Mission to Boy's School

By: Fujita2004Namikaze

Disclamer: Masashi Kishimoto-sensei

Rated: T

Summary:

Naruto, Sakura, Ino dan Tenten. 4 Agen dari sekolah kemiliteran khusus perempuan mendapat misi lapangan pertama mereka. Ke-4 gadis yg berumur 20 thn itu sangat bersemangat. Tapi apa jadinya kalau misi mereka mengharuskan mereka untuk menyamar dan menyelinap kesekolah khusus lelaki?

Note:

Author tidak bisa cepat-cepat update, karna author lagi sibuk dan laptop dipake mama author.

Kemungkinan cerita ini dilanjutin sudah menjadi 51:49.

Tolong kritik dan sarannya untuk alur cerita yg author juga kagak tau mau diapain lagi.

Kalau ada saran pairing lainnya tinggal di refiew saja ya!~

Jangan malu-malu kucing, dong!~

Chapter 2: The Worst First Day at School, Ever!

Pelajaran berlangsung cukup tenang untuk ke-4 pemuda yg sebenarnya perempuan ini. Tidak mereka rasakan bel istirahat sudah berbunyi dan semua murid-murid langsung berlalu-lalang keluar kelas.

Mereka ber-4 segera berkumpul diatap sekolah tempat mereka janjian untuk berdiskusi tentang masalah kasus ini.

"jadi? Sejauh ini apa yg kalian dapat?" tanya Naruto mengubah suaranya seperti semula.

"aku belum mendapat apa-apa untuk sekarang. Bagaimana dg kalian Ino, Tenten?" kata Sakura ikut me-normalkan suaranya.

"aku juga belum! Para murid dikelasku sangat menyebalkan! Kecuali beberapa orang yg menurutku lumayan waras." Kata Ino juga me-normalkan suaranya.

"belum dapat petunjuk apapun! Aku tak bisa bertanya ditengah pelajaran pada murid lain karna terus ketahuan sama Kurenai-sensei!" kata Tenten dg malasnya mengubah suaranya seperti semula.

"sial! Aku pikir misi ini hanya sedikit sulit! Ternyata ini lebih dari kata sulit dan rumit!" rutuk Naruto.

"daripada itu, aku dapat tantangan dari salah satu murid dikelasku untuk ber-adu karate di arena saat istirahat ini! Sekarang dia sedang mengisi perut sebelum melawanku! Apa kalian bisa ikut melihatnya?" kata Sakura penuh harap.

"aku sih bisa-bisa saja! Lagi nggak ada waktu luang!" kata Naruto.

"aku juga lagi free sekarang!" kata Ino sambil tersenyum lebar.

"maaf semua! Aku juga ada urusan dg salah satu teman sekelasku yg mengajakku berlatih panahan dg salah satu anak kelas 3! Katanya sebentar lagi dia akan memanggil senpai yg dia maksud." Kata Tenten melihat ulang pesan yg ada di ponselnya. Lalu tiba-tiba datang sebuah pesan lagi di ponsel Tenten.

From: Rock Lee

To: Yasuhara no Tenshi

Maaf Tenshi-san! Rasanya janji kita harus diundur dulu untuk saat ini! Kakak kelas yg aku maksud sedang sibuk. Katanya mau melihat pertarungan antara temannya dan salah satu murid baru yg datang hari ini. Bagaimana kalau nanti saat istirahat ke-2 saja?

Sekali lagi maaf ya Tenshi-san!

Dan itulah isi SMS yg diterima Tenten. Tenten sweatdrop dan menghela nafas putus asa.

"baiklah, sekarang aku free! Aku juga akan ikut lihat pertandingannya!" kata Tenten sedikit lemas.

"HOREEE!~ aku jadi lebih semangat untuk menghajar lelaki itu dg tanganku!" kata Sakura beberapa kali mempraktekkan salah satu gerakan meninjunya pada angin.

"ingat saja Sakura, jangan sampai kau membunuhnya! Kau tau kan mereka ini berbeda dg kita. Jadi kau hanya boleh menggunakan 10% kekuatanmu! Dan jika ternyata dia terlalu kuat untuk seseorang berumur 18 thn, gunakan 15% kekuatanmu!" jelas Naruko.

"iya-iya, aku paham!" kata Sakura cuek bebek.

"baiklah, ayo kita ambil beberapa makanan dan langsung ke arena pertarungan itu!" kata Ino bersemangat.

"jangan lupa ubah kembali suara kalian!" kata Tenten mengubah suaranya kembali menjadi Tenshi. Naruto, Sakura dan Ino juga melakukan hal yg sama dan kembali pada image mereka masing-masing.

Ke-4 pemuda -perempuan- itu-pun hilang dari pandangan atap sekolah.

.

.

.

.

Sementara itu, terlihat segerombolan geng laki-laki yg duduk di salah satu meja kantin. Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu.

"wow, kau serius Gaara?!" kata pria bertato segitiga merah terbalik di kedua pipinya a.k.a. Kiba Inuzuka.

"kau pikir aku pernah bercanda Kiba?" kata Gaara dg raut wajah sebal.

"wow, aku tidak tau harus bilang nekat ke siapa! Kau atau anak baru itu?" kata pria berambut coklat gelap panjang dan mata putih a.k.a. Neji Hyuga.

"pastinya anak baru itu! Dia sudah berani sekali menantang Gaara secara terang-terangan didepan kelas!" kata pria berambut hitam alami yg disisir rapi dan memiliki kulit putih pucat a.k.a. Sai Shimura.

"bukan, justru akulah yg mengajak-nya berduel!" kata Gaara.

"wah... tuan Sabaku Gaara ingin menantang seseorang? Sangat tidak biasa untukmu Gaara! Biasanya orang lainlah yg datang untuk menantangmu!?" kata Kiba sambil memiringkan kepalanya sedikit menyelidik.

"Hey! Dia yg minta tantangan! Jadi aku akan memberikannya sebuah tantangan yg sangat berbahaya dihari pertama-nya bersekolah! Dia terlihat sombong jadi aku akan memberikannya sebuah kekalahan yg tidak akan dia lupakan!" kata Gaara dg sebuah seringai jahat di wajah tampannya.

"wah~ dia pasti akan mati ditangan Gaara! Bagaimana menurutmu Shika?" kata Kiba kepada pria berambut hitam yg diikat menyerupai nanas a.k.a. Shikamaru Nara.

"hm...! Dia akan celaka!" kata Shikamaru dg malasnya.

"lihat! Shikamaru saja mengakui hal itu! Bagaimana dg-mu, Sas?" tanya Kiba lagi pada seorang pria berambut raven yg ditata menyerupai pantat ayam dan mata onyx kelam seperti milik Itachi dan Madara a.k.a. Sasuke Uchiha. (*Wow! Banyak sekali Uchiha disini!*).

"hn." Kata Sasuke dg nada datar.

"dasar muka porselen!" geram Kiba hendak menonjok kepala Sasuke tapi ditahan Shikamaru.

"jadi... kapan dan dimana pertarungan kalian?" tanya Neji.

"di arena duel sekolah! Sebentar lagi kita akan kesana, tepatnya... 5 menit lagi kita harus sudah ada disana!" kata Gaara membuka ponselnya untuk melihat jam.

"oh..." gumam neji.

Lalu tiba-tiba datanglah seorang lelaki dari kelas 2 -terlihat dari dasinya- menghampiri meja geng laki-laki tersebut. Dia memiliki rambut hitam mengkilat yg menyerupai bagian bawah mangkuk sup. Dan dia memiliki alis mata yg 'lumayan' tebal.

"konichiwa neji-senpai!" kata lelaki itu sambil hormat kepada Neji.

"ah, Cuma kau lee. Ada apa?" tanya Neji pada lelaki yg ternyata adalah Lee.

"ano... bagaimana istirahat ini kita berlatih dan bertanding lagi di lapangan panahan?! Aku mengajak seorang murid baru dikelasku untuk ikut! Aku sudah janjian dg-nya istirahat pertama tunggu aku di halaman belakang sekolah!" kata Lee menjelaskan semuanya secara detail kepada Neji.

"gomen, Lee! Aku ada urusan dg teman-teman geng ku! Aku mau menonton pertandingan Gaara dg anak baru dikelasnya istirahat ini. Bagaimana kalau istirahat kedua?" kata Neji.

"baiklah! Aku akan mengirim pesan pada Yasuhara-san agar janjian-nya diundur sampai istirahat ke-2! Terimakasih senpai!" kata Lee berjalan pergi sambil mengetik sesuatu di ponsel-nya.

"baiklah, apa yg kita tunggu lagi? Aku akan terlambat jika kita tidak segera pergi!" kata Gaara bangkit dari tempat duduk-nya yg diikuti temna-temannya yg lain.

Geng 'cowok-cowok sangar tapi ganteng' pun pergi dari pandangan kantin yg sibuk dan ramai tersebut.

.

.

.

.

Pertandingan antara Sakuya Haruno dan Sabaku no Gaara akan dimulai. Siswa-siswa yg merasa penasaran juga ikut menonton dari kursi stadion. Mereka penasaran bagaimana nasib Sakura saat terkena tonjokan Gaara. Lagipula Gaara itu bukan orang biasa yg mentang-mentang sok kuat karna tubuhnya besar. Tapi dia adalah juara lomba karate secara berturut-turut tiap tahunnya bahkan sampai ke tingkat nasional. Pernah sekali dia menjadi juara 2 ditingkat Internasional.

"pemirsa! Ini adalah momen-momen yg kalian nantikan! Pertarungan tangan kosong antara si anak baru dan si panda sangar dari USHS! Inilah pertarungan Sabaku no Gaara vs Sakuya Haruno!" teriak Kiba di mic yg sudah disediakan untuk pembawa acara di arena. Sepertinya dia dg seenaknya menjadi host untuk acara bertarung ini.

Kedua peserta sudah memasuki arena dg pakaian karate masing-masing. Mereka saling memberi salam kepada satu sama lain sekaligus saling menatap lawan mereka secara intens. Kiba berjalan menuju tengah arena.

"peraturannya simpel! Pukul lawanmu, hindari serangan dari lawan dan jangan sampai kau keluar arena atau kau dinyatakan kalah! Jika lawanmu tidak kuat berdiri lagi atau dia menyerah, maka kau menang! Batas waktu sampai bel tanda masuk berbunyi! Jika belum ada pemenangnya sampai bel berbunyi, maka dinyatakan seri!" jelas Kiba sambil berteriak agar para penonton mendengarnya juga. Dia kemudian berjalan sedikit keluar dari bagian arena.

"dan... MULAI!" teriaknya yg menyatakan pertandingan sudah dimulai.

Penonton mulai bersorak-sorak menyemangati Gaara dan mencemooh Sakura. Tapi sakura tidak peduli, lebih baik dicemooh seperti ini daripada dibuang oleh orang tua kandung sendiri saat masih bayi. Sekarang dia hanya fokus pada Gaara dan pengendalian kekuatannya.

"kuperingatkan kau anak baru! Aku tidak akan setengah-setengah padamu!" kata Gaara dg lirikan tajam pada Sakura.

Sakura malah tertawa geli mendengar penuturan Gaara yg terdengar seperti ancaman itu.

"aku suka itu! Akan kuusahakan agar tidak terlalu banyak merusak wajah imutmu itu!~" kata Sakura seperti mengejek Gaara.

Gaara menggeram tidak suka. 'orang ini benar-benar pengen kena ternyata!' batinnya.

"huh! Mati saja sana, BASTARD!" teriak Gaara menerjang Sakura secara beruntun.

Tapi dg mudah Sakura menghindar dari serangan Gaara itu. Jujur saja, untuk seorang lulusan terbaik dari SGMS gerakan Gaara itu seperti sebuah slow mosion untuknya. Ditengah penghindarannya dari serangan Gaara, dia menguap bosan dg tenangnya.

'ternyata tidak terlalu menyenangkan seperti yg aku harapkan!' batin Sakura.

Lalu tiba-tiba, salah satu pukulan Gaara berhasil mengenai dagu Sakura yg membuatnya terpental ke belakang cukup kuat. Hampir saja Sakura keluar dari arena, dia langsung saja menanamkan tangannya di lantai arena untuk menahanya agar tidak sampai keluar arena. Akhirnya dia bisa berhenti ditepi garis batas arena. Tapi tentu saja hal itu membekaskan sebuah tanda cakaran yg cukup dalam dan panjang di lantai. Tanpa mempedulikan tangannya yg sedikit memerah, Sakura berdiri dan mendekuk-kan jari-jari tangannya.

"tadi itu lumayan juga! Coba kau terus menyerangku seperti itu, pasti ini akan lebih menyenangkan!~" kata Sakura senang sambil memasang kuda-kudanya lagi dan memasang seringai mengerikan dan haus darah.

Sementara itu Naruko, Ino dan Tenten yg melihat Sakura hanya menghela nafas pasrah.

'habislah dia!' batin Tenten.

'Sakura sudah tidak main-main lagi!' batin Ino.

'sekarang dia sudah menggunakan 30% kekuatannya! Bisa-bisa sekarat anak satu tu!' batin Naruko.

Gaara hanya mengernyit bingung dg ucapan Sakura. Dia hanya peduli untuk segera memenangkan pertandingan ini.

Tanpa aba-aba apapun, tiba-tiba Sakura bergerak dg sangat cepat. Menghampiri Gaara lalu segera mengerahkan sebuah pukulan dahsyat kearah perut Gaara. Hal itu membuat Gaara memuntahkan sedikit isi perutnya dan terpental cukup jauh hampir keluar dari arena. Semua orang yg melihat itu langsung terperangah kaget. Gaara si juara tak terkalahkan, dipukul begitu kencang oleh seorang lelaki kecil yg baru masuk sekolah hari ini.

"bagaimana? Setelah mendapat pukulanku barusan kau sudah sadar kau tetap akan kalah, kan?!" kata Sakura sambil tetap menyeringai.

"cih!" Gaara tidak menghiraukan peringatan Sakura dan kembali menerjangnya.

Dan lagi-lagi Sakura berhasil menghindar dan kembali memukul Gaara dg lumayan kuat. Hal itu terus berulang-ulang sampai akhirnya Gaara terkapar di arena tak berdaya karna keletihan. Semua yg menyaksikan itu langsung melongo ditempat karna Gaara dg murahnya dikalahkan oleh laki-laki cebol itu.

"pe-pemenangnya a-adalah...Sakuya Haruno..." kata Kiba tak percaya.

Naruto, Ino dan Tenten langsung berlari turun ke arena kearah Sakura.

"Sakura! kau tidak apa-apa, kan?!" kata Ino dg khawatirnya melihat luka lebam di dagu Sakura.

"dasar! Seharusnya yg dikasihani itu cowok mata panda itu! Bukan Sakura!" kata Tenten menunjuk pada Gaara yg terkapar ditanah.

"sudah-sudah! Kita harus segera mengurus anak ini! Kau terlalu kasar padanya Sakura. sudah kubilang untuk menggunakan hanya 10% atau 15% kekuatanmu! Tapi kau malah gunakan 30%!" tegur Naruto.

"hehehe... Go-gomen!" kata Sakura dg sebuah cengiran di wajahnya.

"dasar!" gumam Naruto kesal. Dia kemudian menghampiri Gaara dan memeriksa keadaannya. Dg segera, teman-teman geng Gaara menghampirinya juga.

"GAARA!" teriak -hampir- mereka semua.

"dia tidak apa-apa! Hanya pingsan karna terlalu banyak dipukul Sakur- S-Sakuya!" kata Naruto hampir saja salah menyebut nama Sakura. Dia segera berdiri dan mengambil microfon Kiba.

"baik semua, tidak ada apa-apa disini! Pemenangnya adalah Sakuya dan Gaara kalah! Sekarang semua bubar-bubar! Kami harus mengurus urusan pribadi disini!" kata Naruto melalui mic itu. Langsung semua siswa-siswa yg menonton pertandingan pergi dari TKP.

"hei cowok yg mirip anjing dan mirip perempuan! Tolong bopong teman kalian ini ke UKS!" suruh Naruto pada Kiba dan Neji.

Untuk sesaat Sasuke sempat terpesona dg sikap Naruto yg tegas dan berkepemimpinan tinggi. Tidak salah lagi kalau cewek -yg dikiranya cowok- ini cocok untuk menjadi uke barunya. Tapi Kiba malah merusak fantasi Sasuke.

"hei! Aku punya nama tau! Namaku Kiba Inuzuka!" teriak Kiba.

"ya! Dan aku Neji Hyuga!" ikut Neji.

"siapa?" tanya Naruto.

"kami ,lah!" teriak mereka berdua.

"yg nanya!" sambung Naruto.

Mereka-pun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sementara Shikamaru dan Sai hanya menahan tawa dan Sasuke mendengus kesal. Akhirnya Kiba dan Neji membopong Gaara ke UKS yg diikuti oleh sisa geng dan ke-4 cewek yg sedang menyamar itu.

"Ino, tolong obati luka-luka memar anak panda ini!" kata Naruto yg dijawab anggukan sigap Ino. Ino segera mengobati luka-luka Gaara dg cekatan. Karna ibu UKS sedang pergi, jadi dia terpaksa melakukannya sendiri.

Entah kenapa Sai agak tidak tega melihat Ino membasuh dan mengobati luka diwajah dan beberapa bagian tubuh Gaara.

'cih! Gaara sialan! Kenapa dia bisa mendapat perlakuan khusus dari cowok manis itu!' batin Sai kesal.

Beberapa menit kemudian, terdengar suara pintu terbuka dg cukup kasar. Saat mereka semua melihat kearah si pelaku, ternyata itu adalah Itachi-sensei.

'KYAAA! SENSEI GANTENG!~^o^' teriak Sakura dalam hatinya.

'GYAAA! UCHIHA-SENSEI!(😲' teriak Sai, Shikamaru, Kiba dan Neji dalam hati.

'oh tidak! Kenapa rasanya kita dalam masalah!' batin Tenten.

'ini buruk!' batin Naruko pucat.

'Aniki...?' batin Sasuke.

'heh? Ada apa tuh ribut-ribut diluar?' batin Ino curi dengar dari dalem.

Bagi mereka semua Itachi terlihat seperti harimau yg marah dan akan menerkam mereka. Tapi lain bagi Sakura, Itachi seperti seorang pangeran yg datang mengendarai kuda putih dan akan melamarnya.

"kalian! Ada apa disini!?" tanya Iatchi dg nada satu okatf lebih tinggi.

"b-begini sensei... i-itu..." Kiba agak sedikit gugup menjelaskan apa yg terjadi sebenarnya.

"sudah! Sensei sudah cukup banyak tau kalau kalian mengadakan sebuah pertandingan secara diam-diam di arena! Lalu ternyata Gaara kalah dan terluka cukup parah lalu dibawa ke UKS! Lalu sekarang dimana orang yg membuat Gaara cedera?" kata Itachi dg aura hitam disekelilingnya.

Semuanya spontan menunjuk kepada Sakura yg masih berkhayal dan terpesona pada Itachi. Itachi dg perlahan mendekat kepada Sakura. sakura yg menyadarinya mulai terasa jantungnya tak bisa berhenti berdetak dan mukanya mulai memerah. Napasnya tidak beraturan tapi dia berhasil menyembunyikannya.

"jadi kau yg melukai Gaara sampai dia cedera cukup berat?" tanya Itachi dg tatapan intens kearah Sakura.

Karna saking kalang kabut-nya, Sakura segera menjawab dg jujurnya. "i-iya! Aku pelakunya, sensei!"

"kalau begitu..." Itachi mulai merogoh saku-nya mengambil sesuatu. Kiba cs yg melihat itu langsung menjauh dari TKP. Sedangkan Sasuke dan sisa para cewek mata-mata hanya bengong ditempat nggak tau apa yg terjadi. Sebenarnya Kiba cs pernah ngeliat Itachi ngelakuin hal yg sama pada salah satu berandalan yg mencoret-coret dinding sekolah atau memukul guru. Itachi akan mengeluarkan sebuah pisau lipat dan mengancam akan menguliti mereka hidup-hidup jika mereka tidak bertanggung jawab. Pernah satu kali ada anak yg menentang Itachi, ujung-ujungnya Itachi hampir saja benar-benar mengulitinya hidup-hidup. Itachi memang terkesan sadis kadang-kadang. Ini mungkin karna masalah pemikiran keluarga Uchiha yg sangat emosian dan keras kepala.

Itachi mulai mengeluarkan sesuatu di sakunya perlahan. Semua orang mengamati hal itu dg seksama. Kecuali Sakura yg sibuk mengamati wajah tampan Itachi. Semuanya sudah siap teriak jika Itachi melakukan sesuatu yg berbahaya pada Sakura.

Dan...

1...

2...

3...

"TOLONG KAU WAKILKAN SEKOLAH KITA UNTUK TURNAMEN KARATE ANTAR SEKOLAH BESOK!" teriak Itachi sambil menodongkan sesuatu.

"GYAAAAAA!" semua orang teriak.

Dg segera Naruto melindungi Sakura. Tenten mengambil suntik yg ada di UKS itu. Kiba cs menahan Itachi. Sasuke tak bergeming.

"eh?" Sakura nampak kebingungan.

"jangan kau sakiti saudari... maksudku!... saudara kami!" teriak Naruto.

"UCHIHA-SENSEI SABAR!" teriak Kiba cs.

"hei ada apa ini?" tanya Sasuke kurang nangkap.

"MATILAH KAU GURU MAFIA!" teriak Tenten sambil mengarahkan suntik itu pada Itachi.

"OI! KALIAN LAGI NGAPAIN, SIH!?" teriak Sasuke.

"mundur teme! Itachi-sensei hendak mencelakai Sakura tadi sambil menodongkan pistol!" kata Naruto extra waspada.

"eh? Tunggu, bukannya dia Cuma..." tapi perkataan Sakura dipotong sama Tenten.

"dia berbahaya! Apa Itachi-sensei sebenarnya seorang mafia tingkat S yg sedang buron?!" kata Tenten dg horornya.

"hei tunggu! Aku tadi Cuma..." tapi perkataan Itachi kembali dipotong Tenten.

"Cuma apa? Ingin memberikan Sakuya pelajaran karna mencelakai anak panda itu?!" kata Tenten menarik dasi Itachi murka.

"hei! Itachi-sensei Cuma mau nawarin aku ikut lomba karate antar sekolah, kok! Tadi yg dia todong itu kartu peserta-nya!" jelas Sakura yg tadi sempat fokus mendengar apa yg dikatakan Itachi. Lain dg semua yg ada di ruangan itu -minus Sasuke- yg mengira Itachi bilang 'MATILAH KAU KARNA SUDAH HAMPIR MEMBUNUH KARTU ASS SEKOLAH KITA!'.

Semua bengong.

Dg segera Kiba cs melepaskan Itachi yg sudah mengeluarkan aura hitam. Tenten meletakkan kembali suntik itu ketempatnya. Naruto membereskan penampilannya yg tadi terlihat kacau karna panik. Sasuke mendengus geli karna tingkah orang-orang diruangan itu.

"ehm! Sebaiknya lain kali telinga kalian kucungkil dg pisau bedah sebelum pergi kesekolah!" kata Itachi dg aura setan yg membuat semua orang -minus Sakura dan Sasuke- merinding disko.

"m-maaf-kanlah kami wahai tuan Itachi-sensei!" kata Kiba cs sambil bersujud didepan Itachi.

"m-maaf Itachi-sensei!" kata Naruto dan Tenten bersamaan sambil menunduk minta maaf dg wajah pucat.

"seharusnya kalian diberi pelajaran, ya?! Baiklah, Kiba dan Shikamaru pergi bersihkan toilet dilantai 1 dan 2! Neji dan Sai, sapu halaman belakang sekolah! Dan untuk kalian berdua!" Itachi mendelik tajam kepada Tenten dan Naruto.

"i-iya sensei!?" tanya mereka takut-takut.

"Tenshi-san kau bisa bantu Neji dan Sai! Dan Menma-san, kau bisa membantu mengerjakan pekerjaan OSIS Sasuke selama satu hari penuh ini!" kata Itachi sambil mengeluarkan tatapan iblis.

'Itachi-sensei, teganya kau pada murid baru!' batin Tenten.

'sialan! Aku tidak mengerti bagaimana cara mengerjakan tugas OSIS!' batin Naruto.

"baiklah! Sementara itu, Sakuya-san bagaimana kalau kau berlatih dulu di dojo sekolah ini untuk turnamen-mu besok? Karna Gaara sedang cedera dia tidak bisa mengikuti turnamen tsb!" kata Itachi berubah sikap menjadi ramah kepada Sakura.

"b-baik!" kata Sakura sedikit tersipu malu.

"baiklah semuanya, BUBAR! BUBAR! Aku tak mau melihat wajah kalian sebelum kalian selesai mengerjakan hukuman kalian!" kata Itachi berteriak seperti komando pasukan khusus.

Dg segera mereka berlari kearah tugas mereka masing-masing. Kecuali Sasuke yg hanya diam berdiri dg santainya.

"apa yg kau lakukan masih tetap disini?" tanya Itachi dg nada menahan emosi.

"hah?! Aku juga? Bukannya si dobe itu yg akan mengerjakan pekerjaanku hari ini?" kata Sasuke dg nada tak bersalah.

"KAU MASIH HARUS MENGERJAKANNYA BERSAMANYA! Sekarang cepat pergi dari sini! MENMA!" teriak Itachi benar-benar sudah tidak tahan lagi.

Lalu dg segera Naruto kembali datang dan hormat kepada Itachi seperti tentara. Ini karna kebiasaannya di latihan saat masih belajar si SGMS.

"siap, pak!" kata Naruto.

"bawa partner-mu ini ke post-nya segera! CEPAT!" teriak Itachi.

"siap, komandan!" kata Naruto tegas. Dia kemudian segera menarik Sasuke kabur dari UKS itu.

Dan akhirnya Itachi memutuskan pergi dari UKS itu. Meninggalkan Ino yg masih mengobati luka Gaara dan menunggui-nya sampai ibu UKS datang.

.

.

.

.

Tenten menghela nafas pasrah menyapu halaman belakang sekolah yg terlihat berantakan oleh daun-daun kering. Tidak disangkanya halaman belakang sekolah ini selebar setengah dari stadion olahraga internasional di inggris itu.

'baru kali ini aku merasa membersihkan halaman seperti siksaan neraka!' batin Tenten sambil menangis lebay dalam hati.

Dia melihat kearah Neji dan Sai. Neji sedang membersihkan perangkat memanah sekaligus menggantikan bidikan panahannya. Sai sedang memotong rumput yg berlebihan dg mesin pemotong rumput.

'dasar! Mereka mengambil pekerjaan yg menyenangkan lebih dulu dariku!' batin Tenten merenggut kesal.

"TENTE...maksudku...TENSHI!" terdengar teriakan seseorang yg Tenten kenali. Dia melihat kearah asal suara itu dan menemukan Ino yg melambaikan tangan kearahnya. Ino berlari menghampiri Tenten. Supaya tidak terlihat mencurigakan dia memiripkan larinya dg lari laki-laki.

"Inu, ada apa?" tanya Tenten memanggil Ino dg nama samarannya dg lancar.

"tidak ada...hah... aku hanya penasaran kalian kemana saja?!...hah... aku susah mencari-cari kalian!" kata Ino sedikit tersenggal-senggal karna nafasnya yg memburu. Ino segera merapikan penampilannya.

"ehm! Saat ibu UKS datang, aku keluar dan kalian sudah tidak ada disana! Aku sangat bingung sampai-sampai aku sudah berlari ke satu sekolah ini untuk mencari kalian! Tadi aku bertemu dg si anak anjing dan si pemalas di toilet lantai 2. Mereka bilang Sakuya ada di dojo, Na-Menma ada di ruang OSIS dan kau ada di halaman belakang! Karna ruang OSIS ada dilantai 3 dan aku malas naik tangga, lalu aku tak tau dimana dojo karate sekolah ini, jadi aku putuskan kesini saja!" jelas Ino panjang lebar. "ngomong-ngomong kau sedang apa?" sambungnya lagi.

"oh, aku disuruh membersihkan halaman belakang sekolah yg luas ini karna hampir menyuntik mati Itachi-sensei!" jelas Tenten dg sedikit menyertai kata-katanya.

"kau gila!" kata Ino tersenyum geli pada Tenten.

"yeah... aku tau!" kat Tenten menyeringai setan.

"permisi anak baru, apa kau akan bekerja atau mengobrol saja dg temanmu itu? Tugas kita masih banyak lagi!" kata Neji yg mendadak datang dibelakang mereka dg aura hitam.

"ah! Iya-iya, dasar laki-laki bencong!" kata Tenten kembali menyapu daun-daun kering itu.

"ah! Kalau bisa aku juga bantu, deh!" kata Ino. Dia kemudian mengambil lagi sapu lidi yg ada dilemari janitor dan ikut menyapu daun-daun kering bersama Tenten.

Sai menghampiri Neji yg sudah kembali ke tempatnya.

"hei Neji, bukankah kau pikir para anak baru itu sedikit lebih manis dari cowok kebanyakannya?" bisik Sai pada telinga Neji.

"dasar! Kau masih bisa berbicara tentang gay dalam waktu-waktu seperti ini, ya?" kata Neji sedikit mendengus kesal.

"bukan itu maksudku, dasar! Maksudku mereka ini seperti bukan laki-laki tapi mirip-mirip perempuan gitu!" kata Sai lagi.

"oh... menurutmu mereka seperti laki-laki? Aku malah berpikir mereka tipe yg cocok menjadi kakak laki-laki ku!" kata Neji melihat Ino dan Tenten yg berbincang-bincang.

"kau yakin? Aku ingin memastikan kelamin mereka dulu sebelum betul-betul menentukan seperti apa pemikiranku pada mereka! Terutama yg rambutnya pirang itu!" kata Sai merangkul bahu Neji.

"kau sekarang terdengar seperti ingin membuka celana mereka dan memastikan kelamin mereka Sai! Kau memang seorang 'gay' sejati melebihi ku!" kata Neji sedikit mengecilkan suaranya.

"hei! Kau juga tertarik dg yg rambutnya panjang itu, kan?" kata Sai menyeringai jahil.

"diam dan kerjakan tugasmu!" dengus Neji kesal dan melanjutkan kerjanya.

Tapi Sai tau kalau sahabatnya itu sedang malu besar. Terlihat dari telinganya yg mulai memerah. Sai tertawa geli didalam hati.

'jarang sekali si Hyuga sulung bisa dijahili seperti ini! Apa Sasuke juga bisa dijahili sekarang ini?' batin Sai penasaran.

.

.

.

.

Sementara itu diwaktu yg sama, Naruto sedang melihat-lihat kertas-kertas yg ada dimeja kerjanya Sasuke. Sasuke dg tenangnya sudah mengerjakan apa yg diminta dokumen-dokumen itu dg lancar dan cekatan. Sementara Naruto masih pusing pala sendiri melihat tulisan yg ada di kertas yg dia bahkan tidak tau apa itu dokumennya atau tidak.

"ada masalah dobe?" tanya Sasuke tiba-tiba yg membuat Naruto terkesiap.

"m-menurutmu bagaimana, teme!?" kata Naruto begitu tsundere. Maksudnya dia mau bilang pada Sasuke kalau dia nggak ngerti dia harus ngapain. Tapi karna dia malu dg statusnya yg merupakan anggota kemiliteran yg menyamar dan umurnya sudah 20 thn, walaupun Sasuke tidak tau semua itu tapi dia pasti juga akan meremehkan IQ-nya yg dia kira rendah.

Naruto melirik Sasuke yg masih melihatnya dg takut-takut. Sasuke hanya menghela nafas. Lalu dia mengambil sebuah tumpukan kertas yg tinggi didalam sebuah kotak yg dia akan selesaikannya nanti. Dia meletakkan tumpukan kertas itu didepan Naruto dan mengambil kertas yg awalnya dikerjakan Naruto. Dia kemudian memberikan Naruto stempel OSIS dan sebuah klip untuk melobangi kertas.

"ini semua untuk apa?" tanya Naruto begitu polosnya.

"kau ambil satu kertas ini lalu kau stempel dg ini dan kau lubangi dg ini! Begitu saja tidak tau! Kau ini benar-benar dobe, ya?" kata Sasuke dg nada meremehkan sesuai perkiraan Naruto.

"biarin! Aku kan emang nggak pernah ngerjain kerjaan kayak gini!" kata Naruto cemberut. Entah kenapa dia kelepasan menunjukkan kebiasaannya saat cemberut. Yaitu menggembungkan pipinya dan mengkerucutkan bibirnya yg terlihat menggemaskan.

Entah kenapa Sasuke terpaku pada pose cemberut Naruto yg terlalu imut bahkan untuk seorang laki-laki. Dia merasakan pipinya semakin memanas selama dia semakin melihat wajah cemberut Naruto. Sasuke sedikit mengernyitkan dahinya bingung. Apa yg dihadapannya ini seorang laki-laki atau perempuan?

Naruto yg sadar Sasuke tidak mengatakan apa-apa, berbalik untuk melihat kearah Sasuke. Tapi dia malah langsung berhadapan dg wajah Sasuke tepat beberapa cm dari wajahnya. Naruto langsung panik dan wajahnya dg segera menjadi merah padam. Dia tidak pernah dilihat ataupun melihat seorang pria sedekat ini. Otaknya seketika berhenti berputar dan tubuhnya mendadak terasa kaku.

"a...a...a-aku...i-itu...ano..." Naruto tak tau harus berkata apa sekarang.

Entah perasaannya saja atau wajah Sasuke semakin dekat dg-nya. Sekarang hanya tinggal beberapa milimeter lagi jarak wajahnya dg wajah Sasuke. Dia bahkan bisa merasakan nafas Sasuke yg berbau mint menerpa wajahnya. Apa yg harus dia lakukan? Menolaknya? Atau menerimanya? Dia belum pernah di perlakukan seperti ini sebelumnya oleh seorang pria, jadi ini kesempatan langka seumur hidup!

Perlahan dia merasakan tangan besar Sasuke menyentuh pipinya dan mengelusnya perlahan. Sekarang dia semakin mendekatkan wajah mereka sampai batang hidung mereka sudah bersentuhan. Sasuke agak sedikit memiringkan kepalanya mencari posisi yg sesuai untuk... tunggu! Ini sekarang mereka lagi ngapain?! Mau ciuman atau apalah?!

Akhirnya bibir mereka bertemu. Mereka mengecap rasa bibir satu sama lain. Memunculkan sensasi tersendiri yg terasa nyaman dan seperti mereka enggan untuk melepaskannya.

Naruto yg untuk pertama kalinya mencium ataupun dicium seorang pria tidak tau harus bagaimana. Dia membalas ciumannya tapi agak ragu dg hal ini. Tapi karna sekarang dia menyamar menjadi seoranglaki-laki, berarti sebenarnya Sasuke seorang gay, kan?! Apa ini sebuah fakta baru yg dia dapatkan setelah ciuman pertamanya diambil?! Apa ini termasuk informasi atau hanya hal sepele?!

Lalu tiba-tiba terdengar sebuah suara pintu terbuka dg kasar. Sasuke segera melepaskan ciuman mereka dan melihat kearah pelaku yg sudah membuat lecet pintu yg baru dibelinya minggu lalu. Dan ternyata itu adalah Kiba dan Shikamaru yg meihat mereka dg tatapan tak bernyawa sambil membawa ember, kain lap dan kain pel di tangan masing-masing.

"Sas... kau sedang ngapain?" tanya Shikamaru.

"apa yg si 'rebung rebus' lakukan disini?" tanya Kiba.

"dan apa yg baru saja kalian lakukan?" tanya Shikamaru lagi.

Sasuke dan Naruto hanya merona merah mendengar pertanyaan terkahir Shikamaru. Dg segera Naruto menonjok Sasuke sampai dia beranjak dari atas tubuhnya yg tadi sempat dia himpit sedikit dan merapikan posisi duduknya.

"ehm! Seperti yg kalian lihat, aku sedang menjalani hukuman dari Itachi-sensei. Dan kelihatannya kalian baru saja siap menjalani hukuman kalian, kan?!" kata Naruto dg gaya bicara bernada datar dan formal.

"mereka mencurigakan!" bisik Kiba kepada Shikamaru yg dijawab oleh anggukan darinya.

Naruto yg mendengar itu dg cepat mengerjakan tugas yg tadi disuruh Sasuke. Sepertinya itu seperti melegalisir suatu dokumen para siswa-siswa disekolah itu. Sasuke bangkit dari lantai sehabis ditonjok Naruto dan meringis kesakitan.

"tenagamu seperti kuda saja, dobe! Kau makan apa sih?" kata Sasuke sambil mengusap pantat-nya yg terasa nyeri.

"diam teme! Aku sedang mengerjakan tugas yg kau kasih, tau!" kata Naruto sambil sedikit merona merah kesal.

"dasar banyak gaya! Jangan-jangan kau ini mutan atau semacamnya!" gumam Sasuke yg masih bisa didengar oleh Naruto.

"apa katamu teme...?!" kata Naruto dg aura neraka yg membara di atmosfir-nya. Shikamaru dan Kiba yg merasa akan ada masalah segera menutup pintu ruang OSIS dan berlari pergi dari TKP.

"BERANINYA KAU MENCELA SEORANG NAMIKAZE!"

Dan seperti dugaan mereka, segera selang beberapa detik mereka lari dari 'TKP', terdengarlah suara teriakan amarah dan bunyi-bunyi barang-barang yg dilempar.

.

.

Skip time ke jam 12 malam

.

.

Malam itu malam berbadai yg lumayan parah. Nampak Sebuah sosok lelaki remaja berlari tunggang langgang di sebuah gang sempit di pinggir kota. Lelaki itu sepertinya berusaha melarikan diri dari sesuatu atau dari seseorang. Dia terus berlari tidak tentu arah tanpa mempedulikan tubuhnya yg basah karna air hujan. Selang beberapa waktu dia berlari, dia menemuka jalan buntu.

"s...sial!" katanya sambil berbalik kembali.

Tapi ternyata sudah ada sebuah sosok yg terselimuti bayangan menutupi jalannya. Sosok itu memakai sebuah jaket berkerudung yg menyembunyikan wajahnya.

"disini kau ternyata tikus kecil! Atau harus ku bilang laba-laba manisku..." kata orang itu sambil menyeringai lebar.

Si lelaki langsung berlari mundur sampai terbentur oleh tembok di belakangnya. Dia merangkak ketakutan berusaha menjaga jarak dari sosok bayangan tersebut.

"a-apa yg kau inginkan dariku?! Aku sudah membayar semua hutangku! Sekarang apa lagi?!" kata lelaki itu setengah berteriak dg nada ketakutan.

"heh! Apa dipikiranmu hanya ada tentang hutang dan uang, ya?! Ck, ck, ck, ck!" kata sosok itu dg nada rendah. Dia kemudian mengeluarkan sebuah pisau dar balik lengan bajunya yg agak longgar.

"kalau begitu... bagaimana kalau ku kirim kau kedunia yg tidak ada hutang maupun uang lagi?" kata sosok itu lagi sambil menjilat pisau itu dg lidahnya.

"a...ap...p..pa...?" lelaki itu hanya bisa gemetaran di lantai sambil mengucapkan hal-hal yg tidak jelas.

Dg gerakan gesit, sosok bayangan itu tadi menerjang si lelaki dan menusuk si lelaki tepat di bola mata kanannya.

"AAAAAAGGGGHHHHHH!" terdengar sebuah teriakan kesakitan dari gang sempit itu.

Sosok bayangan itu menyeringai puas. Bukan malah mencabut pisau itu dari mata si lelaki, dia malah makin memperdalam lagi pisau itu sampai ke otak lelaki itu.

"GGGAAAHHHH! AAAARRRRGGHHH!" teriak lelaki itu dg air mata yg deras keluar dari matanya walau satu matanya sudah rusak.

Dalam hitungan detik, lelaki itu terkapar tidak berdaya dan tidak bernapas. Ya. Lelaki itu sudah mati!

Sosok bayangan itu kemudian mencabut pisaunya dari rongga mata si lelaki yg merupakan korbannya. Membiarkan darah segar mengalir keluar dari mata lelaki itu dan menodai pakaiannya. Dia kemudian menjilat darah yg ada di pisaunya itu yg sudah tercampur dg air mata lelaki tadi.

"lumayan juga... target berikutnya harus lebih manis lagi!..." gumam sosok itu.

Lalu muncullah sebuah mobil benz hitam di ujung gang sempit di TKP itu. Si pengendara membunyikan klakson mobil itu 3 kali seperti memberi aba-aba untuk sosok bayangan itu. Sosok itu kemudian berbalik dan berjalan menuju mobil benz itu. Si pengemudi membuka kaca jendela mbil itu sedikit.

"bagaimana prosesnya, tuan?" tanya pengemudi itu pada sosok bayangan tersebut.

"ya... seperti biasa! Bagaimana dg mata-mata yg dikirim untuk menyelidiki ku? Sudah kau temukan?" tanya sosok itu pada pengemudi itu sambil masuk kedalam mobil tersebut.

Dia mengganti pakaiannya yg kotor dan basah dg sebuah kaos berlengan panjang berwarna hitam. Dia juga mengeringkan rambutnya yg lumayan basah dan mengganti celana menjaid celana jeans berwarna putih. Kemudian sosok itu memakai syal dan masker lalu bertindak seperti orang sedang flu.

"belum tuan! Sepertinya sejauh ini mereka belum melakukan tindakan apapun. Jadi aku susah untuk melacak mereka!" kata si pengemudi mulai menjalankan mobil itu lagi.

"oh... begitu ya?" gumam sosok yg masih tersembunyi itu.

"kita sebaiknya segera menyembunyikan pakaian berdarah itu sebelum polisi melakukan pengeledahan acak!" kata si pengemudi melirik kearah baju berumuran darah tuannya yg sudah terletak disebuah kantong plastik hitam.

"tenang! Aku mengadakan acara BBQ besok. Jadi besok aku akan menggunakan pakaian ini untuk jadi materi yg akan dibakar!" kata sosok itu santai sambil mengambil sebuah kacamata hitam bulat dan memakainya.

Dan setelah itu tidak ada percakapan apapun lagi diantara pengemudi dan sosok misterius itu selagi mobil terus berjlan memecah keheningan tengah malam berhujan ini.

.

.

.

.

"Breaking news! Seorang siswa SMA ditemukan tewas di salah satu gang sempit di pinggir kota. Perkiraan kematian korban menurut tim forensik sekitar jam 12 malam. Korban ditusuk di rongga mata kanannya sampai melukai arteri besar di otak yg menyebabkannya tewas kehabisan darah dan karna cedera parah. Saat ini polisi masih belum menemukan petunjuk ataupun tersangka yg mungkin membunuh siswa SMA malang ini!"

Itulah bunyi si reporter T.V yg menayangkan sebuah kasus pembunuhan live ditempat kejadiannya langsung.

"pagi-pagi sudah ada kasus lagi!" dengus Kiba sambil memakan spageti dagingnya.

"kau mentang-mentang bilang sekolah kita aman kiba! Disini saja sudah ada beberapa kasus pembunuhan serupa juga, kan?!" kata Shikamaru sambil menyendok sup-nya malas.

"shikamaru benar! Disekolah kita sudah ada 4 kasus pembunuhan. Jadi kita harus berhati-hati, katanya pelakunya ada diantara warga sekolah ini!" kata Sai sambil meminum susu-nya.

"ah! Semua tentang pembunuhan ini membuatku tidak berselera! Kemarin sudah ditonjok sama cowok merah kecil itu! Sekarang berdiskusi tentang kasus pembunuhan beruntun ini! Apa satu minggu ini hari sialku?!" erang Gaara frustasi. Bisa dilihat masih ada beberapa perban dan memar bekas bertarung dg Sakura kemarin.

"yang sabar ya Gaara!" kata Neji menepuk punggung Gaara pelan.

Sementara percakapan para anggota geng cowok terpopuler itu, para cewek yg nyamar jadi cowok juga pada ngebahas topik yg sama dg latar yg beda tidak jauh dari tempat duduk para laki-laki itu.

"jadi? Kalian sudah dapat sesuatu? Sekecil apapun?" tanya Naruto memakan ramennya.

"sejauh ini aku belum! Aku terlalu sibuk untuk turnamenku jam 12 siang nanti di Kyoto dan aku akan pulang 3 hari lagi!" kata Sakura memakan udon-nya.

"wah, kalau kau seorang murid SMA biasa sakura, mungkin kau akan sangat senang dan bersemangat seharian!" kata Ino meminum susu stroberinya.

"tapi bedanya dia sudah berumur 20 thn, seorang perempuan dan seorang agen militer!" kata Tenten tersenyum miring sambil mengaduk-aduk ojiya-nya.

"hei tenten, jangan bocorkan rahasia seenaknya! Dan sakura, jangan melenceng dari topik!" kata Naruto menatap tajam mereka ber-2 dg ramen dimulutnya.

"dasar! Kalau makan jangan bicara! Kau sudah besar. Sudah kepala 2, Naruto!" kata Ino menasihati Naruto.

"terserah!" lau Naruto menelan semua mie di mulutnya sekaligus. Memang agak rakus sih... tapi ini sudah kebiasaannya sejak 7 tahun.

"jadi? Menurut kalian ada warga sekolah yg bertindak mencurigakan bagi kalian?" tanya Naruto lagi dg tatapan intens.

"belum! Kita baru saja disekolah ini 2 hari Naru! Menurutmu semudah itu untuk menggali informasi di seluruh penjuru sekolah yg mirip sebuah kota mini ini?" kata Tenten dg frustasi-nya.

"hei, bagaimana janjimu dg anak kelasmu yg hyper semangat itu Tenten?" tanya Sakura.

"tidak jadi lagi! Katanya senpainya ada urusan mendadak karna dihukum guru!" kata Tenten masih sama lesunya.

"aku bingung dg apa yg dibilang Mito baa-san 2 hari yg lalu sebelum kita pergi misi?" kata Ino berpikir.

"bagian yg mana?" tanya Naruto.

"dia bilang Tsunade-nee bakal jadi dokter, tapi dia malah jadi guru bahasa inggris! Apa baa-san salah informasi atau Tsunade-nee dapat tawaran lain?" kata Ino lagi.

"itu bukan masalah besar tau!" kata Sakura lumayan keras sambil menjitak kepala Ino.

"Itte! Aku kan Cuma nanya!" kata Ino meringis sakit.

"hahaha... dasar kalian berdua!" tawa Naruto dan Tenten.

"dan inilah korban dari kasus pembunuhan misterius ini!"

Lalu T.V sederhana di kantin itu menampakkan sebuah gambar seorang anak SMA berambut biru gelap yg diikat mirip shikamaru, kulit sao matang tapi lebih gela dari tenten dan mata hitam berpupil kecil seperti orang-orang kebanyakan.

Gambar di T.V itu menarik perhatian ke-4 cewek yg dalam penyamaran itu dan para cowok ganteng sangar tidak jauh dari mereka.

"korban kali ini bernama Kidomaru, umur 17 tahun. Dia seorang anak yatim piatu yg besar di panti asuhan. Sekarang sedang bersekolah SMA di USHS. Karna korban belajar di sekolah tersebut, ada kemungkinan bahwa pembunuh Kidomaru adalah orang yg sama dg pelaku pembunuhan 1 bulan terkahir dan 2 thn yg lalu di sekolah USHS juga. Untuk sementara, anak-anak terutama para laki-laki harus menjaga diri dan segera pulang kerumah masing-masing untuk keamanan mereka. Bagi anak-anak yg bersekolah di USHS, diperkenankan untuk tidak berjalan sendiri, diruangan sendiri dan pulang ke asrama lebih awal dg teman-teman! Sekian dari saya! Berikut, mari kita lihat ramalan cuaca minggu ini..." dan berita-pun berlanjut ke ramalan cuaca.

"ah! Ternyata si anak laba-laba yg jadi korban, toh!" kata Kiba.

"wah, kasihan Tayuya pacarnya! Dia pasti sedang bersedih dirumah mereka sekarang!" kata Sai ikut-ikutan.

"katanya pembunuhan berantai, tapi aku tidak bisa mendapatkan satu-pun kesamaan ciri korban di semua kasus pembunuhan ini!" kata Neji ketus.

"mungkin kau kurang pintar!" kata Shikamaru malas.

"kau jangan sombong Shika! Apa kau tidak sedih guru faforitmu itu juga jadi korban 2 thn yg lalu?!" kata Neji sedikit kesal.

"hm...terserah!" kata Shika cuek.

Naruto yg tidak sengaja mencuri dengar percakapan mereka, langsung menjadi penasaran.

'sepertinya mereka tahu lumayan banyak tentang kasus dan para korbannya!' batin Naruto.

Dia-pun memberanikan diri untuk ikut numbruk dalam percakapan itu. Dia mengambil nampan makanannya dan berjalan menuju meja para cowo-cowo ganteng itu. Sementara Sakura, Ino dan Tenten yg melihat Naruto hanya bengong, bersiap-siap melihat aksi Naruto berikutnya. Naruto memang ahli mengumpulkan informasi bahkan dari orang-orang bodoh yg kelepas bicara!

"ehm! Permisi tuan-tuan!" kata Naruto yg membuat semua cowo-cowo ganteng itu melihat kearahnya.

"oh... si rebung rebus rupanya!" kata Kiba ketus.

"apa maumu?" tanya Gaara sedikit cemberut.

"aku hanya penasaran dg apa yg kalian bilang tentang Kidomaru! Apa kalian mengenalnya?" tanya Naruto mulai duduk disebelah Kiba tanpa izin. Entah kenapa Kiba hanya membiarkannya.

"tidak terlalu sih... dia hanya salah satu berandalan sekolah yg sering dibawa kekantor OSIS oleh murid-murid lain!" kata Neji. "kenapa? Kau mengenalnya?" sambungnya lagi.

"tidak. Aku hanya penasaran dengan kata 'Tayuya' dan 'pacarnya'. Apa maksudnya? Dia punya pacar yg tinggal sekamar dg-nya?" kata Naruto lagi.

"he-eh! Namanya Tayuya. Gadis berambut pink yg lumayan sangar! Dia dari sekolah lain, khusus olahraga! Sekolah itu selalu menjadi tandingan terberat sekolah kita!" kata Gaara yg diam-diam juga mau numbruk dipercakapan. Tsundere nih ye!~

"oh, begitu..." gumam Naruto memasang pose berpikir. "kalau begitu, siapa itu guru faforit Shikamaru yg kata Neji jadi korban yg lalu?" tanya Naruto lagi dg wajah tak bersalah.

"hei! Aku tidak suka nada bicaramu! Kau terdengar seperti sedang mencuri informasi dari kami dg aktingmu!" kata Shikamaru menatap Naruto dg tatapan menyelidiki.

"aku penasaran apa namamu memang Menma dan apa kau benar-benar 18 thn!?" kata Shikamaru dg tatapan curiga.

Naruto hening sebentar. Lalu dia tertawa garing dg lumayan keras walau tdak terlalu keras karna diredam suara kantin yg ribut. Sasuke, Sai, Neji, Shikamaru, Kiba, Gaara hanya diam melihat Naruto yg bertingkah aneh.

"hahaha! Lucu sekali Nara! Aku bahkan tak terpikir kau akan menganggapku sampai segitunya! Kau bisa saja Nara!" kata Naruto sambil tertawa garing.

"oh, jadi aku salah ya? Tumben prediksi ku tidak sesuai dg kenyataannya." Kata Shikamaru sambil memasang pose berpikir dan merenungkan sesuatu.

"pasti salah! Nggak mungkin cowok kecil ini seorang agen mata-mata, intel atau semacamnya!" kata Kiba dg santainya.

"terserhalah kalian mau pikir aku apa! Tapi siapa si guru faforit Shikamaru ini?" kata Naruto sambil sedikit menggembungkan pipinya kesal.

"namanya Obito-sensei. Dia guru IPA sebelum Kakashi-sensei. Dia dan shikamaru biasanya bermain mahyong, catur dan shogi saat waktu luang. Dia guru yg baik dan bijaksana! Aku heran kenapa dia tidak jadi guru sejarah saja, ya?" kata Sai dg senyum palsunya.

"sayangnya... guru yg hebat selalu tidak bertahan lama! Dia jadi korban pembunuhan beruntun ini sebagai korban ke-2. Saat itu aku, Sasuke, Shikamaru dan Sai baru 5 bulan sekolah disini. Pokoknya di pemakaman Obito-sensei sangat kacau! Shikamaru bahkan tidak mau pindah dari makamnya sampai 5 jam!" kata Neji dg senyuman ringan diwajahnya.

"Urusai! Aku tak mau mengingatnya!" kata Shikamaru sambil cemberut.

"dasar Tsundere!" dengus Neji.

"ini bukan tsundere namanya!" balas Shikamaru kesal.

"ah aku ingat! Ini namanya tak mau ngingat, tapi malah keingat!" kata Kiba.

"bukannya intinya sama saja?" kata Gaara.

"hn." Kata Sasuke entah jawab apa.

Dan terjadilah sebuah perdebatan panjang antara para anggota geng cowok ganteng itu. Naruto karna tak mau ikut dalam masalah, segera mengambil nampan makanannya dan berjalan kembali kearah meja teman-temannya yg sedari tadi menguping pembicaraannya.

"jadi bagaimana?" tanya Tenten.

"kau dapat sesuatu?" kata Sakura.

"aku dapat beberapa info menarik!" kata Naruto sambil meminum teh kotaknya.

"jadi...? pasti kau akan menyuruh kita untuk melakukan sesuatu sekarang, kan?" kata Ino sambil mengangkat satu alisnya.

Naruto berhenti meminum teh-nya dan meletakkannya didepan mejanya. Dia tersenyum menyeringai puas kepada Sakura, Ino dan Tenten.

"siap-siap saja! Aku akan..."

.

.

.

"...membuat kalian sangat sibuk!"

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Konichiwa minna-san!~

Terimakasih sudah membaca chap 2 fic baru saya yg aneh ini!

Ada beberapa koreksi untuk chap 1 kalau ada yg melenceng dari cerita atau penjelasan awal! Seperti penyamaran Tsunade yg bertukar dan lainnya!(saya lupa)

Semoga kalian menikmati membaca fic saya ini!

Chap yg ini agak lebih sedikit ngaco dari yg pertama!

Tolong di follow/faforite dan di refiew ya senpai! Tolong juga kasih saran dan refreshing alur cerita buat saya!~

Jaa matta ashita!~