ya guys~ balik lagi sama gua~^^

gua pengen lanjutin cerita yang kemaren niih..

gua gabakal stop sebelum ceritany abis koo.. tenang aja okay

oke langsung aja~~~

"hihihihi~~" aku mendengar suara perempuan tertawa sangat seram. "yak! Siapa itu?!" ucapku di saat mencuci piring. Tetapi tidak ada jawaaban. 'oh tuhan aku kan sangat takut dengan hantu!'ucapku dalam hati sambil mengalihkan suasana dengan menyanyi.

"yak! Aku tidak akan main-main!"

"…"

"akan ku bacakan kitab kau!"

"…"

"aku tidak main-main! Oh (tuhan) tolong bunuh iblis yang di dekatku~! lenyapkan dia~ oh (tuhan) antarkan dia ke neraka~" ucapku sambil bernyanyi dan ketakutan. Tiba-tiba terdengar

"pft! Buahahahaha! ternyata kau takut hantu toh! Ahahahaha!" terdengar suara jimin di telingaku. "yak! Park jimin! Kau~!" teriakku lalu menggelitik perut jimin. Dia pun tertawa terpingkal-pingkal. "oh ya ampun! Ampun~ ahahaha! Geli tau!" jimin tertawa sambil memohon-mohon. Aku pun menghentikannya. "nah begitu dong.. mau u antar keliling? Sambil ku beritau jalanan luar disini?" tawar jimin sambil tersenyum. "umm boleh?" jawabku sambil tersenyum juga. Jimin pun menemaniku berkeliling.

Author pov

Jimin dan sera berkelili di halaman dorm yang luas. "aku akan menemanimu dari gerbang sampai gerbang lagi" ucap jimin sambil berjalan. "oke" jawab sera enteng. "baiklah… ini taman bunga kami. Kami harus menyiram nya setiap pagi. Itu seharusnya pekerjaan maid yang dulu, tapi dia sudah keluar.." jelas jimin sambil menatap ke arah taman itu. "baiklah.. aku akan menyiramnya besok pagi" ucap sera sambil tersenyum. Mereka pun berjalan lagi. "di samping kiri rumah ada lapangan basket. Kami sering bermain saa siang atau sore hari." jelas jimin sambil berlari lari di lapangan. Sera hanya menjawab dengan anggukan kepala. Mereka pun kembali berjalan. "lalu, di belakang rumah ada kolam renang, yang di depan rumah itu kolam ikan ya haha.. kami jarang berenang sih.. tapi kalau taehyung sering berenang.." ucap jimin sambil menyelupkan tangan ke dalam air. "yak! Rasakan ini!" jimin menyipratkan air ke arah sera. "yak!~ jangan seperti itu~ awas ya kau!" dan sera pun membalasnya. "ahahahahaaa… iya iyaaa ampun.. aku malas mandi lagi~" jimin memintanya untuk berhenti. Sera pun menghentikannya. "lagian juga kau duluan-,- dasar!" sera pun menggerutu dengan imut. "baiklah.. karna sekarang sudah malam. Jadi di lanjut besok saja. Tapi.. jika kau ingin lihat-lihat sendiri juga tidak apa sih.." jimin berkata sambil merapihkan bajunya yang berantakan. "okay~ sekarang kita ke kamar?" sera bertanya dengan muka ynag sangat polos. Tiba-tiba wajah jimin pun memerah. "ya.. aku ke kamarmu?" tanya jimin sambil menggaruk-garu kepalanya. Tiba-tiba ada seseorang yang datang, "YAK PARK JIMIN BODOH! APA YANG KAU KATAKAN EOH?!" suga yang tiba-tiba datang langsung menjitak kepala jimin. "AW! Yak! Aku kan hanya bertanya hyung.. lagi pula juga ini kau yang ajari kan?!" jimin yang tidak mau kalah pun membalas kata-kata suga. "yak! Yak! Sudah jangan ribut! Park jimin… maksudku kita ke kamar masing-masing… hilangkan sifat mesum mu atau akan ku laporkan pada namjoon oppa!" ucap sera lalu pergi meninggalkan mereka berdua. Mereka berdua pun hanya berdiam diri. "sepertinya jika dia bilang ke namjoon hyung dia yang akan kena batunya" jimin berkata dengan wajah datar. "yah benar.. jika dia lapor sekarang berarti dia tidak bisa jalan besok" jawab suga dengan wajah yang tak kalah datarnya dengan jimin.

Sera pov

'hey! Apa yang di pikirkan oleh park jimin bodoh itu?! dasar!' ucapku dalam hati sambil masuk ke kamar. Aku langsung mengganti sedalku dengan sendal kamar, lalu menyiapkan buku, seragam, dan lain lain untuk sekolah. Setelah itu aku pun tertidur. 'haahhh~ aku masih tidak percaya jika aku bisa tinggal di rumah semewah ini~' aku berkata di dalam hati sambil mengantarkan jiwaku ke alam mimpi.

Skip at morning

Tok! Tok! Tok!

"han sera? Apa kau sudah bangun?"

Tok! Tok! Tok!

"han sera?"

"ughh~~" aku bergumam saat mendengar suara seseorang sedang mengetuk pintu sambil membangunkanku. Aku pun berjalan ke arah pintu. "ya? Ada yang bisa ku bantu?" ucapku setelah membuka pintu. Mataku masih terpejam dan aku belum melihat siapa yang ada di depanku. "apa kau tidak bersiap-siap untuk ke sekolah?" tanya seorang namja. Aku pun membuka mataku. "ah iya aku lupa! Jam berapa sekarang?" aku pun langsung panik dan melihat ke arah namja yang ada di depanku. Ternyata dia hoseok oppa. "hey~ tenanglah.. ini baru pukul 05.00 pagi.. kau masuk jam 08.00 kan?" tanya hoseok sambil tersenyum layaknya ibu. "ah.. syukurlah… terimakasih telah membangunkanku.. aku akan bersiap siap" ucapku sambil tersenyum juga. "baiklah aku akan ke depan" hoseok pun pergi dari depan pintu kamarku. Aku segera menutup pintu dan mandi. Tak butuh waktu lama aku sudah selesai mandi. Aku segera memakai seragam sekolahku dan merapihkan rambutku. Kali ini aku memakai kemeja putih polos, rok lipit berwarna biru laut seatas lutut, dasi panjang yang warnanya sama dengan rokku, kaos kaki putih panjang, dan sepatu fantofel hitam. Aku hanya memakai bedak bayi di wajah ku. Lalu aku segera pergi ke dapur. Di sana masih sepi. "selamat pagi sera~" ucap jin sambil berjalan ke dapur. "oh? Selamat pagi~ kali ini ingin sarapan apa?" tanyaku sambil memakai celemek berwarna biru agar seragam sekolahku tidak kotor. "apa saja yang simpel.. tapi, bisakah kau membuatnya sendiri? Aku harus membangunkan member yang lain dan membaca koran pagi.. itu sudah menjadi kebiasaanku hehe~" ucap jin sambil memasang wajah melas. "oh okay! Serahkan saja padaku! Lagian juga ini bukan tugasmu kok ahaha!" aku berkata sambil mengeluarkan roti tawar dan beberapa rasa selai. "oh aku serahkan padamu~" jin berkata sambil berjalan ke depan. Kali ini aku akan membuat roti bakar. Dan mereka akan memakaikan selainya sendiri. Setelah selesai memanggang beberapa roti, aku segera membawanya ke meja makan. Aku juga membawa beberapa selainya. Tak lupa juga aku membuat susu. Setelah itu aku juga membawanya ke meja makan. Saat aku menaruh susu di meja, semua member pun datang. Keadaan semua member sedang melilitkan selimut di badannya dan duduk di meja makan tanpa bersuara. Kami pun makan dengan diam. "hei sera aku tidak bisa mengantarmu ke sekolah hari ini" taehyung pun bersuara. "ah tidak apa-apa aku akan naik bus^^" aku menjawabnya sesopan mungkin. "jangan sungkan-sungkan jika ada bayaran apapun dari sekolah.. kami akan mengurusnya" namjoon berkata sambil meminum susunya. "ah iya terima kasih" aku berkata sambil menundukan leher dengan arti sopan. "ah nuna berangkat bareng denganku saja. Sekolah kita searah kan?" jungkook yang sudah selesai sarapan sedang menghabiskan susunya. "ah okay" jawabku dengan simpel. "yak! Kau saja belum rapi dasar bodoh!" suga yang matanya masih terpejam pun bisa berbicara juga. "yak! Aku akan cepat ke kamarnya. Mungkin untuk bersiap-siap. Ketika semuanya sudah selesai makan, mereka pun kembali ke kamarnya satu persatu. Aku segera menumpuk semua piring dan gelas dan memasukannya ke mesin cuci piring. Setelah itu aku pergi ke halaman untuk menyiram bunga yang ada di taman. Sesekali aku bernyanyi untuk menghilangkan bosan. Setelah selesai menyiram bunga, aku kembali ke kamar untuk mengambil tas. Jam sudah menunjukan pukul 07.23. tak lama kemudian pun jungkook datang. "yak! Kau menghabiskan berapa botol parfum hari ini eoh?" ucapku setelah mengendus saat jungkook lewat. "hehe.. tidak berbotol botol ko nuna.. parfum ini memang wanginya strong dan awet. Aku akan membelikannya pada nuna. Kapan nuna ulang tahun?" tanya jungkook sambil menatapku. "ulang tahun? Ooh iya.. aku sudah jarang merayakan ulang tahunku.. bahkan aku lupa kapan itu.. haha.. ayo berangkat" aku berkata sambil tertawa. "wah! Mana bisa begitu? Nuna harus ingat.. itu adalah hal penting tau. Oh iya.. nuna, nanti saat di duar rumah kami harus terlihat tidak kenal ya.. karna suaraku ini sangat dikenal oleh fans-fans yang over. Jadi aku harus jarang berbicara jika di luar.." ucap jungkook sambil memakai masker berwarna hitam. "oohh.. okay! Aku mengerti" kami pun berjalan ke halte. Kami menunggu bus bersama. Dan kami pun mendengar mp3 player bersama. Saling mengobrol tentang mp3 player didapat dari mana?. Tak menunggu waktu lama pun kami masuk ke dalam bus. Kami duduk agak jauh. Saat aku duduk tiba-tiba..

"hey! Han sera?! wah benar han sera toh! Mana jatah rokok ku hari ini eoh?!" ucap seorang yeoja. Saat ku lihat dia adalah teman sekelasku yang bernama park hani dengan teman-temannya. Dia adalah yeoja tercantik di sekolahku. Dia selalu bermake up dan memakai barang-barang mahal ke sekolah. "aku tidak punya rokok" aku menjawab dengan taku-takut. Karena jujur, aku sering di bully dengannya. Terkadang aku di pukuli tanpa sebab, di permalukan di tempat umum, dan lain-lain. "apa?! sudah kubilang kan kalau ku suruh itu kau harus patuh! dasar!" ucapnya sambil menjambak rambutku. Teman-temannya yang lain pun mengiutinya. Ada yang menampar pipiku, dan ada juga yang ikut menjambak rambutku. Aku hanya merintih kesakitan untuk menahan ini semua. Orang-orang yang ada di bus ini cuek terhadap bullying. Aku hanya berharap jungkook tidak melihat kejadian ini. Tak lama kemudian pun bus ini sampai di halte di mana anak-anak dari sekolahku turun. "lihat saja kalau besok kau tidak membawanya lagi!" gertak hani sambil menampar pipiku untuk yang terakhir kalinya. Kami pun turun dari bus. Aku tida sempat melihat jungkook. Saat sudah turun dari halte, aku melihat diriku sendiri yang berantakan. Rambut, seragam. Semuanya berantakan. Wajahku pun memar dan bibirku berdarah. Mungkin robek? Aku pun merapihkannya sambil berjalan masuk ke kelas.

Skip

Author pov

DING DONG DING DONG~

Bel sekolah pun berbunyi. Sera segera keluar dari sekolahnya dan pulang. Dia sedang menuggu bus di halte sambil mendengarkan lagu dari mp3 palyer pemberian ibunya yang sudah lusuh. Tiba-tiba hani dan teman-temannya pun datang lagi. Mereka menarik headset dan mp3 player yang di pakai sera dan menginjaknya sampai hancur. "wah~ wah~ wah~ ternyata ada yang sedang belagak disini~" ucap han sambil mengibaskan rambutnya dengan cantik. Teman-temannya pun hanya menatap sera dengan pandangan jiji. Yang benar saja. Sera tidak memakai makeup sama sekali. Dan tadi saat di sekolah wajahnya di pukuli sampai memar. Sekarang sera terlihat sangat buruk dengan beberapa plester di wajahnya. Sera hanya terdiam sambil memandang mp3 palyer kesayangannya yang hancur. Sera kembali di bully seperti biasanya.

Diin diin~

"hani sayang~ ayo kita ke club~" ucap seorang namja dari dalam mobil. "oke sayang!" mereka semua pun pergi dari pandangan sera. Sera mengambil sisa-sisa mp3 playernya yang sudah sangat hancur. Mungkin dia hanya ingin menyimpan benda terakhir dari ibunya. tak lama kemudian bis pun datang. Sera masuk dengan perlahan. Di perjalanan dia hanya terdiam. Tak lama kemudian dia pun sampai rumah. Dia berjalan dengan sangat lemas. Mungkin semua badannya sakit karena di pukuli. Wajahnya banyak sekali memar dan plester. Dan terdapat juga luka-luka lecet yang terlihat baru di wajahnya. "aku pulang" ucap sera saat masuk ke rumah. Terdapat semua member di ruang utama sedang asik mengobrol. Melihat sera yang datang dengan keadaan seperti itu, semuanya pun reflek diam dan memerhatikan sera. "sera ada apa denganmu?" tanya jimin dengan nada khawatir. "sera?" jin pun ikut memanggil sera karna dia tidak mengubris pertanyaan jimin dan terus berjalan sambil menggenggam benda di tangannya sehinga membuat tangannya berdarah. Tiba-tiba suga bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri sera. Dia merebut apa yang sera genggam. "mp3 player? Apa kau melukai dirimu sendiri karena mp3 player mu rusak eoh? Dan apa kau juga memukuli wajahmu sendiri karena mp3 playermu rusak eoh?! apa kau me-

"berikan pada ku!"

ucap sera sambil merebut mp3 palyer yang tinggal setengah itu dari suga dan lari ke arah kamarnya. Terdengar suara sera yang sedang menangis di kamarnya sambil memendam suaranya. Semua member terdengar sangat terkejut. Taehyung menyusul sera ke kamarnya yang tidak jauh dari ruangan utama. Tetapi jungkook melarangnya. "jangan hyung! Sebenarnya tadi…" jugkook pun menceritakan semuanya. "ah jadi siapa orang yang kurang aja itu?! akan kuhajar dia" ucap yoongi sambil mengepalkan tangannya. "sepertinya itu tidak baik.. pasti ada cara lain" jin yang dari tadi diam akhirnya angkat bicara. "ah.. begini saja.. besok aku akan meminta tolong pada pihak sekolah agar menghukum murid yang membully temannya sendiri.." ucap namjoon memberi ide. "tapi besok kan hari sabtu.. semua sekolah libur. Kau ingin minta tolong dengan ob (office boy) sekolah eoh?" hoseok pun mengerutkan jidat saat mendengar perkataan namjoon. "aku lupa. Maksudku saat sudah masuk sekolah" lanjut namjoon sambil menggaruk kepala. Sedangkan yang lain hanya memasang wajah datar. "umm.. sekarang apa sera baik-baik saja? Wajahnya kan memar dan tangannya berdarah tadi" jimin pun mulai membicarakan sera lagi. "ah iya.. aku akan melihatnya" ucap jin sambil berjalan ke arah kamar sera. Memang di sini yang sifatnya keibuan itu jin dan hoseok.

Tok tok tok

"sera? Aku masuk ya?" jin mengetuk pintu sera

"..."

Karena tidak ada jawaban jin pun masuk ke kamarnya. Dia melihat sera tertidur di kasrunya masih dengan seragam sekolahnya. Wajahnya yang banyak memar, matanya yang sembab, dan hidungnya yang merah membuat jin merasa kasihan. Jin pun menidurkan sera dengan posisi yang lebih nyaman. Lalu mengobati semua luka sera. Setelah selesai, jin pun keluar dari kamar sera. Saat jin keluar dari kamar sera, dia di kejutkan dengan seuma member yang ada di depan pintu kamar sera. "astaga!" jin memasang wajah kaget. "bagaimana?" tanya taehyung yang penasaran. "dia sedang tertidur. memarnya banyak sekali. Sepertinya sangat sakit" jawab jin sambil memasang wajah sedih. "oiya hyung.. sepertinya kita harus membelikannya barang-barang yang bagus hyung.. sepertinya dia dibully karena tidak punya barang yang menarik. Anak-anak jaman sekarang itu gengsian orangnya hyung.." ucap jungkook sambil menatap satu persatu hyung-hyungnya. "kapan kita membelikanya?" tanya jimin memastikan. "lebih baik sih saat dia ulang tahun.. tetapi dia sendiri saja tidak tau kapan dia ulang tahun" jawab jungkook sambil menggaruk kepalanya. "13 agustus" ucap taehyung simpel. "hah? Darimana kau tau? Jangan asal bicara ya?1" timpal hoseok. "aku sudah melihat buku lahir dia saat aku masuk ke kamarnya" jawab taehyung sambil menatap hoseok. "hey. Itu besok bukan?" tanya namjoon sambil melihat ponselnya. "sepertinya iya" jawab jungkook sambil memastikan. "senangnya ada tanggal 13 agustus di kalender~" ucap jin tersenyum senyum. "bodoh! Kalau begitu besok kita antar dia ke mall! Belikan dia pakaian, barang, dan apapun untuknya! Bukannya berkata hal yang tidak masuk akal seperti ini bodoh!" suga yang mendengarnya pun akhirnya kesal dan kembali ke kamar.

Skip at afternoon

"hooaam~" sera yang tertidur pun akhinya bangun. "ah kenapa aku tidur ya? Tadi kan aku pulang sekolah lalu…" sera menggantung kalimatnya dan tiba-tiba memasang wajah panik. "oh astaga! Apa yang kulakukan?! dasar han sera bodoooohh!" sera berkata pada dirinya sendiri lalu berlari ke kamar suga.

Tok tok tok

"suga oppa!~ aku minta maaf ya! Aku benar benar tidak sadar telah berucap seperti itu!~ oppa!" sera berteriak di depan pintu kamar suga sambil mengetuk pintunya. Tak lama kemudian pun suga keluar. "ada apa sih? Itu tidak usah di permasalahkan. Aku juga yang salah ko! Jangan ganggu waktu tidurku" ucap suga lalu menutup pintu kamar. "dia tidak marah padamu kok.. itulah cara dia minta maaf" ucap hoseok sambil berjalan ke arah dapur. "ah oppa! Bolehkah aku tidak bekerja hari ini? Badanku agak tidak enak sejak pulang sekolah.. tadi aku jatuh soalnya hehe~ aku memang bodoh" sera berkata sambil tersenyum sangat ceria. Hoseok yang mendengarnya pun iba. Bagaimana bisa dia menutupi masa-masa kelamnya itu. "ah baiklah.. bagaimana kau bisa jatuh sih. Haha seperti anak kecil saja kau. Oiya. Besok kami semua mau pergi belanja.. apa kau mai menemani kami?" tanya hoseok sambil menggaruk kepalanya. "oh. Mau saja jika di izinkan ikut hehe" sera pun mengiyakan perkataan hoseok. "oke besok jam 9 ya. Kau harus memakai baju dari taehyung, nanti dia akan berikan. Oke?" hoseok berkata sebelum akhirnya dia pergi ke kamar taehyung. Entah kenapa dia lansgung pergi setelah berbicara. Ingin merencanakan sesuatu mungkin?

Sera pun pergi ke kamarnya untuk mengerjakan tugas sekolah. Sedanngkan hoseok di kamar taehyung..

"tae! Aku sudah ada ide untuk besok! Cepat panggil semuanya ke ruang utama kecuali sera" hoseok yang baru saja masuk ke kamar taehyung langsung berbicara. "yak! Bisakah kau mengetuk pintu dulu?! aish!~ baiklah kau tunggu di ruang utama!" taehyung yang sedang bermain psp pun terganggu. Saat semua member sudah di ruang utama, mereka segera membahasnya. "yak jadi bagaimana? Aku sedang membuat lagu nih!" ucap suga sambil membawa secarik kertas dengan beberapa tulisan tangan. "ya jadi gini.. tadi aku menyuruhnya untuk menemani kita belanja besok jam 09.00. dan aku bilang dia harus memakai pakaian dari taehyung-

"MWO?! aku tidak punya pakaian wanita bodoh!" taehyung yang merasa namanya terpanggil pun langsung menengok. "yak! Makanya dengar dulu jika orang sedang bicara pabo! Jadi kita membelinya terlebih dahulu. Lalu kita menyuruh taehyung untuk memberikan bajunya pada sera" hoseok menjelaskannya dengan sangat rinci. "jadi baju seperti apa yang akan kita berikan?" tanya jimin.

"pink?" jin menyarankan.

"cute?" jungkook juga menyarankan.

"swag?" suga yang terdiam akhirnya angat bicara.

"sexy?" rapmon.

Semuanya pun melirik rapmon dengan sinis. "yak apa maksudmu eoh?!" ucap hoseok yang kesal dan diangguki oleh jungkook. "bayangkan jika sera yang polos memakai baju sexy! Haduh! Itu tidak akan pernah terjadi!" jin pun ikut memarahi namjoon. "yak siapa tau itu akan cocok dengan nya! Kalau sudah melihatnya juga kau suka kan?! dasar munafik!" namjoon yang dari tadi dimarahi pun mengambek. "yak! Yak! Jangan ribut! Bagaimana jika semua temanya di campur?" usul taehyung menenangkan suasana. "seperti model rambut yang cute, make up swag, pakaian sexy berwarna pink, tetapi tidak terlalu vulgar. Yaitu pakaian yang sudah aku beli tadi." ucap suga sambil menaruh beberapa kantung plastik di meja. Yang lain hanya penasaran dan membuka isinya. Lalu…

"uwahh~~ daebak! Ini sangat keren" jungkook berucap setelah melihat isinya.

"kau bahkan membeli makeup swag komplit hyung?! daebak~~~" ucap jin sambil melihat beberapa makeup.

"kau sudah menyiapkan semuanya? Ternyata yoongi hyung peduli terhadap sera kita ya?" hoseok membagus-baguskan nama yoongi. Sedangkan yoongi hanya tersenyum gaya. "yah~ itulah aku… si raja swag. Baiklah aku akan ke kamar. Cepat kasih itu ke sera" yoongi pergi ke kamarnya setelah berucap. Yang lain pun masuk ke kamarnya masing-masing kecuali taehyung. Dia harus memberikan barang-barang itu ke sera.

Tok tok tok

"sera.. aku ingin memberikan baju.." ucap taehyung sambil menggedor pintu kamar sera. "iya… terimakasih~" sera mengambil beberapa kantung yang di berikan taehyung setelah membuka pintu. "baiklah. Aku akan ke kamar. Selamat malam" ucap taehyung sebelum pergi.

Sera pov

'ahh.. aku sangat lelah hari ini.. mungkin aku akan melihat barang-barang nya besok pagi. Aku mau tidur lagi~~~' ucapku dalam hati sambil memijit pundakku lalu menghempaskan diri ke kasur.

Skip at morning

"ugh~" aku terbangun dari tidurku. Aku segera melihat ke arah jam weker ku. Jam 05.00 pagi. Aku berjalan ke arah kamar mandi dengan malas. 'hari ini tidak sekolah.. tapi aku harus mengantar mereka belanja.. jika aku menolak aku akan merasa tidak enak.' ucapku dalam hati sambil bergegas mandi. Tak butuh waktu lama aku sudah selesai mandi. Aku akan memakai pakaian dari taehyung saat sebentar lagi akan berangkat saja. Karena kau ingin beres-bers rumah dulu. Aku segera memakai baju seadanya dan berjalan ke dapur. 'hari ini sarapan apa ya? Kalau aku biasanya makan ramyeon' ucapku dalam hati sambil melihat isi kulkas. "hey sera.. apa kau ingin membuat sarapan?" tanya hoseok yang tiba-tiba datang. "ah iya.. kali ini sarapan apa ya?" tanyaku sambil melihat-lihat isi kulkas. "um.. sebaiknya tidak usah membuat makanan. Cukup buat susu saja. Karna semua member sedang tidak ingin makan" ucap hoseok sambil meminum air mineral. Aku pun segera membuat susu. Setelah selesai, aku pun meminum bagianku dan berjalan menuju halaman. Aku menyiram bunga seperti biasnya, menyapu, mengepel, dan menyuci baju-baju para member. Setelah selesai, aku segera masuk ke dalam kamar. Jam sudah menunjukan pukul 08.04. aku segera membuka kantung-kantung yang diberikan taehyung semalam. Isinya ada beberapa kertas yang sepertinya paduan, make up, swaeater berwarna pastel pink-putih-kuning, celana highwaist levis, beberapa jepitan rambut lucu, dan sepatu converse high putih. Aku memandang semuanya dan berkata "apa akan ada acara hari ini?" setelah itu aku pun membaca beberapa kertas yang ada di situ. Di dalamnya tertulis

- Rambutnya kau harus membuatnya tampak cute

- makeup harus SWAG!

- untuk pakaian harus ada kesan pink-sexy

- ah iya. Jangan menguncir rambut okay?

Seperti itu. Aku pun mengikuti intrukasi dari kertas tersebut. Aku memakai makeup eyeliner hitam dengan menaris garis ke bawah mata. Sehingga membuat tampak swag, eyeshadow abu-abu, lipstick warna alami, dan sedikit blush on natural. Untuk rambut, karna rambutku panjangnya selengan dengan lengkungan di baawahnya + poni pendek melengkung yang kadang ku belah dua, aku hanya menjepit rambutku dengan beberapa jepitan lucu. Setelah selesai memakai seemuanya, aku melihat pantulanku di kaca. "uwah.. seperti bukan aku yang sebernarnya ya?" aku berbicara sendiri saat ini haha. Oh iya. Di dalam kantung itu juga ada tas slempang berwarna coklat dan parfum aroma susu. Aku memakainya. Setelah selesai aku keluar dan duduk di ruang utama. Jam sudah menunjukan pukul 08.52. tak lama keudian pun semua member datang.

to be continue...

.

.

.

.

.

ya makasi ya yang udah mau baca cerita gua.. ya walaupun gua tau ini aga krik sii..

bukan agak. ini emang krik banget haha

di chapter ini juga agak ngegantung gitu sih.. tapi nanti di lanjt koo.. ini gara-gara baru bikin segini doangT_T

okay pokoknya makasi buat yang udah baca yaaa~~^^