Disclaimer
Naruto dan yang lain : Masashi Kishimoto.
Harry, Hermione dan yang lain : JK. Rowling.
.
OC : Rendsy Meshach Cetta dan Chavaly Kakessy Hatheky.
.
Warning : typo(s), jalan cerita yang ga jelas dan ga nyambung, dan lain - lain.
A/N =
gomen, gomen karena updatenya lama. ini karena ukk yang membuat aku stress dan ga bisa buat kelanjutannya. ok, langsung ke ceritanya. ^o^
.
.
.
" ada apa Shikamaru? tumben sekali kau datang ke sini " tanya Naruto sambil duduk didepan Shikamaru.
" aku, mau minta maaf karena tadi aku memanggilmu bodoh… "
" heh? " Naruto kembali memasang 'muka bodoh'nya.
" maaf, karena tadi aku memanggilmu bodoh, Naruto. Sebagai permintaan maafku, aku akan mentraktir kalian makan Ramen Ichiraku " Mata Naruto langsung membesar senang saat mendengar Ramen Ichiraku.
" kau serius, Shikamaru? " Shikamaru hanya mengangguk.
" tapi, apa kita bawa juga anak – anak? " tanya Shikamaru.
" tidak usah. Rendsy ada dikamarnya. Aku yakin ia tak akan mau ikut. Aku akan minta ia untuk menjaga anak – anak. " Naruto kemudian pergi kekamar Rendsy.
" Rendsy, bisa tolong bukakan pintunya? " Naruto kini telah berada didepan kamar Rendsy. Kemudian Rendsy keluar dengan raut muka mengantuk.
" ada apa, Nanadaime-sama? "
" kau mau ikut kami makan Ramen keluar? "
" aku tidak ikut. " Rendsy menggeleng – gelengkan kepalanya.
" baiklah, kalau begitu, tolong jaga anak – anak ya? "
" he-eh. " Rendsy menguap, membuat Naruto ragu apakah orang ini bisa diandalkan.
" arigato gozaimashita. "
Naruto kemudian pergi kekamar Boruto yang sedang asyik bermain dengan Shikadai yang terlihat bosan.
" Bolt, otou-chan dan yang lain akan makan Ramen Ichiraku. Kau, Shikadai, Rendsy, dan Hima tolong jaga rumah ya. " Naruto mengelus kepala anak sulungnya itu, membuat Shikadai yang melihat hal itu hanya mendecak bosan.
" tou-chan! Aku ikut! "
" kau jaga Himawari saja, nanti ayah bawakan Ramen yang banyak untukmu dan Shikadai, ok? " Naruto mencoba untuk membujuk anaknya yang sedang memasang muka 'kesal'nya itu.
" janji?! "
" janji! " Shikadai hanya melihat tingkah anak-bapak itu dengan bosan dan sesekali menguap bosan.
Naruto kemudian keluar dari kamar Boruto dan pergi keruang keluarga dimana Hinata dan yang lain sedang terdiam melihat foto Gaara.
.
' Gaara itu pesonanya… ' batin Hermione.
' adikku dulu ternyata orang yang tampan eh? ' batin Temari.
' Gaara-kun… ' batin Hinata.
' … … … ' Batin Chavaly.
" Temari-chan, Her-moi-nee-chan, Chavaly-chan dan Hinata-chan, ayo kita pergi makan Ramen Ichiraku. Shikamaru yang mengajak. Hey! Kalian sedang melihat foto siapa? " Naruto kemudian mengambil foto tersebut yang membuat empat orang wanita yang sedang melihat foto tersebut hanya mendelik marah kepada Naruto.
" ada apa dengan Gaara heh? Kenapa kalian melihatnya dengan serius begitu sampai tak menyadari aku sudah di depan kalian, bahkan kau juga, Hinata-chan. " Naruto memajukan bibir sehingga ia tampak konyol. Itu tanda ia sedang 'mengambek' kepada Hinata. Hinata hanya menunduk.
" go-gomen, Naruto-kun, aku hanya melamun mengingat waktu kecil dulu "
" Chavaly! Kenapa kau memakai Occlumency, disini yang bisa membaca pikiranmu hanya aku, Chavaly. "
" pikiranku adalah privacyku, Mione. " Chavaly menatap bosan Hermione. Sedangkan yang lain hanya menatap bingung mereka berdua.
" Nanadaime-sama, tampaknya anda masih susah menyebutkan nama saya. Kalau begitu panggil saya Hermy saja. "
" ok, Hermy-chan! kau juga, panggil aku Nanadaime atau Naruto-kun saja. ayo kita pergi! " ajak Naruto memecahkan keheningan akibat perkataan Hermione yang tak mereka mengerti. Keempat wanita itu hanya mengangguk.
Mereka kemudian pergi ketempat Ramen Ichiraku.
.
.
Disaat yang hampir bersamaan dengan perginya rombongan Hermione dan yang lain dari rumah Naruto, Gaara dan Kankurou sampai di Konoha, dan sekarang sudah menunjukkan jam 7 malam. Mereka berdua segera pergi kerumah kakak tertua mereka. Setelah sampai didepan rumah Temari, mereka melihat keadaan rumah yang kosong.
" dimana Temari? Apa kita tunggu saja, Gaara? " Kankurou menghela nafas sambil duduk diteras rumah Temari dan Shikamaru, sedangkan Gaara hanya bersandar pada pintu dengan gaya 'cool' khas Gaara.
" hei! Apa kalian mencari Temari-chan? " tiba – tiba Gaara dan Kankurou dikejutkan oleh suara perempuan tua yang berada dirumah didepan mereka.
" oh, ternyata kau, Kankurou-san dan Kazekage-sama. Pasti kalian mencari Temari-chan bukan? " perempuan tua itu membungkuk hormat kepada Gaara.
" ah, Bibi Ayaka bukan? Lama tak bertemu. Temari-chan kemana Bi? " tanya Kankurou.
" Temari-chan, Shikamaru-kun dan Shikadai-kun pergi kerumah Nanadaime-sama. "
" arigato, Ayaka ba-san " perempuan yang dipanggil Bibi Ayaka itu hanya tersenyum menanggapi ucapan terima kasih Kankurou.
" Kankurou, ayo kita pergi ke rumah Naruto " Gaara mengajak Kankurou untuk pergi.
" ayo. "
Dengan cepat mereka berdua sampai dirumah Naruto. Kankurou segera mengetuk pintu rumah yang berwarna lavender lembut tersebut. Dan akhirnya yang keluar adalah Boruto lagi.
" hey kau, Naruto kecil, mana otou-chanmu? Mana Temari nee-chan dan Shikamaru? " Kankurou melongokkan kepalanya kedalam, namun ia tak melihat siapapun kecuali Shikadai yang dengan lambatnya jalan kearah mereka.
" yo, Kankurou ji-chan dan Gaara ji-san. Kalian mencari okaa-san? Okaa-san, otou-chan, Nanadaime, Hinata ba-chan, Bibi Hermione dan Bibi Chavaly pergi kemakan Ramen Ichiraku. Barusan saja mereka pergi. " Shikadai menguap kembali.
" siapa Her-mii-ne dan Chavaly itu? " Kankurou bertanya bingung. Sedangkan Gaara sibuk dengan pikirannya yang abstrak alias tak akan mudah dimengerti oleh ninja dan penyihir biasa(?).
" mereka tamu jauh otou-chan, kalian mau menyusul mereka kan? Soalnya aku tak akan bisa menjamu kalian, Si Rendsy itu pasti sudah tertidur sekarang ini, oh, Rendsy merupakan salah satu teman Bibi Chavaly dan Bibi Herm-ii-oni. Jadi tolong bilang dengan otou-chan, jangan lupa dengan ramen milikku dan Shikadai. "
" iya, iya. Tenang Naruto kecil, akan kami bilang dengan Naruto. Ayo Gaara, kita susul mereka. Aku rasa, aku masih ingat dimana Ramen Ichiraku itu. " kemudian Kankurou dan Gaara segera pergi menyusul rombongan Naruto.
.
Diperjalanan, Hermione, Temari, Hinata asyik mengobrol, sedangkan Chavaly masih setia dengan bukunya. Akhirnya mereka sampai di tempat Ramen Ichiraku. Dan mereka langsung memesan Ramen. Saat mereka baru mulai makan, tiba – tiba Gaara dan Kankurou datang mengagetkan mereka.
" Gaara! Kankurou! Kenapa kalian disini? " Naruto setengah berteriak melihat Gaara dan Kankurou.
Naruto segera berdiri dan berlari memeluk Gaara dan mengacuhkan Kankurou. Semua yang duduk membelakangi pintu masuk langsung segera melihat kebelakang mereka, Temari yang melihat salah satu adiknya diacuhkan oleh Naruto, langsung memeluk Kankurou. Shikamaru juga berdiri menyambut adik –adik iparnya itu. Hinata dan Chavaly hanya melirik sekilas dan langsung melanjutkan makan Ramen mereka. Hermione? Sepertinya Hermione telah seperti terkena mantra stupefy, dia tidak bisa mengalihkan pandangan matanya dari sosok Kazekage termuda kita, baru beberapa menit yang lalu ia membicarakan lelaki ini, dan sekarang ia telah ada dihadapan Hermione? Sebuah kebetulan yang tidak bisa ia percaya. Gaara tersenyum kepada mereka semua, termasuk Hermione. Saat Gaara tersenyum kepadanya, Hermione langsung bersikap seperti biasa, walau hatinya sekarang berdetak dengan sangat cepat.
" kami ingin mengunjungi Temari. "
Suara Kazekage itu sedikit familiar ditelinga Hermione, Harry! Suaranya, mirip dengan suara Harry! Demi Merlin! Disaat aku ingin lepas dari Harry, kenapa malah aku bertemu dengan orang yang suaranya mirip Harry!
" kau berbicara dengan dingin seperti dulu Gaara, apa karena disini ada orang lain? Ah ya, mereka tamuku, Gaara, ayo kita makan! " Naruto kemudian duduk ditempatnya semula.
" hey Naruto! Kau tak menyapa atau sekedar memelukku?! Teganya teganya teganyaaa~ " Kankurou menangis dipojokan/?
" idiihh, najis gue meluk elu, emang lu pikir gue homo? Maaf deh, mending gue meluk Hermione aja, weee~ " Naruto menjulurkan lidahnya kepada Kankurou yang masih menangis, dan kemudian 'hampir' memeluk Hermione.
" Nanadaime! Lu gila?! Jangan memelukku, dasar Troll! " Chavaly tersenyum mendengar perkataan Hermione dan nampaknya Hinata akan mendiami Naruto beberapa hari kedepan. Naruto? Dia ikut bergabung dengan Kankurou dipojokan.
( abaikan, back to scene! )
" hey Naruto! Kau tak menyapa atau sekedar memelukku? " Kankurou menatap Naruto datar.
" untuk apa memelukmu? Aku sudah punya Hinata, aku tak perlu kau untuk jadi Haremku Kankurou, Hinata sudah lebih dari cukup untukku " Naruto membalas tatapan Kankurou dengan datar pula. Maka terjadilah death glare antara dua ninja yang emosional ini.
" Kankurou, hentikan itu. " ucap Gaara membuat Kankurou mendapat tatapan mengejek dari Naruto.
' awas kau Naruto! Akan kubalas lain kali! ' batin Kankurou.
Gaara kemudian duduk disamping Hermione, membuat jantung Hermione berdetak lebih cepat dari yang sebelumnya. Namun Hermione masih memasang muka yang 'biasa'. Kemudian Gaara memesan Ramen. Namun hanya untuk dirinya sendiri, sehingga Kankurou terlihat bete.
" Gaara, kau tau kami disini dari siapa? Apa kalian tadi kerumah Naruto? " tanya Shikamaru, orang yang ditanyanya hanya mengangguk. Kankurou kembali bete karena yang ditanya hanya Gaara.
" kau Chavaly atau Hermione? " kini Gaara mengalihkan perhatiannya kepada Hermione.
" Hermione Jean Granger. Senang bisa berkenalan denganmu secara langsung, Kazekage-sama. " walau terkejut ditanya oleh Gaara, Hermione berusaha bersikap biasa.
' Hermione Jean Granger? Sepertinya dia bukan orang sini. Dan, aku bisa merasakan chakranya belum terkontrol, namun ada sesuatu yang seperti chakra, namun berwarna jingga. Dan itu sudah sangat terkontrol dengan baik. Aku pernah melihat, bahwa ninja – ninja yang lain juga mempunyai chakra yang aneh itu. Namun kami tak pernah tau bagaimana untuk mengontrol chakra aneh itu. ' Batin Gaara, tentu saja, tokoh utama wanita kita ini bisa membaca pikiran Gaara, juga temannya, Chavaly.
Hermione dan Chavaly saling berpandangan. Sepertinya Kazekage ini sangatlah... cerdas? Dia bisa langsung menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh dengan Hermione dan bahwa Hermione bukanlah Kunoichi seperti Temari ataupun Hinata.
" saya juga. " Hermione hanya tersenyum mendengar jawaban Gaara.
Mereka kemudian makan dalam diam. Setelah makan, Hermione dan Naruto mengobrol tentang hubungan Dunia Sihir dengan Dunia Ninja. Gaara hanya melihat mereka berdua mengobrol. Kankurou sekarang sudah tertidur, Shikamaru pergi keluar untuk jalan – jalan sebentar, Hinata dan Temari asyik mengobrol sesuatu yang tak akan dimengerti lelaki ataupun Hermione dan Chavaly, Chavaly membaca buku Sejarah Konoha diluar. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Temari dan Shikamaru langsung pulang kerumah mereka dengan membawa Kankurou yang masih saja mengorok didalam tidurnya. ( " Kankurou! Kau bertambah gendut! " " ini menyusahkan saja " " apa kau bilang?! Dia adik iparmu pemalas! " ) Gaara ikut rombongan Naruto karena ia disuruh onee-san nya untuk menjemput Shikadai walau ia yakin Shikadai tak akan menolak jika menginap dirumah Naruto. Setelah sampai dirumah, Chavaly langsung kekamar untuk tidur karena sekarang sudah jam sepuluh malam lewat. Hinata juga langsung melihat keadaan Himawari dan ia juga memanggil Boruto dan Shikadai dikamar Boruto. Ternyata Shikadai sudah tertidur, namun Boruto masih asyik bermain playstation sendirian.
" jaa Shikadai " Boruto melambaikan tangan kearah sahabatnya yang sudah ingin pulang kerumahnya.
" aku pamit, Naruto, Hinata-chan, Hermione-san "
Naruto tersenyum lebar kepada Gaara. Gaara membalas senyum Naruto dengan senyuman tipis, namun Naruto dan Hermione pasti bisa melihatnya.
' hey, lihatlah. Senyumnya manis, dia mirip Harry saat tersenyum. Senyuman untuk sahabatkah? '
Setelah Gaara dan Shikadai menghilang dari pandangan, mereka berempat segera masuk kerumah Naruto. Boruto langsung masuk kamarnya untuk makan atau bermain lagi setelah mendapatkan ramennya. Sedangkan Naruto hanya tersenyum mesum(?) kearah Hinata yang membuat Hinata blushing hebat, kemudian mereka berdua masuk kamar mereka. Hermione hanya tertawa geli melihat dua insan yang sedang dimabuk cinta walau umur pernikahan mereka sudah cukup lama.
' kapan aku seperti mereka? Harry, kau pasti sekarang juga merasakan apa yang dirasakan mereka bukan? Kau pasti bahagia bersama Luna sekarang. '
Hermione segera masuk kekamarnya dan melihat kalender. 2 Februari…
" sebentar lagi 14 Februari, aku yakin sekarang Mrs. Weasley sedang repot mempersiapkan pernikahan Harry. Aku ragu bahwa aku bisa melihat pernikahan Harry dengan senyuman bahagia. " Hermione bergumam pelan.
Ia kemudian duduk dikursi yang ia dan Chavaly untuk membaca. Hermione melihat foto ia dan Harry saling berangkulan, masih segar di ingatan Hermione kapan foto itu diambil. Foto itu diambil saat tahun keempat. Waktu itu ia dan Harry sedang berada dipinggir danau dan tiba – tiba Colin memfoto mereka yang sedang duduk berdua karena saat itu Ron masih marah kepada Harry. Kemudian Harry meminta Colin untuk memfoto ia dan Hermione. " untuk kenang – kenangan. Siapa tau aku gagal dan mati ditugas pertama. " perkataan Harry itu masih terngiang di kepala Hermione.
" Harry, kau sekarang masih hidup dan akan meninggalkanku. " air mata yang berkilauan itu mulai turun membasahi pipi Hermione yang putih. Hermione menangis dalam diam. Dalam tangisnya Hermione merasa ada sesuatu yang menghangatkannya. Itu membuat Hermione berhenti menangis. Hermione merasa nyaman dengan sesuatu itu. Saat ia menoleh kearah jendela, ia bisa melihat sesosok Harry, namun, itu patung! Ya, patung Harry yang terbuat dari pasir. Patung tersebut tersenyum kepada Hermione dan kemudian berubah kembali menjadi pasir yang diterbangkan oleh angin malam.
" Thanks… " Hermione tersenyum dan kemudian tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya.
.
" ada yang menangis ya? Kau sudah menghiburnya? " angin malam menerbangkan rambutnya yang tertata rapi, membuat rambut merah itu kembali ke bentuk asalnya yang acak – acakkan. didepannya tampak sebuah patung beruang yang terbuat dari pasir.
" sudah Gaara, namun aku rasa ia bukan seorang kunoichi atau pun orang yang berasal dari dunia Shinobi ini. "
" bukan orang sini kah? Bagaimana rupanya? Kenapa ia menangis dan bagaimana cara kau menghiburnya? " Gaara punya firasat bahwa yang menangis adalah Hermione teman Naruto itu. Gaara bisa melihat matanya yang diliputi kesedihan, namun kesedihan itu harus ditutupi, dan tak boleh ada orang yang tahu. Mata itu persis seperti mata Gaara dulu.
" wanita itu berambut keriting cokelat lebat, masih muda, mungkin seumuranmu Gaara. Dia menangis karena seseorang yang berharga, aku menghiburnya dengan mengambil wujud lelaki itu dan tersenyum padanya. "
" ternyata aku betul. Hermione-san itu. "
" bagaimana wajah lelaki itu? " Gaara memainkan pasir yang ada ditangannya, angin malam masih setia menemani Gaara diatas atap rumah itu.
" memakai kacamata, ia jangkung, punya bekas luka petir didahinya, dan berambut hitam acak – acakan "
" baiklah, terima kasih kau telah menghiburnya. " pasir – pasir itu sekarang menghilang diterbangkan angin.
' orang yang berharga ya? Dia adalah aku yang dulu sebelum bertemu Naruto. '
" semoga kau cepat menemukan penggantinya. " gumam Gaara.
.
.
" kau mau ikut aku, Hermione-chan dan Chavaly-chan? " ajak Hinata menatap penuh harap kearah Hermione dan Chavaly.
" kau pergilah Hermione, kau tampak stress beberapa malam ini. Kau bisa refreshing diri. Biar aku dan Rendsy yang mengatur jadwal nanti. " ucap Chavaly.
" tapi, tak adil Chavaly. " Hermione mengatakan itu sambil memasukkan buku – buku kedalam tas manik kecilnya.
" tak apa Mione, aku tak mau melihatmu seperti tadi malam " Chavaly mengedipkan matanya kepada Hermione. Hermione hanya menatapnya tak percaya.
" ka…u, belum tidur? " Chavaly menggelengkan kepalanya.
" ayo Hermione-chan, kita pergi sekarang. Kami pergi dulu, Chavaly-chan. " Hinata menarik tangan Hermione untuk mengikutinya, sedangkan Hermione hanya menurut. Setelah cukup jauh dari rumahnya, Hinata melepaskan tangan Hermione.
" nanti kau akan aku kenalkan dengan sahabat – sahabatku, kami sering berkumpul seperti ini. Tempat pertemuannya sering berubah – ubah supaya tidak bosan. Hari ini kami berkumpul dirumah Kurenai-sensei. Dia guruku. Nah, sebentar lagi kita akan sampai. "
" HINATA-CHAN! MINGGIR! " setelah mendengar teriakan yang memekakkan telinga itu, Hermione dan Hinata dengan sigap segera melompat kepinggir jalan.
Dari kejauhan mereka berdua bisa melihat debu – debu dijalanan berterbangan, seperti saat balapan kuda ditanah yang kering. Derap – derap kaki terdengar oleh telinga mereka, sesaat kemudian Hermione dan Hinata tidak dapat melihat apa – apa lagi karena semuanya tertutupi oleh debu. Namun, dengan cepat debu tersebut menghilang. Setelah debu tersebut menghilang, Hermione dan Hinata bisa melihat biang keladi dari semua debu ini.
Dua orang kunoichi itu menempelkan tangan mereka dipintu rumah tersebut. Mereka nampak kelelahan namun sorot kegembiraan juga terlihat dari mata mereka berdua.
Kunoichi pertama berambut pendek berwarna pink, sedangkan yang lain berambut pirang panjang dikuncir satu dan setengah poninya dibiarkan terurai. Dari aura mereka berdua, Hermione bisa merasakan bahwa mereka berdua adalah Kunoichi yang tempramental, dan mereka seperti sangat menakutkan saat marah.
" AKU DULUAN YANG SAMPAI JIDAT! "
" AKU DULUAN YANG SAMPAI PIG! "
Mereka berdua berteriak pada waktu yang bersamaan. Setelah itu mereka terlibat death glare dan akhirnya mereka tertawa. Hinata yang melihat kejadian itu juga ikut tertawa. Hermione yang bingung hanya tersenyum.
" Hinata-chan, dia siapa? " tanya wanita berambut pink sambil menunjuk Hermione.
" jidat, tidak sopan menunjuk orang seperti itu! "
" kenapa? Kau juga penasaran bukan? "
Hinata dan Hermione segera menyusul dua kunoichi yang masih terlibat adu mulut didepan pintu itu. Hinata kemudian memperkenalkan Hermione.
" Sakura-chan, Ino-chan, ini Hermione. Hermione-chan, yang berambut pendek pink itu Sakura-chan, yang berambut panjang pirang dan diikat satu itu Ino-chan. Mereka sahabat – sahabat dekatku. Kau sudah membaca biografi mereka bukan? "
" ya, aku sudah membacanya. Kalau tidak salah, Sakura-san dulu satu tim dengan Nanadaime bukan? " Hermione tersenyum ramah kepada Sakura dan Ino.
" ya, aku satu tim dengan Naruto. Ngomong – ngomong Hinata, apa Naruto sangat sibuk? Biasanya dia selalu berkunjung kerumahku, namun sekarang sudah lama ia tak datang. Atau dia sakit? " Sakura mulai menunjukkan wajah cemasnya.
" jidat, tumben kau khawatir dengan Naruto, apa kau sudah lelah ditinggal Sasuke-kun? Hati – hati Hinata-chan, nanti dia malah merebut Naruto darimu! " Ino mulai menggoda Sakura yang mukanya sedang bertambah merah, entah malu atau marah. Nampaknya ia marah karena sekarang empat sudut siku – siku mulai muncul di jidatnya. Hinata? Hinata sudah tau bahwa perkataan Ino adalah candaan, jadi ia hanya tersenyum geli.
" INO-PIG! Apa salah aku perhatian dengan rekanku sendiri?! Lebih baik aku daripada kau! Dan Sasuke-kun itu suamiku! Dia sudah memilihku! Asal kau tau, Sai juga pernah menjadi rekan setim ku! " Hinata kemudian tertawa. Kesabaran Ino tampaknya sudah mulai menipis. Hermione segera mengambil tindakan supaya tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan seperti tadi.
' Sasuke. Dia sahabatnya Nanadaime yang pernah berkhianatkan? Kalau tidak salah, Sakura-san adalah istrinya. '
" ehm, Sakura-san, keadaan Nanadaime baik – baik saja. Kemarin aku mendengar bahwa ia juga telah lama tak mengunjungimu. Mungkin sebentar lagi ia akan kerumahmu, Sakura-san. " ujar Hermione.
" arigato, ne, Hermione-san! " Hermione hanya tersenyum menanggapi ucapan terima kasih Sakura.
" yosh, yosh. Ayo kita masuk. Aku yakin Kurenai-sensei sudah-" ajakan Ino tiba – tiba terputus karena pintu yang ada dihadapan mereka tiba – tiba terbuka dan menampilkan sesosok wanita yang sudah mulai menua. Walau sudah mulai menua, wanita itu tetaplah cantik. Hermione yakin bahwa wanita itu saat muda sangatlah cantik.
Wanita itu memiliki rambut hitam lebat yang indah. Matanya berwarna merah menyala. Wanita itu tidak tinggi dan juga tidak pendek, sedang – sedang saja untuk ukuran badannya.
' apa semua wanita dan kunoichi diKonoha ini cantik? '
" oh, aku sudah yakin kalau yang berteriak tadi kalian berdua. Ayo masuk, Temari sudah menunggu. Oh, siapa kau? "
" perkenalkan, aku Hermione Jean Granger. Aku tamu Nanadaime. " Hermione memperkenalkan dirinya.
" Kurenai-sensei, ini Hermione. Aku yang mengajaknya kesini. Ah ya, Hermione-chan, ini Kurenai-sensei. Dia senseiku. "
" selamat datang diKonoha, Hermione. Ayo-"
" kenapa anda lama sekali Kurenai-sensei? Oh, ada Hermione-chan, ayo masuk, " Temari dengan secara mengejutkan sudah berada di samping Kurenai. Mereka kemudian segera masuk kedalam.
" Temari-chan, kau sudah mengenal Hermione-san dari awal ya? " tanya Sakura sambil memakan biskuit yang sudah disediakan oleh Kurenai.
" tentu sudah. Tadi malam aku kerumah Naruto dan bertemu dengannya. Malahan dia mungkin menjadi adik iparku setelah menikah dengan adik bungsuku. " mata Hermione yang tengah minum teh langsung membesar mendengar penjelasan Temari. Untung dia bisa menahan supaya tak menyemburkan air yang sedang diminumnya. Namun ia tetap tersedak dan terbatuk. Yang lain malah lebih histeris dari Hermione –kecuali Hinata– Ino dan Sakura berteriak dan Kurenai malah tertawa.
" KA…U DENGAN GAARA? " Ino berteriak.
" TAK AKU KIRA TERNYATA GAARA BUKAN HOMO! " setelah mengatakan hal itu, tak pelak Sakura langsung mendapatkan jitakan dari Temari.
" Kazekage kita sekarang sudah dewasa. Hahaha " Kurenai hanya tertawa.
Hinata juga tertawa melihat semua itu.
' jangan memerah! Ayo, bersikap biasa! Merlin! Kenapa aku bisa lepas kendali seperti ini! '
" anu… Temari-chan, aku… "
" sudahlah Hermione-chan! Aku tau kau menyukai adikku! Aku yakin dia juga menyukaimu. "
Sakura dan Ino masih sibuk berceloteh ria.
" Gaara, kau suka dengan wanita? Itu tak mungkin! Cha! "
" Gaara? Aku tak percaya. "
" aku masih normal, Sakura. "
.
.
.
makasih udah mau baca fic saya ^^
oh ya, disini, pasir - pasir itu bisa ngomong, tapi cuma sama Gaara. dan Gaara itu suka ngehibur orang - orang yang sedih dengan pasir - pasir itu.
ok, mumpung udah masuk bulan Ramadhan, Brune minta maaf ya kalau ada salah ^^
