TUGAS
02/02
.
Chapter sebelumnya:
"Selama ini aku bingung kenapa semua orang tergila-gila sama kamu" Junmyeon mendekatkan kepalanya ke leher Yixing, Yixing dapat merasakan nafas berat Junmyeon setelah itu.
Homina..homina..homina.. Dag dig dug hatiku/?
"Ternyata kamu nggak buruk juga"
Yixing bersumpah melihat Kim Junmyeon menyerigai saat itu juga.
Kim Junmyeon benar benar psycopath!
.
Cast
Zhang Yixing
Kim Joonmyun
Other.
Desclaimer
Yi is Joon's, Joon is Yi's. Plot are belong to me.
Genre
Romanceeeeeee
Rated
M for safe
Warning
Typos, GS, Out Of EYD, OOC.
.
INI VERSI BELUM DIEDIT KAWAN, MAAF TERBURU-BURU JADI BELUM SEMPAT DIAPA-APAIN
.
Italic means Yixing's thought.
.
Junmyeon kembali berjalan, namun sembari menarik salah satu tangan Yixing, agar Yixing mengikutinya. Yixing sudah pasrah/?
Kini Yixing dan Junmyeon sedang berada di dalam kamar Junmyeon. Pikiran Yixing masih tertinggal di kejadian tadi. Junmyeon sendiri sudah mulai mencorat-coret kertas lalu mengetik, lalu mencorat-coret lagi/?. Junmyeon mulai berbicara yang pastinya tidak Yixing jawab, well Yixing terlalu sibuk dengan pikirannya. Merasa diacuhkan, Junmyeon menaruh pensil ditangannya lalu melihat ke arah Yixing. Mendapati si gadis tengah melamun, otak kelewat jenius nya berputar mencari cara yang baik untuk membangunkan Yixing dari lamunannya. Ia mengambil pensilnya lalu hendak melemparkannya pada Yixing. Dia mulai membidik namun sesaat sebelum ia melemparkan pensilnya ia dengan jelas melihat Yixing tengah menjilat bibirnya dan menggigit bibirnya sendiri. Dahi Junmyeon mengerut, wajah cantik Yixing sekarang terlihat agak, ehem horny?
Junmyeon kembali meletakkan pensilnya. Menopang dagunya dengan lengan pada meja, lalu berkata cukup keras sambil menendang pelan kaki Yixing yang duduk disebelahnya.
"Oy, jangan berfikiran kotor di dalam kamar ku, Zhang"
Yixing tersentak, wajahnya pucat, ia tergagap.
"Liat wajah itu, kau terlihat seperti anak SD yang tertangkap sedang menonton video dewasa"
"Ti-tidak, apa maksudmu"
Satu alis Junmyeon terangkat.
"Kau tidak sedang berfantasi tentangku kan?"
Glek..
Yixing menelan ludahnya kasar. Siapa sebenarnya pria didepannya ini hingga tau apa yang sedang ada di pikirannya.
"Tidak, Kim. Sampai mana kita tadi?" ujar Yixing berusaha terlihat senormal mungkin.
"Haish.. Sudahlah, aku akan menyelesaikan ini sendirian saja. Kau boleh pulang, keadaanmu sepertinya sedang tidak baik" ujar Junmyeon
"Eh tidak usah. Jangan begitu aku jadi tidak enak" tolak Yixing
Junmyeon melirik Yixing, dahinya berkerut, ia terlalu sering dibuat bingung oleh Yixing. Begitupun sebaliknya sih. Tak lama sebuah smirk tercetak di wajah Junmyeon. Yixing yang menyadarinya pun bergidik ngeri. Belum lagi Junmyeon mendekatkan dirinya pada Yixing yang terpaku.
"Lalu, bagaimana dengan sebuah break singkat, nona Zhang? Kita bisa sedikit bermain-main, siapa tau kau kembali fokus"
Yixing melotot, si culun ini terlalu mengejutkan. Yixing semakin terkejut ketika merasakan belaian tangan Junmyeon di pipi lembutnya, dengan jelas pula ia melihat wajah Junmyeon yang semakin mendekat dengan mata terpejam.
Jangan bilang,
Belum selesai berfikir sendi-sendi wajah Yixing sudah terlebih dahulu membangkang dan memejamkan mata Yixing. Yixing merutuk dalam hati karena ia tahu Junmyeon pasti sedang mengerjainya -lagi lagi seperti ff yang dia pernah baca-
Namun asumsi Yixing terbuang begitu saja ketika sebuah benda kenyal milik Junmyeon mendarat pada benda kenyal milik Yixing. Baru Yixing mau melotot dan menjauh, lumatan-lumatan kecil mulai ia rasakan.
Yixing menikmati itu, lumatan lembut, tidak terburu-buru, tidak kering, tidak basah, sangat pas baginya.
Satu hal yang akan Yixing catat sesegera mungkin.
Kim Junmyeon is such a good kisser.
Bahkan Yifan si bule pun kalah (walau masih TTM Yifan sudah beberapa kali berani mencium Yixing)
Yixing sedikit melompat ketika merasa ada gigitan di bibirnya, sedikit perih namun memabukkan. Namun si pemberi gigitan merasa terganggu sehingga melepaskan tautan diantara keduanya.
Yixing membuka matanya perlahan, ia dapat melihat wajah Junmyeon yang juga tengah melihat kearahnya, dua serangan kalimat dari Junmyeon membuat Yixing memerah.
"Apakah ciumanku cukup untuk membuatmu fokus? Atau haruskah kita melakukan sesuatu di kasur terlebih dahulu?"
"Sialan kau, Kim Junmyeon" Yixing menundukkan kepalanya dalam kemaluan yang sedang berada dipuncaknya.
"Seorang primadona membiarkan seorang culun menciumnya? Atau bahkan menggagahinya? Kupikir hanya mau dengan yang sama-sama terkenal saja. Ternyata semudah ini" Junmyeon kembali menyerang secara verbal.
Catat lagi xing.
Kim Junmyeon is such a shit talker.
Yixing tidak tau lagi. Ia merasa harga dirinya telah hancur berkeping-keping. Bukan karena ia mau dicium Junmyeon, tapi karena kalimat2 yang dilontarkan Junmyeon seakan-akan berkata bahwa dirinya itu semacam slut yang mauan. Hell no, selama duapuluh tahun lebih hidup di dunia ini belum pernah sekalipun Yixing tidur dengan pria manapun. Ciuman pertama pun Yifan yang ambil.
Junmyeon menyadari perubahan suasana dari Yixing.
"Apa ini? Jangan bilang itu ciuman pertamamu?"
Yixing menggeleng.
"Aku tak yakin itu keberapa, intinya kau orang kedua" Yixing akhirnya bersuara, berharap Junmyeon akan meminta maaf atas perkataannya sebelumnya walau mustahil.
"Well, well.. Sorry then, my bad. Kupikir kau itu wanita yang mudah ternyata tidak juga ya. Tapi sayang sekali aku jadi orang kedua. Nyaris menjadi yang pertama untukmu, nona"
'Apa-apaan sekarang?!'teriak Yixing dari hati
Sebenarnya Junmyeon itu seperti apa sih.
"Tapi, bagaimana dengan seks? Apakah kau juga sudah melakukannya?" wtf?!
"Hell no, Kim!"
"Whoa relax babe.. Berarti aku bisa jadi yang pertama dong?"
Yixing sangat bingung sekarang saking bingungnya ia tidak dapat bertanya kembali pada Junmyeon untuk menjelaskan maksud perkataan kotornya. Untung Junmyeon dengan baik hati menjelaskannya terlebih dahulu.
"Sepertinya kutertarik kepadamu-" junmyeon melepas kacamatanya, mengacak-acak rambutnya.
"-jadilah wanitaku, aku bisa merubah penampilanku untukmu" lanjut Junmyeon.
Yixing sudah tidak bernyawa disitu, Kim Junmyeon terlalu berat untuk ia hadapi.
"Bagaimana?"
Okay, orang di depannya ini memang menggoda iman. Namun Yixing tetap harus berfikir untuk kedepannya. Bayang2 ejekan para temannya sudah terngiang di kepala Yixing, namun jika Junmyeon berubah seperti yang sekarang ia lakukan, semua orang akan mencap dirinya sebagai slut ataupun wanita matre.
"Maaf, bohong kalau aku tidak tertarik padamu setelah semua kejutanmu hari ini. Namun, aku tidak ingin diberatkan"
Junmyeon tertawa sebentar setelah mendengar jawaban Yixing, tiba-tiba ia menarik Yixing lalu melempar Yixing ke kasurnya. Yixing ketakutan setengah mati, namun yang selanjutnya ia rasakan adalah seseorang yang menindihnya, Yixing cukup yakin ini bukan tindihan sensual, dan juga tangan yang tak terduga cukup kekar pun melingkari badannya.
Pria yang satu ini memang tidak suka mengikuti ekspetasiku, selalu bertindak diluar dugaan.
"Aku tau ketakutanmu akan komentar orang-orang nantinya" Junmyeon menggumam di perut Yixing, membuat yang dipeluk kegelian.
"Tapi aku tetap menginginkanmu," Junmyeon melepaskan rengkuhannya, memposisikan kepalanya hingga dapat menatap Yixing. Mengecup bibir si wanita sekali, dua kali, tiga kali.
Perubahan sifat Junmyeon hari ini memang cukup menakutkan, sekarang waktunya Junmyeon yang lembut beraksi.
"Kau bisa lebih mengenalku mulai sekarang. Jangan temui Yifan lagi, aku akan selalu mengantarmu pulang kau tidak perlu khawatir. Jadi, jadi milikku ya Zhang?"
Yixing tau, perasaannya setelah setengah hari bersama Junmyeon ini lebih besar dibanding perasaannya pada Yifan selama ini. Ia kecewa pada dirinya sendiri. Namun ia tidak akan kabur dari kenyataan yang sudah dirinya pilih.
"Yeah, Kim. I'm yours. Bet, you're mine too from now on?"
"Woohoo, yes i'm yours too, my lady"
Ya, Yixing menerima orang yang tidak terlalu ia kenal ini, so what? Kenalannya bisa nanti kok.
Kapan?
Di sequel mungkin?
.
.
END
.
.
a/n
Gimana nih? Maaf ga memuaskan, kelihatan banget terburu-burunya ya? :v
Maaf, udah bikin nunggu lama juga.
Maaf, belum yakin rate M nya.
Bakal ada sequel nih kemungkinan besar, dan pasti rate M kalau sequel mah xD
Yes or No?
please kindly give your review bersamaan dengan Yes/No buat sequelnya.
Jangan lupa baca ff baru aku 'Lovely Brother' dengan DooSeob dan SuLay dan beri juga review tentang cerita itu yaa -3-
