar. Sontak Sasuke langsung sadar dan berlari kearah kamar
"Naruto!" teriaknya ketika ia sampai dikamar. Ia melihat Naruto yang meringkuk memeluk perutnya. Dia menangis dan wajahnya memerah
"Naruto! Ada apa!?" Sasuke tampak khawatir dengan keadaan Naruto
"…gasp… Sakit… Perutku sakit sekali… Huu…" Naruto tampak sangat lemah.
"Perutmu? Apa kau sudah makan tadi!?" tanya Sasuke. Naruto menggeleng.
"Perutku sakit sekali…. Aku tidak bisa menelan apapun… AAAUUUHHH!!!" Naruto mengerang. Tubhnya bergetar hebat. Suara paraunya menandakan bahwa ia benar-benar kesakitan.
"N-Naruto!" Sasuke terlihat panic ketika Naruto terkulai lemas dan mulai tak sadarkan diri.
"Harus dibawa kerumah sakit…" Sasuke menggendong Naruto ala tuan pangeran menggendong putri.
"Mau kamu bawa kemana dia?" seseorang berkata dari belakang dan mengagetkan Sasuke.
"Nii-chan!" Sasuke tampak kaget dengan kehadiran Itachi
"Bukankah disurat kontrak sudah dijelaskan bahwa tidak akan ada yang berhubungan dengan orang luar?" kata Itachi dan membuat Sasuke terdiam mematung
"AAAHHH!!! S-SAKITTT!!! A-AYAH! T-TOLONG!!!" Naruto mengerang sekali lagi. Tapi kini erangannya benar-benar memilukan
"Naruto… Bersabarlah…" Sasuke beranjak dari tempatnya berpijak
"SASUKE! Selangkah lagi kamu beranjak, anggap semuanya selesai dan berakhirlah dirimu!" Itachi mengancam
"Aku tidak perduli." Kata Sasuke kemudian berlari sambil menggendong Naruto yang sedari tadi terus-terusan mengerang kesakitan.
"SASUKE!" Itachi tampak sangat marah. Tetapi Sasuke tidak menggubrisnya dan langsung pergi meninggalkan rumah itu dengan mobil miliknya
--oooo000oooo--
"U-Uhhh… S-sakit…" Naruto berkata lemah
"Tenang… Bertahanlah… Sebentar lagi kita sampai…" kata Sasuke
"Sakit sekali… Kumohon… Jangan pukuli aku lagi… A-aku sud… ah tidak… T-tahan… Hhah… Hhah…" kata Naruto terputus-putus
"Naruto…" Sasuke menatap iba pada Naruto. Lalu ia memegang kening Naruto
"Panas sekali…" ujarnya lalu menambah laju kendaraannya.
--oooo000oooo--
"Bagaimana, Dokter?"
"Secara kasus yang saya lihat sebelum-sebelumnya, ia mengalami Iskemik. Tapi setelah diteliti lebih lanjut,ia tidak mengalami hal Iskemik, Appendicitisataupun Hepatitis. Secara garis besar, mungkin ia mengalami Irritable Bowel Syndrome (IBS)."
"Apakah itu berbahaya…?" tanya Sasuke
"Dalam kasus ini, saya tidak berani mengatakan ini berbahaya atau tidak. Tapi, saya harap dia beristirahat dengan baik sampai pemberitahuan lebih lanjut." Tsunade berkata
"S-sasuke…" Naruto memanggil Sasuke
Srakkk…
Sasuke membuka tirai secara lembut. Ia mendongakkan sedikit kepalanya untuk melihat Naruto. Mata onyx-nya yang sebelumnya terlihat kasar, kini berubah menjadi tatapan yang teduh dan tenang.
"Sasuke… Arigato… Gozaimasu…" kata Naruto sambil tersenyum lemah
"Naruto… Gomen nasai…" Sasuke berjalan menuju Naruto
"Eehh? S-Sasuke~ Kenapa menangis… AU!!!" Naruto berteriak ketika ia menggerakkan tubuhnya
"Baka!! Bakabakashii!! Jangan bergerak dulu!!" Sasuke terlihat panik
"Gomen nee~~" jawab Naruto lalu kembali merebahkan dirinya ditempat tidur
"Nokori. Yoriyokereba, watashitachi wa ie ni itte iru…" Sasuke mengelus kepala Naruto
"Jangan kemana-mana… Temani aku disini…" Naruto menggenggam tangan Sasuke. Wajah Sasuke memerah.
"Jangan besar kepala… Setelah ini aku nggak akan menjamin tentang apa yang terjadi berikutnya padamu…" Sasuke berkata dengan terus memasang wajah cool miliknya. Naruto tersenyum.
"Soreha yoi… *smiles watashi no gawa noaru kagiri, watashi wa sonzoku suraru…" Naruto tersenyum lalu memejamkan matanya. Sasuke memandangi wajah pria didepannya. Sungguh sangat cantik. Dengan bulu mata yang tebal serta hidung mancung dan rambut blonde-nya, sangat cocok sekali dengannya. Wajah terlelapnya bagaikan putri tidur yang menunggu seorang pangeran mencium dan menyelamatkannya dari kutukan. Apakah Naruto akan semujur putri itu selama ia tinggal denganku?
To Be Continue… aka Bersambung ke chapter 2… Wkwkwkwkwk…
Behind the Scene of It's too late, Sasuke…
Sasuke(S): Baka! Baka! Baka! Authornya Baka!!!!
Naruto(N): Na na na na naaaa!!! Sasuke!! Jangan gunakan shuriken!!
Zha (Z): Naaaaaahhhhhhh!!! Sasuke-chan!!! Gomeeeennn!!!
S: Tidak ada maaf bagimu!!!
Z: Naru-kun!!!
N: Nggak ikut-ikut… Bang ramen porsi Jumbo!!
S: Jangan lari kau!!! Dasar author brengsek buat diriku menjadi antagonis!!
Z: Itu perintah Bp. Masashi!!
Masashi (M): Siapa yang nyuruh loe?? Bunuh aja dia Sasu-kun!!
Z: Kau jahat sekali pada wanita…
M: Kau yang jahat semaunya menghancurkan karya Straight milikku!!
Setelahnya Zha yang tertangkap dibekep habis-habisan sama akang Sasuke. Masashi sebagai provokator akhirnya makan berdua dengan Naruto.
Z: MASASHI!!! GW SUMPAHIN DI CHAPTER 2 LOE NGGAK AKAN MUNCUL!!
Stupid dictionary:
~Blonde:
Rambut yang berwarna pirang
~Gomen Nasai:
Maafkan aku
~Iskemik:
Peradangan usus
~Irritable Bowel Syndrome:
Penyakit perut yang tidak diketahui penyebabnya
~Arigato Gozaimasu:
Terima Kasih
~Baka/Bakabakashii:
Bodoh! Bodoh sekali!
Nokori. Yoriyokereba, watashitachi wa ie ni itte iru:
Istirahatlah. Jika kau baikan, kita pulang
Soreha yoi:
tidak apa-apa
~watashi no gawa noaru kagiri, watashi wa sonzoku suraru:
selama ada kamu disampingku, aku akan bertahan
